Vous êtes sur la page 1sur 16

A.

Pengertian Akademi,Sekretaris,dan manajemen


1. Akademi
Akademi merupakan tempat yang menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam
satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan kesenian tertentu.
Akademi adalah lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan keahlian
khusus dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu, teknologi, atau seni yang
diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, instansi pemerintah lainnya
dan penyelenggara perguruan tinggi swasta yang pembinaannya dilakukan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan.
2. pengertian sekretaris
Seorang sekretaris memiliki peranan yang penting dalam sebuah organisasi, sebab seorang
sekretaris adalah seorang yang membantu pimpinan dalam melaksanakan tugas-tugas
perkantoran atau kedinasannya. Istilah sekretaris yang dikuti dari beberapa sumber
menyebutkan bahwa perkataan sekretaris berasal dari bahasa belanda secretaries atau
bahasa Inggris secretary berasal dari perkataan latin secretum. Jadi menurut asal usul
perkataannya, sekretaris berarti seorang petugas yang diberi kepercayaan untuk menyimpan
rahasia.
Menurut Wursanto (2008:1) sekretaris adalah Seorang pegawai atau karyawan yang dapat
memegang rahasia dalam menjalankan tugas pekerjaannya sehari-hari dan berperan sebagai
pembantu pimpinan. Sedangkan menurut Nuraeni (2008:3) sekretaris adalah Seorang
pegawai atau karyawan seorang yang bukan sekedar pembantu pimpinan, tetapi juga
seseorang dengan kualifikasi tugas pekerjaan dan tanggung jawab yang sangat tinggi
membantu pimpinan dalam melaksanakan tugasnya, tetapi sekretaris juga seseorang yang
memiliki kualifikasi tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab.
kata sekretaris berasal dari bahasa latin , secretum yang artinya Rahasia dan Orang yang
memegang rahasia disebut secretarium atau secretarius. jadi, bisa dikatakan.
Sekretaris adalah seseorang yang membantu seorang pemimpin atau badan pimpinan atau
perusahaan, terutama untuk penyelenggaraan kegiatan administratif yang akan menunjang
kegiatan manajerial seorang pemimpin atau kegiatan operasional perusahaan.
2.1 Berdasarkan ruang lingkup tugas sekretaris dikelompokkan menjadi 8(delapan) yaitu:
a. Tugas-tugas Rutin
Yaitu tugas-tugas yang dikerjakan setiap hari tanpa perintah. Tugas ini meliputi:

Membuka surat.
Menerima dikte.
Menerima tamu.
Menerima telepon.

Menyimpan arsip/surat.
Menyusun dan membuat jadwal kegiatan pimpinan.

b. Tugas-tugas Khusus
Yaitu tugas yang diperintahkan langsung oleh pimpinan kepada sekretaris dengan
penyelesaiannya secara khusus. Tugas ini diberikan karena adanya unsur kepercayaan bahwa
tugas sekretaris mampu menyimpan rahasia perusahaan. Tugas ini meliputi:

Mengonsep surat perjanjian kerjasama dengan relasi atau instansi luar.


Menyusun surat rahasia (confidential).
Menyusun acara pertemuan bisnis.
Pembelian kado atau cindera mata.
Dan lain-lain.

c. Tugas-tugas istimewa
Yaitu tugas yang menyangkut keperluan pimpinan, antara lain:

Membetulkan letak atau posisi alat tulis pimpinan serta perlengkapan yang
diperlukan.
Bertindak sebagai penghubung untuk meneruskan informasi kepada relasi.
Mewakili seseorang menerima sumbangan untuk dana atau keperluan kegiatan
lainnya.
Mengingatkan pimpinan membayar iuran atau asuransi dari suatu badan atau instansi.
Memeriksa hasil pengumpulan dana atau uang muka dari instansi yang diberikan
sebagai dana kesejahteraan.
Menghadiri rapat-rapat dinas, sebagai pendamping pimpinan selama mengadakan
pertemuan bisnis.
Mengadakan pemeriksaan peralatan kantor, mana yang perlu diperbaiki dan mana
yang tidak perlu diperbaiki atau penambahan alat-alat dan sarana kantor.

d. Tugas Sosial
Tugas sosial, meliputi:

Mengurusi Rumah tangga kantor.


