Vous êtes sur la page 1sur 74

ANALISIS SPASIAL

DALAM SURVEILLANCE
DENGAN GIS
Sistem Informasi Geografis (SIG)

Refresh epidemiologi dskriptif

DATA TEKSTUAL VS DATA SPASIAL

Vs

Data Tekstual

Database
Not Easy to Interpret

Data Spasial

Visualization
Worth a Thousand Words

Descriptive Epidemiology
Aims

to describe the occurrence of


health conditions in the community
in terms of person, place and time
characteristics.

Tujuan epidemiologi deskriptif


Untuk menggambarkan distribusi keadaan
masalah kesehatan sehingga dapat diduga
kelompok mana di masyarakat yang paling
banyak terserang.
Untuk memperkirakan besarnya masalah
kesehatan pada berbagai kelompok.
Untuk mengidentifikasi dugaan adanya faktor
yang mungkin berhubungan terhadap
masalah kesehatan (menjadi dasar suatu
formulasi hipotesis).

Berbagai aspek yg terlibat dlm


studi epidemiologi deskriptif
1.

Observasi dan recording dr pola kejadian

dari suatu kondisi kesehatan


2. Deskripsi dari kondisi berdasarkan
person, place and time characteristics
3. Analysis of the general pattern of
occurrence

Descriptive epidemiology
The tools of descriptive epidemiology is measurement of
disease occurrence
The tools are used to characterize the population distribution
The 3 basic questions in descriptive epidemiology are:
1 Who develops the disease ? -- person
2 Where does the disease occur? -- place
3 When does the disease occur ? - time

ANALISIS SPASIAL
DENGAN GIS

History dalam perkembangan epidemiologi

StudyofJohnSnowthatshowedtherelationshipbetweendrinkingwaterpumpsiteandcholeradeathsinLondon1854

Water pumps

PENGERTIAN SPASIAL:

Analisis spasial merupakan proses


penggabungan informasi dalam berbagai peta
dengan cara tumpang susun (map overlay) untuk
mendapatkan informasi baru

SIG merupakan sistem berbasis komputer yang mampu


melakukan pemodelan spasial atau data yang merujuk
koordinat geografis (lokasi di muka bumi), sebagai sarana
untuk mengintegrasikan data yang diperoleh dalam
berbagai skala dan waktu dan dalam berbagai format.
Input data dalam SIG dapat berasal dari data penginderaan
jauh (foto udara maupun citra satelit), data survei
lapangan, data klimatologi maupun data sosial ekonomi.
SIG merupakan sistem yang didesain untuk bekerja dengan
data spasial SIG diterapkan dan dikembangkan untuk
pengukuran, pemetaan, pemantauan, evaluasi dan prediksi.

Data. dan Informasi


Data adalah apa yang dimasukkan ke dalam
sistem
I nformasi adalah apa yang dipakai untuk
membuat keputusan
I nformasi merupakan data yang sudah diolah
dan mempunyai arti bagi pengguna

Data Geografis / Spasial


Istilah spasial mengacu pada data dengan referensi
lokasi, obyek terletak pada suatu koordinat tertentu pada
ruang.
Data geografis / spasial adalah data yang berhubungan
dengan ruang
Peta merupakan representasi dari data geografis
Data atribut / deskriptif yaitu data numeris, tabular dan
deskriptif yang mempunyai hubungan dengan data
spasialnya.
Tipe data : Point, Line, Polygon, Surface

DATA SPASIAL (SPATIAL DATA)


Diperkirakan 80% dari semua data mempunyai komponen spasial

Data from most sciences can be analyzed spatially

The 3 Ws of Geography
- What is where
- Why is it there
- Why do I care

TAKSONOMI SISTEM INFORMASI


Sistem Informasi

Non-Spasial

Spasial

Non-Geografi

Sistem Informasi Geografis

CAD/CAM

Liputan Lahan

Penduduk

Sosioekonomi

..

Definitions
Geographic, because data collected is
associated with some location in space.
Informational, because attributes, or the
characteristics (data), about the space is
what we want to learn about.
System, because there must be a tie from
the information to the geography in a
seamless operation.

