Vous êtes sur la page 1sur 26

TELAAH RIWAYAT HADITS DOA IFTHAR

oleh Subhan Nurdin pada 31 Juli 2009 jam 17:46









TIDAK ADA HADITSNYA !
DO'A BUKA PUASA YG DLO'IF
Ditulis oleh : Al Ustadz Abdul Hakim Abdat
Di bawah ini akan saya turunkan beberapa hadits tentang dzikir atau doa di waktu
berbuka puasa, kemudian akan saya terangkan satu persatu derajadnya sekalian. Maka,
apa-apa yang telah saya lemahkan (secara ilmu hadits) tidak boleh dipakai atau
diamalkan lagi, dan mana yang telah saya nyatakan syah (shahih atau hasan) bolehlah
saudara-saudara amalkan. Kemudian saya iringi dengan tambahan keterangan tentang
kelemahan beberapa hadits lemah tentang keutamaan puasa yang sering dibacakan di
mimbar-mimbar khususnya di bulan Ramadhan.
HADITS PERTAMA
Artinya :
Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam apabila berbuka
(puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna,
Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul Alim (artinya : Ya Allah ! untuk-Mu
aku berpuasa dan atas rizkqi dari-Mu kami berbuka. Ya Allah ! Terimalah amal-amal
kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui).
(Riwayat : Daruqutni di kitab Sunannya, Ibnu Sunni di kitabnya Amal Yaum wa-Lailah
No. 473. Thabrani di kitabnya Mujamul Kabir).
Sanad hadits ini sangat Lemah/Dloif
Pertama :
Ada seorang rawi yang bernama : Abdul Malik bin Harun bin Antarah. Dia ini rawi yang
sangat lemah.
Kata Imam Ahmad bin Hambal : Abdul Malik Dloif
Kata Imam Yahya : Kadzdzab (pendusta)
Kata Imam Ibnu Hibban : pemalsu hadits
Kata Imam Dzahabi : di dituduh pemalsu hadits
Kata Imam Abu Hatim : Matruk (orang yang ditinggalkan riwayatnya)
Kata Imam Sady : Dajjal, pendusta.
Kedua :
Di sanad hadits ini juga ada bapaknya Abdul Malik yaitu : Harun bin Antarah. Dia ini
rawi yang diperselisihkan oleh para ulama ahli hadits. Imam Daruquthni telah
1

melemahkannya. Sedangkan Imam Ibnu Hibban telah berkata : munkarul hadits (orang
yang diingkari haditsnya), sama sekali tidak boleh berhujjah dengannya.
Hadits ini telah dilemahkan oleh Imam Ibnul Qoyyim, Ibnu Hajar, Al-Haitsami dan AlAlbani, dll.
Periksalah kitab-kitab berikut :
Mizanul Itidal 2/666
Majmau Zawaid 3/156 oleh Imam Haitsami
Zaadul Maad di kitab Shiam/Puasa oleh Imam Ibnul Qoyyim
Irwaul Gholil 4/36-39 oleh Muhaddist Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
HADITS KEDUA
Artinya :
Dari Anas, ia berkata : Adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam : Apabila berbuka
beliau mengucapkan : Bismillah, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu
(artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi
dari-Mu aku berbuka).
(Riwayat : Thabrani di kitabnya Mujam Shogir hal 189 dan Mujam Auwshath).
Sanad hadits ini Lemah/Dloif
Pertama :
Di sanad hadist ini ada Ismail bin Amr Al-Bajaly. Dia seorang rawi yang lemah.
Imam Dzahabi mengatakan di kitabnya Adl-Dhuafa : Bukan hanya satu orang saja yang
telah melemahkannya.
Kata Imam Ibnu Ady : Ia menceritakan hadits-hadits yang tidak boleh diturut.
Kata Imam Abu Hatim dan Daruquthni : Lemah !
Sepengetahuan saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) : Dia inilah yang meriwayatkan
hadits lemah bahwa imam tidak boleh adzan (lihat : Mizanul Itidal 1/239).
Kedua :
Di sanad ini juga ada Dawud bin Az-Zibriqaan.
Kata Muhammad Nashiruddin Al-Albani : Dia ini lebih jelek dari Ismail bin Amr AlBajaly.
Kata Imam Abu Dawud, Abu Zurah dan Ibnu Hajar : Matruk.
Kata Imam Ibnu Ady : Umumnya apa yang ia riwayatkan tidak boleh diturut (lihat
Mizanul Itidal 2/7)
Sepengetahuan saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) : Al-Ustadz Abdul Qadir Hassan
membawakan riwayat Thabrani ini di Risalah Puasa tapi beliau diam tentang derajad
hadits ini ?

