Vous êtes sur la page 1sur 18

ASKEB KEHAMILAN

Juli 11th, 2011 oleh rifena

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan adalah dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya janin dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari), dihitung dari hari pertama haid terakhir dibagi atas 3 triwulan yaitu : kehamilan triwulan I antara 0 12 minggu, kehamilan triwulan II antara 12 28 minggu, kehamilan triwulan III antara 28 40 minggu. (Prawirohardjo, 2002) Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kehamilan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pelayanan antenatal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi adanya kehamilan resiko tinggi. Dengan adanya antenatal care sebagai deteksi dini adanya kehamilan yang beresiko tinggi sebagai salah satu penyebab kematian ibu hamil. Antenatal care diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu dari 450/100.000 kelahiran hidup sehingga mencapai target AKI pada tahun 2010 dapat diturunkan sampai 125/100.000 kelahiran hidup. (Prawirohardjo, 2002) Ibu hamil tersebut harus sering dikunjungi jika terdapat masalah dan hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bila merasakan tanda-tanda kehamilan. Untuk itu wanita hamil terutama trimester ini untuk lebih sering memeriksakan diri sejak dini dengan tujuan dapat mengurangi penyulit pada saat inpartu (Pelaksanakan Kesehatan Maternal Dan Neonatal, 2002) Untuk itulah tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan obstetric dan neonatal, khususnya bidan harus mampu dan terampil memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang ditetapkan. 1.2 Tujuan Penulisan 1.2.1 Tujuan Khusus Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara alamiah kedalam proses asuhan kebidanan serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan menggunakan Manajemen Hellen Varney dalam memecahkan masalah pada Ny. R GIP00000 kehamilan 35 Minggu penulis diharapkan mampu : 1. Melaksanakan pengkajian data. 2. Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan. 3. Menentukan antisipasi masalah potensial. 4. Mengidentifikasi kebutuhan segera. 5. Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah. 6. Melaksanakan rencana asuhan dengan masalah. 7. Mengevaluasi keefektifan asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan. 1.3 Manfaat Penelitian 1.3.1 Bagi Penulis Dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara langsung pada ibu primi gravida trimester III sehingga dapat digunakan sebagai berkas penulis didalam melaksanakan tugas sebagai bidan. 1.3.2 Bagi Institusi Pendidikan Sebagai tambahan sumber kepustakaan dan perbandingan pada asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis trimester III. 1.3.3 Bagi Klien dan Keluarga Agar klien mengetahui dan memahami perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan secara fisiologis maupun psikologis serta masalah pada kehamilan sehingga timbul kesadaran bagi klien untuk memperhatikan kehamilannya. 1.3.4 Bagi Lahan Praktek Hasil penulisan dapat memberikan masukan terhadap tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

1.3.5 Bagi Masyarakat Merupakan informasi kepada masyarakat tentang perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan baik secara biologis dan psikologis serta masalah pada kehamilan. 1.4 Sistematika Penulisan Secara garis besar penulisan laporan asuhan kebidanan disusun secara sistematis menjadi Bab dengan susunan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Terdiri dari latar belakang, tujuan, manfaat, teknik pengumpulan data, tempat penyusunan serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menguraikan tentang konsep dasar kehamilan fisiologis, konsep dasar ANC dan konsep dasar asuhan kebidanan. BAB III TINJAUAN KASUS Meliputi pengkajian data, interpretasi data dasar, antisipasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi dan evaluasi. BAB IV KESIMPULAN Meliputi kesimpulan dan saran. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Kehamilan 2.1.1 Pengertian Kehamilan Kehamilan adalah masa dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya janin dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. (Prawirohardjo, 2002) 2.1.2 Proses Kehamilan Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari : a. Ovulasi/ Pelepasan Ovum Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang komplek. (Mochtar Rustam, 1998 : Sinopsis Obstetri) b. Terjadinya Migrasi Spermatozoa dan Ovum Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks. Spermatozoa Spermatosit Sekunder Spermatid Spermatozoa Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa yang dapat mencapai tuba fallopi, tetapi satu saja yang dapat menembus dan membuahi ovum. Spermatozoa dapat untuk mengadakan konsepsi. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri) c. Terjadinya Konsepsi/ Pertumbuhan Zigot Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa (konsepsi fertilisasi dan zigot). (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri) d. Terjadinya Nidasi (Implantasi) Nidasi biasanya terjadi setelah proses konsepsi dimana zigot akan mencari tempat yang subur untuk melakukan nidasi, biasanya uteri dinding depan atau belakang. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri) e. Pembentukan Placenta dan Mukosa Obstetri