Mengatur penyelenggaraan resepsi untuk kantor pimpinan beserta pengurusan
undangannya.

e. Tugas Keuangan
Biasanya sekretaris mengurusi keuangan yang dinamakan petty cash (uang cadangan/kas
kecil). Tugas keuangan ini antara lain:

Menangani urusan keuangan pimpinan di Bank, misalnya: penyampaian penyimpanan


uang di Bank, penarikan cek, pengambilan uang dari Bank.
Membayar rekening-rekening, pajak, sumbangan dana atas nama pimpinan.

Menyimpan catatan pengeluaran sehari-hari untuk pimpinan dan penyediaan dana


untuk keperluan sehari-hari.

f. Tugas Resepsionis
Tugas sekretaris sebagai resepsionis, yaitu:

Menerima dan menjawab telepon serta mencatat pesan-pesan lewat telepon.


Menerima tamu yang akan bertemu dengan pimpinan.
Mencatat janji-janji untuk pimpinan.
Menyusun acara kerja sehari-hari pimpinan.

g. Tugas insidental
Tugas ini merupakan pekerjaan yang tidak rutin dilakukan oleh sekretaris meliputi:

Menyiapkan agenda rapat, menyiapkan laporan, menyiapkan pidato atau pernyataan


pimpinan.
Membuat ikhtisar dari berita-berita dan karangan yang termuat dalam surat kabar,
majalah, brosur, dan media-media lain yang ada kaitannya dengan kepentingan
perusahaan.
Mengoreksi bahan-bahan cetakan, misal: brosur, undangan, formulir, dan daftar yang
dikonsep oleh perusahaan.
Mewakili pimpinan dalam berbagai resepsi atau pertemuan.

h. Tugas sekretaris dalam Business Meeting (pertemuan bisnis)


Pertemuan bisnis (Business Meeting) ini terjadi ketika dua orang atau lebih saling menerima
dan memberi sesuatu berupa informasi, menyimak kembali kemajuan, memecahkan masalah
dan menciptakan yang baru. Tugas inilah yang cukup berat dan melelahkan bagi sekretaris
untuk mengorganisir pertemuan-pertemuan tersebut.
2.2 Berdasarkan pendapat para pakar ahli mengenai tugas sekretaris adalah sebagai berikut:
a. Menurut H. Donald
Menyatakan bahwa hal-hal kedudukan pimpinan dan situasi organisasi perusahaan akan
menentukan sebagian besar tugas-tugas sekretaris. Hal-hal yang dimaksud adalah:

Menyalin atau mengisi transkrip dari stenografi atau warkat-warkat dari mesin dikte.
Membuat catatan pertemuan, menyusun dan memelihara arsip khusus.
Menyelesaikan urusan apapun dari masalah pribadi pimpinan yang diminati, dan lainlain.

b. Menurut M. Braum dan Ramon C. dari Portugal

Tugas dan tanggung jawab sekretaris tidaklah sama persis tetapi dapat dikelompokkan
sebagai berikut:

Merencanakan pekerjaan.
Menerima tamu.
Mengurus surat masuk dan surat keluar.
Menyiapkan pertemuan atau konferensi, dan lain-lain.