HADITS KETIGA
Artinya :
Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam. Apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma
Laka Sumtu wa Alaa Rizqika Aftartu.
(Riwayat : Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4/239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Suni)
Lafadz dan arti bacaan di hadits ini sama dengan riwayat/hadits yang ke 2 kecuali
awalnya tidak pakai Bismillah.)
Dan sanad hadits ini mempunyai dua penyakit.
Pertama :
MURSAL, karena Muadz bin (Abi) Zurah seorang Tabiin bukan shahabat Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam. (hadits Mursal adalah : seorang tabiin meriwayatkan
langsung dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, tanpa perantara shahabat).
Kedua :
Selain itu, Muadz bin Abi Zuhrah ini seorang rawi yang MAJHUL. Tidak ada yang
meriwayatkan dari padanya kecuali Hushain bin Abdurrahman. Sedang Ibnu Abi Hatim
di kitabnya Jarh wat Tadil tidak menerangkan tentang celaan dan pujian baginya.
HADITS KEEMPAT
Artinya :
Dari Ibnu Umar, adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, apabila berbuka
(puasa) beliau mengucapkan :






.
DZAHABAZH ZHAAMA-U WABTALLATIL URUQU WA TSABATAL AJRU
INSYA ALLAH (artinya : Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan/uraturat, dan telah tetap ganjaran/pahala, Inysa allah).
(Hadits HASAN, riwayat : Abu Dawud No. 2357, Nasai 1/66. Daruquthni dan ia
mengatakan sanad hadits ini HASAN. Hakim 1/422 Baihaqy 4/239) Al-Albani
menyetujui apa yang dikatakan Daruquthni.!
Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Rawi-rawi dalam sanad hadits ini
semuanya kepercayaan (tsiqah), kecuali Husain bin Waaqid seorang rawi yang tsiqah tapi
padanya ada sedikit kelemahan (Tahdzibut-Tahdzib 2/373). Maka tepatlah kalau
dikatakan hadits ini HASAN.

KESIMPULAN
Maka dari penjelasan al ustadz Abdul Hakim Abdat di atas, maka doa berbuka puasa
yang benar adalah DZAHABAZH ZHAAMA-U WABTALLATIL URUQU WA
TSABATAL AJRU INSYA ALLAH (artinya : Telah hilanglah dahaga, telah basahlah
kerongkongan/urat-urat, dan telah tetap ganjaran/pahala, Inysa Allah).
Doa berbuka puasa yang diambil dari hadits yang ke 1,2 dan 3 karena tidak syah (sangat
dloif dan dloif) maka tidak boleh lagi diamalkan.
Sedangkan hadits yang ke 4 karena riwayatnya telah syah maka bolehlah kita amalkan
jika kita suka (karena hukumnya sunnat saja).
***
Ditulis ulang dari milis As Sunnah online tanggal 03 Maret 2000
==============
PENJELASAN :
http://subhan-nurdin.blogspot.com
Awalnya dari kajian Hadits Dloif karya Abdul Hakim Abdat pada hadits ke-3 yang
menyimpulkan bahwa Doa ke-3 itu dlaif dan tidak bisa diamalkan. Saya cari
menggunakan Software hadits Al-Jame Al-Kabir dan Maktabah Syamilah
ditemukan riwayat Ibnu Abi Syaibah ini :
344 : 2 :
9744 109

