Vous êtes sur la page 1sur 29

ANTARA ALIRAN DAN AMALAN,ANTARA RITUAL DAN IBADAH

WANITA BERSUAMI YANG MASIH MENGEMBAN FUNGSI TANGGUNGJAWAB


RUMAH TANGGANYA,SEBAIKNYA JANGANLAH LARUT DALAM KEGIATAN
BERTAREKAT,TANPA KOMPROMI DENGAN SUAMI/KELUARGA
Pernah mendengar kata-kata TAREKAT seperti judul tulisan yang tersebut diatas?
Atau justru anda adalah pelaku/pengamal Tarekat fanatik dari salah satu organisasi
Tarekat? Atau masih samar-samar akan pengetahuan dan pemahaman tentang
Tarekat

Maka bagi yang benar-benar belum mengetahui tentang ilmu Tarekat,semoga tulisan
ini dapat mengawali pengetahuan tentang hal itu.Dan bagi yang telah familier serta
rajin menjalankan amalan-amalan Tarekat,bahkan aktif dalam organisasi ketarekatan
,maka semoga paparan berikut dapat semakin mengisi cakrawala ilmu pengetahuan
ketarekatan.Sementara bagi yang masih samar-samar atau setengah-setengah
dalam pengetahuan tentang Tarekat,maka semoga penjabaran ringkas berikut ini
dapat menambah kejelasan dan pengetahuan serta dapat menjadikan inspirasi,
alternatif dalam memperbanyak amalan shalihan, beribadah mengabdi kepada
Tuhannya secara ikhlas.
ANTARA REALITA DAN PROBLEMATIKA
Sepertinya telah sering kita saksikan disekitar kehidupan kita,baik melalui media
maupun menyaksikan langsung ,banyak sekelompok umat tampak menjalankan
ritual keagamaan tertentu secara berjamaah dengan khidmat berdzikir menggeleng-

gelengkan kepala dengan cepat,ke kanan ke kiri,ke atas ke bawah,kemudian seluruh


badan dan kepala terselubung rapat oleh kerudung/kain putih seraya tak lepas jarijemarinya menghitung bulir-bulir tasbih diiringi gemuruh gumam doa dan sholawat
hingga ribuan kali.Begitu khusyu dan berkonsentrasi tinggi tanpa peduli dengan
urusan lain.Sementara sering kita lihat di media ketika pemerintah mengumumkan
penentuan hari Raya Iedul Fitri ataupun Hari Raya Qurban,maka ada jamaah
Tarekat tertentu di wilayah Aceh,Sumatera Barat,Sulawesi dan wilayah lainnya ada
yang merayakannya dua hari sebelum maupun ada yang merayakan dua hari
setelah penentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.Begitulah berbagai ragam caracara manusia berlomba-lomba mereguk amal,menyembah,mengabdi dan mencari
jalan menuju kepada Sang Khalik.Saat-saat hari tertentu jamaah tarekat
mengadakan

pengajian

yang

dibimbing

oleh

seorang

guru

atau syeikh.Kesan execlusive tampak kental mewarnai jamaah ini dengan


berpakaian/gamis

serba

hitam,kelompok

lainnya

ada

yang

putih-

putih,dan sebagainya.DiIndonesia kelompok jamaah tarekat terbilang berciri


moderat atau lebih tampak menampilkan acara-acara ritual yang damai dan
cenderung

berkonsentrasi

di

tempat-tempat

yang

jauh

dari

hiruk

pikuk kota.Namun di sebagian wilayah negara di Timur Tengah,kelompok jamaah


tarekat banyak yang melaksanakan ritual ekstrim di keramaian orang banyak,seperti
ritual mencambuk-cambuk/melukai badannya sendiri hingga berdarah.

WANITA BERSUAMI YANG MASIH MENGEMBAN FUNGSI TANGGUNGJAWAB


RUMAH TANGGANYA,SEBAIKNYA JANGANLAH LARUT DALAM KEGIATAN
BERTAREKAT,TANPA KOMPROMI DENGAN SUAMI/KELUARGA
Bagi sebagian kelompok umat,pelaksanaan Tarekat telah menjadi amalan
baku dan dapat menjalani dengan lancar tanpa masalah.Hal tersebut
terutama bagi insan-insan berkeluarga yang benar-benar telah memahami
ilmu

pengetahuan bertarekat.Namun bagi

diantara

anggota

pengetahuan

keluarga

tersebut

Tarekatnya,maka

ada

akan

kelompok
yang

keluarga

tidak

banyak

setara

yang
ilmu

menimbulkan

masalah,apalagi bagi yang hanya sekedar ikut-ikutan atau hanya karena


faktor diajak pengajian oleh rekannya namun tidak tahu kalau kelompok
pengajian yang diikutinya tersebut adalah pengajian dari salah satu
organisasiTarekat.Hal ini lazim terjadi ditengah-tengah keluarga kita dan di
sekitar lingkungan kita. Biasanya ibu-ibu rumah tangga begitu antusias
mengikuti ajakan rekan tetangga atau teman maya mengikuti pengajian
pada seorang guru/Syeikh ke suatu tempat jauh kadang diluar kota hingga
harus menginap,meninggalkan anak/suami.Begitu pulang langsung harihari disibukkan dengan bacaan-bacaan wirid sekian ribu kali,puasa
ini,puasa itu hingga sering terjadi problem rumah tangga karena suami
kesal sang istrinya banyak lalai/meninggalkan tanggung jawab fungsi
sebagai

ibu

rumah

tangga

yang

semestinya.

