Vous êtes sur la page 1sur 6

Cara Mudah Bertanam Asparagus

Asparagus merupakan salah satu jenis sayuran yang dikonsumsi bagian batang muda atau tunasnya.
Asparagus yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia terdiri dari dua jenis, yaitu Asparagus putih
dan Asparagus hijau. Asparagus putih dibudidayakan di dataran tinggi dan tidak banyak dijumpai di
Indonesia.

Sayuran ini termasuk jenis sayuran mahal yang biasanya hanya tersedia di restoran dan hotel. Oleh karena
itu, sayuran ini kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Namun demikian,
prospek pengembangan Asparagus ini cukup baik karena sayuran ini banyak diminati oleh masyarakat
luar negeri sehingga ekspor komoditas asparagus dapat meningkatkan devisa negara serta memberikan
keuntungan bagi petani.

Salah satu tempat budidaya asparagus di Indonesia adalah di Teras dan Mojosongo Kabupaten Boyolali.
Pusat budidaya Asparagus di Teras-Boyolali merupakan kerjasama antara Dinas Pertanian Perkebunan
dan Kehutanan Kabupaten Boyolali dengan Misi Teknik Pertanian Taiwan di Indonesia. “Benih
Asparagus berasal dari Taiwan, yang kemudian dikembangkan di Indonesia.” kata Pujiastuti selaku
asisten lapang di Misi Teknik Pertanian Taiwan.

Bertanam asparagus sebenarnya hal yang tidak sulit, karena bertanam asparagus hanya sederhana seperti
bertanam tanaman yang lainnya. Untuk dapat bertanam Asparagus secara benar, Misi Teknik Pertanian
Taiwan telah membuat panduan budidaya Asparagus. Langkah budidaya tersebuat antara lain : persiapan
bibit, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, dan panen.

Persiapan Bibit

Pembibitan Asparagus dapat dilakukan secara vegetatif dengan kultur jaringan, anakan yang berasal dari
tunas maupun setek, serta secara generatif dari biji. Dari ke tiga asal bibit tersebut, bibit yang berasal dari
biji lebih baik. Awalnya, bibit didatangkan dari Taiwan, tetapi mulai tahun 2007 ini petani mulai
mengembangkan usaha pembibitan asparagus secara mandiri. Harga bibit Asparagus hijau mencapai 2,5
juta rupiah untuk setiap 2 pound atau 800 gram-nya. Dalam luasan 1 ha lahan memerlukan 600 gr bibit
asparagus.

Asparagus merupakan tanaman yang ditanam secara tidak langsung (Indirect seedling) melalui
persemaian. Dalam pembibitan dengan biji terdapat 6 tahap, yaitu :
1. Persemaian

Dalam persemaian, perlu diperhatikan pemilihan lahan persemaian yaitu lahan yang berdrainase baik,
bukan bekas lahan tanaman asparagus, tanahnya gembur, subur dan berpasir. Bedengan tempat
persemaian dilakukan pengolahan tanah, diberi pupuk dasar dan Furadan 3G untuk menghindari hama.
Bedengan dibuat dengan lebar 120 cm, tinggi 20 – 25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm.

2. Perendaman benih

Benih yang akan disemaikan sebelumnya direndam dalam air dingin pada suhu 27ºC selama 24-48 jam.
Selama perendaman, air diganti 2 – 3 kali. Biji ynag mengambang pada saat perendaman dibuang.

3. Semai benih

Benih disemai pada tanah dengan jarak tanam 15×10 cm, dengan kedalaman 2,5 cm, setiap 1 lubang
ditanam 1 biji. Di atas permukaan tanah ditutup jerami atau sekam kemudian disiram secukupnya.

4. Perawatan persemaian

Meliputi pencegahan hama dan penyakit dilakukan seawal mungkin.

5. Pemupukan

Sewaktu masih dipersemaian setiap 20 – 30 hari dilakukan pemupukan susulan urea.

6. Seleksi dan Pencabutan benih

Transplanting atau pemindahan bibit dilakukan setelah 5 – 6 bulan. Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam transplanting diantaranya bibit yang akan dipindahkan adalah bibit yang sehat; bibit yang dicabut
harus segera ditanam; dan sebelum penanaman akar dipotong, disisakan 20 cm, dan pucuk tanaman
dipangkas hingga tinggi tanaman hanya ± 20 cm.

