Vous êtes sur la page 1sur 19

KOMUNIKASI EFEKTIF

SKENARIO II : DOKTER HEMUNG

Jelita, 7 tahun, dibawa ibunya ke Puskesmas karena demam sejak 5 hari


yang lalu. Demamnya tidak turun walaupun sudah minum obat. Dokter lalu
memeriksa Jelita, kemudian langsung memasang infus tanpa menunjukan empati.
Jelita menangis berteriak karena takut sehingga si ibu merasa bingung. Belum
sempat bertanya, dokter langsung memberikan sepucuk surat rujukan ke Rumah
Sakit. “Kenapa anak saya harus dirawat di Rumah Sakit, Dok?” Sambil berlalu,
dokter mengatakan bahwa peralatan di Puskesmas tidak cukup! Dengan rasa
kecewa, si ibu langsung memberitahu keluarganya di rumah dan mencari kendaraan
untuk membawa Jelita ke Rumah Sakit.
Bagaimana seharusnya seorang dokter memberikan keterangan tentang
kondisi pasien kepada keluarganya?

Skenario di atas dibahas dengan menggunakan Seven-Jump Methods


a. Clarify Unfamiliar Terms
b. Define Problems
c. Brainstorm Possible Explanations or
Hypotheses
d. Arrange explanations into a tentative solution
(schema)
e. Define Learning Objectives
f. Gather Information and Private Study
g. Share the Results

Fakultas Kedokteran UNAND 1


1. Clarify Unfamiliar Terms

NO. ISTILAH ARTI


1. Empati kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi
atau kondisi yang dihadapi orang lain
2. Puskesmas unit/sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang
berorientasi pada masyarakat di daerah tertentu,
dalam ruang lingkup tertentu (seperti kecamatan)
3. Infus pemasukan obat dan sebagainya ( berupa cairan )
tanpa tekanan istimewa melalui pembuluh darah
atau rongga badan dan menggunakan suatu alat
4. Demam suhu badan lebih tinggi dari biasa karena sakit
5. Surat rujukan surat yang digunakan untuk melimpahkan
wewenang dan tanggung jawab pengelolaan suatu
kasus penyakit ataupun masalah kesehatan secara
timbal balik, yang dapat dilakukan secara vertikal,
dalam arti antarsarana pelayanan kesehatan yang
berbeda stratanya, atau secara horizontal, dalam
arti antarsarana pelayanan kesehatan yang sama
stratanya
6. Komunikasi suatu proses, yaitu proses (kegiatan) penyampaian
pesan/informasi dari seseorang (pengirim) kepada
orang lain (penerima)
7. Efektif dapat membawa hasil (feedback); berhasil guna
8. Dokter Ahli dalam dalam pengobatan dan penyakit; gelar
bagi lulusan pendidikan dokter
9. Pasien orang sakit yang dirawat dokter, yang membutuh
kan penanganan di bidang medis
10. Obat suatu substansi atau bahan yang digunakan untuk
mendiagnosis, menyembuhkan, mengatasi,
membebaskan atau mencegah penyakit
2. Define Problems

Fakultas Kedokteran UNAND 2


• Mengapa dokter memberikan surat rujukan ke rumah sakit?
• Mengapa dokter langsung mengambil tindakan medis pada pasien
tanpa menanyakan keluhan pasien terlebih dahulu, dan tidak
menunjukan sikap empati pada pasien?
• Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara dokter
dengan pasien?
• Apakah akibatnya jika dokter tidak mampu berkomunikasi secara
efektif?
• Bagaimanakah kita mengetahui bahwa komunikasi antara dokter dan
pasien sudah efektif atau belum?
• Bagaimanakah seharusnya dokter memberi informasi tentang
kesehatan pasien kepada pasien itu sendiri, kepada keluarganya atau
pihak lain seperti rekan seprofesi?
• Apakah tujuan komunikasi efektif?
• Apakah prinsip komunikasi efektif?
• Apakah manfaat komunikasi efektif?
• Apa sajakah hambatan yang dihadapi dalam berkomunikasi?
• Bagaimanakah cara mengatasi masalah / hambatan dalam
berkomunikasi?

