Vous êtes sur la page 1sur 22

STRATEGI EFEKTIF PENURUNAN AKI DAN AKB DI INDONESIA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Kependudukan kelas C

Disusun Oleh:
1. Rizal Vara Saputro

122110101057

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat,
taufik serta hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pencemaran
Radiasi tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah tugas mata Pencemarah Lingkungan
semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang turut berpartisipasi
serta mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada :
1. Dosen Pencemaran Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember,
yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiranya demi penyelesaian makalah ini.
2. Rekan-rekan kami semua, khususnya dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang turut
membantu dalam penyelesaian makalah ini.
3. Bapak dan ibu di rumah yang senantiasa mendoakan kami disini
4. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan kita tentang begitu pentingnya kesehatan
lingkungan bagi hidup kita.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan
dari para pembaca sekalian.
Jember, 20 Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................3
BAB 1. PENDAHULUAN......................................................................................4
1.1 Latar Belakang.....................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah................................................................................5
1.3 Tujuan..................................................................................................5
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................6
2.1 Pengertian Pencemaran Lingkungan dan Radiasi................................6
2.2 Ionizing Radiasi...................................................................................8
2.3 Aspek Fisik Ionizing Radiasi...............................................................9
2.4 Kategori Paparan Radiasi.....................................................................9
2.5 Irradiasi Medik...................................................................................10
2.6 Irradiasi kerja.....................................................................................11
2.7 Aspek Biologis dan Irradiasi..............................................................11
2.8 Paparan Akut dan Kronis...................................................................12
2.9 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia........13
BAB 3. HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................................17
BAB 4. KESIMPULAN DAN SARAN................................................................21
LAMPIRAN...........................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................25

BAB 1
3

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Mortalitas atau kematian merupakan salah satu dari tiga komponen demografi selain fertilitas
dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk. Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kematian sebagai suatu peristiwa menghilangnya
semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran
hidup.
Kematian atau mortalitas adalah salah satu dari tiga komponen demografi yang berpengaruh
terhadap struktur penduduk. Dua komponen proses demografi lainnya adalah kelahiran
(fertilitas), dan mobilisasi penduduk. Tinggi rendahnya tingkat mortlaitas penduduk di suatu
daerah tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi juga merupakan barometer
dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Dengan
memperhatikan tren dari tingkat mortalitas dan fertilitas di masa lampau dan estimasi
perkembangan di masa mendatang dapatlah dibuat sebuah proyeksi penduduk wilayah
bersangkutan.
Penyebab kematian dewasa umumnya disebabkan karena penyakit menular, penyakit
degeneratif, kecelakaan atau gaya hidup yang berisiko terhadap kematian. Kematian bayi dan
balita umumnya disebabkan oleh penyakit sistem pernapasan bagian atas (ISPA) dan diare,
yang merupakan penyakit karena infeksi kuman. Faktor gizi buruk juga menyebabkan anakanak rentan terhadap penyakit menular, sehingga mudah terinfeksi dan menyebabkan
tingginya kematian bayi dan balita di sesuatu daerah. Kematian dapat juga disebabkan karena
faktor sosial ekonomi. Faktor sosial ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan
kesehatan lingkungan, kepercayaan, nilai-nilai, dan kemiskinan merupakan faktor individu
dan keluarga, mempengaruhi mortalitas dalam masyarakat (Budi Utomo, 1985) dalam Mantra
2010. Tingginya kematian ibu merupakan cerminan dari ketidak tahuan masyarakat mengenai
pentingnya perawatan ibu hamil dan pencegahan terjadinya komplikasi kehamilan.
Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia adalah sebagai
berikut :
1.

Penunjang kematian (Pro Mortalitas), antara lain :


a. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
b. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
c. Keadaan gizi penduduk yang rendah
4

2.

3.

d. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir, dll
e. Peperangan, wabah penyakit, pembunuhan
Penghambat kematian (Anti Mortalitas), antara lain :
a. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
b. Fasilitas kesehatan yang memadai
c. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
d. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter dan bidan
e. Kemajuan dibidang kedokteran
Angka kematian kasar (Crude Death Rate)
Angka kematian kasar adalah jumlah kematian setiap 1000 penduduk dalam waktu satu

tahun. Angka ini disebut angka kasar karena perhitungan kematian dilakukan secara
menyeluruh tanpa memperhatikan kelompok-kelompok tertentu di dalam populasi dengan
tingkat kematian yang berbeda-beda. Rumusnya adalah:

