Vous êtes sur la page 1sur 34

GAMBARAN KASUS

Ny. W umur 23 tahun datang ke poli obgyn rumah sakit dengan G1 P0 A0


datang memeriksakan kehamilannya. Keluhan yang diraskan klien saat ini kencengkenceng pada perut dan pinggang, selama kehamilan trimester III klien mudah lelah dan
sering terbangun karena pegal-pegel pada pinggang. Pada pemeriksaan fisik ditemukan :
TD : 130/80 mmgh, Nadi 88 x/mnt, suhu 37 C, RR 22 x/mnt, TFU 33 cm, PUKI
presentasi Bokong, DJJ 140x/mnt hamil 38 minggu. tidak terdapat anemis.
Klien mengatakan cemas menghadapi persalinan, karena ini adalah anak
pertama dan klien juga belum mengetahui tanda-tanda persalinan. Suami dan Keluarga
klien selalu mendukung klien. Hasil pemeriksaan USG didapatkan Gravid tunggal,
intra uterin, DJJ (+), gerakan (+), Presentasi bokong, punggung kiri (PUKI), palsenta
fundus uteri kanan, tak tampak hematoma sup plasenta.

ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS


PADA PASIEN ANTENATAL CARE

A. Diagnosa keperawatan
Masalah yang mungkin muncul pada masa antenatal adalah :
1. Ketidakseimbangan nutrisi
2. Ansietas
3. Gangguan pola tidur
4. Gangguan proses keluarga
5. Ketidakefektifan koping
6. Defisiensi pengetahuan
7. Gangguan rasa nyaman fisik
8. Perubahan pola seksual
9. Resiko infeksi
10. Nyeri akut
11. Perikalu kesehatan cendrung beresiko
12. Ketidakefektifab pemeliharaan kesehatan
13. Kesiapan meningkatkan menjadi orang tua

B. Intervensi keperawatan
Penetapan Nursing Outcome Classification dan Nursing Intervention Classification
pada permasalahan kista Ovari :
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuahan tubuh
1

NOC: status nutrisi


Kriteria :

Asupan nutrisi 4
Asupan makanan dan cairan 4
Energy 4
Massa tubuh 4
Perubahan berat badan 4

NIC: manajemen ketidakteraturan makan (eating disorders management)


Aktivitas :

Perkirakanlah berapa kenaikan berat badan yang dianjurkan


Ajarkan dan kuatkan konsep nutrisi yang baik pada pasien (jika orang

berarti bagi pasien jika sesuai)


Timbang secara rutin (misalnya : setiap hari, dan setelah buang air)
Monitor asupan dan pengeluaran cairan jika sesuai
Berikan kesempatan untuk membatasi pilihan tentang seperti kemajuan

peningkatan berat badan sesuai cara yang diinginkan


Berikan dukungan (misalnya terapy relaksasi, latihan desentitization dan
kesempatan berbicara tentang perasaan) sperti integritas pasien terhadap
perilaku makan yang baru, perubahan gambaran tubuh, perubahan gaya

hidup
Berikan pujian atas peningkatan berat badan dan tingkah laku yang

mendukung peningkatan berat badan


Diskusikan dengan ahli gizi untuk menentukan asupan kalori setiap hari
supaya mencapai atau mempertahankan berat badan sesuai target.

2. Ansietas
NOC : Anxiety reduction
Kriteria :

Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas

Mengidentifikasi, mengungkapkan dan menunjukkan tehnik untuk


mengontol cemas

Vital sign dalam batas normal

Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas


menunjukkan berkurangnya kecemasan

NIC : Anxiety Reduction (penurunan kecemasan)

Gunakan pendekatan yang menenangkan

Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien

Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur

Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut

Berikan informasi faktual mengenai diagnosis, tindakan prognosis

Dorong keluarga untuk menemani anak

Lakukan back / neck rub

Dengarkan dengan penuh perhatian

Identifikasi tingkat kecemasan

Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasan

Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi

Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi

Barikan obat untuk mengurangi kecemasan

3. Gangguan pola tidur


NOC :
Kriteria
Menunjukan cakupan dan pola pemulhan alami tubuh secara periodek
Waktu tidur terkompromi, kualitas tidur terkompromi
NIC : Peningkatan Tidur

Pantau pola tidur pasien dan catat hubungan factor fisik (sering berkemih)
atau factor psikologis (kecemasan) yang dapat mengganggun pola tidur

pasien
Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat selama kehamilan
Anjurkan pasien menghindari makan dan minum sebelum tidur yang dapat

mengganggu pola tidur


Anjurkan klien membatasi asupan cairan di sore hari untuk menurunkan
kemungkinan terbangun dimalam hari kerena rasa ingin berkemih.

4. Gangguan proses keluarga


NOC
Kriteria :
Koping keluarga : tindakan keluraga untuk mengelola stresor yang
membebani sumber

Fungsi keluarga : kapasitas sistem keluarga dalam memnuhi kebutuhan

anggotanya selama masa trasnsisi perkembangan


Normalisasi keluarga : kapasitas sistem keluarga untuk mempertahankan
rutinitas dan pengembangan strategis utuk berfungsi normal ketika
anggotanya mengalami penyakit
Daya tahan keluarga : kapasitas sistem keluarga agar berhasil beradaptasi

dan berfungsi
NIC :
Peningkatan koping : membantu pasien beradaptasi dengan persepsi
stresor, perubahan, atau ancaman yang mengganggu pemenuhan

kebutuhan dalam hidup dan peran.


Promosi integritas keluarga : meningkatkan terhadap keakraban dan

keutuhan keluarga.
Promosi keterlibatan keluarga : memfasilitasi partisipasi keuarga dalam

perawatan emosi dan fisik pasien.


Pemeliharaan proses keluarga : meminimalkan dampak gangguan proses

keluarga
Dukungan keluarga : meningkatkan nilai, minat dan tujuan keluarga
Edukasi orang tua : Childbearing Family : membantu orang tua memahami
dan meningkatkan tumbuh kembang fisik, psikologis, dan sosial anak,

todler, prasekolah, atau anak usia sekolah mereka.