Desidua Kapsularis : meliputi hasil konsepsi kearah rongga rahim yang lama kelamaan bersatu dengan desidua vena karena obliterasi. Desidua Vera (Panetalis) : meliputi lapisan didalam dinding rahim lainnya. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri) f. Tumbuh Kembang Hasil Konsepsi Aterm Usia Kehamilan PB Ciri Khas Organogenesis 8 Minggu 12 Minggu 2,5 cm 9 cm Kepala fleksi dada. Hidung, kuping dan jari terbentuk. Kuping lebih jelas. Kelopak mata dan genetalia mulai terbentuk. Masa Fetus 16 Minggu 16 18 cm Genetalia jelas terbentuk. Kulit merah tipis. Uterus telah penuh, desidua parientalis dan kapsularis menghilang. Kulit tebal dengan rambut lanugo. Kelopak mata jelas, alis dan bulu tampak. Masa Perinatal 28 Minggu 35 cm Berat 100 gram. Menyempurnakan janin. 2.1.3 Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil 2.1.3.1 Perubahan Pada Sistem Reproduksi a. Uterus Ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas > 4000 cc. Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 100 gram pada akhir kehamilan. b. Ovarium Ovulasi berhenti. Masih terdapat korpus graviditas sampai terbentuk yang mengambil alih mengeluarkan estrogen dan progesterone. c. Vagina dan Vulva Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina hipervaskulurasi, vagina dan vulva terjadi lebih merah atau kebiruan yang disebut Chadwick. (Manuaba, 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana) 2.1.3.2 Perubahan Pada Organ Sistem Lainnya a. Sistem Sirkulasi Darah Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25 % puncaknya pada kehamilan 32 minggu diikuti curah jantung (cardiac output) yang meningkat sebanyak + 30 %. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40 % saat mendeteksi cukup bulan. Jumlah leukosit meningkat 10.000 /cc begitu pula dengan produksi trombosit. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri) b. Sirkulasi Urinaris Bila kepala janin mulai turun kebawah PAP, maka terdapat keluhan sering kencing ini disebabkan karena kandung

kemih mulai tertekan. (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri) c. Payudara Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, berat, hyperpigmentasi pada puting susu dan areola mammae. Pada usia kehamilan 12 minggu 3 bulan batas puting susu akan mengeluarkan susu (colostrum), karena problem ditekan oleh (prolaktin inhibiting hormonal). (Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri) 2.1.4 Diagnosa Kehamilan Lama kehamilan berlangsung sampai aterm sekitar 280 300 hari dengan perhitungan berikut : 1. Kehamilan 28 minggu dengan berat 1000 gr, bila berakhir disebut Keguguran. 2. Kehamilan 29 minggu sampai 36 minggu bila terjadi persalinan disebut Prematur. 3. Kehamilan 37 42 minggu disebut Aterm. 4. Kehamilan melebihi 42 minggu disebut Kehamilan Post Date. 2.1.5 Tanda-Tanda Gejala Kehamilan 1. Tanda-Tanda Presumtif a. Amenorhoe (tidak dapat haid) Mengetahui kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP). b. Mual dan Muntah (Nauses dan Vomiting) Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan. Sering terjadi di pagi hari (morning sickness). Mual dan muntah terlalu sering (hyperemesis). c. Mengidam (ingin makanan khusus). d. Pingsan Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat biasanya pingsan dan hilang sesudah 6 minggu. e. Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri disebabkan pengaruh estrogen dan progesterone yang merangsang ductus dan alveoli payudara. f. Anoreksia (nafsu makan menurun) Hanya berlangsung pada trimester I kehamilan, kemudian nafsu makan timbul kembali. g. Sering Kencing Pada TM I kandung kemih tertekan oleh uterus. Gejala ini akan hilang pada TM II. Timbul lagi pada TM III karena kandung kemih tertekan oleh kepala janin. h. Obstipasi atau Konstipasi Karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormone progesterone. i. Pigmentasi Kulit Pada kehamilan 16 minggu keatas. Pengaruh peningkatan MSH (Melaphor Stimulating Hormone). Biasanya timbul di muka (cloasma gravidarum), areola mammae, leher dan dinding perut (line dan strie). j. Epulis Adalah hipertensi dari papil gusi (hipertrofi papilla ginggivale terjadi pada trimester I). k. Varises Dijumpai pada trimester II, dapat terjadi pada betis, kaki dan vulva. (Sinopsis Obstetri, Edisi 2, 1993 : 43) 2. Tanda-Tanda Kemungkinan Hamil a. Perut membesar. b. Uterus membesar, terjadi perubahan dalam bentuk besar dan konsistensi di rahim. c. Tanda hegar : melunaknya perut bagian bawah. d. Tanda Chadwick : warna kebiruan pada vagina. e. Tanda Braxton hicks : kontraksi intrauterine selama kehamilan.