3. Pengertian manajemen
Menurut G. R. Terry, seperti yang dikutip oleh Sarwoto (1991), manajemen adalah suatu
proses yang terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC) yang
masing-masing menggunakan seni dan ilmu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Menurut Komaruddin Sastradipoera (2006), manajemen biasanya mengacu pada kegiatankegiatan seperti memimpin, merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan
mengawasi kegiatan-kegiatan dalam organisasi.
Sedangkan batasan manajemen menurut Stoner (1996), bahwa manajemen sebagai suatu
proses berarti suatu usaha yang sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Proses disini
merupakan serangkaian tindakan yang berjenjang, berlanjut, dan berkait dilakukan untuk
menggapai sesuatu yang telah ditetapkan. Tindakan ini meliputi: 1) perencanaan (planning),
2) pengorganisasian (organizing), 3) kepemimpinan (leading), dan 4) pengendalian
(controlling).
Batasan menurut Stoner & Wankel mengenai manajemen juga menunjukkan adanya
penggunaan seluruh sumber daya organisasi yang meliputi finansial, peralatan, informasi,
serta manusianya untuk mencapai tujuan.
Dalam pengertian lain menurut Azwar (1998), manajemen merupakan penyederhanaan sistem
yang menyatukan berbagai konsepsi kegiatan serta manajemen komponen-komponen sistem
untuk bisa seimbang dan berjalan dengan efektif dan efisien. Perangkat atau unsur dasar
manajemen yang mendasari segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan
pekerjaan manajemen dikenal dengan six Ms yakni: man, money, material, method, machine,
dan market. Untuk pekerjaan manajemen yang tidak bersifat mencari keuntungan, perangkat
manajemen yang biasa digunakan hanya mencakup four Ms, yakni: man, money, material,
dan method.
a. Manusia (man)
Manusia merupakan unsur penting dalam proses manajemen dimana setiap organisasi
bergantung pada manusia. Cepat atau lambatnya setiap keputusan mencakup unsur manusia.

b. Uang (money)

Merupakan sumber biaya yang diperlukan untuk mendanai berbagai kegiatan manajemen.
c. Material (material)
Merupakan sarana dan prasarana yang digunakan untuk menunjang kelancaran manajemen.
d. Metode (method)
Merupakan suatu cara atau sistem pengaturan yang diberlakukan dalam suatu organisasi
untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Manajemen memiliki fungsi-fungsi yang
digunakan untuk mengatur setiap unsur yang ada didalamnya agar berjalan sesuai dengan apa
yang diharapkan. Fungsi tersebut dikenal dengan POACE, yaitu: Planning, Organizing,
Actuating, Controling, dan Evaluating
3.1 Fungsi-Fungsi Manajemen
Kegiatan manajemen dilaksanakan dalam proses menyeluruh, berkesinambungan, dan
dilakukan secara formal. Prinsip-prinsip ini erat kaitannya engan pelaksanaan fungsi
manajemen. Ada banyak pendapat mengenai fungsi- fungsi manajemen, namun fungsi-fungsi
yang sering dipakai dalam proses manajemen adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan terlebih dahulu tujuan
yang diharapkan pada suatu jangka waktu tertentu atau periode waktu yang telah ditetapkan,
serta tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tersebut.
2) Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian pekerjaan yang
direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan
pekerjaan yang baik di antara mereka, serta pemeliharaan lingkungan dan fasilitas pekerjaan
yang pantas. Menurut Sarwoto (1991), pengorganisasian merupakan kegiatan untuk
mengalokasikan dan mendistribusikan tugas-tugas kepada para anggota kelompok,
mendelegasi kekuasaan dan menetapkan hubungan kerja antar anggota kelompok
3) Penggerakan (actuating)
Penggerakan dan pelaksanaan adalah tindakan-tindakan yang menyebabkan suatu organisasi
menjadi berjalan. George R. Terry dalam Sarwoto (1991), mengemukakan penggerakan
sebagai tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok suka berusaha untuk
mencapai sasaran-sasaran agar sesuai dengan perencanaan managerial dan usaha-usaha
organisasi.

4) Pengawasan (controlling)

Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan- pekerjaa


terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki. Rencana
betapapun baiknya akan gagal sama sekali bilamana manajer tidak melaukan pengawasan.
Dengan demikian, apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan, perlu
diadakan suatu tindakan perbaikan (corrective action). Pengawasan sebagai fungsi
manajemen berusaha untuk menyeimbangkan kesenjangan sehingga dapat dideteksi secara
dini, dicegah, dikendalikan atau dikurangi. Selain itu pengawasan ini dapat berfungsi untuk
mengembangkan efisiensi penggunaan sumber daya, efektivitas, dan tugas-tugas staf untuk
mencapai tujuan program dapat lebih terjamin. Sarwoto (1991) menuturkan bahwa ada 2
(dua) teknik pengawasan yang biasa dipakai dalam sebuah organisasi, yaitu pengawasan
langsung dan pengawasan tidak langsung. Selain itu, fungsi pengawasan fungsional, yaitu:
(1) apakah kebijaksanaan yang telah ditetapkan dijalankan oleh jajaran pelaksana atau tidak,
(2) penggunaan dana, (3) pemanfaatan sarana dan prasarana kerja, (4) ketaatan aparatur
pelaksana pada prosedur dan mekanisme kerja yang telah ditetapkan, (5) dan manajemen
sumber daya manusia.
5) Penilaian (Evaluating)
Menurut Siagian (1996), penilaian adalah pengukuran dan pembandingan hasil-hasil yang
nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai. Menurut Sastrohadiwiryo
(2005), bahwa berhasil tidaknya program pendidikan dan pelatihan akan banyak bergantung
kepada kegiatan evaluasi yang dilakukan. Atmodiwirio (2002), menyatakan bahwa evaluasi
pendidikan dan pelatihan bertujuan untuk: (1) Mendapatkan dan menganalisa informasi untuk
mengetahui pencapaian tujuan jangka panjang dan jangka pendek, (2) Mengetahui pengaruh
program pendidikan dan pelatihan terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas
instansi peserta pelatihan.
Jadi Akademi sekretaris dan manajemen merupakan tempat yang menyelenggarakan program
pendidikan profesional dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan dan
tekhnologi yang mempelajari lebih dalam dan spesifik tentang kesekretarisan dan
manajemen.
B. Kurikulum Pendidikan
Pendidikan sekretaris dan manajemen senantiasa berupaya menyediakan sumber daya
manusia terdidik di bidang Pendidikan sekretaris dan manajemen yang memiliki kemampuan
akademik dan profesional baik dalam jalur akademi maupun luar akademi. Oleh sebab itu
kurikulum program studi dikembangkan dengan mengacu pada kondisi, tuntutan, dan
kebutuhan serta perkembangan lapangan.
Sistem pengajarannya adalah sistem teori dan praktek dengan perbandingan 20% teori dan
80% praktek. Sistem pendidikannya menggunakan sistem SKS. Sistem SKS digunakan untuk
menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban
penyelenggaraan program.
Ciri-ciri dasar sistem kredit adalah:

a.

Tiap-tiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.

b.

Nilai kredit setiap mata kuliah ditentukan oleh frekuensi jam yang dipergunakan.

c.
Nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas besarnya usaha untuk
menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam proses perkuliahan, praktikum, kerja
lapangan, serta tugas-tugas lain.
Untuk penyelesaian program studi sekretari dan manajemen yang diikuti, besarnya nilaikredit
adalah sebagai berikut :
Jenjang Program D3 (Diploma 3) :110 -120 SKS termasuk tugas akhir.
Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri dari 16 minggu perkuliahan termasuk
UTS dan UAS, ditambah dengan 2 sampai 3 minggu kegiatan penyelesaian penilaian. Beban
studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan
kemampuan individu.
Pada umumnya orang bekerja rata-rata 6 - 8 jam selama 6 hari berturut-turut. Seorang
mahasiswa di lain pihak dituntut bekerja lebih lama, sebab tidak saja ia bekerja pada siang
hari, tetapi juga pada malam hari. Dalam keadaan normal, mahasiswa dapat bekerja rata-rata
siang hari 6- 8 jam dan malam hari 2 jam selama 6 hari berturut-turut. Untuk itu seorang
mahasiswa diperkirakan memiliki waktu belajar sebanyak 8-10 jam per hariatau 48-60 jam
per minggu. Oleh karena itu, satu nilai kredit semester kira-kira setara dengan 3 jam kerja,
maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 6-22 satuan kredit
semester.
Dalam menentukan beban studi satu semester perlu diperhatikan kemampuan individu. Hal
ini dapat dilihat dari hasil studi seorang mahasiswa pada semester yang lalu, dan diukur
dengan indeks prestasi (IP). Pada semester pertama mahasiswa hanya dapat mengambil
maksimum satuan program semester awal tersebut. Pada awal semester selanjutnya
mahasiswa dapat mengontrak beban studi sesuai dengan keinginan dan kemampuan.
Bagi mahasiswa yang memperoleh IP <_ 2,0 hanya dapat mengontrak beban studi maksimal
16 SKS, sedangkan bagi mahasiswa yang memperoleh IP >_ 3,2 dapat mengontrak beban
studi sampai dengan 24 SKS melalui konsultasi dengan pejabat yang diberi tugas, yaitu
penasehat akademik (PA).
Nilai Kredit Semester Untuk Perkuliahan Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran
penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui
kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan, kerja lapangan, kegiatan
terstruktur, dan kegiatan mandiri. Nilai satu kredit semester ditentukan sebagai berikut:
a. Bagi mahasiswa, satu kredit semester adalah beban studi untuk mengikuti tiga acara per
minggu, yaitu:.
- 50 menit mata kuliah teori dan 100 menit untuk mata kuliah praktik, acara tatap muka
terjadwal dengan tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk mata kuliah