3. Brainstorm Possible Explanations or Hypotheses

• Alasan dokter memberikan rujukan ke rumah sakit :


1. Peralatan yang tersedia di Puskesmas tidak memadai (terbatas)
2. Dokter kurang/tidak ahli dalam menangani kasus penyakit pasien

• Dokter langsung mengambil tindakan medis pada pasien


tanpa menanyakan keluhan pasien terlebih dahulu, dan tidak
menunjukan sikap empati pada pasien karena dokter tidak
mengetahui peran komunikasi efektif antara dokter dengan pasien,
dan akibat jika komunikasi yang baik tidak terjadi. Alasan lain
adalah karena dokter tidak mampu berkomunikasi efektif dengan
pasien.

Fakultas Kedokteran UNAND 3


• Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan dokter
dengan pasien :
1. Komunikasi
2. Sikap

• Akibat jika dokter tidak mampu berkomunikasi secara


efektif adalah terjadinya kesalahpahaman, baik antara dokter dengan
pasien, dokter dengan keluarga pasien, dokter dengan profesi terkait,
dokter dengan kolega, bahkan dokter dengan masyarakat. Akibat lain
adalah terjadinya kesalahan dalam diagnosis penyakit pasien, yang
berujung pada malpraktek.

• Salah satu pertanda jika komunikasi antara dokter dengan


pasien sudah efektif adalah terciptanya suatu sambung rasa yang kuat
antara dokter dengan pasien, sehingga muncullah keterbukaan
diantara mereka, dalam arti, pasien bersikap terbuka dalam
menyampaikan keluhan keluhan yang dirasakannya, dan dokter pun
bersikap terbuka dalam menyampaikan kebenaran yang terjadi pada
pasien. Jika hal ini belum terwujud, maka komunikasi belum bisa
dikatakan efektif.

• Sebaiknya, ketika memberikan informasi mengenai


kesehatan pasien, dokter terlebih dahulu harus mengetahui golongan
lawan bicaranya (receiver). Jika lawan bicara merupakan golongan
awam (misalnya keluarga yang berasal dari lingkungan nonmedis),
maka dokter harus mampu menyampaikannya dalam bahasa yang
mudah dimengerti (bahasa nonformal), sehingga tidak muncul
kesalahpahaman. Jika lawan bicaranya adalah rekan seprofesi atau
pihak yang kompeten di bidang medis, maka dokter boleh
menyampaikannya dalam ragam bahasa medis. Selain itu, dokter
juga harus mempertimbangkan kesiapan mental penerima informasi
untuk mendengar berita yang akan disampaikan.

Fakultas Kedokteran UNAND 4


• Tujuan komunikasi efektif :
1. Menghindari kesalahpahaman antara dokter dengan pasien,
dokter dengan keluarga pasien, dokter dengan profesi terkait,
dokter dengan kolega, bahkan dokter dengan masyarakat
2. Memudahkan dokter menganalisis penyakit pasien
3. Memudahkan proses pengobatan pasien

• Prinsip komunikasi efektif :


1. Keterbukaan
2. Empati
3. Active listening
4. Focus on feeling

• Manfaat komunikasi efektif :


1. Menunjukan kompetensi seorang dokter
2. Mempermudah proses pengobatan pasien atau
urusan-urusan lain yang terkait
3. Menciptakan hubungan yang baik antara
dokter dengan pasien, dokter dengan keluarga pasien, dokter
dengan profesi terkait, dokter dengan kolega, bahkan dokter
dengan masyarakat

• Hambatan yang terjadi dalam


komunikasi :
1. Penggunaan bahasa yang tidak
tepat. Sebagai contoh, jika dokter menggunakan bahasa medis
ketika berbicara kepada pasien atau keluarganya, hal ini akan
menimbulkan ketidakmengertian atau kesalahpahaman tentang
informasi yang disampaikan.
2. Tidak terciptanya keterbukaan
3. Tidak tercapainya active
listening

Fakultas Kedokteran UNAND 5


4. Informasi / pesan yang
disampaikan tidak jelas

• Cara mengatasi masalah / hambatan


dalam komunikasi :
1. Penggunaan bahasa yang sesuai dengan lawan bicara
2. Menciptakan keterbukaan antarpihak yang terkait
3. Mendengarkan lawan bicara ketika berbicara
4. Memberikan informasi yang jelas, tidak bertele-tele

