Vous êtes sur la page 1sur 30

Askep

APENDICITIS
KELOMPOK 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

BIMANDA RUMADHANA
BUDIONO
CEKO FRANSISKO
DITIYA RAHMATUL A
DWI PERSITTYAWATI
DWI WAHYUNI N
DZUROTUN NAFISAH
AGUS KRISTANTO
EIUS WIDANINGSIH C

2015 11 056
2015 11 057
2015 11 058
2015 11 063
2015 11 064
2015 11 065
2015 11 066
2015 11 092
2015 11 093

KONSEP PENYAKIT

APENDICITIS

APENDICITIS

KASUS YANG SERING TERJADI


DI NEGARA BERKEMBANG

52 KASUS / 100.000 ORANG

RENDAH KONSUMSI SERAT

fisiologi
APENDIC
Suatu organ yang terdapat pada sekum
yang terletak pada proximal colon,
ditemukan pada manusia, mamalia, burung
dan beberapa jenis reptil
FUNGSI
Sebagai organ imunologik dan secara
aktif berperan dalam sekresi immunoglobin
(Ig-A) walaupun dalam jumlah kecil

fisiologi
ANATOMI
Berbentuk tabung dengan
panjang kira-kira 10 cm dan
berpangkal pada sekum, tepatnya di
daerah perbatasan dengan usus
ileum
Posisi Retrocaecal (74%),
Pelvic
(21%),
Patileal(5%),
Paracaecal (2%), subcaecal(1,5%)
dan preleal (1%)

pengertian
APENDISITIS
Proses radang yang timbul secara
mendadak oleh adanya penyumbatan lumen
apendiks yang disebabkan oleh berbagai faktor

etiologi

Sumbatan : Hyperplasia (60%), Fekalit


(35%), Benda Asing (4%), Lainnya (1%)

Bakteri : Bacteriodes fragililis dan E.coli

Familiar : Herediter Apendiks panjang,


vaskularisasi yang tidak baik dan letak
apendiks

Faktor ras dan diet : Kebiasaan dan pola


makanan sehari-hari

klasifikasi
Ap. Akut Katarhalis Sekresi mukosa menumpuk
dalam lumen apendiks
Ap. Akut Purulenta Vena terbendung shg terjadi
infeksi serosa
Ap. Akut Gangrenosa Arteri terbendung
Ap. Perforata App pecah
Ap. Infiltrat yang Fixed Nanah menyebabkan
perionitis generalisata
Ap. Abses Masa lokal yang terbentuk berisi
nanah
Ap. Kronis Jika apendisitis infiltrat menyembuh
dengan adanya gejala hilang timbul

Ambulasi
Def perawatan diri
NOC : Klien bersih
NIC : Higiyene Kx

gejala
Nyeri biasanya bermula di daerah
umbilikus
Nyeri kuadran kanan bawah
Mual dan muntah
Anoreksia
Nyeri tekan disekitar titik Mc Burney
Demam
Kadang terjadi diare
Tanda perforasi barupa nyeri ketok, nyeri
tekan dan defans muskuler
Nyeri pada saat defekasi

Pem. fisik
Inspeksi
Biasanya di dapatkan distensi pada abdomen
Palpasi
Rovsing Sign :
Pada penekanan perut kiri bawah akan
dirasakan nyeri pada perut kanan bawah.
Blumberg Sign :
Apabila tekanan di perut kiri bawah
dilepaskan juga akan terasa nyeri pada perut
kanan bawah

Pem. fisik
Pemeriksaan colok dubur :
Jika saat dilakukan pemeriksaan ini dan
terasa nyeri, maka kemungkinan apendiks
yang meradang terletak didaerah pelvis.
Pemeriksaan Uji Psoas dan Uji Obturator :
Uji Psoas :
Dilakukan dengan rangsangan otot psoas
lewat hiperektensi sendi panggul kanan atau
fleksi aktif sendi panggul kanan, kemudian
paha kanan ditahan

Pem. fisik
Uji Obturator :
Dilakukan gerakan fleksi dan
endorotasi sendi panggul pada posisi
terlentang.
Bila apendiks yang meradang kontak
dengan
m.obturator
internus
yang
merupakan dinding panggul kecil, maka
akan menimbulkan nyeri.

