Vous êtes sur la page 1sur 29

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kelompok 3

Brenda Andriyan P P27825114007


Cindy Puspitasari P27825114022
Refi Aulia K P27825114034

ABSES DAN TRAUMA


DENTOALVEOLAR

Abses
Abses Gigi adalah suatu kondisi
yang dapat ditemukan pada
gigi dimana infeksi dari bakteri
menyebabkan jaringan gusi
menjadi
rusak
sehingga
terbentuk pus(nanah) pada
gusi

Tanda dan Gejala Abses Gigi


- Sakit gigi berdenyut, parah
- Sensitivitas terhadap suhu panas dan
dingin
- Sensivitas terhadap tekanan
mengunyah atau menggigit
- Demam, Suhu meningkat
- Pembengkakan di wajah atau pipi
- Pembengkakan kelenjar getah bening
di bawah rahang atau di leher
- Bau mulut tidak enak (halitosis)

PENYEBAB
Bakteri yang menginfeksi dan menyebar di
dalam gigi, gusi atau jaringan yang ada
sekitarnya.
Terdapat kotoran atau benda asing di
daerah tempat terjadinya infeksi.
Terdapat gangguan sistem kekebalan.

PEMBENTUKAN ABSES

ABSES PERIAPEKS

Merupakan
kelanjutan
dari
pulpitis
ireversible. Jika peradangan berkembang
menjadi pembengkakan ekstraoral. Biasanya
pembengkakan didahului dengan rasa sakit
yang parah dan konstan . Pasien seringkali
dapat menunjukkan lokasi gigi yng terlibat
sebab gigi itu sakit sewaktu digunakan

PENATALAKSANAAN:
1. Lakukan drainase, lebih baik melalui saluran akar.
Instruksikan pasien agar menggunakan larutan hangat
sebagai pencuci mulut.
2. Buat insisi kecil pada bagian yang paling fluktuan dari
pembengkakan tersebut untuk memancing drainase bila
pembengkakan sangat besar. Prosedur ini dapat dilakukan
dengan
mengulaskan
pasta
anastesi
topikal
atau
menyemprotkan etil klorida pada daerah yang akan diinsisi
dan tusuk pembengkakan tersebut memakai pisau scalpel
3. Beri antibiotik bila drainase tidak produktif
4. Cabut gigi yang terlibat setelah infeksi akut reda, atau
langsung dicabut dengan bantuan anastesi umum

Penatalaksanaan
tergantung pada:
Kondisi gigi yang terlibat
Derajat kerusakan tulang yang terlihat
pada rontgen foto
Peranan gigi tersebut sebagai pilar
untuk protesa cekat atau lepasan
Apakah gigi tersebut gigi primer atau
sekunder
Keadaan seluruh mulut, dan perilaku
(keinginan?) pasien

ABSES PERIODONTAL

Keluhan yang paling umum


adalah serangan rasa sakit yang
dalam dan mendadak pada gigi
sewaktu pasien sedang
mengatupkan giginya

PENATALAKSANAAN
1. Pada tahap awal berikan antibiotik
(penicilin v 250 mg empat kali selama lima
hari, metronidazole 200 mg tiga kali sehari
selama 5 hari, atau erythromycin 250 mg
empat kali sehari selama lima hari)
2. Instruksikan pasien untuk kumur kumur
memakai air hangat
3. Atur agar tidak terjadi kontak oklusal
dengan gigi antagonis
4. Pastikan bahwa pasien bersedia datang
kembali untuk mendapatkan perawatan
lebih lanjut setelah fase akut mereda

5. Lakukan drainase jika abses telah


mencapai fluktuasi.
6.
Abses
yang
terlokalisir
bisa
berkembang menjadi selulitis.
7. Lakukan terapi endodontik setelah
fase akut berkurang jika diduga ada
kombinasi lesio perio-endo
8. Lakukan pencabutan gigi jika sudah
terjadi kerusakan yang parah pada
jaringan pendukung gigi tersebut.