4. Schema

KOMUNIKASI

Komponen

Pesan dikirim Pesan diterima


Channel

Sources Receiver

Feedback
No noise

Pengertian
Noise
Ciri-ciri

Cara Efektif Tidak Efektif

Prinsip

Fakultas Kedokteran UNAND 6


Tujuan Solusi

Manfaat Akibat

Bentuk dan jenis

5. Define Learning Objectives

• Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian komunikasi efektif


• Mahasiswa mampu menjelaskan ciri-ciri komunikasi efektif
• Mahasiswa mampu menjelaskan cara berkomunikasi efektif
• Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip komunikasi efektif
• Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan komunikasi efektif
• Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk komunikasi demi
tercapainya komunikasi efektif
• Mahasiswa mampu menjelaskan manfaat komunikasi efektif
• Mahasiswa mampu menjelaskan akibat dari komunikasi tidak efektif
• Mahasiswa mampu menjelaskan tentang one-way communication
dan two-way communication
• Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis pendekatan komunikasi
dalam dunia kedokteran
• Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan komponen-komponen
yang terlibat dalam komunikasi
• Mahasiswa mampu menerapkan komunikasi efektif dalam kehidupan
sehari-hari, terutama dalam dunia kedokteran

6. Gather Information and Private Study


Sentoso, Jimmy. 2003. Komunikasi Efektif dalam Tim. Harian umum Sinar
Harapan
Prajarto, Nunung. 2006. Komunikasi Efektif: Menjalin Komunikasi Efektif.
http://www.foundationcoalition.org/

Fakultas Kedokteran UNAND 7


Wasisto, Broto dkk. 2006. Komunikasi Efektif Dokter Pasien. Jakarta:
Konsil Kedokteran Indonesia
http://www.dawnfarm.org/articles/communication.pdf
Ramadhan, Syahrul. 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya:
Ikhtiar
Kuliah Pengantar “Komunikasi” oleh dr. Hj. Erly, Sp.MK
Anisfuad. Komunikasi yang Efektif. Jakarta

7. Share the Results

• Komunikasi efektif adalah pengembangan hubungan antara pemberi


informasi dengan penerima informasi secara efektif yang
berlangsung secara efisien, dengan tujuan utama penyampaian
informasi atau pemberian penjelasan yang diperlukan dalam rangka
membangun kerjasama antara kedua belah pihak.
 Komunikasi dokter-pasien adalah hubungan yang berlangsung
antara dokter dengan pasiennya selama proses pemeriksaan /
pengobatan / perawatan yang terjadi di ruang praktik
perorangan, poliklinik, rumah sakit, dan puskesmas dalam
rangka membantu menyelesaikan masalah kesehatan pasien
 Komunikasi efektif dokter dengan pasien, dokter dengan
keluarga pasien, dokter dengan profesi terkait, dokter dengan
kolega, bahkan dokter dengan masyarakat adalah
pengembangan hubungan dokter dengan pasien, keluarga
pasien, profesi terkait, kolega, bahkan dengan masyarakat
secara efektif yang berlangsung secara efisien, dengan tujuan
utama penyampaian informasi atau pemberian penjelasan yang
diperlukan dalam rangka membangun kerja sama antara dokter
dengan pihak-pihak tersebut. Komunikasi yang dilakukan
secara verbal dan non-verbal menghasilkan pemahaman pasien
terhadap keadaan kesehatannya, peluang dan kendalanya,
sehingga dapat bersama-sama dokter mencari alternatif untuk
mengatasi permasalahannya

Fakultas Kedokteran UNAND 8


• Ciri-ciri komunikasi efektif :
1. Openness (keterbukaan), tidak ada pesan dan makna yang
tersembunyi
2. Equality (kesamaan)
3. Supportiveness (dukungan)
4. Possitiveness (pandangan positif)
5. Langsung ke inti persoalan, tidak ragu menyampaikan pesan
6. Asertif, yang artinya tegas sekalipun jauh dari kesan keras atau
mendikte
7. Bersahabat
8. Dapat berlangsung secara lisan atau tulisan
9. Dua arah (seimbang antara berbicara dan mendengarkan)
10. Responsif (memperhatikan keperluan dan pandang-an orang
lain)
11. Nyambung (menafsirkan pesan dan kebutuhan orang lain
dengan tepat)
12. Jujur dalam pengungkapan gagasan, perasaan, atau kebutuhan
yang sesungguhnya

• Cara berkomunikasi efektif adalah


membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai
komunikasi yang mengikuti langkah-langkah komunikasi, yaitu
memberi perhatian, membuka dialog, mencari solusi atau alternatif
pemecahan masalah, dan menyimpulkan hasilnya