Promosi menjadi orang tua : menyediakan layanan informasi bagaimana
menjadi orang tua, bantuan, dan koordinasi yang komprehensif bagi

keluarga yang beresiko tinggi.


Pengkajian :Kaji interaksi antara pasien dan keluarga, waspada terhadap
potensial perilaku merusak.
Promosi integritas keluarga :
a. Kaji perasaan bersalah yang mungkin dialami keluarga
b. Kaji jenis hubungan keluarga
c. Pantau hubungan keluarga saat ini
d. Kaji pemahaman keluarga tentang kehamilan
e. Identifikasi prioritas yang bertentangan diantara anggota keluarga
Penyuluhan untuk pasien atau keluarga : ajari keterampilan merawat
pasien yang diperlukan keluarga (mis : pengobatan, ANC, menejemen

waktu)
Aktivitas kolaboratif :
a. Rujuk untuk terapi keluarga
b. Ajukan pelayanan unuk konsultasi sosial
c. Berikan perawatan berkelanjutan

Bantu

menghambat pengobatan
Bantu keluarga dalam mengidentifikasi kekuatan personal
Dukung keluarga untuk menyatakan perasaan atau masalahnyaa secara

verbal
Dukung keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan pasien
Berikan jam berkunjung yang fleksibel
Pertahankan rutinitas keluarga
Berikan penguatan positif terhadap penggunaan mekanisme koping yang

efektif
Berikan privaci untuk keluarga
Fasilitasi komunkasi terbuka
Diskusikan dengan keluarga tentang tentang tambahan keterampilan

koping yang dapat digunakan.


Bantu keluarga menyelesaikan konflik.

keluarga

dalam

mengidentifikasi

perilaku

yang

mungkin

5. Ketidakefektifan Koping
NOC :
Penerimaan status kesehatan : berdamai dengan perubahan kondisi

kesehatan yang bermakna


Adaptasi dengan ketunadayaan fisik : respon yang adaptif terhadap

perubahan fungsional yang bermakna akibat ketunadayaan fisik


Penerimaan status kesehatan : berdamai dengan perubahan kondisi

kesehatan yang bermakna.


Adaptasi dengan ketunadayaan fisik : respon yang adaptif terhadap

perubahan fungsional yang bermakna akibat ketunadayaan fisik


Koping : tindakan personal untuk mengatasi stresor yang membebani

sumber-sumber individu
Pengambilan keputusan ; kemapuan untuk membuat penilaian dan memilih

diantara dua alternatif atau lebih.


Pengetahuan sumber kesehatan ; tingkat pemahaman yang ditunjukkan

mengenai sumber-sumber perawatan kesehatan yang relevan.


Penyesuaian psikososial : perubahan hidup: respon psikososial individu

yang adaptif terhadap perubahan hidup yang bermakna.


Performa peran : kesesuaian perilaku peran individu dengan harapan
peran.
NIC :
NIC :

Peningkatan koping : membantu pasien beradaptasi dengan persepsi


stresor, perubahan, atau ancaman yang mengganggu pemenuhan

kebutuhan dalam hidup dan peran.


Promosi integritas keluarga : meningkatkan terhadap keakraban dan

keutuhan keluarga.
Promosi keterlibatan keluarga : memfasilitasi partisipasi keuarga dalam

perawatan emosi dan fisik pasien.


Pemeliharaan proses keluarga : meminimalkan dampak gangguan proses

keluarga
Dukungan keluarga : meningkatkan nilai, minat dan tujuan keluarga
Edukasi orang tua : Childbearing Family : membantu orang tua memahami
dan meningkatkan tumbuh kembang fisik, psikologis, dan sosial anak,

todler, prasekolah, atau anak usia sekolah mereka.


Promosi menjadi orang tua : menyediakan layanan informasi bagaimana
menjadi orang tua, bantuan, dan koordinasi yang komprehensif bagi

keluarga yang beresiko tinggi.


Pengkajian :Kaji interaksi antara pasien dan keluarga, waspada terhadap

potensial perilaku merusak.


Promosi integritas keluarga :Kaji perasaan bersalah yang mungkin dialami

keluarga
a. Kaji jenis hubungan keluarga
b. Pantau hubungan keluarga saat ini
c. Kaji pemahaman keluarga tentang kehamilan
d. Identifikasi prioritas yang bertentangan diantara anggota keluarga
Penyuluhan untuk pasien atau keluarga : ajari keterampilan merawat
pasien yang diperlukan keluarga (mis : pengobatan, ANC, menejemen
waktu)
Aktivitas kolaboratif :
a. Rujuk untuk terapi keluarga
b. Ajukan pelayanan unuk konsultasi social
c. Berikan perawatan berkelanjutan
Bantu keluarga dalam mengidentifikasi

perilaku

yang

mungkin

menghambat pengobatan
Bantu keluarga dalam mengidentifikasi kekuatan personal
Dukung keluarga untuk menyatakan perasaan atau masalahnyaa secara

verbal
Dukung keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan pasien
Berikan jam berkunjung yang fleksibel
Pertahankan rutinitas keluarga
Berikan penguatan positif terhadap penggunaan mekanisme koping yang
efektif
6

Berikan privaci untuk keluarga


Fasilitasi komunkasi terbuka
Diskusikan dengan keluarga tentang tentang tambahan keterampilan

koping yang dapat digunakan.


Bantu keluarga menyelesaikan konflik.

6. Kurang Pengetahuan
NOC : pengetahuan : proses persalinan dan kelahiran
Kriteria :
Tanda dan gejala persalinan : 5
Tahapan dalam persalinan : 4
Strategi kontrol nyeri : 4
Tehnik relaksasi dan distraksi : 4
Posisi dalam persalinan : 4
Proses kelahiran bayi : 4
Proses kelahiran plasenta : 4
Kemungkinan komplikasi persalinan : 4
Kemungkinan tindakan medis: 4
NIC

Identifikasi faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi


perilaku dalam perawatan kehamilan

dan persiapan menghadapi

persalinan.