Ibnu Abi Syaibah


dari
Muhammad Bin Fudlail
dari
Hushain Bin Abdurrahman
dari
Abi Hurairah. RA
Lalu saya telusuri setiap rawi mulai dari Ibnu Abi Syaibah dst sampai Abu Hurairah.
Namun ketika sampai pada rawi Hushain Bin Abdurrahman ternyata tidak ada gurunya
4

yang bernama Abu Hurairah atau Abdurrahman Bin Shakhr (nama Asli Abu Hurairah).
Memang Abu Hurairah pernah menyampaikan hadits kepada yang namanya Hushain,
tetapi Hushain Bin Al-Lajlaj bukan Hushain Bin Abdurrahman rawi hadits ini.
Setelah sekian lama mencari korelasi antar rawi hadits ini, ternyata bukan dari Abu
Hurairah tetapi dari Abu Zuhrah, sebagaimana dimuat dalam Kitab Doa Muhammad Bin
Fudlail ini,
: 195 : :
: : 1999 - 1419

) 66
(
237 1

Alhamdulillah, Allah melindungi kita dari kesalahan ini


Maka hadits ke-3 riwayat Ibnu Abi Syaibah memiliki silsilah sanad rawi yang sama
dengan riwayat Abu Dawud pada rawi Hushain dan Abu Zuhrah/Mu'adz Bin Zuhroh.
Adapun status Muhammad Bin Fudlail dari Hushain dari Abu Zuhrah
- Muhammad Bin Fudlail bin ghazwan bin Jarir : Tsiqat, memang menurut Ahmad Bin
Hanbal "ia dituduh syi'i namun Haditsnya hasan." ia juga rawi Al-Bukhari
- Hushain Bin Abdirrahman, tsiqat.
Selanjutnya, saya fokuskan kepada rowi yang dijadikan alasan hadits ini dianggap dlo'if;
Pertama :
MURSAL, karena Muadz bin (Abi) Zurah seorang Tabiin bukan shahabat Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam. (hadits Mursal adalah : seorang tabiin meriwayatkan
langsung dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, tanpa perantara shahabat).
Kedua :
Selain itu, Muadz bin Abi Zuhrah ini seorang rawi yang MAJHUL. Tidak ada yang
meriwayatkan dari padanya kecuali Hushain bin Abdurrahman. Sedang Ibnu Abi Hatim
di kitabnya Jarh wat Tadil tidak menerangkan tentang celaan dan pujian baginya.
RIWAYAT IBNU ABI SYAIBAH (HADITS KETIGA), DLO'IFKAH ?
Sebenarnya alasan dlo'if yang kedua sudah terjawab oleh Ibnu Hajar Al-'Asqalany dalam
Syarah Abu Dawud sbb:
Muadz Bin Zuhrah dan ada yang menyebut Abu Zuhrah Adh-Dhibby At-Tabii.
Dalam At-Taqrib disebutkan. Seperti asalnya adalah Maqbul, hadits darinya mursal
sehingga membingungkan siapa shahabat yang menyampaikannya secara mursal dengan
5

