Vous êtes sur la page 1sur 8

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kereta api adalah salah satu penyedia jasa transportasi darat yang sudah dikenal di Indonesia sejak jaman Belanda. Transportasi ini dikenal murah dibanding dengan transportasi lainnya. Kebanyakan calon penumpang memilih kereta api dengan pertimbangan segi murahnya. Pada saat ini pun kereta api bahkan mengangkut sedikitnya 160 juta penumpang pertahun. Tetapi, ketika pertumbuhan penumpang kian pesat, kereta api justru renta dan kecelakaan kereta api pun kerap terjadi. Pada perkembangan selanjutnya terjadi beberapa permasalahan terutama seringnya terjadi kecelakaan. Data IRW menunjukkan hingga Oktober tahun ini, telah terjadi 119 kecelakaan Kereta Api (KA) tercatat 119 kali dengan rincian tabrakan antar KA sebanyak dua kali, dengan kendaraan 10 kali, anjlok/terguling 94 kali, akibat longsor tiga kali, lainlain10 kali. Data Departemen Perhubungan (Dephub) justru lebih besar yakni 128 kali kecelakaan KA hingga Oktober 2009 dengan rincian, antar KA tiga kali, KA dengan kendaraan bermotor 14 kali, anjlog/terguling 89/7 kali, banjir longsor tiga kali dan lainlain12 kali. Tahun sebelumnya, data Dephub hanya 116 kejadian kecelakaan KA atau ada peningkatan yang lumayan signifikan pada tahun ini. (www.google.com/antaranews/kinerja kereta api ) Hal ini disebabkan karena pertumbuhan transportasi kereta api berjalan lamban, bahkan terjadi kemunduran jika dilihat dari lintasan yang digunakan. Demikian juga yang terjadi di Daop VII Madiun, sebanyak 20.000 bantalan kereta api berupa kayu lapuk di sepanjang jalur KA di wilayah PT. KA Daop VII Madiun dalam kondisi rusak sehingga rawan kecelakaan. Dimana jalur rel kereta api di DAOP VII Madiun sepanjang 81.179 Kilometer Spoor (KMSP) yang meliputi 32 stasiun di 10 Kabupaten/Kota, jalur sepanjang 28.593 KMSP masih memakai bantalan kayu dan memakai rel jenis R33 (produk lama), sedangkan rel yang telah diganti dengan bantalan beton dan memakai rel jenis R54 (produk baru) sepanjang 52.586 KMSP. Sehingga, untuk menjamin keselamatan penumpang, di sepanjang jalur yang rawan tersebut, telah di

atur laju kecepatan kereta api. Adapun laju yang telah memakai bantalan beton laju KA dibatasi maksimal 80 kilometer/jam, sedangkan jalur yang masih memakai bantalan kayu kecepatan laju KA maksimal hanya 50 kilometer/jam.. Dalam dua tahun terakhir ini jumlah penumpang kereta api terus menurun.

Penurunan itu tak hanya terjadi pada hari biasa ketika PT KA sudah menerapkan diskon tiket. Tetapi, fenomena menurunnya jumlah penumpang KA itu disebabkan oleh dua hal. Pertama, dari sisi eksternal PT KA perlu pembenahan manajemen, kemudian terjadinya persaingan antarmoda angkutan, seperti contoh yaitu angkutan penerbangan selama ini mengalami perkembangan yang luar biasa. Alternatifnya banyak sekali, dan harga tiket menjadi bersaing. Ini membuat orang menjadi sadar waktu dan biaya, mereka melihat ada pilihan lain. Sedangkan dari sisi internal, terjadi krisis kepercayaan terhadap kereta api, tak ada upaya nyata untuk lebih menjamin keselamatan penumpang. Misalnya, saat terjadi kecelakaan kereta api, para penumpang kurang tertangani secara serius. Dimana banyaknya kecelakaan yang terjadi menyebabkan penurunan citra perusahaan perkeretaapian di Indonesia yang membawa dampak kurang percayanya masyarakat dalam menggunakan kereta api. Oleh karena itu, di butuhkan kerja keras dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat agar mau menggunakan jasa kereta api lagi. Berdasarkan data yang diperoleh dari PT.Kereta Api khususnya DAOP VII Madiun, dijelaskan bahwa jumlah penumpang kereta api pada tahun 2009 mencapai 14.38 juta orang di banding tahun 2008 dan sebelumya, yang berarti turun 4.32%.sedangkan jumlah penumpang pesawat tahun 2009 29.40juta orang disbanding tahun sebelumnya, yang berarti naik 17.94%. begitu pula dengan angkutan laut jumlah penumpangnya mencapai 958.38 ribu orang pada tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya, yang berarti turun 11.0%.( wordpress.com). sebagai salah satu contoh kecelakaan yang terjadi di wilayah Daop VII Madiun seperti tahun lalu anjloknya kereta api barang di Kertosono dan kecelakaan kereta api Dhoho di Kediri yang bertabrakan dengan Bus Harapan Jaya yang mengakibatkan tujuh orang tewas di tahun ini, dan masih benyak