CDR =

M= Angka kematian kasar


D = Jumlah kematian yang dicatat selama 1 tahun
P = Jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama
k = Konstanta (1000)
Penggolongan angka kelahiran kasar :
a.
b.
c.

angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk


angka kematian sedang, apabila antara 10 20 per 1000 penduduk
angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

Disamping mortalitas, dikenal istilah morbiditas yang berhubungan dengan terjadinya atau
terjangkitnya penyakit di dalam populasi, baik fatal maupun non-fatal. Jelasnya morbidity
statistics lebih cepat menentukan keadaan kesehatan dari masyarakat daripada mortality
statistics, karena banyak penyakit yang mempengaruhi kesehatan hanya mempunyai
mortalitas yang rendah (misalnya pilek). Sayangnya, adalah lebih sulit untuk mendapatkan
statistik yang akurat dan berarti dari morbiditas, karena tak ada prosedur registrasi semacam
surat keterangan kematian. Sejumlah terbatas dari penyakit-penyakit telah dilaporkan pada
5

petugas kesehatan masyarakat tetapi dalam banyak hal, data untuk morbiditas harus
diperoleh dari sumber-sumber statistik lainnya, misalnya statistik program penyehatan,
catatan rumah sakit dan klinik, catatan ketidak-hadiran di sekolah maupun tempat kerja, dan
pemeriksaan kesehatan rutin.

1.1

Rumusan Masalah

Apakah yang dimaksud dengan mortalitas dan morbiditas, konsep, sumber data, pengukuran
dan tren, determinan, teori dan perkembangan kebijakan serta program penurunan mortalitas
dan morbiditas?

1.2

Tujuan

Menjelaskan tentang mortalitas dan morbiditas, konsep, sumber data, pengukuran dan trend,
determinan, teori dan perkembangan kebijakan serta program penurunan mortalitas dan
morbiditas

BAB 2
PEMBAHASAN

A. Konsep Mortalitas dan Morbiditas


1. Definisi Mortalitas
Mortalitas atau kematian merupakansalah satu dari tiga komponen demografi
selain

fertilitas

dan

migrasi,yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk.Organisasi


Kesehatan

Dunia

(WHO)

mendefinisikan

kematian

sebagai

suatu

peristiwamenghilangnyasemua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa


terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.
Definisi kematian tersebut harus diketahui, untuk mendapatkan data kematian
yang benar. Kematian hanyabisa terjadi kalausudah terjadi kelahiran hidup atau keadaan
mati selalu didahului dengan keadaan hidup.Oleh karena itu, harus dibedakan dengan
Lahir hidup (live birth) dan Lahir mati (fetal death).
Lahir hidup (live birth) yaituperistiwakeluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang
ibu secara lengkap tanpamemandanglamanyakehamilan dan setelah perpisahan tersebut
terjadi hasil konsepsi bernafas danmempunyai tanda-tanda hidup lainnya, seperti denyut
jantung, denyut tali pusat, atau gerakan-gerakan otot,tanpa memandang apakah tali
pusat sudah dipotong atau belum.
Lahir Mati (fetal death) yaituperistiwamenghilangnya tanda-tanda kehidupan dari
hasil konsepsisebelumhasil konsepsi tersebut dikeluarkan dari rahim ibunya. Lahir mati
dibedakan menjadi:
a) Stillbirth (late fetal death) yaitu kematian yang terjadi pada janin yang berusia 20-28 mi
nggu
b) Keguguran yaitu kematian janin yang terjadi pada awal kehamilan
c) Aborsi yaitu kematian janin yang terjadi pada awal kehamilan
Jadi lahir mati tidak dimasukkan dalam mati atau hidup.

2. Definisi Morbiditas
Pengertian mobiditas (kesakitan) adalah kondisi seseorang dikatakan sakit
apabila keluhan kesehatan yang dirasakan mengganggu aktivitas sehari hari yaitu
tidak dapat melakukan kegiatan seperti bekerja, mengurus rumah tangga dan kegiatan
lainnya secara normal sebagaimana biasanya.
Morbiditas (Kesakitan) merupakan salah satu indicator yang digunakan untuk
mengukur derajat penduduk semakin tinggi morbiditas, menunjukkan derajat kesehatan
penduduk semakin buruk. Maka sebaliknya semakin rendah mobiditas (kesakitan)
menunjukkan derajat kesehatan penduduk yang semakin baik.
Definisi morbiditas dalam arti sempit adalah peristiwa sakit atau kesakitan.
Sedangkan morbiditas dalam arti luas memiliki arti yang lebih kompleks, tidak hanya
terbatas pada statistic atau ukuran tentang peristiwa tersebut, namun juga pada factor
yang mempengaruhi (determinan factor), seperti factor social, ekonomi dan lainnya.
Menurut WHO morbiditas merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, memtal, serta
sosial dan tidak sekedar bebas dari cacat dan penyakit.Definisi ini dianggap terlalu ideal,
sehingga dalam prakteknya hampir selelu disesuaikan dengan kemampuan diagnostik yang
tersedia, yang umumnya lebih menitikberatkan pada pengukuran penyakit (disease) secara
klinis.