ABSES GINGIVA

Kerusakan fisik pada gingiva seperti


kadang-kadang terjadi akibat tusuk gigi.
Muncul sebagai pembengkakan
berwarna merah yang terlokalisir. Gigi
yang terlibat terasa sakit sewaktu
menggigit

PENATALAKSANAAN
Lakukan drainase.
Instruksikan pasien untuk
kumur kumur dengan air
hangat

PERIKORONITIS

Infeksi ini timbul dibawah gusi yang


bengkak di sekeliling mahkota gigi
yang baru tumbuh sebagian. Paling
banyak terjadi pada gigi molar
ketiga bawah, molar ketiga atas.
Pasien mengeluh adanya rasa sakit
yang konstan , seringkali parah dan
menyebar dari gigi yang terlibat

Tanda-tanda klinis :

Pembengkakan berwarna merah dan


jaringan yang sebagian menutupi
gigi yang terlibat dari mana pus
akan mengalir keluar bila daerah
tersebut ditekan dengan probe yang
tumpul. Jaringan ini dan sebagian
pipi yang terlibat terulserasi.

Tanda dan gejala :


1. Trismus
2. Foetor oris (bau mulut)
3. Pembengkakan wajah pada
daerah sudut mandibula
4. Limfadenitis
5. Pireksia (demam)

PENATALAKSANAAN
1. Lokal : irigasi dibawah gusi yang
bengkak. Berikan asam triklorasetik
dengan sangat hati-hati dibawah gusi
yang bengkak: dan selalu netralisir
dengan gliserin sebelum asam tersebut
mencederai pasien
2. Umum : Intruksikan pasien berkumur
kumur dengan air hangat. Berikan
metronidazole 200 mg tiga kali sehari
selama lima hari, atau penisilin v 250 mg
empat kali sehari selama lima hari.
Lakukan pemeriksaan kembali pada hari
terakhir untuk mencabut gigi molar ketiga

TRAUMA DENTO ALVEOLAR

Merupakan cedera pada gigi akibat trauma,


sehingga menyebabkan gigi dan jaringan
pendukung gigi terkena daya yang
berlebihan , akibatnya gigi menjadi patah
dan berpindah tempat. Selain itu juga
mengakibatkan menjadi cidera pada gusi
dan tulang

Penyebab
Penyebab utama cedera ini
adalah akibat terjatuh,
kecelakaan lalu lintas,
tindak kekerasan dan
olahraga.

Patogenesis
Bakteri
menginvasi
kamar
pulpa
gigi
menyebabkan
pulpitis dan kemudian pulpa
nekrosis. Infeksi menyebar ke
apikal dari akar menuju tulang
dan dilanjutkan ke jaringan
lunak.

Penatalaksanaan
1. Membersihkan
luka
:
dengan
menggunakan cairan antiseptik
2. Merawat luka :
a. Splinting dengan arch bar, wiring
atau menggunakan
alat cekat
orthodontic

Splinting
arch bar

Wiring

alat cekat orthodontic

b. Perawatan fraktur gigi dan prosesus


alveolaris dilakukan dengan
mempertimbangkan 3 hal:
Tahap pertumbuhan ujung akar gigi
Luas dan trauma pada gigi
Keadaan prosesus alveolaris yang
menyangga gigi terlibat trauma
c. Perawatan
1. Perawatan trauma pada gigi dengan akar
gigi telah tumbuh sempurna, goyang
tetapi
tidak
avulse
atau
impaksi,
diperlakukan sebagai gigi vital

2. Evaluasi 1 minggu gigi non


vital, perawatan dilanjutkan
dengan perawatan saluran
akar secara endodontic
3. Pada gigi avulse: perawatan
endodontic
dilanjutkan
dengan reposisi dan fiksasi
4. Pada gigi intrusi dilakukan
traksi perlahan dengan alat
cekat orthodontic

Proses Operasi Bedah Dentoalveolar


Gunakan
anastesi
lokal
yang
digunakan untuk nyeri pasca operasi
Antibiotik diberikan pada operasi ini
namun
penggunaan
dipertimbangkan
Deksametason
8
mg
dapat
digunakan
untuk
mengurangi
pembengkakan pasca operasi

Pengambilan gigi
- Tang ekstrasi gigi cukup baik untuk ekstraksi
sederhana
- Pengambilan tulang dan pengambilan gigi dengan
bor atau pahat mungkin diperlukan
Konsep flap mukoperiosteal
Hal ini dilakukan untuk menunjang pengambilan
tulang disekitar gigi yang impaksi.
Konsep pengambilan tulang
Alat dan bahan :
Pendingin, suction, bor, pahat
Ekstraksi gigi
Tang, luksator
Penutupan
Jahitan yang dapat diserap

Pasca Bedah
- Analgesik
- Paracetamol
- Jangan kumur kumur terlalu kuat
selama 24 jam
- Berkumur dengan air garam
hangat satu sendok garam dalam
satu cangkir air hangat, tahan
dimulut selama 1 menit, tetap
bersihkan gigi dengan pasta