Keluarga,anak

tak

diperhatikan/ tak terurusi namun justru sibuk dengan ritual-ritual yang


ditekankan oleh majlisnya tersebut,setiap hari. Demikian juga sebaliknya
ada suami yang meninggalkan keluarganya berhari-hari tanpa kompromi

yang jelas dan tanpa memikirkan kebutuhan ekonomi bagi keluarga yang
ditinggalkannya dalam perkara yang sama.
Maka sebaiknya bagi wanita bersuami/ibu rumah tangga yang kapasitas
dan tanggung jawabnya sangat dibutuhkan untuk keluarganya,semestinya
janganlah larut sibuk mengamalkan ritual-ritual tarekat setiap harinya
tanpa ijin dan kompromi dengan keluarga/ suami, apalagi taqlid buta
terhadap ritual ritual tersebut.Sebab jika hal demikian tetap dilakukan
dengan alasan keyakinan/keimanan menurut prasangka pribadi sendiri,
maka sungguh akan banyak mendapatkan mudharat daripada manfaat
yang

lebih

besar.Ibarat

bolong.Sementara

disisi

menangguk
lain

sangat

air

dengan

disayangkan

keranjang
dari

guru

pembimbingnya sendiri (tidak semua-red.), yang berorganisasi dan


menjalankan/memimpin Tarekat, dengan banyak anggota/jamaahnya
tidak memperhatikan akan perkara ini yaitu apakah jamaahnya dalam
kondisi sedang memikul tanggung jawab keluarganya atau tidak, malah
kadang langsung main Baiat saja, tanpa memberikan pemahaman akan
esensi tarekat yang sesungguhnya. Atau tak ditanya apakah masuk
tarekat hanya ikut-ikutan atau karena telah berpengetahuan.
Salah satu contoh komunikasi bijak seorang guru pembimbing :

Ibu,Jika ibu masih banyak tugas dan tanggung jawab dalam keluarga,
masih menyusui,masih ngurusi pekerjaan rumah tangga,masih ngurusi
anak/ suami silahkan ibu pulang kembali dan amalkan tarekat bersama
keluarga saja dirumah,sebab melaksanakan tugas dan kewajiban seorang
istri,taat dan mematuhi suami adalah sama dengan bertarekat juga.

Cobalah renungkan perkara ini.


Baik sobat budiman Nusantara,Mari kita gali lebih dalam pengetahuan
tentang TAREKAT ini.Tulisan ini aku persembahkan kepada ikhwan fillah
sebangsa setanah air dalam maksud menambah cakrawala pengetahuan
dan pemahaman akan nlai-nilai agama agar dapat menjadikan referensi,
inspirasi, penambah keimanan dan kecerdasan pikir dalam menjalani
kehidupan, beribadah mengabdi kepada Sang Maha Pencipta. Dan tulisan
ini tersusun dan terangkum berdasarkan pengamatan, pengalaman,
pengelanaan dan mengaji langsung dengan Ulama/Kyai, serta digali dari
berbagai sumber.
MAKNA DAN ESENSI TAREKAT

TINGKATAN / JENJANG AMALIAH ORANG MUKMIN DALAM


KEILMUAN AGAMA :

Dalam Islam telah dikenal adanya tahapan/ jenjang / derajat keilmuan dalam
menjalankan amaliah agama yakni :
-Tahapan SYAREAT dan HAKEKAT.
Maka,kedua jenjang amaliah ini harus diaplikasikan dengan metode yang benar,
yakni dengan TORIQOH/TAREKAT. Orang menjalankan Syareat musti harus dengan

TAREKAT yang benar, demikian juga orang menjalankan HAKEKAT musti harus
dengan TAREKAT yang benar pula.

(Sedang Marifat adalah diluar skoup jenjang Syareat dan Hakekat,


melainkan merupakan pangkat (maqam) execlusive pemberian Tuhan
(hak prerogativ Allah) kepada hamba-Nya tertentu yang dikehendakiNya). Artinya,belum tentu pasti seseorang yang mencapai jenjang Syareat
dan Hakekat langsung otomatic mencapai/menguasai Makrifat. Tidak
demikian. Namun yang jelas bahwa jika seseorang yang dengan ikhlas
menjalankan syareat,hakekat maka insyaAllah ia akan menuju TAQWA.
Syareat adalah dimensi amaliah (perundang-undangan) dasar, (S.O.P), sedangkan
Tareqat adalah dimensi cara pengamalannya (metode), sementara Haqeqat (Esensi)
adalah dimensi titik tujuan yang dapat membuka kesadaran pemahaman secara
global, atau tingkatan yang dapat mejadikan orang memahami makna kehidupan
dan agama.Syariat laksana baju sedangkan hakikat ibarat badan. (Orang
mengenakan baju harus dengan cara, demikian juga orang merawat badan juga
harus dengan cara).

Jika dianalogikan ke dalam tataran bahasa disiplin ilmu, maka Syareat merupakan
ilmu Praktis, Tarekat adalah Metodologis,Haqeqat adalah Teoritis, sedangkan
maqam Marifat adalah dimensi Filosofis.

Imam Malik mengatakan bahwa seorang mukmin sejati adalah orang yang
mengamalkan syariat dan hakikat secara bersamaan tanpa meninggalkan salah
satunya.

Adagium populer : Hakikat tanpa syariat adalah kepalsuan, sedang syariat tanpa
hakikat adalah sia-sia (kosong tak berkualitas).