2.1 Konsep Mortalitas dan Morbiditas


Mati adalah peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang
bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup (United Nation and WHO). Terdapat 3 keadaan
vital yang masing-masing bersifat Mutually Exclusive , artinya keadaan yang satu tidak
mungkin terjadi bersamaan denngan keadaan lainnya, yaitu :
1.

Live Birth

Lahir hidup (live birth) adalah peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu
secara lengkap, dengan tanda-tanda hidup (denyut jantung, denyut tali pusat atau gerakangerakan otot) tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum.

2.

Death

Yang dimaksud dengan mati ialah peristiwa hilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara
permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup (Budi Utomo, 1985) dalam
Mantra, 2010. Keadaan mati ini hanya bisa terjadi kalau sudah terjadi kelahiran hidup.
3.

Fetal Death

Kematian janin dalam kandungan adalah kematian janin ketika masing-masing berada dalam
rahim yang beratnya 500 gram dan usia kehamilan 20 minggu atau lebih (Achadiat, 2004).
Kematian janin dalam kandungan adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan
dengan fakta bahwa sesudah dipisahkan dari ibunya janin tidak bernafas atau tidak
menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti denyut jantung, pulsasi tali pusat, atau kontraksi
otot (Monintja, 2005)

2.3

Sumber Data Mortalitas dan Morbiditas


1. Sumber Data Mortalitas
Cara mengetahui sumber data kematian dapat diperoleh dari berbagai macam
sumber, antara lain :
a. Sistem registrasi vital
Apabila sistem ini bekerja dengan baik merupakan sumber data kematian
yang ideal. Di sini, kejadian kematian dilaporkan dan dicatat segera setelah
peristiwa kematian tersebut terjadi. Di Indonesia, belum ada sistem
registrasi vital yang bersifat nasional, yang ada hanya sistem registrasi vital
yang bersifat bersifat lokal, dan inipun tidak sepenuhnya meliputi semua
kejadian kematian pada kota-kota itu sendiri. Dengan demikian di Indonesia
9

tidak mungkin memperoleh data kematian yang baik dari sistem registrasi
vital.
b. Sensus dan survei penduduk
Sensus dan survei penduduk merupakan kegiatan sesaat yang bertujuan
untuk mengumpulkan data penduduk, termasuk pula data kematian.Berbeda
dengan sistem registrasi vital, pada sensus atau survei kejadian kematian
dicacat setelah sekian lama peristiwa kejadian itu terjadi. Data ini diperoleh
melalui sensus atau survei dapat digolongkan menjadi dua bagian :
1. Bentuk

lasungsung

(Direct

Mortality

Data)

Data kematian bentuk langsung diperoleh dengan menanyakan


kepada responden tentang ada tidaknya kematian selama kurun waktu
tertentu. Apabila ada tidaknya kematian tersebut dibatasi selama satu
tahun terakhir menjelang waktu sensus atau survei dilakukan, data
kematian yang diperoleh dikenal sebagai Current mortality Data.
2. Bentuk
tidak
langsung
(Indirect
Mortalilty
Data)
Data kematian bentuk tidak langsung diperoleh melalui pertanyaan
tentang Survivorship golonga penduduk tertentu misalnya anak, ibu,
ayah dan sebagainya. Dalam kenyatan data ini mempunyai kualitas
lebih baik dibandingkan dengan data bentuk langsung. Oleh sebab itu
data kematian yang sering dipakai di Indonesia adalah data kematian
bentuk tidak langsung dan biasanya yaitu data Survivorship anak.
Selain sumber data di atas, data kematian unutk penduduk golongan
tertentu di suatu tempat, kemungkinan dapat diperoleh dari rumah
sakit, dinas pemakaman, kantor polisi lalu lintas dan sebagainya.
3. Penelitian
Penelitian kematian penduduk biasanya dilakukan bersamaan dengan
penelitian kelahiran yang disebut dengan penelitian statistik vital.
4. Perkiraan (estimasi)
Perkiraan tentang jumlah kematian dan kelahiran ini didapatkan dari
sensus penduduk yang dilakukan.

