Vous êtes sur la page 1sur 15

KASUS TRAUMA

JA M 0 9.4 5
JU M AT , 8 A PR I L 2 01 5
D O KTE R JAG A : D R. LITA

Identitas
Nama

: Tn. K

Usia

: 72 tahun

Jam Datang

: 09.45

Tempat tinggal

: PT. NUSA RAYA CIPTA

MIST
Mechanism of Injury
Pasien terjatuh dari meja dengan ketinggian 1,5 m dengan
pendaratan dalam posisi bersimpuh dan pelipis mata sebelah
kanan mengenai ujung meja

Injury Sustained
Multiple Vulnus Laceratum at regio supraorbital dextra dengan
edema
Vulnus Excoriatio at regio patella dextra dengan edema

Signs and Symptoms


Kesadaran compos mentis, nyeri pelipis mata kanan, pinggang
kanan, dan lutut kanan

Treatment given and trend in the vital sign


(-)

Primary Survey
A : artikulasi jelas, benda asing pada jalan nafas (-),
gurgling (-), snorring (-), stridor (-)
B : RR 20 x/menit, gerakan dada simetris, tidak terdapat
penggunaan otot bantu napas, trakea di tengah, krepitasi
(-)
C : perdarahan aktif (-), TD 140/80 mmHg, HR 60x/menit , akral
hangat, CRT < 2 detik, sianosis (-)

D : dapat menjabarkan kejadian, GCS 15


E : sufu afebris (36.1oC)

Riwayat Penyakit
Sekarang
Keluhan utama
Nyeri pada pelipis mata kanan, pinggang dan lutut kanan.
Keluhan tambahan
-

Riwayat Penyakit
Sekarang
1 jam SMRS pasien terjatuh dari meja dengan ketinggian
1,5 meter saat sedang membetulkan lampu di tempat
bekerja. Pasien tergelincir dan terjatuh ke belakang serta
mendarat ke lantai dalam posisi bersimpuh dan pelipis mata
mengenai ujung meja. Pasien mengatakan saat itu masih
sadar, tidak ada gangguan penglihatan, tidak merasakan sakit
kepala, pusing, mual, atau muntah. Pasien hanya mengeluhkan
adanya nyeri pada pelipis mata kanan, darah yang keluar terus
menerus serta nyeri pada kedua lutut.

Riwayat Penyakit
Dahulu
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat diabetes mellitus disangkal

Secondary Survey
Allergy

: alergi panas

Medication

:-

Past illnesses : Last meal : 07.00 WIB


Environment : kecelakaan kerja

Secondary Survey
Mata: konjungtiva anemis -/-, pupil isokor 3mm/3mm, refleks
cahaya langsung dan tidak langsung +/+
Hidung: deformitas (-), krepitasi (-), nyeri tekan (-)

Mulut: mukosa oral basah, darah (-)


Thoraks:

Paru : Gerakan dada simetris dalam keadaan statis maupun


dinamis, krepitasi (-), sonor, bunyi vesikuler +/+, rhonki -/-,
wheezing -/ Jantung : bunyi jantung I dan II reguler, murmur -, gallop -

Abdomen

Tampak datar, supel, nyeri tekan (-), timpani, BU (+) 3-4 kali/menit

Ekstremitas:

Akral hangat, CRT < 2 detik, pasien dapat menggerakan kelima jari
kedua tangan, pasien masih dapat merasakan sensasi yang
diberikan pada kedua tangan.
Kekuatan motorik 5/5/5/5

Status Lokalis
Supra Orbital Dextra :
Tampak multiple
vulnus laceratum at
regio supraorbital
dextra berbentuk
linear dengan ukuran
1,5cm dan 2,5cm tepi
ireguler, permukaan
rata, perdarahan aktif
(+)

Status Lokalis
Patella :

Tampak Vulnus
Excoriatio at regio
patella dextra
berbentuk oval
dengan ukuran
1x0,5cm tepi ireguler,
permukaan tidak rata,
perdarahan aktif (-)

Diagnosis
Multiple Vulnus Laceratum at regio supraorbital dextra,
edema (+)
Vulnus Excoriatio at regio patella dextra dengan edema (+)

Tata Laksana
Wound Toilet
Hecting VL supraorbital dengan
menggunakan T-Lene 4.0 dengan 4
jahitan dan 2 jahitan dengan teknik
simple interuptus
Rontgen genu dextra AP & Lateral
Injeksi Tetagam 250 IU secara
intramuskular
Resep pulang :
- Amoxicilin 3x 500mg PO
- Asam Mefenamat 3x500mg PO
- Kontrol jahitan setelah 3 hari (11/4)

TERIMA KASIH