Vous êtes sur la page 1sur 205

Asal mula Negara Al -farabi Menurut AlFarabi manusia merupakan

warga Negara salah satu syarat terbentuknya negara. Oleh karena manusia tidak

dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain, maka manusia

menjalin hubunganhubungan asosiasi roses yang panjang, pada akhirnya terbentuklah

suatu Negara. Menurut AlFarabi, negara atau kota merupakan suatu

kesatuan masyarakat yang paling mandiri dan paling mampu memenuhi kebutuhan

hidup antara lain:sandang, pangan, papan, dan keamanan, serta mampu mengatur

ketertiban masyarakat, sehingga pencapaian kesempurnaan bagi masyarakat

menjadi mudah. Negara yang warganya sudah mandiri dan bertujuan untuk

mencapai kebahagiaan yang nyata , menurut alFarabi, adalah

Negara utama. Menurutnya, warga negara merupakan unsur yang paling pokok

dalam suatu negara. yang diikuti dengan segala prinsipprinsipnyapri nsip-

prinsipnya (mabadi) yang berarti dasar, titik awal, prinsip, ideologi, dan konsep dasar.

Keberadaan warga negara sangat penting karena warga negaralah yang

menentukan sifat, corak serta jenis negara. Menurut AlFarabi perkembanga

n dan/atau kualitas negara ditentukan oleh warga negaranya. Mereka juga

berhak memilih seorang pemimpin yaitu seorang yang paling unggul dan

paling sempurna di antara mereka. Negara Utama dianalogikan

seperti tubuh manusia yang sehat dan utama, karena secara alami, pengaturan organ-organ

dalam tubuh manusia bersifat hierarkis dan sempurna. Ada tiga

klasifikasi utama: Pertama, jantung. Jantung merupakan organ pokok

karena jantung adalah organ pengatur yang tidak diatur oleh

organ lainnya. Kedua, otak. Bagian peringkat kedua ini, selain

bertugas melayani bagian peringkat pertama, juga mengatur

organ-ogan bagian di bawahnya, yakni organ peringkat ketiga, seperti : hati,

limpa, dan organ-organ reproduksi. Organ bagian ketiga. Organ

terbawah ini hanya bertugas mendukung dan melayani organ dari

bagian atasnya. Asal Mula Negara (daulah) Ibn Khalbun

Menurut Ibn Khaldun manusia diciptakan sebagai makhluk politik atau

sosial, yaitu makhluk yang selalu membutuhkan orang lain dalam mempertahan

kan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan

organisasi sosial merupakan sebuah keharusan (dharury) (Muqaddimah

: 41). Pendapat ini agaknya mirip dengan pendapat AlMawardi dan Abi Rabi.

Lebih lanjut, manusia hanya mungkin bertahan untuk hidup dengan

bantuan makanan. Sedang untuk memenuhi makanan yang sedikit dalam waktu satu

hari saja memerlukan banyak pekerjaan. Sebagai contoh dari butir-butir

gandum untuk menjadi potongan roti memerlukan proses yang panjang. Butir-butir

gandum tersebut harus ditumbuk dulu, untuk kemudian dibakar sebelum siap

untuk dimakan, dan untuk semuanya itu dibutuhkan alat-alat yang untuk

mengadakann ya membutuhkan kerjasama dengan pandai kayu atau besi.

