Vous êtes sur la page 1sur 4

Materi kuliah tauhid ke-4 wisata hati oleh Ustadz Yusuf Mansur

Amal Tabungan
Bagi yang cepat dikabulkannya, barangkali sebab ia sudah punya duluan
amal tabungannya, hingga kemudian Allah menganggapnya cukup amal
untuk hajat yang diinginkannya.
Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. 3 esai sudah Saudara-saudara
semua pelajari. Ada yang barangkali berkernyit, Koq belajarnya se-emprit
se-emprit, sedikit sedikit?. Ada yang merasa sedang diburu waktu, lalu
karenanya dia memilih materi Kuliah Terapan Sedekah. Dan karena pintu
materi itu masih ditutup kecuali menyelesaikan Kuliah Tauhid ini dulu,
mereka tidak bisa mengakses dulu Kuliah Terapan tersebut. Ada yang enjoy
saja dengan cara penyajian yang seperti ini. Ga masalah. Memang belajar
itu mesti pelan-pelan, begitu kata sebagian yang setuju.
Lepas dari itu semua, saya meyakinkan diri saya, kawan-kawan Pengelola
KuliahOnline, dan peserta semua, bahwasanya sungguh, jika Kuliah Tauhid ini
saja diikuti, diresapi, dan dijalankan pelan-pelan, insya Allah Kuliah Tauhid ini
sudah lebih dari cukup.
Insya Allah sedang dalam proses editing audio penyerta yang berjudul:
Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah? Audio tausiyah pencerahan ini
merupakan rekaman ketika saya berceramah di perusahaan Toshiba
Tambun. Saat itu ada satu unitnya yang mau ditutup, dan adik saya ada di
sana. Bahagian dari salah satu karyawan yang menghadapi kemungkinan
PHK.
Karyawan-karyawannya gelisah. Lalu mereka dikumpulkan serikat
pekerjanya, dikumpulkan kawan-kawan Rohis nya, untuk diadakan semacam
pencerahan agar tidak gelisah, tidak khawatir dan tidak takut. Dan
sebaliknya, bersemangat untuk berdoa agar Allah memberikan Petunjuk-Nya
dan Pertolongan-Nya.
Alhamdulillah, saat itu saya datang. Saya memberi materi Kuliah Tauhid.
kuliah Iman. Saya yakinkan diri mereka semua, bahwa rizki itu bukan di
tangan manusia. Bukan sebab mereka bekerja. Bukan sebab perusahaan itu
beroperasi. Tapi lebih karena Allah mengizinkan semua itu terjadi. Bagi
mereka yang sudah percaya bahwa Allah yang ada di balik semua kejadian,
gampang. Tinggal datang kepada Allah, mengaku salah atas setiap
perbuatan yang mengakibatkan ada nikmat-nikmat-Nya yang ditarik-Nya
kembali, dan memohon ampun seraya berharap ada Keajaiban Allah dalam
kehidupannya. File audio tersebut saya sertakan untuk Saudara-saudara
semua. Mudah-mudahan selesai dalam 2-3 hari ke depan.
Dan kali ini, saya minta komentar dari peserta semua tentang 3 esai Kuliah
Tauhid pendahuluan, termasuk esai yang sekarang ini. Silahkan diimel di imel
nya Web Admin KuliahOnline. Atau, dibawa pas ketemuan darat (kopi darat)
di Sekolah Daarul Quran Internasional di Kampung Ketapang. Sedianya
tanggal 30 besok, sore, jam 16.00 ketemuannya. Bawa dah. Untuk sama-

