Vous êtes sur la page 1sur 13

ANGGARAN DASAR

PERGURUAN SENI BELADIRI


INDONESIA
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

Dengan Iman dan Akhlaq Saya


menjadi Kuat
Tanpa Iman dan Akhlaq Saya
menjadi Lemah

PIMPINAN PUSAT

PERGURUAN SENI BELADIRI INDONESIA


TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

d/a Gedung Dakwah Muhammadiyah


Jl. Taqwa No. 8 Yogyakarta

ANGGARAN DASAR
PERGURUAN SENI BELADIRI INDONESIA
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

MUQODDIMAH

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup, Kekal
lagi terus menerus mengurus (makhluq-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat
di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka
dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah
melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (Ilmu, Kekuasaan) Allah meliputi
langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah
Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.S. Al-Baqarah ayat 255)

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan
persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang
selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa
saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup
kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
(Q.S. Al-Anfal ayat 60)
Dengan rahmat Allah Subhanahu wataala dan didorong oleh semangat beribadah
menurut ajaran Islam, kesadaran akan fungsi angkatan muda dalam
Muhammadiyah sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna Gerakan
Muhammadiyah pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 Hijriyah bertepatan dengan
tanggal 31 Juli 1963 Miladiyah di Yogyakarta lahir organisasi Perguruan Seni
Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH dengan ikhlas
mengabdikan diri kepada Agama, Bangsa dan Negara.
Bahwa sesungguhnya Pencak Silat adalah Seni Beladiri Indonesia, budaya
bangsa yang luhur dan bermoral, perlu dilestarikan, dikembangkan dan diamalkan
serta dijaga dari pengaruh syirik dan menyesatkan yang dapat menodai nilai luhur
ajaran yang terkandung di dalamnya.
Sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah, Perguruan Seni Beladiri Indonesia
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH senantiasa sanggup untuk melahirkan
kader-kader Muhammadiyah yang cakap, intelektual, tangguh, beriman dan
senantiasa siap untuk mengabdikan diri pada Persyarikatan Muhammadiyah,
agama, bangsa dan Negara.
Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH
bertekad bulat mengagungkan asma Allah, dan dengan dijiwai sikap jujur,
amanah, rendah hati, berakhlaqul karimah mengamalkan ajaran Islam yang
bersumber kepada Al-Quran dan As-Sunnah.
Dalam melaksanakan kegiatannya, Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK
SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH diatur melalui Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga yang wajib dipatuhi dan dihormati.
Dengan Iman dan Akhlaq saya menjadi kuat
Tanpa Iman dan Akhlaq saya menjadi lemah
BAB I
NAMA, AZAS, SIFAT, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Nama
Organisasi ini adalah Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA
MUHAMMADIYAH disingkat TAPAK SUCI.
Pasal 2
Azas dan Sifat
1. TAPAK SUCI berazaskan Islam bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah,
berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan
Muhammadiyah, berstatus Organisasi Otonom.
2. Ajaran Pencak Silat bersumber pada aliran TAPAK SUCI yang bersih dari
pengaruh syirik dan menyesatkan.
Pasal 3
Waktu

TAPAK SUCI didirikan di Yogyakarta pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 Hijriyah
bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 Miladiyah untuk waktu yang tidak
ditentukan.
Pasal 4
Tempat Kedudukan
Pimpinan Pusat TAPAK SUCI berkedudukan di tempat berdirinya, mempunyai
Wilayah dan Daerah serta Perwakilan di Luar Negeri.
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN

1.
2.

3.
4.