Tentukan keadaan sosial budaya yang mempengaruhi perilaku dalam


perawatan kehamilan dan persiapan menghadapi persalinan.

Identifikasi tentang nilai-nilai dan keyakinan klien dan keluarga tentang


perawatan kehamilan dan persiapan menghadapi persalinan.

Berikan informasi pada klien (ibu hamil) dan suami tentang tanda-tanda
persalinan.

Informasikan untuk segera datang ke klinik bersalin apabila telah terdapat


tanda-tanda persalinan.

Informasikan tehnik-tehnik untuk kontrol nyeri persalinan.

Informasikan kepada ibu hamil dan suami kemungkinan terjadinya


komplikasi selama persalinan.

Ajarkan kepada ibu hamil dan suami tentang tehnik bernafasa dan
relaksasi yang dapat digunakan selama proses persalinan.

Ajarkan kepada suami untuk memberikan dukungan kenyamanan dengan


merubah posisi ibu, massage punggung.
7

Siapkan suami untuk mendampingi dan melatih istri mengontrol nyeri


selama persalinan.

Ajarkan ibu untuk mempersiapkan putting susu dalam persiapan


menyusui.

Dorong ibu untuk segera melakukan inisiasi menyusu dini segera setelah
bayi lahir.

Informasikan kepada suami dan keluarga untuk selalu mendukung perilaku


yang kondusif dlam perawatan kehamilan dan persiapan persalinan

7. Gangguan rasa nyaman fisik


NOC :
Menunjukkan tingkat kenyamanan: tingkat persepsi positif

terhadap

kemudahan fisik danpsikologis


Menunjukkan hkesejahteraan personal: tingkat persepsi positif terhadap

status kesehatan dan kondisi kehamilan pasien


Pasien akan melaporkan kenyamanan fisik

NIC :
Pengkajian: kaji bersama pasien apa arti nyaman bagi dirinya, kaji
hambatan dalam meningkatkan rasa nyaman, tentukan area yang menjadi

harapan pasien dalam pemenuhan rasa nyaman( fisik, emosi ,dll)


Ajarkan tekhnik relaksasi sederhana
Ajarkan strategi koping yang baru jika perlu
Bekerja bersama pasien untuk mengebangkan rencana perawatan diri dan

untuk mengidentifikasi caara perawat dapat meningkatkan kenyamanan


Tunjukkan minat pada pasien
Dorong pasien mengungkapkan pikiran dan perasaan positif dan negatif
Berikan sentuhan terapeutik
Berikan umpan balik positif untuk upaya individu
Bantu program latihan yang sesuai untuk individu

8. Perubahan pola seksualitas


NOC :
Klien mampu mendiskusikan masalah seksual.
Klien mampu mengungkapkan pemahaman tentang alasan yang mungkin

untuk diubah.
Klien mampu mengidentifikasi alternatif yang dapat diterima untuk
memenuhi kebutuhan individu.

Klien mampu mengungkapkan kepuasan bersama atau konseling bila

dibutuhkan.
NIC :
Diskusikan dampak kehamilan terhadap pola koitus seksual yang normal.
Tinjau ulang apa yang dirasakan dan didiskusikan kemungkinan pilihan

dalam peningkatan kontak fisik melalui berpelukan dan bercumbu daripada

melakukan koitus secara aktual.


Tinjau ulang perubahan posisi yang mungkin dilakukan dalam aktivitas

seksual.
Waspadai adanya indikasi kemungkinan kesulitan seksual atau perilaku
yang tidak sesuai dari pria.

9. Nyeri Akut
NOC :
Pain level
Pain control
Comfort level
Kriteria :
Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunkan

tehnik non farmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan)


Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan menejemen

nyeri
Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri)
Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
Tanda vital dalam rentang normal

NIC : Pain management


Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,

karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan factor presifitasi


Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
Gunakan tehnik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalamam

nyeri pasien
Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri
Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan

kontrol nyeri masa lampau


Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu

ruangan, pencahayaan dan kebisingan


Kurangi factor presipitasi yeri
Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologis, non farmakologi dan
interpersonal)
9

Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi


Ajarkan tentang tehnik non farmakologi
Berikan analgesic untuk mengurangi nyeri
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
Tingkatkan istirahat
Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak

berhasil
Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri

NIC : Analgesic administration


Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan derajat nyeri sebelum

pemberian obat
Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis an frekuensi
Cek riwayat alergi

Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari analgesik ketika


pemberian lebih dari satu

Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri

Tentukan analgesik pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal

Pilih rute pemberian secara IV, IM untuk pengobatan nyeri secara teratur

Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali

Berikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat

Evaluasi efektivitas analgesik, tanda dan gejala (efek samping).

10. Resiko infeksi


NOC :

Immune Status

Knowledge : Infection control

Risk control

Kriteria :

Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi

Mendeskripsikan proses penularan penyakit, factor yang mempengaruhi


penularan serta penatalaksanaannya,

Menunjukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi

Jumlah leukosit dalam batas normal

10

Menunjukkan perilaku hidup sehat

NIC : Infection Control (Kontrol infeksi)

Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain

Pertahankan teknik isolasi

Batasi pengunjung bila perlu

Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan saat berkunjung dan


setelah berkunjung meninggalkan pasien

Gunakan sabun antimikrobia untuk cuci tangan

Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan kperawtan

Gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung

Pertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat

Ganti letak IV perifer dan line central dan dressing sesuai dengan petunjuk
umum

Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung kencing

Tingktkan intake nutrisi

Berikan terapi antibiotik bila perlu

NIC : Infection Protection (proteksi terhadap infeksi)

Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal

Monitor hitung granulosit, WBC

Monitor kerentanan terhadap infeksi

Batasi pengunjung

Saring pengunjung terhadap penyakit menular

Partahankan teknik aspesis pada pasien yang beresiko

Pertahankan teknik isolasi k/p

Berikan perawatan kuliat pada area epidema

Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas, drainase

Ispeksi kondisi luka / insisi bedah

Dorong masukkan nutrisi yang cukup

Dorong masukan cairan


11

Dorong istirahat

Instruksikan pasien untuk minum antibiotik sesuai resep

Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi

Ajarkan cara menghindari infeksi

Laporkan kecurigaan infeksi

11. Perilaku kesehatan cendrung beresiko


NOC :
Kriteria :

