P. 1
Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Juni 2006

Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Juni 2006

|Views: 1,734|Likes:
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com

More info:

Published by: Pondok Pesantren Darunnajah Cipining on Jul 28, 2010
Droits d'auteur :Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

Pimpinan Darunnajah Cipining Sampaikan Seminar Di Tidore

K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc saat ini juga menjabat sebagai ketua Dewan Nazir Yayasan Darunnajah. Amanat yang berat tetapi mulia tersebut tentu berimplikasi pada padatnya agenda kegiatan kyai kita. Pertengahan Maret 2006 beliau diundang ke Pesantren Harisul Khaerat Tidore Maluku Utara bersama rombongan yang terdiri dari Drs. K.H. Mahrus Amin, Drs. K.H.Mad Roja, Drs. KH. Musthofa Hadi Chirzin, K.H. Sulaeman Efendi, Drs. H. Aunur Rafiq, M.Pd.I, dan H. Abdul Haris Qadir. Rombongan disambut oleh panitia di pelabuhan dan langsung diajak melihat indahnya danau Tidore, seperti tergambar dalam uang kertas Rp1000. Pertemuan yang bertajuk Silaturrahmi Akbar dan Seminar dengan tema “Upaya Peningkatan Mutu dan Manajemen Pondok Pesantren” tersebut dihadiri oleh unsur MUI Tidore, kandepag, tokoh masyarakat dan wali santri. Forum tersebut berbentuk tutorial, mentoring dan berbagi pengalaman mengelola pesantren Darunnajah group, antara lain oleh KH.

Jamhari Abdul Jalal, Lc (Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining). Dua hari di pondok terbesar seMaluku Utara itu, rombongan juga menghadiri resepsi pernikahan salah satu putra pendiri pesantren tersebut. Dari kunjungan ini, disamping berbagi ilmu dan pengalaman kepada lembaga lain, Darunnajah Cipining juga mendapatkan wawasan baru untuk kemajuan pesantren, seperti diutarakan Kyai yang telah memiliki 6 putra/i ini kepada dewan guru dalam Musyawarah mingguan beberapa hari sepulang dari kunjungan tersebut.

Kepala MI Mengikuti Musyawarah Kerja

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Dinamika dunia pendidikan yang semakin cepat menuntut pengelola pendidikan untuk tidak 'jumud' atau statis. Dibutuhkan kemauan dan kemampuan memadai dalam mengambil stretegi tepat guna, agar tidak ditinggal lari oleh para customer. Menjamurnya SDIT (dan juga SMPIT) mengilhami pesantren Darunnajah untuk memaksimalkan dalam pengelolaan pendidikan usia dini tersebut. Sebagai langkah konkret, Kamis s.d Sabtu, 30 Maret s.d. 1 April 2006 lalu Kepala MI Darunnajah, Ust. Atijan Yani, A.Ma beserta Ust. Afif Maghfuri berperanserta aktif dalam Musyawarah Kerja SDI Darunnajah Ulujami Jakarta. Dalam pertemuan di Villa Darunnajah Puncak Cianjur tersebut hadir Ketua Umum Yayasan H. Saefuddin Arif, S.H., M.H dan Pimpinan Darunnajah Jakarta, Drs. K.H. Shofwan Manaf, M.Si, guru-guru SDI Ulujami dan utusan dari pesantren Al- Mansur Serang Banten. Fokus bahasan dalam musyawarah kerja tahunan itu adalah merancang progam kerja, kurikulum serta manajemen.

Workshop Sistem KMI/TMI Ke-2
TMI Darunnajah Cipining untuk kedua kalinya memperoleh undangan untuk mengikuti “Workshop Sistem Mu'allimin.” Kegiatan ini adalah bentuk pembinaan dari Depdiknas, c.q Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, dan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor terhadap KMI/TMI yang telah dan sedang dalam proses DISETARAKAN dengan SMA. Kegiatan workshop kali ini dirangkaikan dengan seminar pondok a l u m n i G o n t o r, d a l a m r a n g k a kesyukuran 80 tahun PM Darussalam Gontor. Hadir mewakili Darunnajah Cipining ialah K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc (Pimpinan Pesantren) dan Muhamad Mufti (Direktur TMI). Workshop dilaksanakan hari

Ahad, 9 April 2006, dengan narasumber pejabat Direktorat Pembinaan SMA dan Biro Hukum Depdiknas. Mereka menjelaskan kebijakan dan program strategis Ditbin SMA; Standar Nasional Pendidikan; landasan hukum dan prosedur penyetaraan KMI/TMI dengan SMA; dan teknis pengajuan proposal block grant. Sementara itu fungsionaris KMI Gontor menjelaskan filosofi, kurikulum dan strategi pengembangan KMI/TMI. Melalui kegiatan ini TMI Darunnajah Cipining (bersama 39 KMI/TMI lainnya) memperoleh bantuan dana imbal swadaya “block grant” dari Depdiknas. Berdasar musyawarah dan persetujuan pimpinan pesantren, dana bantuan kali ini akan digunakan untuk pembelian alat dan sarana laboratorium bahasa. Sesuai dengan jadual, pekerjaan ini insyaAllah akan selesai pada bulan Juli 2006 yang akan datang. Dengan demikian pada awal tahun pelajaran 2006-2007 fasilitas yang vital bagi pembelajaran bahasa asing ini insyaAllah sudah dapat dinikmati oleh para santri. Sebelumnya, Sabtu, 8 April 2006, para pimpinan pesantren dan Direktur KMI/TMI mengikuti seminar sehari tentang eksistensi dan kiprah pondok-pondok alumni Gontor. Puncaknya, Senin, 10 April 2006, para peserta seminar dan workshop mengikuti pertemuan dengan Wakil Presiden RI dan Menteri Agama, yang dilanjutkan dengan shalat zhuhur berjamaah dan sujud syukur. Kedua acara ini menandai pembukaan secara resmi rangkaian kegiatan kesyukuran 80 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Rapat Kurikulum
Menyikapi tuntutan perkembangan zaman dan sebagai salah satu agenda rutin tahunan, Pesantren Darunnajah
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

menyelenggarakan rapat kurikulum ke17. Rapat berlangsung mulai 26 hingga 28 April 2006 di Villa Darunnajah di depan Taman Bunga Nusantara Cianjur (puncak). Kegiatan ini diikuti oleh pesantren-pesantren Darunnajah Group. Pada kesempatan ini TMI Darunnajah Cipining diwakili oleh Muhamad Mufti (Direktur TMI/Kepala Biro Pendidikan); dan Fatkhul Mukmin, S.Pd.I (Seksi Kurikulum). Rapat dibuka Rabu malam, 26 April 2006, dirangkai dengan pengarahan dari Pendiri Darunnajah Drs K.H. Mahrus Amin; Ketua Dewan Nazir dan Pimpinan Darunnajah Cipining K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc; Ketua Umum Yayasan H. Saifuddin Arief, S.H., M.H.; Pimpinan Darunnajah Jakarta Drs. K.H. Sofwan Manaf, M.Si, dan Pimpinan Darul Muttaqien Parung Bogor Drs. K.H. Mad Rodja Sukarta, serta Drs. H. Musthafa Hadi Chirzin. Sesi pembukaan ini juga diisi dengan presentasi tentang multiple intelligence oleh Ustadz Hadiyanto Arief, S.H., M.B.S. Setelah itu para peserta masih diberi waktu untuk berdialog dengan pendiri dan para pimpinan pesantren. Kamis pagi hingga malam dilaksanakan Sidang Komisi dan Sidang Pleno. Akhirnya rapat secara resmi ditutup oleh Pimpinan Pesantren Darunnajah Ulujami, Drs. K.H. Sofwan Manaf, M.Si, menjelang dini hari Jum'at. Untuk menghilangkan rasa penat dan memulihkan kesegaran serta mengokohkan kebersamaan, Jum'at pagi, 28 April 2006, diatur acara tamasya ke Taman Bunga Nusantara, hingga pukul 09.45 WIB. Peserta rapat yang terdiri atas kepala biro pendidikan, para kepala madrasah/sekolah, dan pengurus seksi kurikulum ini kemudian check out untuk kembali ke pesantren masingmasing pada pukul 10.00 WIB. Banyak perbaikan,

penyempurnaan dan penambahan hal baru yang dihasilkan dari rapat ini, baik dalam hal isi, metode maupun filosofi dari kurikulum Tarbiyatul Mu'allimien AlIslamiyah Darunnajah. Rapat mengamanatkan keputusan tersebut berlaku efektif awal tahun pelajaran 2006-2007.

Amaliyah Tadris

Program pendidikan TMI mempunyai nilai plus antara lain kompetensi didaktik metodik. Untuk mencapai hal tersebut para santri harus dibekali dengan bidang studi pendidikan (Tarbiyah) dan Psikologi. Selanjutnya mereka juga harus melalui tahapan ujian praktik mengajar. Ujian yang dikenal dengan istilah 'amaliyah al-tadris tersebut dilaksanakan ketika santri mencapai kelas 6. Pada tahun pelajaran ini ujian amaliyah tadris dilaksanakan 21 Januari s.d 2 Februari 2006. alokasi waktu tersebut termasuk pembekalan dan pembuatan I'dad (persiapan mengajar) selama 4 hari, 21 s.d 24 Januari 2006.
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan siswa TMI, sebanyak 55 anak. Pada pelaksanaannya, para santri dibimbing oleh guru dan dibagi ke dalam beberapa kelompok.

'Buka Mata' Dengan Program Global Gateway

Darunnajah Group. Delegasi Darunnajah Cipining berjumlah 6 orang, yaitu; M. Mufti AW (Direktur TMI); Ismail Amin dan M. Muddatstsir, S.H.I. (Biro Keuangan); Anton Septiono, S.Pd.I. (Sekretrais Pesantren), Trimo, S.Ag. (Biro Usaha) dan Romanto Pribadi, S.Pd.I. (Pemred Wardan dan Kepala SMP). Kegiatan ini mencakup program membuat networking, sharing kurikulum dan kegiatan ekstra kurikuler dalam rangka kemitraan sekolah dan juga saling mengenal budaya serta kuktur antar lembaga pendidikan baik di dalam negeri maupun luar negeri, dengan basis internet.

SMP Darunnajah Tampil Di Pekan Raya Pendidikan Di

Salah satu semboyan pesantren Darunnajah Cipining adalah “Almuhafazhah 'ala al-qadiim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah” (menjaga nilai-nilai lama yang masih relevan, dan terbuka kepada hal-hal baru yang lebih relevan. Dengan pijakan ini Darunnajah tidak canggung dan 'tersiksa' dalam menyikapi kemajuan zaman yang semakin pesat, terutama dalam bidang teknologi informasi. Setidaknya itulah yang ingin dicapai dengan diadakannya sebuah progam Global Gateway di Darunnajah Ulujami Jakarta, bekerjasama dengan The British Council Jakarta. Pelatihan sehari tanggal 21 Maret 2006 tersebut diikuti oleh pesantren-pesantren

Cibinong.
Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyelengarakan kegiatan Pekan Raya Pendidikan selama sepekan, mulai Senin s.d Ahad, 2 s.d 7 Mei 2006, di alun-alun Komplek Pemda Bogor, Cibinong. Stand SMP Darunnajah bergabung dengan SMP-SMP lain di bawah komisariat Jasinga. Sehari sebelum penutupan, Kepala SMP Darunnajah, Ust. Romanto Pribadi, S.Pd.I. beserta Ust. Ismail Amin (guru KTK), Ust. Munip Rahman (guru Fisika), Ust. Atijan Yani, A.Ma (Kepala MI ), Ust. Muhlisin Ibnu

WARDAN, No. 25 WARDAN, No. 25

1 1

Volume XVII, Juni 2006 Volume XVII, Juni 2006

Muhtarom (Bagian Kesiswaan) dan Irmawati (Ketua OSIS) berkesempatan mengunjungi dan menjaga stand. Dari kunjungan ini diharapkan tahun yang akan datang SMP Darunnajah dapat berpartisipasi lebih optimal dan maksimal.

mendorong perbuatan negatif destruktif yang jauh dari norma susila dan agama seperti tawuran, misalnya. Kondisi memprihatinkan seperti itu, tidak (akan) dijumpai sekiranya ada langkah-langkah antisipatif dan alternatif. Dan hal itulah yang dilakukan di Pesantren Darunnajah Cipining semenjak awal meluluskan santrinya. Sehari seusai Ujian Nasional Madrasah Aliyah, Jum'at, 19 Mei 2006, para calon alumni angkatan ke-13 itu berkumpul di aula untuk mendapatkan arahan pimpinan pesantren. Dalam

Corat-Coret, No Way !!!
Sudah menjadi pemandangan umum, sebagian siswa-siswi usai pelaksanaan Ujian Nasional meluapkan kegembiaraan dengan mencorat-coret seragam dan konvoi kendaraan bak pahlawan pulang membawa kemenangan gemilang dari medan perang. Bersyukur dan bersenang-senang setelah sukses menjalankan 'tugas berat' tentu tidak dilarang. Namun menjadi lain masalahnya, ketika hal tersebut

pertemuan yang berlangsung selama dua jam, pukul 09.00 s.d 11.00 WIB tersebut K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc menerangkan bagaimana seharusnya kita bermasyarakat. Kyai asal Kendal, Jawa Tengah dan alumnus Universitas Ummul Qura Makkah ini juga menjelaskan pentingnya pertemuan orientasi kemasyarakatan tersebut. Diibaratkannya, calon alumni seperti para penumpang bus yang sudah sampai di suatu terminal dan turun dari kendaraan yang dinaikinya. Ke mana mereka hendak meneruskan perjalanan dan kendaraan jenis apa yang harus dipilih?. Dengan pembekalan ini diharapkan, calon alumni memiliki gambaran yang jelas

WARDAN, No. 25 WARDAN, No. 25

1 1

Volume XVII, Juni 2006 Volume XVII, Juni 2006

tentang What's next yang akan mereka lakukan.

