Vous êtes sur la page 1sur 42

c cc

m  
  
     
 
                        
                    !"
      #       $         
    %    &"
      '          (    
          #  '  $ ) 
                    '   
             #         
         '                 
     
#       
#     
    
           

*+         
+                ,  , 
 -     !"   
  
.      )  /,,    
"0                
*"       (                '  
  
                    
,                   
#,   
                    
)             "        
  
+                     
         )  /            
       )                  
      

&1   .$  
1   $             ,      

%,
  %,
 $    *22" 
         
" #           
*"       
&"3     
±"4   $  
        
"5  
*"6     
&"3     #  
±" #    
#       
"3      
*"3   /       # 
&".    
±"4   
-"5  
7"3      #  
8" #    
!"3      
"3            
2"   9 

±
 '
   
    
                       
   
1                    
#         
#   $ 
5 (          $ '$        
  $     
  6  
5 (        '    5 ( #       
     (        #  '#          
              '    
               :5 ))#; 
              '       
   '          "       
  6
, #    
)  ,    0  
                   
   # 
     
         #       
  <    
          #          
   
=                        

-     
       #            
    1 $          
   9)                    
  )                '     
                  
 $                  
      $        "      
   
           )   461      
                     
           $        
        9                 
    )                    
)   #   $         


           
 $ 
3  %5 ±"   $              
#                 
      
  #   &"        $     &
                        
                    
  "               
#              >    
      #    (   #      )  
,     $            5   $  
  
5 )    
"              <  
       <     $         #  
   /    
1       /           % 
,                      # 
#1      /            $     
              )             
             
      $     )       $   
  
"  
                    
*"  
.      )    ,,         ( 
         '  
&",   
,      )             "    
      
 )  /  
3 (    '  (  1      )  >    
         $ )       
    
"3                 
                    
    
*"   
"6                  
  
"5                     
            '  /   
#"         /           
       
"5                      
"0                     
      $    #         $    
 
&"0                
      
±",                 
),  
<                  #      (       
         "  )        #       
                         
         
     
"                   
*"          6    
    
&"3    #     (     
±"5         (         
-"                   
3         
                   
  
        #              
         

$  
1      461               
                %       
 )                     #  
$         

*     
                       $ .   
  6     !&"
                       
                 .  6    
 !&"

3        #            $    
.     ?  
     ( 
#% #    
.          
.     ?     
)1  ) )    ( 






     @

 )    

, . ,A=    


  A  &A
  4.6  !

3    +B 
  A,      > (   -

    
A=  
  
 
     
   

 
      A
   %5  !

  A   


       
 A4  5A


     ±

3  = A


    
  A     *22 

||?     |
Gangguan proses pikir : Waham|

ÈÈ |||| 
?   |

| !  |

ù| Waham adalah keyakinan tentang suatu pikiran yang kokoh, kuat, tidak sesuai dengan

kenyataan, tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya, selalu

dikemukakan berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya

atau kesalahannya atau tidak benar secara umum. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI,

2005).|

ù| Waham adalah keyakinan keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan

menggunakan logika (Ann Isaac, 2004)|

ù| Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan

kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang

kebudayaannya, biarpun dibuktikan kemustahilannya (Maramis,W.F,1995)|

ù| Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan tidak dapat dibuktikan dalam

kenyataan (Harold I, 1998).|

Kesimpulan:|

Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu dikemukakan berulang-ulang.|

| Ê  |
Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas

adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Klien tidak dapat

membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan

kenyataan. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat, sehingga tampak perilaku yang

sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.|

Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi

kognitif dan isi fikir; fungsi persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi sosial. Gangguan

pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu.

Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu

yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal

(penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi

otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.|


  |

| Individu diancam oleh lingkungan, cemas dan merasa sesuatu yang tidak

menyenangkan.|

| Individu mengingkari ancaman dari persepsi diri atau objek realitas yang

menyalahartikan kesan terhadap kejadian|

| Individu memproyeksikan pikiran, perasaan dan keinginan negative atau tidak dapat

diterima menjadi bagian eksternal|

| Individu memberikan pembenarn atau interpretasi personal tentang realita pada diri

sendiri atau orang lain.|

|
|

| v    


  |

 |||v 
  |

ù||Faktor Biologis|

a.||||Gangguan perkembangan otak, frontal dan temporal|

b.||||Lesi pada korteks frontal, temporal dan limbik|

c.||||Gangguan tumbuh kembang|

d.||||Kembar monozigot, lebih beresiko dari kembar dua telur|

ù||Faktor Genetik|

Gangguan orientasi realita yang ditemukan pada klien dengan skizoprenia|

ù||Faktor Psikologis|

a.||||Ibu pengasuh yang cemas/over protektif, dingin, tidak sensitif|

b.||||Hubungan dengan ayah tidak dekat/perhatian yang berlebihan|

c.||||Konflik perkawinan|

d.||||Komunikasi ´r r|

ù||Sosial budaya|

a.||||Kemiskinan|

b.||||Ketidakharmonisan sosial |
c.||||Stress yang menumpuk|

_ |||v     |

ù||Stressor sosial budaya|

Stres dan kecemasan akan meningkat bila terjadi penurunan stabilitas keluarga, perpisahan

dengan orang yang paling penting, atau diasingkan dari kelompok.|

ù||Faktor biokimia|

Penelitian tentang pengaruh dopamine, inorefinefrin, lindolomin, zat halusinogen diduga

berkaitan dengan orientasi realita|

ù||Faktor psikologi|

Intensitas kecemasan yang ekstrim dan menunjang disertai terbatasnya kemampuan

mengatasi masalah memungkinkan berkurangnya orientasi realiata|

| u    |

Menurut Mayer Gross, waham dibagi 2 macam :|

a.||||Waham Primer|

Timbul secara tidak logis sama sekali, tanpa penyebab apa-apa dari luar. Misal seseorang

merasa istrinya sedang selingkuh sebab ia melihat seekor cicak berjalan dan berhenti dua

kali.|

b.||||Waham Sekunder|
Biasanya logis kedengarannya, dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk

menerangkan gejala-gejala skizofrenia lainnya.|

Ada beberapa jenis waham :|

ù||Waham Kejar|

Klien mempunyai keyakinan ada orang atau komplotan yang sedang mengganggunya atau

mengatakan bahwa ia sedang ditipu, dimata-matai atau kejelekannya sedang dibicarakan|

ù||Waham Somatik|

Keyakinan tentang (sebagian) tubuhnya yang tidak mungkin benar, umpamanya bahwa

ususnya sudah busuk, otaknya sudah cair, ada seekor kuda didalam perutnya.|

ù||Waham Kebesaran|

Klien meyakini bahwa ia mempunyai kekuatan, pendidikan, kepandaian atau kekayaan yang

luar biasa, umpamanya ia adalah Ratu Kecantikan, dapat membaca pikiran orang lain,

mempunyai puluhan rumah atau mobil.|

ù||Waham Agama|

Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan secara berulang-ulang

tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.|

ù||Waham Dosa|

Keyakinan bahwa ia telah berbuat dosa atau kesalahan yang besar, yang tidak dapat diampuni

atau bahwa ia bertanggung jawab atas suatu kejadian yang tidak baik, misalnya kecelakaan

keluarga, karena pikirannya yang tidak baik|


ù||Waham Pengaruh|

Yakin bahwa pikirannya, emosi atau perbuatannya diawasi atau dipengaruhi oleh orang lain

atau suatu kekuatan yang aneh|

ù||Waham Curiga|

Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusah merugikan

atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan

kenyataan|

ù||Waham Nihilistik|

Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia atau meninggal yang dinyatakan secara

berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan|

ù||Delusion of reference|

Pikiran yang salah bahwa tingkah laku seseorang ada hubunganya dengan dirinya|

|           |

1.||||Klien percaya bahwa keyakinannya benar|

2.||||Bersifat egosentris|

3.||||Tidak sesuai dengan rasio atau logika|

4.||||Klien hidup menurut wahamnya|

|
v|

  |

1.||||Kognitif :|

ù||Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata|

ù||Individu sangat percaya pada keyakinannya|

ù||Sulit berfikir realita|

ù||Tidak mampu mengambil keputusan|

2.||||Afektif|

ù||Situasi tidak sesuai dengan kenyataan|

ù||Afek tumpul|

3.||||Prilaku dan Hubungan Sosial|

ù||Hipersensitif|

ù||Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal|

ù||Depresif|

ù||Ragu-ragu|

ù||Mengancam secara verbal|

ù||Aktifitas tidak tepat|

ù||Streotif|

ù||Impulsive|

ù||Curiga|
|

4.||||Fisik|

ù||Higiene kurang|

ù||Muka pucat|

ù||Sering menguap|

ù||BB menurun|

ù||Nafsu makan berkurang dan sulit tidur|

 |||   |

   
  

 ? 
 |

1. Pikiran logis 1. Kadang-kadang proses pikir 1. Gangguan proses|

Terganggu. pikir waham|

2. Persepsi akurat 2. Ilusi 2. Kesukaran proses |

emosi|

3. Emosi konsisten dengan 3 . Emosi berlebihan atau kurang 3.

Perilaku tidak |
terorganisir|

4. Perilaku cocok 4. Perilaku tidak biasa 4. Isolasi sosial|

5. Hubungan sosial harmonis 5. Menarik diri |

ÈÈÈ || ?   
   !  |

|||| ?   |

Kerusakan komunikasi verbal|

|
|

           ( Core Problem)|

|
|

| |
|

|
|

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah|

|
|

 |||   !  |

Data| Masalah|

Data Objektif : | Kerusakan komunikasi verbal |

||Klien bicara kacau | |

||Binggung| |

||Pembicaraan berbelit-belit|

Data Subjektif :| Perubahan proses pikir : waham |

|| klien mengatakan hal-hal yang tidak sesuai


|
kenyataan|

||Klien mengatakan berulang kali|

Data Objektif :|

en tampak binggung|

Data Subjektif :| Gangguan konsep diri berhubungan

dengan harga diri rendah|


||Klien merasa malu berinteraksi dengan orang
lain |

Data Objektif :|

||Ekspresi muka sedih dan murung|

È ||?      |

1.||||Kerusakan komunikasi verbal|

2.||||Perubahan isi pikir: waham kebesaran|

3.||||Gangguan konsep diri|

 |||!      |

1.||||Kerusakan Komunikasi verbal b.d waham kebesaran|

2.||||perubahan isi pikir: waham kebesaran b.d HDR|

È ||  
    |

      


    |

TUM : Klien dapat mengontrol wahamnya sehingga komunikasi verbal dapat berjalan dengan baik|

 Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya|

È   |
j| Bina hubungan saling percaya: |

ù||Salam terapetik, perkenalan diri, |

ù||uelaskan tujuan interaksi, |

ù||Ciptakan lingkungan yang tenang, |

ù||Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic, tempat dan waktu)|


| uangan membantah dan mendukung klien|

ù|| Kata-kata perawat menerima keyakinan klien ´saya menerima keyakinan andaµ disertai

ekspresi menerima|

ù|| Kata-kata perawat tidak mendukung disertai µsukar bagi saya untuk mempercayainyaµ disertai

ekspresi ragu tapi empati|

ù||Tidak membicarakan isi waham klien|

3.||||Yakinkan klien dalam keadaan aman dan terlindung|

ù||Anda berada di tempat yang aman, kami akan menerima anda|

ù||Gunakan keterbukaan dan kejujuran|

ù||uangan tinggalkan klien sendirian|

_ Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki|

È   |

j| Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistik|

| Diskusikan dengan klien tentang kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini

yang realistik, hati-hati terlibat dengan waham|

| Tanyakan apa yang bisa dilakukan (kaitkan dengan aktifitas sehari-hari) kemudian

anjurkan untuk melakukannya saat ini|

| uika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak

ada. |

Perawat perlu memperlihatkan bahwa klien penting|

 Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi|

È   |

1.||||Obsrvasi kebutuhan sehari-hari klien|

2.|||| Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik secara di rumah dan di RS (rasa takut,

ansietas, marah)|

3.||||Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dengan timbulnya waham|