Begitu juga gandumgandum yang ada, tidak serta merta ada, tetapi dibutuhkan

seorang petani. Artinya, manusia dalam mempertahan kan hidupnya

dengan makanan membutuhkan manusia yang lain. (Muqaddimah : 42). Selain

kebutuhan makanan untuk mempertahan kan hidup, menurut Ibn Khaldun

manusia memerlukan bantuan dalam hal pembelaan diri terhadap ancaman

bahaya. Hal ini karena Allah ketika menciptakan alam semesta telah membagi-bagi

kekuatan antara makhlukmakhluk hidup, bahkan banyak hewan-hewan

yang mempunyai kekuatan lebih dari yang dimiliki oleh manusia. Dan watak agresif

adalah sesuatu yang alami bagi setiap makhluk. Oleh karenanya Allah

memberikan kepada masingmasing makhluk hidup suatu anggota

badan yang khusus untuk membela diri. Sedang manusia diberikan akal atau

kemampuan berfikir dan dua buah tangan oleh Tuhan. Dengan akal dan tangan ini

manusia bisa mempertahan kan hidup dengan berladang, ataupun melakukan

kegiatan untuk mempertahan kan hidup lainya. Tetapi sekali lagi untuk

mempertahan kan hidup tersebut manusia tetap saling membutuhkan bantuan dari

yang lainnya, sehingga organisasi kemasyarakat n merupakan sebuah keharusan.

Tanpa organisasi tersebut eksistensi manusia tidak akan lengkap, dan kehendak

Tuhan untuk mengisi dunia ini dengan ummat manusia dan membiarkann ya

berkembang biak sebagai khalifah tidak akan terlaksana (Muqaddimah : 43).

Zaman abad pertengahan Taura huda Abad pertengahan disebut masa kelam bagi

pemikiran filsafat, kerena kebebasan berpikir manusia telah dipangkas dan

didominasi oleh dogma gereja. Tetapi, justru abad pertengahan menjadi titik balik bagi

munculnya cahaya baru pemikiran filsafat, yang ditandai dengan gerakan

Renaisance yang kembali melahirkan budaya berfikir ilmiah. Renaisance

ini lah yang menjadi cikalbakal bagi munculnya pemikiran filsafat modern.

Namun, pemikiran filsafat modern dengan budaya berpikir

ilmiah yang berujung pada lahirnya ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, juga memberikan

karakteristik negatif berupa menurunya kepercayaan atas dogma gereja, dan mulai tumbuh

masyarakat anti agama. Simbol bagi perubahan zaman dari gelapnya abad

pertengahan menuju abad modern adalah terbuktinya teori Copernicus,

yang juga diperkuat oleh Galileo dan Keppler. Hal ini semakin menyudutkan posisi gereja

yang telah salah memberikan doktrin mati, bahwa bumi itu pusat tata surya,

sementara pada masa modern dapat dibuktikan bahwa mataharilah yang

merupakan pusat tata surya. Perubahan yang sangat mendasar bagi corak

pemikiran pada abad pertengahan dan modern adalah, para filsuf dan ilmuan

modern berpikir mengandalkan rasio, mereka bebas mengungkapk an argumen-

argumen tanpa adanya batasan dari otoritas gereja, sehingga filsafat dapat

berkembang luas. Teori dan argumen yang diungkapkan dimasa modern

merupakan teori dan argumen terbuka yang bisa menerima kritik,

efaluasi, verifikasi, modifikasi ataupun falsifikasi, bukan berupa dogma-dogma

yang kaku dan tidak dapat diubah sebagaimana yang diajarkan pada abad

pertengahan oleh gereja Abad pertengahan disebut masa kelam bagi pemikiran

filsafat, kerena kebebasan berpikir manusia telah dipangkas dan didominasi

oleh dogma gereja. Tetapi, justru abad pertengahan menjadi titik balik bagi munculnya

cahaya baru pemikiran filsafat, yang ditandai dengan gerakan Renaisance

yang kembali melahirkan budaya berfikir ilmiah. Renaisance ini lah yang

menjadi cikalbakal bagi munculnya pemikiran filsafat modern. Namun,

pemikiran filsafat modern dengan budaya berpikir ilmiah yang

berujung pada lahirnya ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, juga memberikan karakteristik

negatif berupa menurunya kepercayaan atas dogma gereja, dan mulai tumbuh

masyarakat anti agama. Simbol bagi perubahan zaman dari gelapnya abad

pertengahan menuju abad modern adalah terbuktinya teori Copernicus,

yang juga diperkuat oleh Galileo dan Keppler. Hal ini semakin menyudutkan posisi gereja

