Vous êtes sur la page 1sur 2

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Oleh : Akhmad mulyadi ( Dosen akuntansi umsida) KEGIATAN AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Pembelian Barang

g Dagangan Pengakuan Persediaan Barang Dagangan Penjualan barang dagangan. Penentuan Harga Pokok Penjualan. Pembelian barang dagangan Pembelian Contoh : tanggal 3 Januari Perusahaan membeli barabg dagangan seharga Rp 50.0000 secara kredit dengan syarat 2/10, n/30 Jurnal : Pembelian 50.000. Utang Dagang 50.000. Retur Pembelian Jika Pada tanggal 6 sebagian barang yang dibeli dikembalikan senilai Rp. 5000.000 maka dicatat: Utang Dagang 5.000 Retur Pembelian 5.000 Lanjutan Jika Perusahaan melunasi sebelum tanggal 13 januari maka akan mendapat potongan tunai 2% dari nilai pembelian : Utang Dagang 50.000. Pot. Tunai Pembelian 900 Kas 44.100 Keterangan : 2/10, n/30 artinya jatuh tempo utang 30 hari namun jika perusahaan melunasi sampai atau kurang dari sepuluh hari maka perusahaan akan mendapat potongan 2%

Jadi 2% dari 45.000 (Pembelian Rp.50.000 dikurangi retur Rp.5000) adalah Rp. 900. sehingga yang dibayar Rp. 45.000 minus Rp.900 sama dengan Rp.44.100 Biaya yang sehubungan dengan pembelian . Seringkali dalam pembelian kita mengeluarkan biaya biaya seperti, biaya angkut, komisi dan lain-lain biaya-biaya ini akan diakui sebagai penambah nilai persediaan. Seandainya perusahaan mengeluarkan ongkos pengankutan Rp. 7.500 pada tanggal 15 Januari maka : Biaya Angkut Pembelian 7.500 Kas Penjualan barang dagangan Penjualan Misalkan pada tanggal 10 Januari perusahaan menjual barang dagangan Rp 10.000secara kredit Dengan sarat 2/10,n/30 Jurnal : Piutang Dagang 10.000 Penjualan 10.000 Retur Penjualan : Seandainya sebelum pelunasan barang yg dijual diretur oleh pembeli senilai Rp. 2000 maka dijurnal: Retur Penjualan 2000 Piutang Dagang 2000 Lanjutan Jika pembeli melunasi piutang sebelum jatuh tempo maka dijurnal: Kas Pot. Tunai Penjualan Piutang Dagang Keterangan Potongan tunai penjualan adalah 2% x 8000 ( 10.000 nilai penjualan dikurangi retur Rp2000) sama dengan Rp.160. 7.840 160 8000 7.500

Harga Pokok Persediaan barang dagangan Pada akhir periode biasanya perusahaan melakukan perhitungan untuk menentukan harga pokok untuk keperluan mecari laba kotor. Untuk mencari harga pokok maka harus dicari nilai persediaan barang dagangan. Menentukan nilai persediaan barang dagangan diperlukan informasi mengenai : * Nilai Pembelian * Nilai Persediaan Barang Awal * Nilai Retur Pembelian * Nilai Potongan Pebelian * Nilai Persediaan Akhir Lanjutan. Dari informasi itu akan ditentukan perhitungan Harga Pokok yang terdiri dari: Harga Pokok Pembelian Bersih. Harga Pokok Barang Siap Dijual. Harga Pokok Penjualan . Ketiga harga pokok diatas dapat dicari sebagai berikut Harga pokok dapat dicari sebagai berikut: Persediaan 1 Januari ( Nilai diasumsikan )* Rp. 10.000 Pembelian Rp. 50.000 Biaya Angkut Pembelian Rp. 7.500(+) Rp. 57.500 Retur Pembelian Rp. 5.000 Pot. Tunai Pembelian Rp 900 (+) Rp. 5.900 (-) Harga Pokok Pembelian Bersih Rp. 51.600(+) Harga Pokok Barang Siap Dijual Rp. 61.600 Persediaan Akhir 31 Desember ( Nilai Diasumsikan)** Rp. 20.000(-) Harga Pokok Penjualan Rp. 41.600 * Diambil dari saldo awal rekening Persediaan

** Untuk menentukan nilai persediaan akhir dilakukan perhitungan fisik atas barang digudang yang masih tersisa

Penyesuaian Dari semua contoh transaksi yang diuraikan dimuka belum menunjukkan, bahwa rekening Persediaan dan Harga Pokok Penjulan belum dipengaruhi dari transaksi ini. Untuk itu agar rekening Persediaan dan Harga Pokok Penjualan terpengaruh dari transaksi ini maka dibuat jurnal penyesuaian dan dilakukan penghitungan fisik atas persediaan yang masih tersisa sebagai persediaan akhir. Disamping itu.. Perkiraan pembelian dan biaya biaya pembelian adalah unsur yang menetukan nilai persediaan barang untuk itu maka rekening-rekening tersebut harus dialokasikan ke nilai persediaan. Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat : apabila transaksi dimuka dibuat jurnal penyesuaian tampak sebagai berikut: (1) Harga Poko k Penjualan Persediaan Rp.10.000 Rp.10.000

( Memindahkan persediaan awal ke rekening Harga Pokok Penjualan) (2) Harga Pokok Penjualan Pembelian Rp.50.000 Rp.50.000

( Memindahkan saldo rekening pembelian ke Harga Pokok Penjualan) (3) Persediaan Harga Pokok Penjualan ( Mencatat saldo persediaan akhir) Rp.20.000 Rp.20..000