4.|||| Tingkat aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga

(aktivitas dapat dipilih dan dibuat jadwal bersama dengan klien)|

5.||||Atur situai agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya|

 Klien dapat b.d realitas (realitas: diri, orang lain, tempat, waktu)|

È   |

1.||||Berbicara dengan klien dalam konteks realitas|


2.||||Sertakan klien dalam TAK :TAK Orientasi Realita|

3.||||Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien|

          


!|

?Klien dapat meningkatkan harga dirinya sehingga mampu mengendalikan wahamnya |

 Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya|

È   |

Bina hubungan saling percaya dengan :|

1.||||Salam terapetik, perkenalan diri, |

2.||||uelaskan tujuan interaksi, |

3.||||Ciptakan lingkungan yang tenang, |

4.||||Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic, tempat dan waktu)|

_Klien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan harga diri rendah (HDR)|

È   |

1.||||Kaji pengetahuan klien tentang HDR|

2.||||Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang penyebab HDR|

3.||||Diskusikan dengan klien tentang HDR serta penyebab dan akibat yang mungkin muncul|
4.|||| Beri penguatan positif pada kemampuan klien dalam mengungkapkan pendapatnya tentang

HDR|

5.||||Bantu klien mengidentifikasi aspek positif tentang perasaannya|

Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya|

È   |

1.||||Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien|

2.||||Hindarkan pemikiran penilaian negative, utamakan memeberikan pujian realistis|

   Klien dapat menerapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang

dimilikinya|

È   |

1.|||| Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai dengan

kemampuannya|

2.||||Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien|

3.||||Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan klien|

Keluarga dapat membantu klien untuk berperilaku adaptif terhadap lingkungan|

È   |
1.|||| Diskusikan dengan keluarga tentang bentuk dukungan yang perlu diberikan pada klien dengan

HDR|

2.||||Diskusikan dengan keluarga tentang cara merawat dan menghadapi klien dengan HDR|



m      "   


  

' 

j| |

 6

||| ||||

|| || ||


 c 
 
m  | 
| |  |  |||  ||
 |!|"#"$| ||%| |
j%|
&j&||
!| | '%| |('%|| |

È |||||?     |

Gangguan proses pikir : Waham|

ÈÈ |||| 
?   |

| !  |
ù| Waham adalah keyakinan tentang suatu pikiran yang kokoh, kuat, tidak sesuai dengan

kenyataan, tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya, selalu

dikemukakan berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya

atau kesalahannya atau tidak benar secara umum. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI,

2005).|

ù| Waham adalah keyakinan keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan

menggunakan logika (Ann Isaac, 2004)|

ù| Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan

kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang

kebudayaannya, biarpun dibuktikan kemustahilannya (Maramis,W.F,1995)|

ù| Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan tidak dapat dibuktikan dalam

kenyataan (Harold I, 1998).|

Kesimpulan:|

Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu dikemukakan berulang-ulang.|

| Ê  |

Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas

adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Klien tidak dapat

membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan

kenyataan. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat, sehingga tampak perilaku yang

sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.|


Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi

kognitif dan isi fikir; fungsi persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi sosial. Gangguan

pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu.

Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu

yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal

(penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi

otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.|


  |

| Individu diancam oleh lingkungan, cemas dan merasa sesuatu yang tidak

menyenangkan.|

| Individu mengingkari ancaman dari persepsi diri atau objek realitas yang

menyalahartikan kesan terhadap kejadian|

| Individu memproyeksikan pikiran, perasaan dan keinginan negative atau tidak dapat

diterima menjadi bagian eksternal|

| Individu memberikan pembenarn atau interpretasi personal tentang realita pada diri