Imam Malik berkata, Barangsiapa bersyariat tanpa berhakikat, niscaya ia akan


menjadi fasik (mudah terjebak dalam kejahiliyahan). Sedang yang berhakikat tanpa
bersyariat, niscaya ia akan menjadi zindik (mendustai agama) .Barangsiapa
menghimpun

keduanya

hakikat.*Syariat

adalah

[syariat

dan

hukum-hukum

hakikat],
atau

ia

benar-benar

aturan-aturan

dari

telah
Allah

beryang

disampaikan oleh Nabi untuk dijadikan pedoman kepada manusia, baik aturan
ibadah maupun yang lainnya. Apa yang tertulis dalam Al-Quran hanya berupa pokok
ajaran dan bersifat universal, karenanya Nabi yang merupakan orang paling dekat
dengan Allah dan paling memahami Al-Quran menjelaskan aturan pokok tersebut
lewat ucapan dan tindakan Beliau, para sahabat menjadikan sebagai pedoman
kedua yang dikenal sebagai hadist. Ucapan Nabi bernilai tinggi dan masih sarat
dengan simbol-simbol yang memerlukan keahlian untuk menafsirkannya.

Tarekat berasal dari kata Toro Thariqah yang berarti jalan.Tarekat adalah jalanjalan yang ditempuh para sufi sebagai jalan yang berpangkal dari syariat sebab jalan
utama disebut syar, sedangkan anak jalan tersebut thariq. Kata turun ini
menunjukkan bahwa bagi para sufi, dimensi keruhanian merupakan cabang dari
jalan utama yang terdiri dari hukum ilahi, tempat berpijak bagi setiap muslim. Tidak
mungkin

jika

ada

anak

jalan

/gang,bila

tidak

ada

jalan

utama

tempat

berpangkal.Dimensi kebatinan seseorang tidak mungkin diraih bila perintah syariat


yang mengikat itu tidak ditaati.Jika seorang yang mengaku muslim namun hanya
sekedar menjalankan perintah agama secara standar saja,(asal memenuhi
kewajiban), maka ia dalam katagori bersyareat saja.Sedangkan bagi seseorang yang
telah berpengetahuan syareat kemudian ingin meningkatkan qualitas ibadahnya
serta berniat ingin mencari jalan mendapatkan ridho Tuhan maka ia telah memasuki
tahapan lanjutan dalam agama yakni ber-HAKEKAT. Inilah jalan yang harus
ditempuh oleh seorang calon sufi agar ia berada sedekat mungkin dengan Allah.
Namun jika seseorang yang mengaku muslim hanya menjalankan dimensi hakekat
saja dengan mengabaikan Syareat, maka itu sebuah kedustaan belaka. Dan jika
seseorang

hanya

taqlid

mempelajari/mengamalkan

dimensi

Hakekat

tanpa

belajar/mengetahui dan memenuhi batasan batasan syareatnya, maka ia akan


mengarah pada jalur kesesatan.

HUBUNGAN ANTARA TAREKAT DAN TASAWUF :

Tasawuf adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan tarekat itu adalah
cara dan jalan yang ditempuh seseorang dalam usahanya mendekatkan diri kepada
Allah. Dengan demikian ,Tarekat dan Tasawuf adalah jalan atau cara yang ditempuh
oleh para salik (pelaku tarekat dan tasawuf) untuk mendekatkan diri pada Allah,
dalam rangka melaksanakan perintah Allah.Seperti dalam surat Al-maidah : 35 ,

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah


jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya,
supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah: 35).
Maka Tarekat ada dua katagori :
1.TORIQATU AMALIAH ( Praksis)
2.TORIQATU JAMIYAH ( LEMBAGA/ORGANISASI)

Tarekat Amaliah adalah tarekat yang tidak berkaitan dengan kelembagaan yang
sengaja dibentuk/diikuti dengan mengamalkan suatu ritual-ritual yang diajarkan oleh
seorang Guru/Syeikh tertentu, melainkan amalan-amalan baku yang seseorang
secara personal menjalankannya dengan khusyu dan ikhlas setiap harinya dengan
mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW yang bersumber/berpedoman pada syareat
dan as sunnah (Al-Quran dan Al-Hadits), yang cara-cara menjalankan dan
pengamalan

ibadahnya

didapat

dari

mengaji

/diajarkan

oleh

para

guru

ngaji/Ustadz,dari pesantren,dari sekolah,dan umum lainnya, kemudian ia terus


berupaya meningkatkan kualitas amalannya.

Sedangkan Tarekat Jamiyah adalah menjalankan amalan-amalan ibadah dengan


cara-cara tertentu berdasar bimbingan seorang guru/Syeikh yang tergabung ke
dalam suatu lembaga/organisasi ketarekatan yang eksklusif. Kemudian tiap tarikat
mempunyai syaikh, upacara ritual, dan bentuk ziir sendiri. Di timur tengah,dikenal
dengan taifdah .Ada juga dikenal kelompok muslim kebatinan dengan nama
Ikhwan

Al-Safa*.Anggotanya

cenderung

para

pemuda.

Kemudian setiap anggota dilakukan upacara pengambilan sumpah / Baiat,yang


menandakan telah resmi bergabung ke dalam organisasi sebagai anggota dan
merupakan deklair kepatuhan serta ketaatan terhadap ritual-ritual yang diamalkan
jamaah organisasi serta fatwa sang guru.

Sumber dalil untuk tiap tiap orang beriman dalam mengaplikasikan agama (tuntunan
hidup) harus dengan cara/metode/tarekat adalah berasal dari ayat-ayat Al-Quran
diantaranya dalam surat : Al- Ahzab 41-43 , An- Nur 36-37 , Al- Araaf 205 , An
-Naziat 37-41.