2. Sumber Data Morbiditas


10

a. Laporan berasal dari masyarakat mengenai penyakit menular hasil survey


(SDKI, SKRT, SUSENAS, SKRRI)
Laporan-laporan mengenai penyakit yang harus dilaporkan (notifiable
disease), yang disebut juga dengan penyakit yang dapat dilaporkan
(reportable disease), juga disusun dan disebarluaskan. Laporan semacam
ini merupakan suatu sarana peberitahuan bagi mereka yang perlu
mengetahui informasi tentang KLB di masa mendatang.
Pelaporan penyakit pada awalnya berasal dari dokter dan laboratorium,
yang kemudian melaporkannya pada departemen kesehatan. Pelaporan
penyakit yang harus dilaporkan atau penyakit yang mengancam jiwa
seseorang juga dapat dilaporkan secara langsung ke CDC. Akan tetapi, jika
berkaitan dengan respons tercepat yang dapat diberikan pada suatu epidemi,
mereka yang dapat memberikan respons tercepat mereka yang paling dekat
jaraknya dengan pasien.
Rabies, KLB keracunan makanan, kolera atau penyakit apapun yang
menjadi

kekhawatiran

utama

dan

membutuhkan

tindakan

pengendalian,memerlukan pelaporan dan respon yang segera guna


pengendalian dan pencegahan epidemi di masa yang akan datang.
b. Laporan penyakit dari Yankes (RS, Puskesmas)
Laporan Morbiditas adalah angka kesakitan pada penduduk yang
berasal dari community based yang diperoleh melalui studi morbiditas dan
facility based data yang diperoleh fasilitas pelayanan kesehatan melalui
sistem pencatatan dan pelaporan secara rutin.
Laporan Morbiditas memuat data kompilasi penyakit pasien rawat
jalan yang dikelompokkan menurut daftar tabulasi dasar untuk masingmasing kelompok penyakit. Data jumlah kasus baru untuk setiap jenis
penyakit diperinci menurut golongan umur dan jenis kelamin dari kasus
baru tersebut serta jumlah pasien mati untuk masing-masing penyakit.
Rekapitulasi Morbiditas Rawat Jalan (RL2b) yaitu formulir standar
untuk data keadaan morbiditas pasien rawat jalan yang merupakan formulir
rekapitulasi dari jumlah kasus baru dan jumlah kunjungan, yang terdapat
pada unit rawat jalan rumah sakit untuk periode triwulan dari tanggal 1

11

Januari s.d. 31 Maret, 1 April s.d. 30 Juni, 1 Juli s.d. 30 September dan 1
Oktober s.d. 31 Desember setiap tahunnya (Depkes RI, 2003).
Data dikumpulkan melalui berbagai formulir standart sesuai dengan
frekuensi dan periodenya, jenis data dan formulir yang perlu dilaporkan
antara lain :
a.

Data kegiatan morbiditas rumah sakit, terdiri dari :


a) Kegiatan morbiditas individual pasien rawat inap yang meliputi :
a) Morbiditas untuk pasien umum (RL2.1) yang isinya
mencakup: jati diri pasien, tanggal masuk dan tanggal keluar,
diagnosis, penyebab luar cedera dan keracunan, operasi atau
tindakan keadaan keluar rumah sakit dan sebagainya.
b) Morbiditas untuk pasien kebidanan (RL.2.2) yang isinya
mencakup : jati diri pasien, tanggal masuk dan tanggal keluar,
cara melahirkan, diagnotis utama, masa getasi, operasi atau
tindakan. Keadaan keluar rumah sakit, tanggal melahirkan,
paritas, dan jumlah kelahiran hidup atau mati.
c) Morbiditas untuk bayi lahir di rumah sakit (RL.2.3) yang
isinya mencakup : tanggal masuk dan tanggal keluar pasien,
tanggal lahir bayi, berat lahir, keadaan lahir, diagnosis utama,
dan keadaan keluar rumah sakit.

b) Rekapitulasi data keadaan morbiditas rawat inap di rumah sakit (RL2a, dan
RL2a1 untuk laporan survailans terpadu) memuat data kompilasi penyakit
atau morbiditas pasien rawat inap yang dikelompokkan menurut daftar
tabulasi dasar klasifikasi internasional penyakit ke sepuluh. Untuk masingmasing kelompok penyakit berisi informasi mengenai jumlah pasien keluar
menurut golongan umur dan menurut seks, serta jumlah pasien keluar mati.
c) Data status informasi (RL2c) sehingga lampiran RL2a1 yang memuat
informasi tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