Pasal 5
Maksud dan Tujuan
Mendidik serta membina ketangkasan dan ketrampilan Pencak Silat sebagai
beladiri, seni, olahraga dan budaya bangsa Indonesia.
Memelihara dan mengembangkan kemurnian Pencak Silat TAPAK SUCI
sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral sesuai atau tidak
menyimpang dari ajaran Islam serta bersih dari syirik dan tidak menyesatkan.
Mendidik dan membina anggota untuk menjadi kader Muhammadiyah.
TAPAK SUCI menggembirakan dan mengamalkan Dakwah Amar Maruf Nahi
Munkar dalam usaha mempertinggi ketahanan nasional.
BAB III
USAHA

1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.

Pasal 6
Usaha
Memperteguh Iman, menggembirakan dan memperkuat Ibadah serta
mempertinggi Akhlaq yang mulia sesuai dengan ajaran Islam.
Menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan untuk melahirkan Pesilat
tangguh yang beriman dan berakhlaq.
Mengadakan penggalian dan penelitian Ilmu Seni Beladiri untuk meningkatkan
dan mengembangkan kemajuan Aliran TAPAK SUCI.
Menyelenggarakan pertandingan dan perlombaan serta pertemuan untuk
memperluas pengalaman dan persaudaraan.
Menggembirakan penyelenggaraan Dakwah Amar Maruf Nahi Munkar sesuai
dengan maksud dan tujuan TAPAK SUCI.
Berpartisipasi aktif dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia sebagai organisasi
federasi dan atau lembaga lain yang tidak menyimpang dari maksud dan
tujuan TAPAK SUCI.
Menyelenggarakan usaha lain yang dapat mewujudkan tercapainya maksud
dan tujuan TAPAK SUCI.
BAB IV
KEANGGOTAAN

Pasal 7
Keanggotaan
1. Keanggotaan TAPAK SUCI terdiri:
a. Anggota Biasa ialah Siswa TAPAK SUCI
b. Anggota Penuh ialah Kader dan Pendekar

c. Anggota Kehormatan ialah perorangan yang beragama Islam yang


berjasa pada TAPAK SUCI dan atau karena kewibawaan dan
keahliannya bersedia membantu TAPAK SUCI
2. Hak dan Kewajiban serta ketentuan yang mengatur tentang keanggotaan
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB V
DEWAN GURU TAPAK SUCI
Pasal 8
Dewan Guru
1. Pimpinan Pusat Perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI PUTERA
MUHAMMADIYAH memiliki Dewan Guru.
2. Ketentuan tentang Dewan Guru diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB VI
SUSUNAN, PENETAPAN, PIMPINAN DAN KETENTUAN LUAR BIASA
ORGANISASI, SERTA LEMBAGA TAPAK SUCI
Pasal 9
Susunan Organisasi
Susunan organisasi TAPAK SUCI terdiri atas:
1. Pimpinan Daerah meliputi Kota atau Kabupaten.
2. Pimpinan Wilayah meliputi kesatuan Daerah dalam satu Provinsi.
3. Pimpinan Perwakilan Wilayah meliputi keberadaan TAPAK SUCI dalam satu
Negara di luar negeri.
4. Pimpinan Pusat meliputi kesatuan Wilayah dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan Perwakilan Wilayah di luar negeri.
Pasal 10
Penetapan Organisasi
Penetapan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah dengan ketentuan luas
lingkungannya ditetapkan dan disahkan oleh Pimpinan Pusat.

1.

2.
3.

4.
5.
6.

Pasal 11
Pimpinan Pusat
Pimpinan Pusat TAPAK SUCI adalah pimpinan tertinggi yang memimpin
TAPAK SUCI secara keseluruhan dan bertanggung jawab ke luar dan ke
dalam.
Personalia Pimpinan Pusat TAPAK SUCI dibentuk oleh 9 (Sembilan) orang
formatur yang dipilih oleh Muktamar, untuk masa bakti 5 (Lima) tahun.
9 (Sembilan) orang terpilih dalam Muktamar TAPAK SUCI ditetapkan sebagai
personalia Pimpinan Pusat TAPAK SUCI dan sebagai formatur untuk
menyusun Pimpinan Pusat TAPAK SUCI.
Salah satu personalia terpilih ditetapkan sebagai Ketua Umum Pimpinan
Pusat TAPAK SUCI.
Pimpinan Pusat TAPAK SUCI dapat menyempurnakan jumlah personalianya
apabila dipandang perlu dengan mengusulkannya kepada Tanwir.
Pimpinan Pusat TAPAK SUCI terdiri dari Pimpinan Harian termasuk Ketua
Dewan Pendekar, Pimpinan Departemen dan Anggota Pleno.