SEJARAH TAREKAT
Pada masa Nabi Muhammad SAW tidak dikenal adanya tarekat lembaga
atau terdengar adanya istilah Tarekat Muhammad Rasulullah, tidak ada
itu, sebab Rasulullah SAW saat itu secara tidak langsung bertindak
sebagai lembaga itu sendiri. Nabi secara langsung mengajari umat untuk
bertarekat

dengan

menyembah

hanya

berdakwah
kepada

membimbing

Allah

Yang

umat

Esa.

agar

Kemudian

manusia
setelah

mendapatkan risalah baku yakni Al-Quran, yang kemudian dijadikan


sebagai Syareat/pedoman baku (S.O.P), bagi seluruh umat manusia dan
bagi yang mengikuti millah Beliau, maka barulah Rasulullah mengajarkan
Tarekat Amaliah secara nyata (praksis langsung), mengajarkan laku
perbuatan nilai-nilai Islam secara langsung maupun secara perkataan (AsSunnah),

bersama

para

sahabatnya,

pengikutnya

dengan

cara

melaksanakan sholat, Zakat, Puasa, berhaji serta berbuat kebaikan,


bersedekah, berkasih sayang, berbuat manfaat, menyerukan persatuan,
hindari/jauhi faham faham sektarian/sekte dan beramar maruf nahi
munkar. Itulah Tarekat yang lebih besar tingkatannya. Sedangkan
masakini banyak aliran aliran organisasi/kelompok mazabis cenderung
eksklusif,

kebanyakan

berorientasi

mengumpulkan

amal

untuk

kepentingan pahala pribadi/jamaahnya. Bahkan melaksanakan sholat saja


wajib

hanya

bersama

kelompoknya

saja,

enggan

bahkan

mengharamkan bermakmum dengan luar kelompoknya. Kemudian


mereka mendirikan masjid masjid ekseklusif dan sebagainya. Ini jauh dari
nilai nilai tarekat itu sendiri.
Setelah Nabi Muhammad SAW,maka seolah umat Islam bagai anak ayam
kehilangan induk semang, tiada sosok panutan yang kharismatik, agung
dan utama. Saat zaman itulah umat-umat Islam mencari jati diri masingmasing dalam mencari jalan mendekatkan diri pada Tuhannya. Kemudian
berkembanglah ilmu tasawuf, bermunculanlah tokoh-tokoh sufi bersifat
personal.

Kemudian

pengetahuannya

tokoh-tokoh

memiliki

sufi

yang

kharisma,kemudian

telah

dalam

memiliki

ilmu

banyak

murid/pengikut yang sejak masa itulah mulai dikenal adanya Tarekat


lembaga atau cabang tasawuf yang berorganisasi.Metamorfosa ini tidak
terlepas dari perkembangan dan pengaruh ajaran tarekat para pelaku
tasawuf itu sendiri yang seolah sangat didambakan umat Islam saat
itu.Semakin luas pengaruh tokoh tasawufnya,semakin banyak umat
berhasrat menjadi pengikutnya.Maka berkembanglah aliran tarekat yang
dibimbing oleh seorang guru/Syeikh dengan berbagai corak dan cirinya.
*Sulit menentukan kapan aliran tarekat dijalankan sebagai suatu lembaga
dimulai.Menurut Harun Nasution , bahwa setalah Al Ghozali menghalalkan
tasawuf yang sebelumnya dikatakan sesat, tasawuf berkembang dari
dunia islam, tetapi perkembangannya melalui tarekat. Tarekat adalah
organisasi dari pengikut sufi-sufi besar yang bertujuan untuk melestarikan
ajaran-ajaran tasawuf gurunya. Tarekat ini memakai suatu tempat pusat

kegiatan yang disebut ribat organisasi serupa mulai timbul pada abad XII
M,

tetapi

baru

Nampak

perkembangannya

pada

abad-abad

berikutnya.Tarekat diartikan sebagai jalan yang khusus di peruntukkan


bagi mereka para pencari Tuhan yang merupakan perpaduan antara iman
dan

islam

dalam

bentuk

ihsan.

Secara amaliyah (praksis) tarekat personal timbul dan berkembang


semenjak abad-abad pertama hijriah dalam bentuk pelaku zuhud dengan
berdasarkan pada Al Quran dan Al Sunnah. Zuhud bertujuan agar
manusia dapat mengendalikan kecenderungan-kecenderungan terhadap
kenikmatan

duniawiyah

secara

berlebihan.

Sejak abad VI dan VII hijriyah (XII dan XIII M) tarekat-tarekat lembaga
telah memulai jaringannya di seluruh dunia islam, taraf organisasinya
beraneka ragam. Perbedaannya yang pertama dari semua itu terletak
pada upacara dan dzikir, keanggotaannya sangat heterogen. Kemudian
sejak abad VIII H (XIV M) menyebar dari sinegal ke cina. Semenjak itu
cabang-cabang tarekat berkembang dengan ciri masing-masing yang
berbeda satu dengan yang lainnya.
*BERBAGAI CABANG ORGANISASI TAREKAT

(Silahkan dijadikan referensi bagi sobat yang berminat masuk Tarekat)

1.

Tarekat

Qodariyah

Tarekat ini didirikan oleh Muhyi al-Din Abu Muhamad Adb al Qodir bin Musa bin
Abdullah bin Musa (470-561 H 1077/1166 M) pengikutnya menyebar ke berbagai
pelosok dunia islam sampai ke Asia barat dan Mesir. Pada abad XIX M bercabang
sampai ke Maroko dan Indonesia. Tarekat ini dinilai sebagai tarekat paling progresif
tapi tidak jauh dari faham salf. Tarekat ini lebih berkonsentrasi kepada pemurnian
Tauhidullah dan zduhur dalam ibadah. Ia memiliki keunggulan dalam ihwal
kedermawanan, kesalehan dan kerendahan hati serta ketidaksetujuan terhadap
fanatisme

agama

dan

politik.