12

d) Rekapitulasi data keadaan morbiditas pasien rawat jalan di rumah sakit (RL2b,

dan RL 2b1), memuat data kompilasi penyakit atau morbiditas pasien rawat
jalan yang dikelompokkan menurut daftar tabulasi dasar klasifikasi
internasional penyakit kesepuluh. Untuk masing-masing kelompok penyakit
berisi informasi mengenai jumlah kasus baru menurut golongan umur dan
menurut seks serta jumlah kunjungan.
2.3 Ukuran mortalitas
1.

Angka Kematian Bayi


IMR adalah jumlah kematian bayi usia di bawah 1 tahun (0-11 bulan) per 1.000

kelahiran hidup dalam tahun tertentu

Atau

Contoh
Pada tahun 1988 di Sri Lanka terdapat kematian bayi berusia di bawah 1 tahun. Jumlah
kelahiran hidup pada tahun tersebut adalah 343.692 jadi,

Manfaat dari perhitungan angka kematian bayi adalah sebagai berikut:


1. Untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang
berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi.
2. Untuk Mengetahui tingkat pelayanan antenatal.
3. Untuk mengetahui status gizi ibu hamil.
4. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan
Program Keluaga berencana (KB).
5. untuk mengetahui kondisi lingkungan dan social ekonomi
2. Angka Kematian Maternal (Maternal Mortality Rate MMR)

13

Angka kematian materual (MMR) adalah jumlah kematian wanita yang disebabkan
oleh komplikasi kehamilan dan kelahiran anak per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
tertentu. Secara matematis, dapat dituliskan sebagai berikut :
MMR = Jumlah kematian maternal x k
Jumlah kelahiran hidup
Contoh :
Pada tahun 1988, di Costa Rica terdapat 15 kematian wanita karena komplikasi
kehamilan atau kelahiran anak. Jumlah hidup pada tahun tersebut adalah 81.376

Dengan demikian , di Costa Rica terdapat 18,4 kematian maternal per 100.000
kelahiran hidup pada tahun 1988
Tinggi rendahnya angka MMR tergantung kepada:
1.Sosial ekonomi.
2.Kesehatan ibu sebellum hamil, persalinan, dan masa nasa nifas.
3.Pelayanan terhadap ibu hamil.
4. Pertolongan persalinan dan perawatan masa nifas
2.4.5 Tren dalam Status Kesehatan dI Indonesia

a. Mortalitas
Angka kematian bayi (AKB) menurun dari 74,2 per 1000 kelahiran dalam tahun 19811991 menjadi 52,5 per 1000 kelahiran yang hidup dalam tahun 1987-1997, angka kematian
balita dari 107 menjadi 70,6 per 1000 kelahiran yang hidup, dan angka kematian maternal
dari 450 dalam tahun 1985-1986 menjadi 390 per 100.000 kelahiran yang hidup dalam tahun
1989-1994. Beberapa faktor termasuk pelayanan imunisasi, partisipasi masyarakat,
pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan, upaya dan pendidikan kesehatan, berkembangnya
kesadaran masyarakat, dan perbaikan sarana dan pelayanan kesehatan, telah mempengaruhi
terhadap perubahan yang signifikan dalam mortalitas. Hambatan yang ada dalam mengurangi
kematian termasuk: meningkatnya urbanisasi, kemiskinan, dan banyaknya daerah yang
terpencil dan pulau-pulau yang kecil yang menyebabkan sulitnya untuk berkomunikasi.
14

Rencana selanjutnya akan menekankan kerjasama intra-sektoral, partisipasi masyarakat, dan


