Vous êtes sur la page 1sur 2

Kemenakertrans Selidiki Insiden Kecelakaan Kerja di Pertamina Cilacap

Mega Putra Ratya - detikNews

Foto: Ilustrasi Jakarta - Pengawas Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) masih melakukan penyelidikan kecelakaan kerja yang terjadi di Pertamina kontainer Sludge Oil Recovery (SOR) di Refinery Unit (RU) IV Cilacap pada Selasa (13/9) malam lalu. Pengawas akan mengawasi pihak perusahaan untuk memastikan para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tersebut mendapat hak-haknya berupa asuransi kematian dan kecelakaan kerja. Kemenakertrans telah mengirim petugas pengawas ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cilacap dan Dinas Provinsi Semarang Jawa Tengah untuk melakukan pengecekan lokasi dan menyelidiki penyebab kecelakaan kerja itu," kata Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Kemenakertrans Muji Handaya, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (15/9/2011). Muji mengatakan saat ini petugas pengawas ketenagakerjaan yang terdiri pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) masih melakukan penyelidikan secara mendalam di lokasi. Penyelidikan yang dilakukan pengawas ketenagakerjaan dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kecelakaan kerja tersebut. "Kita fokuskan penyelidikan kepada kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja ini,"imbuhnya.

Ditambahkan Muji, petugas pengawas ketenagakerjaan masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap alat kontainer sludge oil recovery (SOR), alat pelindung diri (APD) yang wajib dipakai para pekerja serta lingkungan sekitar lokasi kejadian. "Penyelidikan masih berjalan hingga saat ini. Kita belum bisa menyimpulkan penyebab utama terjadi kecelakaan kerja, apakah dari faktor alat, human error ataupun faktor lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja," ungkapnya. Dalam melaksanakan proses penyelidikan, lanjut Muji, para pengawas ketenagakerjaan melakukan koordinasi dengan pihak Polri, Rumah sakit serta pihak perusahaan dan subkontraktornya. Agar kecelakaan kerja seperti ini tidak terulang lagi, Muji meminta perusahaan-perusahaan dan para pekerja di seluruh Indonesia harus benar-benar mengutamakan aspek perlindungan tenaga kerja dengan penerapan standar K3 dilingkungan kerja. "Perusahaan wajib menyediakan peralatan standar (K3) untuk melindungi para pekerja dari resiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Di sisi lain pekerja pun harus sadar dan disiplin dalam menggunakan alat pelindung diri saat bekerja," jelasnya. Selain itu, perusahaan pun diminta untuk mengadakan sosialisasi secara rutin agar para pekerja menyadari betapa pentingnya menggunakan peralatan-peralatan standar K3 itu ketika sedang bekerja. Terutama di lingkungan kerja yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi, seperti sektor jasa konstruksi, pertambangan, manufaktur, kimia, perminyakan, dan lain-lain. Para pekerja pun wajib mengenakan Peralatan standar K3 sebagai alat pelindung diri ketika sedang bekerja diantaranya meliputi pakaian kerja, sepatu kerja, kacamata kerja, sarung tangan, helm, sabuk pengaman, masker, penutup telinga, dan sebagainya. Penggunaan peralatan standar K3 merupakan penerapan norma K3 di lingkungan perusahaan. Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa 13 September malam lalu terjadi kecelakaan kerja hingga mengakibatkan tiga orang tewas dan empat luka kritis di Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Korban tewas adalah warga asing Chen Liang (28), yang tinggal di Jalan KH Mas Mansyur No.121 Gedung City Lantai 27-18 Jakarta Pusat, sedangkan dua korban tewas lainnya, Dony (25) asal Kampung Baru Tanjung Bale, Karimun dan Rafli Rio Basla (24) warga Sungai Cibudak Nagari Tapik Panjang Payakumbuh, Sumatera Barat. Kempat korban lainnya yang dirawat di Rumah Sakit Pertamina adalah Ardy Dana Prabowo (28) beralamat Jalan Cermai Kelurahan Karangtengah Tangerang, Turyono (26), Dusun Dukuh Panjalu, Ciamis, Fahmi Hindaryadi, Jalan Riau Gang Harapan, Payung Sekali Pekanbaru dan Sastro (25), Jalan Sultan Syarif Kosim 27, Pekanbaru.
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/09/15/155930/1723291/10/kemenakertransselidiki-insiden-kecelakaan-kerja-di-pertamina-cilacap