f. Teraba ballottement. g. Reaksi kehamilan positif. (Sinopsis Obstetri, Edisi 2, 1998 : 44) 3. Tanda Pasti Hamil a. Gerakan janin yang dapat dilihat dan diraba/ teraba juga bagian-bagian janin. b. Denyut jantung janin : Didengar dengan stetoskop monoral laenec. Dicatat dan didengar dengan alat Doppler atau fetoskop. Dicatat dengan foto electro kardiogram. Dilihat pada ultrasonografi. c. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-foto roentgen, USG. 2.1.6 Perubahan Psikologis Wanita Hamil TM II Pada TM III ditandai dengan klimaks kegembiraan emosio karena kelahiran bayi disebut Periode Menunggu dan Waspada. Merasa khawatir. Meningkatkan kewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala terjadinya persalinan. Melindungi bayinya agar terhindar dari bahaya. Butuh dukungan dari suami, keluarga dan bidan. Persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. 2.1.7 Cara Menentukan Tuanya Kehamilan dan Berat Badan Janin dalam Kandungan 1. Dilihat dari tanggal dari terakhir. 2. Ditambah 4,5 bulan dari waktu ibu merasa janin hidup Feeling Life (Quickening). 3. Menurut Spiegelbreg dengan jalan mengukur tinggi (fundus uteri dari symphisys, maka diperoleh data : Usia Kehamilan Tinggi Fundus Uteri Dari Simphisis 22 28 Minggu 2425 cm diatas simphisis. 28 Minggu 26,7 cm diatas simphisis. 30 Minggu 29,530 cm diatas simphisis. 32 Minggu 29,530 cm diatas simphisis. 34 Minggu 31 cm diatas simphisis. 36 Minggu 32 cm diatas simphisis. 38 Minggu 33 cm diatas simphisis. 40 Minggu 37,7 cm diatas simphisis. 4. Menurut Mc. Donald adalah modifikasi spielberg yaitu fundus sampai dengan simphisis dalam cm dibagi 3,5 merupakan tuanya kehamilan dalam bulan. (Sinopsis Obstetri, 1998, Edisi 2 : 53) 5. hanya berguna untuk letak kepala Borto LomewTinggi fundus uteri Usia Kehamilan Tinggi Fundus Uteri Dari Simphisis 36 Minggu 3 jari dibawah pusat 32/40 Minggu pusat pusat 28 Minggu 3 jari diatas pusat 24 Minggu Setinggi pusat 20 Minggu 3 jari dibawah pusat 16 Minggu sympisis pusat 12 Minggu 3 jari diatas symphisis. (Sinopsis Obstetri, 1998) 2.1.8 Ukuran Panggul Luar 1) Distansia Spinarum : Jarak antara kedua spina ischialia anterior superior 24 26 cm. 2) Distansia Cristarum : Jarak antara crista illiaka kanan kiri 28 30 cm.