INDEKS ALVARADO :
Skor > 8 : Kemungkinan besar apendisitis Tind. bedah
Skor 2-8 : Kemungkinan sedang apendisitis P. Penunjang
Skor < 2 : Kemungkinan kecil apendisitis Follow Up

penunjang
Lekositosis diatas 12.000 / mm3
USG : Ditemukan bagian memanjang pada
tempat yang terjadi inflamasi
CT Scan : Ditemukan bagian yang menyilang
dengan apendikalit serta perluasan dari
apendiks yang mengalami inflamasi serta
adanya pelebaran sekum
Analisa urin (Batu Ureter)
Pengukuran enzim hati dan tingkatan amilase
(Peradangan Hati dan Kandung Empedu)
Serum B-HCG (Kehamilan)

Diff. dx

Gastroenteritis : Mual, Muntah, Diare


Demam Dengue
Infeksi Panggul : Salpingitis Kanan
Gangguan alat kelamin perempuan :
Folikel ovarium kanan yang pecah
Kehamilan di luar kandungan
Batu Ureter

komplikasi

Perforasi
Peritonitis
Apendical Abses
Pielofeblitis

prognosis
Secara umum angka kematian pasien
apendiks akut adalah 0,2 s/d 0,8 %
Karena komplikasinya

Tatalaksana
pre op
Pembedahan diindikasikan bila diagnosa
apendisitis telah ditegakkan
Analgetik
diberikan
setelah
diagnosa
ditegakkan
Antibiotik dan cairan IV diberikan sampai
pembedahan dilakukan. The Surgical Infection
Society AB profilaksis spektrum luas sblm
pembedahan, 24 Jam (Non Perforasi) dan 5
Jam (Perforasi)
Apendektomi dilakukan sesegera mungkin
untuk menurunkan resiko perforasi

Tatalaksana
post op
o Observasi TTV (Perdarahan, Syock, Hipertermia)
o Bila operasi perforasi/ peritonitis umum, puasa s/d fungsi
usus kembali normal
o Berikan minum 15 ml/ jam selama 4-5 jam, keesokkan
harinya diberikan makanan saring dan hari berikutnya
diberikan makanan lunak
o H+1 operasi pasien dianjurkan duduk tegak di tempat
tidur selama 2 x 30 menit. Pada H+2 pasien dapat berdiri
dan duduk di luar kamar
o H+7 jahitan dapat diangkat dan pasien diperbolehkan
pulang

ASUHAN KEPERAWATAN

APENDICITIS

KELOMPOK - 2

pengkajian
Riwayat Kesehatan Dahulu
Riw. nyeri abdomen, Askariasis, Diet rendah serat,
Konstipasi
Riwayat Kesehatan Keluarga
Riw. Neoplasma, Pola makan dan diet keluarga
Riwayat Kesehatan Sekarang
Aktivitas
Gejala : Malaise
Sirkulasi
Tanda : Takikardi
Eliminasi
Gejala : Konstipasi (awitan), Diare
(jarang), Tanda : Distensi abdomen, nyeri tekan/ lepas, Bising
usus <
Makanan dan cairan Gejala : Anoreksia, Mual/muntah

pengkajian
Riwayat Kesehatan Sekarang
Nyeri/ Kenyamanan
Gejala Nyeri abdomen / umbilikus terlokalisasi pada daerah
Mc. Burney, meningkat karena berjalan, batuk, bersin.
Tanda Perilaku berhati-hati, berbaring kesamping atau
terlentang dengan lutut ditekuk, meningkatnya nyeri pada
kuadran kanan bawah karena eksistensi kaki kanan /posisi
duduk tegak nyeri lepas pada sisi kiri diduga inflamasi
peritoneal
Keamanan Tanda : Demam (biasanya rendah), munculnya
proses infeksi, Gejala : Alergi atau sensitif, defisiensi imun.
Pernafasan Tanda : Takipnea, pernafasan dangkal, kondisi
kronis / batuk.

