Vous êtes sur la page 1sur 1

Potensi Fitoremediasi Lahan Bauksit di Pulau Bintan Menggunakan Tanaman Akar Wangi

(Vetiveria zizainoides) dan Pemanfaatannya untuk Produksi Minyak Atsiri dan Bioetanol
Pramesti Istiandari, Afaf Setia Ashari, dan Linea Alfa Arina
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung,
Bandung, Jawa Barat 40132 Indonesia
E-mail: sith@sith.itb.ac.id
ABSTRAK
Pencemaran tanah pada aeral bekas penambangan bauksit oleh PT Aneka Tambang di Pulau
Bintan menyisakan lahan kritis seluas 989,1 ha yang belum berhasil direklamasi. Salah satu
akibat pencemaran tanah adalah tingginya kandungan logam-logam berat berupa Fe, Al, Mn, Zn,
Pb, dan Cd di lahan tersebut. Tanaman akar wangi (Vetiveria zizainoides) dinilai mampu menjadi
solusi permasalahan melalui metode fitoremediasi, yaitu penggunaan tanaman serta mikroba
untuk meremediasi lahan tercemar. Vetiveria zizainoides memiliki toleransi tinggi terhadap lahan
yang mengandung logam berat serta mampu mengakumulasi logam-logam tersebut dengan
konsentrasi yang tinggi dalam jaringannya. Oleh karena itu, setelah dipanen dari situs tercemar,
Vetiveria zizainoides harus dibakar sehingga integrasi pemanfaatan Vetiveria agar menghasilkan
bioproduk yang bernilai ekonomis diperlukan. Minyak atsiri dan bioetanol merupakan bioproduk
yang memiliki potensi besar untuk dihasilkan dari limbah Vetiveria zizanioides hasil
pemanfaatan remediasi. Penanaman akar wangi dalam jangka waktu 1 tahun akan menghasilkan
20 ton akar wangi segar/ha. Potensi Vetiveria zizainoides untuk menghasilkan minyak atsiri
dengan metode penyulingan uap langsung (direct steam distillation) mampu menghasilkan 7 ton
minyak akar wangi dari total 20 ton akar wangi dengan rendemen 4%. Produksi bioetanol dari
lignoselulosa Vetiveria zizainoides (kandungan selulosa 45,82%) melalui metode Simultaneous
Saccharification and Fermentation (SSF) menggunakan fungi Neurospora sp. berpotensi
menghasilkan perolehan sebesar 87-90% atau sebanyak 115.400 L etanol.
Kata kunci: akar wangi, bioetanol, fitoremediasi, minyak atsiri, vetiveria zizainoides