penyerahan kekuasaan untuk tingkat propinsi dan tingkat yang lebih rendah
2.2 Determinan
Kematian pada bayi dan juga anak sampai menjelang umur 5 tahun relatif sangat tinggi
seperti halnya mereka yang berusia lanjut. Kalau mereka yang berusia lanjut lebih banyak
bertanggungjawab ditentukan oleh kemampuan orang tua dalam memberikan pemeliharaan
dan perawatan terhadap anak-anaknya. Karena faktor sosio-ekonomi berkaitan dengan
kemampuan tersebut, maka kematian bayi dan anak seringkali digunakan sebagai indikator
status kesehatan dan status sosio-ekonomi penduduk (United Nation, 1973) dalam Mantra
2010.
Seorang bayi mulai terpapar terhadap lingkungannya sejak saat dilahirkan. Sebelumnya,
selama kehamilan kelangsungan hidup calon bayi berada dibawah kontrol faktor-faktor
biologi yang terdapat pada oranng tuanya dan faktor-faktor biologi lingkungan luar yang
bekerja melalui ibunya. Contoh ini, misal kemiskinan akan membawa ibu ke keadaan kurang
gizi selama hamil (Mantra, 2010).
Banyak sekali faktor yang dapat dikaitkan dengan kematian bayi. Sebagian besar dari segi
penyebabnya, kematian bayi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu endogen dan eksogen. Faktor
Endogen adalah kematian bayi yang disebabkan oleh faktor anak sejak lahir, diwarisi dari
orang tuanya saat konsepsi atau didapat dari ibunya selama kehamilan sedangkan Faktor
Eksogen adalah kematian bayi yang disebabkan oleh faktor yang bertalian dengan lingkungan
luar. Pembedaan antara kedua jenis penyebab kematian tersebut idealnya dapat dilakukan
melalui data statistik penyebab kematian, tetapi dalam praktek tidak mudah karena masalah
kualitas data (United Nation, 1973) dalam Mantra 2010.
Dengan semakin meningkatnya usia, penyebab kematian endogen semakin berkurang dan
penyebab kematian eksogen meningkat. Sementara semua kematian bayi yang terjadi setelah
usia satu bulan (post neonatal) merupakan kematian eksogen, maka kematian eksogen pada
bayi sebelum usia satu bulan (neonatal) besarnya kira-kira 25% dari seluruh kematian bayi
pada post neonatal (Bourgouis Pichat, 1952) dalam Mantra 2010. Dengan kata lain, jumlah
kematian eksogen pada bayi adalah 1,25 kali lipat dari kematian bayi pada periode post
neonatal. Gambaran ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan luar berkontribusi besar
sebagai penyebab kematian bayi. Kualitas lingkungan pada bentuk kondisi higiene, sanitasi
dan sosial ekonomi akan sangat menentukan terhadap tinggi rendahnya kematian bayi.
Apabila kematian bayi tinggi, maka rasio kematian bayi post neonatal terhadap kematian
bayi neonatal adalah juga tinggi. Rasio ini menurun dengan semakin rendahnya kematian
bayi sampai pada suatu saat dengan terkontrolnya faktor lingkngan luar, porsi kematian
15

neonatal menjadi lebih dominan. Pada keadaan ini banyak disebabkan faktor endogen, yang
pengontrolannya memerlukan kemampuan untuk menembus pengetahuan tentang masalahmasalah biologi yang lebih mendasar (Keyfitz, 1977) dalam Mantra 2010.

Determinan Sosial-Ekonomi

Faktor ibu

Pencemaran
Lingkungan

Kekurangan Gizi

Kesehatan

Pengendalian Penyakit
Perorangan

Luka

Sakit

Gangguan
Pertumbuhan

Mati

Gambar 2.1 Pengaruh sosio-ekonomi terhadap mortalitas bayi dan anak lewat variabel
antara
Sumber: Mosley, W.H. dan L. C. Chen (1984) dalam Mantra (2010)
2.6 Teori dan Perkembangan Kebijakan serta Program Penurunan Mortalitas
16

D. Teori yang berkaitan denganMortalitas dan Morbiditas( TEORI MORTALITAS


PADA ANAK (Kerangka Konsep Mosley dan Chen) )

Studi ini lebih dikenal sebagai studi kelangsungan hidup anak (Child Survival)
Dikembangkan Mosley dan Chen sejak tahun 1980 memadukan penelitian ilmu social
dan kedokteran
Kerangka konsepsual tersebut didasarkan atas beberapa pandangan sebagai berikut :
a. Dalam lingkungan yang terpelihara dengan baik secara optimal, sekitar 98% bayi
baru lahir bisa diharapkan bertahan hidup selama lima tahun pertama dalam
hidupnya.
b. Mengecilnya probabilitas kelangsungan hidup ini dalam setiap masyarakat
disebabkan oleh faktor-faktor sosial, ekonomi, biologi, dan lingkungan.
c. Determinan sosial-ekonomi (variabel pengaruh) harus mempengaruhi melalui
mekanisme dasar yang terdekat (variabel antara) yang pada gilirannya akan
mempengaruhi risiko penyakit dan hasil dari proses penyakit tersebut.
d. Penyakit tertentu dan kekurangan gizi yang tampak di antara penduduk yang
meninggal dan mereka yang masih bertahan hidup tidak dianggap sebagai
variabel pengaruh.
e. Terhambatnya pertumbuhan dan pada akhirnya kematian anak dianggap sebagai
variabel terpengaruh yang mencerminkan konsekuensi kumulatif yang tidak dapat
dihindarkan dari proses berbagai macam penyakit. Kematian seorang anak jarang
disebabkan oleh hanya satu penyakit saja.
I. Faktor Ibu terdiri dari
1. Umur,
2. Paritas
3. Jarak kelahiran
II. Faktor Pencemaran Lingkungan terdiri dari
1.Udara,
2. Makanan/air/jari,
3. Kulit/zat penular kuman penyakit/tanah
4. Serangga pembawa penyakit (vectors)
III. Faktor Kekurangan Gizi terdiri dari
1. Kalori,
17

