Vous êtes sur la page 1sur 3

ACE inhibitor

Sediaan dan posologi


Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ACE Inhibitor adalah
1. Kaptopril
Merupakan ECE inhibitor yang poten (Kt ~ 1,7 nM). Kaptopril yang diberikan secara
oral diabsorbsi dengan cepat dan memiliki bioavaibilitas ~75%. Konsentrasi puncak
dalam plasma terjadi dalam 1 jam. Sebagian besar obat dieleminasi dalam urin, 4050% sebagai kaptopril dan sebagian sisanya sebagai dimer kaptopril disulfida dan
kaptopril sistein-disulfida. Dosis oral kaptopril berkisar 6,25-150 mg 2-3x sehari.
Yaitu 6,25 mg 3x sehari untuk terapi awal gagal jantung atau 25 mg 2x sehari untuk
terapi awal hipertensi. Sebagian besar pasien tidak boleh menerima dosis lebih dari
150 mg dalam 1 hari. Karena makanan mengurangi 25-30% bioavaibilitasnya. Obat
diberikan 1 jam sebelum makan.
2. Enalapril
Enalapril maleat adalah pro-drug yang dihidrolisis oleh esterase dihati menghasilkan
asam dikarboksilat aktif yaitu enalaprilat. Enalaprilat merupakan inhibitor ACE yang
sangat poten Kt ~ 0,2 nM. Enalaprilat cepat diabsorbsi bila diberikan secara oral dan
memiliki bioavaibilitas oral sekitar 60% tidak dikurangi oleh makanan. Konsentrasi
puncak dalam plasma dicapai dalam waktu 3-4 jam. Hampir keseluruhan enapril
dieliminasi diginjal baik dalam bentuk enalapril atau enalaprilat. Dosis oral enalapril
berkisar 2,5-40 mg berhari (dosis tunggal atau terbagi). Yaitu 2,5 mg sehari untuk
terapi awal gagal jantung dan 5 mg perhari untuk terapi awal hipertensi. Dosis awal
untuk penderita hipertensi yang menggunakan diuretik, pasien yang mengalami
deplesi Na+ dan air, dan pasien gagal jantung adalah 2,5 mg sehari.
3. Enalaprilat
Enalaprilat tidak di-absorpsi secara oral,tetapi tersedia untuk pemberian intravena bila
tidak dapat dilakukan terapi oral. Untuk pasien hipertensi, diberikan dosis sebesar
0,625-1,25 mg secara intravena selama 5 menit. Dosis dapat diulang setiap 6 jam.
4. Lisinopril
Lisinopril adalah analog lisin enalaprilat. Tidak seperti enalapril, lisinopril bersifat
aktif. Lisinopril sedikit lebih poten daripada enalaprilat. Pada pemberian oral,
lisinopril diabsorpsi secara perlahan, beragam, dan tidak sempurna (sekitar 30%).
Bioavailabilitas tidak berkurang oleh makanan. Konsentrasi plasma puncak dicapai
dalam 7 jam. Obat ini dibersihkan sebagai senyawa utuh oleh ginjal dan t1/2 dalam
plasma sekitar 12 jam. Dosis oral lisinopril beikisar dari 5 sampai 40 mg perhari
(dosis tunggal atau terbagi), yaitu 5 mg per hari sesuai untuk terapi awal gagal jantung
dan 10 mg per hari untuk terapi awal hipertensi. Dosis harian sebesar 2,5 mg
direkomendasikan untuk pasien jantung yang mengalami deplesi Na+ mengalami
kerusakan ginjal.
5. Ramipril (altace)
Pemutusan bagian ester oleh enzim esterase hati mengubah ramipril menjadi
ramiprilat, suatu inhibitor ACE yang kira-kira sama poten dengan benazeprilat dan
kuinaprilat. Ramipril cepat diabsorpsi (konsentrasi puncak ramipril tercapai dalam 1