7. Pimpinan Pusat TAPAK SUCI disahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


8. Pimpinan Pusat diwakili oleh Ketua Umum atau salah seorang Ketua bersama
Sekretaris Umum atau salah seorang Sekretaris, mewakili TAPAK SUCI untuk
tindakan di dalam dan di luar Pengadilan.
9. Persyaratan sebagai Pimpinan Pusat diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

1.

2.

3.

4.
5.

6.
7.
8.

9.

1.
2.

3.

4.
5.

6.

Pasal 12
Pimpinan Wilayah
Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI berkedudukan di ibukota Provinsi, memimpin
TAPAK SUCI di Wilayahnya dan mengkoordinir administrasi kegiatan
daerahnya.
Personalia Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI dibentuk melalui 7 (Tujuh) orang
formatur yang dipilih oleh Musyawarah Wilayah, untuk masa bakti 5 (Lima)
tahun.
7 (Tujuh) orang terpilih dalam Musyawarah Wilayah TAPAK SUCI ditetapkan
sebagai personalia Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI dan sebagai formatur
untuk menyusun dan menetapkan Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI.
Salah satu personalia terpilih ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Wilayah
TAPAK SUCI.
Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI dapat menyempurnakan jumlah personalianya
apabila dipandang perlu dengan mengusulkannya kepada Sidang Pleno
Wilayah dan dimintakan ketetapan Pimpinan Pusat.
Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI terdiri dari Pimpinan Harian termasuk Ketua
Dewan Pendekar, Pimpinan Departemen dan Anggota Pleno.
Pimpinan Wilayah disahkan oleh Pimpinan Pusat TAPAK SUCI.
Pimpinan Wilayah diwakili oleh Ketua atau salah seorang unsur Ketua
bersama Sekretaris atau salah seorang unsur Sekretaris, mewakili TAPAK
SUCI di tingkat Wilayah untuk tindakan di dalam dan di luar Pengadilan.
Persyaratan sebagai Pimpinan Wilayah diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga.
Pasal 13
Perwakilan Wilayah
Pimpinan Perwakilan Wilayah berkedudukan di setiap Negara di luar
Indonesia, sebagai pelaksana administrasi dan bertindak secara operasional.
Personalia Pimpinan Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI dibentuk melalui 3
(Tiga) orang formatur yang dipilih oleh Musyawarah Perwakilan, untuk masa
bakti 5 (Lima) tahun.
3 (Tiga) orang terpilih dalam Musyawarah Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI
ditetapkan sebagai personalia Pimpinan Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI dan
sebagai formatur untuk menyusun Pimpinan Perwakilan Wilayah TAPAK
SUCI.
Salah satu personalia terpilih ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Perwakilan
Wilayah TAPAK SUCI.
Pimpinan Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI dapat menyempurnakan jumlah
personalianya apabila dipandang perlu dengan mengusulkannya kepada
Sidang Pleno Perwakilan Wilayah dan dimintakan ketetapan Pimpinan Pusat.
Pimpinan Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI terdiri dari Pimpinan Harian dan
Anggota Pleno.

7. Personalia Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI tidak boleh merangkap anggota


Perguruan Beladiri lain yang sejenis dan Perwakilan Wilayah di negara lain.
8. Pimpinan Perwakilan Wilayah diwakili oleh Ketua atau salah seorang unsur
Ketua bersama Sekretaris atau salah seorang unsur Sekretaris, mewakili
TAPAK SUCI di tingkat Perwakilan Wilayah untuk tindakan di dalam dan di luar
Pengadilan.
9. Persyaratan sebagai Pimpinan Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.