Definisi : Sistem Informasi Geografis (SIG)


sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan,
memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan
data bereferensi geografis atau data geospatial
tujuan : untuk mendukung pengambilan keputusan dalam
perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya
alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum
lainnya (Murai S. dalam Prayitno, 2000), di banyak bidang,
terutama di bidang kesehatan.
suatu kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer,
perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara
efisien
untuk
memperoleh,
menyimpan,
mengupdate,
memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk
informasi yang bereferensi geografi (ESRI, 1990)

230 juta populasi


34 provinsi
440 kabupaten/kota(terus bertamba

.246 rumah sakit(50% private, 32% kab)


8.xxx puskesmas

SEBARAN KASUS TB DI KOTA JOGJA


(JULI DESEMBER 2004)

KASUS TB DENGAN BUFFER ZONE 200 M


DARI SUNGAI

CLUSTER TB

MANFAAT :

- Mempelajari faktor risiko dan penyakit :


meliputi eksplorasi, deskripsi dan
pemodelan ruang-waktu dari kejadian
penyakit
berkaitan dengan persoalan lingkungan
menganalisis cluster, trend serta pola
penyebaran penyakit
merumuskan hipotesis baru mengenai
faktor risiko penyakit.

Health planners memerlukan spatial intelligence:


Thinking

in space (ingat dimana bumi dipijak)


Thinking about space (apa yang bisa diperbuat untuk
daerah)
Thinking with space (pengetahuan dan insight mengenai
wilayah untuk perencanaan kesehatan)

Aplikasi di bidang sistem pelayanan kesehatan :


perencanaan, manajemen dan jaminan
pelayanan agar sesuai kebutuhan
Analisis kebutuhan kesehatan masyarakat yang
dilayani, dan pola wilayah yang dilayani (service
catchment zones)
Contoh: - alokasi bidan desa ke daerah yang
membutuhkan
- membantu penempatan fasilitas
kesehatan yang baru, atau
- perluasan falisitas kes yg sudah ada
Surveilans, merumuskan strategi pencegahan
penyakit, dan intervensi kesehatan

PERSEBARAN DOKTER DI DIY


MENURUT PODES (2005)
Mangan ora mangan
asal dokter kumpul

RSUD, RSUP & RS swasta besar

PERSEBARAN BIDAN DI DIY


PODES (2005)

DESA YANG TERDAPAT RS


BERSALIN DI DIY (PODES, 2005)

Ada
Tidak ada
missing

MANAJEMEN INFORMASI (GEO)SPASIAL

Perbandingan dalam manajemen Informasi Geospasial

Tahapan

SIG

Pekerjaan Manual

Penyimpanan

Database digital dan terpadu

Skala dan standart berbeda

Pemanggilan kembali

Pencarian dengan komputer

Cek manual

Pemuktahiran

Sistematis

Mahal dan memakan waktu

Analisis data Attribut

Sangat cepat

Memakan waktu dan tenaga

Analisis data spasial

Mudah

Rumit

Penyangan

Murah dan cepat

Mahal

OBJEK APLIKASI SIG

Geographic
phenomena

Real world

Computer
representations

Visualitations

Aplication
computing

Simulation world

PROSES PENANGANAN
DATA SPASIAL
SIG

DATA SPASIAL (SIG)


REAL WORLD

DATA SIG
(Arc/Info)

Data
Data
Data
Data

Raster

Vektor

Grafis

Link

Titik (Point)
Garis (Arc/Line)
Poligon (region/Polygon)
Permukaan (Surface)

Attribut/
Deskriptif/
Tekstual/
Tabuler

mis,: *.dbf

Smart Map

(linking a database to the map)

Siapa/Apa .. ?
(What is at . ?)
Dimana . ?
(Where is it ?)

KOMPONEN SIG
1. Perangkat keras (hardware)
Komputer (komputer tunggal, komputer sistem jaringan dengan
server, komputer dengan jaringan global internet) dan
periperalnya.
Perangkaat keras : pemasukan data, pemrosesan data, dan
penyajian hasil, serta peyimpanan (storage).
2. Perangkat Lunak (software)
Perangkat lunak : untuk penyimpanan, analisis, dan penayangan
informasi geografi.
Syarat:merupakan Database Management System (DBMS),
fasilitas untuk pemasukan dan manipulasi data geografis, fasilitas
untuk query, analisis , dan visualisasi Graphical User Interface
(GUI) yang baik untuk mempermudah akses fasilitas yang ada.
3. Data (Data)
Data merupakan komponen yang penting dalam SIG. Keakurasian
data dituntut dalam SIG. Dikenal konsep GIGO (Garbage In
Garbage Out) sebaliknya Gold In Gold Out.

4. Sumber daya Manusia (people)


yang mengelola sistem dan mengembangkan untuk aplikasi yang sesuai.

Pengguna dan pembuat sistem harus


saling bekerjasama untuk
mengembangkan teknologi SIG.

5. Metode (methods)

Model dan teknik pemrosesan perlu


dibuat untuk berbagai aplikasi SIG.

APLIKASI SIG
Pengukuran (Measurement)
2. Pemetaan (Mapping)
3. Pemantauan (Monitoring)
4. Pembuatan Model (Modelling)
(Estes, 1990)
1.

APLIKASI SIG
Data PJ

Peta/Data Sekunder:
Topografi, Geologi, Tanah, dll.

