Vous êtes sur la page 1sur 2

Astaga, 13 ABG Merampok Uang

dan Perhiasan
Senin, 4 Oktober 2010 - 20:02 wib
TEXT SIZE :

Ilustrasi (The Straits Times)

SIDOARJO - Aksi perompakan melibatkan belasan remaja terjadi di Sidoarjo,


Jawa Timur. Sebanyak 13 remaja merampok enam remaja lainnya di atas truk di
Jalan Raya Geluran, Kecamatan Taman, kemarin

Bukan hanya merampas uang dan perhiasan, 13 remaja yang berasal dari
beberapa desa di Kecamatan Taman tersebut juga menganiaya korbannya dari
Kecamatan Prambon.

Beruntung aksi mereka diketahui polisi yang sedang berjaga. Saat berusaha
kabur di perempatan lampu lalu lintas, polisi langsung mengejar mereka. Enam
orang berhasil ditangkap dan tujuh lainnya berhasil melarikan diri.

Selain uang dan kalung emas, polisi juga menyita sebilah sangkur dan pisau
yang digunakan untuk mengancam korban, serta sebuah telepon selular. Enam
remaja itu kini masih ditahan di Polsek Taman untuk diproses lebih lanjut.
“Kita masih mengejar tujuh pelaku lainnya yang berhasil kabur,” ujar Kapolsek
Taman Kompol Fathoni, Senin (4/10/2010).

Fathoni menambahkan, aksi yang dilakukan 13 anak baru gede itu tergolong
nekat. Pasalnya, usia mereka rata-rata 13 sampai 19 tahun. Sementara
korbannya berusia antara 16 sampai 20 tahun.

Namun karena kalah banyak, akhirnya uang dan perhiasan korban berhasil
dirampas.

Aksi ini terjadi setelah para korban menonton konser musik di Stadion Tambak
Sari, Surabaya. Mereka hendak pulang dengan cara menumpang truk.
Sesampainya di perempatan Medaeng, Kecamatan Waru, naik 13 remaja yang
juga habis menonton konser. Di atas truk, beberapa orang mengeluarkan
sangkur dan pisau. Mereka meminta korban menyerahkan uang dan perhiasan.

Salah satu pelaku langsung menghunuskan sangkur ke wajah korban. Mereka


langsung mengambil uang dalam dompet para korban. bahkan pelaku sempat
menginjak-injak salah satu korban.

Saat truk berhenti di perempatan Jalan Raya Geluran, KEcamatan Taman,


pelaku langsung loncat. Namun keenam korban langsung berteriak meminta
pertolongan. Polisi yang bertugas langsung bertindak cepat. Hasilnya, enam
pelaku berhasil ditangkap, sementara tujuh lainnya masih diburu.

(Abdul Rouf/Koran SI/ton)