Pasien akan mengidentifikasi ketidakmampuan untuk mengatasi dan akan

menyesuaikan secara memadai


pasien akan mengungkapkan pemahaman tentang penyakit atau sakit
Pasien akan berpartisipasi dalam rejimen perawatan kesehatan dan akan

merencanakan kegiatan perawatan


Pasien akan menunjukkan kemampuan untuk mengelola masalah

kesehatan
Pasien akan menunjukkan kemampuan untuk menerima dan beradaptasi

dengan status kesehatan yang baru dan mengintegrasikan pembelajaran


Pasien akan menunjukkan strategi penanganan yang baru

NIC

Mengeksplorasi persepsi kemampuan individu untuk melakukan perilaku

yang diinginkan
Mengeksplorasi persepsi individu manfaat melaksanakan perilaku yang

diinginkan
Mengidentifikasi persepsi individu terhadap risiko dari tidak

melaksanakan perilaku yang diinginkan


Mengidentifikasi hambatan untuk mengubah perilaku
Memberikan informasi tentang perilaku yang diinginkan
Terlibat dalam role play untuk melatih perilaku kesehatan
Menggunakan pernyataan persuasif positif mengenai kemampuan individu
untuk melaksanakan perilaku kesehatan

12. Ketidakefektifan pemeliharan kesehatan


NOC :

Pasien akan menggambarkan perasaan tentang manajemen penyakit


Pasien akan menjelaskan proses penyakit

12

Pasien akan menjelaskan pengaruh tekanan orang dekat pada praktek

perawatan kesehatan
Pasien akan menjelaskan teknik yang tepat untuk mengelola tanda dan

terjadinya tanda dari penyakit


Pasien akan menunjukan kemampuan kegiatan perawatan diri.

NIC :
Mengevaluasi pemahaman pasien tentang penyakitnya dan kebutuhan
pasien untuk mengontrol penyakit. Hal ini sangat penting untuk
menentukan pendidikan kesehatan apa yang perawat berikan
Memperbaiki kesalahpahaman tentang penyakitnya. Menggunakan bahan

pengajaran yang sesuai dengan usia pasien untuk meningkatkan


pengetahuan tentang kondisinya dan menanamkan kepercayaan pada

kemampuannya untuk mengelolanya.


Amati pasien dalam melakukan aktivitas perawatan diri untuk menilai

keterampilan dan kemajuan keseluruhan


Menyediakan bahan-bahan tertulis yang mencakup setiap topik mengajar.
bahan-bahan

membantu

memperkuat

pembelajaran

dan

dapat

menyegarkan memori penderita kemudian


Mengajarkan pasien untuk mengenali tanda-tanda dan terjadinya penyakit,

tanda ia harus melapor ke penyedia pelayanan kesehatan untuk


meningkatkan keterampilan dan menjamin keamanan kepada pasien
13. Kesiapan meningkatkan menjadi orang tua
NIC :

Menunjukkan pelekatan orang tua-bayi,di tandai dengan indicator sebagai


berikut :
a. Secara verbal mengungkapakan perasaan positif pada bayi
b. Sentuhan,usapan,tepukan,ciuman, dan senyuman pada bayi
c. Mengunjungi kamar anak
d. Berbicara pada bayi
e. Posisi berhadapan dan melakukan kontak mata
Menunjukan menjadi orangtua ditandai dengan :
a. Memberikan kebutuhan fisik anak
b. Stimulasi kognitif dan perkembangan social
c. Stimulasi emosi dan pertumbuhan spiritual
d. Memberikan perawtan kesehatan episodic dan presensi
Menunjukan perilaku pengamanan : lingkungan fisik rumah, ditandai
dengan indicator sebagai berikut : pemeliharaan detector asap
NIC :

13

Perlindungan penganiyaan anak; identifikasi resiko tinggi ,hubungan


ketergantungan anak dan tindakan untuk mencegah penderitaan yang
mungkin akan lebih lanjut dari bahaya atau pegabaian fisik , seksual atau

emosional yang optimal pada anak usia prasekolah dan usia sekolah.
Peningkatan pelekatan : Fasilitasi perkembangan hubungan orang tua-

bayi
Peningkatan perkembangan : memfasilitasi atau mengajarkan orang tua/
pemberi perawatan untuk memudahkan pertumbuhan
motorik,bahasa,kognitf,social dan emosi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN

1. PENGKAJIAN
Tanggal masuk

: 28 Mei 2013

Ruang/Kelas

: Poli Obgyn

Pengkajian tanggal

: 28 Mei 2013

Jam

: 11.00 Wib

A. IDENTITAS PASIEN
Nama pasien

: Ny. W

Nama suami : Tn. S

Umur

: 23 Tahun

Umur

Suku/Bangsa

: Jawa

Suku/Bangsa : Jawa

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMP

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Buruh

Alamat

: Rt 02 Majalenka

Alamat

: Rt 02 Majalengka

Bawang Banjarnegara
Status perkawinan

: Kawin

: 23 Tahun

Bawang
Banjarnegara
14

Diagnosa medis

: G1P0 A0

No. Register

:086328

Lama menikah : 1 Tahun

B. RIWAYAT KEPERAWATAN
1. Riwayat Obstetri
a. Riwayat Menstruasi
Menarche

: 12 tahun

Banyaknya

Siklus

: 2 kali ganti pembalut

: 28 hari
Lamanya

: 5

hari
Keluhan

: Tidak ada keluhan

b. Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu :


Klien belum mempunyai riwayat kehamilan, persalinan dan nifas sebelumnya
karena kehamilan sekarang adalah kehamilan pertama klien
c. Genogram:

Keteraangan :
: laki-laki
: Perempuan
: Klien

15

: Meninggal
: tinggal dalam satu rumah

d. Kehamilan sekarang
Diagnosa Kehamilan

: G1 P0 A0 hamil Aterm

Usia kehamilan

: 38 Minggu

HPHT

: 30 Agustus 2012

Tafsiran persalinan

: 07 Juni 2013

Imunisasi TT

: Sudah satu kali

ANC berapa kali

: 6 kali

Keluhan saat ini

: klien mengatakan kenceng-kencengan pada perut


ke pinggang

Pengobatan selama hamil

: selama hamil klien mengatakan diberikan


Vitamin

Pergerakan janin

: klien mengatakan merasakan pergerakan


Janinnya

e. Rencana perawatan bayi


Klien megatakan rencana perawatan bayi akan dilakukan sendiri dengan dibantu
oleh orang tua.
Kesanggupan dan pengetahuan ibu tentang :

Persalinan : klien belum mengetahui tentang tanda-tanda persalinan karena


kleim pernah mempunyai pengalaman persalinan sebelumnya

Breast care : Klien belum mengetahui tentang perawatan payudara

Menyusui yang benar

: klien belum mengetahui tentang menyusui yang

benar

KB : klien belum mengetahui jenis KB yang dapat digunakan setelah


melahirkan

f. Riwayat Keluarga Berencana

Melaksanakan KB : ( ) ya

( ) tidak
16

Klien belum pernah menggunakan alat KB sebelunya

a. Riwayat Kesehatan
Penyakit yang pernah dialami ibu

: klien mengatakan tidak pernah

menderita penyakit kronik sebelumnya


Pengobatan yang didapat : selama hamil kien mendapatkan vitamin dan zat

besi
Keluhan selama hamil :

Trimester pertama

: klien mengatakan mual

Trimester kedua

: pegel- pegel di pinggang

Trimester ketiga

: kenceng-kenceng di perut dan pinggang, klien

merasa cemas menghadapi proses persalinan


Riwayat penyakit keluarga : klien mengatakan tidak ada keluarganya yang

menderita penyakit kronik dan penyakit keturunan


b. Riwayat Lingkungan

Kebersihan : suami dank lien berpenampilan bersih

Bahaya

Lainnya sebutkan: -

: tidak ada resiko bahaya dari lingkungan rumah klien

c. Aspek Psikososial Kultural


a.

Bagaimana pendapat ibu tentang kehamilant saai ini : klien


mengatakan senang dengan kehamilannya sekarang

b.

Harapan yang ibu inginkan selama masa kehamilan : klien


mengatakan berharap persalinannya dapat normal dan lancar

c.

Bagaimana dukungan keluarga terhadap kehamilan ini ? klien


mengatakan suaminya dan keluarga selalu mendukungnya

d. Kebutuhan Dasar Khusus


1) Pola Nutrisi
1.

Frekuensi makan: 3 .x/hari

2.

Nafsu makan : ( ) baik

3.

Jenis makanan rumah : NAsi, lauk-pauk, sayur, dan buah

)tidak nafsu makan, alasan

17

4.

Makanan yang tidak disukai/alergi/pantangan : Tidak ada

2) Pola Eliminasi :
BAK

Frekuensi : 6-8 x/hari

Warna

: kuning jernih

Keluhan

: Tidak ada

BAB

3)

Frekuensi : 1 x/hari

Warna

Konsistensi ; padat

Keluhan

: kuning

: Tidak ada

Pola Personal Hygiene :


Mandi

Frekuenasi : 2 kali/hari

Sabun

: ya

Oral hygiene

Frekuenasi : 2 kali/hari

Waktu

: Mandi Pagi dan mandi Sore

Cuci rambut

4)

Frekuenasi : 1 kali/hari

Shampoo

: ya

Pola Istirahat dan Tidur :

Lama tidur

Kebiasaan sebelum tidur : Tidak ada

Keluhan

: 8 jam/hari (tidur malam)

: klien mengatakan sering terbangun karena rasa

pegel pada daerah pinggang


5)

Pola aktifitas dan latihan : kllie mengatakan sering kelelahan dan aktivitas
sehari-hari dilakukan mandiri oleh klien

18

6)

Pola kesehatan yang mempengaruhi kesehatan : klien tidak melakukan


kebiasaan merokok, minuman keras dan ketergantungan obat yang dapat
mempengaruhi kesehatan klien

e. Pemeriksaan Fisik
Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda-tanda vital

: TD : 130 / 80 mmhg
Nadi : 88 x/mnt
Suhu : 37 C
RR : 22 x/mnt
BB : 49 Kg

1) Kepala
1.

Bentuk : Oval

2.

Ranbut : Hitam

3.

Kulit kepala

: bersih tidak ada ketombe

4.

Keluhan

: Tidak ada Keluhan

2) Mata
1.

Kelopak mata : Tidak ada bengkak

2.

Konjunctiva

3.

Sklera : Tidak Ichterus

4.

Pupil : tidak ada kelainan,

5.

Lainnya sebutkan

:-

1.

Reaksi alergi

: Tidak ada reaksi alergi

2.

Sinus

3.

Lainnya sebutkan

: Tidak anemis

3) Hidung
: Tidak ada peradangan
:-

4) Mulut dan Tenggorokan


1.

Gigi geligi

: Tidak ada caries gigi


19

2.

Kesulitan menelan

: Tidak ada

3.

Lainnya sebutkan

: Tidak ada sariawan

5) Dada dan Axilla


1. Inspeksi

: Bentuk simetris, terdapat hyperpigmentasi pada ariola

mamae
2. Palpasi

: Terdapat pembesaran payudara, kolostrum belum keluar.

