Vous êtes sur la page 1sur 22

HUMAN SETTLEMENT PLANNING

AND DESIGN
REZA P. REGIPTA
CHESARIAJENG MERLINA
SUBHAN KODRAT
MUHAMMAD KHALID M
ANISA FINY

13512086
13512115
13512129
13512139
13512132

S PAT I A L A N D S T R U C T U R A L
PRINCIPLES OF SETTLEMENT
MAKING : YOGYAKARTA

JALUR TRANSPORTASI MODE A

transportasi publik dan kendaraan


pribadi di rute yang memililki akses
terbatas: Bis, taxi, dan kendaraan
pribadi.

JALUR TRANSPORTASI MODE B

Rel kereta api yang dilalui moda


transportasi besar yaitu kereta api.

JALUR TRANSPORTASI MODE C

Jalur yang bebas dilewati moda


transportasi umum dan pribadi.

TRANSPORTASI MODE A

TRANSPORTASI MODE B

Jalan Ring road utara


Jalur yang dilewati mode transportasi campuran (kendaraan pribadi dan
umum.

Jalur yang dilewati semua mode transportasi (kendaraan pribadi dan


umum, pejalan khaki, dan mode transportasi besar seperti kereta api.

JALUR TRANSPORTASI MODE C

Jalan Jenderal Sudirman


Jalur yang dilewati mode transportasi lokal, seperti kendaraan umum, pribadi, sepeda,
dan pejalan kaki

S PAT I A L A N D S T R U C T U R A L
PRINCIPLES OF SETTLEMENT
MAKING : BERLIN

THE PRINCIPLES OF REINFORCEMENTS


Prinsip yang penting untuk membuat sebuah pemukiman dimana
semua elemen berkaitan satu sama lain dan saling memperkuat
satu sama lain.
A
B
C

transportasi publik dan kendaraan pribadi di rute yang


memililki akses terbatas: Bis, taxi, dan kendaraan
pribadi.
kendaraan transportasi umum besar: kereta
kendaraan transportasi umum kecil : bus, taxi,
kendaraan pribadi

JALUR TRANSPORTASI MODE A

transportasi publik dan kendaraan


pribadi di rute yang memililki akses
terbatas: Bis, taxi, dan kendaraan
pribadi.

JALUR TRANSPORTASI MODE B

Rel kereta api yang dilalui moda


transportasi besar yaitu kereta api.

JALUR TRANSPORTASI MODE C

Jalur yang bebas dilewati moda


transportasi umum dan pribadi.

THE PRINCIPLES OF CONCENTRATION


ALONG ROUTES
Fasilitas dan aktivitas intensif di sepanjang jalan harus diikuti
oleh pengembangan yang merata. Aksesibilitas ke segala
fasilitas berbeda di sepanjang jalan tidak sama, karena di area
yang lebih mudah diakses akan lebih banyak aktivitas yang
terkonsentrasi di sana.
Pengembangan akan lebih terkonsentrasi di jalur yang memiliki
aktivitas yang lebih intensif. (Area Komersil, perkantoran, dll)
Sedangkan di jalur yang aktivitasnya kurang intensif
pengembangan cenderung kurang merata.

CONTOH PRESEDEN
Contoh berikut diambil dari sebuah blok di kota Boston. Dimana sebuah jalan di suatu kawasan
residensial bersimpangan dengan jalan utama W Broadway, sehingga di sepanjang jalan tersebut
terdapat konsentrasi bangunan komersial.