Pengolahan Tanah

Sebelum penanaman, lahan yang akan ditanami asparagus dibajak dalam dan merata. Dibuat parit dengan
kedalaman 15 – 20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 – 50 cm dan jarak antar baris 1,25 –
1,5 m. Pada awal tanam tidak digunakan pupuk kimia, tetapi menggunakan pupuk kandang.
Penanaman

Bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah berumur 5 – 6 bulan. Penanaman dilakukan pada pagi hari
sekitar jam 9 atau pada sore hari sekitar jam 4.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman Asparagus meliputi :

1. Pembumbunan

Apabila tunas sudah mulai tumbuh, dapat dilakukan pembumbunan. Pada musim hujan, parit diperdalam.
Hal ini karena Asparagus tidak menyukai genangan.

2. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah induk tanaman membentuk 8 – 10 batang, selebihnya dipangkas. Setelah
mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3 – 5 batang. Pemangkasan juga dilakukan pada
cabang dan batang yang terserang hama atau penyakit.

3. Pengairan dan drainase

Dilakukan dengan cara menggenangi parit (di-Lêb) setinggi setengah dari tinggi parit, ditunggu hingga air
meresap sampai atas, kemudian sisa air dibuang.irigasi pada musim kemarau dilakukan tiap 1 minggu
sekali.

4. Pemupukan susulan

Selain pupuk susulan biasa, setiap tahun juga dilakukan pemupukan berkala, yaitu pemupukan berat
seperti saat pertama kali tanam. Pada saat tersebut tidak dilakukan panen selama 3 – 4 minggu (fase
istirahat) dan dilakukan seleksi induk. Pupuk susulan dilakukan dengan cara membuat parit sepanjang
barisan berjarak 20 cm dari tanaman, dalamnya parit 15 cm kemudian pupuk dicampur dan ditutup
dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan setiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan setiap 3
bulan sekali. Pupuk susulan ke empat kembali lagi seperti pupuk I, dan seterusnya.

Pemupukan untuk 1000 m2 :

Jenis pupuk Pupuk Dasar (kg) Susulan I (kg) Susulan II (kg) Susulan III (kg)
Kandang 2000 – 3000 - - 2000 – 3000
Urea - 30 30 30
TSP - 30 - 30
KCL - 20 20 20

Sumber : Misi Teknik Prtanian Taiwan

5. Pengelolaan hama dan penyakit

Tanaman induk yang mati karena terkena hama atau penyakit dipotong dan diganti dengan cara
membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang sering dijumpai adalah ulat grayak dan ulat tanah
yang menyerang selama periode transisi musim kemarau ke musim hujan, sedangkan penyakit yang
menyerang dari golongan jamur. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik selama
serangan belum terlalu berat. Aplikasi pestisida dilakukan jika serangan sudah cukup berat. Pestisida yang
digunakan adalah pestisida organik (Daun Tembakau).

Panen

1. Kriteria panen

Asparagus dapat dipanen rebungnya pada umur 4-5 bulan setelah transplanting. Asparagus hijau yang
dipanen adalah setelah muncul diatas tanah dengan kondisi pucuk yang masih kuncup.

2. Cara panen, interval, frekuensi

Panen dilakukan dengan dua cara, yaitu mencabut dan memangkas atau memotong batang muda. Cara
panen dengan memotong batang muda merupakan cara yang lebih baik, karena cara tersebut tidak
merusak sistem perakaran tanaman yang dijadikan indukan. Jika panen pertama dilakukan pada umur 4
bulan setelah transplanting, maka penen kedua pada umur 5 bulan dengan interval panen 2 hari sekali,
bulan keenam dan seterusnya dapat dipanen setiap hari.