1.
2.

3.

4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pasal 14
Pimpinan Daerah
Pimpinan Daerah TAPAK SUCI berkedudukan di setiap Kota atau Kabupaten
sebagai pelaksana administrasi dan bertindak secara operasional.
Personalia Pimpinan Daerah TAPAK SUCI dibentuk melalui 5 (Lima) orang
formatur yang dipilih oleh Musyawarah Daerah, untuk masa bakti 5 (Lima)
tahun.
5 (Lima) orang terpilih dalam Musyawarah Daerah TAPAK SUCI ditetapkan
sebagai personalia Pimpinan Daerah TAPAK SUCI dan sebagai formatur
untuk menyusun Pimpinan Daerah TAPAK SUCI.
Salah satu personalia terpilih ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Daerah
TAPAK SUCI.
Pimpinan Daerah TAPAK SUCI terdiri dari Pimpinan Harian termasuk
Departemen dan Anggota Pleno.
Pimpinan Daerah TAPAK SUCI disetujui dan disahkan oleh Pimpinan Pusat
TAPAK SUCI.
Untuk melancarkan tugas operasional Pimpinan Daerah TAPAK SUCI dapat
membentuk Cabang.
Keberadaan Cabang ditetapkan oleh Pimpinan Daerah TAPAK SUCI dan
dilaporkan kepada Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI.
Persyaratan sebagai Pimpinan Daerah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 15
Ketentuan Luar Biasa
Dalam hal-hal luar biasa yang terjadi berkenaan dengan ketentuan Pasal 11
sampai dengan Pasal 14, Pimpinan Pusat dapat mengambil ketetapan lain yang
akan diatur tersendiri dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 16
Lembaga Pimpinan Pusat TAPAK SUCI
1. Pimpinan Pusat TAPAK SUCI memiliki Lembaga Penelitian/ Pengembangan,
Pembinaan dan Lembaga Kehormatan serta Lembaga Kode Etik.
2. Ketentuan-ketentuan tentang Lembaga Pimpinan Pusat TAPAK SUCI diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VII

PERMUSYAWARATAN
Pasal 17
Bentuk Permusyawaratan
1. Bentuk permusyawaratan TAPAK SUCI terdiri atas:
a. Muktamar
b. Tanwir
c. Musyawarah Wilayah
d. Musyawarah Daerah
2. Masing-masing bentuk permusyawaratan TAPAK SUCI sesuai dengan
tingkatnya mempunyai tugas dan wewenang:
a. Menilai Laporan Pertanggung Jawaban Pimpinan TAPAK SUCI sesuai
tingkatnya.
b. Memilih dan menetapkan Pimpinan TAPAK SUCI sesuai tingkatnya.
c. Menetapkan kebijaksanaan pokok dan hal-hal lain yang bersifat
mendasar.
Pasal 18
Muktamar
1. MUKTAMAR adalah musyawarah tertinggi TAPAK SUCI yang diadakan setiap
5 (Lima) tahun sekali atas undangan Pimpinan Pusat TAPAK SUCI.
2. Peserta Muktamar terdiri atas:
a. Anggota Pimpinan Pusat
b. Utusan Pimpinan Wilayah
c. Utusan Pimpinan Daerah
d. Utusan Perwakilan Wilayah
3. Acara dan ketentuan lain tentang Muktamar diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga.
Pasal 19
Muktamar Luar Biasa
1. Muktamar Luar Biasa ialah Muktamar Darurat, disebabkan oleh keadaan yang
membahayakan TAPAK SUCI atau kekosongan kepemimpinan, sedang Tanwir
tidak berwenang memutuskannya.
2. Muktamar Luar Biasa diadakan oleh Pimpinan Pusat atas keputusan Tanwir.
3. Ketentuan mengenai Muktamar Luar Biasa diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga.
Pasal 20
Tanwir
1. TANWIR adalah musyawarah tertinggi di bawah Muktamar yang diadakan
sekurang-kurangnya 2 (Dua) tahun sekali atas undangan Pimpinan Pusat.
2. Peserta Tanwir terdiri dari Personalia Pimpinan Pusat, wakil Pimpinan Wilayah
dan Perwakilan Wilayah.
3. Acara dan ketentuan lain tentang Tanwir diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga.

