Vous êtes sur la page 1sur 9

PENGARUH TERAPI KOGNITIF TERHADAP

PENURUNAN RESPON DEPRESI PADA PASIEN KUSTA

KELOMPOK IX
Saeful, S.Kep

(70900115031)

Firda Rezki Amaliah

(70900115056)

Khairun Nisa

(70900115002)

Fitriani

(70900115053)

Nur Alam

(70900115037)

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN IX


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2016

Jurnal Reading

1. Judul Artikel : Pengaruh Terapi Kognitif terhadap Penurunan Respon


Depresi pada Pasien Kusta
2. Kata kunci : kusta, depresi, terapi kognitif
3. Penulis
: Erti Ikhtiarini Dewi (2015)
4. Telaah step 1 (Fokus penelitian jelas)
Problems

Kusta

(Morbus

hansen)

merupakan suatu penyakit infeksi


kronik

yang

bakteri

disebabkan

Mycobacterium

oleh
leprae

(Harahap, 2000). Penyakit kusta


termasuk
daftar

dalam

penyakit

salah satu

menular

yang

angka kejadiannya masih tetap


tinggi

di

negaranegara

berkembang terutama di wilayah


tropis

(Weekly

Epidemiological

Report World Health Organization,


2011)
Indonesia
negara

merupakan

yang

penyebaran

memiliki
penyakit

angka
kusta

cukup tinggi (Amiruddin, 2006).


Kabupaten

Jember merupakan

salah

kabupaten

satu

dengan

kasus kusta tertinggi di wilayah


Jawa

Timur.

Jenggawah
satu

Kecamatan

merupakan

penyumbang

yang

salah
cukup

tinggi di Kabupaten Jember yaitu


dengan angka kejadian kusta yang
tercatat sebanyak 36 kasus.
Tingginya angka kejadian

Jurnal Reading

kusta di Kabupaten Jember akan


menimbulkan dampak bagi pasien
kusta, keluarga dan masyarakat.
Dampak
pasien

yang
kusta

timbul

pada

yaitu pada

aspek

fisik akan mengalami kecacatan,


pada

aspek

mental

akan

mengalami perasaan malu serta


depresi,

pada

pasien

aspek

kusta

kehilangan

ekonomi
cenderung

pekerjaan

dan

mengalami kemiskinan dan pada


aspek sosial

yaitu

pasien kusta

sering dikucilkan dan diabaikan


oleh

masyarakat.

masyarakat

Perilaku
cenderung

mengucilkan dan

isolasi

sosial

kepada

kusta

dapat

pasien

menyebabkan stres dan depresi


(Kaur & Van Brakel, 2002).
Kaplan
dan
Saddock
(2004)
terapi

menyebutkan
yang

bahwa

dibutuhkan

pasien depresi

dapat

pada
berupa

terapi psikososial, seperti terapi


kognitif.

Terapi

merupakan

kognitif

suatu

bentuk

psikoterapi yang dapat melatih


pasien

untuk

pasien
memandang

mengubah

menafsirkan
segala

cara
dan

sesuatu

Jurnal Reading

pada

saat

pasien

kekecewaan,
merasa
Intervention

mengalami

sehingga

lebih

baik

pasien

dan

dapat

bertindak lebih produktif.


Pengaruh Terapi Kognitif terhadap
Penurunan Respon Depresi pada

Comparison Intervension

Pasien Kusta
Pada penelitian ini tidak ada
intervensi

Outcome

pembanding

diteliti.
Hasil

yang

penelitian

ini

menunjukan bahwa pasien kusta


di

wilayah

kerja

Jenggawah

Puskesmas

sebagian

besar

memiliki kategori tingkat depresi


sedang. Hasil penelitian ini sesuai
dengan

hasil

dilakukan

penelitian

oleh

yang

Susanto,

(2010)

yang mendapatkan hasil bahwa


pasien

kusta merasa sedih dan

kecewa pada diri sendiri


mendapatkan

saat

diagnosa

kusta.

Perasaan

sedih

dan

kecewa

tersebut

merupakan

respon

terhadap

depresi

yang

sedang

dialami yang ditunjukkan dengan


sikap putus asa, menarik diri dan
kesedihan

yang

mendalam.

Depresi pada penelitian ini dapat


dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara
kelamin,

lain

yaitu
status

usia,

jenis

pernikahan,

Jurnal Reading

pekerjaan dan pendidikan.


Hasil
penelitian
menunjukkan

bahwa

penurunan

terjadi

proporsi

tingkat

depresi setelah pemberian terapi


kognitif.

Terapi

merupakan

salah

psikoterapi

yang

dan

kognitif

satu

jenis

menekankan

meningkatkan

kemampuan

berfikir yang diinginkan (positif)


dan merubah pikiran-pikiran yang
negatif (Boyd & Nihart, 1998).
Dengan

demikian

kognitif
bentuk

maka,

terapi

merupakan
terapi

suatu

yang

dapat

melatih pasien untuk mengubah


cara
karena

berfikir

yang

mengalami

negatif

kekecewaan,

kegagalan dan ketidakberdayaan,


sehingga pasien dapat menjadi
lebih

baik

dan

dapat

kembali

produktif (Videbeck, 2008).