“Bangun Tidur Ku Terus Mandi, Usai Aliyah Ku Ingin Kuliah”
Seorang bijak pernah memisalkan, pendidikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga SLTA adalah (baru) membentuk dan menghasilkan kunci. Kunci itu akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membuka gudang yang isinya beraneka ragam barangbarang berharga. Itulah dunia perguruan tinggi. Agar alumni TMI Darunnajah tidak salah jalan dalam menentukan jenjang pendidikan selanjutnya, Kepala Madrasah Aliyah mengadakan orientasi perguruan tinggi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para tutor dalam briefing ini terdiri atas alumni, baik yang sudah menyelesaikan studi S1/S2 maupun yang masih menjadi mahasiswa. Pada tahun ini, kegiatan tersebut diadakan Sabtu, 20 Mei 2006, bertempat di Gedung Sekretariat Pesantren. Narasumber yang hadir memberikan orientasi adalah: Septa Chandra (alumnus TMI tahun 2004), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ); Shofiyah (alumnus TMI tahun 2004), mahasiswi Akademi Perawatan Serpong; Aulia Rahman (alumnus TMI tahun 2003), mahasiswa LP3i Jakarta; Salah seorang Dosen Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor; Fakhruddin, S.E. (alumnus TMI tahun 1994), dosen STIE Pandu Madania Bogor. Acara ini semakin menarik,

Ujian (Akhir) Sekolah dan Ujian Nasional
Alhamdulillah program evaluasi tahap akhir bagi siswa kelas 6 MI, kelas 3 MTs, kelas 3 SMP, dan kelas 3 MA di Darunnajah Cipining telah terlaksana. Ujian Sekolah MA dilaksanakan mulai 1 s.d 5 Mei 2006, diikuti oleh 55 siswa-siswi. Dua pekan kemudian, 16 s.d 18 Mei mereka mengikuti Ujian Nasional. Ujian Sekolah MTs dilaksanakan mulai 8 s.d 12 Mei 2006, diikuti oleh … siswa-siswi. Sedangkan Ujian Sekolah SMP diikuti oleh 43 siswa-siswi, mulai 8 s.d 10 Mei 2006. Dua pekan kemudian, 22 s.d 24 Mei mereka mengikuti Ujian Nasional. Sementara itu, Ujian Sekolah MI berlangsung mulai 12 s.d 17 Juni 2006, diikuti oleh 37 siswa-siswi. Menurut informasi dari para kepala madrasah/sekolah, pengumuman kelulusan insyaAllah pada pekan ke-3 atau ke-4 Juni 2006.

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

karena di samping ada sesi tanya

jawab, juga diadakan kuis berhadiah oleh salah satu narasumber.

Ulangan Mid Semester Genap
Setelah mengikuti program pembelajaran selama lebih kurang 3 bulan, para santri TMI (MTs/MA) dan SMP Darunnajah Cipining dievaluasi melalui ulangan umum mid semester (ulangan blok 2). Pada semester genap 2005-2006 ini ulangan tersebut dilaksanakan mulai 15 s.d 27 April 2006. Waktu tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nihai (Akhir)Tahap ke-2 bagi Kelas VI TMI, 17 s.d 29 April 2006.

untuk MTs./MA nonasrama dan SMP) berlangsung selama sepekan, 6 s.d 11 Juni 2006. Pekan berikutnya, 13 s.d 24 Juni 2006, dilaksanakan ujian tertulis yang mencakup bidang studi komponen kurikulum nasional dan kurikulum TMI. Setelah melalui sidang dewan guru, pengumuman kenaikan kelas dan rapor hasil belajar akan dibagikan Sabtu, 1 Juli 2006. Adapun ujian semester genap untuk MI Darunnajah berlangsung mulai 19 s.d 24 Juni 2006.

Libur Semester Genap
Libur semester genap di TMI dan SMP Darunnajah Cipining ditetapkan mulai 25 Juni s.d 15 Juli 2006. Pada tanggal 16 Juli 2006 seluruh santri lama sudah harus kembali ke Pesantren (dengan catatan para guru dan pengurus organisasi santri sudah harus berada kembali di Darunnajah Sabtu, 15 Juli 2006). Adapun tahun pelajaran 2006-2007 akan dimulai Senin, 17 Juli 2007. Sementara itu santri baru mulai mukim di Darunnajah Ahad, 23 Juli 2006. Ketentuan libur ini juga berlaku
Volume XVII, Juni 2006

Ujian Semester Genap dan Pembagian Rapor
Akhirnya, mulai 6 s.d 24 Juni 2006, santri kelas 1 s.d 5 TMI dan kelas 1 dan 2 SMP memasuki masa ujian semester genap. Ujian lisan bahasa Arab dan Inggris (plus Ibadah Amaliyah

WARDAN, No. 25

1

Darunnajah Cipining Berpacu dengan Akreditasi

Tahun pelajaran 2005-2006 ini merupakan “tahun akreditasi” bagi madrasah dan sekolah di lingkungan Pesantren Darunnajah Cipining. Pembenahan, penyempurnaan dan peningkatan kualitas layanan dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran memang senantiasa kami upayakan. Namun, dengan adanya program akreditasi massal, kami merasa memperoleh momentum akselerasi. Kebetulan memang tahun ini bertepatan dengan telah hampir habisnya masa berlaku piagam akreditasi terdahulu. SMP Darunnajah Cipining yang baru berumur tiga tahun juga sudah dipacu dengan program pembinaan praakreditasi. MI Darunnajah Terakreditasi “B” Akreditasi merupakan penilaian kelayakan sebuah lembaga pendidikan dalam menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikaian masyarakat dapat mengetahui sekolah manakah yang bagus untuk menjadi mitra dalam mendidik putra-putri mereka. MI Darunnajah pada tahun ini menjalani akreditasi yang kedua kalinya. Sebelumnya, MI Darunnajah

mendapatkan status DIAKUI. Rabu, 29 Maret 2006 lalu, dua Assesor Kabupaten Bogor yaitu Drs. Yusuf Siki, M.Pd. dan Drs. H. Muhtar serta Drs. Supyani selaku Ketua Dewan Akreditasi Madrasah (DAM) dengan penuh kecermatan meneliti 100 item penilaian yang meliputi proses belajar mengajar, manajemen, kultur dan lingkungan. Akhirnya, berkat usaha persiapan maksimal yang dilakukan Kepala Sekolah beserta seluruh jajarannya, MI Darunnajah mampu mengumpulkan nilai 414 dan mendapatkan Kriteria B, peringkat ke 8 dari 42 MI yang diakreditasi.

MTs Darunnajah Terakreditasi “B”
Rabu, 30 November 2005 MTs Darunnajah kembali menjalani akreditasi sekolah. Lima tahun sebelumnya lembaga ini telah mendapatkan status DISAMAKAN. Bebarapa yang menjadi objek penilaian dalam akreditasi ini adalah proses belajar mengajar (PBM), sumber daya, manajemen, kultur dan lingkungan. Tim Assesor berasal dari Dewan Akreditasi Madrasah (DAM)
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

Kabupaten Bogor. Adapun unsur yang terkait dan terlibat dari pihak madrasah ialah pengurus yayasan, kepala madrasah, wakil guru, Kaur TU dan stafnya, ketua OSIS, wakil orang tua dan komite sekolah. Tujuan dari akreditasi yaitu peningkatan mutu pendidikan. Kepala MTs Darunnajah Ust. Jeje Juraemi, S.Ag memberikan tanggapan aktif dan positif terhadap akreditasi ini. “Kita menjadi tambah w a w a s a n , m e m a n g menyelenggarakan pendidikan yang layak itu harus professional dalam segala sisinya” ungkapnya kepada WARDAN.

Empek-empek tersebut kepada WARDAN ketika dikunjungi di rumah

MA Darunnajah Nantikan Hasil Kreditasi
Rabu, 10 Mei 2006 lalu, kepala MA Drs. Abdul Rosyid Sholeh beserta stafnya menyambut visitasi tim assessor dari Kanwil Depag Jawa Barat yang terdiri atas Drs. H.E. Sudirman, Drs. M. Junaedi Fadhillah, dan Nunu Shohih Amidun. Penelitian administrasi, kunjungan lapangan, dan interview dalam rangka akreditasi madrasah ini berlangsung selama dua jam, dari pukul 15.00 s.d 17.00 WIB. Beberapa personil terkait yang masuk dalam tim adalah: Ust. Fathul Mu'min, S.Ag (Kuriulum); Ust. Anton Septiono, S.Pd.I. (Tata Usaha); Ust. Ahmad Rosikhin, Ws (Kesiswaan); Ust. Muhammad Zakaria, M.Ag. (Bimbingan dan Konseling); Ust. Romanto Pribadi, S.Pd.I. (unsur guru); Utsman Utsmana (ketua OSDC/OSIS Putra) dan Lailatul Farhah (ketua OSDC Putri) keduanya dari unsur siswa dan siswi; Bapak Katena Putu Ghandi, S.Ag, (Wali murid Ruqoyah). Kendatipun relatif singkat, namun proses akreditasi berlangsung efektif dan kompeherensif. “Kita berharap, semoga mendapat hasil yang maksimal dari akreditasi ini” ujar kepala madrasah kita yang lahir di Kota
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

Haflah al-Takhrij/Wisuda Santri TMI 2006 Gelar Prestasi Santri: Dari Juara Panco Hingga Hafal Alqur'an

Tiada kenikmatan dapat diraih kecuali setelah mengalami lelah dan bersusah payah. Kata mutiara (mahfuzhat) yang familiar di kalangan santri ini menemukan pengejawantahannya ketika kita usai dari sebuah tugas dan tanggung jawab. Bagi para santri, hidup adalah 'ladang jihad' dalam memerangi keinginan serta hasrat hawa nafsu. Semuanya serba diatur, dari bangun tidur sampai ingin tidur kembali selalu ada disiplin yang mengiringinya. Beruntunglah bagi yang memiliki semboyan 4 S (Senang Syukur, Susah Sabar). Dengan modal keyakinan inilah para santri mampu menjalani suka duka menjalani pendidikan di pesantren. Demikianlah setidaknya yang dirasakan Kholid Imam (santri kelas 6 TMI asal Ternate). Ketika hendak melatunkan ayat suci Al-Qur'an, ia tampak meneteskan air mata yang membuat segenap hadirin haflah altakhrij merasa 'trenyuh.' Calon alumni yang juga mantan ketua Ikatan Qori Darunnajah (IQDA) itu sangat

bersyukur bisa belajar di Darunnajah hingga wisuda. Hal serupa juga dialami oleh Nasrullah Nasruddin (asal Bekasi) ketika menyampaikan sambutan calon alumni mewakili rekan-rekan seangkatannya. Di tengah-tengah sambutannya, sesekali ia tampak menahan tangis harunya. Betapa tidak, ia yang dulu datang ke pesantren dalam keadaan shifrul yadain (tangan kosong), kini sudah hafal Al Qur'an 30 juz dan juga menjadi ketua Ikatan Muballigh Darunnajah (IMDA). Keyakinan kita terhadap keberhasilan sistem pendidikan pesantren semisal Darunnajah, semakin bertambah, manakala H. Edeng Rusadi, S.Sos.I (ayah Sari Rosmawati, asal Tanah Abang, Jakarta) menyampaikan sambutannya. “Saya bangga dengan Darunnajah, karena anak pertama saya, yang juga alumni pertama pesantren ini (yang dimaksud adalah Ust. Imron Rosadi, S.Pd red), kini sedang melanjutkan belajar di progam pascasarjana. Dan kini, adiknya juga selesai di sini” ujar beliau. Pada acara Haflah al-Takhrij yang berlangsung pada hari kamis, 25 Mei 2006 tersebut juga disampaikan sambutan Kepala Madrasah Aliyah Darunnajah oleh Ust. Drs. Abdur Rasyid Sholeh. Beliau berpesan agar
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

para calon alumni dan juga orang tua/wali santri menyikapi hasil Ujian Nasional (akan diumumkan 19 Juni 2006) dengan bijak. Adapun Direktur TMI, Ustadz M. Mufti Abdul Wakil, dalam sambutannya banyak memberikan informasi seputar pendidikan. Diingatkannya juga agar calon alumni menghayati firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 124 dan 133. Ustadz alumnus KMI Pesantren Pabelan Magelang dan LIPIA tersebut menginformasikan bahwa TMI Darunnajah Cipining sudah disetarakan dengan SMA (baca WARDAN No.23 Vol. XVI, Juni 2005). Beliau juga membacakan nama-nama calon alumni peraih kriteria jayyid jiddan/baik sekali dalam Ujian Nihai, yaitu;
Kelas VI A (Putra, berasrama) No. Nama Rata-rata Nilai 1. Ahmad Nur Hidayat 83,65 2. Kholid Imam 82,62 3. Nasrullah Nasruddin 79,42 4. Qodar Rizki 78,42 5. Solehuddin 76,69 Kelas VI B (Putri, berasrama) 1. Upi Nurjannah 82,00 2. Nur Fadhilah 77,15 Kelas VI C (Putra-putri, nonasrama) 1. Siti Aminatul Hasanah 76,43

Namun di saat lain, mereka juga terhenyak mendengar beberapa santri

Suasana pertemuan semakin hidmat, tatkala 23 calon alumni putra (14 santri asrama dan 9 santri non asrama) dipanggil namanya satu persatu diiringi pembacaan prestasi dan pengalaman selama di pesantren, kemudian naik ke atas panggung dan diwisuda oleh Bapak Kiyai didampingi Direktur TMI. Sedangkan 32 calon alumni putri (15 santri asrama dan 17 santri non asrama) diwisuda oleh Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar didampingi Ustadzah Titin Nur Jannah, S.H.I. Sesekali hadirin tersenyum gerrr mendengar prestasi beberapa santri diumumkan, seperti juara lomba panco dan kiper terbaik tingkat Darunnajah.
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

Siswa MI Darunnajah Raih Juara I Porkab Bogor

Selama ini pesantren Darunnajah lebih sering mengikutsertakan santri TMI (MTs/MA) dalam Pekan Olah Raga (PORKAB) Bogor. Kali ini giliran siswa MI event tersebut, dan hasilnyapun tidak mengecewakan. Pada tahap perdana, MI Darunnajah mengutus Ecky Herdiawan. Siswa kelas 6 asal Bogor ini bertanding pada kelas A. Dalam kompetisi ini, bocah yang masih suka main mobil-mobilan dan gasing bersama teman-teman seasramanya tersebut, mampu menyingkirkan lawan-lawan tangguhnya dan menyabet medali emas.