yang telah salah memberikan doktrin mati, bahwa bumi itu pusat tata surya,

sementara pada masa modern dapat dibuktikan bahwa mataharilah yang

merupakan pusat tata surya. Perubahan yang sangat mendasar bagi corak

pemikiran pada abad pertengahan dan modern adalah, para filsuf dan ilmuan

modern berpikir mengandalkan rasio, mereka bebas mengungkapk an argumen-

argumen tanpa adanya batasan dari otoritas gereja, sehingga filsafat dapat

berkembang luas. Teori dan argumen yang diungkapkan dimasa modern

merupakan teori dan argumen terbuka yang bisa menerima kritik,

efaluasi, verifikasi, modifikasi ataupun falsifikasi, bukan berupa dogma-dogma

yang kaku dan tidak dapat diubah sebagaimana yang diajarkan pada abad

pertengahan oleh gereja Zaman renaissance Machiavelli

Perubahan membutuhkan penyesuaian kembali. Demikian

juga, dengan pembongkara n sistem intelektual pada abad

pertengahan. Beberapa pemikir yang membawa pemikiran

baru mereka melalui krisis di ambang modernitas.

Walaupun mereka bisa di anggap sebagai para pendobrak

awal pemikiran tradisional abad pertengahan.

Mereka adalah BRUNO yang menggoyang kemapanan

ajaran-ajaran religius. BACON yang membongkar prasangka-

prasangka dalam alam pikir tradisional dan pemikir

yang saya telah bahas di atas yaitu MACHIAVEL LI sang

penjebol polapola legitimasi kekuasaan tradisional.

Apa yang membedakan antara pemikiran modern

dengan pemikiran zaman sebelumnya yang disebut

"tradisional" itu?

Pemikiran abad

pertengahan ditandai oleh kesatuan, keutuhan dan totalitas yang

harmonis dan sistematis yang tampil dalam bentuk metafisika

atau ontologi. Sedangkan pemikiran modern dalam wawasan ini

adalah sebuah kemerosotan intelektual. Mereka ingin mempertahan

kan metafisika tradisional berada pada posisi yang berbeda.

Mereka(pemik ir) pada abad pertengahan dilukiskan sebagai

sebuah tatanan sistematis yang hierarkial :

mulai dari kenyataan yang tertinggi sampai terendah, dari

yang terabstrak sampai yang paling konkrit.

Para pemikir di ambang modernitas ini menghadapi sebuah

tantangan zaman yang serba sulit untuk meninggalkan

system yang lama, sehingga kita bisa mengatakan

bahwa mereka sendiri menampilkan krisis intelektual

dengan segala ambivalensiny a. Sehingga pemikir seperti

Machiavellilah adalah pemikir yang berjasa besar dalam

membawa pemikiran baru melalui krisis yang begitu sulit.

Kembali pada topik pembahasan kita adalah

mengenai renaissance dan kaum humanis. Pernyataan

kita selama ini adalah, sejak kapan filsafat mendapat tenaga

intelektualnya untuk memberontak terhadap cara berpikir pada

abad pertengahan ? jawabannya adalah sejak renaissance

dan kemudian dilanjutkan dengan reformasi protestan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membahas

pentingnya zaman ini dalam pembentukan pemikiran-

pemikiran yang sekarang kita sebut " modern".

Renaissance adalah yang berarti kelahiran kembali. Yang

lahir kembali adalah kebudayaan yunani kuno dan romawi

kuno yang sudah lama dikubur oleh masyarakat abad

pertengahan dibawah pimpinan gereja.

Memang, warisanwarisan kebudayaan yunani dan

romawi kuno dipelajari oleh para cendikiawan yang pada

zaman itu di sebut " kaum humanis". Akan tetapi, arisan itu

sesuatu yang baru sehingga renaissance itu bukanlah reproduksi

kultur warisan itu, melainkan interpretasi baru atasnya. Para humanis

tersebut memandang bahwa kebudayaan itu adalah

sebagai puncak peradaban barat. Mereka memanfaatkan

budayabudaya klasik itu demi kepentingan masa depan

kebudayaan barat. Progresif adalah sikap mereka yang

justru mengurangi minat penelitian filologis

zaman renaissance.