ASPARAGUS
Family Liliaceae
xDeskripsi
Sayuran ini merupakan tanaman berumah dua. Artinya, tanaman ini ada yang jantan dan ada
yang betina. Asparagus berasal dan banyak ditanam di Amerika, khususnya Amerika Utara,
antara lain Lembah California, Sacramento, New Jersey, Carolina Selatan, dan Illinois. Rebung
asparagus yang diambil sebagai sayuran adalah rebung yang besar berwarna putih , lunak, dan
gemuk.
Manfaat
Biasanya rebung digunakan. sebagai sayuran segar atau makanan dalam kaleng.
Syarat Tumbuh
Lahan yang dibutuhkan oleh sayuran asparagus adalah dataran tinggi dengan ketinggian 600 -
900 m dpl. Asparagus dapat tumbuh optimal pada suhu antara 15 - 25 C dengan curah hujan
yang cukup banyak dan merata sepanjang tahun, yaitu berkisar antara 2.500 - 3.000 mm/tahun.
Oleh karena itu, syarat utama lahan harus dataran tinggi, berhawa sejuk, dan dekat sumber air
agar kebutuhan air di musim kemarau tercukupi. Areal dengan kondisi seperti di atas jarang
ditemukan di Indonesia. Asparagus dapat tumbuh pada tanah podsolik merah kuning, latosol,
maupun andosol. Asparagus lebih menyukai tanah yang agak berpasir dan berlapisan tanah olah
yang tebal. Perlu diingat, asparagus tidak suka tanah yang berdrainase buruk dan banyak liat.
Sedangkan pH yang diinginkan adalah 6-6,5 karena ia tidak toleran terhadap tanah yang bereaksi
masam. Sebaiknya tanah itu mengandung banyak bahan organik.
Pedoman Budidaya
Tanah yang telah memenuhi syarat untuk ditanami segera dibersihkan dari tanaman herba,
kemudian diolah. Setelah siap, tanah diratakan kemudian dibuatkan alur atau parit. Dalamnya
parit sekitar 30 cm dengan lebar antara 30-45 cm. Jarak antarparit sekitar 75-90 cm atau 105-110
cm. Setelah itu, tanah itu dibuat guludan. Langkah selanjutnya adalah membiarkan tanah
mengering selama 15 hari guna mencukupi kebutuhan oksigen. Kemudian diberi pupuk kandang
atau kompos agar kandungan bahan organik cukup tinggi. Bila tanah itu bereaksi cukup masam,
maka perlu ditambahkan kapur agar pH menjadi sesuai untuk asparagus. PEMILIHAN BIBIT
DAN PERSEMAIAN Biji buah yang akan dijadikan benih berasal dari pohon induk yang cukup
baik. Syarat untuk dapat menjadi induk adalah harus sehat, tumbuh normal, rebung berkualitas
tinggi, dan sudah cukup tua, yaitu lebih dari dua tahun. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji
direndam dalam air selama 24 jam agar kulit pelindung benih yang keras menjadi lunak sehingga
perkecambahan dipercepat. Akan lebih baik lagi bila air yang digunakan bersuhu 30°C dan
waktu perendaman 84 jam. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, air rendaman harus sering
diganti, terutama ketika suhu air sudah jauh menurun. Guna menghasilkan persemaian yang
bagus, benih dideder dalam sebuah bak. Keuntungan dari pendederan ini antara lain dapat
berfungsi sebagai seleksi terhadap benih yang sekaligus memudahkan perawatan dibandingkan
benih yang langsung disemai. Sebelum benih disemai, tanah diolah terlebih dahulu,
digemburkan, lalu dicampur dengan pasir dan pupuk kandang (kompos) sebanyak 2-5 ton/ha.
Setelah itu, tanah campuran dibuat bedengan berukuran panjang 5-10 meter dan lebarnya sekitar
1 meter. Jarak tanam persemaian antarbaris kira-kira 30 cm, sedangkan jarak tanam dalam baris
sekitar 5-7,5 cm. Pinggiran petakan persemaian dapat diperkuat dengan bambu atau papan agar
tanahnya tidak longsor bila terkena hujan. PEMELIHARAAN PERSEMAIAN DILAKUKAN
DENGAN CARA : penyiraman pada pagi dan sore hari, terutama bila tanah cukup kering,
penjarangan benih yang terlalu rapat tumbuhnya, penjarangan atap pelindung sesuai dengan
pertumbuhan bibit sampai kemudian atap diangkat pada saat seminggu sebelum tanam,
penjagaan bibit dari serangan hama dan penyakit, serta pemupukan dengan pupuk kandang dan
