Vous êtes sur la page 1sur 46

Oleh: Rugaiyah Adam

Surabaya, 10 April 2007

Pengertian BBLR adalah bayi yang dilahirkan dengan BBL 2500 gram tanpa memandang umur kehamilan.

Berdasarkan masa gestasinya :


1. 2. 3.

Kurang bulan : kurang dari 259 hari (28 - 37 minggu) Cukup bulan : 259-293 hari (37-41 minggu) Lebih bulan : 294 hari (42 minggu) atau lebih

Bayi dengan BBLR dibagi 2 kelompok besar yaitu :


1.
2.

Bayi kurang bulan Bayi yang cukup bulan dengan BB lahir < 2500 gram (Dismaturasi / Small for date / small for gestation / KMK)

Patofisiologi BBLR pada Bayi Aterm


Immaturitas jaringan, Organ

Immaturitas
sistem Imun

Lemak kulit berkurang

Luas Permukaan relatif besar

Jantung belum terbentuk sempurna

Immaturitas sal. cernq

Immaturitas hepar

Pertahanan Kemampuan tubuh thd metabolisme antigen menurun panas menurun

Penguapan bertambah

Kontraksi jantung melemah

Refleks menelan Belum sempurna

Pemecahan Bilirubin berlebihan Resiko Hyperbiliru binemia Otot Pencernaan Immatur

Resiko Tinggi Infeksi

Kehilangan Panas

Resiko Bradikardi

Suplai o ke Jaringan menurun

Imaturitas usus

Suhu Tubuh Menurun

Penurunan Perfusi jaringan

Regurgitasi makanan

Resiko Hypotermi

Inefektif termoregulasi

Resiko Tinggi Asfiksia,pnemonia

Patofisiologi BBLR pada Bayi Aterm


Imaturitas usus
Otot Pencernaan Immatur

Resiko
Hyperbiliru

binemia

Intake nutrisi kurang

Masuk peredaran Darah otak

Perubahan Kebutuhan nutrisi Kurang dari Kebutuhan tubuh

Penumpukan Bilirubin Dalam otak

Resiko cedera

Kern Icterus

kejang Inefektif jalan nafas

Pengkajian
A.

Anamnesa : Identitas : Pada kurang bulan 7 % kelahiran hidup Bayi kurang bulan dengan masa gestasi mendekati cukup bulan (> 32 minggu)

Riwayat Kehamilan dan Persalinan :


Infeksi saluran kemih dan bakteriuria pada kehamilan Kehamilan yang multiple Jarak kehamilam dan bersalin yang terlalu dekat Hidramnion Riwayat abortus sebelumnya Perdarahan antepartum karena placenta previa Ketuban pecah dini Induksi persalinan atau bedah caesar secepatnya karena Toksemia berat, Hipertensi, Diabetes, Penyakit jantung.

Riwayat Penyakit Dahulu : Penyakit jantung, hipertensi, ggn pembuluh darah Penyalah gunaan narkoba, perokok Infeksi : Rubella, Herpes simplek, dan Toksoplasma

Faktor Sosial Ekonomi :

Angka kejadian yang tinggi pada wanita dari golongan sosio ekonomi rendah Gizi saat hamil rendah Pekerjaan yang terlalu berat

Pemeriksaan Fisik
1.

Kepala : Lingkar Kepala < 33 cm, kepala > badannya Ubun-ubun dan sutura melebar, tulangnya teraba lunak Rambut tipis, halus dan terayam sehingga sulit terlihat satu-satu

2. Mata Seringkali menonjol Icterus 3. Telinga Tulang rawannya halus dan sangat kurang, daun telinga dapat dengan mudah dilipat kedepan

4. Dada

Lingkar dada < 30 cm Pendek bila dibandingkan dengan perutnya Sela iga menonjol Putting susu rata, mulai mononjol setelah 36 minggu, jaringan payudara akan berkembang sesuai dengan bertambahnya masa gestasi.