Siswa MI Piknik ke Cibubur
Dunia anak adalah dunia permainan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Anak-anak haruslah tumbuh berkembang dalam suasana

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

kondusif dan konstruktif, jauh dari tekanan-tekanan (stress) dan beban yang melampui batas kemampuannya. Di sinilah letak pentingnya peran Madrasah Ibtidaiyah. Di samping cerdas otaknya (IQ), anak juga harus cerdas secara emosional (EQ) dan cerdas dalam hal spiritual (SQ). Untuk mencapai tujuan dimaksud, MI Darunnajah berupaya mengembangkan progam-progam pendidikannya, antara lain dengan mengadakan tour bersama. Rekreasi ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 1-6 dan para orang tua/wali murid, dengan bimbingan dewan guru. Rabu, 24 Mei 2006 lalu, rombongan yang berjumlah 165 orang tersebut berangkat dengan 3 bus pukul 08.00 WIB. Tujuan mereka ialah Objek Wisata Kota Legenda Eldorado Cibubur, Jakarta Timur. Rombongan sampai di lokasi pukul 11.00 WIB. Setelah briefing dan sejenak melepas penat, para peserta masuk ke lokasi kemudian melaksanakan Sholat Zhuhur berjamaah. Sejurus kemudian sudah tampak anak-anak bergembira ria berenang bersama-sama kawankawan mereka, sementara dewan guru dan orang tua mengawasi mereka sambil berbincang-bincang santai. Pukul 15.00 WIB para siswa menuju

Handicraft Center, yaitu sentra kerajinan tangan dari negeri China,

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Data Prestasi Santri/Siswa-siswi TMI (MTs, dan MA) dan SMP Darunnajah Cipining Bogor (Hasil Ujian Semester Gasal Tahun Pelajaran 2005-2006) Madrasah Tsanawiyah IA 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 M. Luthfi A 1526 Agung Munajat 1495 Abid M. 1492 Chairul Rahmat 1567 Rizki Maulana 1566 Taqiyudin 1556 Cahaya Putri Chan 1752 Gita Marsela 1686 Diah Santika Wati 1652 Nazmi Nur Sunandar 1417 Robbi Kurniawan 1356 Deden Al firman 1308 Badriyah Binti Satibi 1468 Neng Putri Asih 1462 Badriyah Binti Basri 1369 Helmi Firdaus 1843 Muhammad Maulana 1664 Lukman Nurhakim 1649 Pipit Fitriani 1972 Kurrota A'yun 1907 Vivi Yuliani 1873 Nur Wanda 1478 Bahrul Ulum 1473 Enjang Ilma 1391 Nurul Huda 1492 Siti Rahmatyah 1405 Fasya Nur Syafira 1390 Fitri Afrianti Surachman 1480 Nurul Fitriani 1479 Leni Rizkiani 1463 Miftah Firdaus 2079 Cahyono 2050 Ahmad Abda Zaronja 2046 Sela MS 2096 Eva Fauziah 2044 Arina Septiana ch. 2016 Ahmad Fauzan 1442 Salviana 1344 M. Rafsanjani 1344 Yulianingsih 1493 Teti Maryati 1479 Nunur Nuryanah 1469 69.38 67.96 67.81 71.21 71.19 70.73 78.63 76.62 75.11 70.83 67.83 65.43 73.39 73.09 68.48 80.13 72.33 71.68 82.16 79.44 78.03 70.40 70.13 66.25 74.61 70.26 69.50 73.98 73.93 73.15 77.00 75.94 75.77 77.62 75.71 74.68 72.08 67.20 67.20 74.67 73.96 73.49 IVB 1 2 3 IVC 1 2 3 VA 1 2 3 VB 1 2 3 VC 1 2 3 VIA 1 2 3 VIB 1 2 3 VIC 1 2 3 Int. a 1 2 3 Int. b 1 I 2 3 Rifaatul Maftuhah Hidayatul Mustafida Suherni Tini Rustini Nina Hariyani Siti Nurseha M. Zuhruful Muhtadin Abdul Hamid A. Dzawil Faza Lela Lailatussyifa Siti Aisyah Siti Sumirah Nani Karmila Rani Nur Eka Nurhasanah Kholid Imam Nasrullah Nasrudin Ahmad Nur Hidayat Upi Nurjannah Fitriani Susanti Nur Fadhilah Atika Nur Bayanti Siti Aminatul Hasanah Suci Ratmi Ahmad Rosadi Andi Sulaiman M. Mahfud Nur Fitri Nurmin Sri Jannati 2317 2169 2158 1853 1723 1716 2317 2306 2211 2175 2117 2098 1918 1757 1726 2027 2018 1990 2109 2002 1986 1581 1573 1569 1418 1412 1236 1330 1303 1299 77.24 72.30 71.94 74.12 68.93 68.65 79.89 79.53 76.25 75.00 72.49 72.36 79.92 73.23 71.92 77.95 77.60 76.52 81.13 77.02 76.39 75.29 74.89 74.69 88.61 88.23 77.22 83.13 81.45 81.20

IB

IC

ID

IE

IIA

IIB

IIC

IID

IIE

Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 2 3 IB 1 2 3 IIA 1 2 3 IIB 1 2 3 IIIA 1 2 3 IIIB 1 2 3 IA Choirul Anam Mahmun Muhammad Rifki Yayat Sumiati Siti Iyos Habibah Erlina Sari Musyarofah Irmawati Dede Hadromi Chaerul Fahmi Holipah Eva Ps. Prihatin M. Andika Muh. Fahroji Siska Riansyah Nova Nur Azizah Lindawati 1125 1065 1058 1083 1047 1042 1174 1155 1061 1060 1051 1026 1174 1058 1045 1085 1060 1030 70.29 66.59 66.14 67.68 65.42 65.15 73.41 72.20 66.30 66.25 65.67 64.14 78.27 70.52 69.69 72.31 70.66 68.64

IIIA

IIIB

IIIC

IIID

Madrasah Aliyah IVA 1 2 3 Habibi Azhar Hidayatullah Yusep Supriatna 2334 2324 2294 71.81 77.46 76.46

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Sekilas Tentang Kepengurusan Pesantren Darunnajah Cipining
Sejak berdirinya pada tahun 1988, Pesantren Darunnajah 2 Cipining telah berusaha menerapkan model kepemimpinan dan pola manajemen modern. pimpinan pesantren dibantu oleh biro pendidikan, biro pengasuhan, biro pembangunan, biro keuangan, dan sekretaris. Saat itu bentuk organisasi dan personil pengurusnya masih sangat sederhana dan banyak yang merangkap jabatan. P e m b e n a h a n d a n penyempurnaan manajemen dan kepengurusan Darunnajah Cipining kemudian menemukan momentum yang tepat seiring dengan revitalisasi pengurus Yayasan Darunnajah dan Deklarasi Wakaf, 7 Oktober 1994. Semenjak itu Darunnajah Cipining memiliki tujuh biro, sebagai wujud pendelegasian tugas dan wewenang dari pimpinan pesantren, yaitu: biro pendidikan, biro pengasuhan, biro dakwah dan hubungan masyarakat, biro pengkaderan, biro usaha, biro keuangan, dan biro rumahtangga. Di

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

bawah ini struktur keorganisasiannya. Secara singkat dapat dijelaskan pembagian tugas dan wewenang para pengurus pesantren tersebut sebagai berikut: 1. Pimpinan Pesantren bertanggung jawab terhadap kesuksesan program pendidikan dan kepesantrenan secara menyeluruh, sebagai koordinator dan motivator kerja biro 2. Sekretariat Pesantren bertugas mendokumentasikan arsip dan data pesantren, dan membuka hubungan kerjasama dengan lembaga/instansi lain melalui webside/e-mail, surat menyurat dan cara-cara lain 3. Biro Pendidikan berkonsentrasi mensukseskan program pendidikan formal di tingkat RA, MI, MTs, SMP, dan MA, serta Tarbiyatul Mu'aliminmualimat Islamiyah (TMI), baik yang berasrama maupun yang nonasrama 4. B i r o P e n g a s u h a n k h u s u s menangani program kerja kepengasuhan santri, meliputi a k t i f i t a s e k s t r a k u r i k u l e r, pembiasaan ibadah, dan kegiatan rutinitas di asrama. Biro inilah yang beratanggungjawab terhadap kegiatan santri pasca mengikuti KBM di madrasah/sekolah 5. Biro Dakwah dan Hubungan Masyarakat berkewajiban mensyiarkan ajaran agama Islam di dalam pesantren dan sekitarnya, mengorganisasikan kegiatankegiatan pesantren yang berhubungan dengan masyarakat, serta menjalin ukhuwah dengan masyarakat luas 6. Biro Pengkaderan berfungsi sebagai pembina kader-kader pesantren, baik yang masih menjadi santri maupun yang sudah tamat 7. Biro Usaha adalah biro yang bertugas menggali dana, antara lain

dengan mengorganisasikan berbagai kegiatan ekonomi: pertanian, peternakan, waserda, wartel, dan lain-lainnya 8. Biro Keuangan Pesantren sebagai penanggung jawab sirkulasi keuangan pesantren, mengatur anggaran penerimaan dan pengeluaran tiap biro 9. Biro Rumah Tangga adalah biro yang bertanggung jawab terhadap pembangunan, pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pesantren. Adapun strategi kepemimpinan K. H. Jamhari Abdul Jalal Lc. ialah dengan mengoptimalkan sistem kontroling, baik dengan melihat langsung pelaksanaannya maupun dengan memperbanyak frekuensi rapat pengurus dan fungsionaris p e s a n t r e n . D i d a l a m rapat/musyawarah akan terungkap problematika pesantren beserta alternatif solusinya. A d a t i g a m a c a m rapat/musyawarah di pesantren ini yang dilaksanakan sepekan sekali. Pertama, rapat pengurus pesantren yang diikuti oleh pimpinan pesantren dan para pengurus pesantren (kepala biro). Rapat ini diplot untuk merencanakan program dan mengambil keputusan-keputusan strategis pesantren. Kedua, rapat internal biro. Dalam rapat ini kepala biro bersama anggotanya mengevaluasi kegiatan yang sudah berlangsung dan merencanakan program selanjutnya. Ketiga, rapat umum Jum'atan yang diikuti oleh seluruh guru dan administratur. Forum ini merupakan media koordinasi antarguru dan sosialisasi program biro. Dengan optimalisasi fungsi manajemen tersebut, perlahan tapi pasti masyarakat akan semakin mengakui eksistensi Darunnajah Cipining sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas dan prospektif.
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

DUA PENGGALANG DARUNNAJAH JADI PESERTA JAMNAS 2006
Pramuka merupakan kegiatan ekstra kurikuler wajib yang harus diikuti oleh setiap santri baik putra maupun putri bagi yang tinggal di asrama maupun yang pulang pergi. Mereka terbagi ke dalam dua gugus depan: gudep 03.001 untuk putra, dan Gudep 03.002 untuk putri. Menapak tilas perjalanan selama kurun waktu 17 tahun yang lalu, pramuka Darunnajah sudah membukukan puluhan prestasi, baik di tingkat kabupaten, propinsi, dan nasional maupun internasional. Tahun 2006 untuk yang pertama kalinya dua andika penggalang Darunnajah terpilih menjadi wakil Kecamatan Cigudeg dari 6 regu (60 puluh peserta) se-Kabupaten Bogor: tiga regu putra dan tiga regu putri. Kedua andika dimaksud ialah Teguh Reza Kurniawan (kelas 1 TMI asal Kebumen Jawa Tengah) dan Qurrota A`yun (kelas 2 TMI asal Jakarta Selatan). Keduanya terpilih setelah lolos seleksi secara administratif dan setelah berprestasi di ajang Jambore Cabang dan Jambore Daerah tahun 2005. Jambore Nasional tahun 2006 akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Jatinangor Sumedang Jawa Barat, 16 s.d 23 Juli yang akan datang. Dua andika ini wajib mengikuti latihan dengan jadual yang padat sebelum terjun di arena Jamnas sesunguhnya, karena kegiatan ini
WARDAN, No. 25 WARDAN, No. 25

bukan sekadar pesta biasa. Aktivitasaktivitas di Jamnas membutuhkan kekuatan mental dan fisik. Oleh karena itu dalam training center (TC) kedua andika dibekali berbagai keterampilan dalam bidang kepramukaan (scouting skill), out bond, kerjasama tim, pertunjukan pentas seni asli Bogor, kekompakan dalam baris-berbaris, juga arung jeram dan pendakian gunung. Untuk tahun ini menurut Ketua Majelis Pembimbing Harian Pramuka Darunnajah Ust Syaeful Hadi Scada, S.Pd.I, M.T, kegiatan Jamnas akan lebih banyak difokuskan pada out bond, bermain, dan pariwisata. Ketika ditemui Wardan tentang keterlibatanya dalam perhelatan nasional tersebut, ustadz yang juga anggota korps pelatih Lemdika Kabupaten Bogor ini menyatakan dirinya bertindak sebagai pembina pendamping kontingen Kabupaten Bogor.