jam). Kecepatan absorpsi oral berkurang oleh makanan, tapi besar absorpsi (50-60%)
tidak berkurang. Ramipril dimetabolisme menjadi ramiprilat dan metabolit yang tidak
aktif (ramipril glukuronida, ramiprilat glukuronida, serta asam dan ester
diketopiperazin) yang terutama diekskresikan oleh ginjal. Konsentrasi puncak
ramiprilat dalam plasma dicapai dalam waktu sekitar 3 jam. Ramiprilat menunjukkan
kinetika eliminasi trifase dengan t1/2 2-4 jam, 9-18 jam, dan >50 jam.Eliminase trifase
ini disebabkan oleh distribusi ekstensif ke seluruh jaringan (t1/2 awal), bersihan
ramiprilat bebas dari plasma (t1/2 tengah), dan pelepasan ramiprilat dari ACE jaringan
(t1/2 akhir). Dosis oral ramipril adalah 1,25-20 mg per hari (dosis tunggal atau terbagi).
6. Fosinopril (monopril)
Fosinopril mengandung gugus fosfinat yang terikat pada daerah aktif ACE.
Pemutusan bagian ester oleh enzim esterase hati mengubah fosinopril (suatu pro-drug)
menjadi fosinoprilat (inhibitor ACE yang lebih poten daripada kaptopril, tetapi
kurang poten dibandingkan enalaprilat). Fosinopril diabsorpsl secara perlahan dan
tidak sempurna (36%) bila diberikan kan secara oral. Kecepatan absorpsi diturunkan
oleh makanan, tetapi besar absorpsi tidak. Fosinopril dimetabolisme dalam jumlah
besar menjadi fosinoprilat (75%) dan menjadi konjugat fosinoprilat glukuronida.
Senyawa-senyawa ini diekskresikan dalam urine dan empedu. Konsentrasi puncak
fosinoprilat dalam plasma dicapai dalam waktu sekitar 3 jam. Fosinoprilat memiliki
t1/2 efektif dalam plasma sekitar 12 jam. Bersihan fosinoprilat tidak terlalu
dipengaruhi oleh kerusakan ginjal. Dosis oral fosinopril berkisar dari 10-80 mg per
hari (dosis tunggal atau terbagi). Dosis dikurangi sampai 5 mg per hari untuk pasien
yang mengalami deplesi Na atau deplesi air atau gagal ginjal.
7. Trandolapril (mavix)
Sekitar 10% dosis oral trandolapril tersedia secara hayati sebagai trandolapril dan
70% sebagai trandolaprilat. Kecepatan absorpsi berkurang bila ada makanan, tetapi
besar absorpi tidak. Sebagai inhibitor ACE, trandolaprilat sekitar 8 kali lebih poten
daripada trandolapril. Tandolapril dimetabolisme menjadi trandolaprilat dan metabolit
yang tidak aktif (sebagian besar berupa trandolapril glukuronida dan produk-produk
de,esterifikasi); senyawasenyawa ini ditemukan di dalam urine (33%, sebagian besar
berupa trandolaprilat) dan feses (66%). Konsentrasi puncak trandolaprilat dalam
plasma dicapai dalam waktu 4-10 jam. Thandolaprilat menunjukkan kinetika
eliminasi dua fase dengan t 1/2 awal ~10 jam (komponen utama eliminasi), diikuti
dengan t 1/2 yang lebih panjang karena trandolaprilat dilepaskan dengan lambat dari
ACE jaringan. Bersihan plasma trandolaprilat menurun pada kondisi insufisiensi
ginjal maupun hati. Dosis oral berkisar dari 1-8 mg per hari (dosis tunggal atau
terbagi). Dosis awal untuk pasien yang menggunakan diuretik atau pasien yang
menderita kerusakan ginjal adalah 0,5 mg.
8. Kuinapril (accupril)
Pemutusan bagian ester oleh enzim esterase hati mengubah kuinapril (suatu pro-drug)
menjadi kuinaprilat (suatu inhibitor ACE yang kira-kira sama poten dengan
benazeprilat). Kuinapril cepat diabsorpsi. Konsentrasi puncak dicapai dalam 1 jam,
tetapi waktu puncak dapat tertunda bila terdapat makanan). Kecepatan absorpsi oral
kemungkinan berkurang oleh makanan, tetapi besar absorpsi (60%) tidak berkurang.

Kuinapril dimetabolisme menjadi kuinaprilat dan beberapa metabolit minor lain.


Kuinaprilat diekskresikan dalam urine (61%) dan feses (37%). konsentrasi puncak
kuinaprilat dalam plasma dicapai dalam waktu sekitar 2 jam. Konversi kuinapril
menjadi kuinaprilat menurun pada pasien yang menderita penurunan fungsi hati. t1/2
awal kuinaprilat sekitar 2 jam yang diperpanjang (~25 jam) kemungkinan disebabkan
obat berikatan dengan afinitas tinggi dengan ACE jaringan. Dosis oral kuinapril
adalah 5-80 mg per hari (dosis tunggal atau terbagi).
9. Perindopril (aceon)
Perindopril erbumin adalah suaru prodrug. Sebanyak 30-50% perindopril yang
terdapat di sistemik diubah menjadi perindoprilat oleh enzim esterase hati.
Bioavailabilitas oral perindopril adalah 75%. Bioavailabilitas tidak dipengaruhi oleh
makanan. Perindopril dimetabolisme menjadi perindoprilat dan metabolit yang tidak
aktif (perindopril glukuronida, perindoprilat glukuronida, perindopril dehidrat, dan
diastereomer perindoprilat dehidrat) yang terurama diekskresikan oleh ginjal.
Konsentrasi puncak perindoprilat dalam plasma dicapai dalam 3-7 jam. Perindoprilat
menunjukkan kinetika eliminasi dua fase dengan t1/2 3-10 jam (komponen utama
eliminasi) dan 30-120 jam (karena perindoprilat dilepaskan dengan lambat dari ACE
jaringan). Dosis oral 7-16 mg per hari (dosis tunggal arau terbagi).
10. Benazepril (lotensin)
Pemutusan bagian ester oleh enzim esterase hati mengubah benazepril (suatu prodrug) menjadi benazeprilat (suatu inhibitor ACE yang lebih poten daripada kaptopril,
enalaprilat, atau lisinopril). Benazepril cepat diabsorpsi, tetapi tidak sempurna (37%)
bila diberikan secara oral (hanya sedikit berkurang oleh makanan). Benazepril
dimetabolisme hampir sempurna menjadi benazeprilat dan konjugat glukuronida dari
benazepril dan benazeprilat, ying diekskresikan dalam urine dan empedu. Konsentrasi
puncak benazepril dalam plasma dicapai dalam waktu sekitar 0,5-1 jam,sedangkan
benazeprilat mencapai konsentrasi puncak dalam l-2 jam. Benazeprilat memiliki t1/2
efektif dalam plasma sekitar 10-11 jam. Benazeprilat tidak berakumulasi dalam
jaringan, di dalam paru-paru. Dosis oral benazepril berkisar dari 5-80 mg per hari
(dosis tunggal atau terbagi).
Referensi :
Goodman & Gilman Manual Farmakologi dan terapi