Hasil
penelitian
menunnjukan
terapi

ini

Ada

pengaruh

kognitif

terhadap

penurunan

respon

pasien

(p

kusta

depresi

: 0.000; p)

dan membuktikan bahwa adanya


penurunan
Kesimpulan

nilai
akhir

depresi.
dari

hasil

penelitian ini adalah bahwa terapi

Jurnal Reading

kognitif

berpengaruh

terhadap

penurunan respon depresi pada


pasien

kusta. Hal ini didukung

adanya

hasil

penelitian

yang

menunjukkan adanya perubahan


yang

bermakna

kondisi
bahwa

dalam

selisih

yang

berarti

penurunan

kondisi

depresi,
ada

depresi pada responden.


5.Telaah Step 2 (validitas)
Recruitment

Penelitian ini menggunakan


metode

intervensi

experiment),

semu

rancangan

(quasi
prepost

test without control group dengan


intervensi

terapi

Pendekatan

kognitif.

pre-post test

with

control group design digunakan


untuk

melihat

perlakuan
antara

efektivitas

melalui
sebelum

intervensi

perbedaan

dan

setelah

dengan menggunakan

uji Wilcoxon. Proses pelaksanaan


penelitian

dilakukan

dengan

mengukur

perubahan

tingkat

depresi pasien kusta sebelum dan


setelah diberikan terapi kognitif.
Populasi
ini

adalah

wilayah

dalam
pasien

kerja

penelitian
kusta

di

Puskesmas

Jenggawah sebanyak 20 orang.

Jurnal Reading

Sampel

dalam

penelitian

diambil

berdasarkan

kriteria

yang

ini

kriteria-

dikehendaki

peneliti.

Dalam

peneliti

menggunakan

oleh

penelitian

ini

teknik

purposive sampling yaitu teknik


penentuan

sampel

pertimbangan

dengan

tertentu

sesuai

yang dikehendaki peneliti (Setiadi,


2007). Peneliti memilih responden
yang

memenuhi

yaitu,

berada

depresi
Maintenance

kriteria

setelah

inklusi

dalam

kondisi

diukur

dengan

menggunakan instrument depresi.


Terapi kognitif merupakan
salah satu jenis psikoterapi yang
menekankan

dan

kemampuan

meningkatkan

berfikir

yang

diinginkan (positif) dan merubah


pikiran-pikiran yang negatif (Boyd
& Nihart, 1998). Dengan demikian
maka, terapi kognitif merupakan
suatu bentuk terapi yang dapat
melatih pasien untuk mengubah
cara berfikir yang negatif karena
mengalami

kekecewaan,

kegagalan dan ketidakberdayaan,


sehingga pasien dapat menjadi
lebih

baik

dan

dapat

kembali

produktif (Videbeck, 2008).


Terapi

kognitif

Jurnal Reading

menggunakan beberapa strategi


untuk
dan

memodifikasi
sikap

perasaan
(Copel,

yang
dan

mempengaruhi
perilaku

pasien

Terapi

kognitif

2007).

dilakukan

keyakinan

dalam

sesi.

Responden adalah pasien kusta


dewasa yang mengalami kondisi
depresi sesuai hasil
menggunakan

screening

instrumen

Zung

Self-Rating Depression (ZSDS) di


wilayah

Puskesmas

dengan

pengambilan

melalui

purposive

sampling.

Data

dianalisis

dengan

mengetahui
depresi

Jenggawah
sampel

perbedaan

sebelum

dan

nilai
setelah

pemberian terapi kognitif dengan


menggunakan uji
Measurement

wilcoxon. Tidak

tercantum SOP penelitian


Instrumen Zung Self-Rating
Depression

(ZSDS)

Untuk

mengukur tingkat depresi sebelum


dan sesudah pemberian terapi.
6.

Telaah Step 3 (Aplikabilitas)


Dapat diterapkan apabila dalam jurnal dicantumkan SOP pelaksanaan 4
sesi dalam pemberian terapi kognitif karena selain SOP itu sendiri
penelitian ini dapat diterapkan karena mudah,efisien dan tidak
membutuhkan dana. Dan dari hasil analisis jurnal kami dan kami
membandingkan beberapa jurnal tentang pemberian terapi kognitif
didapatkan SOP untuk terapi kognitif sendiri adalah sebagai berikut:
terlampir

Jurnal Reading

7. Kesimpulan Penelitian
Pada penelitian ini terdapat

pengaruh

terapi

kognitif

terhadap

perubahan respon depresi penderita kusta.


8. Kelebihan dan Kelemahan Jurnal
a. Kelebihan
1) Berdasarkan sistematika penulisan, jurnal ini merupakan salah
satu jurnal yang lengkap. Baik itu metode, tekhnik sampling,
hingga hasil analisa statistik dan pembahasan dijelaskan dengan
terperinci serta terdapat kriteria inklusi serta instrument penelitian
tercantum.
2) Bisa diterapkan karena kita dapat mengaplikasikan Terapi kognitif
dapat diusulkan sebagai salah satu alternatif penatalaksanaan
psikososial yang bisa diterapkan oleh perawat di puskesmas
sehingga dapat menekan angka kejadian depresi.
b. Kelemahan
Keterbatasan penelitian ini adalah tidak adanya SOP dalam
pemberian 4 sesi terapi kognitif dalam jurnal ini.

Jurnal Reading