Vous êtes sur la page 1sur 3

Tuan dan Ny.Harun Alrasyid usia 65 dan 60 tahun.

Hari minggu mengunjungi anaknya


dengan mengendarai mobil pribadi. Mobil itu dikendarai oleh istrinya sendiri yang usia 60 th.
Ditengah perjalanan mobil mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Tn.Harun meninggal
dunia setelah dibawa di RS. Sedangkan Ny.Harun tidak sadarkan diri. Setelah 2 hari dirawat
Ny.Harun baru sadarkan diri dan bertanya kepada perawat yang bertugas keberadaan suaminya.
Bila perawat terus terang mengatakan bahwa suaminya telah meninggal, maka
dikhawatirkan akan dampak terhadap kesehatan Ny.Harun karena secara klinis keadaan fisik dan
mental Ny.Harun lemah. Bila perawat tidak mengatakan keadaan yang sebenarnya berarti
perawat bohong atau tidak jujur.
Hal seperti ini sangatlah dilematis bagi perawat. Disatu sisi perawat harus jujur dan disisi
lain perawat dituntut untuk menjadi pembela bagi hak haknya Ny.Harun yang masih lemah
kondisi fisik maupun mentalnya. Dalam hal ini kejujuran perawat dapat berakibat fatal bagi
Ny.Harun.
Disini terlihat bahwa perawat tersebut mengalami konflik nilai. Haruskah perawat
berkata secara bijaksana bahwa kesehatan Ny.Harun lebih penting untuk dipertahankan
pendapatnya, baik terhadap keluarga pasien, petugas lain, maupun sejawat. Untuk kasus diatas,
bagaimanakah sikap perawat menghadapi hal tersebut?
Pemecahan masalah pada Dilemma Etis
Untuk memecahkan masalah pada kasus diatas yaitu sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi dan mengembangkan data dasar
Mengidentifikasi dan mengembangkan data dasar yang terkait dengan kasus diatas
meliputi dua orang klien yang terdiri dari Tn.Harun dan Ny.Harun,dua orang keluarga klien,dua
orang perawat ,dan seorang dokter. Tindakan yang diusulkan yaitu dokter menyatakan bahwa
untuk memberitahukan hal tersebut saat Ibu Harun sadar dari koma, perawat 1 menyatakan
bahwa tunggu sampai kondisi Ibu Harun benar benar stabil untuk menerima berita tersebut.
Maksud dari perawat 1 adalah supaya bisa menjaga kondisi ibu Harun tetap stabil setelah
menerima berita duka. Perawat 2 mendukung pernyataan dari perawat 1 dan perawat 2
mengatakan yang berhak memutuskan adalah dokter.
2. Mengidentifikasi munculnya konflik.

Penderitaan keluarga Tn.Harun karena kecelakaan yang mengakibatkan Tn.Harun


meninggal dunia dan Ny.Harun mengalami koma. Hal ini menyebabkan keluarga
menyetujui tindakan perawat untuk menunda pemberitahuan berita duka kepada Ibu Harun
sampai kondisinya benar benar pulih. Konflik yang terjadi adalah pemberitahuan kabar tersebut
harus diberitahukan kepada klien, apabila tidak memenuhi keinginan klien maka akan melanggar
hak-hak klien.
3.

Menentukan tindakan alternatif yang direncanakan


Adapun tindakan alternatif yang direncanakan dari konsekuensi tindakan memberikan
kabar duka pada Ny.Harun adalah :

a. Setuju dengan keputusan yang diambil dokter karena seburuk buruknya informasi harus tetap
diberitahukan pada keluarganya. Jika tidak, maka dapat mengakibatkan memperburuk kondisi
dari klien tersebut.
b.

Setuju dengan perawat 1 karena sesuai dengan peran perawt sebagai advokasi yaitu membela
dan menjadi sarana kabar bagi klien. Karena klien tetap berhak mengetahui kabar mengenai
sesuatu yang bersangkutan dengannya.

c.

Setuju dengan perawat 2 karena pada saat memberitahukan hal terssebut,kita harus melihat
kondisi dari klien tersebut. Ini dikarenakan apabila pemberitahuan kabar tersebut tanpa
didampingi keluarga dan dan pada kondisi yang sehat. Maka dapat mengakibatkan kondisi klien
meburuk kembali.

4. Menentukan siapa pengambil keputusan yang tepat


Pada kasus keluarga Tn.Harun ini, yang dapat membuat keputusan adalah manajemen
rumah sakit dan keluarga. Rumah sakit harus menjelaskan seluruh konsekuensi dari pilihan yang
diambil keluarga untuk dapat dipertimbangkan oleh keluarga. Tugas perawat adalah tetap
memberikan asuhan keperawatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar klien.
5. Menjelaskan kewajiban perawat
Kewajiban perawat seperti yang dialami oleh Ny.Harun adalah tetap menerapkan asuhan
keperawatan sebagai berikut: memenuhi kebutuhan dasar klien sesuai harkat dan martabatnya
sebagai manusia, mengupayakan suport sistem yang optimal bagi klien seperti keluarga maupun

teman terdekat. Selain itu perawat tetap harus menginformasikan setiap perkembangan dan
tindakan yang dilakukan sesuai dengan kewenangan perawat. Perawat tetap mengkomunikasikan
kondisi klien dengan tim kesehatan yang terlibat dalam perawatan klien Ny.Harun.
6. Mengambil keputusan yang tepat
Pengambilan keputusan pada kasus ini memiliki resiko dan konsekuensinya kepada
klien. Perawat dan dokter perlu mempertimbangkan pendekatan yang paling tepat dan
menguntungkan untuk klien. Namun sebelum keputusan tersebut diambil perlu diupayakan
alternatif tindakan yaitu merawat klien sesuai dengan kewenangan dan kewajiban perawat. Jika
tindakan alternatif ini tidak efektif maka melaksanakan keputusan yang telah diputuskan oleh
pihak manajemen rumah sakit bersama keluarga klien (informed consent).