2. Protein
3. Gizi-mikro (vitamin dan mineral)
IV. Faktor Luka terdiri dari
1. Kecelakaan
2. Luka yang disengaja
V. Faktor Pengendalian Penyakit Perorangan terdiri dari
1. Usaha-usah preventif perorangan,
2. Perawatan dokter
MORTALITAS ANAK
Kematian disebabkan oleh beberapa variabel langsung (terdekat) dan variabel lainnya.
a. Variabel Terdekat (Faktor Area I)
1.Luka
2.Biogenetik dan imunitas
3.Defisiensi nutrisi dan kelemahan psikologis
4.Infeksi dan pola morbiditas
5.Kesehatan dan kehidupan bayi dan anak
b. Faktor Area II
Variabel Keluarga (dinamika dan ekonomi)
Variabel perkawinan (pola dan kehidupan perkawinan)
Variabel orang tua (biologi, sosial, gaya hidup)
Variabel konsepsi dan kehamilan (biososial dan pelayanan kehamilan)
Variabel Perinatal (pelayanan persalinan, postnatal, demografi)
Norma Perawatan Anak (kasih sayang, kelalaian, menyusui, makanan tambahan)
c.Faktor Area III
Bencana Alam
Kecelakaan dan Peperangan
Intervensi
1. Fasilitas infrastruktur
2. Pelayanan preventif
3. Program kuratif
4. Promosi kesehatan
18

5. Program KIA
6. Program Makanan Tambahan, dll
d.Faktor Area IV
Politik dan Kebijakan (teknologi, penelitian, pembangunan sosial ekonomi, dll)
Ekologi (sanitasi, air, iklim, lingkungan, dll)
Budaya (pola kebudayaan, perilaku, dll)
e. Kematian Bayi
Anak di bawah satu tahun di sebut infant.
Kematian bayi yang sangat awal cenderung disebabkan oleh cacat bawaan, trauma
kelahiran dan lain kasus yang tidak mudah diatasi oleh tindakan medis yang
moderen.
Penyebab kematian bayi pada usia yang lebih besar sering disebabkan oleh
penyakit infeksi dan gangguan nutrisi, lebih mudah dicegah.
f.Masalah dalam pengukuran AKB:
Terdapat fluktuasi jumlah kelahiran yang bersifat musiman,
Bayi lahir dan mati pada tahun kalender yang sama sehingga seringkali tidak tercatat
sebagai penduduk
Pada sensus dan survai cenderung untuk menghitung lebih rendah penduduk bayi
yang disebabkan karena perhitungan penduduk yang ditanyakan adalah berapa penduduk
hidup yang tinggal ditempat tersebut.
AKB ini merupakan indikator yang sangat berguna terhadap:
-Status kesehatan anak
-Status kesehatan penduduk keseluruhan
-Kondisi sosial-ekonomi tempat penduduk tersebut tinggal.
Menggambarkan besarnya masalah kesehatan yang bertanggung jawab langsung
terhadap kematian bayi misalnya sakit diare, ISPA, malnutrisi sampai kondisi perinatal dan
menggambarkan tingkat kesehatan ibu misalnya perawatan antenatal sampai sesudah
melahirkan.
Pada umumnya AKB berkorelasi terbalik dengan status ekonomi orangtuanya.
Sehingga AKB dapat digunakan untuk indikator yang menilai perubahan kondisi
kesehatan suatu negara.
g.STUDI MORTALITAS PADA IBU

19

Studi ini lebih dikenal sebagai upaya Safe Motherhood, merupakan upaya untuk
menyelamatkan wanita agar kehamilan dan persalinannya dapat dilalui dengan sehat dan
aman, serta menghasilkan bayi yang sehat.
Di