ungkapan telah menyampaikan kepada kami, sesungguhnya Rasulullah SAW


Ibnu Hajar berpendapat: (Abu Dawud) mengeluarkan hadits ini dalam sunan dan alMarasil dengan satu lafadz. Al-Bukhari menyebutkan nama Muadz sebagai tabiin
tetapi ia berkata Muadz Abu (Zuhrah). Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Hibban
memasukkannya dalam rawi tsiqat sedangkan Al-Syairazy mencantumkannya dalam
shahabat tapi disalahkan oleh Al-Mustagfiry. Mungkin saja hadits ini Maushul
walaupun Muadz seorang tabiin karena ada kemungkinan ia menyampaikan dari
shahabat, karenanya Abu Dawud memuatnya dalam Sunan nya dan juga dalam AlMarasil (Faidhul qadir V:106)
Sedangkan bantahan yang kedua dimuat oleh al-'Asqalany dalam Tuhfatul Asyraf
313 13 antara lain menyebutkan bahwa kalimat BALAGHOHU
memungkinkan hadits ini MAUSHUL bersambung sanadnya.
- Tidak semua mursal dipandang dlaif. Diantara mursal yg boleh dijadikan hujjah
adalah:
1. Mursal Shahabat, karena telah disepakati bahwa KULLU SHAHABAH UDUL
2. Mursal Tabiin Kabir, karena termasuk generasi yg dijamin keadilannya oleh Nabi
SAW.
3. Mursal Tabiin yg sebenarnya ia termasuk generasi shahabat, namun baru masuk Islam
setelah Nabi SAW wafat.
4. Mursal yang diperkuat dengan sanad-sanad lain dalam satu matan yang sama.
(periksa: At-Tashilus Syari Li Qawaidil Muhadditsin, bab Mursal : 480-489, juga
dalam Mausuat Ulumil Hadits, Wizaratul Auqaf :678-679 )
- Al-Albany dalam tahqiq Misykat berpendapat hadits ini hasan. Bahkan dalam
Tarajaat dijelaskan bahwa al-Albany menganggap shahih.
(23 / 1) -
.(919) . -27
.(631) (2358) ( 165) ( 1994)
-

Al-Arnauth berkomentar dalam tahqiq kitab Al-Adzkar : (Mursal) namun


banyak syawahid (sanad lain) yang menguatkannya. (I:162)
(304 / 10) -

- :

- - :

6

- 4729
" : " .
**
) ( 162/1
**
** : : 162 / 1 .
Diantara yang memandang hadits ini hasan dan tentunya MA'MUL BIH (bisa
diamalkan) termuat dalam Asnal Mathalib.
Kalimat doa BISMILLAH dan ALLOHUMMA LAKA SHUMTU... memiliki
dasar hukum hadits shahih tentang doa sebelum makan dan berdoa saat ifthar itu
mustajab.
Doa DZAHABAD ZHOMA-U... jika melihat syarahnya dibaca setelah ifthor
)(makan) dan lebih cenderung kepada ungkapan verbal saja (bukan permohonan

Wallohu Alam Bish-Shawwab.

BAHAN KAJIAN

...














2015 :



) (

".

1 422
9523 :






:






) (


:



:
"






" :

.





:
.

http://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=96&hid=9523&pid=360115


...




|
] [ ] [ ] [ ] [
9523 :






:





) (

:


" :






" :

.





TAKHRIJ
)(1
)(2
|
)(3
| |
)(4
| | | |
: ] : )(5
]
|
|
|

Syawahid

--- 119


88


--- 717

2358 2015

99

1410 1385

1411 1387

1074 1119

360


275


516


275

180

180

852

195
66 66

8



516
1741 1740

9

:1

1
122

235

0
183

1
852
--- 8437

918 845 360


1
7549 7748 360

3

1

360
51 913

1272 1256

1
360
5
0
2

1
364
480 474

6

1
7

1
8

481 475

2257 2007

364

385

1
9




122 118

2
0

:2

2337
188

425 427
426 428

2
1
2
2
2
3
2
4
2
5

430

458

458


4:239 7518

458

458

458

458

2
6


2
7


2
8

2
9

3
0

410

--- 3611

143 135

--- 3612

463
--- 985


13:54
463
4027

499
--- 898

499
--- 767

10




















3

1

3

2

|
|
|
|
|

) (1
) (2
) (3
|
) (4
| |
) (5
| | |
) (6
| | | |
11

499
--- 1415

499
--- 872

499
--- 989


235
9832 9523

|
|
|
|

|
|
|
|

|
|
|
|

|
|
|
|

|
|
|
|

|
|
|
|

) (7
) (8
|
) (9
| |
) (10
| | |
|

) (11:

] :

[
| | |
[
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |

|
|
|
|
|

|
|
|
|

) (11:

] :

) (6
) (7
) (8
|
) (9
| |
) (10
| | |
|

)(11

: ] :