Tidak terdapat benjolan dari payudara ke axila


3. Auskultasi

: suara jantung dan paru normal

6) Pernafasan

Jalan nafas

: Tidak secret dijalan nafas

Suara Napas

: vesikuler

Menggunakan alat pernafasan : tidak ada

Lainnya

:-

7) Sirkulasi jantung
Sakit dada

: tidak ada

Irama

: regular

Kelainan

:-

8) Abdomen
Inspeksi

: tidak ada bekas luka operasi sebelumnya,

tidak Nampak pembesaran


Palpasi
Leopold

:
: tinggi fundus uteri 34 cm, teraba bulat melenting

(kepala)

Leopold II

: Teraba punggung sebelah kiri (PUKI)

Leopold III

: Presentasi bokong

Leopold IV

: konvergen (belum masuk PAP)

Auskultasi

: DJJ 140 x/mnt

20

9) Genitourinary
1. Keputihan

: Tidak ada keputihan

2.

Pap smear

: Klien belum pernah melakukan

pap smear sebelumnya


3.

Lainnya sebutkan

:-

10) Ektremitas(Integumen/Muskuloskeletal)
1. Turgor kulit

: Elastis

2. Warna kulit

: sawo matang

3. Kesulitan dalam pergerakan : Tidak ada


4. Lainnya sebutkan

:-

f. Pemeriksaan Penunjang
1. Laboratorium
2. USG

: Tidak dilakukan pemeriksaan Laboratorium


Gravid tunggal, intra uterin, DJJ (+), gerakan (+), Presentasi

bokong, punggung kiri (PUKI), palsenta fundus uteri kanan, tak tampak
hematoma sup plasenta

2. ANALISA DATA
DATA

ETIOLOGI

DS : klien mengatakan cemas

Factor ancaman

menghdapi proses persalinan


DO :
Klien terlihat cemas
TD : 130 / 80 mmhg
Nadi : 88 x/mnt
Suhi 37 C
RR : 22 x/mnt

atau perubahan

DS : Klien mengatakan belum

Kurang pajanan

mengetahui tanda-tanda persalinan,

informasi

PROBLEM
Ansietas

peran

Kurang informsi

perawatan payudara, menyusui yang


21

benar, dan Kb yang akan digunakan


DO : klien tidak dapat menjelaskan
mengenai proses persalinan, perawatan
payudara, menyusui yang benar, dan
KB yang akan digunakan.
DS :

Gejala yang

Gangguan rasa

klien mengatakan kenceng

menyertai

nyaman Fisik

kenceng pada perut dan

kehamilan TM III

pinggang
klien mengatakan sering
terbangun pada malam hari

DO :

karena pegel di pinggang


klien mengatakan mudah lelah
Klien terlihat sering memegang
perutnya
Kehamilan trimester ke tiga
TFU 33 cm kehamilan 38 mg
DJJ 140 x/mnt

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Gangguan rasa nyaman Fisik b/d gejala yang menyertai kehamilan trimester III
b. Ansietas b/d factor ancaman atau perubahan peran
c. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pajanan informai

22

4. PERENCANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN NOC DAN NIC


No
1

Diagnosa keperawatan
(NANDA)
Gangguan rasa nyaman fisik
b/d gejala yang menyertai
kehamilan trimester III
DS :
klien mengatakan

Setelah

dilakukan

perut dan pinggang


klien mengatakan

kemudahan

pegel di pinggang
klien mengatakan
mudah lelah

DO :

Klien terlihat sering

memegang perutnya
Kehamilan trimester

ke tiga
TFU 33 cm kehamilan

38 mg
DJJ 140 x/mnt

tindakan Tehnik relaksasi

kenyamanan:
persepsi positif

malam hari karena

Intervensi (NIC)

keperawatan klien mampu :


sederhana
a. Menunjukkan
tingkat

kenceng kenceng pada

sering terbangun pada

Tujuan (NOC)

hambatan dalam meningkatkan


2) rasa nyaman, tentukan area yang

terhadap

menjadi harapan pasien dalam

fisik

pemenuhan rasa nyaman( fisik,

personal:

persepsi

positif

terhadap status kesehatan


kondisi

apa arti nyaman bagi dirinya, kaji

emosi ,dll)
3) Ajarkan
tekhnik

hkesejahteraan

dan

1) Pengkajian: kaji bersama pasien

tingkat

danpsikologis
b. Menunjukkan
tingkat

Aktvitas

kehamilan

pasien
c. Pasien akan melaporkan
kenyamanan fisik

relaksasi

sederhana
4) Ajarkan strategi koping yang baru
jika perlu
5) Bekerja bersama pasien untuk
mengebangkan
perawatan

diri

rencana
dan

untuk

mengidentifikasi caara perawat


dapat meningkatkan kenyamanan
6) Tunjukkan minat pada pasien
7) Dorong pasien mengungkapkan
pikiran dan perasaan positif dan
negative
8) Berikan sentuhan terapeutik
9) Berikan umpan balik positif untuk
23

upaya individu
10) Bantu program
2

Ansietas b/d factor ancaman

Setelah

atau peruahan peran


DS : klien mengatakan

keperawatan klien mampu :

cemas menghdapi proses


persalinan
DO :
Klien terlihat cemas
TD : 130 / 80 mmhg
Nadi : 88 x/mnt
Suhi 37 C
RR : 22 x/mnt

dilakukan

tindakan Control Kecemasan

Kriteria :

Pasien akan
mengungkapkan perasaan

yang

menenangkan
2) Nyatakan dengan jelas harapan
terhadap pelaku pasien
3) Identifikasi pengetahuan pasien,
pengalaman, dan harapan untuk