Pramuka Penggalang Putri

1 1

Volume XVII, Juni 2006 Volume XVII, Juni 2006

Meraih Juara Dua di Al-Mizan
Kesempatan mengikuti AGRASI (AL-Mizan Galang Kreasi) disambut oleh Gudep Darunnajah dengan persiapan yang cukup. Tampil dengan menurunkan satu regu penggalang putri satu sangga penegak, kontingen Darunnajah beradu ketrampilan dengan 16 regu lainnya, antara lain dari Pesantren Pesantren As-Shiddiqiyah Jakarta, As-Salam Sukabumi, Darul Istiqomah Serang, tuan rumah sendiri. Dalam Agresi ke-5 ini diperlombakan 24 macam mata lomba, seperti pendirian tenda, tali-temali, kaligrafi, memasak, menjadi presenter berbahasa Arab dan Inggris. Kegiatan ini berlangsung mulai 23 s.d 26 Februari untuk putra, dan 2 s.d 6 Maret 2006 untuk putri. Didampingi Ustadzah Titin Nurjannah, S.H.i dan Ustadzah Mila Febriani, sangga penegaknya meraih peringkat ketiga, sementara andika penggalang menyabet tempat kedua, dengan andalan kemampuan di bidang kaligrafi, pidato bahasa Arab, memasak dan pioneering. Sementara pramuka putra yang tergabung dalam sangga Kordoba dan regu Macan Kampus berada diurutan keempat dari 38 regu yang bertanding, baik penggalang maupun

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Pencak Silat Terus Koleksi Prestasi dan Bina Generasi

Patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu. Pepatah itu cocok untuk menggambarkan eksistensi dan kiprah pencak silat Darunnajah. Selain untuk menjaga kesehatan secara fisik, cabang olah raga ini juga untuk latihan bela diri. Rasul SAW bersabda, “Orang mukmin yang kuat itu lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah.” Sampai saat ini silat masih menjadi andalan pesantren Darunnajah dan merupakan lumbung medali dalam setiap event, baik di tingkat kabupaten maupun propinsi. Hal ini terbukti dari kemampuan anakanak Darunnajah mendulang medali di beberapa lomba yang baru saja mereka ikuti di Bogor. Bahkan yang mengembirakan lagi, santri kelas 6 MI Darunnajah juga mampu meraih juara I pada tingkat kabupaten untuk kategori anak-anak. Prestasi-prestasi santri Darunnnajah Cipining pada pencak silat antara lain sebagai berikut:

Tiga Pesilat lolos seleksi Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA)
Tamatnya Ahmad Nurhidayat (pesilat nasional) dari TMI Darunnajah tidak menjadikan dunia persilatan Darunnajah mundur. Cabang olah raga otot ini tetap melenggang dan menjadi

yang terbaik di kabupaten Bogor. Buktinya adalah berhasilnya tiga orang santri menjadi juara I pada seleksi pencak silat antar wilayah se-Jawa barat. Mereka berhak untuk mewakili Kota Hujan ini di tingkat propinsi. Seleksi pra-POPDA yang diselengarakan 21 s.d 24 Mei di Bogor merupakan prestasi yang terbaik, khususnya bagi Munazil Hidayat. Santri kelas 5 TMI asal Tegal Jawa Tengah ini turun pada kelas seni tunggal putra. Sedangkan bagi Waliyudin (kelas 4 TMI asal Bogor) yang turun pada kelas B, event ini merupakan pengalaman pertamanya di luar pesantren. Sementara untuk Isnahadi Kurniawan (kelas 4 TMI asal Tangerang), ini merupakan keikutsertaan kedua kalinya di tingkat propinsi. Ketiga pesilat tersebut akan bertanding pada POPDA tanggal 12-15 Juni 2006 di Bandung. Saat ini mereka tengah mempersiakan diri dengan latihan fisik dan menjaga kondisi tubuh. Ketika ditemui Wardan, mereka juga mengungkapkan keinginannya untuk berprestasi di tingkat nasional seperti yang telah dipersembahkan oleh kakak-kakak kelas, seperti Arsyad Umar dan Ahmad Nurhidayat. Untuk itu mereka mengharapkan dukungan penuh dari berbagai pihak.

Darunnajah Borong Medali Emas di Cibinong
1
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

Membawa 13 atlet silat dari Darunnajah, Kecamatan Cigudeg boleh berbangga dalam Porseni tingkat kabupaten, 13 s.d 16 April di Cibinong. H a m p i r s e m u a a t l e t mempersembahkan medali untuk kecamatan di mana Darunnajah berdomisili. Prestasi ini merupakan yang kedua kalinya, setelah pada tahun sebelumnya para pesilat dari Darunnajah juga mampu merajai perlombaan dan memborong medali mewakili Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Cigudeg. Berikut nama-nama pesilat yang turun untuk Porseni 2006 dan prestasi mereka berdasarkan peringkat kelas: Kelas Medali A Emas B Perunggu D Perak F Perunggu G Emas H Perak I Emas J Emas Nama Asal Eki Hardianas Bogor Boy sandi Bekasi Helmi Firdaus Bogor Aris Sopandi Bogor Munazil hidayat Tegal Hamdani Garut Isnahadi Tangerang Jayuddin Jakarta

Cibinong. Pendadaran Bagi Calon Pelatih Silat Keberhasilan bukan hanya diukur dari prestasi yang telah diraih, tetapi juga dari kualitas pembinaan dan pola regenerasinya. Pesantren Darunnajah selalu berusaha agar suatu kesuksesan dapat berkelanjutan dan lebih baik dari sebelumnya. Penataran calon pelatih silat adalah salah satu caranya. Kegiatan yang diadakan setiap tahun ini wajib diikuti oleh santri kelas 4 TMI. Harapannya, ketika duduk sebagai pengurus di kelas 5 mereka mampu melatih adik kelasnya. Diikuti 35 siswa, penataran kali ini diadakan 22 s.d 24 Mei 2006, berbarengan dengan pelaksanaan Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah. Instrukturnya berasal dari IPSI DKI Jakarta. Melalui kegiatan ini para calon pelatih mendapatkan penempaan fisik yang cukup melelahkan. Selain itu instruktur juga mengajarkan teknik fighting yang baik, tata cara menjadi wasit menurut standar IPSI dan pengenalan jurus baku tapak suci yang berupa jurus wiraloka dan tunggal baku. Sebelum mengambil sabuk pelatih, para peserta pelatihan diharuskan berlari terlebih dahulu di jalan raya tanpa menggunakan alas kaki dan uang saku dengan jarak lebih kurang 20 Km. (Laporan Nasikhun)

Dengan sumbangan medali diatas, Kecamatan Cigudeg berada di urutan kedua setelah tuan rumah

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Serah terima tongkat estafet Kepengurusan organisasi santri

Siapkah anak-anaku untuk tidak munafik? Siap! Siapkah anakku untuk membantu Pimpinan pesantren dan staf-stafnya dalam menjalankan disiplin dan sunah-sunah pesantren? Siap! Siapkah anak-anakku untuk berjanji? Siap! Berjanjilah!.........................
Itulah penggalan pengantar sumpah jabatan yang harus diucapkan di hadapan Pimpinan Pesantren, dewan guru, tamu undangan dan seluruh warga Darunnajah saat para pengurus baru organisasi santri dilantik. Untuk menjadi pengurus
WARDAN, No. 25

organisasi mereka harus melalui beberapa tahapan seperti pemilihan bakal calon ketua, kemudian namanama bakal calon ketua terpilih diserahkan kepada Kepala Biro Pengasuhan santri untuk dilakukan seleksi. Pencoblosan (pemilihan ketua) merupakan agenda yang paling menarik. Acara ini diformat seperti prosesi pemilihan kepala desa maupun pilkada. Para bakal calon ketua harus menyampaikan visi dan misinya dalam suatu forum menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Rentetan prosesi pergantian pengurus kali ini berlangsung mulai 28 Januari s.d 12 Februarai 2006, didahului dengan laporan pertanggungjawaban pengurus lama, 5 Februari 2006; serah terima jabatan dan pelantikan pengurus baru, 6
Volume XVII, Juni 2006

1

Februari 2006; pelatihan dasar kepemimpinan, 9-10 Februari 2006; dan diakhiri dengan musyawarah kerja, 11-12 Februari 2006. Berikut adalah nama pengurus organisasi santri dan pramuka masa bhakti 2006-2007: OSDC (Organisasi santri Darunnajah Cipinig) putra asrama
Ketua: Sekretaris: Bendahara: Bagian-bagian: Agung MS. Yusfian Prasetya Hijrah Saputra Syamsuddin Pengajaran: Ihwan Saputra Hafidz Al-Arsyad Peribadatan: Mardhoulhaq Isnahadi Nuriawan M. Syaiful Millah Bahasa: Munazil Hidayat Raden Rino AS. Hidayatullah Olah Raga: TB. Imam Munandar Ahmad Fauzi Kesehatan: Ari Asyari Randi Nurlail Penerangan: Firmansyah Ajen Fahreja Abdul Rozak Perpustakaan: Fadli Nazwar Habibi Azhar Keterampilan: Budi Ismanto Asep Supriatna Penerimaan Tamu: Fahrurrozi Topan Arius Saputra Kesejahteraan: Jayudin M. Romdhon Keamanan: Jakarta Tangerang Bogor Jakarata Palembang Bekasi Jambi Tangerang Tangerang Tegal Jakarta Jambi Tangerang Tangerang Bekasi Jakarta Tangerang Tangerang Tangerang Padang Bandung Bogor Bogor Jakarta Jakarta Jakarta Bogor Abdul Hamid Usman Usmana Reza Naufal Romadian Aris Sopandi Bekasi Bogor Bogor Bogor Siti Aisyah B Nur Wardaturrahmah Fera Paramita Agustin Peribadatan: Ulfa Sufyana Cacih Wiryanti Silviatun Morgana Perpustakaan: Maisaroh Pungky Apriyani Kesehatan: Nurul Amariah Nur Fajriyatun Dewi Putri Oktaviani Olah Raga: Ina Maulana Tutut Eka Sari Penerimaan Tamu: Euis Nur Fadhilah Yuni Nurmayanti Penerangan: Siti Sumirah Ristia Ningsih Kesejahteraan: Eka Munawaroh Kepramukaan: Ika Muslimah Ferni Agustia Kristari Hidayatul Mustafida Pengajaran: Bekasi Bekasi Tangerang Jakarta Serang Bogor Bekasi Bogor Bogor Bogor Jakarta Bogor Jakarta Tangerang Bogor Bogor Bogor Tangerang Bogor Bogor Tangerang

OSTAQ (Organisasi Santri Tahfidzul Qur'an) putra asrama Ketua: Sekretaris dan perlengkapan (STASEKAP): A. Dzawil Faza Bedahara dan Kesejahteraan (STAKESRA): Nur Rochim Jawa Tengah Prestasi dan Kegiatan (STAPRESGIAT): M. Zuhruful Muhtadin Husnul Mubarak M. Zein Muttaqien Fajar Safari Nugraha Penegak Disiplin (STAPENDIS): Hafidz Mahyudin Zaenul Asikin Ahmad Dimyati Bagian Ibadah (STABIDA): Asnawi Ali Imron Ikhsan Tangerang Jawa Tengah Jambi Bekasi Jawa Tengah Jakarta Tangerang Jawa Tengah Tangerang Bogor Jawa Tengah Ahmad Sopandi Muhammad Sofwan Bekasi Bekasi

OSDC (Organisasi santri Darunnajah Cipining) putri asrama Ketua: Sekretaris: Bendahara: Bagian-bagian: Keamanan: Bahasa: Siti Aisyah ali Suherni Siti Tsulusussholihah Lela Lailatus Syifa Siti Sumirah Rifa'atul Maftuhah Ristia Ningsih Bogor Tangerang Tangerang Bogor Bogor Bogor Bogor Deasy Yudiana Nur Lailatul Farhah Lina Adhani Syifa Fauziah Jakarta Jawa Tengah Tangerang Bogor

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Penggerak Bahasa (STARAKSA): Zaenal A. Haryadi M. Hamdani Nur Rochim Bagian Kesehatan dan Kerapihan (STAKESRAP): Iqbal Mulyanto Akbar Nugraha A. Samsul Bahri Bogor Bogor Tangerang Tangerang Banten Garut Jawa Tengah

K3:

Fifih Nurfah Mulyantini Hopsah Iis Solihah Komariyah Uyat Sarifatul Jannah Rahmawati

Lebakwangi Kadaung Kompa Sinengah Cipining Cipining Kompa

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) putri non asrama Ketua: Sekretaris: M. Hudri Irmawati Chaerul Fahmi Kholifah Mingka Fina Dede Hadromi Musyarofah Nanggung Toge Nanggung Cipining Cipining Nanggung

OSADC (Organisasi Siswa Darunnajah Cipining) putra non asrama Ketua: Sekretaris: Bendahara: Bagian-Bagian: Keamanan: K3: Pengajaran: Bahasa: M. Kamaluddin Wahyono Indra Wijaya Roi Jamiludin Asep Budiana Ali Abdul Aziz Maulana Yusuf Adi Munalifah Aldila Pramana Cipining Cipining Cipining Cimapag Lebakwangi Ciapus Kompa Kadaung Cipining Toge Asep Fikrul Yakin Zulfikar Ichsan Romdhoni Hidayat Ali Sarwa Kadaung Cipining Cipining Banar

Bendahara: Bagian-Bagian: Ketakwaan:

Muhammad Napi Abdul Murid Eva Puspa Sari Nurul Falah Adkaruddin Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Muhammad Utsman Citra Hardiyanti Sirojudin Kamaludin Pendidikan dan Pendahuluan Bela Negara: Jamyadi Ule Suherman Muhammad Fahri Abdul Ghofur Hendri Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur: Badrudin Aimi Nurronniyah Iqbal Suwanda Pendidikan Politik dan Kepemimpinan: Asep Maulana Sholihat Abdul Rahman Mukti Keterampilan Dan Kewirausahaan: Muhammad Iqbal Lusi Widia Putri Agung Wijaya Jaenal Arifin

Nanggung Nanggung Nanggung Cipining Nanggung

Nanggung Cipining Bolang Cipining

OSIDC (Organisasi Siswi Darunnajah Cipining) putri non asrama Ketua: Sekretaris: Bendahara: Bagian-bagian: Keamanan: Bahasa: Nia Guniah Amanah Siti Nurlaela Tini Rustini Putri Korniasari Khomsatun Mubarakah Rina Bapsiatun Yayah Badriyah Rani Nur Eka Santi Amelia Siti Nurhayati Nur Yanah Siti Rohima Bintang D. M. Haedaroh Nurseha Novitasari Lebakwangi Cipining Lebakwangi Nanggung Jawa Tengah Garut Lebakwangi Cigudeg Cimapag Kompa Cipining Ciapus Jasinga Kemang Cipining Nanggung Nani Karmila Nurhasanah Eneng Ferawati Neneng Muliah Husna Atiqoh Siti Mutamimah Nanggung Lebakwangi Lebakwangi Kompa Jawa Tengah Bolang

Nanggung Nanggung Toge Lebakwangi Leuwi Ceuri

Nanggung Nanggung Leuwi Ceuri Kadaung

Pengajaran:

Nanggung Nanggung Nanggung Lebakwangi

Peribadatan:

Nanggung Cipining Toge Cipining

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Jasmani Dan Kesehatan: Iwan Sutarmo Rudini Tami Handayani Miftahudin Apresiasi dan Kreasi Seni: Yuliana Sulastri Haekaluddin Ipung Purwanto Diana purwanti Nanggung Nanggung Nanggung Lauwi Ceuri Nanggung Nanggung Nanggung Nanggung Nanggung

PRAMUKA NON ASRAMA PUTRA Ketua: Ankuset: Ankuang: Ankulat: Surya Syarif Rahmatullah Ramdhani M. Shodiq Retno Thomas Hepri Deden Ujang Yusuf Jeprimol Andi Amiludin Jaelani Yusuf Maulana Deni Miftahudin Sinengah Rumpin Cipining Cipining Cipining Kalong Dagul Citatah Bunar Jakarta Caringin Cipining Nanggung Jawa Tengah