[
) (2
|
) (3
| |
) (4
| | |
) (5
| | | |
) (6
| | | | |
) (7
| | | | | |
) (8
| | | | | | |
) (9
| | | | | | | |
) (10 : ] : [
| | | | | | | | |
) (1
) (2
|
) (3
| |
) (4
| | |
) (5
| | | |
) (6
| | | | |
) (7 : ] :
| | | | | |
[
) (5
| | | |
) (6
| | | | |
) (7 : ] : [
| | | | | |
) (7 : ] : [
| | | | | |
) (2
|
) (3
| |
) (4
| | |
) (5
| | | |
) (6
| | | | |
) (7
| | | | | |
) (8
| | | | | | |
) (9
| | | | | | | |

12

|
|
|
|
|

|
|
|
|

) (2
) (3
|
) (4
| |
) (5
| | |
|

) (6 : ] : [

) (2
) (3
|
) (4
| |

|
|

|
|

|
|

|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

|
|
|
|
|
|
|
|
|

|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

) (5 : ] : [
|
) (4
) (5 : ] : [
|

) (2
) (3
) (4
|
) (5
| |
) (6
| | |
) (7
| | | |
) (8
| | | | |
) (9
| | | | | |
) (10
| | | | | | |
) (11
| | | | | | | |
|
|
|
|
|
|
|
|
|

) (12 : ] : [

) (3
) (4
) (5
|
) (6
| |
) (7
| | |
) (8
| | | |
) (9
| | | | |
) (10
| | | | | |
) (11
| | | | | | |

| | | | | | | | |
[
|
|
|
|
|
|

) (10 : ] : [
) (10 : ] : [
) (10 : ] : [

)(12

: ] :

) (1
) (2
) (3
|
) (4
| |
) (5
| | |
) (6
| | | |
) (7
| | | | |
|

) (8:

] :

[
13

|
|
|

|
|
|

|
|
|

|
|
|

) (5
) (6
|
) (7
| |
|

| | | |
[
| | | | |
| | | | |
|
|
|
|
|
|
|
|

)(8

: ] :

) (6
) (7
|
|

) (8 : ] : [

) (1
) (2
) (3
|
) (4
| |
) (5
| | |
) (6
| | | |
) (7
| | | | |
|

)(8

: ] :

[
| | | |
[

) (8:

] :

) (8:

] :

[
|

| | | |
[
|

) (8:

] :

) (8:

] :

[
) (8 : ] :
| | | | | | |
[
) (2
|
) (3
| |
) (4
| | |
) (5
| | | |
) (6
| | | | |
) (7
| | | | | |
) (8
| | | | | | |
|

)(9

: ] :

[
) (1
) (2
|
) (3
| |
) (4
| | |
) (5 : ] :
| | | |
[
) (1
) (2
|
) (3
| |
14

|
|
|
|
|
|

|
|
|
|
|
|

|
|
|
|
|
|

|
|
|
|
|

) (4
) (5
) (6
|
) (7
| |
) (8
| | |
) (9
| | | |
|

) (10:

] :

[
) (2
|
) (3
| |
) (4
| | |
) (5 : ] : [
| | | |

235 :

) (
" .




" :

...














2015 :

) (

".

|
] [ ] [ ] [ ] [
2007 :



,



,






) (


" :






, :


" .







1
2 3
4
5 6
7 8
9 10
11 12 13
15

14 15

] [6026









-1


-1

: . :
. 2
2 .

Al-Albany memandang Hasan dalam tahqiq kitab Misykatul Mashabih At-Tabrizy


(450 / 1) -
) [ 13 ] - 1994 (
: " : "
.

] - [
:
:
: -
: 1985 - 1405 -
:
3 :

) (
2358

16



.
:
// ) ( 1994 )
/ ( 38 / 4 ) ( 919
(166 / 3) -
: . .
: .
: . : .
: .
(167 / 3) -
:
.
(192 / 2) -

(364 / 7) -
- 1568 ) (4 .
__________
) (4 ) (190 - 10 ) ( )

- - = )*(
(482 / 7) -




17



(133 / 24) -

) ( 2
) ( 3


) ( 4
(1023 / 1) -

:

: :

(8 / 1) -



723 938 /



] [ 624
[ 711 / 1 / 1 ] - 27 : ).(1
.