Indonesia

upaya

Safe

Motherhood

ditejemahkan

sebagai

upaya

Kesejahteraan/Keselamatan Ibu.
Tujuan Upaya SafeMotherhood adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan
kematian ibu hamil, bersalin, nifas, di samping menurunkan angka kesakitan dan kematian
bayi baru lahir. Upaya ini terutama ditujukan untuk negara berkembang.
WHO mengembangkan konsep empat pilar dalam upaya safe motherhood yaitu
1. Keluarga Berencana,
2. Asuhan antenatal,
3. Persalinan bersih dan Aman dan
4. Pelayanan Obstetri Esensial
Dimaksudkan dengan kematian ibu
adalah kematian wanita pada waktu hamil sampai selama 42 hari sesudah terminasi
kehamilan (masa nifas) tanpa memandang lama dan tempat melahirkan, kematian tersebut
karena kehamilan, persalinan dan pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab lain karena
kecelakaan.
Angka Kematian Ibu ini merefleksikan besarnya risiko mati bagi ibu selama
kehamilan dan melahirkan.

E. Perkembangan Kebijakan serta Program Penurunan Mortalitas dan Morbiditas.


-Program Imunisasi Berhasil Tekan Morbiditas dan Mortalitas 7 Penyakit di
Indonesia
Program Imunisasi berhasil menekan morbiditas dan mortalitas tujuh penyakit di
Indonesia (Tuberkulosis, Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis, Campak, dan Hepatitis B).
Program Imunisasi di Indonesia dimulai pada tahun 1956 dan pada tahun 1990, kita telah
mencapai status Universal Child Immunization (UCI).
Indonesia bersama seluruh negara anggota WHO di Regional Asia Tenggara telah
menyepakati tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification
of Routine Immunization (IRI).Hal ini sejalan dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi
20

Nasional atau GAIN UCI yang bertujuan meningkatkan cakupan dan pemerataan
pelayanan imunisasi sampai ke seluruh desa di Indonesia.
Pada tanggal 18 Oktober 2011 akan dilaksanakan Pencanangan Kampanye Pemberian
Imunisasi Tambahan Campak dan Polio kepada Balita di 17 Provinsi, yaitu Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Lampung, Papua, NTB dan seluruh Provinsi di
Kalimantan dan Sulawesi.
Sumber: http://depkes.go.id
Analisis :program imunisasi berhasil tekan morbiditas dan mortalitas 7 penyakitdi
Indonesia
Dengan adanya program imunisasi, diharapkan dapat menurunkan angka kematian
karena 7 penyakit, angka kematian bayi, angka kematian kasar, angka kematian
berdasarkan jenis kelamin.Apabila program imunisasi tidak dijalankan maka ke 7 penyakit
tersebut dapat menjadi wabah yang akan meningkatkan kematian. Jika hal ini tidak segera
di tanggulangi makan akan membuat kerugian besar di segala bidang .Akan ada suatu
masa di mana Indonesia jumlahnya semakin berkurang.
Referensi

http://www.ziddu.com/download/4357268/MORTALITAS.pdf.html
Sumber: http://depkes.go.id
Mantra, Ida Bagoes.Demografi Umum.Pustaka Pelajar:
Budiarto, Eko.2003.Pengantar Epidemiologi.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

21

DAFTAR PUSTAKA
Achadiat, Chrisdiono M. 2004. Prosedur Tetap Obstetri dan Ginekologi, Jakarta :EGC.
Budiarto, Eko. 2003. Pengantar Epidemiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran,EGC.
Budi Utomo. 1985. Mortalitas: Pengertian dan contoh Kasus di Indonesia, Jakarta: Fakultas
Kesehatan Masyarakat, UI.
Keyfitz, Nathan. 1977. Cause of Death in Future Mortality. International Conference, Mexico
City Proceeding, Vol I.
Mantra, I.B. 2010. Demografi Umum. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar
http://who.or.id/ind/products/ow6/sub2/display.asp?id1#73
Moertiningsih, Sri Adioetomo & Samosir, Bulan Omas. 2010 . Dasar Dasr Demografi edisi
2. Jakarta : Salemba 4
Monintja, H.E. (2005), Penyakit-Penyakit Dalam Masa Neonatal, dalam Ilmu Kebidanan,
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
United Nations. 1970. Methods of Measuring Internal Migration, Manual VI. Population
Studues Series No. 47. New York.

22