Diantara ajaran pokoknya ialah : bercita-cita tinggi (Aluw al Himmah) menghindari


segala

yang

haram,

memelihara

hikmah,

merealisasikan

maksud

dan

mengagungkan nikmat Allah, beberapa sebab keberhasilan tarekat ini dalam


rekkrutmen murid dan calon murid adalah ketaatan yang teguh dalam syariat dan
realisasi

ajaran

salaf,

kencamannya

yang

gencar

terhadap

paham

yang

menyandarkan keimanan semata sebagai alat untuk mencapai keselamatan dan


kebahagiaan dalam kecamannya terhadap paham reinkarnasi /(tanasukh al ruh).
Ajaran-ajarannya dilandaskn secara kuat kepada AL Quran dan AL Sunnah.
2.

Tarekat

Rifaiyah

Tarekat Rifaiyah didirikan oleh Ahmad al Rifai (570 H / 1173 M) didorong oleh
kondisi mengendornya hubungan antara cabang-cabang Qodiriyah dan lahirnya

ranting ranting baru yang independen. Tarekat ini dinilai lebih fanatik, memiliki tradisi
yang sangat ketat dalam mematikan hawa nafsu dan ketat dengan protokol-protokol
seremoni pelantikan/Baiat yang luar biasa. Pengikutnya yang melakukan dzikir
secara baik akan dapat terbawa ke alam fana (dimensi ruhani),dalam keadaan fana
itu bisa melakukan hal-hal yang menakjubkan seperti sihir(metafisika).
3.

Tarekat

Suhrowardiyah

Didirikan oleh Syihab al Din al Suhbowardi inspirasi seorang ahli dari Maghrib, Nur al
Din Ahmad bin Abdullah al Syadzali. Pengikutnya tersebar di Tunis- karena
pemerintah mencemaskannya, sang imam cenderung menyingkir ke Alexandria di
mesir keberhasilannya sangat cepat juga di afrika.
4.

Tarekat

Ahmadiyah

Badawiyah

Tarekat ini disebut juga tarekat badawiyah karena pendirinya bernama Ahmad bi Aly
al

Husainy

al

Badawy

Tarekat ini sangat konsisten dengan Al Quran dan As Sunnah, ia sangat diminati
karena antara lain : mendorong para pengikut / muridnya untuk pandai, kaya dan
dermawan, saling mengasihi dan juga karena doktrin-doktrin sifistiknya yang
menarik.

5.

Tarekat

Maulawiyah

Al

Rumiyah

Maulana Jalaludin Rumi Muhammad bin Hasain al Khattabi al Kbakri (Jalaludin


Rumi) atau sering juga disebut Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di balk

(sekarang Afganistan).Kesufian Rumidi mulai ketika beliau sudah berumur lepas


dewasa,

48

tahun.

Rumi memang bukan sekedar penyair, tapi ia juga tokoh sufi ayng berpengaruh pada
zamannya. Rumi adalah guru nomor satu pada tarekat maulawiyah. Sebuah tarekat
yang berpusat di Turki dan berkembang disekitarnya. Sebagai tokoh sufi, Rumi
sangat menentang pendewaan-pendewaan akal dan indera dalam menentukan
kebenaran.
Dalam sistem pengajarannya, Rumi mempergunakan penjelasan dan latihan mental,
pemikiran dan meditasi, kerja dan bermain. Tindakan dan diam. Gerakan-gerakan
tubuh pikiran dari pra darwis berputar dibarengi dengan musik toup untuk mengiringi
gerakan-gerakan tersebut merupakan hasil dri metode khusus yang dirancang untuk
membawa

seseorang

salik

mencapai

afinitas

dengan

arus

mistis

untuk

ditransformasikan melalui cara ini.


6.

Tarekat

Syadzaliyah

Abu Hasan al Syadzali mendirikan tarekat ini setelah beliau mendapatkan khirqoh /
ijazah dari gurunya Abu Abdullah bin Ali bin Hazam dari Abdullah abd. Al Salam bin
Majisy. Kelebihan dari tarekat ini terletak pada lima (5) ajaran pokoknya yaitu :
1.Takwa

kepada

2.Konsisten
3.Ridho

Allah

dalam

dalam
dalam

ketentuan

segala

keadaan.

mengikuti
dan

pemberian

Al-Sunnah,
Allah

SWT,

4.Saling

menghormati,menghargai

sesama

manusia,

dan

5.Suka kembali kepada Allah (taubat) dalam susah/senang.


Sedangkan tiga hal pokok yang menjadi landasan/ azas tarekat ini adalah :
1.Terus

mencari

ilmu

(belajar

2.Memperbanyak

tak

Dzikrulah

berhenti),
dan

3.Duhur Ilaallah.

Ketiga hal pokok ini selalu menjadi penekanan kepada murid-murid Al Syadzali,
beliau tidak menganjurkan mujahadah seperti tarekat-tarekat lain. Kebenaran
baginya, didalam diri manusia itu ada nur ashli/ nur potensial yang akan menjadi
kuat, berkembang dan subur bila diperkuat dengan nur ilmu yang lahir akibat
dzikrullah.
Tarekat ini menjauhi ramalan-ramalan /anti memprediksi pada hal hal yang belum
ataupun bakal terjadi termasuk mengartikan segala kemungkinan dan akibat yang
mungkin terjadi pada masa yang akan datang,(Hari-hari dijalani cukup dengan
aktifberkarya,beribadah,memprogram langkah,tak berandai-andai hari ini ya hari
ini,nanti

ya

apa

kata

nanti).

Doktrin ini diperdalam oleh Ibn Athoillah dan menjadi doktrin utamanya.Komunitas
Syadzaliyah terutama mereka di kalangan kelas menengah, pengusaha, pejabat dan
pegawai pemerintah. Oleh karenanya, ciri khas yang kemudian menonjol dari
anggota tarekat ini adalah kerapihan mereka dalam berpakaian, ketenangan yang

terpancar

dari

tulisan-tulisan

para

tokohnya.