Ankusani: Ankuperkap:

ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN 03.001/03.002 Pondok Pesantren Darunnnajah Cipining PRAMUKA ASRAMA PUTRA

PRAMUKA NON ASRAMA PUTRI Ka. Koord: Ankuset: Yayah Romdoyah Nur Eka Riani Siti Lutfiah Lita Ratnasari Lia Lutifah Yayah Munawaroh Lilih Sholihat Siti Khumaeroh Nikmatul Bariyah Nina Haryani Latifah Apriani Ika Sartika Auis Maryati Fitrotun Nikmah Nanggung Kadaung Bolang Lebakwangi Cipining Cipining Nanggung Lebakwangi Cipining Sinengah Cipining Kompa Cibungur Jawa Tengah

Ka. Koord Anku-Anku:

Akbar Mufid Waliyudin Nurdiansyah Nanang Kurniawan Agung Budiman Yusep Supriatna Irfan Zaelani Beri Setiawan Beni Rustiansyah M. Parlan Fajar Darmawan

Bogor Bogor Lampung Depok Jakarta Bogor Bogor Tangerang Tangerang Banten Banten

Ankuang: Ankulat:

Ankuset: Ankuang: Ankulat: Ankusani: Ankuperkap:

Ankuset: Ankuperkap:

(Laporan Nasikhun)

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Prestasi Sebagai Hasil Disiplin Diri
Muka ceria dan berseri dengan sesekali melempar senyum simpul saat berjumpa dengan setiap orang, itulah gaya sosok santri yang mempunyai nama lengkap Ahmad Nurhidayat. Santri kelahiran Bogor tahun 1987 ini telah menimba ilmu di TMI Darunnajah selama 6 tahun dan baru saja bulan Mei lalu. Segudang prestasi telah ia torehkan melalui cabang pencak silat hingga tingkat nasional, tidak membuatnya merasa sombong. Hal ini tampak dari pembicaraannya saat ditemui Wardan seusai acara haflah al-takhrij. Melalui Wardan ia ingin berbagi pengalaman kepada adik-adik kelas tercinta dan mengucapkan terima kasih kepada Pesantren Darunnajah yang telah membina dan mengasuhnya sehingga seperti sekarang ini. Bertikut ini wawancara khusus reporter Wardan, Ustadz Nasikhun SN, dengan santri yang juga sudah menghafal 13 juz AlQur`an ini. Mas Ahmad selesai juga belajar di Pesantren ini? Alhamdulillah dengan Ridlo Allah semua berjalan dengan baik hingga saat ini Apa sih! Plus minusnya belajar di pesantren? Yang jelas banyak plusnya. Seperti apa contoh plusnya ? Ketika kita memandang disiplin dan menjalankan peraturan pesantren seakan sebuah paksaan memang benar (terasa berat red), akan tetapi itu hanya pandangan yang pendek. Tetapi dibalik itu semua sebenarnya kita sedang diarahkan kepada sesuatu yang paling baik dan terpuji. Bagiku, tidak ada aturan di Pondok ini yang tidak bertujuan baik buat para santri Anda kan santri yang memang memiliki bakat untuk pencak silat, sejak kapan anda suka dengan olah raga adu jotos ini? Sebenarnya ketika kelas empat SD saya sudah mulai berlatih silat tapi itu hanya sekedar olah raga saja. (Saya) mulai giat berlatih sungguhsungguh ya di Darunnajah, itupun ketika kelas dua TMI sampai saat ini. Dunia Persilatan telah anda jelajahi terutama untuk tingkat pelajar, kira-kira siapa saja orangorang yang paling berjasa dengan prestasi anda hingga saat in? Yang jelas pertama kali adalah keluargaku sendiri terutama sentuhan ibuku tercinta melalui dukungannya baik materi maupun nonmateri. Yang juga tak kalah besarnya adalah Pak Kyai Jamhari Abdul Jalal, Lc yang selalu memberiku motivasi untuk menjadi yang terbaik, para Dewan Guru yang tidak pernah bosan untuk membimbingku selama, ini juga Kakakkakak Alumni serta rekan-rekan santri Berbagai event pencak talah anda ikuti dari tingkat kabupaten sampai tingkat nasional. Apa saja prestasi yang telah anda bukukan sampai saat ini? Untuk berapanya saya kurang hafal tapi yang saya ingat antara lain: Juara 1 Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA) wilayah Sukabumi 2004, Juara 1 Pekan Olah Raga
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

Kabupaten (PORKAB) Bogor 2005, Juara 1 POPDA Jawa Barat 2004, Juara 1 POPKAB Kabupaten Bogor 2005, Juara 2 POPNAS (Pekan Olah raga Nasional) di Medan dan lain-lain. Di kelas mana saja anda turun bertanding untuk mendapatkan itu semua? Saya merupakan spesialis untuk bertanding pada kelas seni tunggal. Kalau boleh sedikit tahu, jurus apa saja yang sering Ahmad andalkan untuk mengalahkan lawan-lawan yang ada? Biasanya saya selain menggunakan jurus tunggal baku dengan tangan kosong yang saya kombinasikan dengan jurus wiraloka dan terkadang sayapun menggunakan toya maupun golok. Kira-kira di luar silat apa prestasi yang telah Ahmad dapatkan? Ada sih tapi cuma sedikit yaitu menjadi santri teladan Darunnajah Cipining ketika kelas empat TMI, dengan kategori sebagai santri terbersih,terajin ibadah dan tersopan. P e r n a h k a h p u n y a pengalaman yang mengesankan di Pondok ini? Banyak juga, yang paling tidak saya perkirakan saat di tunjuk menjadi percontohan praktik mengajar dengan menggunakan bahasa Arab; sedangkan di dalamnya tidak hanya adik-adik kelas yang saya ajar melainkan teman-teman dari kelas 6 serta para guru senior, sedangkan saya merasa bahasa Arab saya tidak begitu bagus; dan yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan saat terjadinya hujan tangis diantara kami sesama kelas enam ketika acara wisuda santri. Tadi ketika diumumkan hasil nilai ujian akhir kelas enam TMI anda berada di peringkat pertama dengan kriteria baik sekali, sementara anda biasanya berada di peringkat ke lima maupun keenam di kelas Apa yang

anda lakukan untuk ini semua? Untuk ujian saat ini kan hanya materi-materi pesantren, sementara untuk ujian-ujian seperti semesteran mencakup seluruh materi baik yang pesantren maupun yang materi umum, sedangkan selama ini kecenderungan saya pada materi-materi pesantren. Adakah usaha lain dalam menghadapi ujian akhir kelas enam kemarin? Pastinya belajar dengan sungguh-sungguh, tidak lupa berdo`a, berusaha untuk sholat malam dan puasa sunah serta yang tidak kalah pentingnya menjauhi maksiat seperti yang pernah Imam Syafi`i lakukan. Adakah rencana untuk melanjutkan study setelah dari Darunnjah; kira-kira kemana yang paling Ahmad sukai? InsyaAllah ada, cuma untuk kemananya masih agak bingung, mohon do'a dari semuanya mudahmudahan saya bisa belajar di Mesir. Sambil menunggu seleksi ujian ke Mesir, sekarang ini apa yang anda lakukan? Saya sekarang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi PORPROP (Pekan Olah Raga Propinsi) Jawa Barat mewakili Kabupaten Sukabumi yang akan digelar di Karawang tanggal 8-20 Juli 2006. Adakah sesuatu yang akan Ahmad sampaikan di akhir wawancara ini? Sebelumnya saya mohon ma'af bila selama menjadi santri banyak berbuat kesalahan kepada Bapak Pimpinan dan para dewan guru. Hanya ucapan terima kasih yang tiada terhingga dan semoga segala amal perbuatan baik semuanya dibalas oleh Allah SWT. Dan untuk Adik-adikku, kamu hanya akan berhasil jika kamu selalu berdisiplin baik kepada Allah maupun dengan peraturan pesantren yang ada.
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

KONTINGEN DARUNNAJAH JUARA UMUM PORSENI ANTAR PESANTREN SE-KABUPATEN BOGOR

Pelatihan pidato (Muhadloroh) merupakan kegiatan eskul unggulan di Pesantren Darunnajah Cipining. Kegiatan ini termasuk program kerja mingguan Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) di Bidang Pengajaran. Berkat kesungguhan dan kedisiplinan para santri dalam berlatih, telah meraih prestasi yang menggembirakan bagi pesantren. Di antara prestasi yang pernah diraih oleh santri Darunnajah adalah juara 1 lomba pidato Bahasa Ingris POSPESNAS di Indramayu Jawa Barat atas nama Nur Akhyari dan finalis Lomba Pidato

berbicara/berpidato di lingkungan Kabupaten Bogor. Kegiatan ini juga sebagai ajang seleksi tingkat Kabupatrn Bogor untuk menuju ke tingkat propinsi Jawa Barat. Pada event lomba tersebut Pesantren Darunnajah Cipining mengirimkan kontingen dengan jumlah 60 santri, dan didampingi 2 pembimbing , yaitu Ustad Kamilin (Kepala Asrama Putri)dan Ustad Mukarrom Jupri (Kepala Lembaga Pengembangan Prestasi Santri). Di bawah ini daftar nama kontingen Pesantren Darunnajah yang meraih

Bahasa Arab POSPESNAS di Medan atas nama Yusuf Abdul Hamid. Prestasi tersebut kemudian diikuti oleh generasi berikutnya, yaitu tepatnya pada tanggal 27-29 Maret telah digelar PORSENI antar pesantren se-Kabupaten Bogor di Bumi Perkemahan Cimandala Bogor.. Perlombaan ini diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Departemen Agama Kabupaten Bogor. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pemuda di bidang olah raga dan ketrampilan
WARDAN, No. 25

juara beserta jenis lomba yang diikutinya: Prestasi di atas merupakan indikasi bahwa santri Darunnajah Cipining berkompetensi di bidang pidato 3 bahasa (Arab, Ingris, dan Indonesia), termasuk juga di bidang olah raganya. Dari porsentase perolehan medali tersebut akhirnya panitia penyelenggara mengukuhkan kontingen Pesantren Darunnjah Cipining sebagai juara umum, dan berhak mengikuti PORSENI antar pesntren se-Jawa Barat. (Oleh : Nasikhun)

1

Volume XVII, Juni 2006

Santri Pantang Bermalasan dan Menganggur

Pesantren Darunnajah berusaha menyelenggarakan pendidikan secara komprehensif. Oleh karena itu kegiatan ekstrakurikuler merupakan program yang mendapatkan perhatian tinggi untuk mengembangkan berbagai talenta yang dimiliki santri dan siswanya. Hal ini sesuai dengan visi dan misi pesantren, di antaranya mencetak kader ulama yang terampil dan shalih. Kegiatan ekstrakurikuler di pesantren Darunnajah dikendalikan oleh Biro Pengasuhan Santri. Saat pelaksanaan ujian sekolah bagi kelas 3 MTs dan/atau MA seluruh siswa wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh Organisasi santri/siswa, baik yang berasrama maupun nonasrama. Pada tahun ini para santri dan siswa MTs, MA dan SMP dibagi menjadi dua kelompok: putra dan putri. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 sampai dengan 11 Mei disebut dengan Biro Pengasuhan Cup (BP Cup). Mereka mengikuti berbagai perlombaan olahraga, ilmiah dan seni, seperti sepak bola, bola volley, sepak takraw, badminton dan tenis meja

untuk santri putra.Adapun santri putri, mereka mengikuti lomba senam kreasi, cerdas cermat, karya ilmiah, karaoke dan keputrian. Kegiatan ini dimeriahkan dengan demo masak oleh para ustadzah. Panitia kegiatan ini ialah santri kelas 5 TMI (kelas 2 MA). Dalam lomba kali ini tampil sebagi juara umum putra kelompok AC Milan, walaupun untuk sepak bolanya dijuari oleh SMP. Adapun untuk kelompok putri, kelas 2 B menjadi juara umum. Saat pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) MTs dan SMP, banyak guru yang menjadi pengawas ujian nasionali, di samping ruang kelas yang juga dipakai dan faktor ketenangan suasana. Hal-hal ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar bagi kelaskelas lainnya tidak memungkinkan. Siswi nonasrama mengisi waktu ini dengan kegiatan camping di Gunung Picung Desa Bangunjaya, 2223 Mei, diikuti oleh 100 peserta penegak dan penggalang. Menurut ketua panitia Yayah Rumdayah dan Nani Karmila acara camping ini diisi dengan karnaval, lomba bola bambu, wide game dan lomba lacak pramuka pada siang hari. Malam harinya mereka mengikuti renungan dan tadabur alam, didampingi beberapa ustadz dan ustadzah. Kegiatan berjalan lancar, diakhiri dengan “operasi semut” untuk membersihkan tempat perkemahan. Sedang siswa asrama dan non asrama mengisinya dengan kegiatan outbond dan permainan dalam bentuk kerja sama tim dibawah bimbingan Ustadz Syeful Hadi Scada, S.Pd.I, M.T dan Ustadz Abdur Rozak. (Laporan

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Guru Darunnajah Asah Kecerdasan Emosional dan Spiritual

Pada bulan Februari 2006 Pesantren Darunnajah Cipining mendapat undangan untuk mengikuti Training ESQ. Undangan disampaikan oleh salah seorang trainernya yang juga alumnus TMI Darunnajah Cipining angkatan pertama, Syamsul Rahman, M.Ag. Training dalam bidang ini adalah sangat penting, terutama bagi para pengasuh dan guru. Untuk itu diutuslah 3 orang guru untuk mengikutinya, yaitu Ustadz Isa Abdillah Adnan; Ustadz Mukhammad Muddatsir, S.H.i; dan Ustadz Syarqi. Training berlangsung selama 3 hari, mulai 25 s.d 27 Februari 2006, bertempat di Gedung Telkom Divre II Jakarta. Bertindak sebagai trainer adalah Syamsul Rahman, M.Ag. Peserta training kali ini berjumlah 460 orang. Mereka datang dari berbagai tempat di Jabotabek. Pada bulan berikutnya Darunnajah kembali memenuhi undangan lembaga pimpinan trainer nasional Ary Ginanjar Agustian ini, dengan mengutus 3 orang guru, yakni Ustadz Ahmad Qomaruddin; Ustadz Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I, M.T; dan Ustadz Mujiyanto. Lama pelatihan ialah 3 hari, mulai 22 s.d 24 April 2006. Training periode ini mengambil tempat di Gedung Telkom Divre II Jakarta, sama seperti pada bulan sebelumnya. Adapun pesertanya berjumlah 500 orang. (Laporan Nasikhun & Mufti)