sama menjadi bahan pembelajaran. Komentari, kasih catatan-catatan, dan


kita diskusikan bersama.
Ketika nanti saudara-saudara mendengar audio tausiyah yang berjudul:
Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah?, Saudara akan mendengar
pembahasan Kuliah Tauhid, Kuliah Iman. Saya berdoa semoga kita semua
menjadi yakin bahwa HANYA ALLAH YANG MENGATUR SEGALA-GALANYA dan
DIA BEGITU KUASA UNTUK MENGATUR YANG TERBAIK UNTUK SEGALA
URUSAN KITA.
***
Para Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Sesuai dengan janji dari ujung
esai yang sebelumnya, bahwa kita akan membahas sedikit dari lanjutan
kisahnya Ibu Yuyun. Yang lupa bagaimana kisahnya, lihat lagi ya kisah Bu
Yuyun tersebut. Bahwa ia dalam satu malam bisa mendapatkan solusi bagi
putranya yang mau masuk ke perguruan tinggi.
Buat saya, menarik sekali membahasa kisah tersebut. Kalau cerita itu saya
penggal hanya di hari itu, maka kesannya memang adalah doanya Bu Yuyun
DIKABUL ALLAH DALAM SEHARI SEMALAM.
Ya, sorenya Bu Yuyun menerima khabar bahwa anaknya lulus. Lalu
malamnya bangun malam bersama anaknya. Kemudian besoknya Allah
menurunkan pertolongan lewat seorang paman yang menanggung biaya
anaknya Bu Yuyun yang tidak lain adalah ponakannya.
Terlihat sangat Kun Fayakuun ya? Satu malam jadi. Satu malam selesai.
Jawabannya, bisa ya bisa tidak.
Bisa ya, sebab kita lagi belajar nih bahwa Allah itu Begitu Kuasa. Jangankan
hitungan jeda satu malam. Tanpa ada jeda pun Allah bisa. Namun bukan
belajar namanya kalau kita tidak mengupas lebih jauh lagi.
Coba lihat detail cerita sebelumnya:
Bu Yuyun, sebut saja begitu, punya anak semata wayang yang ia besarkan
tanpa suami. Sejak putranya ini masuk SMA kelas 1, suaminya meninggal.
Dari hari ke hari ia kuatkan batinnya bahwa ia tidak sendirian dalam
membesarkan anaknya. Ia bersama Allah. Allah selalu menemaninya. Ini
yang ia yakini. Saban shalat ia berdoa agar diberi kemampuan membesarkan
anaknya dan memiliki rizki yang cukup.
Lihat, nampak Bu Yuyun datang ke Allah, jauh-jauh hari sebelum anaknya
dinyatakan lulus. Bukan baru malam itu saja ia datang ke Allah. Sekali lagi,
dari jauh-jauh hari.
Kita buka lagi lembaran esai kuliah sebelumnya yang belajar dari kisah Bu
Yuyun. Saya kembali menukilkan sedikit:
Bu Yuyun berdebar-debar. Ia tahu, kalau anaknya lulus, ini masalah buat
dirinya. Kalau anaknya tidak lulus, pun masalah buat dirinya juga. Tentu saja
ia senang dapat masalah dalam bentuk anaknya lulus. Masalahnya tentu
saja apalagi kalau bukan uang kuliah anaknya. Tapi segera ia banting sesuai
dengan pengalamannya selama ini. Ada Allah Yang Maha Memberi Rizki. Dan
ini yang membuatnya tenang.
Ia tahu bahwa Allah Maha Tahu. Kondisi ini sudah ia sampaikan ke Allah jauh-