5. Abdomen Dindingnya tipis dan halus Kadang-kadang dapat terlihat gerak peristaltik usus Hati teraba limpha biasanya teraba Tali pusar berwarna tipis, kuning, dan kering ( kuning kehijauan pada post partum)

6. Kulit
Kulit tipis, transparan / mengkilat, licin, rambut lanugo banyak terutama pada dahi, pelipis, telinga dan lengan, sampai 28 minggu semakin berkurang sejalan dengan bertambah masa gestasi

Kulit : Jaringan subkutis sedikit, lemak subcutan kurang, baru ada setelah masa gestasi 28 minggu Pada post term Kulit pucat, kering, keriput, tipis, kulit berselubung verniks kaseosa tipis/tidak ada. Suhu tubuh cenderung hipotermi (< 36,5C)

Pengaturan suhu tubuh belum stabil Hypothermi : Lemak subcutan tipis, permukaan tubuh luas, produksi panas < Hypertermi : mekanisme produksi keringat belum stabil

7. Sistem Pernapasan Sering terjadi gangguan pernapasan paru-paru belum matang, apneu, merintih cyanosis, sesak napas, takhipneu, nafas tidak teratur Defisiensi surfactan Struktur alveoli belum lengkap Koordinasi faring belum sempurna Aspirasi

8. Sistem Kardiovaskuler Pembuluh darah lebih rendah dibanding bayi aterm, systole 45-60 Tekanan diastole 30-45 mmHg Nadi bervariasi antara 100-160/menit, cenderung ditemukan aritmia Takhikardi

9. Sistem Pencernaan Kembung, retensi minuman banyak Reflek hisap dan menelan <, koordinasi paru kurang baik aspirasi Lambung kecil, tonus spingter eusophagus lemah Makanan dari lambung sering keluar (Muntah), mudah aspirasi Waktu pengososngan lambung lambat Pencernaan dan absorbsi lemak < Otot dinding usus besar lemah dan pleksus syaraf ototnom belum sempurna, Sering konstipasi,

10. Sistem Syaraf Refleks menghisap dan menelan belum sempurna Hypoglikemi Hypoxia asidosis Refleks tonus otot leher lemah Tangis lemah, banyak tidur, posisi masih posisi fatal Pergerakan kurang dan lemah Refleks batuk/bersin belum sempurna Pembuluh darah yang rapuh perdarahan otak, edema cerebri

11. Sistem Genetalia Testis belum turun, mungkin masih dalam rongga perut, dalam kanalis inguinalis atau scrotum, tergantung masa gestasinya Labia minor belim tertutupi oleh labia mayor sampai mencapai cukup bulan. Anus mencucu

12. Sistem Urinaria Periksa urine setiap hari, ginjal kurang bulan, kurang mampu menahan natrium dibandingkan bayi cukup bulan, mudah terjadi hiponatremia. Aliran darah ke ginjal < Ekskresi obat dan urea menurun Kemempuan menahan air, filtrasi asam amino, natrium posphat, glukosa dan ion H menurun , asidosis

13.Sistem Muskuloskeletal Sendi siku, lutut,panggul,pergelangan,tangan dan kaki, tidak dapat bergerak maksimal, otot masih hipotonik Struktur tulang kadang-kadang menonjol abnormal. Hampir tidak ada bokong Kuku dan jari tangan dan kaki kadang pendek terutama jari kaki Panjang badan 45 cm

14. Sistem Hematopoetik Enzim 2 -3 DPG < Hb meningkat tapi kemampuan mengkompensasi asfiksia kurang Bentuk sel darah merah abnormal

Pemeriksaan Penunjang
Cadangan glikogen kurang Pemantauan glukosa Titer TORCH sesuai indikasi Mg dan Ca <, hyponatremi, defisiensi Fe, Pemantauan elektrolit Hematokrit Protein serum kurang pemantauan albumin

Diagnosa Perawatan
1.

2.

Resiko tinggi terjadinya ketidakefektifan pola pernafasan b/d penurunan energi, kelelahan dan imaturitas paru Resiko tinggi terjadinya ketidakefektifan termoregulasi (hipotermi) b/d tipisnya jaringan lemak dibawah kulit, mekanisme regulasi suhu imatur

Diagnosa Perawatan
3.

4.
5.

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi b/d belum sempurnanya refleks menghisap dan menelan ; belum sempurnanya pada sistem gastro intestinal Resiko infeksi b/d imaturitas sistem imun Kurang pengetahuan b/d kurang informasi tentang perawatan bayi dengan BBLR

Perencanaan

Resiko tinggi terjadinya ketidakefektifan pola pernafasan b/d penurunan energi, kelelahan dan imaturitas
Tujuan : Pola nafas efektif Kriteria Hasil : Frekuensi, kedalaman, irama pernafasan normal Bunyi nafas bersih Nilai gas darah dalam batas normal

Intervensi : 1. Atur posisi tidur bayi dengan leher agak ekstensi tengadah dengan meletakkan selimut atau handuk dibawah bahu sehingga terangkat 2-3 cm diatas kasur R/ Melancarkan jalan nafas dan memudahkan pengembangan dada/paru-paru