-Pasien akan

mempelajari sumber yang tepat

mengidentifikasi

dari

penyebab kecemasan
Pasien akan

meningkatkan

emosional yang tersedia


Pasien akan menunjukkan
tanda-tanda lebih

sesuai untuk individu


1) Gunakan
pendekatan

yang

kecemasan

memanfaatkan dukungan

latihan

kecemasan
Pasien akan
mengidentifikasi aspek
positif dari usahanya
untuk mengatasi
kecemasan saat
melahirkan

kecemasan

dan
efektivitas

intervensi
4) Diskusikan

perkembangan

persalinan normal dengan pasien


dan

menjelaskan

diharapkan

apa

selama

yang

persalinan

untuk meningkatkan pengetahuan


pasien

tentang

normal
pemahaman

perkembangan

kehamilan
dari

dan

pengalaman

sendiri
5) Libatkan pasien dalam membuat
24

keputusan

tentang

perawatan

untuk mengurangi rasa ketidak


berdayaan
wanita

bahwa

beberapa

mengalami

selama

persalinan
6) Berbagi

informasi

mengenai

perkembangan kehamilan, tandatanda vital, dan kondisi neonatus


dengan pasien untuk memberikan
jaminan

normalitas

meningkatkan

rasa

dan

partisipasi

klien
7) Tingkatkan kenyamanan pasien
untuk mengurangi kecemasan
8) Ajarkan
tecniques

keterampilan(relaksasi,
bernapas,

dan

positioning) untuk mengurangi


kecemasan
9) Dorong

pasien

untik

mengidentifikasi gambaran nyata


dari perubahan peran
10) Dorong anggota keluargauntuk
berpartisipas idalam perawatan
25

untuk membantu pasien yang


menghadapi persalinan
3

tindakan Teaching : pendidikan

Kurang pengetahuan b/d

Setelah

kurang pajanan informai


DS : Klien mengatakan

keperawatan pengetahuan klien kesehatan

faktor eksternal yang dapat

adequat mengenai :

mempengaruhi perilaku dalam

Kowledge : proses persalinan

perawatan

dan

persiapan

belum mengetahui tandatanda persalinan, perawatan


payudara, menyusui yang
benar, dan Kb yang akan
digunakan
DO : klien tidak dapat
menjelaskan mengenai proses

dilakukan

kelahiran,

payudara,

perawatan

menyusui

yang

benar dan Kb yang akan


digunaka

Klien dan keluarga

kehamilan

menghadapi

2) Tentukan

keadaan

sosial

budaya yang mempengaruhi


dalam

perawatan

dan

persiapan

kehamilan

menghadapi persalinan.
3) Identifikasi tentang nilai-nilai

benar, dan KB yang akan

menyatakan pemahaman

digunakan.

tentang persalinan,

dan

perawatan payudara,

keluarga

menyusui yang benar, dan

kehamilan

Kb yang akan digunakan

menghadapi persalinan.

Klien dan keluarga mampu


melaksanakan prosedur
yang dijelaskan secara
benar

dan

persalinan.

perilaku
Kriteria Hasil :

persalinan, perawatan
payudara, menyusui yang

1) Identifikasi faktor internal dan

keyakinan

klien

dan

tentang

perawatan

dan

persiapan

4) Berikan informasi pada klien


(ibu hamil) dan suami tentang
tanda-tanda persalinan.
5) Informasikan

untuk

segera
26

Klien dan keluarga mampu

datang

menjelaskan kembali apa

apabila telah terdapat tanda-

yang dijelaskan perawat/tim

tanda persalinan.

kesehatan lainnya

ke

klinik

6) Informasikan

bersalin

tehnik-tehnik

untuk kontrol nyeri persalinan.


7) Informasikan kepada ibu hamil
dan

suami

kemungkinan

terjadinya komplikasi selama


persalinan.
8) Ajarkan kepada ibu hamil dan
suami tentang tehnik bernafasa
dan

relaksasi

digunakan

yang

dapat

selama

proses

persalinan.
9) Ajarkan kepada suami untuk
memberikan

dukungan

kenyamanan dengan merubah


posisi ibu, massage punggung.
10) Siapkan suami untuk
mendampingi dan melatih istri
mengontrol nyeri selama
persalinantepat

27

11) Ajarkan ibu untuk


mempersiapkan putting susu
dalam persiapan menyusui.
12) Dorong ibu untuk segera
melakukan inisiasi menyusu
dini segera setelah bayi lahir.
13) Informasikan kepada suami
dan keluarga untuk selalu
mendukung perilaku yang
kondusif dlam perawatan
kehamilan dan persiapan
persalinan.

28

5. CATATAN PERKEMBANGAN
No
Tanggal/jam
Diagnosa
keperawatan
1
28 Mei 2013

Perkembangan (SOAPIE)
S:

Jam 11.00

TTD/paraf
Murbiah

klien mengatakan masih


kenceng kenceng pada

Wib

perut dan pinggang


klien mangatakan
mengerti tentang tehnik
relaksasi sederhana
untuk mengurangi nyeri

O:

klien dapat menjelaskan


tehnik relaksasi
sederhana untuk
mengurangi nyeri

A : Masalah teratasi
P : Intervensi diterukan dirumah

28 Mei 2013

S:

11.00 Wib

Murbiah

Klien mengatakan

cemas sedikit berkurang


Klien mengatakan
mengerti tentang tehnik
relaksasi sederhana
untuk mengurangi nyeri

O:

Ibu terlihat tenang


Ibu mengerti tehnik
relaksasi sederhana
untuk mengurangi nyeri

A : masalah teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

29

dirumah

28 Mei 2013

S : Klien mengatakan mengerti

11.00 Wib

Murbiah

tentang tanda-tanda
persalinan, menyusui dini
dan perawatan payudara
O:
Klien dapat menjelaskan
mengenai tanda-tanda
persalinan dan menyusui
dini
A : Masalah teratasi sebagaian
P : intervensi dilanjutkan
dirumah

BAB VI
PEMBAHASAN

Kehamilan adalah rentang waktu antara awal terjadinya pembuahan


(bertemunya sel telur wanita dengan sel sperma laki-laki) sampai bayi dalam
kandungan ibu lahir.Masa ini secara normal akan berlangsung selama kurang lebih
38-40 minggu.Dalam hitungan hari akan sama dengan 266 hari atau sekitar 40
minggu dari akhir hari pertama haid terakhir (HPHT).Jika menggunakan hitungan
kalender akan sama dengan 9,5 bulan dan hitungan angka tersebut akan bervariasi
untuk setiap wanita yang mengalami kehamilan (Muhimah,2010).
30