Tarekat Syadzaliyah ini tidak menentukan syarat-syarat yang erat kepada syaikh
tariqoh, kecuali mereka harus meninggalkan segala perbuatan maksiat, memelihara
segala ibadah-ibadah sunnah semampunya, zikir kepada Allah sebanyak mungkin,
sekurang-kurangnya seribu kali sehari semalam dan beberapa zikir yang lain.

7.

Tarekat

Tijaniyah

Didirikan oleh Abul Abbas Ahmad Bin Muhammad Bin Al Mukhtar At Tijani (17331815 M) salah seorang tokoh dari gerakan neosufisme. Ciri dari garakan ini ialah
penolakannya terhadap sisi eksatik dan metafisis sufisme dan lebih menyukai
pengalaman secara ketat ketentuan-ketentuan syariat dan berupaya sekuat tenaga
untuk menyatu dengan ruh nabi Muhammad sebagai ganti untuk menyatu dengan
Allah.
8.

Tarekat

Syattariyah

Tarekat Syattariyah adalah tarekat yang pertama kali muncul di india abad XV M,
tarekat ini dinisbatkan pada tokoh yang berjasa dan mem-populerkannya,yakni
Abdullah

Asy

Syattar.

Sebagaimana hal tarekat-tarekat lain, Syattariyah menonjolkan aspek dzikir di dalam


ajarannya.Dikenal 7 macam dzikir muqodimah sebagai peralatan/tangga untuk
masuk kedalam tarekat Syattariyah, yang disesuaikan dengan 7 nafsu pada

manusia. Dzikir ini hanya dapat dikuasai melalui bimbingan seorang pembimbing
spiritual, guru/Syaikh.
9.

Tarekat

Naqsabandiyah

Pendirinya adalah Muhammad Baha Al Din Al Naqsabandi Al Bukhori (717-791 H /


1317-1388 M). Naqsabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas
penyebarannya.

Terutama

di

wilayah

asia

Ciri menonjol dari tarekat ini ialah diikutinya syareat secara ketat, keseriusan dalam
beribadah, menolak music dan tari budaya barat, lebih ngutamakan berdzikir dalam
hati,namun tidak mengharamkan politik dan cenderung mau terlibat didalamnya .
10.

Tarekat

Kholwatiyah

Tarekat Khalwatiyah, tidak sebagaimana lazimnya tarekat pada umumnya yang


diambil dari nama pendirinya. Penamaan ini justru didasarkan kepada kebiasaan
sang guru pendiri tarekat ini syekh Muhammad Al Khalwati (w 717 H), yang
seringkali melakukan kholwat di tempat-tempat sepi. Tarekat khalwatiyah merupakan
cabang dari tarekat As Sahidiyah, cabang dari Al Abhariyah dan cabang dari Al
Shrowardiyah yang didirikan oleh Syekh Syihab Al Din Abu Hafsh umar Al
Suhrowardi

Al

Baghdadi.

Ajaran dan dzikir tarekat Khalwatiyah menetapkan adanya sebuah amalan yang
disebut Al Asma Al Sabah (tujuh nama) yakni tujuh macam dzikir /tujuh tingkatan
jiwa

yang

harus

dikembangkan

oleh

setiap

salik.

Dzikir pertama melafadzkan kalimat : , Dzikir kedua : ,Dzikir ketiga :


(dia) ,Dzikir keempat : ( maha benar) ,Dzikir kelima : ( maha hidup) ,Dzikir
keenam

(maha

jaga)

,Dzikir

ketujuh

(maha

perkasa).

Ketujuh tingkatan dzikir ini intinya bersumber dalam ayat AL Quran.


11.

Tarekat

Sammaniyah

Tarekat ini didirikan oleh syeikh Muhammad bin Abd Al- Karim Al Samman Al Madani
Al Qodiri Al Qubaisi dan lebih dikenal dengan sebutan Syeikh Samman. Semula ia
belajar toriqoh kholwatiyah dari damaskus,pada masa berikutnya beliau mulai
mengajarkan pengajian yang berisi teknik berdzikir, wirid dan ajaran teosofi lainnya.
Beliau menyusun cara pendekatan diri dengan Allah yang kemudian dikenal sebagai
toriqoh sammaniyah, sehingga ada yang mengatakan bahwa toriqoh sammaniyah
adalah

cabang

dari

khalwatiyah.

Di Indonesia tarekat ini berkembang di sumatera Kalimantan dan jawa. Sammaniyah


masuk ke Indonesia pada penghujung abad 18 yang banyak mendapat pengikut
karena

popularitas

Imam

Samman.

Ajarannya yang khas ialah memperbanyak dzikrullah dan shalat, lemah lembut
kepada fakir miskin, tidak mencintai dunia, menukar akal masyariyah dangan akal
robbaniyah dan mentauhidkan Allah dalam dzat, sifat dan afalnnya. Pengaruh
Sammaniyah di Indonesia diabadikan di dalam tariah ruda.