Pasal 21

Musyawarah Wilayah
1. MUSYAWARAH WILAYAH adalah musyawarah tertinggi di tingkat wilayah
yang diadakan setiap 5 (Lima) tahun sekali atas undangan Pimpinan Wilayah
TAPAK SUCI.
2. Peserta Musyawarah Wilayah terdiri dari personalia Pimpinan Wilayah dan
wakil Pimpinan Daerah.
3. Acara dan ketentuan lain tentang Musyawarah Wilayah diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.
Pasal 22
Musyawarah Daerah
1. MUSYAWARAH DAERAH adalah musyawarah tertinggi di tingkat daerah yang
diadakan setiap 5 (Lima) tahun sekali atas undangan Pimpinan Daerah TAPAK
SUCI.
2. Peserta Musyawarah Daerah terdiri dari personalia Pimpinan Daerah dan
wakil Pimpinan Cabang.
3. Acara dan ketentuan lain tentang Musyawarah Daerah diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.
Pasal 23
Musyawarah Perwakilan Wilayah
1. Musyawarah Perwakilan Wilayah adalah merupakan musyawarah di tingkat
Perwakilan Wilayah yang diadakan menurut kebutuhan atas undangan
Perwakilan Wilayah TAPAK SUCI.
2. Peserta Musyawarah Perwakilan Wilayah terdiri dari personalia Perwakilan
Wilayah dan wakil Anggota.
3. Acara dan ketentuan lain tentang Musyawarah Perwakilan Wilayah diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 24
Musyawarah Lain
Musyawarah lain menurut kebutuhan dapat dilaksanakan oleh semua tingkat
pimpinan.
Pasal 25
Perubahan Keputusan Musyawarah
Perubahan keputusan Musyawarah dapat dilakukan oleh Musyawarah setingkat.
BAB VIII
RAPAT KERJA
Pasal 26
Rapat Kerja
1. Rapat Kerja TAPAK SUCI terdiri atas:
a. Rapat Kerja Nasional disingkat RAKERNAS
b. Rapat Kerja Wilayah disingkat RAKERWIL
c. Rapat Kerja Daerah disingkat RAKERDA
2. Ketentuan lain tentang Rapat Kerja diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 27

Rapat Kerja Nasional


1. RAKERNAS merupakan musyawarah kerja bidang yang diadakan menurut
kebutuhan atas undangan Pimpinan Pusat TAPAK SUCI.
2. Peserta Rakernas adalah Personalia Harian Pimpinan Pusat dan bidang yang
berkepentingan, wakil Pimpinan Wilayah dan wakil Pimpinan Daerah.
Pasal 28
Rapat Kerja Wilayah
1. RAKERWIL adalah musyawarah kerja Wilayah yang diadakan menurut
kebutuhan atas undangan Pimpinan Wilayah TAPAK SUCI.
2. Peserta RAKERWIL adalah Personalia Pimpinan Wilayah dan wakil Pimpinan
Daerah.
Pasal 29
Rapat Kerja Daerah
1. RAKERDA adalah musyawarah kerja Daerah yang diadakan menurut
kebutuhan atas undangan Pimpinan Daerah TAPAK SUCI.
2. Peserta RAKERDA adalah Personalia Pimpinan Daerah dan wakil Cabang.
BAB IX
LAMBANG DAN ATRIBUT
Pasal 30
Lambang
Lambang Perguruan TAPAK SUCI:
Bentuk Bulat
: Bertekad bulat
Berdasar Biru
: Keagungan
Bertepi Hitam
: Kekal dan Abadi melambangkan sifat Allah SWT
Bunga Mawar
: Keharuman
Warna Merah
: Keberanian
Daun Kelopak Hijau
: Kesempurnaan
Bunga Melati Putih
: Kesucian
Jumlah Sebelas
: Rukun Islam dan Rukun Iman
Tangan Kanan Putih
: Keutamaan
Terbuka
: Kejujuran
Berjari Rapat
: Keeratan
Ibu Jari Tertekuk
: Kerendahan Hati
Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah
Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama TAPAK SUCI yang mengandung
arti:
Bertekad bulat mengagungkan asma Allah Subhanahu Wataala, kekal dan
abadi.
Dengan keberanian menyerbakkan keharuman dengan sempurna.
Dengan kesucian menunaikan rukun Islam dan rukun Iman.
Mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati.