- 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi mahasiswa yang tidak
terjadwal, tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk penyelesaian
tugas-tugas pekerjaan rumah
- 60 menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa
secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau tujuan lain suatu tugas, misalnya
dalam bentuk membaca buku referensi, diskusi di luar kuliah dalam rangka mendalami materi
kuliah.
b. Bagi tenaga pengajar, satu kredit semester adalah beban penyelenggaraan pendidikan untuk
menyelenggarakan tiga acara per minggu, yaitu :
- 50 menit untuk mata kuliah teori dan 100 menit untuk mata kuliah praktik, acara tatap muka
terjadwal dengan mahasiswa
- 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur
- 60 menit pengembangan materi mata kuliah
Penerapan Sistem Kredit pada Akademi sekretari dan manjemen adalah agar lembaga
dimungkinkan dapat lebih memenuhi tuntutan pembangunan bidang seni budaya, karena di
dalam sistem kredit dimungkinkan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan
fleksibel. Dengan demikian mahasiswa dapat memiliki kemungkinan yang lebih luas untuk
memilihnya.
Secara khusus penerapan sistem kredit semester ini bertujuan untuk:
1. Mernberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang berprestasi agar dapat
menyelesaikan studinya dalarn waktu yang sesingkat-singkatnya.
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam merencanakan pengambilan mata
kuliah yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
3. Memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output jamak dapat
dilaksanakan.
4. Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu
dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.
5. Memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat
diselenggarakan sebaik-baiknya.
6. Memungkinkan pengalihan kredit antarjurusan ataupun antarprogram dalam suatu
perguruan tinggi.
7. Memungkinkan perpindahan mahasiswa dari Akademi Musik ini ke perguruan tinggi seni
yang lain, ataupun sebaliknya.

Sesuai dengan rancangan kurikulum Nasional tahun 2000, Mata kuliah untuk Program Studi
Seni Musik terdiri dari mata kuliah yang termasuk kompetensi utama, kompetensi
pendukung, atau penunjang lainnya.
Kelompok mata kuliah terdiri dari:
1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)
2. Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
3. Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB)
4. Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB)
5. Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB)
1. Sektetaris
Lulusan yang ingin dihasilkan melalui program pendidikan ASM adalah calon tenaga
profesional yang berjiwa Pancasila, mempunyai kemampuan akademik dan profesionalisme,
yang mampu melaksanakan tugasnya dalam mengisi tuntutan lapangan pekerjaan dengan
kompetensi dalam bidang kesekretariatan dan ditunjang kemampuan manajerial.
Tujuan Umum
Diarahkan pada hasil lulusan yang menguasai kemampuan dalam bidang kerja yang bersifat
rutin maupun tidak rutin secara mandiri, mampu melakukan pengawasan dan bimbingan serta
mempunyai keterampilan manajerial.
Tujuan Khusus
Disamping tujuan umum, Program Studi Sekretari mempunyai tujuan khusus guna
menghasilkan lulusan yang:
1. Mampu mengisi jabatan dan dapat melaksanakan tugas dibidang kesekretariatan;
2. Mampu mengembangkan/memajukan lembaga tempatnya bekerja;
3. Mampu mengamati, menganalisis serta mengamalkan ilmu pengetahuannya untuk
melakukan pekerjaan bidang kesekretariatan;
4. Memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan pada umumnya serta ilmu sosial dan budaya
pada khususnya.
Pada akhirnya lulusan AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN Program Studi
Sekretari akan mendapatkan sebutan professional Ahli Madya (A.Md.) pengelola
kesekretariatan, sesuai dengan Surat Dirjen DIKTI Depdiknas Republik Indonesia Nomor
2726/D/T/K-IV/2010, tanggal 01 Juli 2010.
Dosen Pengajar