PEDOMAN UTAMA DALAM MENGIKUTI TAREKAT LEMBAGA/JAMIYAH YANG


HAQ :

1. Niatkan terlebih dahulu tujuan kita apa mengikuti/menjalankan


amalan amalan tarekat. Sekedar ikut ikutan atau karena telah
dibekali pengetahuan.
2. Pastikan mental spiritual kita telah siap dengan kuat
3. Niatkan karena Allah tanpa pamrih
4. Jangan

bersikap

taqlid

buta

terhadap

mazhab/kelompok/guru

pembimbingnya.
5. Tetaplah berlaku perbuatan kemanfaatan bagi diri dan sekelilingnya.
6. Bagi wanita berumah tangga yang mengemban tanggung jawabnya,
haruslah berkompromi dengan suami/keluarganya.
TANDA TANDA KELOMPOK / JAMAAH TAREKAT YANG HAQ :

1. Mengajarkan pilar pilar dasar ketauhidan (Aqidah Uluhiyah dan


Rubbubiyah)
2. Mengajarkan dan membuahkan kemanfaatan bagi diri serta
sekelilingnya.
3. Berdakwah terbuka untuk semua kalangan
4. Tidak berorientasi materi/sumbangan sumbangan keuangan yang
ditentukan.
TANDA TANDA KELOMPOK / JAMAAH TAREKAT YANG BATIL :

1. Meniadakan asma Allah atau mengkamuflase ayat ayat Allah


dengan mantra mantra tak jelas.
2. Mengajarkan ritual ritual yang menganiaya diri dan pergaulan
bebas.
3. Mengajarkan ekseklusifisme ( yang melahirkan
keangkuhan,kesombongan).
4. Mengajarkan menghalalkan harta benda yang diluar kelompoknya.
5. Mengajarkan/membiarkan umatnya taqlid buta terhadap guru
pembimbingnya (penghormatan yang terlalu berlebihan).
6. Mengajarkan doktrin doktrin sempit/dangkal (Melawan aturan
pemerintah,menolak Pancasila, menekankan bahwa ajarannya yang
paling benar,meng-kafirkan pihak lain / takfiri, dan sebagainya)
MANFAAT MENGAMALKAN TAREKAT YANG DIBIMBING GURU
MURSYID HAQ

Telah diketahui bahwa Tarekat ada dua katagori.Tarekat pertama jelas merupakan
keharusan bagi setiap umat Islam untuk selalu mencari jalan
kepada Tuhannya.Dalam kitab Sulam Taufiq disebutkan bahwa :
:
Setiap orang yang telah dewasa (mukallaf) wajib memasuki atau
memeluk agama Islam secara kaffah dan tetap dalam agama itu untuk
selama-lamanya serta melaksanakan segala kewajiban yang berkenaan
dengan hukum-hukumnya , mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah
Taala.

Maka seseorang yang berupaya meniti jalan dalam rangka mendekatkan diri
kepada-Nya,(bertarekat) hidupnya selalu dalam kedamaian (anti galau) dan
dimudahkan segala persoalan (selalu mendapatkan pertolongan-Nya).Sebab ketika
kita mendekat maka Tuhanpun memeluk erat.Kemudian balasan keselamatanpun
hingga sampai di hari akherat.Maka jalanilah tarekat katagori apa saja,yang
penting niatnya.Maka Pilihlah

amalan

tarekat

yang

sesuai

dengan

keadaan/kapasitas diri.
Sebagaimana kita berniat menuju sebuah titik kota tujuan,tentu ada berbagai sarana
jalan untuk mencapainya.Ada jalan yang biasa,ada jalan yang sedang dan ada
jalan yang khusus/tol.Jika kita tidak paham betul medan jalan yang akan ditempuh
atau masih blank harus memilih jalan yang baik dan cepat yang mana,tentu kita
seperti orang buta yang tak tahu arah kiri kanan.Sehingga waktu tempuh yang
seharusnya dalam waktu singkat,ini sampai berhari-hari,bahkan berbulan-bulan
atau bertahun-tahun.Oleh karena

itulah

kita

memerlukan

ahli

pemandu,GPS,kompas,dsb.
Demikian pula seperti bertarekat dengan Tarekat organisasi, maka kita di beri
bimbingan oleh seorang guru pembimbing untuk mencapai tujuan dengan jalan
khusus/pintas.Sebab mereka para guru mursyid yang sebenarnya,telah mencapai
derajat ilmu pengetahuan yang lebih luas dibanding kita, maka tentulah beralasan
jika telah lebih banyak mengetahui cara maupun rahasia menuju jalan-Nya.

Contoh

Suatu ketika kita sedang mendapatkan masalah atau cobaan berat,pelik dan
membuatdepresi.Sudah kesana kemari buntu tiada yang menolong dan tiada yang
ahli dalam mengakhiri problematika.Maka daripada berlarut-larut persoalan yang
menyesakkan tiada kunjung berakhir,cobalah sowan (berkunjung) mendatangi
seorang Kyai atau guru spiritual atau guru tarekat.Kemudian sharing dan utarakan
niatnya meminta bantuan agar masalah yang menimpanya dapat segera berakhir
melalui media sang Kyai tersebut.Maka sang Kyai tersebut tentu akan membantu
mendoakan kita meminta kepada Allah SWT,yang secara lahiriahnya kadang dalam
bentuk, dengan cara memerintahkan kita untuk melaksanakan amalan-amalan
tertentu,melaksanakan

qorban

atau

melaksanakan

puasa

sekian

hari,dansebagainya.Hal demikian sah-sah saja,sebab memang realitasnya banyak


orang yang telah berhasil bangkit kembali atau berhasil keluar dari lilitan masalah
kehidupan.
KEDUDUKAN/HUKUM BER-TAREKAT