jauh hari, bahwa ia butuh biaya buat anaknya lulus. Dia yakin, Allah pasti
akan memenuhi kebutuhan anaknya, dan atau memberikan yang terbaik. Ia
malah bersemangat sekali untuk menambah kedekatan dirinya dengan Allah.
Dan ini yang kita perlu belajar. Bu Yuyun mendatangi Allah sejak pagi-pagi ia
mendapatkan masalah. Bahkan, sebenernya, jauh sebelum ia menghadapi
persoalan biaya masuk anaknya ke perguruan tinggi ini, ia sudah berangkat
menuju Allah. Ya, ia berdoa dan menitipkan kejadian-kejadian rizki di masa
yang akan datang, sedari awal.
Bu Yuyun juga punya tabungan yang banyak sekali. Sementara insya Allah
kalau melihat kepribadian dari story singkatnya, ia kelihatannya ibu yang
salehah, yang sedikit dosanya.
***
Beda Bu Yuyun, beda pula dengan kita. Kebanyakan kita, mendatangi Allah,
setelah kita mendapatkan masalah. Atau ketika kita ada keperluan. Meskipun
mendatangi Allah, atau mendekatkan diri kepada Allah lewat pintu ini pintu
masalah dan hajat adalah diperbolehkan (bahkan dianjurkan), namun
sering membuat tauhid orang suka rusak.
Rusak bagaimana? Andai Allah tidak segera mengabulkan, maka ia akan
putus asa. Ia cenderung marah-marah, dan bahkan tidak sedikit
menyalahkan orang yang menasihatinya.
Saya sering juga disesali orang. Ketika saya suruh seseorang bersedekah,
lalu ia bersedekah di pertemuan pertama, dan ia tidak mendapati
pertolongan Allah segera datang kepadanya, saat itulah tidak sedikit saya
kemudian disesali oleh orang tersebut. Bahkan tidak jarang saya diadili
dan dipergunjingkan. Padahal andai ia terusin ngajinya, ia lengkapi lagi
pengetahuannya, dan ia sabarkan dirinya, insya Allah sedekahnya akan
bekerja, ibadahnya akan bekerja.
Dengan belajar esai-esai Kuliah Tauhid, saya kepengen kita semua bergerak
menuju Allah. Tidak ada yang pernah terlambat mendatangi Allah, hingga ia
meninggal dunia. Sedang, meskipun sudah meninggal dunia, Allah masih
berbaik-baik sama kita, dengan terus menyuburkan amal kebaikan kita
ketika di dunia hingga saatnya nanti kita dihadapkan dengan Hari Hisab.
***
Sebagai penyerta KuliahOnline, saya sertakan juga Program Riyadhah 40
Hari. Semacam pesantren personal bagi setiap individu yang bertujuan
menjaga rutinitas/keistiqamahan ibadah selama 40 hari. Insya Allah akan
diberitahu di esai-esai berikutnya. Tunggu saja.
Nah, kelak, bagi yang ikut serta Program Riyadhah 40 Hari, saya betul-betul
meminta jamaah yang ingin ikut, membuka diri akan Kebesaran Allah, dan
masuk ke program riyadhah dalam kepercayaan penuh dan masuknya juga
dengan kekuatan penuh. Namun, sebelum itu, saya meminta kawan-kawan
shalat taubat dulu seraya memohon ampun atas segala kesalahan yang
barangkali belum sempat dimintakan ampunannya kepada Allah.
Sungguhpun demikian, tidak sedikit juga yang kemudian tidak

menampakkan hasilnya, walaupun ia sudah menyelesaikan riyadhah di hari


ke-40 nya. Dan sebaliknya, banyak juga yang kemudian mendapatkan
berkah padahal ia belum menyelesaikan riyadhahnya. Mengapa? Banyak
jawabannya. Dan insya Allah di lembaran-lembaran setelah lembaran ini,
satu demi satu akan terkuak dengan izin-Nya.
Oh ya, barangkali ada yang ga paham apa itu riyadhah ya? Riyadhah itu
exercises. Latihan-latihan. Latihan apa? Latihan ibadah. Ditulis, dicatet, dan
dilihat detail eksekusi ibadahnya satu demi satu, hari demi hari, sampe hari
ke-40. Dimulai dari tahajjudnya jam berapa? Berapa rakaat? Witirnya ada
apa engga? Istighfar di waktu sahurnya? Baca Quran di penghujung
malamnya? Shubuhannya di masjid apa engga? Dan amalan-amalan yang
diperlukan cek-lis nya secara jujur. Mirip seperti anak SD yang membawa
buku Ramadhan yang harus ditandatangani oleh ustadz-ustadznya.
Namun satu hal yang saya mau jadikan pembelajaran buat diri saya pribadi.
Bahwa ketika saya pribadi masuk dan mendekatkan diri kepada Allah, saya
kudu sadar, saya pun lama sekali meninggalkan Allah atau lama sekali tidak
memperhatikan Allah sepenuh-penuhnya perhatian. Lalu, masakan ketika
baru masuk sudah mau minta diperhatikan dan dijawab? Riangkan hati,
bahwa mendekatkan diri saja kepada Allah, sudah merupakan satu
keberuntungan.
Sampe ketemu di esai berikutnya. Kita berdoa untuk diri kita, keluarga kita,
dan bangsa kita, agar hanya Allah saja yang menjadi Tuhan kita. Jangan ada
yang lain. Dan agar kita menjadi hamba-Nya yang baik, yang ringan
mengerjakan amal saleh, berilmu dan bagus keyakinan dan imannya kepada
Allah.