Dosen ASM terdiri dari para praktisi dan akademisi berpengalaman dibidangnya, berlatar
belakang pendidikan Sarjana (S-1), Master/Magister (S-2), dan Doktor (S-3), lulusan dalam
maupun luar negeri.
KELOMPOK SEKRETARI
NO

KELOMPOK
MATAKULIAH

EKSEKUTIF

PUBLIC RELATIONS

SKS

SKS

MPK

7,2

7,2

MKK

28

25,2

28

25,2

MKB

52

46,8

52

46,8

MPB

7,2

7,2

MBB

15

13,6

15

13,6

111

100

111

100

JUMLAH

2. Program Studi Manajemen


Lulusan yang ingin dihasilkan melalui program pendidikan ASM adalah calon tenaga
profesional yang berjiwa Pancasila, mempunyai kemampuan akademik dan profesionalisme,
yang mampu melaksanakan tugasnya dalam mengisi tuntutan lapangan pekerjaan dengan
kompetensi dalam bidang Manajemen Administrasi serta ditunjang kemampuan manajerial.
Tujuan Umum
Diarahkan pada hasil lulusan yang menguasai kemampuan dalam bidang kerja yang bersifat
rutin maupun tidak rutin secara mandiri, mampu melakukan pengawasan dan bimbingan serta
mempunyai keterampilan manajerial.

Tujuan Khusus

Program Studi Manajemen Administrasi mempunyai tujuan khusus guna menghasilkan


lulusan yang :
1. Mampu mengisi jabatan dan dapat melaksanakan tugas dibidang manajemen administrasi;
2. Mampu mengembangkan/memajukan lembaga tempatnya bekerja;
3. Mampu mengamati, menganalisis serta mengamalkan ilmu pengetahuannya untuk
melakukan pekerjaan dibidang manajemen administrasi;
4. Memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan pada umumnya serta ilmu sosial dan budaya
pada khususnya.
Pada akhirnya lulusan AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN Program Studi
Manajemen Administrasi akan mendapatkan sebutan professional Ahli Madya (A.Md.)
pengelola keuangan (konsentrasi Akuntansi), pengelola administrasi kantor (konsentrasi
Perkantoran), pengelola administrasi hotel (konsentrasi Perhotelan) dan pengelola
administrasi bisnis (konsentrasi Bisnis), sesuai dengan Surat Dirjen DIKTI Depdiknas
Republik Indonesia Nomor 2726/D/T/K-IV/2010, tanggal 01 Juli 2010
Dosen Pengajar
Dosen ASM terdiri dari para praktisi dan akademisi berpengalaman dibidangnya, berlatar
belakang pendidikan Sarjana (S-1), Master/Magister (S-2), dan Doktor (S-3) lulusan dalam
maupun luar negeri.
Sebaran Bobot Kredit Semester (SKS) Berdasarkan Kelompok Matakuliah :
KELOMPOK ADMINISTRASI