Pasal 31

Atribut
Atribut Perguruan TAPAK SUCI:
1. Seragam Latihan.
Celana dan baju warna Merah, strip Kuning pada leher, lengan dan kaki.
Potongan kurung. Atribut menurut tingkatannya: Kuning, Biru, Hitam dengan
Melati Cokelat, Merah, Hitam. Untuk putri dengan jilbab hitam.
2. Seragam Wasit Juri.
Celana dan baju warna Kuning, potongan kurung dengan sabuk dan kaos
tangan sesuai dengan warna sudut pertandingan.
3. Bendera
Atribut yang berupa bendera harus mencantumkan Lambang TAPAK SUCI
secara lengkap dengan tulisan tingkat pimpinan masing-masing.
4. Atribut lain dapat dibuat sesuai dengan ketentuan dan Peraturan Atribut
TAPAK SUCI.
Pasal 32
Perlengkapan Administrasi
1. Perlengkapan Administrasi dibuat dengan mencantumkan Lambang TAPAK
SUCI secara lengkap.
2. Administrasi Anggota yang berupa Kartu Tanda Anggota, Atribut Anggota,
Atribut Tingkat Pendidikan terdiri dari Ijazah, Sertifikat, Sabuk dan Tanda
Tingkat dibuat secara nasional oleh Pimpinan Pusat TAPAK SUCI.
BAB X
KEUANGAN DAN KEKAYAAN
Pasal 33
Pengertian
Yang dimaksud dengan keuangan dan kekayaan TAPAK SUCI ialah semua harta
benda yang diperoleh dari sumber yang sah dan halal serta digunakan untuk
kepentingan pelaksanaan dan usaha, program dan kegiatan TAPAK SUCI.
Pasal 34
Sumber
Keuangan dan Kekayaan TAPAK SUCI diperoleh dari:
1. Iuran dan Infaq anggota
2. Administrasi Ujian Kenaikan Tingkat
3. Sumbangan, zakat dan bantuan lain yang tidak mengikat
4. Badan Usaha yang diselenggarakan oleh TAPAK SUCI
BAB XI
PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN
Pasal 35
Pendidikan, Pembinaan, dan Pengembangan
1. TAPAK SUCI memberikan pendidikan kepada Siswa dan Kader.
2. TAPAK SUCI memberikan Pembinaan Khusus Kepelatihan kepada Kader.
3. Materi Pendidikan dan Pembinaan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat TAPAK
SUCI terdiri dari Al-Islam Kemuhammadiyahan, Ilmu Pencak Silat,
Pengetahuan Organisasi, Kesehatan Olahraga dan Kepelatihan.

