Vous êtes sur la page 1sur 10

MAKALAH MACAM-MACAM ALAT UKUR KELISTRIKAN

MUHAMMAD EVENDI
NIM : 130309206191

POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN


JURUSAN TEKNIK MESIN
BALIKPAPAN
2014

BAB1
PENDAHULUAN
MACAM-MACAM ALAT UKUR KELISTRIKAN
Dalam pengukuran kelistrikan ada beberapa alat ukur yang kita gunakan. Untuk
itu alat ukur dipilah-pilah sesuai dengan fungsinya.

Amperemeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran


arus, baik arus AC ataupun arus DC. alat ukur ini biasanya dipasang secara
seri terhadap rangkaian/komponen yang akan diukur

Gambar Amperemeter diambil dari

Gambar cara penggunaan Amperemeter

Voltmeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran


tegangan baik tegangan AC atau tegangan DC. Alat ukur ini biasanya
dipasang secara pararel terhadap rangkaian/komponen yang akan diukur.
Gambar Voltmeter AC/DC, diambil dari http://www.utopiasilver.com

Gambar cara penggunaan Voltmeter

Wattmeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran daya.


Sebenarnya alat ukur ini merupakan perpaduan dari dua alat ukur yaitu :
voltmeter dan Amperemeter.

Cara menggunakan wattmeter

Ohmmeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran tahanan


sebuah komponen atau rangkaian atau resistor. alat ukur ini dipasang secara
pararel terhadap rangkaian/komponen yang akan diukur tahanannya

Gambar Ohmmeter diambil dari http://4.bp.blogspot.com

Gambar cara penggunaan Ohmmeter


Tetapi pada umumnya kebanyakan para teknisi elektro, kelistrikan atau
komputer lebih senang menggunakan alat ukur yang dinamakan
Multimeter/Multitester karena alat ukur ini memiliki sifat multifungsional,
dikarenakan dalam satu alat ukur bisa dikunakan sebagai Voltmeter, Amperemeter,
dan Ohmmeter.

PENGGUNAAN MULTIMETER UNTUK MENGUKUR TEGANGAN


Sebelumnya marilah kita mengenal terlebih dahulu bagian-bagian dari Multimeter
analog di atas melalui gambar di bawah ini :

Bagian-bagian Multimeter
Keselamatan kerja
Dalam menggunakan multimeter sebagai pengukur tegangan kita harus
memperhatikan manual book masing masing multimeter, yang dapat diringkas
sebagai berikut :

Pasanglah probe sesuai dengan kedudukannya. Probe berwarna merah


dicolokkan pada terminal (+), dan probe berwarna hitam dicolokkan pada
terminal com (-). Ada beberapa multimeter yang memiliki probe include
dengan multimeternya sehingga tidak perlu susah-susah memasang.

Jenis tegangan. Sebelum melakukan pengukuran kita harus mengetahui


jenis tegangan apa yang akan kita ukur, apakah tegangan AC (alternating
current) atau tegangan DC (direct current). Dengan mengetahui jenis
tegangannya kita dapat menentukan penempatan selector pada bagian AC
atau DC. Jika tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan AC
arahkan selektor pada bagian AC. Jika tegangan yang akan kita ukur
adalah tegangan DC maka arahkanlah selektor pada bagian DC. Jika
kita belum mengetahui jenis tegangannya, supaya aman dalam
pengukuran hendaknya arahkan selektor pada bagian AC (karena
tegangan DC sebenarnya bagian dari tegangan DC).

Memilih selektor pada tegangan AC/DC

Besar Tegangan. Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya


kita sudah mengetahui berapa besar tegangan yang akan diukur, untuk
memudahkan penentuan Batas Ukur. Pemilihan batas ukur yang tepat
hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur (setiap multimeter
yang berbeda merk biasanya berbeda nilai batas ukurnya, sehingga kita
harus menyesuaikan). Misal : kita akan melakukan pengukuran tegangan
PLN, diketahui bahwa jenis tegangan-nya adalah AC dan besar tegangan
adalah 220 VAC, maka batas ukur yang harus dipilih (jika menggunakan
multimeter di atas) adalah 250 atau 1000. Jika kita belum mengetahui
tegangan yang akan diukur, pilihlah batas ukur yang paling tinggi.

Batas Ukur untuk mengukur tegangan PLN

Batas Ukur jika kita belum tahu besar tegangan

Perhatikan saat melakukan pengukuran, jangan sampai ujung probe merah


dan hitam saling bersentuhan, karena akan menyebabkan korsleting, dan
akan merusak multimeter.

Pembacaan jarum penunjuk harus tegak lurus. Pada saat melihat jarum
penunjuk jangan sampai bayangan jarum terlihat (untuk beberapa
multimeter biasanya disediakan cermin/kaca/mirror di antara skala), jika
masih terlihat bayangan jarum maka hasil penunjukan jarum kurang
presisi (tepat).

Cara Membaca Jarum Penunjuk

Pilihlah SM (Skala Maksimum) yang akan digunakan, pada gambar multimeter di


bawah ini ada 3 pilihan SM (Skala Maksimum) yaitu : 10, 50, 250

Jika kita memilih SM (Skala Maksimum) = 250, maka skala yang dipakai adalah :

Sekarang tinggal membaca jarum penunjuk. Dari gambar di atas mari kita cuplik
pada bagian jarum penunjuk, seperti digambarkan di bawah ini :

Dari gambar di atas diketahui bahwa diantara 200-250 terdapat 10 strip, sehingga

besar setiap strip (kita anggap simbol bobot setiap strip = S): Karena bobot setiap
strip = 5 maka dari cuplikan jarum penunjukan di atas dapat digambarkan kembali

:
Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa JP (Jarum Penunjukan) =220.
Sekarang kita tinggal memasukkan dalam rumus.