Vous êtes sur la page 1sur 64

PEDIATRI SOSIAL

Instruktur Klinis : dr. Retno Sutomo, Ph.D, Sp.AK


Divisi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial

Firman Fauzi
Iwan Indra Putra
Andi Ashady
Amilia Intan Novita
Asri Putri T. Djaen
Fara Amira Binti Zainudin

IDENTITAS PASIEN
Nama : An. WJP
Umur : 6 tahun 9 bulan
Tanggal Lahir : Bogor, 16 mei 2009
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat Tinggal

: Cebongan, Sleman

Tanggal masuk

: 15 Februari 2016

No. RM : 017606xx
Tgl. Kunjungan Rumah

: 16 Februari 2016

Identitas Orang Tua


Ayah

Ibu

Nama

Lanang

Angel

Umur

33 tahun

32 thn

Pendidikan

D4

D4

Pekerjaan

Wiraswasta foodcourt

Ibu Rumah Tangga

Alamat

Warak Kidul, RT3 Rw9, Sumberadi, Mlati,


Sleman

Anamnesis

Keluhan Utama

Bicara dengan artikulasi yang tidak jelas

Riwayat Penyakit Sekarang


3 TSMRS, ibu pasien menyadari bahwa pasien
mengalami keterlambatan dalam berbicara,
pasien hanya bisa mengucapkan akhiran kata, 1-2
kata saja, dan tidak jelas maknanya. Tetapi pasien
masih
dapat
memahami
perkataan
yang
diucapkan oleh orangtua. Pasien dibiarkan saja
karena mengira masih normal.
1 TSMRS, keluhan anak belum membaik kemudian
ibu membawa anak ke RS. Azra Bogor dan
menjalani terapi wicara dan motorik yang
direncanakan dilakukan 1 minggu sekali selama
45 menit. Selama terapi dilakukan, orang tua
merasa ada peningkatan kemampuan bicara

9BSMRS, anak pindah ke Yogyakarta bersama

orang tua. Fisioterapi tidak dilanjutkan karena


kesibukan orang tua dan dirasa keluhan anak
sudah membaik.
HMRS, anak masih belum bisa mengucapkan
kata-kata dengan benar, namun arti dari
perkataan anak bisa dimengerti oleh orang
tua. Anak cenderung diam dan kurang
percaya diri, dapat bermain dengan temantemannya di sekolah namun sangat jarang
berbicara.

Riwayat Penyakit Dahulu


Anak pernah kejang demam saat berusia 2

tahun, terdiagnosis KDK, dirawat di rumah


sakit selama 2 hari. Kejang tidak berulang
hingga saat ini
Anak memiliki alergi susu sapi (3 bulan 3
tahun)

Kesan : anak memiliki riwayat KDK dan alergi

Riwayat Penyakit Keluarga


Ayah memiliki riwayat kejang demam saat bayi
Ibu memiliki alergi seafood
Kakek dari ayah dan ibu memiliki riwayat DM

dan hipertensi
Tante pasien memiliki riwayat asma
Riwayat keterlambatan bicara pada keluarga
disangkal
Riwayat keterlambatan perkembangan dan
Kesan : Terdapat riwayat kejang, alergi, asma, dan DM
pertumbuhan pada keluarga disangkal
pada keluarga.
Tidak terdapat keterlambatan bicara dan gangguan
pendengaran
pada keluarga.

Silsilah Keluarga

Kejang demam
Alergi
DM dan HT
Asma

PASIEN
6 tahun 9
bulan

Riwayat Antenatal Care


Usia ibu saat hamil 26 tahun G1P0A0,
kontrol rutin di dokter spesialis kandungan
dan diberi vitamin, trimester awal kontrol
sebulan sekali, di trimester akhir kontrol 2
minggu sekali.
Disangkal adanya riwayat infeksi saat
kehamilan
Disangkal
adanya
pendarahan
saat
kehamilan
Disangkal suntik TT saat kehamilan
Kesan : Riwayat antenatal care baik
Kenaikan BB saat hamil : 12kg

Riwayat Natal Care


Lahir dari ibu 26 tahun P1A0 pada UK 40
Minggu, lahir di rumah sakit, secara SC atas
indikasi KPD, ditolong oleh dokter spesialis
kandungan, langsung menangis, sianosis (-),
air ketuban jernih.
BBL : 2300 gr, PB : 45 cm, LK: ?

Kesan : Berat badan lahir rendah

Riwayat Postnatal Care


- Anak tidak ada riwayat kuning, kebiruan,
dan kejang.
- Anak mendapatkan imunisasi Hep B dan
injeksi Vit.K pada hari 0
- Anak tidak mendapat ASI eksklusif karena
produksi
yang kurang, sehingga ditambahkan susu
formula.
Kesan : Kurang baik karena tidak mendapat
ASI eksklusif secara optimal

Riwayat Makanan
Umur

Riwayat Makanan

0-40 hari

ASI (per 2 jam @30menit)

40-6 bulan

ASI + Susu Formula (per 3 jam


@250cc)

6-12 bulan

ASI+ susu formula (per 3 jam


@250cc)
makanan pendamping (bubur
susu) per 6 jam @1/2mangkok

13 bulan - 2tahun

ASI + makanan lunak (nasi lunak


+ lauk pauk) per 6 jam @1
mangkok

Usia 2 tahun - sekarang

Makanan rumah
(nasi + lauk pauk) 4 kali
sehari @1 piring

Kesan : Kuantitas dan kualitas makanan anak


baik

Riwayat Pertumbuhan
BB anak
Usia

0
hari

1
tahu
n

2
tahu
n

3
tahu
n

4
tahu
n

5
tahu
n

6
tahu
n

BB
(gr)

2300
gr

10 kg

11 kg

13,0
kg

20 kg

PB
(cm)

45
cm

90
cm

106
cm

LK
(cm)

49
cm

Kesan : Riwayat pertumbuhan tidak dapat


disimpulkan
dikarenakan buku kms
tertinggal di Bogor

Riwayat Perkembangan
Motorik Kasar
Umur Pencapaian

Rentang
Normal

Mengenal ibu dengan


penglihatan

3 bulan

0-3 bulan

Mengangkat kepala
setinggi 45 derajat

4 bulan

0-3 bulan

Berbalik dari
telungkup ke
terlentang

6 bulan

3-6 bulan

Mempertahankan
kepala tegak dan
stabil

6 bulan

3-6 bulan

Duduk

9 bulan

6-9 bulan

Milestone

Riwayat Perkembangan
Motorik Kasar
Umur
Rentang
Milestone

Pencapaian

Normal

10 bulan

6-9 bulan

9 bulan

6-9 bulan

Mengangkat badannya ke posisi


berdiri

10 bulan

9-12 bulan

Dapat berjalan dengan dituntun

12 bulan

9-12 bulan

Berjalan sendiri tanpa


berpegangan

17 bulan

12-18 bulan

Belajar berdiri

Merangkak

Riwayat Perkembangan
Motorik Kasar
Umur
Pencapaian

Rentang Normal

Berjalan tanpa terhuyung-huyung

18 bulan

18-24 bulan

Bertepuk tangan dan melambailambai

15 bulan

18-24 bulan

Jalan naik tangga sendiri

30 bulan

24-36 bulan

Dapat bermain dan menendang


bola kecil

24 bulan

24-36 bulan

Mengayuh sepeda roda 3

40 bulan

36-48 bulan

Melompat - lompat 1 kaki

54 bulan

48 60 bulan

Belum bisa

60 72 bulan

Milestone

Naik sepeda roda 2

Kesan : Terdapat keterlambatan


perkembangan motorik kasar
(naik sepeda

Riwayat Perkembangan
Motorik Halus
Umur
Milestone

Pencapa
ian

Rentang
Normal

Menggerakkan kepala dari kiri ke


kanan

3 bulan

0-3 bulan

Menggenggam sesuatu

3 bulan

3-6 bulan

Memungut benda kecil dengan


tangan

8 bulan

6-9 bulan

Memasukkan benda ke mulut

12 bulan

9-12 bulan

Memasukkan sesuatu ke dalam kotak

16 bulan

12-18 bulan

Menggelindingkan bola ke arah


sasaran

18 bulan

18-24 bulan

Mencoret coret kertas

30 bulan

24-36 bulan

Menggambar garis lurus

36 bulan

36-48 bulan

Menggambar orang dengan 3 bagian


tubuh

54 bulan

48-60 bulan

Menggambar
orang dengan
lengkap
66 bulan
Kesan : Tidak
ada keterlambatan

60-72 bulan

perkembangan motorik halus

Perkembangan Bahasa
Umur
Pencapaian

Kisaran Normal

1,5 bulan

0-3 bulan

2 bulan

0-3 bulan

Bersuara tanpa arti (mamama,


bababa)

18 bulan

6-9 bulan

Menyebut 2-3 suku kata tanpa


arti

26 bulan

9-12 bulan

Memanggil ayah dan ibu


spesifik

28 bulan

12-18 bulan

Menyebut 3-6 kata yang berarti

5 tahun

18-24 bulan

Belum bisa

24-36 bulan

Menyebut nama, umur, tempat

40 bulan

36-48 bulan

Menjawab pertanyaan dengan


kata-kata yang benar

Artikulasi
kurang jelas

48-60 bulan

60 bulan

60-72 bulan

Kemampuan
Bersuara
Mengoceh

Bicara dengan baik dua kata

Mengenal angka/ berhitung

Kesan : Ada keterlambatan perkembangan


bahasa

Personal Sosial
Umur
Pencapaian

Kisaran Normal

Membalas senyum

3 bulan

0-3 bulan

Mengenal ibu

0 bulan

0-3 bulan

Melihat bayi tersenyum


ketika melihat gambar
menarik saat bermain
sendiri

3 bulan

3-6 bulan

Makan kue sendiri

12 bulan

6-9 bulan

Mengenal anggota
keluarga

10 bulan

9-12 bulan

Kemampuan

Personal Sosial
Kemampuan

Umur
Pencapaian

Kisaran Normal

Memperlihatkan rasa
cemburu / bersaing

Ibu tidak tahu

12-18 bulan

Belajar makan minum


sendiri

18 bulan

18-24 bulan

Melepas pakaian sendiri

24 bulan

24-36 bulan

Makan sendiri tanpa


banyak tumpah

32 bulan

24-36 bulan

Mencuci tangan sendiri

30 bulan

36-48 bulan

Bermain bersama teman

30 bulan

36-48 bulan

Menggosok gigi tanpa


dibantu

54 bulan

48-60 tahun

66 bulan

60-72 tahun

Berpakaian sendiri tanpa


dibantu
Menyimpan dan merapikan
mainannya
tanpa
Kesan sendiri
: Tidak
ada
dibantu

66 bulan
keterlambatan

60-72 tahun

Status Imunisasi
Jenis imunisasi

Waktu pemberian

Waktu pemberian
standar

BCG

1 bulan

0 2 bulan

Hep B

0,2,3,4 bulan

0, 2, 3, 4 bulan

DPT

2,3,4 bulan, 18 bulan,


booster

2,3,4 bulan,18bln

Polio

2,3,4 bulan, 18 bulan,

2,3,4 bulan,18bln

Hib

2,3,4 bulan, 18 bulan

2,3,4 bulan,18bln

Campak

9 bulan dan 15 bulan,


booster

9 bulan, 2th

Kesimpulan: Imunisasi lengkap

Kebutuhan Dasar
ASAH
Bahasa : Anak sedikit bahkan jarang di stimulasi
berbicara oleh orang tua dan keluarga disekitar.
Sering dibiarkan bermain sendiri. Hanya dibiarkan
bermain gadget dan menonton TV sendiri
Motorik kasar : ibu kadang mengajak anak untuk
berjalan
ke
pasar,
mengangkat
barang,
membereskan mainan, berlarian bersama anjingnya

Kebutuhan Dasar
ASAH
Motorik halus : anak suka bermain lego,
menggambar, dan menyusun balok balok kecil.
Personal sosial : Anak sudah dapat mandi sendiri.
Anak suka bermain disekolah, dan menyukai
kegiatan kegiatan perlombaan disekolah seperti 17
agustusan, interaksi dengan teman sebaya tapi
tidak ada komunikasi secara lisan
Kesan : Pemenuhan kebutuhan asah kurang
terutama pada aspek bahasa

Kebutuhan Dasar
ASIH
Anak sejak kecil tidak tinggal bersama ayahnya, hanya
bertemu sekali dalam setahun, dalam waktu beberapa hari
saja
Ibu sering membiarkan anak bermain sendiri karena sibuk
membuat kue

Kesan : Pemenuhan kebutuhan asih kurang


baik

Kebutuhan Dasar
ASUH
Nutrisi : Nutrisi cukup
Perawatan kesehatan dasar :
Anak mendapatkan imunisasi lengkap
Usaha mendapat pertolongan kesehatan : orang tua
memeriksakan anak ke dokter dan menerima saran-saran
dari dokter
Pakaian : Layak

Kebutuhan Dasar
ASUH
Higienitas diri :
Baik, anak mandi 2x sehari, mandi dibantu ibu
Sanitasi dan kebersihan lingkungan rumah :
Sangat baik

Kesan : Pemenuhan kebutuhan asuh kurang


baik

Sosial Ekonomi dan


Lingkungan

Anak tinggal bersama orang tua (ayah dan ibu)

serta kakek dan nenek dari ayah. Rumah


berukuran 300m2, rumah 2 lantai, tergolong
rumah mewah.
Anak usia 6 tahun, sudah sekolah di kelas 1 SD.
Sangat menyukai dan bersemangat ke sekolah.
Anak sering menonton TV dan bermain gadget
sejak usia 3 tahun. Menonton TV tidak tentu
berapa lamanya tergantung acara yang ditonton,
namun hampir setiap hari menonton TV.
Sehari-hari anak juga sering bermain lego.

Rumah Pasien

Penilaian Rumah Sehat


No

Aspek Penilaian

Komponen Rumah

1.

2.

3.

Langit-langit

Dinding

Lantai

Kriteria

Nilai

Bob
ot
31

a. Tidak ada

b. Ada, kotor, sulit dibersihkan


dan rawan kecelakaan

c. Ada, bersih, tidak rawan


kecelakaan

a. Bukan Tembok

b. Semi permanen/setengah
tembok/pasangan bata yang
tidak diplester/papan/tidak
kedap air

62

62
1

c. Permanen, papan kedap air

a. Tanah

b. Papan/anyaman

62

Penilaian Rumah Sehat


4.

5.

6.

7.

Jendela kamar
tidur

Jendela ruang
keluarga
Ventilasi

Lubang asap
dapur

a. Tidak ada

b. Ada

a. Tidak ada

b. Ada

a. Tidak ada

b. Ada, luas ventilasi permanen


< 10% luas lantai

c. Ada, luas ventilasi permanen


>10% luas lantai

a. Tidak ada

b. Ada lubang ventilasi dapur <


10% luas lantai dapur

c.. Ada lubang ventilasi dapur


> 10% luas lantai dapur

31

31

62

62

Penilaian Rumah Sehat


8.

II

1.

Pencahayaan

a. Tidak terang (tidak dapat


digunakan untuk membaca)

b. Kurang terang, sehingga


kurang jelas untuk
dipergunakan membaca
normal

c. Terang dan tidak silau,


dapat dipergunakan
membaca normal

Sarana Sanitasi

Sarana air
bersih

62

25
a. Tidak ada

b. Ada, bukan milik sendiri


dan tidak memenuhi syarat
kesehatan

c. Ada, milik sendiri dan tidak


memenuhi syarat kesehatan

d. Ada, bukan milik sendiri


dan memenuhi syarat

100

Penilaian Rumah Sehat


2.

Jamban (sarana
pembuangan
kotoran)

a. Tidak ada

b. Ada, bukan leher angsa,


tidak ada tutup, disalurkan ke
sungai/kolam

c. Ada, bukan leher angsa, ada


tutup, disalurkan ke
sungai/kolam

d. Ada, bukan leher angsa,


septic tank

e. Ada, leher angsa, septic


tank

a. Tidak ada, sehingga


tergenang tidak teratur di
halaman rumah

100

Penilaian Rumah Sehat


4.

III
1.

2.

Sarana
pembuangan
sampah

a. Tidak ada

b. Ada, tidak kedap air, terbuka

c. Ada, kedap air, terbuka

d. Ada, kedap air, tertutup

Perilaku Penghuni
Membuka
jendela kamar
Membuka
jendela ruang
keluarga

75

44
a. Tidak pernah dibuka

b. Kadang-kadang

c. Setiap hari dibuka

a. Tidak pernah dibuka

b. Kadang-kadang

c. Setiap hari dibuka

a. Tidak pernah

88

88

Penilaian Rumah Sehat


4.

5.

Membuang tinja
bayi dan balita
ke jamban

Membuang
sampah ke
tempat sampah

Total Hasil Penilaian

a. Dibuang ke
sungai/kebun/kolam/
sembarangan

b. Kadang-kadang ke jamban

c. Setiap hari ke jamban

a. Dibuang ke
sungai/kebun/kolam/
sembarangan

b. Kadang-kadang dibuang ke
tempat sampah

c. Setiap hari dibuang ke


tempat sampah

88

88

120
0

Penilaian Rumah Sehat


Kriteria rumah sehat jika mencapai 1068-

1200
Kriteria rumah tidak sehat jika < 1068
Hasil penilaian : 1200

Kesan : Memenuhi kriteria rumah sehat

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN UMUM
Kesan Umum

: Compos mentis, kontak mata


baik, anak tampak aktif, tidak gizi buruk.
Tanda vital
HR
: 100 x/menit
RR
: 24 x/menit
T
: 36,5
SpO2 : 99% room air

Kesan : Tanda vital dalam batas normal

Status Gizi
Antropometri
BB : 20 kg
TB : 106 cm
LK : 49 cm
LLA : 19 cm
BMI : 22.4 kg/m2

Kesan : Status gizi baik

Kesimpulan Status
Antropometri
TB/U (-2<Z<-3) stunted
BB/U (-2<Z<0) normal weight
BMI/U (1<Z<2) overweight
Head circumference/U normo-cephalic

Potensi tinggi genetik


Ayah
Ibu

: 156 cm
: 158 cm

Potensi tinggi genetik :


(156 cm + 158 cm + 13 cm) : 2 + 8,5 = 163,5
cm + 8,5
155-172 cm.

Pemeriksaan Fisik
Leher

Thorax

: lnn. tidak teraba


: simetris, retraksi (-), KG (-)

Jantung
Inspeksi
: Iktus tak tampak, tidak terlihat
peningkatan
aktivitas prekordial
Palpasi
: Iktus tak kuat angkat
Perkusi
: Batas jantung dalam ukuran normal
Auskultasi: S1 tunggal, S2 split tak konstan, Tidak
terdengar bising

Pemeriksaan Fisik
Paru
Kanan

DEPAN

Kiri

Simetris, tidak ada


retraksi, tidak ada
ketinggalan gerak

inspeksi

Simetris, tidak ada


retraksi, tidak ada
ketinggalan gerak

Fremitus kanan=kiri

Palpasi

Fremitus kanan=kiri

Sonor

Perkusi

Sonor

suara dasar vesikular,


krepitasi (-), ronkhi (-)

Auskulta
si

suara dasar vesikular,


krepitasi (-), ronkhi(-)

Kesimpulan : Pemeriksaan leher dan thorax


dalam batas normal

Pemeriksaan Fisik
Abdomen
Inspeksi
: Dinding perut sama dengan dinding
dada
Auskultasi : BU (+) normal
Perkusi
: Timpani.
Palpasi
: Supel, NT (-)
Hati
: Tidak teraba
Limpa
: Tidak teraba
Kesimpulan : Pemeriksaan abdomen dalam
batas normal

Pemeriksaan Anggota Gerak


Gerak

Keku Tonu
atan
s

Reflek Reflek
s
s
Trof
fsiolog Patolo
is
gis

Clon
us

Sensib
ilitas

Superi
or
sinistr

Bebas

a
Superi
or

Bebas

dextra
Inferio
r

Bebas

Norm Eutro
al

fi

Norm Eutro
al

fi

Norm Eutro

Normal

normal

Normal

Normal

Normal

Kesimpulan : Pemeriksaan
anggota gerak
sinistr
al
fi
tidak
didapatkan
kelainan
a
Inferio

Normal

Pemeriksaan Fisik
Kulit : Pucat (-) Kuning (-)
Otot
: Tonus otot normal, eutrofi.
Tulang : Tidak terdapat deformitas, tidak

terdapat tanda radang


Sendi : Bengkak pada sendi (-), nyeri sendi (-)

Kesimpulan : Pemeriksaan kulit, otot, tulang,


dan sendi dalam
batas normal.

Pemeriksaan Fisik
Kepala
Ukuran

: Normocephal
ubun-ubun : Sudah menutup
Wajah
: Facies dismorphic (-)
Mata
: Sklera ikterik -/-, konjungtiva anemis -/ Hidung
: discharge (-), napas cuping hidung (-)
Telinga
: sekret (-), tanda inflamasi (-)
Mulut
: Mukosa basah, macroglosia (-),
Gigi
: Tidak terdapat karies dentis

Kesimpulan : Tidak didapatkan kelainan

Ringkasan Data Dasar


Anamnesis
Anak mengalami
keterlambatan
dalam kemampuan
berbahasa
Terdapat riw. Kejang
demam
Alergi susu sapi
Riw. kuning
disangkal
Stimulasi oleh orang
tua dianggap kurang
Os sering menonton
TV di rumah
Os sering bermain
gadget
Keluarga pasien
tidak ada yang
memiliki riwayat
keterlambatan
berbicara.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
fisik dalam batas
normal
Status gizi obese

Pemeriksaan
Penunjang
Hasil tes IQ
IQ performance :
113 (di atas ratarata)
IQ verbal :
diperkirakan
kurang dari ratarata (anak menolak
menyelesaikan tes
verbal)

Kesimpulan

Assessment

Speech delay

Tata Laksana
Terapi wicara
Tes BERA
Edukasi kurangi menonton TV
Edukasi kurangi bermain gadget

Hasil konsultasi dan


pemeriksaan
THT : Pemeriksaan BERA belum dilakukan
Hasil tes IQ :

IQ performance : 113 (di atas rata-rata)


IQ verbal : diperkirakan kurang dari rata-rata (anak
menolak
menyelesaikan tes verbal)

Prognosis

Dubia

Terima kasih
Mohon asupan