Siapa kaum humanis ?

istilah dalam bahasa Italia umanista adalah jargon zaman

renaissance yang sejajar dengan artista(senima n) atau

iurista(ahli hukum). Umanista adalah guru atau murid

fak-fak yang mempelajari kebudayaan, seperti : gramatika,

retorika, sejarah, seni puisi atau filsafat moral. Karena ilmu-

ilmu tersebut memiliki kedudukan penting pada zaman

renaissance, kaum humanis juga menjadi orang-orang yang

terpandang dalam masyarakatny a. Humanis berupaya

sintetis antara iman kristiani dan ilmu pengetahuan adalah

kebudayaan dan tradisi Kristen. Kemudian bahwa kaum

humanis adalah sebuah gerakan elite intelektual.

Zaman berkembangny a hukum alam A.Stoa

Stoa mengembangk an suatu pendapat tentang hukum kodrat dengan

menerima suatu pengertian Hukum kesusilaan alami (natuuralijke

zedewet) menurut ajaran ini ada satu hukum kesusilaan alamiah, ketuhanan

yang menpunyai kekuasaan untuk memerintahka n yang baik dan

menghalanghalangi apa yang bertentangan denganya.Dal am hukum kodratlah

letaknya perbedaan antara apa yang baik dan apa yang jahat.Dalam hal ini

kodrat dan hukum dianggap sama. Stoa berpendapat bahwa hukum

alam ini tidak tergantung dari orang,selalu berlaku dan tidak dapat diubah.Huku

m alam ini merupakan dasar dari adanya hukum positif.Selain itu,ia berpendapat

bahwa hukum positif dari suatu masyarakatal ah setandar tentang apa yang

adil,bahkan bila hukum tersebut diterima secara adil akan

mewujudkan ketentraman .. B.masa prasocrates

Dimulai dengan masa pra-Socrates (disebut demikian oleh karena para filsuf pada

masa itu tidak dipengaruhi oleh filsuf besar socrates).bole h dikatakan filsafat hukum

belun berkembang,a lasan utama karena para filsuf masa ini memutuskan perhatianya

kepada alam semesta,yaitu yang menjadi masalah bagi mereka tentang bagaimana

terjadinya alam semesta ini.Mereka berusaha mencari apa yang menjadi inti

alam.Filsuf Thales yang hidup pada tahun 624 548 S.M. mengemukaka n bahwa alam

semesta terjadi dari air. Anaximandros mengatakan bahwa inti alam itu

adalah suatu jat yang tidak tentu sifatsifatnya yang disebut to apeiron.Anaxs imenes

berpendapaat sumber dari alam semesta adalah uadara.Sedan gkan Pitagoras

yang hidup sekitar 532 S.M.bilangan sebagai dasar segalagalanya. Filsuf lainya

yang memberikan perhatian kepada terjadinya alam adalah Heraklitos,ia

mengatakan bahwa alam semesta ini terjadi dari api.Dia mengemukaka n suatu slogan

yang terkenal hingga saat ini,yaitu Pantarei yang berarti semua mengalir.Ini berarti bahwa

segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak henti-hentinya berubah. Dari sekian sekian filsuf

alam tersebut diatas .Pitagoras menyinggung sepintas tentang salah satu isi alam

semesta.Tiap manusia itu memiliki jiwa yang selalu berada dalam peroses Katharsis,yait

u pembersihan diri.setiap kali jiwa memasuki tubuh manusia

,maka manusia harus melakukan pembersihan diri agar jiwa tadi dapat

masuk kedalam kebahagiaan.J ika dinilai tidak cukup untuk melakukan

katharis jiwa itu akan memasuki lagi tubuh manusia yang lain.pandanga n Pitagoras

diatas penting dalam kaitanya dengan mulai disinggungnya manusia sebagai objek

filsafat.Sebab sebagaimana telah disinggung dimuka,hanya dengan kaitan manusia

ini,pembicara an akan sampai kepada hukum.