18

) (1 " -

. " " 1568 / 1 / 4
.
"
" " "
" ) (2

" ".
(172 / 10) -
- 356 ) (.
.

.
:


...
(122 / 28) -
- 6026 : ) (2 : :
)( :
)( ) :(3
" )" (4
__________
) 421 / 5 (1 : ) (567 / 2 : :
: ) / 5 : (23 " " : :
) (190 / 10 " " : ) (2 / 7 : 1568
/ 8 : 1126 482 / 7 : / 3 : 5595 :
/ 4 47 376 191 - 190 / 10 : 256 / 2 :
/ 3 : (3) 7054 / 7 : 482 / 7 (4) 1126
19

" : " " " :


= )*(
(137 / 1) -


:
- - ,
,
-
,




,
,

.


) (339 ,


, ,
- - ,

,
,

.
,





:

:
2 :
:
Tidak semua mursal dipandang dlaif. Diantara mursal yg boleh dijadikan hujjah adalah:
1. Mursal Shahabat, karena telah disepakati bahwa KULLU SHAHABAH UDUL
2. Mursal Tabiin Kabir, karena termasuk generasi yg dijamin keadilannya oleh Nabi
SAW.
3. Mursal Tabiin yg sebenarnya ia termasuk generasi shahabat, namun baru masuk Islam
setelah Nabi SAW wafat.
4. Mursal yang diperkuat dengan sanad-sanad lain dalam satu matan yang sama.
Doa saat buka puasa








- 25


- 1073









20
















- 31074










(496 / 1) -
: :
-1 .
-2 .
-3 .

:

.


) -469 ( :

:

:
:


21





} :




)
:(11/85



:
. . .

: .

: .

) :(2/117
)


22

( 2/1/284



.

( 2/289)
:





.

Sumber: Abu Daud


Tema: Doa saat buka puasa

No. Hadist: 2010 | Sumber: Abu Daud | Kitab: Puasa
Bab: Doa saat buka puasa









Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Yahya Abu
Muhammad, telah menceritakan kepada kami Ali bin Al Hasan, telah mengabarkan
kepadaku Al Husain bin Waqid, telah menceritakan kepada kami Marwan bin Salim Al
Muqaffa', ia berkata; saya melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya dan
memotong jenggot yang melebihi telapak tangan. Dan ia berkata; dahulu Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam apabila berbuka beliau mengucapkan: DZAHABAZH
ZHAMAA`U WABTALLATIL 'URUUQU WA TSABATIL AJRU IN SYAA-ALLAAH (Telah
hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah).

23

) ( . :
. : )
( ) ( :
,
. : . :
,
) ( )
( .
. : )
( ,
, .
, . . .

No. Hadist: 2011 | Sumber: Abu Daud | Kitab: Puasa


Bab: Doa saat buka puasa















Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Husyaim,
dari Hushain dari Mu'adz bin Zuhrah, bahwa telah sampai kepadanya bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam apabila berbuka beliau mengucapkan: ALLAAHUMMA
LAKA SHUMTU WA 'ALAA RIZQIKA AFTHARTU (Ya Allah, untukMu aku berpuasa,
dan dengan rizqiMu aku berbuka).
) ( : :
) ( :
) ( : :
;
. .
. . .

(304 / 10) -

: -

: -
-

24

- 4729 " :
" .
**
) ( 162/1
**
** : : 162 / 1 .
(54 / 3) -



.



:
- ( 39 ) - 912 - 912







{
:





}






.



:

) ( :

:
















}

{.






.



:



}:





:





{ .

} :









" :







" .

(38 / 4) -

) : :
( . ) ( ) ( 2 / 221 )
( ) ( 2358 ) ( 239 / 4 ) ( ) / 181 / 2
( 2 ) ( 473 ) (

. : .
) ( ) (
) (
) ( ) : ( .
25




.

) (



.

.
(23 / 1) -

-27 . ) .(919
) (1994 ) (165 ) (2358 ).(631

Wallohu A'lam Bish Showwab

26