Pengolahan Citra
Manual/Digital

Editing, Transformasi,
Tagging

Survey
Lapangan

Informasi
Mutakhir

Informasi
Sekunder

1. Pengukuran (Measurement)
2. Pemetaan (Mapping)
3. Pemantauan (Monitoring)
4. Pembuatan Model
(Modelling)
(Estes, 1990)

Integrasi

Pemetaan,
Inventarisasi

Pembuatan
Model

Pemantauan,
Monitoring
Evaluasi

Prediksi

Kemampuan
Lahan

Kebakaran
hutan

Site Selection

Kekeringan

Perubahan
Peng. Lahan

Sumber data dasar untuk SIG secara konvensional


ada 3 kategori, yaitu :
1. Data atribut : data statistik, sensus,
catatan lapangan, dan data tabuler lainnya.
2. Data grafis : peta-peta analog, seperti foto udara
dan citra penginderaan jauh lainnya daiam bentuk
cetak kertas.
3. Data penginderaan jauh dalam bentuk digital yang
diperoleh dari perekaman satelit seperti Landsat,
SPOT, NOAA, IKONOS dan citra satelit lainnya.
Data tersebut saling kait dan disimpan dalam
bentuk penyimpanan digital yang berupa pita
magnetik, harddisk, atau disket

Data Geografi
Data Lokasi
Lokasi
Topologi
(hubungan)

Pengukuran Lokasi
(koordinat X,Y)

Titik

Garis

Data Non-Lokasi

Poligon

Grid

Net-work

Variabel

Kelas

Tanah

Alluvium

10 Ha

Pasir

Penduduk

Umur
10-20 th

100 orang

Pria

Nilai

Nama

10

RASTER

1
3

10

VEKTOR

10

SUNGAI
( HIMPUNAN TITIK-TITIK ) : SUNGAI
(GARIS) :
(2,1) (3,2) (4,3) (5,4) (5,5) (5,6) (2,1 - 5,4) (5,4-5,7) (5,7 - 8,10)
(5,7) (6,8) (7,9) (8,10)
RUMAH
(TITIK) : (8,3)
RUMAH
(TITIK) : (8,3)
POHON
(HIMPUNAN TITIK-TITIK) : POHON
(POLIGON) :
(6,3) (6,4) (6,5) (6,6) (6,7) (6,3 - 6,7) (6,7-8,7)
(7,4) (7,5) (7,6) (7,7) (8,8) (8,6) (8,7)
(8,7-8,5) (8,5-6,3)

10

Analog

Scan

Dijitasi

Konversi ke vektor

Konversi ke raster

Raster

Vektor

Cara Kerja SIG


PEMASUKAN DATA
MANIPULASI DATA
MANAJEMEN DATA
QUERY DAN ANALISIS
PRESENTASI HASIL

Pemasukan data
Data untuk keperluan SIG harus dikonversi
ke format dijital. Proses konversi peta analog
ke format dijital disebut DIGITASI.
Konversi ke format dijital dapat pula
dilakukan dengan cara SCANNING.
Pada saat ini sudah ada beberapa
organisasi yang sudah mempunyai DATA
DIJITA L. Data dijital tersebut dapat
dikonversi ke dalam SIG kita.

CCT
DATA
PJ

FOTO
UDARA

PENGOLAHAN
DATA DIJITAL
- KOREKSI R & G
- RESAMPLING

LAPORAN

PETA-PETA

INTERPRETASI
VISUAL

PETA TEMATIK
(HASIL AWAL)

KLASIFIKASI

VERIFIKAS
I

SURVEI
LAPANGAN

DATA
ATRIBUT

PETA AKHIR

TABEL-TABEL

DIJITASI /
FORMAT ULANG

PROSEDUR
VALIDASI

BASIS DATA GRAFIK

BASIS DATA ATRIBUT


TANAH

....
....
....

ID

VEGETASI
GEOLOGI
PENGGUNAAN LAHAN

Manajemen
Basis Data
SIG

Manipulasi data
Ada kemungkinan sumber data SIG berasal dari
berbagai macam peta dengan scala dan sistem
proyeksi yang berbeda. SIG dapat mengintegrasikan
data-data tsb.
Untuk menghemat penyimpanan data SIG, data
dapat dikompresi dengan menghilangkan beberapa
koordinat yang tidak perlu (line thinning, weeding
out unnecessary data)