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Pengurus OSDC Putri Studi Banding Ke Sukabumi

Kegiatan organisasi akan berjalan lancar bila semua program dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat. Guna mendukung itu para pengurus baru harus segera mengadakan musyawarah kerja untuk menetukan program yang bisa dilaksanakan. dalam periode satu tahun, dengan didampingi para pembimbing dari unsur guru. Selain itu para pengurus baru biasanya belajar dari pengalaman pengurus sebelumnnya. Dalam rangka menambah wawasan dalam berorganisasi, para pengurus OSDC putri periode ini melakukan studi banding tentang ke pesantern As-Salam Sukabumi. Pesantren yang diasuh oleh Kyai Dr Cecep Setiabudi ini dipilih karena selama ini beberapa kali mampu menjuarai eventevent kepramukaan antar sekolah dan pesantren. Rombongan yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Musta`in ini berangkat Jum'at, 5 Mei 2006, pukul 07.30 WIB. Pelepasan dilakukan oleh Pimpinan Pesantren di depan kantor sekretariat pesantren. Peserta studi banding kali ini berjumlah 29 anak dan 8 orang Ustadzah pembimbing. Pukul 13.30 rombongan tiba di tempat tujuan, disambut langsung oleh Pimpinan Pesantren As-Salam serta beberapa stafnya. Selain tanya jawab dan tukar pikiran seputar kegiatan organisasi santri/siswa, rombongan dipersilakan pula untuk studi lapangan dengan berkeliling kampus AsSalam, sehingga menambah suasana tampak lebih akrab. Menurut Ketua OSDC Putri, Deasy Yudiana, saat dikonfirmasi Wardan tentang oleh-oleh studi bandingnya, ia mengatakan bimbingan oleh guru kepada pengurus organisasi santri di As-Salam intensif. Fasilitas yang tersedia juga telah dapat dimanfaatkan oleh para santri secara baik, seperti laboratorium bahasa dan fasilitasfasilitas kursus lainnya. Deasy juga berharap dengan adanya kegiatan ini agar apa yang baik dapat dikembangkan di

Darunnajah Cipining. Pengurus OSADC & OSIDC Nonasrama Berkebun Biaya merupakan masalah klasik yang selalu muncul dalam kegiatan berorganisasi. Bila hanya mengandalkan dana rutin dari iuran, misalnya, biasanya progam kerja yang ada tidak dapat berjalan dengan lancar dan para penguruspun terkesan kurang bersemangat. Pola pikir dan cara pandang seperti ini nampaknya yang sedang hendak dirubah oleh pengurus organisasi siswa/siswi (nonasrama) Darunnajah dengan merelakan waktu luang mereka untuk mengangkat cangkul dan sabit setelah pulang sekolah. Para pengurus ini memilih alternatif membuka lahan seluas 50 meter persegi di kampus Darunnajah untuk bercocok tanam sayur-sayuran seperti terong, kangkung dan cabai. Tanaman ini dipilih karena dari segi perawatan lebih mudah dan tidak membutuhkan perhatian lebih, sehingga para pengurus dapat mengerjakannya saat ada waktu luang dari kegiatan kursus di luar sekolah. Dhuha Dan Tahajud Bersama Acara peringatan Maulid Nabi yang biasanya diisi dengan kegiatan lombalomba keagamaan untuk kali ini dibuat berbeda. Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining mengambil inisiatif mengadakan kegiatan shalat tahajud bersama saat malam 12 Rabi'ul Awal 1427, diikuti dengan renungan malam yang bertempat di masjid Darunnajah. Pagi harinya pukul 08.00 WIB para pengurus dan segenap santri berbondong-bondong pergi ke masjid lagi untuk melaksanakan sholat dhuha bersama, dipimpin oleh Ust Muhlisin S.H.i. Acara dilanjutkan dengan pengajian memperingati Maulid Nabi oleh Bapak Drs. H Thoyib dari Jakarta. Beliau adalah ayah Emha Rizki kelas 2 TMI dan Maesyarah kelas 1 TMI.(Laporan Nasikhun)

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Biro Dakwah

Mengenal Lebih Dekat Biro Da'wah dan Humas

Menurut sejarahnya biasanya Agenda kerja dan Kegiatan Biro pesantren lahir dan didukung oleh Alhamdulillah, beberapa masyarakat lingkungannya. program kerja Biro Dakwah dan Humas Masyarakat mengharapkan mudah hingga saat ini telah banyak yang mengakses nilaiterlaksana, bahkan nilai dan ajaran b e b e r a p a agama Islam diantaranya sudah Struktur Biro Dakwah Dan Humas melalui pesantren. dibakukan menjadi Pesantren Darunnajah Karena, masyarakat kegiatan tahunan. Kepala Biro: m e m a n d a n g Beberapa program Ust. Katena Putu Ghandi, S.Ag pesantren sebagai yang telah dan akan lembaga pendidikan dilaksanakan Sekretaris: komprehensif yang selama satu Ust. Isa Abdillah kompeten, yaitu semester ini antara memadukan ajaran lain: Bendahara: agama yang Ust. Nasikhun SN. berbasis pada AlA. Safari Dakwah Quran dan Sunnah Massal Bidang Pembinaan Da'I: (imtaq) dengan Sebelum Ust. Muhlisin, S.H.I bidang-bidang studi pulang untuk Ust. Abdur Rozak umum (iptek). berlibur ke rumah Usth. Euis Isnawati Di Pesantren masing-masing D a r u n n a j a h pasca ujian Bidang Santunan sosial: Cipining, biro semester pertama Ust. Muhammad Musta'in dakwah dan humas tahun pelajaran Usth. Sri Rahayuni berperan sebagai 2005-2006 lalu, media komunikasi para santri Bidang Kemasyarakatan: antara pesantren d i h a r u s k a n Ust. Faruq Abshori dengan masyarakat mengikuti kegiatan Ust. Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I sekitar. Karenanya, safari dakwah. s u s u n a n Kegiatan ini Bidang Alumni: kepengurusan dan merupakan agenda Ust. M. Zakaria, M. Ag program kerja biro rutin yang menjadi dibentuk berdasar media santri prioritas pada bersosialisasi dalam masyarakat. kepentingan dakwah dan hubungan kepada masyarakat dimaksud. Rombongan dilepas langsung

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

oleh pimpinan pesantren, 25 Desember 2005. Setelah 3 hari berada di lokasi safari dakwah, para santri diperbolehkan pulang ke rumah. Safari dakwah yang dilakukan selama ini mengambil lingkungan tempat tinggal orangtua/wali santri yang bersedia menjadi ahlul bait. Anggota rombongan juga para santri yang berasal dari daerah sekitar tempat safari dakwah. B. Santunan Sosial dan Buka Bersama Ramadhan 1427 H. Pesantren Darunnajah dalam

Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, No. rekening: 3892167 atau Bank MANDIRI Cabang Gedung Lemigas Jakarta a.n. TMI Darunnajah Cipining, No. rekening: 128-000452859-9. C. Sanlat Santri kelas 5 TMI Sebagai wadah dalam mengisi liburan dan menghidupkan bulan suci Ramadhan, setiap tahunnya santri kelas 5 TMI (kelas 2 MA) menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat (sanlat) di bawah bimbingan Biro Dakwah & Humas. Pada Ramadhan 1427 H, insyaAllah sanlat akan dilaksanakan pada tanggal 1620 Ramadahan/9-13 Oktober 2006. D. Peduli Jogja Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa dan setanah air di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah yang sedang tertimpa bencana gempa, 27 Mei 2006 lalu, Pesantren Darunnajah turut berpartisipasi dengan menggalang bantuan peduli Jogja. Dan alhamdulillah, panitia berhasil mengumpulkan dana (uang) sebesar Rp 702.500,00. Dana tersebut telah ditransfer melalui rekening bank. Dalam kesempatan itu pula, para santri telah melaksanakan sholat ghoib untuk para korban gempa. Kita berdo'a semoga, mereka yang tertimpa musibah mendapatkan ketabahan dan yang menjadi korban, mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Amin E. Pengajian Masyarakat oleh Alumni Alumni Darunnajah yang berasal dari sekitar pesantren sedang menggagas kegiatan pengajian di masyarakat. Pengajian yang dititikberatkan pada para remaja dan pemuda ini, diharapkan dapat

menye marakkan Ramadhan 1427 H, akan mengadakan kegiatan Santunan Sosial kepada fakir miskin dan yatim piatu yang berada di sekitar pesantren dalam acara buka puasa bersama pada tanggal 14 Ramadhan 1427 H/7 Oktober 2006 M. Kepada kaum muslimin yang berminat untuk menjadi donatur dalam acara tersebut dapat menghubungi Ustadz M. Musta'in, telp. 02517140876, HP 085216449672, atau mengirimkan dana ke Bank BNI Cabang Darmaga Bogor a.n.

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

dilakukan bergiliran antar kampung. Selain sebagai wadah silaturrahmi para alumni, pengajian ini diharapkan dapat memfasilitasi para pemuda dalam menelaah ajaran agama Islam. Pengajian perdana telah dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 14 Mei 2006 di Masjid Jami' Lebak Wangi Hilir, Rengas Jajar, Cigudeg.

Pengajian yang dipraksrsai oleh saudara Asep Fadlan, alumnus 2004, ini dihadiri oleh Ustadz Mukhlisin, S.H.I, Ustadz Nasikhun, Ustadz Musa Yuliadi, S.Ag, Ustadz Eka Badri Tamam, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Study Banding Remaja Masjid

Info Humas
Kampung Peutey Berawal dari kesan yang cukup baik terhadap para santri yang melaksanakan kegiatan Praktek Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM), yang dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2005 s.d. 4 Januari 2006 lalu, remaja masjid Al Hidayah kampung Peutey berkeinginan mengunjungi Pesantren Darunnajah. Ahad, 21 Mei 2006, niatan itu diwujudkan dalam bentuk kunjungan studi banding. Rombongan itu berjumlah 80 orang peserta (putra/putri) yang dipimpin oleh Kak Heri, alumni IPB. Acara dilaksanakan dalam 2 bentuk, forum pertemuan dan peninjaunan lapangan (keliling pesantren). Dalam pertemuan tersebut, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc menyampaikan tentang sistem pendidikan Darunnajah, baik intra maupun ekstrakurikuler. Untuk acara keliling pesantren, dimulai dari asrama santri putra, asrama santri putri dan dilanjutkan ke kampus 2. Santri Sadeng I'tikaf di Masjid Darunnajah Darunnajah kembali dikunjungi para santri dari Pesantren Tahfidz Qur'an Sadeng Leuwiliang sebanyak 11 orang yang dipimpin oleh Abi Husein. Para santri menginap selama 3 hari dengan program i'tikaf, ta'aruf dan bayan, 8 s.d. 10 Juni 2006. Maksud dari acara ta'aruf, para santri Sadeng ingin mengenal santri, guru-guru dan pimpinan pesantren Darunnajah. Sedangkan dalam program bayan, mereka banyak mengingatkan tentang pentingnya usaha dakwah yang harus dilakukan oleh seluruh umat Islam. (Laporan Musta'in )

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Dapat hidup di tengah-tengah masyarakat dengan segala problematikanya merupakan salah satu tujuan pendidikan santri. Kemajemukan masyarakat dan keragaman budaya dan adat-istiadat mereka sangat berpotensi menjadikan santri gamang bersosialisasi. Apalagi setiap santri memikul kewajiban mengamalkan ajaran agama dan ilmunya untuk kemaslahatan masyarakat. Untuk itulah, pesantren Darunnajah Cipining setiap tahunnya

santri putri di ruang mushola santri kanak-kanak putri, dan santri non asrama di kampus 2. Bimbingan meliputi latihan menjadi imam sholat (tadribul imamah), ceramah (ta'lim), dan baca/pengajian Al-Qur'an (tahsinul qiro'ah). Mereka diawasi dan dibimbing langsung oleh guru-guru senior dan panitia, yang pada tahun ini diketuai oleh Ustadz Nasikun SN. Pembekalan massal diselenggarakankan selama 2 hari, mulai 22 s.d 23 Desember 2005. KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Mengenal Masyarakat Lebih Dekat Melalui PDPM

menyelenggarakan kegiatan Praktik Dakwah & Pengembangan Masyarakat (PDPM). Para pesertanya adalah santri senior (kelas 6 TMI). Kegiatan ini wajib diikuti sebagai salah satu bentuk ujian akhir TMI. Untuk tahun ini PDPM dilaksanakan mulai 26 Desember 2005 s.d. 4 Januari 2006.

Kegiatan Awal: Pembekalan
Jauh-jauh hari sebelum melaksanakan PDPM, para santri telah dibina dan dibimbing. Pembinaan ini dimulai dengan mengkarantinakan mereka di tempat-tempat khusus. Santri putra asrama di aula pesantren,

menyampaikan materi menyikapi perbedaan mazhab dalam masyarakat. Materi didaktik pengajaran MI/SD disampaikan oleh Ustadz Atijan Yani, konsep penulisan laporan oleh Ustadz Amin Songgirin, S.H.I. Dalam kesempatan itu pula peserta mendapatkan bimbingan pembuatan struktur kepengurusan kelompok-kelompok PDPM, menyusun program kerja, dan menyusun agenda kegiatan oleh Ustadz Muhammad Musta'in. Pembekalan diakhiri dengan praktek & studi kasus memandikan dan mengkafani mayat, mengisi majlis

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

ta'lim dan teknik silaturrahmi kepada tokoh-tokoh masyarakat.