kecelakaan yang terjadi di wilayah Daop VII Madiun.Fenomena inilah yang menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat pada angkutan kereta api semakin menurun setelah adanya kecelakaan yang terjadi. Masyarakat lebih memilih alat tansportasi lainnya demi jaminan keselamatan. Oleh karena itu di butuhkan kerja keras dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat agar mau menggunakan jasa kereta api lagi. Keberhasilan aktivitas suatu perusahaan dalam operasionalnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan biasanya dipengaruhi dan oleh kemampuan manajemen dalam dalam hal ini, melihat humas kemungkinan kesempatankesempatan.

perkeretaapianlah yang mempuyai peran penting. B. Rumusan Masalah Setelah menguraikan latar belakang masalah seperti di atas, maka selanjutnya dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: Bagaimana aktivitas public relations PT. Kereta Api Indonesia Daop VII Madiun dalam menjaga citra perusahaan? C. Manfaat Dan Tujuan Tujuan dari diadakan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana aktivitas public relations PT. Kereta Api Madiun dalam menjaga citra perusahaan. 2. Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh public relations PT.Kereta Api Madiun dalam menjaga citra perusahaan. Sedangkan kegunaan dari penelitian ini yaitu diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi public relations PT.Kereta Api Madiun berkenaan dengan upaya membentuk citra positif lembaga serta dapat menjadi bahan acuan ataupun pertimbangan bagi lembaga lainnya dalam melakukan upaya pembentukan citra yang positif .

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Aktivitas Humas Secara sederhana aktivitas kehumasan bisa diterjemahkan sebagai suatu bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap bagian perusahan dalam menjalin dan mempertahankan hubungan baik antar perusahaan dengan publiknya baik eksternal maupun internal. Menurut Djanalis Djanaid dalam bukunya yang berjudul Public Relation dalam teori dan praktek, 1993 aktivitas kehumasan adalah merupakan serangkaian tindakan yang bertujuan bersifat public relation dimana proses kerjanya merupakan suatu kesatuan yang secara terus menerus berlangsung. Aktivitas Humas antara lain adalah melaksanakan tujuan kedalam (Internal realtion) dan keluar (eksternal relation) melalui pendekatan informative dan punitive. berencana Seorang dan pesan Humas secara yang juga terus melakukan menerus lewat kegiatan dilakukan daya yang meliputi obyektif, ketrampilan punya

komunikator,

disampaikan

akurat,

pengaruh yang kuat guna berhasilnya mencapai sasaran yang ditetapkan oleh perusahaan. (Widjaja, 1997:53). Sedangkan Aktivias Humas tediri dari:

1) Internal Public Relation Aktivitas humas yang ditujukan denga kedalam public disebut dalam Aktivitas internal sebuah humas relation.Pelaksanaan dari perusahaan hubungan intern

perusahaan sangat penting sekali dalam mendorong agar terciptanya tujuan tersebut. (Abdurrachman, 1995:34) kedalam atau internal public relation adalah menciptakan komunikasi secara informative dan persuasif yang dapat dilaksanakan dengan cara : a) Tertulis, yaitu menggunakan suratsurat tertulis. b) Lisan : mengadakan briefing, rapatrapat,diskusi, ceramah,dan sebagainya. Sedangkan menurut Onong Uchjana dalam bukunya Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek 1986 halaman 175, komunikasi kedalam terdiri dari komunikasi kebawah (downward communication) dan komunikasi keatas ( upward communication) Komunikasi kebawah dilakukan dengan: a) Mengadakan rapat b) Memasang pengumuman c) Menerbitkan majalah intern Komunikasi keatas dilakukan dengan : a) Pertemuan untuk menampung pendapat karyawan b) Kotak saran c) Angket untuk diisi karyawan 2) Eksternal Public Relation Salah satu tujuan Eksternal Public Relation adalah untuk mengeratkan hubungan dengan orangorang diluar badan/instansi hingga terbentuklah opini public yang favorable terhadap badan itu. Bagi suatu perusahaan hubungan hubungan dengan public diluar perusahaan itu merupakan suatu keharusan didalam usahausaha untuk : a) Mencari konsumen b) Memperkenalkan product c) Mencari modal dan hubungan d) Pemecahan terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan tanpa mencemarkan nama baik perusahaan. Berdasarkan itu, tugas penting External Public Relation adalah mengadakan komunikasi yang efektif, yang sifatnya informative dan persuasive, yang