1.Adalah fardhu ain atau wajib atas umat islam yang telah mukallaf,bertarekat
secaraamaliah.Yakni ikutilah ajaran tarekat yang tidak menyimpang dan yang
sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Jika menemui ajaran tarekat yang
menyimpang dan tidak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasullullah, tinggalkanlah.
Paling aman adalah ikuti saja cara yang sudah ditetapkan Rasulullah seperti
membaca Quran secara rutin setiap hari dengan memahami maknanya, shalat
sunah seperti sunah rawatib, tahajud, dhuha, puasa senin kamis, berzikir didalam
hati ketika berdiri, duduk dan berbaring, dzikir setiap pagi dan petang hari, dzikir
setiap selesai shalat.
(Melaksanakan amalan tarekat yang standar saja kesulitan, apalagi
mengamalkan kegiatan ritual tarekat organisasi, yang begitu rumit dan
melelahkan dengan keharusan mengamalkan wirid,tasbih ribuan kali
setiap hari).
Namun,itu jalur biasa,buat orang biasa.Maka jika kita ingin meningkat ke derajat
yang lebih eksklusive lagi dan mengetahui lebih dalam jalan menuju rahasiaNya,silahkan masuk ke dalam dunia tarekat.Ajaran tasawuf dan tarekat merupakan
pengembangan dari perintah Al Quran tentang dzikir mendekatkan diri pada Allah
dan mengendalikan hawa nafsu,yang dipelopori oleh para sufi.Untuk bertarekat
Baiat maka ,Hanya cara dan pelaksanaannya harus memenuhi kaidah atau keadaan
tertentu seperti telah terurai diatas.
2.Sunah mengikuti tarekat baiat jika amalan tarekat standar telah dipenuhi.

3.Makruh mengikuti tarekat baiat jika tarekat yang diikuti terlalu berat dan
mengganggu kewajiban keluarga serta amalan yang wajib saja masih sering
ditinggalkan.
4.Dilarang jika tarekat baiat yang diikuti menyimpang dari aqidah Islam.
PRIA / WANITA YANG DAPAT BEBAS MENGAMALKAN TAREKAT
BAIAT
Adalah orang baik pria maupun wanita yang dalam kapasitas kehidupannya tidak
mengabaikan fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam kehidupan rumah
tangga

maupun

keluarga.

Bagi pria yang berkeluarga dalam menjalankan amalan tarekat baiat seyogyanya
telah mempersiapkan diri,mem-back up ekonomi bagi keluarganya sehingga ketika
sering

meninggalkan

rumah

tidak

menelantarkan

anak

dan

istrinya.

Maka bagi wanita bersuami dan ibu rumah tangga yang kapasitas dan tanggung
jawabnya sangat dibutuhkan untuk keluarga,semestinya janganlah larut sibuk atau
ikut menjadi anggota jamaah Tarekat dengan sibuk mengamalkan ritual-ritual setiap
harinya tanpa ijin dan kompromi dengan keluarga/ suami.Sebab jika hal demikian
tetap dilakukan dengan alasan keyakinan/keimanan menurut prasangka pribadi
sendiri,maka sungguh akan banyak mendapatkan mudharat daripada manfaat yang
lebih

besar.Ibarat

menangguk

air

dengan

keranjang

bolong.

Kecuali wanita-wanita bebas seperti masih lajang,tidak bersuami/janda atau wanita


bersuami namun telah diijinkan oleh suaminya bahkan mendorongnya karena suatu

alasan tertentu,atau justru suami ikut mendampinginya bersama sama maka hal
demikian adalah baik.
DEVIASI AMALAN TAREKAT (PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN
YANG TERJADI PADA JAMAAH TAREKAT)
Beberapa penyimpangan yang ditemukan antara lain :

1.Penghormatan pada guru secara berlebihan (Qultus individu/taqlid buta) hingga


berani tidak mematuhi/taat suami,
2.Larut mengamalkan amalan perintah guru dengan mengabaikan kewajiban
keluarga yang semestinya dilaksanakan.
3.Meminum bekas wudhu guru, berebut meminum air sisa guru dan lain
sebagainya .
4.Berdzikir dengan suara keras sambil menari dan menghentakan kaki dan badan
hingga mengganggu orang lain beristirahat, berdzikir dengan jumlah hitungan
melampaui batas kekuatan fisik.
5.Memakai pakaian yang buruk tanpa memperhitungkan keadaan,
6.Membenci kehidupan dunia secara berlebihan, menyebabkan meninggalkan
keadaan lemah pada keluarga.
7.Menyakiti diri , menjampi-jampi orang lain agar celaka.
8.Mencampur kegiatan ritual pada Allah dengan ritual untuk jin dan sihir,

Maka semua itu merupakan penyimpangan bertarekat yang tidak sesuai dengan
ajaran Quran dan Rasulullah.

KESIMPULAN

Umat Islam dalam menjalankan ibadah ,mengabdi kepada Allah Taala hendaknya
dilakukan secara ikhlas tanpa pamrih.Ikuti tahapan ilmu agama secara berjenjang
dan terarah.Tarekat hanya sebagian dari cara mendekatkan diri kepada-Nya,selain
mengamalkan tarekat baiat masih banyak jalan-jalan lain dalam mencari ridho Allah
SWT.
Maka dalam hal sering terjadinya masalah dan penyimpangan penyimpangan dalam
pengaplikasian pemahaman serta dalam menjalankan tarekat seseorang hanya ada
dua katagori,yakni :

1.Karena gurunya yang salah mengajar,atau ajarannya memang salah,atau


2.Karena murid/jamaahnya yang salah menerjemahkan ajaran sang guru.

Sekian,semoga bermanfaat dan sukses menjadi sufi .

Sekian,semoga bermanfaat.
Salam Cahaya-Nya,

Kelana Delapan Penjuru Angin,


Bukit Ciketing,15 Muharam 1436 H / 8 November 2014
CopyRights@2014

Reff:
-Risalatul Islam karya K.H. M.Syamsuddin Prembun Jawa Tengah.
-Kitab Sulam Taufiq
-http://www.fadhilza.com/2014/07/tadabbur/mengenal-ajaran-tarekat-dantasawuf.html
-http://www.metafisika-center.org/2012/06/beberapa-ajaran-tarekatqadiriyah-wa_06.html
-Al-Quranul Karim Terjemah DEPAG RI
-Pengantar pemikiran Neoplatonis,Persaudaraan Kesucian (Ikhwan AlSafa)-Ian Richard Newton
Share this: