Vous êtes sur la page 1sur 11

ASUHAN KEPERAWATAN

EKSEMA

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 6
ALMIANTO
MARYAM PRATIWI
NURHUDAYA
WD.USWATUN HASANAH

AKADEMI KEPERAWATAN (AKPER)


KABUPATEN BUTON
T.A 2010/2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T karena atas


berkah limpahan rahmat dan karunia-Nya jualah penulis diberi
kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat
pada waktu yang telah ditentukan yang berjudul eksema, yang
diberikan oleh dosen mata kuliah KEPERAWATAN ANAK I sebagai
salah satu tugas kelompok.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih
sangat jauh dari kesempurnaan seperti kata pepatah Tak Ada
Gading Yang Tak Retak , tak ada yang sempurna. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnakan
makalah ini yang masih jauh dari sempurna.
Semoga Allah S.W.T selalu memberikan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua.
Amin.
Baubau,
oktober 2011

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................
DAFTAR ISI ....................................................................................
BAB I

KONSEP MEDIS

A.

Definisi

................................................................

B.

Etiologi

................................................................

C.

Patofisiologi

................................................................

D.

Manifestasi klinis.

E.

Diagnosis.

F.

penatalaksanaan

................................................................

BAB II KONSEP KEPERAWATAN


A.

Pengkajian ............................................................................

B.

Diagnosa................................................................................

C.

intervensi keperwatan..........................................................

BAB IV PENUTUP
A.

Kesimpulan ...........................................................................

B.

Saran

...............................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................

BAB I
KONSEP MEDIS
1.DEFINISI
Eksema adalah peradangan kronik kulit yang kering dan gatal
yang umumnya dimulai pada awal masa kanak-kanak. Eksema dapat
menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan dan
gangguan tidur. Penyakit ini dialami sekitar 10-20% anak.
2.ETIOLOGI
Penyebab eksema tidak diketahui, namun jika salah satu atau
lebih anggota keluarga mengalami eksema, asma atau rhinitis alergika,
maka kemungkinan besar anak itu akan mengalami eksema. Sebagian
anak yang mengalami eksema juga mengalami asma dan rhinitis
alergika.
Eksema dapat dipicu oleh beberapa hal, antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

keringnya kulit
iritasi eleh sabun, detergen, pelembut pakaian dan bahan
kimia lain.
menciptakan kondisi yang terlalu hangat untuk anak,
misalnya membungkus anak dengan pakaian yang berlapis-lapis.
alergi atau intoleransi terhadap makanan-makanan tertentu
alergi terhadap tungau, debu, serbuk sari tanaman atau bulu
hewan.
virus atau infeksi lain.
perjalanan ke Negara dengan iklim berbeda.

3.PATOFISIOLOGI
Eksema tangan paling sering di alami mereka yang harus sering
mencuci tangannya atau yang sedang mengalami stres. Pada
bagian lateral jari tangan, jari kaki dan tungkai bawah timbul vesikevesikel kecil. Vesikel-vesikel ini sering di sertai rasa gatal. Lepuhlepuh kecil ini berkembang menjadi bercak-bercak eksema bersisik
pada telapak tangan dan kaki. Eksema tangan semakin memburuk
apabila terkena air, detergen dan stres.

Penyimpangan KDM

idiopatik

Reaksi hipersensitivitas

Produksi sel meningkat

Histamin menghambat
hemotaksis
dan menekan produksi sel

Erupsi kulit

Pruritus/gatal

Frekuensi garukan meningkat

Gelisah

Tidur terganggu

Gangguan pola tidur

Ganguan integritas kulit

Eritema lesi vesikel

Perubahan penampakan kulit

Resiko Gangguan citra


tubuh

4.MANIFESTASI KLINIS
Lesi eksematosa.
Eritema.
Pruritus.
Vesikel lokal.
Likenifiksasi.
Perubahan pigmentasi.

5.DIAGNOSIS
Kriteria diagnostic untuk eksema adalah sebagai berikut :
1. harus mengalami gatal, dan
2. mengalami 3 atau lebih gejala berikut :
riwayat keterlibatan lipatan kulit
riwayat asma atau hay fever pada anak tersebut, atau
riwayat penyakit atopik pada keluarga dekat jika anak
berusia kurang dari 4 tahun
riwayat kulit kering di tahun sebelumnya
munculnya gejala sebelum 2 tahun
eksema di bagian fleksor tubuh
Selain itu harus dilakukan pula pemeriksaan penunjang yang
meliputi kultur jamur dan scambe scrapping.
6.PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan eksema dibagi kedalam 2 kategori yaitu
penanganan sehari-hari dan penanganan episode akut.
Penanganan Sehari-hari
Penaganan sehari-hari dilakukan baik pada saat episode eksema
maupun diluar episode. Menghindari factor-faktor di lingkungan yang
memicu atau memperparah eksema, misalnya :
1. mainan, air liur atau makanan di sekitar mulut
2. bahan seperti wol atau pelapis car seat
3. detergen, sabun, bubble bath, antiseptic
4. kontak dengan bulu hewan
5. gunakan krim pelembab (moisturizer)
6. gunakan kortikosteroid topical jika terdapat gatal dan kemerahan
masih menetap setelah menghindari pencetus eksema.
7. mengalihkan perhatian selama anak menggaruk
8. memakaikan sarung tangan pada anak ketika tidur
9. berikan obat yang diberikan dokter untuk mengurangi gatal pada
malam hari
10.selalu memotong pendek kuku anak
11.jika gatal sangant berat, kompres dingin dan teknik balutan basah
dapat digunakan untuk membantu anak tidur.

Penaganan Episode Akut


Hal ini dilakukan segera sesaat ada kemerahan kulit dan gatal,
dan dihentikan setelah gejala terkontrol :
1.
kortikosteroid topical
2.
krim tar untuk likenifikasi
3.
antibiotic atau antiviral jika ada infeksi sekunder
4.
teknik balut basah, dalam 2 hari setelah kortikosteroid
topical diberikan jika eksema belum membaik
5.
kompres dingin untuk mengatasi gatal.

BAB II
KONSEP KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
1.1Pengumpulan Data
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

gangguan jaringan epidermis


orang tua klien mengatakan ada kemerahan pada kulitnya
kulit klien tampak kemerahan
adanya lesi
orang tua klien mengatakan bahwa anaknya gatal-gatal
klien tampak sukar tidur
orang tua klien mengatakan bahwa anaknya sering terbangun pada
malam hari
h. klien tampak gelisah dan sering menggaruk
i. waktu tidur klien berkurang
j. klien tampak letih pada pagi hari
1.2

Klasifikasi Data
DATA SUBYEKTIF

DATA OBYEKTIF

a. orang tua klien mengatakan


ada kemerahan pada kulitnya
b. orang tua klien mengatakan
bahwa anaknya gatal-gatal
c. orang tua klien mengatakan
bahwa anaknya sering
terbangun pada malam hari

1.3
N
o
1

a.
b.
c.
d.
e.

gangguan jaringan epidermis


kulit klien tampak kemerahan
adanya lesi
klien tampak sukar tidur
klien tampak gelisah dan
sering menggaruk
f. waktu tidur klien berkurang
g. klien tampak letih pada pagi
hari

Analisa Data

Sign/Symptom

Etiologi

Problem

DS :
a. orang tua klien
mengatakan ada
kemerahan pada
kulitnya

idiopatik

Reaksi hipersensitivitas

Produksi sel meningkat

Histamin menghambat
hemotaksis
dan menekan produksi
sel

Erupsi kulit

Eritema lesi vesikel

Gangguan
intergritas kulit

DO :
a. gangguan
jaringan
epidermis
b. kulit klien
tampak
kemerahan
c. adanya lesi

DS :
a. orang tua klien
mengatakan
bahwa anaknya
gatal-gatal
DO :
a. klien tampak
sukar tidur
b. klien tampak
gelisah dan
sering
menggaruk
c. waktu tidur klien
berkurang
d. klien tampak
letih pada pagi
hari

DS : DO : -

Multifaktor

Reaksi hipersensitivitas

Produksi sel meningkat

Histamin menghambat
hemotaksis
dan menekan produksi
sel

Erupsi kulit

Pruritus/gatal

Frekuensi garukan
meningkat

Gelisah

Tidur terganggu

Gangguan pola
tidur

Multifaktor

Reaksi hipersensitivitas

Produksi sel meningkat

Histamin menghambat
hemotaksis
dan menekan produksi
sel

Erupsi kulit

Eritema lesi vesikel

Perubahan penampakan
kulit

Resiko gangguan
citra diri

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan erupsi kulit, ditandai
dengan :
DS :
a. orang tua klien mengatakan ada kemerahan pada kulitnya
DO :
a. gangguan jaringan epidermis
b. kulit klien tampak kemerahan
c. adanya lesi

2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus/gatal, ditandai


dengan :
DS :
a. orang tua klien mengatakan bahwa anaknya gatal-gatal
DO :
a. klien tampak sukar tidur
b. klien tampak gelisah dan sering menggaruk
c. waktu tidur klien berkurang
d. klien tampak letih pada pagi hari
3. Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan
penampakan kulit, ditandai dengan :
DS : DO : 3. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan erupsi kulit
Intervensi : kaji luas keadaan luka (kulit) yang adanya
kemerahan , serta lakukan proses penembuhan atau pilihan
pengobatan.
Rasionalnya : Pengkajian yang tepat terhadap luka dan
proses penyembuhan akan membantu dalam menentukan
tindakan selanjutnya.
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus/gatal
Intervensi : memberikan air hangat untuk mengompres yang
terasa gatal atau berikan bedak anti gatal.
Rasionalnya : mengurangi rasa gatal
3. Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan
penampakan kulit
Intervensinya : berikan penjalasan tentang gejala dan asal
penyakit ,dukung pasien dengan berikan perawatan dengan
positif ,perilaku bersahabat.
Rasionalnya : pasien sangat sensitif terhadap perubahan
tubuh ,dan untuk membantu pasien merasakan nilai pribadi.

DAFTAR PUSTAKA

Bare dan Suzanne , 2002 ,Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah


,Volume 2 , (Edisi 8) ,EGC ,Jakarta

Carpenito ,1999 ,Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan ,


(Edisi 2) ,EGC Jakarta

Corwin ,. J. Elizabet ,2001 ,patofisiologi ,EGC ,Jakarta

Doenges , E.Marilynn dan MF.Moorhouse ,2001 ,Rencana Asuhan


Keperawatan ,(Edisi III) ,EGC ,jakarta