Urea/ZA serta TS/DS. Pupuk kandang sebaiknya dicampur bersama tanah dan pasir. Bila
digunakan Urea/ZA, sebelum benih disebar, perlu diberi jarak waktu antara saat penambahan
pupuk dengan penyebaran biji, yaitu sekitar 5-7 hari. Kebutuhan pupuk saat benih di persemaian
adalah sekitar 10 g/tanaman untuk Urea atau 15 g/ tanaman untuk ZA dan 10 g/tanaman untuk
TS atau DS. PENANAMAN Sebelum penanaman, dilakukan pemupukan dasar dengan pupuk
kandang yang dimasukkan dalam alur/parit kemudian dicampur bersama tanah. Kebutuhan
pupuk kandang berkisar 5-10 ton setiap ha. Bibit asparagus yang akan ditanam adalah bibit yang
telah mencapai tinggi minimal 30 cm atau berumur kira-kira 6-8 bulan. Bibit itu dibongkar dari
persemaian secara hati-hati agar akarnya tidak banyak terbuang. Selanjutnya bibit diletakkan
pada cemplongan (parit), kemudian ditimbun dengan tanah bekas galian. Jarak tanam asparagus
adalah sekitar 50-60 cm bila jarak antaralur 75-90 cm. Sedangkan bila jarak antaralur 105-110
cm, maka jarak antartanaman dalam baris sekitar 35-45 cm. Dengan jarak itu, jumlah asparagus
yang dapat ditanam dapat mencapai 20.000-25.000 pohon dalam satu ha.
Pemeliharaan
Pembumbunan dilakukan setiap sebulan sekali, atau tergantung banyak sedikitnya rumput
(herba) yang mengganggu atau banyak sedikitnya hujan. Selain itu, dilakukan pula penjarangan
dengan cara membuang tanaman yang sudah tua atau kering sehingga hanya terdiri dari 3 atau 4
tanaman. Bersamaan dengan pembumbunan, sebaiknya dilakukan pula penyiangan dan
pemupukan. Pemupukan dengan Urea/ZA dilakukan setiap 14-21 hari sejak bibit mulai tumbuh
dan jumlahnya disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan. Pemupukan dengan pupuk
kandang/kompos dapat diulangi setiap 4-5 bulan sekali. Pemakaian pupuk K dapat digunakan
setiap 6 atau 8 minggu selama musim penghujan.
Hama dan Penyakit
Asparagus tidak terserang hama dan penyakit yang banyak. Salah satu penyakit yang sering
menyerangnya adalah penyakit bercak daun. Penyakit ini menyerang daun sehingga
mengakibatkan daun menjadi berbercak-bercak kekuningan sampai merah kecokelatan.
Penyebab penyakit ini adalah sebangsa jamur (fungi). Pemberantasan atau pencegahan
meluasnya penyakit ini adalah dengan penyemprotan fungisida yang mengandung bahan dasar
tembaga, antara lain bubur bordo, bubur burgundy, dan insoluble coppers.
Panen dan Pasca Panen
PEMANENAN Panen rebung asparagus di daerah tropis lebih cepat dilakukan dibandingkan
pada daerah subtropis. Di daerah tropis, panen pertama kali sudah dapat dilakukan saat tanaman
berumur 8 -10 bulan sesudah penanaman. Dalam pemanenan ini, perlu diperhatikan mutu yang
akan dihasilkan, yaitu harus sesuai dengan tujuan pemasarannya. Ada tiga mutu asparagus yang
sering ditemukan di pasaran, yaitu mutu I, mutu II, dan mutu III. Untuk memperoleh asparagus
mutu I, perlu ketelitian dan ketekunan mengamati ujung rebung yang akan muncul di atas tanah
pada pagi hari. Pengamatan sebaiknya dilakukan sejak sore hari dengan jalan membuka-buka
tanaman dan memberinya tanda bila terlihat ada rebung yang akan muncul. Kemudian tanah di
sekitarnya ditimbuni tanah kembali sampai saat pemetikan dilakukan. Apabila panen terlambat
satu atau dua hari, maka yang dihasilkan adalah rebung mutu II. Sedangkan rebung mutu III
adalah rebung yang dipanen setelah dibiarkan lebih dari tiga hari dari saat muncul di permukaan
tanah. Di samping tiga mutu rebung di atas, ada juga rebung asparagus afkiran. Biasanya rebung
yang demikian dipanen setelah tumbuh 15 cm di atas permukaan tanah. Panen sebaiknya
dilakukan pada pagi hari sebelum matahari bersinar terik. Panen saat matahari terik akan
menurunkan mutu rebung. Sedangkan rebung yang dipanen pada sore hari direndam dulu dengan
air dingin agar pada pagi hari mutunya masih bisa bertahan.