Vous êtes sur la page 1sur 7

ANALISIS ZONASI RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PROPINSI RIAU

TESIS

OLEH : AKHMAD NURDINSYAH

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

ANALISIS ZONASI RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PROPINSI RIAU

OLEH : AKHMAD NURDINSYAH 0910247476

Tesis Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Pascasarjana Universitas Riau

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

LEMBAR PENGESAHAN
Judul Tesis : ANALISIS ZONASI RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PROPINSI RIAU : AKHMAD NURDINSYAH : 0910247476 : MAGISTER : ILMU LINGKUNGAN

Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa Program Pendidikan Program Studi

Menyetujui, Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. THAMRIN, MSc Ketua

Dr. MUBARAK, MSi Anggota

Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan

Direktur Program Pascasarjana Universitas Riau

Prof. Dr. Ir. THAMRIN, MSc

Prof. Dr. H.B. ISYANDI, SE., MS

Tanggal Ujian : 06 Mei 2011

ABSTRAK
AKHMAD NURDINSYAH. Analisis Zonasi Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Propinsi Riau. Dibimbing oleh Thamrin dan Mubarak. Zonasi rawan kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu sistem pencegahan dini kebakaran yang menyajikan gambaran terhadap kerawanan kebakaran hutan dan lahan suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona rawan kebakaran hutan dan lahan, mengetahui dan mendeskripsikan jumlah dan sebaran hotspot berdasarkan penggunaan dan penguasaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Propinsi Riau dengan mengambil data sekunder berupa peta. Secara garis besar metode yang digunakan adalah dengan melakukan pembobotan dan penilaian terhadap peta penutupan lahan, peta tanah, peta elevasi/ ketinggian, peta topografi dan peta penggunaan lahan, kemudian dilakukan tumpang susun (overlay) menggunakan software Arcview selanjutnya dilakukan pengujian dengan data hotspot selama lima tahun terkahir. Dari hasil penelitian ini diperoleh luas zonasi rawan kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Riau sebagai berikut: zona dengan tingkat kerawanan tidak rawan seluas 314.100,91 ha, rendah seluas 405.984,74 ha, sedang seluas 3.434.031,31 ha, tinggi seluas 3.315.702,98 ha dan sangat rawan seluas 1.672.763,68 ha. Dari data hotspot periode tahun 2006-2010 menunjukkan kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi pada zona dengan tingkat kerawanan tinggi sebanyak 7.558 kejadian, sedang sebanyak 6.076 kejadian, sangat rawan sebesar 23,19%, rendah sebesar 2,80% dan tidak rawan sebesar 0,70%. Berdasarkan penggunaan lahan, sebaran titik panas banyak terdapat pada lahan masyarakat/ areal penggunan lainnya sebanyak 9.304 titik (50,02 %), areal kebun sebanyak 4.084 titik (21,96%), HTI sebanyak 3.990 titik (21,45%), dan areal HPH/Eks HPH sebanyak 1.221 titik (6,56%). Berdasarkan pola penguasaan lahan maka sebaran titik panas pada areal kelola masyarakat lebih tinggi 0,02% dari areal yang telah diberikan izin pemanfaatan ruang. Kata kunci : zonasi rawan kebakaran hutan dan lahan, titik panas, Riau

ABSTRACT

AKHMAD NURDINSYAH. A Zoning Analysis of Land and Forest Fire Potential in Riau Province. Under the supervision of Thamrin and Mubarak. The Zoning system of land and forest fire potential is an early fire preventive system describing the land and the forest fire potential in a region. This research aims to map the zone of land and forest fire potential, to find out and describe the hotspot figures and their spread based on the land use. This research was done in Riau Province by using maps as secondary data. In general outline, it uses a method by setting a standard quality and by making assessment of the land closing, land mapping, elevation, topography and land use maps and then it does an overlay by using an arcview software. Ultimately, It examined the hotspot data for the last five years. The results show the extensive land and forest fire potential zone in Riau Province as follows: the safe zone is 314,100.91 hectares, the low fire potential is 405,984.74 hectares, the moderate fire potential is 3,434,031.31 hectares, the high fire potential is 3,315,702,98 hectares, and the very high fire potential is 1,672,763.68 hectares. The hotspot data during 2006-2010 period shows the forest fire incidence took place in the high fire potential zone is 7.558, in the moderate fire potential zone is 6.076, and in the very high fire potential worked out to 23,19%, in the low potential zone worked out to 2,80 % and in the safe zone worked out to 0,70%. Based on the land use, a great many hotspots were spread across the community owned land/ in the other areas were founded 9,304 spots (50,02%), in the plantation areas were founded 4.084 spots (21,96%), in the timber plantation industry existed 3.990 spots (21,45%), and in the forest tenure (HPH) areas/ex HPH areas existed 1.221 spots (6,56%). Based on the patterns of land use, the spread of hotspot in the community owned land is 0,02% higher than in the areas of licensed space use. Key words: land and forest fire potential zone, hotspot, Riau

64

Lampiran 3. Peta Sebaran Hotspot Tahun 2006-2010 pada Zona Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Propinsi Riau