Pada masa kehamilan terjadi beberapa perubahan pada diri seorang


wanita.Perubahan yang terjadi selama kehamilan meliputi perubahan secara
fisik,fisiologi,dan psikis.Secara fisik seorang wanita hamil akan mengalami
perubahan diantaranya terjadinya pertambahan berat badan,pembesaran pada
payudara dan uterus,dan hiperpigmentasi pada wajah dan organ tertentu.Perubahan
secara fisiologi antara lain terjadinya peningkatan hormon HCG,peningkatan hormon
estrogen dan penurunan progesteron yang berdampak pada kerja beberapa sistem
pada tubuh.Perubahan psikologi yang terjadi pada wanita hamil antara lain adalah
perubahan mood,cemas dan wanita hamil akan cenderung mudah sensitif.
Kehamilan dapat menjadi krisis bagi kehidupan keluarga yang dapat diikuti
dengan stres dan kecemasan. Perubahan dan adaptasi selama kehamilan, tidak hanya
dirasakan oleh ibu tetapi seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, selama
kehamilan seluruh anggota keluarga harus terlibat terutama suami. Dukungan dan
kasih sayang dari anggota keluarga dapat memberikan perasaan nyaman dan aman
ketika ibu merasa takut dan khawatir dengan kehamilannya.
Peran perawat sebagai seorang care giver mempunyai arti penting dalam
membantu ibu saat menjalani kehamilannya dan mengantarkan ibu dalam menerima
perannya. Model promosi kesehatan Nola J Pender mencatat bahwa setiap orang
memiliki karakteristik pribadi yang unik dan pengalaman yang mempengaruhi
tindakan yang dapat dimodifikasi melalui tindakan keperawatan. Promosi prilaku
kesehatan dapat menghasilkan perbaikan, peningkatan kemampuan fungsional dan
kualitas hidup lebih baik
Teroi Model Rubin Menekan pada pencapaian peran sebagai ibu, untuk
mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian
aktivitas atau latihan. Dengan demikian, seorang wanita terutama calon ibu dapat
mempelajari peran yang akan di alaminya kelak sehingga ia mampu beradaptasi
dengan perubahan-perubahan yang terjadi khususnya perubahan psikologis dalam
kehamilan dan setelah persalinan.

31

BAB VII
KESIMPULAN

Pada masa kehamilan terjadi perubahan-perubahan fisik, psikologis dan


sosial.Secara fisik seorang wanita hamil akan mengalami perubahan diantaranya
terjadinya pertambahan berat badan,pembesaran pada payudara dan uterus,dan
hiperpigmentasi pada wajah dan organ tertentu.Perubahan secara fisiologi antara lain
terjadinya peningkatan hormon HCG,peningkatan hormon estrogen dan penurunan
progesteron yang berdampak pada kerja beberapa sistem pada tubuh.Perubahan
psikologi yang terjadi pada wanita hamil antara lain adalah perubahan mood,cemas dan
wanita hamil akan cenderung mudah sensitif.
Perawatan pada masa kehamilan lebih ditekankan pada pendidikan kesehatan
dan persiapan persalinan. Perilaku peningkatan kesehatan merupakan titik akhir atau
hasil tindakan secara langsung yang ingin dicapai sebagai hasil yang positif seperti
kondisi kesehatan yang optimal, terpenuhinya kebutuhan pribadi, dan kehidupan yang
produktif. Contoh perilaku promosi kesehatan adalah diet yang sehat, latihan secara

32

teratur, manajemen stress, istirahat secara adekuat, meningkatkan pertumbuhan spiritual


dan membangun hubungan yang positif. Menurut teori rubin menyatakan bahwa , untuk
mencapai peran ibu, seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian
aktivitas atau latihan. Dengan demikian, seorang wanita terutama calon ibu dapat
mempelajari peran yang akan di alaminya kelak sehingga ia mampu beradaptasi dengan
perubahan-perubahan yang terjadi khususnya perubahan psikologis dalam kehamilan
dan setelah persalinan.

DAFTAR PUSTAKA

Alligood .(2006). Nursing Theory: Utilization and Application. Missouri,USA: Mosby


Elsevier.
Andrew . M & Boyle. J.S, (1995), Transcultural Concepts in Nursing Care, 2nd Ed,
Philadelphia, JB Lippincot Company.
Ann Marriner-Tomey&Martha Alligood.(2006). Nursing Theorist And Their Work:
Elsevier Health Scince.
Bulechek., Buthcer., dan Dochterman. 2008. Nursing Interventions Classification
(NIC), Fifth Edition. Mosby: Elsevier
Fitzpatrick. J.J & Whall. A.L, (1989), Conceptual Models of Nursing: Analysis and
Application, USA, Appleton & Lange
Giger. J.J & Davidhizar. R.E, (1995), Transcultural Nursing : Assessment and
Intervention, 2nd Ed, Missouri , Mosby Year Book Inc
Herdman,

T.H.
(2012).
Nanda
International
Nursing
Definitions&Classification 2012-2014. Willey-Blackwell.

Diagnosis:

Johnson., Maas., Moorhead., dan Swanson. 2008. Nursing Outcomes Classificatoin


(NIC), Fourth Edition. Mosby: Elsevier
Nugroho, T (2012), Obstetri dan ginekologi untuk mahasiswa kebidanan dan
keperawatan , Nuha medika, Yogyakarta
33

Prawirohardjo, S. 2006. Buku Acuan Nasional Kesehatan Maternitas dan Neonatal.


Yayasan Bina Pustaka. Jakarta Sue M, Marion J, Meridisn L, Elizabeth S,
2008. Nursing Outcome Classification (NOC). 4 ed. Mosby USA
Ralph, S & Taylor, C. (2011). Nursing Diagnosis Reference Manual. 8 ed.
Lippincott.William&Wilkins.
Tomey. M & Alligood. (2006). Nursing Theorists and Their Work. Mosby Inc : USA.
Wiknyosastro, H. 2005. Ilmu Kebidanan. Edisi ke-3. Cetakan ke-7. Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirorahardjo. JakartaGloria MB, Howard KB, Joanne
MD, 2008. Nursing Intervention Classification (NIC). 5 ed. Mosby USA.

34