ditujukan pada public diluar perusahaan itu. Informasi harus diberikan dengan jujur, berdasarkan fakta dan harus teliti. Sebab public mempunyai hak untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang sesuatu yang menyagkut kepentingannya. Komunikasi yang diselenggarakan Esternal Public Relatins harus timbale balik juga. Sebab seorang pemimpin yang baik, bukan saja pandai member informasi, tapi juga harus pandai menerima informasiinformasi. Perhatian yang besar terhadap kepentigan public akan menbagkitkan simpati dan kepercayaan public terhadap perusahaan itu. Sikap public terhadap seorang petugas biasanya dibentuk oleh pengalamanpengalaman mereka. Griswold menyatakan bahwa tiap pegawai atau petugas dari suatu perusahaan merupakan wakil dari perusahaan itu. Penilaian external public relation terhadap suatu perusahaan bukan saja mengenai pelayanannya, kegiatankegiatannya, dan para anggotanya, tapi juga mengenai keseluruhan yang meliputi perusahaan itu. Tugastugas yang harus dilaksanakan dalam external public relation atas dasar untuk memperoleh dukungan, pengertian dan kepercayaan dari public luar, menciptakan kesediaan kerja sama dari public adalah : a) Menilai sikap dan opini public terhadap kepemimpinan, terhadap para pegawai dan metode yang digunakan. b) Memberi advies dan counsel pada pimpinan tentang segala sesuatu yang ada hubungannya dengan public relation mengenai perbaikanperbaikan, kegiatankegiatan dll. c) Memberikan peneranganpenerangan yang obyektif, agar public tetap informatif tentang segala aktivitas dan perkembangan perusahaan itu. d) Menyusun staff yang efektif untuk bagian itu. Komunikasi dengan external public dapat diselenggarakan dengan : a) Kontak pribadi b) Press release c) Pres conference dan pres briving d) Publicity e) Radio dan televise f) Film g) Media komunikasi dan informasi lainnya. (Abdurracman 2001 : 38)

2.2 Public Relation 2.2.1. Pengertian Public Relations Terdapat banyak pengertian humas tentang ( public relation yang terkadang diterjemahkan sebagai hubungan masyarakat). Berdasarkan

pertemuan asosiasiasosiasi humas diseluruh dunia di Mexico City, Agustus 1978, (Anggoro, 2000:2) humas didefinisikan sebagai berikut: Humas adalah suatu seni sekaligus disiplin ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan, memprediksi setiap kemungkinan konsekuensi dari setiap kegiatannya memberi masukan mengimplementasikan programprogram tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan atau kepentingan khalayak. Berdasarkan definisi Public Relation yang terhimpun dalam organisasi yang bernama The International Public Relation assosiation dapat diterima dan dipraktekan bersama. Humas dapat diartikan sebagai fungsi manajemen dari sikap budi yang berencana dan bersinambungan, yang dengan itu organisasi dan lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubungannya dengan jalan menilai pendapat umum diantara mereka, untuk mengorelasikan, sedapat mungkin, kebijaksanaan dan tata cara mereka, yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas mencapai kerjasama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama dan lebih efisien. (Onong, 2002:20) Pengertian public relation yang di rumuskan oleh IPRA dalam buku yang ditulis oleh Ruslan (1999:33) adalah sebagai berikut: Public Relations adalah komunikasi dua arah dan timbal balik, antara organisasi dengan publiknya secara timbal balik dalam rangka meningkatkan pembinaan kerja sama dan pemenuhan kepentingan bersama. Simanjuntak (2003), dalam bukunya public relation di artikan fungsi manajemen yang membentuk dan memelihara relasi yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya, dimana yang menentukan berhasil atau gagalnya perusahaan. W. Emerson Reck menjelaskan bahwa Public Relation adalah kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, penentuan pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orangorang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka. Kemudian,

pelaksanaan dari kebijaksanaan, pelayanan dan sikap tersebut adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yng sebaikbaiknya.( Muslimin, 2004:2).