Cara berkomunikasi efektif dengan pasien :


1. Materi informasi apa yang disampaikan
o Tujuan anamnesis dan pemeriksaan fisik
(kemungkinan rasa tidak nyaman/sakit saat pemeriksaan)
o Kondisi saat ini dan berbagai kemungkinan
diagnosis

Fakultas Kedokteran UNAND 9


o Berbagai tindakan medis yang akan dilakukan untuk
menentukan diagnosis, termasuk manfaat, risiko, serta
kemungkinan efek samping/komplikasi
o Hasil dan interpretasi dari tindakan medis yang telah
dilakukan untuk menegakkan diagnosis
o Diagnosis, jenis atau tipe
o Pilihan tindakan medis untuk tujuan terapi
(kekurangan dan kelebihan masing-masing cara)
o Prognosis
o Dukungan (support) yang tersedia

2. Siapa yang diberi informasi


o Pasien, apabila dia menghendaki dan kondisinya
memungkinkan
o Keluarganya atau orang lain yang ditunjuk oleh
pasien
o Keluarganya atau pihak lain yang menjadi
wali/pengampu dan bertanggung jawab atas pasien kalau
kondisi pasien tidak memungkinkan untuk berkomunikasi
sendiri secara langsung

3. Berapa banyak atau sejauh mana


o Untuk pasien: sebanyak yang pasien kehendaki, yang
dokter merasa perlu untuk disampaikan, dengan
memerhatikan kesiapan mental pasien
o Untuk keluarga: sebanyak yang pasien/keluarga
kehendaki dan sebanyak yang dokter perlukan agar dapat
menentukan tindakan selanjutnya

4. Kapan menyampaikan informasi


Segera, jika kondisi dan situasinya memungkinkan

5. Di mana menyampaikannya

Fakultas Kedokteran UNAND 10


o Di ruang praktik dokter
o Di bangsal, ruangan tempat pasien dirawat
o Di ruang diskusi
o Di tempat lain yang pantas, atas persetujuan bersama,
pasien/keluarga dan dokter

6. Bagaimana menyampaikannya
o Informasi penting sebaiknya dikomunikasikan secara
langsung, tidak melalui telepon, juga tidak diberikan dalam
bentuk tulisan yang dikirim melalui pos, faksimile, sms,
internet
o Persiapan meliputi:
 Materi yang akan disampaikan (bila diagnosis, tindakan
medis, prognosis sudah disepakati oleh tim);
 Ruangan yang nyaman, memperhatikan privasi, tidak
terganggu orang lalu-lalang, suara gaduh dari tv/radio,
telepon;
 Waktu yang cukup;
 Mengetahui orang yang akan hadir (sebaiknya pasien
ditemani oleh keluarga/orang yang ditunjuk; bila hanya
keluarga yang hadir sebaiknya lebih dari satu orang)
o Jajaki sejauh mana pengertian pasien/keluarga tentang
hal yang akan dibicarakan
o Tanyakan kepada pasien/keluarga, sejauh mana
informasi yang diinginkan dan amati kesiapan
pasien/keluarga menerima informasi yang akan diberikan

• Prinsip komunikasi efektif :


Prinsip dasar yang harus kita perhatikan dalam berkomunikasi dapat
kita rangkum dalam satu kata, yaitu REACH ( Respect, Empathy,
Audible, Clarity, Humble ), yang berarti merengkuh atau meraih.

1. Respect

Fakultas Kedokteran UNAND 11


Respect merupakan sikap hormat dan sikap menghargai
terhadap lawan bicara kita. Kita harus memiliki sikap (attitude)
menghormati dan menghargai lawan bicara kita karena pada
prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika
kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh
respek terhadap harga diri dan kebanggaan orang tersebut.
Samuel Johnson mengatakan bahwa ”There will be no respect
without trust, and there is no trust without integrity.”