Pelaksanaan PDPM
Peserta PDPM yang berjumlah 55 orang santri dibagi menjadi 7 kelompok: 4 kelompok santri asrama berlokasi di Kecamatan Cikupa
Kelpk I II III IV V VI VII Ketua A Nurhidayat Nasrullah N Fittriany S Ucu H Aip Ruhbi Minah L St. Aminatul Kh Anggota 7 org 7 org 7 org 8 org 9 org 9 org 8 org Tuan Rumah Bp Madhari Bp H Ali Sahari Bp H Artawi Bp HE Suharno Bp KH Engkos K Bp Ulu Ferdi S Bp Enoh S Lokasi Kel. Mekar Bakti, Cikupa Kel.Mekar Bakti, Cikupa Ds. Talaga Cikupa Ds. Talaga Cikupa Ds.Kalongsawah Jasinga Ds.Kalongsawah Jasinga Kp. Peutey, Jasinga

Tangerang dan 3 kelompok santri non asrama di Kecamatan Jasinga Bogor, dengan rincian sebagai berikut: Pemberangkatan peserta PDPM dilakukan di lapangan upacara. Dalam sambutannya, Pimpinan Pesantren berpesan agar seluruh santri dapat memanfaatkan kegiatan PDPM selama 10 hari itu dengan semaksimal mungkin, proaktif dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama belajar di pesantren. Meski kegiatan PDPM sangat padat dan menguras tenaga, para santri tetap terlihat bersemangat dan senang. Kesan itu tampak dari pengamatan Pimpinan Pesantren dan rombongan saat mengunjungi mereka

di lokasi PDPM. Dalam 10 hari tersebut, peserta

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Sanlik Giat Bersafari Dakwah

Program Pesantren KanakKanak tingkat SD/MI di Pesantren Darunnajah Cipining memiliki nilai plus tersendiri. Para santrinya masih kecil, tetapi prestasi, kecakapan dan kebolehan mereka patut diacungi jempol. Mereka mampu memvisualisasikan berbagai macam kegiatan dalam panggung “Safari Dakwah.” Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1427 h, santri kanak-kanak kembali mengadakan safari dakwah di kelurahan Condet Batu Ampar Jakarta Timur, Sabtu, 16 April 2006. Acara dimulai pukul 19.30 dan berlangsung hingga pukul 23.30 WIB. Latar belakang panggung yang menampilkan pemandangan alam menambah semarak suasana malam itu. Para santri cilik (sanlik) menampilkan shalawat; qasidah; koor; nasyid; pidato 3 bahasa (Arab/Inggris/Indonesia); hafalan do'a sehari-hari; surat-surat pendek alQur'an; dan hadits nabi. Mereka juga unjuk kebolehan dalam bermain

pantomim; operet; tari kreasi; puisi kontemporer; fragmen; dan wayang orang. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan para santri TPA asuhan karang taruna CHARTA yang menjadi mitra Darunnajah dalam penyelenggaraan safari dakwah tersebut. Turut hadir dan menyaksikan acara yang meriah ini Lurah setempat, pemuka agama dan tokoh-tokoh m a s y a r a k a t s e k i t a r. M e r e k a menyampaikan ucapan terima kasih dan menyatakan kekaguman atas prestasi para sanlik dalam berdakwah. Mereka berharap, kunjungan para santri seperti itu dapat berkesinambungan, tidak hanya sekali

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

itu Inti pesan yang disampaikan para santri cilik melalui penampilan mereka adalah mengajak hadirin untuk selalu rajin dalam menuntut ilmu, beribadah dan menyebarkan akhlak mulia, berkasih sayang kepada yang lebih kecil dan menghormati kepada yang lebih tua, agar dapat mengaktualisasikan misi Islam sebagai penyempurna akhlak karimah dan rahmatan lil'aalamin. Ketua panitia sekaligus pembimbing santri kanak-kanak, Ustadz AA Khusaini, seusai acara tersebut mengucapkan syukur kepada Allah dan berbangga atas anak-anak didiknya itu. Menurutnya, sebenarnya banyak pihak yang meminta kepada Darunnajah Cipining untuk mengadakan safari dakwah di tempat mereka. Namun demikian, karena padatnya kegiatan para santri dan terbatasnya waktu, beberapa di antaranya belum dapat dipenuhi. Hingga saat ini, santri kanakkanak telah melaksanakan kegiatan safari dakwah sebanyak 5 kali, yaitu di Pongkor Kecamatan Nanggung Bogor(2001); Perumahan Jati Asih Bekasi (2002); Cikupa Tangerang (2003); Pasar Minggu Jakarta Selatan (2005); dan yang terakhir di Condet Batu Ampar Jakarta Timur (2006). Muhammad M. Billah

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Delapan Kader Cipining Ikuti Program Pembekalan Calon Guru
Mulai 27 Mei hingga 10 Juni ini Pesantren Darunnajah Cipining mengutus sepuluh calon guru (alumni TMI 2006) untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Calon Guru Darunnajah Group di Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta, bersama dengan 35 peserta lainnya dari Al-Mansur dan Darunnajah Ulujami sendiri. K e g i a t a n i n i diselenggarakan oleh Yayasan Darunnajah, dengan tujuan utama menciptakan guru-guru yang siap pakai di manapun dan kapanpun, sesuai cita-cita mulia Darunnajah “menciptakan kader ulama' al-'amilin dan as-shalihin.” Pelatihan ini menjadi semacam penataran prajabatan bagi pegawai negeri sipil. Materi yang disampaikan komprehensif, meliputi manajemen kepengasuhan; metodologi dan etika mengajar di pesantren; pendalaman kurikulum TMI Darunnajah; pesantren dan da'wah Islamiyah; manajemen keuangan; manajemen yayasan; koperasi pesantren; filosofi dan sejarah Darunnajah; nilai-nilai keikhlasan; manajemen personalia; pengembangan pesantren Darunnajah; manajemen kerumahtanggaan; kesekretariatan; dan sebagainya. Narasumber dan mentor pembekalan ini terdiri atas pendiri Darunnajah; ketua Dewan Nazir; ketua umum yayasan; pimpinan pesantren; dan para kepala biro; serta para kepala madrasah/sekolah di lingkungan pesantren/yayasan Darunnajah. Pada upacara penutupan pembekalan diumumkan penempatan para kader, baik di lingkungan Darunnajah maupun di pesantren-pesantren binaannya yang tersebar di berbagai wilayah nusantara tercinta. Empat orang kader Darunnajah Cipining insyaAllah akan ditugaskan di almamater mereka, yaitu Sholehuddin (Garut), Syarifuddin (Garut), Siti Aminatul Hasanah (Jawa Tengah), dan Siti Ruqoyah (Jawa Timur). Sementara empat lainnya akan ditempatkan sesuai kebutuhan Yayasan: Puspita Aditya Rukmana (Jakarta Pusat) dikirim ke Pesantren Serambi Mekkah Sumatera barat; Nurmah Jayanti (Nanggung, Bangunjaya), Elis Sumarni (Nanggung, Bangunjaya) dan Ahmad Sahid (Cipining, Argapura) dikirim ke Pesantren Darul Muttaqin Dempo Sumatera Selatan (Laporan Asmari)

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Menuai Berkah Silaturahmi Dengan Wirausaha Salah satu sasaran dan tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan perekonomian di Pesantren Darunnajah adalah meringankan beban iuran pendidikan para santri. Untuk itu diperlukan pengembangan berbagai unit usaha. Budidaya Ternak Kerbau Sektor usaha riil yang berkembang cukup menggembirakan di Darunnajah adalah peternakan dan perikanan. Di bidang peternakan, saat ini Darunnajah memelihara 35 ekor kerbau, 22 di antaranya di pelihara di lokasi lahan wakaf, mempekerjakan 2 orang karyawan. Sedangkan 13 ekor lainnya dipelihara di Kampung Cibunian, Leuwiliang Bogor oleh beberapa penduduk kampung tersebut. Para pemelihara itu dikoordinasikan oleh seorang relasi yang juga seorang wali santri. Kambing Hal serupa juga berlangsung pada peternakan kambing.Sekarang ini kambing peranakan (betina) yang dipelihara pesantren berjumlah 63 ekor, sedangkan 104 ekor lainnya dipelihara di kampung Cibunian, Leuwiliang Bogor. Adapun kambing untuk penggemukan berjumlah 100 ekor dipelihara pesantren dan 50 ekor lagi berada di Cibunian, Leuwiliang. Hal ini dilakukan demi meningkatkan hasil sekaligus memperluas jaringan relasi wirausaha pesantren. Perikanan Bendungan seluas +/- 5.000 m2 yang terletak di kampus 2 itu kini diisi bibit ikan tambakang dan ikan nila. Sementara ini pemancingan belum diaktifkan kembali, karena masih dalam proses pembibitan. Relasi

usaha perikanan ini adalah seorang wali santri yang berdomisili di Bogor. Dengan demikian jaringan relasi usaha pesantren semakin luas, silaturahmi dengan wali santri kian erat, dan keberkahan akan dipetik bersama, insyaAllah. Nuansa Asri di Waserda Santri Putri Komplek asrama santri TMI putri membutuhkan prasarana dan sarana (fasilitas) pendukung yang memadai. Selama ini berbagai fasilitas telah dibangun di lokasi asrama putra. Dengan demikian terdapat beberapa kendala terkait pemenuhan kebutuhan santri putri, misalnya: kantin, waserda, wartel, dan sebagainya. Oleh karena itu semenjak awal kwartal keempat tahun 2005 Pesantren memprioritaskan perhatian kepada pembangunan satu unit gedung di asrama putri yang dapat mengakomodasi beberapa ruang fungsional tersebut di atas. Alhamdulillah gedung tersebut kini telah selesai pengerjaannya dan mulai dapat difungsikan, terutama untuk waserda dan kantin. Menyusul kemudian insyaAllah akan dibuka wartel dan unit rental komputer. Arsitektur bangunan gedung, letak dan lingkungan di sekitarnya sengaja dibuat sedemian rupa, sehingga dapat menciptakan suasana asri, cantik dan relaks. Ketersediaan dan kelengkapan fasilitas seperti tersebut di muka sasarannya adalah dapat lebih memberi rasa nyaman dan aman bagi santri (putri). Dengan hal tersebut penegakan disiplin juga diharapkan dapat lebih optimal. Sekilas Tentang Unit-unit Usaha Pesantren Darunnajah Cipining Dalam meningkatkan taraf

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

perekonomian, sejak awal berdirinya pesantren sudah membuka unit-unit usaha. Di antara unit yang sudah ada dan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan adalah kantin pelajar, waserda (warung serba ada) dan wartel. Berikut adalah data unit usaha beserta omsetnya satu semester terakhir (Januari s.d pertengahan Juni 2006). Kantin Pelajar Kampus I Kantin pelajar adalah semacam warung yang menyediakan aneka ragam kue basah yang disuplai langsung oleh para guru keluarga dan sebagian karyawan (anshar alma'had). Omzet Kantin Pelajar Kampus 1 mencapai Rp.64.781.651,Kantin Pelajar Kampus 2 Kantin Pelajar Kampus 2 melayani siswa-siswi TMI Nonasrama, SMP dan Madrasah Ibtidaiyah. Pada semester terakhir ini omsetnya mencapai Rp.28.239.805,-. Sistem pembelian makanan/minuman dari supplier yang digunakan didalamnya adalah konsinyasi. Dengan demikian dapat terjalin hubungan timbal-balik (bagi hasil) antara supplier dengan pihak pesantren dari besarnya omzet tadi. Ini berlaku untuk Kantin Pelajar Kampus I dan II. Waserda (Putra) Waserda ini disebut juga toko pelajar. Unit ini menyediakan berbagai macam barang kebutuhan para santri, seperti peralatan sekolah, peralatan mandi, makanan, dll. Omsetnya semester terakhir ini mencapai Rp.8.410.500,Waserda (Putri) Waserda Santri Putri merupakan unit baru dan sudah berjalan selama setengah semester (pertengahan AprilJuni). Dalam waktu itu omsetnya

mencapai Rp. 13.558.400,Wartel Flexi Wa r u n g t e l e k o m u n i k a s i (wartel) merupakan fasilitas penting untuk sarana komunikasi para santri dengan orang tua ataupun sanak famili di kampung halaman. Dengan berfasilitaskan 2 KBU wartel ini melayani panggilan telepon lokal dan interlokal (SLJJ). Namun beberapa waktu terakhir ini jaringan telepon STO Lebakwangi sering mengalami gangguan, sehingga muncul gagasan untuk mengganti pesawat telepon yang sudah ada dengan HP yang juga dapat melayani komunikasi via SMS. Pada semester terakhir ini omsetnya mencapai Rp.8.263.000,Agar pelayanan untuk komunikasi para santri lebih optimal baru-baru ini telah dipasang pesawat telepon Flexi, dengan pertimbangan lebih praktis dan terlindung dari berbagai gangguan yang selama ini menghambat. Warung Baso Salah satu unit usaha yang paling eksis dan diminati oleh segenap warga pesantren adalah Warung Baso. Menu yang disediakan adalah mie rebus plus telor setengah matang, mie goreng, martabak mie telor, baso goreng, telor dadar. Disediakan juga kopi dan kopi susu. Omset warung ini per AprilJuni ini mencapai Rp.2.005.400,Pola yang diterapkan adalah bagi hasil: 70 % untuk pemilik warung,30 % untuk pesantren. Bertambahnya beberapa unit usaha baru tersebut cukup memberikan harapan bagi kemajuan usaha pesantren, agar dapat menopang keberlangsungan seluruh program Pesantren. (Laporan Imam Ghozali dan Mufti)