KELOMPOK
NO
MATAKULIAH

PERKANT
AKUNTANSI PERHOTELAN BISNIS INFORMATIKA PERBANKAN
ORAN

SKS

SKS

SKS

SKS %

SKS

SKS

MPK

7,02

7,02

7,02

7,02

6,96

6,96

MKK

34

28,8

31

27,1

22

40,35

46 19,3

37

32,2

46

40

MKB

49

43

52

45,6

65

57

37 32,5

53

46,1

41

35,65

MPB

7,02

7,02

7,02

6,96

6,96

MBB

13

13,2

15

12

13,16

15 10,5

7,83

12

10,53

7,02

13,2

JUMLAH

114

100

114

100

114

100

115 100

115

100

115

C. Deskripsi Pengguna dan Kegiatan


Adapun Program Kegiatan pada Akademi Sekretari dan Manajemen Terdiri dari Delapan
jurusan, yaitu Jurusan sekretari eksekutif,sekretari public relation, manajemen
perhotelan,manajemen akuntansi,manajemen perkantoran, manajemen bisnis,manajemen
informatika, dan manajemen perbankan. Pengguna Akademi sekretari dan manajemen ini
yaitu; Mahasiswa, Dosen/ Staff karyawan, dan Pengelola. Adapun kegiatan yang berlangsung
pada akademi ini yang disesuaikan dengan fungsi ruangannya.
D. Deskripsi Perilaku
Akademi ini ditekankan pada kegiatan pengguna saja yaitu mahasiswa, dosen/staff pengajar
dan pengelola
Kegiatan mahasiswa yaitu aktivitas belajar yang dilakukan di ruang kuliah pada saat mata
kuliah teori, mata kuliah praktek yang berlangsung di studio ataupun dilakukan pada saat
pargelaran mahasiswa melakukan kegiatan di gedung pertunjukkan. Kegiatan dosen/ staff
pengajar adalah yang bertugas mendidik mahasiswa dalam mata kuliah praktek maupun teori
serta mengatur administrasi mahasiswa yang kegiatannya berlangsung di ruang dosen/ tata
usaha/ kantor. Dan pengelola terdiri dari semua jajaran direksi yang memiliki urusan dengan
akademi tersebut.
1. Mahasiswa
DATANG
(MOBIL,MOTOR,KEND
ARAANUMUM)

PLAZA

TAMAN

BELAJAR

MEETING POINT

CAFE
PULANG

2. Dosen / staff

PERPUSTAKA
AN

100

DATANG
(MOBIL,MOTOR,KEND
ARAANUMUM)
KANTOR

MENGAJAR

MEETING POINT

CAFE
PULANG
PERPUSTAKA
AN

3. Pengelola

DATANG
(MOBIL,MOTOR,KEND
ARAANUMUM)
KANTOR

MEETING POINT

CAFE
PULANG
PERPUSTAKA
AN

E. Deskripsi Kebutuhan Ruang dan Besaran Ruang

Adapun kebutuhan ruang untuk Akademi sekretari dan Manajemen Antara lain :
1. Gedung pengelola
Terdiri dari:

R. Direktur
R. Wakil Direktur
R. Pembantu Direktur
R. Administrasi
R. dosen
R. Rapat
R. Tunggu
Lavatory
Pantri

2. Gedung Utama
Terdiri dari:

Lab. Komputer
Lab. Perkantoran
Lab. Mengetik
Lab. Bahasa
Perpustakaan
R. Kelas
UKK(Unit Kesehatan Kampus)
Aula
Koperasi Mahasiswa
R. Senat (Himpunan)
Dapur

3. Gedung Penunjang
Terdiri dari:

Kantin
Mushola

F. Objek Survey

Objek yang dijadikan penelitian oleh kami adalah Sistem Informasi Akademik yang ada di
Akademi Sekretari dan Manajemen Taruna Bakti. ASMTB adalah instansi pendidikan di
bawah naungan Yayasan Pendidikan Taruna Bakti yang menyelenggarakan program
pendidikan diploma 3 (D-3) yang berlokasi di Jl. L.L.R. Martadinata no. 93, 95 Bandung
40115 Telp. (022) 4205888 fax. (022) 4204273.
1. Sejarah Singkat Instansi

4.
Objek yang dijadikan penelitian oleh penulis adalah Akademi Sekretari dan Manajemen
Taruna Bakti. ASMTB adalah instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan
Taruna bakti yang menyelenggarakan program pendidikan diploma 3 (D-3) yang berlokasi di
Jl. L.L.R. Martadinata no. 93, 95 Bandung 40115 Telp. (022) 4205888 fax. (022) 4204273
4.1 Sejarah singkat Instansi