2. Empati
yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada
situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati
akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan
(message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan
penerima pesan (receiver) menerimanya. Prinsip dasar dari
hukum kedua ini adalah ”Perlakukan orang lain seperti Anda
ingin diperlakukan. ”Seek first to understand then be
understood to build the skills of emphatetic listening that
inspires openness and trust.” (Stephen Covey)

3. Audible
Makna dari audible adalah dapat didengarkan atau dimengerti
dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan hukum ini
dalam mengirimkan pesan:
o Buat pesan Anda mudah untuk dimengerti
o Fokus pada informasi yang penting
o Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi
dari pesan tersebut
o Taruhlah perhatian pada fasilitas yang ada dan
lingkungan di sekitar Anda
o Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul

Fakultas Kedokteran UNAND 12


o Selalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan
(backup)

4. Kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (Clarity)


Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak
menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang
berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara
kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang
tidak dimengerti, akan membuat isi dari pesan kita tidak dapat
mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh
pentingnya Clarity, sehingga tidak menaruh perhatian pada
suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan.
Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas yaitu:
o Tentukan goal yang jelas
o Luangkan waktu untuk mengorganisasikan ide
kita
o Penuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang
kita pakai
o Buat pesan Anda jelas, tepat dan meyakinkan
o Pesan yang disampaikan harus fleksibel

5. Sikap rendah hati (Humble)


Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama
untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya
didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan
hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri
penting ketika kita berbicara. Justru dengan kerendahan hatilah
kita dapat menangkap perhatian dan respons yang positif dari si
penerima pesan.

• Tujuan komunikasi efektif :


1. Memfasilitasi terciptanya pencapaian
tujuan kedua pihak (dokter dengan pasien, dokter dengan

Fakultas Kedokteran UNAND 13


keluarga pasien, dokter dengan profesi terkait, dokter dengan
kolega, bahkan dokter dengan masyarakat )
2. Membantu pengembangan rencana
perawatan bersama pasien, untuk kepentingan pasien dan atas
dasar kemampuan pasien, termasuk kemampuan finansial
3. Membantu memberikan pilihan dalam
upaya penyelesaian masalah kesehatan pasien
4. Membimbing pasien sampai pada
pengertian yang sebenarnya tentang penyakit/masalah yang
dihadapinya
5. Membantu mengendalikan kinerja
dokter dengan acuan langkah langkah atau hal-hal yang telah
disetujui pasien

• Bentuk-bentuk komunikasi demi tercapainya


komunikasi efektif :
1. Menurut cara
penyampaian, dibedakan atas komunikasi lisan (langsung dan
tidak langsung) dan komunikasi tulisan (dalam bentuk gambar,
surat, blanko, dan naskah)
2. Menurut
kelangsungannya, dibedakan atas komunikasi langsung (melalui
pertemuan) dan komunikasi tidak langsung (dengan surat atau
media komunikasi)
3. Menurut Sifatnya,
dibedakan atas komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal
 Komunikasi verbal, mencakup aspek-aspek :
o Perbendaharaan kata
o Kecepatan berbicara
o Intonasi suara  38 %
o Humor
o Singkat dan jelas
o Waktu yang tepat

Fakultas Kedokteran UNAND 14


 Komunikasi nonverbal, mencakup aspek-aspek :
o Ekspresi wajah
o Kontak mata
o Sentuhan
o Postur tubuh
o Suara
o Gerak isyarat
4. Menurut arah pesan,
dibedakan atas komunikasi satu arah (one way communication)
dan komunikasi dua arah (two-way communication)

• Manfaat komunikasi efektif :


1. Mengangkat harkat dan
martabat seseorang
2. Membuat manusia
menyampaikan gagasan, isi hatinya, dan menjalin komunikasi
perasaan
3. Pengembangan karier
dalam organisasi atau publik

Manfaat komunikasi efektif dokter-pasien :


1. Meningkatkan kepuasan
pasien dalam menerima pelayanan medis dari dokter atau
institusi pelayanan medis
2. Meningkatkan
kepercayaan pasien kepada dokter yang merupakan dasar
hubungan dokter-pasien yang baik
3. Meningkatkan
keberhasilan diagnosis terapi dan tindakan medis
4. Meningkatkan
kepercayaan diri dan ketegaran pada pasien fase terminal dalam
menghadapi penyakitnya

Fakultas Kedokteran UNAND 15


• Akibat
komunikasi tidak efektif adalah terjadinya kesalahpahaman antara
pemberi informasi (source) dengan penerima informasi, atau
terjadinya perbedaan interpretasi antara pihak-pihak yang terkait

Akibat komunikasi tidak efektif antara dokter dengan pasien :