KONSENTRASI BANGUNAN KOMERSIAL

DEVELOPMENT ALONG ROUTES IN YOGYAKARTA

Contoh kawasan komersial di kota Yogyakarta yang terkonsentrasi adalah kawasan Tugu Yogyakarta. Karena tempatnya yang strategis dan terletak dekat dengan area
landmark kota Yogyakarta, pengembangan lebih terpusat di sekitar perempatan Tugu Yogyakarta.
Tugu Yogyakarta terletak di perempatan jalan Jenderal Sudirman, Jl. Moh Sangaji, Jl. Diponegoro, dan Jl. Margo Utomo yang merupakan jalan utama yang dilalui bermacam
moda transportasi seperti kendaraan, sepeda, dan pejalan Kaki. Karena itu banyak bangunan komersil berkembang di area tersebut karena aksesibilitas yang mudah dilalui dan
karena banyaknya konsentrasi pengguna jalan pada area itu.
KONSENTRASI BANGUNAN KOMERSIAL

Pengembangan fasilitas komersial di blok ini sudah terkonsentrasi pada area yang strategis, yaitu pada perempatan Tugu Yogyakarta yang merupakan
pertemuan 4 jalan utama. Tetapi bangunan komersial yang terkonsentrasi belum berbentuk sebuah blok, karena layout kota Yogyakarta yang belum
menetapkan grid.

Bangunan Komersil
di Jl. Diponegoro

Bangunan Komersil
di Jl. Diponegoro

Bangunan Komersil
di Jl. Jenderal
Sudirman

Bangunan Komersil
di Jl. Poncowinatan

BLOK AREA AGRIKULTUR

BLOK DENGAN DOMINAN


RESIDENSIAL

BLOK FASILITAS PUBLIK


DAN KOMERSIL

BLOK DENGAN DOMINAN


RESIDENSIAL

1.
13.
14.
16.

Fasilitas untuk publik


Area Perumahan informal dengan pemandian umum dan laundry
Space sosial untuk anak anak bermain
Area perumahan yang didominasi pejalan kaki

BLOK AREA AGRIKULTUR

BLOK FASILITAS PUBLIK


DAN KOMERSIL

1.
2,3.
4.
5.
6.
7.
8.

FASILITAS UNTUK PUBLIK


FASILITAS PENDIDIKAN
SPACE UNTUK PARKIR ATAU KEGIATAN PUBLIK
JALAN UTAMA UNTUK MENGAKOMODASI
PARKIR
PASAR UTAMA UNTUK KEGIATAN JUAL BELI
INFORMAL YANG AKSESIBEL
ZONA MIXED USE
ZONA SERVICE UNTUK MENDUKUNG
KOMERSIL

1.
2,3.
9.
11.
12.

Fasilitas untuk publik


Fasilitas pendidikan
Taman publik untuk kegiatan agrikultur
Halaman depan yang terletak di ujung rute terputus
Terdapat pusat manufaktur

BLOK FASILITAS PUBLIK


DAN KOMERSIL (TIPE A)

AREA PERUMAHAN
JALAN BESKALAN

ZONA UNTUK PARKIR


JALAN MALIOBORO

Dari satu blok yang dipilih didapatkan fasilitas fasilitas


sebagai berilkut :
Fasilitas Publik
Fasilitas Pendidikan
Space untuk parkir atau kegiatan publik.
Zona Mixed Used
Area Perumahan Yang Didominasi Oleh Pejalan Kaki

FASILITAS PENDIDIKAN
JALAN GADEAN 5 NGUPASAN

FASILITAS PUBLIK
JALAN MARGO MULYO / JL A. YANI
Dari blok yang diambil di kawasan Malioboro
dan Keraton yang merupakan kawasan
publik dan residensial, belum memenuhi
kriteria yang ditetapkan oleh teori
sebelumnya. Blok yang dipilih masih belum
memiliki :
Jalan utama untuk mengakomodasi parkir
Zona service untuk mendukung komersil

ZONA MIXED USED


JALAN MARGO MULYO / JL A. YANI

MOVEMENT NETWORK
Movement network didenisikan secara luas sebagai jaringan akses publik
yang mengakomodasi transportasi darat dengan metode transportasi
lainnya. Movement network dapat juga didenisikan sebagai layout jalan.