Jenjang pendidikan TAPAK SUCI terdiri dari: Tingkat Siswa dan Tingkat Kader
4. TAPAK SUCI meningkatkan pembinaan dan pengembangan keilmuan kepada
Pendekar.
5. Evaluasi pendidikan TAPAK SUCI dilakukan dengan Ujian.
Sedangkan prestasi dari pertandingan, perlombaan, kegiatan lain akan
menjadi nilai tambah.
BAB XII
SANKSI ORGANISASI
Pasal 36
Sanksi Organisasi
1. Sanksi Organisasi dapat dikenakan kepada Siswa, Kader, Pendekar dan
semua tingkat pimpinan yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap
ketentuan:
a. Ajaran Agama Islam
b. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan lain yang
berlaku
c. Undang-Undang Dasar dan Peraturan Perundangan lain yang berlaku di
negara Republik Indonesia
2. Sanksi Organisasi dikenakan melalui tahapan:
a. Teguran baik dalam bentuk lisan maupun tulisan
b. Peringatan tertulis
c. Pemberian sanksi
3. Ketentuan tentang pelaksanaan sanksi diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga.

BAB XIII
ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 37
Anggaran Rumah Tangga
1. Anggaran Rumah Tangga menjelaskan dan mengatur hal-hal yang tidak diatur
dalam Anggaran Dasar.
2. Anggaran Rumah Tangga dibuat oleh Pimpinan Pusat berdasarkan Anggaran
Dasar dan disahkan oleh Tanwir.
3. Dalam hal yang sangat memerlukan perubahan, Pimpinan Pusat dapat
mengubah Anggaran Rumah Tangga, dan perubahannya menjadi berkekuatan
hukum setelah mendapatkan persetujuan serta disahkan oleh Tanwir.
BAB XIV
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 38
Perubahan Anggaran Dasar
1. Anggaran Dasar dapat dirubah oleh Muktamar yang mengagendakan
perubahan Anggaran Dasar.
2. Anggaran Dasar dapat dirubah apabila disetujui oleh suara terbanyak mutlak
dari jumlah anggota Muktamar.
3. Perubahan khusus Anggaran Dasar Bab I, Bab II, Bab III, dan Bab IX dapat
dilakukan oleh Muktamar yang sedikitnya dihadiri 2/3 (dua per tiga) dari jumlah

Pimpinan Daerah yang sah, dan perubahannya sah apabila diputuskan


dengan 3/4 (tiga per empat) suara dari jumlah anggota Muktamar yang hadir.
BAB XV
PEMBUBARAN
Pasal 39
Pembubaran
1. Pembubaran TAPAK SUCI hanya dapat dilakukan dengan keputusan
Muktamar yang diadakan khusus membicarakan pembubaran, sedikitnya
dihadiri 3/4 (tiga per empat) dari jumlah Pimpinan Daerah yang sah, dan
pembubaran sah apabila diputuskan dengan 3/4 (tiga per empat) suara dari
jumlah anggota Muktamar yang hadir.
2. Dalam keadaan luar biasa Pimpinan Pusat Muhammadiyah dapat
membubarkan Perguruan Seni Beladiri TAPAK SUCI, dan pembubarannya
sah apabila disetujui oleh Tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
3. Sesudah TAPAK SUCI dinyatakan bubar, segala hak miliknya menjadi milik
Persyarikatan Muhammadiyah.
BAB XVI
PENUTUP
Pasal 40
Penutup
1. Anggaran Dasar ini telah disahkan dan ditetapkan oleh Muktamar XIV yang
berlangsung di Malang pada tanggal 30 Muharram 02 Shafar 1434 H
bertepatan dengan tanggal 14 16 Desember 2012 M.
2. Setelah Anggaran Dasar ini ditetapkan, Anggaran Dasar sebelumnya
dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pimpinan Pusat
Perguruan Seni Beladiri Indonesia
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH
Ketua Umum

Sekretaris Umum

Muhammad Afnan Zamhari, P.Ua.


NBTS. 630024 NBM. 425732

Drs. Muhammad Ibban Badawi, P.Ua.


NBTS. 000.208 NBM. 540866