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

Instalasi Listrik Rumah Dinas Guru Sampai saat ini di Darunnajah Cipining telah berdiri (dibangun) 12 unit rumah dinas guru, baik di kampus 1 maupun di kampus 2. Alhamdulillah rumah-rumah tersebut telah ditempati oleh anshar al-ma'had. Mereka adalah para guru yang berperan dan mempunyai jabatan penting di pesantren, seperti kepala biro, kepala madrasah/sekolah, kepala asrama dan penanggungjawab program/unit kegiatan lainnya. Keseluruhan guru berkeluarga yang tinggal di dalam kampus Pesantren ialah 18 keluarga, ditambah dengan keluarga Pimpinan Pesantren, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Beliau mendiami satu rumah khusus, berdampingan dengan kantor pusat Pesantren. Penerangan dan kebutuhan kelistrikan lainnya bagi rumah dinas dimaksud pada awalnya disuplai dari instalasi pesantren secara sentral. Setiap keluarga diminta membayar kontribusi dengan perkiraan tertentu. Kondisi ini kemudian dirasakan tidak cocok dan secara teknis menimbulkan beberapa masalah, karena meningkatnya kebutuhan listrik masing-masing keluarga yang berbeda-beda dan sebab lainnya. Oleh karena itu Pesantren lalu mengambil inisiatif untuk memasang boks meter tersendiri pada setiap rumah. Program ini sebagian besar telah dilaksanakan pada bulan November 2005. Sebagian lainnya menyusul kemudian. Hingga saat ini alhamdulillah di seluruh rumah dinas guru telah terpasang boks meter khusus. Dalam praktiknya ada beberapa keluarga yang karena faktor teknis, rumahnya belum dapat dipasangi boks meter. Untuk itu kepada penghuninya dibebankan iuran bulanan setara dengan rata-rata pemakaian keluarga

lainnya. Dana tersebut dibayarkan kepada Pesantren, mengingat pasokan listriknya diambil dari instalasi Pesantren. Langkah berikutnya, Pimpinan Pesantren menerbitkan edaran tata tertib pemanfaatan dan perawatan instalasi listrik yang telah terpasang, terutama kewajiban membayar tagihan rekening bulanannya. Dengan demikian diharapkan keleluasaan konsumsi, transparansi administrasi, dan sebagainya dapat terwujud. Perubahan Nomor Telepon Semenjak beberapa bulan terakhir Pesantren Darunnajah Cipining mengalami gangguan dalam bidang telekomunikasi. Permasalahan tersebut terutama disebabkan oleh buruknya jaringan telepon tetap (Telkom) dari Sentral Telepon Otomat (STO) Lebakwangi. Nomor 0251470026 (telepon kantor) dan 0251470140 (faksimili) tidak dapat berfungsi dengan baik, dan akhirnya putus sama sekali. Begitu pula dengan instalasi di wartel. M e n g i n g a t s a r a n a telekomunikasi begitu vital dan penting perannya bagi kelancaran berbagai macam kegiatan, maka sejak bulan April 2006 diputuskan untuk menggantinya dengan unit telepon fleksi home. Nomor telepon kantor kini berubah menjadi 0251-7140876. Adapun untuk nomor faksimili, sementara ini belum dapat terpasang. Di samping itu tersedia pula nomor khusus Panitia Penerimaan Santri baru, yaitu 0818-06464994. Aktivasi Kembali Saluran Internet Seiring dengan terganggunya saluran telepon, aktivitas e-mail address Darunnajah Cipining (trendarunnajah@yahoo.com) juga mengalami hambatan. Namun demikian, kini telah tersedia lagi satu

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

nomor telepon khusus untuk keperluan akses data dimaksud. Dengan demikian bagi orangtua/wali, alumni, simpatisan dan pihak lain yang hendak berhubungan dengan Darunnajah Cipining memiliki alternatif media melalui e-mail dengan alamat tersebut di atas. Pembangunan dan Rehab Bangunan Menjelang tahun pelajaran 20062007 Pesantren Darunnajah Cipining terus berbenah diri, antara lain dengan membangun gedung kantor madrasah/sekolah terpadu. Gedung tersebut direncanakan mencakup ruang kepala madrasah, ruang tata usaha, ruang BP, ruang perpustakaan, ruang rapat/pertemuan kecil, dan beberapa ruang fungsional lainnya. Hingga kini pekerjaan tersebut baru sampai tingkat penggalian fondasi. Untuk itu kami memohon kiranya Bapak/Ibu orangtua/wali santri dan siswa, dan para simpatisan berkenan membantu merealisasikan maksud tersebut dengan memberikan sumbangan berupa, shadaqah, wakaf atau infaq. Pembangunan Laboratorium Bahasa Pada bulan April 2006 lalu dalam rangkaian workshop KMI/TMI di PM Darussalam Gontor- TMI Darunnajah Cipining mendapat kesempatan untuk mengajukan proposal dana block grant kepada Direktorat Pembinaan SMA Depdiknas. Alhamdulillah proposal tersebut disetujui. Dana tersebut kini sudah diterima, dan akan dipergunakan membeli alat dan sarana laboratorium bahasa, sesuai dengan peruntukan yang tercantum dalam proposal. Dana tersebut hanya mencukupi untuk membeli 24 set sistemnya dan 12 unit meja siswa ganda serta 1 unit meja guru. TMI Darunnajah wajib menyediakan dana

pendamping untuk mempersiapkan (memodifikasi) ruang; membeli kursi guru dan siswa, komputer, layar gantung, pendingin udara (AC), dan beberapa keperluan lainnya. Saat ini sedang dikerjakan penyiapan ruangnya, yaitu bekas rumah (ruang) keluarga K.H. Jamhari Abdul Jalal yang pertama (yang kemudian sempat difungsikan sebagai kantor madrasah dan TMI). InsyaAllah instalasi alat laboratorium bahasa secara penuh dan training penggunaan bagi gurunya akan dilaksanakan akhir Juni 2006. Penyempurnaan Bangunan Masjid Utama Sejak beberapa bulan yang lalu Pesantren juga berusaha menyempurnakan bangunan masjid jami' yang terletak di tepi jalan raya dekat pintu gerbang kampus 1. Pekerjaan yang hingga kini masih berlangsung (dengan cara bertahap) tersebut adalah pemasangan plapon. (Laporan Imam Ghozali dan Mufti)

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

engantar Redaksi: Pada edisi kali ini Redaksi Wa r d a n b e r m a k s u d menampilkan profil salah seorang alumni TMI Darunnajah Cipining yang patut kiranya kita simak, terutama sebagai pemacu semangat thalabul ilmi dan motivasi berprestasi bagi para santri. Kakak kita ini bernama lengkap Aos Yuli Firdaus, S.IP, M.Si, lahir di Jasinga Bogor, 2 Juli 1978. Saat ini ia adalah dosen di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta dan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sejak di pesantren, Aos sudah aktif di berbagai kegiatan intra dan ekstrakurikuler. Tahun 1991 ia masuk Tarbiyatul Mu'allimien Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah Cipining. Di sini kegandrungannya pada kegiatan

P

Aos Yuli Firdaus, S.IP, M.Si.
Pramuka sudah tampak. Ia sempat menjadi ketua Komando Pasukan Khusus (Kopasus) dan Komando Pasukan Garuda (Kopasgad). Selain itu ia juga aktif di Organisasi Pelajar Darunnajah Cipining (sekarang OSDC) dan menjadi ketuanya periode 19951996. Setamat dari TMI tahun 1997, Aos mengabdi dan mengajar di Pesantren Darul Muttaqien Simalungun Sumatera Utara selama satu tahun hingga 1998. Sekembali

dari Simalungun Aos mendaftar sebagai mahasiswa FISIP UNAS di Jakarta. Pada saat menjadi mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan menjadi ketuanya untuk Komisariat FISIP UNAS periode 2000-2001. Kakak kita ini juga aktif di Senat Mahasiswa (SEMA) FISIP UNAS, dan sempat menjadi ketua delegasi studi banding mahasiswa UNAS ke beberapa universitas di Malaysia. Berbagai pelatihan, seminar dan diskusi ilmiyah pernah diikutinya, antara lain Latihan Kepemimpinan (LK) I HMI; Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional (PNMHI) di UMY, Yogyakarta, 2002; Short Diplomatic Course (SDC) di UI Jakarta, 2002; dan Kursus Jurnalistik di UNAS Training Center ( UTC). Setelah lulus dari UNAS, Aos langsung meneruskan studi S2 ke FISIPOL UGM Yogyakarta, yang ia selesaikan dalam waktu 15 bulan sesuai jadual program yang ditetapkan. Judul tesis yang ia tulis ialah “Politik Bom Bunuh Diri Hamas (Studi Kasus Bom di Yerussalem tahun 1996).” Adapun judul skripsi S1-nya ialah “Aliansi Militer dan Pertahanan Amerika Serikat-Jepang Pascaperang Dingin Masa Pemerintahan Bill Clinton.” Setamat dari UGM, Aos kembali ke almamater (UNAS) untuk mengabdi dan mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya. Saat ini alumnus TMI Darunnajah Cipining angkatan ke-4 (1997) ini aktif di Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Jakarta; Korps Alumni HMI (KAHMI) UNAS dan berbagai organisasi lainnya. Karyanya yang telah dipublikasikan antara lain “Faktor Internal Israel Sebagai Penghambat Proses perdamaian Israel-Palestina Pasca Pemberlakuan Declaratiom Of Principles (DoP)” (FISIP UNAS, 2005); dan “Khilafah Daulah Islamiyah”
Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

di Luar Negeri

WARDAN, No. 25

ALUM NI
1

Kiprah alumni TMI Darunnajah Cipining semakin besar seiring perjalanan waktu. Kini mereka yang sedang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo terus bertambah. Mereka giat belajar dan juga aktif di organisasi kemahasiswaan dan kegiatan nonakademik. Bahkan, periode 20052006 ini ketua Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah (IKPDN) Cabang Mesir dijabat oleh salah seorang alumni Cipining angkatan ke10, Sholehuddin. Organisasi ini menghimpun alumni dari Darunnajah Group, terutama Ulujami dan Cipining. Berbagai kegiatan telah mereka selenggarakan, baik ilmiah, olahraga maupun lainnya. Salah satunya adalah kompetisi sepak bola Darunnajah Cup (DN CUP). DN CUP ke-5 ini diikuti empat tim yang mewakili distrik tempat tinggal mereka, yaitu: Rab'ah ElAdawea (sekretariat IKPDN); Abbas ElAqqad; Hayyu Sabi' (Distrik 7); dan Asrama Madinatul Bu'uts. Keluar sebagai juara DN CUP kali ini adalah Tim Rab'a El-Adawea (Sekretariat IKPDN).

Kiprah Alumni Cipining

Kegiatan penting lain yang juga telah terlaksana ialah pelatihan pengurusan jenazah, 15-16 Maret 2006 seminar dan pelatihan dengan tema "Studi dan Penerapan Zakat dalam membangun Ekonomi Umat" di Wisma Nusantara Kairo. Kegiatan ini diikuti juga oleh mahasiswa nonalumni Darunnajah. Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah (IKPDN) Cabang Mesir kini beranggotakan 90 orang. Adapun mahasiswa baru program S1 alumni Darunnajah berjumlah 13 orang, 7 orang diantaranya adalah alumni TMI Darunnajah Cipining. Mereka ialah Miftahul Husna, M. Yusuf Khadafi, Ulil Albab, Asep Awaluddin, Kemas AlFauzan, Michael Hafidz, Arif Wardani. IKPDN Cabang Mesir juga telah membentuk Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) guna mempermudah dan membantu alumni Darunnajah yang ingin melanjutkan di negri Kinanah ini. Tahun 2006 ini ketuanya ialah Musthafa Zahir bin H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. (Laporan Sholehuddin, dari Kairo)

Volume XVII, Juni 2006

Kisah Sukses Alumni TMI Darunnajah Cipining Angkatan Ke-4
Pengantar Redaksi:
Kiprah dan prestasi alumni TMI Darunnajah Cipining secara kualitatif cukup membanggakan. Namun demikian harus diakui, masih sulit merekap data, riwayat hidup dan aktifitas mereka, dikarenakan satu dan lain hal. Berikut ini dicoba disajikan data sebagian alumni angkatan ke-4 tahun 1997, yang menamakan diri mereka ”FAITH.” Jumlah mereka sebenarnya ialah 55 orang, tetapi redaksi baru dapat memperoleh data 33 orang dari mereka. Hal ini dengan catatan, 3 orang yang tersebut di sini tidak menamatkan hingga kelas 6 TMI. Meskipun begitu, mereka tetap dapat disebut alumni, karena pernah belajar di TMI Darunnajah Cipining sekurang-kurangnya selama satu tahun. Berikut adalah data alumni dimaksud yang berhasil dihimpun oleh redaksi:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama Ahmad Fahrurrozi Ahmad Rifa'i Andri Fitriansyah Anas Arromi Arwin Aos Yuli Firdaus Delvi Sherley Doni Emry Foni Firdaus Hendri Prasetyo Iqbal Shoffan Shofwan Imron Jamalullail Jamhuri Lutfi Alfian Muhammad Muflih Muhammad Rifdho Muhammad Ridho DS Muhammad Taher Lubis Nana Sujana Qolbi Oges Putra Ricko Andreas Subhan Ali Yusuf Syamsuddin Syamsul Bahri Syamsul Rizal Sofyan Tasmid Wasis Haryono H. Yudi Supriadi Zukito Tajung Pendidikan Terakhir S1 FE Univ. Mercu Buana S1 Univ. Pakuan Bogor D3 STMT Trisakti S1 di Pakistan S1 STAI Al-Masturiyah S1 FISIP-HI UNAS S2 FISIPOL-HI UGM D3 Univ. Eka Sakti Padang D3 Sastra Jepang UI D3 BSI Jakarta S1 Univ. Gunadharma S2 FISIPOL-HI UMY S2 FISIPOL-HI UGM S1 FH Univ. Borobudur S1 FH UII Yogyakarta S1 Univ. Mustopo (Beragama) S1 UCLA Amerika Serikat S2 UCLA Amerika Serikat S1 UIN Bandung S2 UIN Jakarta S1 Univ. Islam Jakarta S1 Univ Al-Azhar Mesir S2 Malaysia (sedang berjalan) S1 Univ. Gunadharma TMI Darunnajah Cipining D3 UPI Padang S1 UIN Jakarta S1 Univ. Gunadharma S1 Univ. Gunadharma S1 Unpad Bandung S1 dari Univ. di Syria S1 UIN Bandung S1 UIN Jakarta S1 Univ. Gunadharma S1 FE Trisakti S1 Univ. Gunadharma Pekerjaan Accounting Pengusaha Material Wirausaha Garmen Wirausaha Garmen Guru di Aceh Dosen FISIP-HI di UNAS & UMJ Wirausaha Percetakan Pengusaha Kayu Security HSBC Pengusaha Kayu Magang di Deplu Konsultan Hukum BII Counter HP Wartawan/manajemen artis Entrepreneur Guru/Dosen STAI Nida Al-Adabi Bogor Karyawan Pengusaha restoran di Kairo Wirausaha Dagang Pengusaha Beras Rental Komputer Pengusaha Material IT Support di PT Coca-Cola Telemarketing Karyawan Citibank Guru Pangusaha Daging Pimpinan Ponpes Al Pasiri Riau Dosen Univ. Gunadharma Wirausaha Garmen Wirausaha Tailor

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

WARDAN, No. 25

1

Volume XVII, Juni 2006

You're Reading a Free Preview

Télécharger
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->