1. P
asien tetap tidak mengerti keadaannya karena dokter tidak
menjelaskan, hanya mengambil anamnesis atau sesekali bertanya,
singkat dan mencatat seperlunya, melakukan pemeriksaan,
menulis resep, memesankan untuk kembali, atau memeriksakan
ke laboratorium/foto rontgen, dan sebagainya
2. P
asien merasa dokter tidak memberinya kesempatan untuk bicara,
padahal ia yang merasakan adanya perubahan di dalam tubuhnya
yang tidak ia mengerti dan karenanya ia pergi ke dokter. Ia
merasa usahanya sia-sia karena sepulang dari dokter ia tetap
tidak tahu apa-apa, hanya mendapat resep saja
3. P
asien merasa tidak dipahami dan diperlakukan semata sebagai
objek, bukan sebagai subjek yang memiliki tubuh yang sedang
sakit
4. P
asien ragu, apakah ia harus mematuhi anjuran dokter atau tidak
5. P
asien memutuskan untuk pergi ke dokter lain
6. P
asien memutuskan untuk pergi ke pengobatan alternatif atau
komplementer atau menyembuhkan sendiri (self therapy)

Fakultas Kedokteran UNAND 16


• One-way communication (komunikasi satu arah) : informasi
disampaikan oleh sumber (pemberi pesan) dan sasaran tidak dapat
memberikan feedback (umpan balik) kepada sumber  tidak efektif

Two-way communication (komunikasi dua arah) : informasi


disampaikan oleh sumber (pemberi pesan) dan sasaran memberikan
feedback (umpan balik)  efektif

• Jenis-jenis pendekatan komunikasi dalam dunia kedokteran :


1. Disease-centered communication style atau doctor-
centered communication style. Komunikasi berdasarkan
kepentingan dokter dalam usaha menegakkan diagnosis,
termasuk penyelidikan dan penalaran klinik mengenai tanda dan
gejala-gejala
2. Illness-centered communication style atau patient-
centered communication style. Komunikasi berdasarkan apa
yang dirasakan pasien tentang penyakitnya yang secara individu
merupakan pengalaman unik. Di sini termasuk pendapat pasien,
kekhawatirannya, harapannya, apa yang menjadi kepentingannya
serta apa yang dipikirkannya

• Hubungan komponen-komponen yang terlibat dalam


komunikasi :
1. Sumber/pemberi pesan (source)
2. Penerima pesan (receiver)
3. Penghambat (noise)  perbedaan sudut pandang, pengetahuan
atau pengalaman, perbedaan budaya, masalah bahasa, dan lainnya
4. Umpan balik (feedback)  proses klarifikasi untuk
memastikan tidak terjadi salah interpretasi
5. Media yang dipakai (Channel)

Fakultas Kedokteran UNAND 17


Sender/Receiver Message Channel

1. communication skills 1. content 1. sensory channels


2. attitudes 2. context  indra manusia
3. knowledge level 3. treatment 2. institutional channels
4. social position  tatap muka, cetak,
5. culture elektronik
6. feedback received by sender

(Sumber: adaptasi dari The Foundation Coalition)

• Mahasiswa mampu menerapkan komunikasi efektif dalam


kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia kedokteran

Komunikasi efektif sangat diperlukan oleh seorang dokter karena


komunikasi efektif merupakan salah satu cara untuk menciptakan
hubungan yang baik antara dokter dengan pasien, dokter dengan
keluarga pasien, dokter dengan profesi terkait, dokter dengan kolega,
bahkan dokter dengan masyarakat, terutama dalam penyampaian
informasi. Komunikasi efektif mampu menghindari terjadinya
kesalahpahaman antara pemberi informasi dengan penerima
informasi.

Fakultas Kedokteran UNAND 18


DAFTAR PUSTAKA

Sentoso, Jimmy. 2003. Komunikasi Efektif dalam Tim. Harian umum Sinar
Harapan
Prajarto, Nunung. 2006. Komunikasi Efektif: Menjalin Komunikasi Efektif.
http://www.foundationcoalition.org/
Wasisto, Broto dkk. 2006. Komunikasi Efektif Dokter Pasien. Jakarta:
Konsil Kedokteran Indonesia
http://www.dawnfarm.org/articles/communication.pdf
Ramadhan, Syahrul. 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya:
Ikhtiar
Kuliah Pengantar “Komunikasi” oleh dr. Hj. Erly, Sp.MK
Anisfuad. Komunikasi yang Efektif. Jakarta

Fakultas Kedokteran UNAND 19