sendiri atau orang lain.|

| v    


  |

 |||v 
  |

ù||Faktor Biologis|
a.||||Gangguan perkembangan otak, frontal dan temporal|

b.||||Lesi pada korteks frontal, temporal dan limbik|

c.||||Gangguan tumbuh kembang|

d.||||Kembar monozigot, lebih beresiko dari kembar dua telur|

ù||Faktor Genetik|

Gangguan orientasi realita yang ditemukan pada klien dengan skizoprenia|

ù||Faktor Psikologis|

a.||||Ibu pengasuh yang cemas/over protektif, dingin, tidak sensitif|

b.||||Hubungan dengan ayah tidak dekat/perhatian yang berlebihan|

c.||||Konflik perkawinan|

d.||||Komunikasi ´r r|

ù||Sosial budaya|

a.||||Kemiskinan|

b.||||Ketidakharmonisan sosial |

c.||||Stress yang menumpuk|

_ |||v     |

ù||Stressor sosial budaya|

Stres dan kecemasan akan meningkat bila terjadi penurunan stabilitas keluarga, perpisahan

dengan orang yang paling penting, atau diasingkan dari kelompok.|


ù||Faktor biokimia|

Penelitian tentang pengaruh dopamine, inorefinefrin, lindolomin, zat halusinogen diduga

berkaitan dengan orientasi realita|

ù||Faktor psikologi|

Intensitas kecemasan yang ekstrim dan menunjang disertai terbatasnya kemampuan

mengatasi masalah memungkinkan berkurangnya orientasi realiata|

| u    |

Menurut Mayer Gross, waham dibagi 2 macam :|

a.||||Waham Primer|

Timbul secara tidak logis sama sekali, tanpa penyebab apa-apa dari luar. Misal seseorang

merasa istrinya sedang selingkuh sebab ia melihat seekor cicak berjalan dan berhenti dua

kali.|

b.||||Waham Sekunder|

Biasanya logis kedengarannya, dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk

menerangkan gejala-gejala skizofrenia lainnya.|

Ada beberapa jenis waham :|

ù||Waham Kejar|
Klien mempunyai keyakinan ada orang atau komplotan yang sedang mengganggunya atau

mengatakan bahwa ia sedang ditipu, dimata-matai atau kejelekannya sedang dibicarakan|

ù||Waham Somatik|

Keyakinan tentang (sebagian) tubuhnya yang tidak mungkin benar, umpamanya bahwa

ususnya sudah busuk, otaknya sudah cair, ada seekor kuda didalam perutnya.|

ù||Waham Kebesaran|

Klien meyakini bahwa ia mempunyai kekuatan, pendidikan, kepandaian atau kekayaan yang

luar biasa, umpamanya ia adalah Ratu Kecantikan, dapat membaca pikiran orang lain,

mempunyai puluhan rumah atau mobil.|

ù||Waham Agama|

Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan secara berulang-ulang

tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.|

ù||Waham Dosa|

Keyakinan bahwa ia telah berbuat dosa atau kesalahan yang besar, yang tidak dapat diampuni

atau bahwa ia bertanggung jawab atas suatu kejadian yang tidak baik, misalnya kecelakaan

keluarga, karena pikirannya yang tidak baik|

ù||Waham Pengaruh|

Yakin bahwa pikirannya, emosi atau perbuatannya diawasi atau dipengaruhi oleh orang lain

atau suatu kekuatan yang aneh|

ù||Waham Curiga|
Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusah merugikan

atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan

kenyataan|

ù||Waham Nihilistik|

Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia atau meninggal yang dinyatakan secara

berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan|

ù||Delusion of reference|

Pikiran yang salah bahwa tingkah laku seseorang ada hubunganya dengan dirinya|

|           |

1.||||Klien percaya bahwa keyakinannya benar|

2.||||Bersifat egosentris|

3.||||Tidak sesuai dengan rasio atau logika|

4.||||Klien hidup menurut wahamnya|

v|

  |

1.||||Kognitif :|

ù||Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata|

ù||Individu sangat percaya pada keyakinannya|


ù||Sulit berfikir realita|

ù||Tidak mampu mengambil keputusan|

2.||||Afektif|

ù||Situasi tidak sesuai dengan kenyataan|

ù||Afek tumpul|

3.||||Prilaku dan Hubungan Sosial|

ù||Hipersensitif|

ù||Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal|

ù||Depresif|

ù||Ragu-ragu|

ù||Mengancam secara verbal|

ù||Aktifitas tidak tepat|

ù||Streotif|

ù||Impulsive|

ù||Curiga|

4.||||Fisik|

ù||Higiene kurang|
ù||Muka pucat|

ù||Sering menguap|

ù||BB menurun|

ù||Nafsu makan berkurang dan sulit tidur|

 |||   |

   
  

