Vous êtes sur la page 1sur 4

TERAPI KOMPLEMENTER

The effect of Reiki on blood hypertension


Dosen Pembimbing :
Ns. Rika Fatmadona, M.Kep Sp Kep MB

Oleh Kelompok 4
Marselly Resti

(1210322006)

Chindy Teguh Kersana

(1210322013)

Asteria Dwi Fani

(1210322016)

Mefita Hudriyah

(1210323010)

Aziva Angreni

(1210323029)

Lina Annisa Fauziyyah

(1210323032)

Monica Elvianita

(1210323035)

Elya Devianti

(1210323038)

Riza Ifna

(1110322014)

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
TAHUN 2015

ANALISA JURNAL

Judul

: Pengaruh Reiki pada Hipertensi

Judul Publikasi

: Acta Paulista de Enfermagem

Tahun Publikasi

: 2014

Tanggal Publikasi

: 2014

Tahun

: 2014

Penerbit

: Universidade Federal de So Paulo, Escola Paulista de Enfermagem

Tempat Publikasi

: Sao Paolo

Negara Publikasi

: Brazil

Subjek Publikasi

: Medical sciences nurses and nursing

Jenis Sumber

: Scholarly Journals

Bahasa Publikasi

: English

Jenis Dokumen

: Feature

ID Dokumen Proquest: 1619869052


URL Dokumen

: http://search.proquest.com/docview/1619869052?accountid=50268

Hak Cipta

: Copyright Universidade Federal de So Paulo, Escola Paulista de


Enfermagem 2014

Terakhir diperbarui : 08 11 - 2014


Basis Data

: ProQuest Nursing & Allied Health Source

Hasil Analisa

Hipertensi adalah suatu kondisi patologis dimana tekanan darah tubuh berada pada
situasi yang tidak normal. Hipertensi diakui sebagai faktor risiko utama untuk morbiditas dan
mortalitas kardiovaskular. Penyebab utama kematian di Brasil dan di seluruh dunia
ditemukan dalam kelompok penyakit kardiovaskular. Hipertensi mempengaruhi lebih dari
satu miliar orang di seluruh dunia dan prognosis menunjukkan bahwa pada tahun 2025
jumlah orang dengan masalah ini akan naik 29%.
Terapi komplementer dengan dimensi holistik dapat menjadi alat yang berguna untuk
mengatasi tantangan ini. Salah satu terapi komplementer yang digunakan untuk mengatasi
hipertensi dalam jurnal ini adalah Reiki.
Reiki adalah salah satu teknik Jepang yang bertujuan untuk membantu memulihkan
sistem energi tubuh, dengan merangsang proses penyembuhan alami dari proses tubuh.
Digunakan untuk mendorong relaksasi dengan cara pendekatan melalui kontak tangan oleh
terapis dengan cara menyalurkan energi mereka kepada pasien.
Reiki merangsang tubuh untuk menyeimbangkan dirinya sendiri, terutama dnegan
merangsang sistem kekebalan tubuh. D luar aspek fisik, energi yang disalurkan berpengaruh
pada aspek psikologis dan emosional, meningkatkan kemauan untuk mengubah kebiasaan
buruk kesehatan seprti merokok, pola makan yang tidak sehat.
Peran perawat dalam penggunaan terapi Reiki ini adalah dengan cara menerapakan
terapi ini pada beberapa diagnosa diantaranya gangguan tidur, nyeri akut dan kronis,
kecemasan: stres.
Metode ini dilakukan secara acak. Survei dilakukan di Sao Paolo, Brazil. Total
responden 170 orang dengan ukuran sampel 66 pasien yang dibagi menjadi 3 kelompok. 22
orang kelompok kontrol, 22 kelompok plasebo, dan 22 orang eksperimental. Kriteria inklusi
adalah tekanan darah diatas 140/90 mmHg. Kriteria eksklusi pasien dengan gejala hipertensi
dengan usia dibawah 18 tahun.
Dari hasil acak, kelompok eksperimen menerima terapi reiki, plasebo mendapat
teori tentang reiki dan kelompok kontrol hanya diam. Intervensi berlangsung 20 menit
pada semua kelompok dan tekanan darah diukur segera sebelum dan setelah intervensi,
oleh orang yang sama dan dengan instrumen yang sama.
Keberhasilan reiki diterima oleh kelompok eksperimen, disusul kelompok
plasebo dan kelompok kontrol. Keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh jenis kelamin
dan usia.

Kelemahan dari jurnal ini:


1. Ukuran sampel tidak menggambarkan dampak dari terapi, dari semua variabel yang
terlibat.
2. Tidak dijelaskannya metode Reiki dan bagaimana efeknya terhadap hipertensi
tersebut.
3. Dari sampel tidak dijelaskan berapa persentase antara laki-laki dan perempuan
4. Singkatnya waktu yang diberikan menyebabkan kurangnya partisipan untuk
berpartisipasi dalam penelitian
5. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang terapi ini.