Dx. kep
Pre Op
1.Cemas b/d tindakan invasive / operasi
2.Deficit volume cairan b/d out berlebih
3.Konstipasi b/d penurunan gastrointestinal function
4.Hypertermi b/d proses infeksi

Post Op
1.Nyeri b/d incici Post Op
2.Resiko terjadinya infeksi b/d tidak adekuatnya pertahanan tubuh
3.Defisit perawatan diri b/d kelemahan yang dirasakan
4.Kerusakan integritas kulit b/d tindakan pembedahan

intervensi
1. Devicit volume cairan berhubungan dengan mual muntah
NOC :
Kelembaban membrane mukosa dan turgor kulit baik
Haluaran urin adekuat: 1 cc/kg BB/jam
Tanda - tanda vital dalam batas normal
NIC :
Monitor tanda - tanda vital
Observasi membrane mukosa, tugor kulit dan pengisian kapiler
Awasi masukan dan haluaran, catat warna urine/konsentrasi, berat jenis.
Auskultasi bising usus, catat kelancaran flatus, gerakan usus.
Berikan perawatan mulut sering dengan perhatian khusus pada
perlindungan bibir.
Pertahankan penghisapan gaster/usus
Kolaborasi pemberian cairan IV dan elektrolit

intervensi
2. Cemas, dapat dihubungkan dengan : Ancaman Penyakit /
Tindakan invasive / Operasi
NOC :
Tampak rileks
Melaporkan ansietas menurun sampai tingkat teratasi
NIC :
Evaluasi tingkat ansietas, catat verbal dan non verbal pasien
Beri informasi tentang diagnosis, tindakan dan prognosis
Dorong klien untuk mengungkapkan perasaan cemasnya
Dorong keluarga untuk mendampingi klien untuk mengurangi rasa takut

intervensi
1. Nyeri (akut), dapat dihubungkan dengan: Distensi jaringan usus
oleh inflamasi / Adanya insisi bedah
NOC :
Melaporkan nyeri berkurang
Klien tampak rileks
Dapat tidur dengan tepat
Tanda-tanda vital dalam batas normal
NIC :
Kaji nyeri, catat lokasi, karakteristik, beratnya (skala 0-10).selidiki dan
laporkan nyeri dengan tepat
Pertahankan istirahat dengan posisi semi fowler
Dorong ambulasi dini
Berikan aktivitas hiburan
Berikan analgesik sesuai indikasi

intervensi
2. Infeksi, Resiko tinggi terhadap faktor resiko: Tidak adekuatnya
pertahanan utama, pembentukan abses / Prosedur invasif
NOC :
Klien bebas dari tanda-tanda infeksi
Menunjukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi
Nilai leukosit (4,5-11ribu/ul)
NIC :
Observasi tanda infeksi dan catat karakteristik dan drainase luka / drain
(bila dimasukkan), adanya eritema
Awasi ttv perhatikan demam, menggigil, berkeringat, perubahan mental,
meningkatnya nyeri abdomen.
Lakukan pencucian tangan yang baik dan perawatan luka aseptik
Lihat insisi dan balutan
Ambil contoh drainase bila diindikasikan
Berikan anti biotik yang sesuai indikasi
Pemeriksaan Lab

intervensi
3. Defisit self care berhubungan dengan nyeri dan ambulasi
NOC :
Klien bebas dari bau badan
Klien tampak bersih
ADLs klien dapat mandiri atau dengan bantuan
NIC :
Mandikan pasien setiap hari sampai klien mampu melaksanakan sendiri
serta cuci rambut dan potong kuku klien
Ganti pakaian yang kotor dengan yang bersih
Berikan Hynege Edukasi pada klien dan keluarganya tentang
pentingnya kebersihan diri.
Berikan pujian pada klien tentang kebersihannya.
Bimbing keluarga klien memandikan / menyeka pasien
Bersihkan dan atur posisi serta tempat tidur klien