 ? 
 |

1. Pikiran logis 1. Kadang-kadang proses pikir 1. Gangguan proses|

Terganggu. pikir waham|

2. Persepsi akurat 2. Ilusi 2. Kesukaran proses |

emosi|

3. Emosi konsisten dengan 3 . Emosi berlebihan atau kurang 3.

Perilaku tidak |

terorganisir|

4. Perilaku cocok 4. Perilaku tidak biasa 4. Isolasi sosial|

5. Hubungan sosial harmonis 5. Menarik diri |


|

ÈÈÈ || ?   
   !  |

|||| ?   |

Kerusakan komunikasi verbal|

|
|

           ( Core Problem)|

|
|

| |
|

|
|

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah|

 |||   !  |
Data| Masalah|

Data Objektif : | Kerusakan komunikasi verbal |

||Klien bicara kacau | |

||Binggung| |

||Pembicaraan berbelit-belit|

Data Subjektif :| Perubahan proses pikir : waham |

|| klien mengatakan hal-hal yang tidak sesuai


|
kenyataan|

||Klien mengatakan berulang kali|

Data Objektif :|

en tampak binggung|

Data Subjektif :| Gangguan konsep diri berhubungan

dengan harga diri rendah|


||Klien merasa malu berinteraksi dengan orang

lain |

Data Objektif :|
||Ekspresi muka sedih dan murung|

È ||?      |

1.||||Kerusakan komunikasi verbal|

2.||||Perubahan isi pikir: waham kebesaran|

3.||||Gangguan konsep diri|

 |||!      |

1.||||Kerusakan Komunikasi verbal b.d waham kebesaran|

2.||||perubahan isi pikir: waham kebesaran b.d HDR|

È ||  
    |

      


    |

TUM : Klien dapat mengontrol wahamnya sehingga komunikasi verbal dapat berjalan dengan baik|

 Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya|

È   |

j| Bina hubungan saling percaya: |

ù||Salam terapetik, perkenalan diri, |


ù||uelaskan tujuan interaksi, |

ù||Ciptakan lingkungan yang tenang, |

ù||Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic, tempat dan waktu)|


| uangan membantah dan mendukung klien|

ù|| Kata-kata perawat menerima keyakinan klien ´saya menerima keyakinan andaµ disertai

ekspresi menerima|

ù|| Kata-kata perawat tidak mendukung disertai µsukar bagi saya untuk mempercayainyaµ disertai

ekspresi ragu tapi empati|

ù||Tidak membicarakan isi waham klien|

3.||||Yakinkan klien dalam keadaan aman dan terlindung|

ù||Anda berada di tempat yang aman, kami akan menerima anda|

ù||Gunakan keterbukaan dan kejujuran|

ù||uangan tinggalkan klien sendirian|

_ Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki|

È   |

j| Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistik|


| Diskusikan dengan klien tentang kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini

yang realistik, hati-hati terlibat dengan waham|


| Tanyakan apa yang bisa dilakukan (kaitkan dengan aktifitas sehari-hari) kemudian

anjurkan untuk melakukannya saat ini|

| uika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak

ada. |

Perawat perlu memperlihatkan bahwa klien penting|

 Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi|

È   |

1.||||Obsrvasi kebutuhan sehari-hari klien|

2.|||| Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik secara di rumah dan di RS (rasa takut,

ansietas, marah)|

3.||||Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dengan timbulnya waham|

4.|||| Tingkat aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga

(aktivitas dapat dipilih dan dibuat jadwal bersama dengan klien)|

5.||||Atur situai agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya|

 Klien dapat b.d realitas (realitas: diri, orang lain, tempat, waktu)|

È   |

1.||||Berbicara dengan klien dalam konteks realitas|

2.||||Sertakan klien dalam TAK :TAK Orientasi Realita|

3.||||Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien|


|

          