Gambar 3.3. Analisis lebar

AND

Gambar 3.4. Analisis AND

OR

B
Gambar 3.5. Analisis OR

NOT

A
Gambar 3.6. Analisis NOT

NOT

AND

A
Gambar 3.7. Analisis AND dan NOT

1
1

AND

2
Gambar 3.8. Analisis Penjumlahan

Sungai

Jembatan

Rel KA

Gambar 3.9. Analisis Interaksi


Rel KA
Sungai

Jembatan

+
Dataran

Gambar 3.10. Analisis Garis dan Bidang

Rawan
banjir

c
d

a
e

e
a

Sebelum proses "


a

edge-maching

"

c
b

a
d

d
a

Saat proses "


a

edge-maching

c
b

"

a
d

e
b

a
a

Sesudah proses "

edge-maching

"

Integrasi data
Sumber data SIG: data satelit, foto udara, peta dijital/analog,
data tabular, data dijital lain. dll.
SIG memungkinkan untuk link atau mengintegrasikan informasi
dari berbagai sumber. Sehingga SIG dapat menganalisa
berbagai via riabel clan menghasilkan variabel baru.

Kriteria
Keruangan (spasial)

Sosial Ekonomi
- daerah sensus
- unit administratif

Kriteria
Atribut
1

- populasi
- pendapatan

- ukuran
- material
- waktu pemasangan

Fasilitas (Utiliti)
- telepon
- air minum
- listrik

- pemilikan
- nilai
- penggunaan

Admisistrasi lahan
- persil
- lahan lindung

Sumber daya lahan


- vegetasi
- pertanian
- pertambangan

- tipe vegetasi
- penutup lahan

Topografi
- kontur
- sungai
- jalan

- ketinggian
- nama tempat

- tinggi
- kemiringan
- aspek

Bentang lahan
- tiga demensi (lembah,
pegunungan, dataran)

Spasial model
- referensi grid
- referensi posisi

QUERY DAN ANALISIS


QUERY :
Siapa yang mempunyai rumah di parcel yang terletak di pojok jalan?
Dimana terdapat landuse tipe pemukiman?
Berapa jarak antara Tugu Monas ke Bundaran HI?
PROXIMITY ANALISIS
Berapa jumlah rumah yang terletah 100 m disekitar jalan raya?
Berapa jumlah pelanggan yang tinggal 100 m dari Pusat pertokoan
tertentu?

Manajemen Data
Untuk proyek SIG yang kecil data dapat disimpan dalam file
yang sederhana. Sedangkan untuk proyek yang besar, data
yang harus disimpan volumenya sangat banyak. Suatu
DBMS sangat diperlukan untuk mengelola data tsb.
Ada beberapa tipe DBMS yang dapat dipergunakan, salah
satu yang terkenal dan banyak dipakai adalah relational
DBMS ( mis. Oracle, informix, Dbase, dll).
Relational DBMS menyimpan data dalam bentuk tabel yang
dihubungkan dengan FIELD yang sama (key field)

Peta-peta

Dijitasi

Landsat TM
&
SPOT HRV

data spasial dijital


wilayah pesisir

Data teks dan


angka statistik

Basis data
spasial

Sistem
Manajemen
basis data

Format
Ulang

Masukan
data

Basis data
non-spasial

S
I
G

Organisasi data
Data diorganisasi dalam layer-layer sesuai dengan
tema yang dikehendaki Memungkinkan
menghubungkan berbagai informasi dari berbagai
sumber
Link dengan data deskriptif
Suatu referensi yang standar adalah sangat perlu
untuk integrasi seluruh layer data

Geografik
ID

2
3

Persil

Penggunaan
lahan

Zone

Luas
Ha

Kantor

K1

220

2
3
4

Camp

C3

565

Transp

T1

325

Industri

I4

150

Ket

Peta

Penampilan
data dalam

SIG

60
20

80
40

50
20

Grafik

Tabel
Laporan

40

30

Pertanyaan yang dapat dijawab oleh SIG


Tern pat

Apa dan dimana?

Kondisi

Bagaimana jika?

Trend

Apa yang berubah dan kapan?

Berapa tinggi Tugu Monas? , Dimana terletak TuguMonas?

Berapa luas tiap tipe vegetasi disepanjang jalan, jika jalan tsb.
dilebarkan menjadi 8 m?
Apa jenis tipe vegetasi yang berada pada daerah HPH ?

Pa t e r n / pola
Bentuk spasial yang bagaimana?
Permodelan

Jalur terpendek mana untuk dapat mencapai


Tugu Monas?

SUMBER :
1. Taufik Hery Purwanto. Pengantar Sistem Informasi Geografis (SIG). Laboratorium
SIG. Fakultas Geografi, UGM
2. Anis Fuad. Tantangan dalam menggunakan pendekatan spasial untuk pembangunan
kesehatan. Prodi S2 IKM UGM
3. PAN American Health organization. Use Of Geographic Information Systems In
Epidemiology (GIS-Epi). http://www1.paho.org/English/SHA/epibul_9598/be961gis.htm#use