PERAN MOVEMENT NETWORKS PADA


DAERAH PEMUKIMAN

ELEMEN MOVEMENT NETWORK


Terdiri atas hubungan dan persimpangan jalan publik, yang memiliki sistem
yang bertumpukan di satu jalan tersebut untuk mode transportasi yang
berbeda beda, seperti jalan kendaraan, jalan pedestrian, dan jalur sepeda.
dengan kata lain, suatu jalur yang mengakomodasi moda transportasi
kendaraan, sepeda, maupun pejalan kaki.

Hubungan Antara Jalur Khusus Kendaraan Dengan Jalur Moda Transportasi


Campuran High Order. Terdapat penghubung antara jalur khusus kendaraan
dengan jalur transportasi campuran.

MOVEMENT NETWORK
Jalur yang menerapkan beberapa moda
transportasi ke dalam satu jalur tersebut,
seperti kendaraan, sepeda, dan pejalan kaki.

Contoh preseden jalan yang menerapkan beberapa moda transportasi pada satu jalur, yaitu di
kota San Francisco Amerika Serikat, di Jalan Market Street. Terdapat jalan khusus kendaraan,
sepeda, pejalan kaki, dan Tram.

JALUR KENDARAAN

JALUR KHUSUS SEPEDA


JALUR PEJALAN KAKI
JALUR TRAM

Di Kota Yogyakarta sendiri sudah


memiliki jalur transportasi yang
mendukung beberapa moda transportasi
dalam satu jalur. Tepatnya di jalan
Jenderal Sudirman.

Pembagian rute moda transportasi


di Jl Jendral Sudirman

JALUR KENDARAAN

JALUR KHUSUS SEPEDA


JALUR PEJALAN KAKI

MOVEMENT NETWORK

VEHICLE ONLY LINK

MIXED MODE LINK

HUBUNGAN ANTARA JALUR KHUSUS KENDARAAN


DENGAN MIXED MODE LINK (CAMPURAN)

JALAN KELORAN SELATAN - RINGROAD SELATAN

JALAN SETURAN - RINGROAD UTARA

JALAN JANTI - JALAN RAYA SOLO

Preseden diambil dari hubungan Vehicle only link dan High order mixed mode link di kota
Portland Amerika Serikat.

LAND USE FRAME WORK PLAN


KARAKTERISTIK AKTIVITAS MAYOR:

Activity Center
Mix Use Residential
Residential
Local Route
Rapid Transit Route
Parking Area

Pusat kegiatan kecil (Minor Activity center) telah terbentuk dimana konsentrasi aktivitas yang
diinginkan yaitu untuk melayani lingkungan sekitarnya , namun ketersediaan lahan terbatas . Pusat
kegiatan minor memberikan kesempatan untuk transisi penggunaan saat ini untuk lebih berointasi pada
pola pembangunan dari waktu ke waktu , meskipun skalanya yang lebih kecil daripada yang diantisipasi
pada pusat kegiatan utama .

LAND USE FRAME WORK PLAN


KARAKTERISTIK AKTIVITAS MAYOR:
Major Activity center

Pusat kegiatan utama (major activity center) merupakan pusat dimana lebih memiliki pola yang
intensif dalam pembangunan , memiliki tingkat yang lebih intensif pada konsentrasi rencana kegiatan.
Pusat kegiatan utama juga dibedakan oleh pola konsolidasi kepemilikan yang dapat meningkatkan
peluang pengembangan kedepannya.

Jalan Malioboro

Activity Center
Mix Use Residential
Residential
Local Route
Rapid Transit Route
Parking Area

ACTIVITY
CENTER

MIX USE
RESIDENTAL

KAWASAN
PENDUDUK

RAPID
TRANSIT
ROUTE

EXITING
SINGLE FAMILY
RESIDENTAL

MIX USE

HIGH RESIDENTAL

COMERCIAL

MEDIUM RESIDENTAL

OFFICE