2. Bila cairan/ lendir banyak dalam mulut, bayi dimiringkan. Bersihkan jalan nafas dengan menghisap lendir/cairan air ketuban/meconium (sebaiknya tidak manggunakan listrik)
R/ Posisi miring menghindari cairan/lendir berkumpul di faring bagian belakang, sehingga mudah dihisap. Mempertahankan jalan nafas tetap terbuka, udara masuk ke paru-paru lebih efektif

3.Berikan oksigen hangat dan lembab sesuai advis dokter, Bila menggunakan nasal kateter, masukan nasal kateter 1,5 cm-2 cm, bila pemberian oksigen > 5 l/m menggunakan sungkup/head box R/ Untuk membantu pernafasan

4.Perhatikan pelembab oksigen/humidifier jangan sampai kering (gunakan aquadest steril)


R/ Mencegah kerusakan / Iritasi mukosa

5.Waspada terhadap pemberian oksigen, jangan mengenai mata.


R/ Jaringan mata belum matang : menimbulakn retroletal fibroplasia/retinophaty

6. Observasi vital sign dan warna kulit bayi R/ Mendeteksi secara dini keadaan yang abnormal 7. Rangsang bila apneu, dengan menepuk kakinya, menyentil tumit atau menggosok punggung R/ Pemberian rangsang taktil untuk menimbulkan pernafasan

Resiko tinggi terjadinya ketidakefektifan termoregulasi (hipotermi) b/d tipisnya jaringan lemak dibawah kulit, mekanisme regulasi suhu imatur
Tujuan : Suhu tubuh bayi dalam batas normal Kriteria Hasil : Suhu 36,5C 37,5C Akral kulit tidak dingin Tidak pucat

Intervensi : 1. Beri kehangatan bayi antara lain dengan inkubator atau penyinaran lampu, cara lain dengan metode dekap, yaitu : bayi diletakkan telungkup dalam dekapan ibunya dan keduanya diselimuti selimut tebal, tudung kepala R/ Memberikan lingkungan yang hangat pada bayi sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara normal

2.Hangatkan inkubator jam sebelum bayi dimasukkan, pemanasan harus secara berlahan-lahan dimulai dengan suhu inkubator 0,5C - 1C tiap jam (pada bayi < 1000 gram penghangatan max.0,6C/jam) R/ Pemberian panas yang mendadak dapat mengakibatkan bayi apneu

3. Ganti pakaian secepatnya bila basah R/ Mencegah hilangnya panas melalui evaporasi 4. Memberi ASI, menyusui, bila tidak bisa menetek ASI dapat diberikan dengan sendok the atau pipet R/ Agar bayi memperoleh nutrisi

5.Menunda memandikan bayi sampai suhu tubuh stabil R/ Mencegah terjadinya serangan dingin 6.Monitor tanda-tanda vital R/ Mendeteksi secara dini bila terjadi keadaan yang abnormal 7.Monitor serum glukosa R/ mencegah terjadinya hipoglikemi

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi b/d belum sempurnanya refleks menghisap dan menelan ; belum sempurnanya pada sistem gastro intestinal
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria Hasil : BB meningkat dalam batas normal Menunjukkan status gizi baik Tidak muntah

Intervensi : 1. Beri minum sedikit tapi sering R/ Porsi kecil penyerapan lebih kuat
2.

Bila tidak dapat minum prspeen/netek ibu, persendok, perpipet kalau perlu pasang sonde, sebaiknya posisi telungkup sehabis minum, waspada jangan sampai hidung tertutup R/ Mempertahankan pemberian nutrisi secara adekuat, posisi tengkurap mempercepat proses pengosongan lambung

3. Observasi kembung, muntah R/ Tonus otot spingteresofagus bagian inferior lemah dan lambungv yang kecil 4.Cek/lakukan retensi setiap akan memberi minum bila bayi memakai sonde dan catat banyaknya serta konsistensinya R/ Memantau penyerapan makanan

5.Bila retensi banyak, bayi dipuasakan kolaborasi dalam pemberian infus R/ terjadi malabsorbsi makanan, sistem pencernaan masih lemah 6.Timbang BB tiap hari R/ Memonitor intervensi nutrisi yang diberikan

Pelaksanaan
Prinsip penatalaksaan bayi dengan BBLR adalah :
Mempertahankan keefektifan pola pernafasan Mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal Mempertahankan pemenuhan nutrisi yang adekuat Mencegah terjdinya cidera maupun komplikasi Memberi pendidikan cara merwat bayi dengan BBLR

Evaluasi

Mengukur pencapaian tujuan