!|

?Klien dapat meningkatkan harga dirinya sehingga mampu mengendalikan wahamnya |

 Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya|

È   |

Bina hubungan saling percaya dengan :|

1.||||Salam terapetik, perkenalan diri, |

2.||||uelaskan tujuan interaksi, |

3.||||Ciptakan lingkungan yang tenang, |

4.||||Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic, tempat dan waktu)|

_Klien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan harga diri rendah (HDR)|

È   |

1.||||Kaji pengetahuan klien tentang HDR|

2.||||Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang penyebab HDR|

3.||||Diskusikan dengan klien tentang HDR serta penyebab dan akibat yang mungkin muncul|

4.|||| Beri penguatan positif pada kemampuan klien dalam mengungkapkan pendapatnya tentang

HDR|

5.||||Bantu klien mengidentifikasi aspek positif tentang perasaannya|


|

Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya|

È   |

1.||||Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien|

2.||||Hindarkan pemikiran penilaian negative, utamakan memeberikan pujian realistis|

   Klien dapat menerapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang

dimilikinya|

È   |

1.|||| Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai dengan

kemampuannya|

2.||||Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien|

3.||||Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan klien|

Keluarga dapat membantu klien untuk berperilaku adaptif terhadap lingkungan|

È   |

1.|||| Diskusikan dengan keluarga tentang bentuk dukungan yang perlu diberikan pada klien dengan

HDR|

2.||||Diskusikan dengan keluarga tentang cara merawat dan menghadapi klien dengan HDR|
c ccccc c  cc




                             
                             
     )                      
                       "

1   .$  

|                  #   


        #          
*|          
&| 6  
±|  
-| 3        "
7| 1       
8| 1       /   
!| 4   $  
| 3  9 % *22&"

   

,                .         
  0             (    #           
 $          .             
     )              #              # 
   

1   .$  

|                                


     "
*| %            /       "
&| .        "
±| #          "
-| 3#                                
               "

c! 
"#$

            $      #          
   %  #                   /
           

1   .$  

| 3      


*| 3      #  
&| 3    '   #   #   
±| 3   #     
-| 3  #   

%#!&'
""
 &% "!(

3             

  $ )

y|                  #   


     "   #          

  $ )

y|           #          
  "                           /
       $      

)&'


| % #            
*|               


*&'


  % #            

1$ 

y|    #          

1$ 

          #     %   0   
#       #       

1   

y|         #                 $   $ 


   #                  $      
 "
y|
                 
 C         C             
           #        
y| =                              
                           
$$ $        
y| (          (          

*       )               %         


                       
  )              

1   

y|   $                


y|                                 
   
y| 1                $          
     (            "
y|
       #                    
              

&       )               %      


                 #    
                 
   

1   

y| (      '  


y|                    
       #    "
y| 0            
y| 1     (           
   $  $   "
y|                 

±             %     3           


                                   
        

1   

y|  #                 "
y| ,        (         
y|    $         )     
-       %      #   
                  )   )   
 

1   

y|                    )  )   )   
  
y|               -               #  
  "
y| $   #   ) )        
y|   )#       

7             %                 


         
1   

y|                     $      #  


        )   
y|   )#       

*  *              



1$ 

y|      $                      


   

1$ 

        #  

1   

y|         #                 $   $ 


  #               $     
   #  "
y|             
y| ,      
y|                              
$         

*    )            )     



1   
y|                              )
     
y| 0           )             $ 
    
y|              )     

&            



1   

y|             )     


y|             $     

±    /#               

1   

y| %#        (              
y| 1            
y|  ##            

-             



1   

y|    #      #   


y|   $       
y|            

7   )       



1   

y|             #    


y|           
y|          
y|   )#   )       

*% 

|   #           


*|                "   
&|         
±|           
-|        
+
 
!

| ,  .  ,   #    # # )   # <  - " ,m 
3=   -
*|         
4  5 
  4.6  
&|    .     4  5 
  4.6  
±| 9 9 %           
 ,    %,
   
. *22&
-| 1       ,        
 4        %,

  *222