3) Konjugata Externa : (boudeloque) 18 21 cm. 4) Lingkar Panggul : 80 90 cm. 5) Conjugata Diagonalis : (periksa dalam) 12,5 cm. 6) Distansia Tuberum : (dipakai oseander) 10,5 cm. 2.1.9 Ukuran Panggul Dalam Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium, linea innominata dan pinggir atas symphisis pubis. 1. Conjugata vera : dengan periksa dalam diperoleh conjugate vera diagnosis 1,5 11 cm. 2. Conjunggata transversa : 12 13 cm. 3. Conjunggata oblique : 13 cm. 4. Conjunggata obstetrica : adalah jarak bagian tengah symphisis ke promontorium. Ruang tengah panggul : 1. Bidang terluar ukurannya 13 12,5 cm. 2. Bidang tersempit ukurannya 11,5 11 cm. 3. Jarak antara spina ischialia 11 cm. Ruang bawah panggul : 1. Ukuran anterior posterior 10 11 cm. 2. Ukurang melintang 10,5 cm. 3. Arkus pubis membentuk sudut 900 atau lebih. 2.1.10 Pengawasan Antenatal Pengawasan antenatal dan post natal sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu maupun perinatal. a. Antenatal Care : pengawasan dan perkembangan persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. b. Prenatal Care : pengawasan sebelum kehamilan. c. Anteportal : pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada ibunya. Secara khusus antenatal care bertujuan untuk : 1) Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil, persalinan dan masa nifas. 2) Mengenal dan menangani sedini mungkin penyakit yang terdapat saat kehamilan, saat persalinan dan masa nifas. 3) Memberikan nasehat dan petunjuk yang terkait dengan kehamilan, persalinan, masa nifas, laktasi, dan aspek keluarga berencana. 4) Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. 2.1.11 Pemeriksaan Abdomen 1. Leopold I Untuk menghadap kearah muka ibu hamil. Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin dalam fundus. Konsistensi uterus. Menentukan letak kepala dan bokong dengan satu tangan di fundus dan satu tangan lain diatas symphisis. 2. Leopold II Menentukan samping rahim kanan kiri. Menentukan letak punggung janin. Letak lintang, ditentukan dimana kepala janin variasi budin. Menentukan letak punggung dengan satu tangan menekan di fundus variasi ahfield. Menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri diletakkan ditengah perut. 3. Leopold III Menentukan bagian terbawah janin apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP atau masih goyang.

4. Leopold IV Pemeriksa menghadap kearah kaki ibu hamil. Bias juga menentukan bagian bawah janin apa dan berapa jauh sudah masuk PAP. 2.1.12 Nutrisi Ibu Hamil Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung kalori, zat pembangun dan zat yang sesuai dengan kebutuhan gizi. 1) Trimester I Mengetahui penurunan nafsu makan karena mual dan muntah untuk mengatasi rasa mual dan muntah sebaiknya porsi makan ibu diberikan lebih sedikit dengan frekuensi lebih sering. 2) Trimester II Nafsu makan meningkat kebutuhan zat tenaga banyak dibandingkan dengan kehamilan muda. Kebutuhan gizi pembangun dan pengatur seperti laut pauk, sayur dan buah-buahan berwarna. Tambahan Konsumsi Makanan Sehari-Hari Nasi Piring Ikan Potong Tempe 1 Potong Sayuran Mangkok Susu 1 Gelas Air 2 Gelas 3) Trimester III Nafsu makan sangat baik dan ibu merasa lapar, hindari makanan berlebihan, sehingga berat badan naik terlalu banyak. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak dan hidrat arang seperti yang manis-manis dan gorenggorengan dikurangi. 2.2 Konsep Dasar Antenatal Care (ANC) 2.2.1 Pengertian ANC Adalah pengawasan sebelum anak lahir terutama ditunjukkan bila anak. 2.2.2 Tujuan a. Tujuan Umum Antenatal Care Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. b. Tujuan Khusus Antenatal Care 1) Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas. 2) Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin. 3) Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak. 4) Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi. 2.2.3 Jadwal Pemeriksaan Kehamilan a) Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan. b) Satu kali kunjungan pada trimester I (sebelum 14 minggu). c) Satu kali kunjungan TM II (selama 14 28 minggu). d) Satu kali kunjungan TM III (antara minggu 28 36 minggu dan sesudah minggu ke 36). 2.2.4 Pelayanan/ Asuhan Standart 1. Timbang berat badan. 2. Ukur tinggi fundus uteri. 3. Pemberian imunisasi tetanus toxsoid (TT) lengkap. 4. Pemberian (Tablet zat gizi), minum 90 tablet selama kehamilan.

5. Test terhadap penyakit menular sexual. 6. Mengukur tekanan darah. 7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. (Bobak, 2005, Keperawatan Maternitas, Edisi 4) 2.2.5 Informasi Tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Semua ibu hamil mengetahui tanda-tanda kehamilan agar ibu waspada dan cepat segera mengambil keputusan bila tanda bahaya muncul. Adapun tanda-tanda bahaya kehamilan, diantaranya : 1. Pendarahan pervaginam. 2. Sakit kepala berlebihan. 3. Gangguan penglihatan. 4. Pembengkakan pada wajah dan tangan. 5. Nyeri abdomen (epigastrik). 6. Gerak janin berkurang/ janin tidak bergerak sebanyak biasa. (Maternal/ Neonatal, 2002) 2.3 Konsep Dasar Manajemen Hellen Varney 2.3.1 Pengkajian Merupakan langkah awal untuk mendapatkan data dari keadaan ibu hamil melalui anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Data-data atas klasifikasikan sebagai data subyektif, obyektif, penunjang. A. DATA SUBYEKTIF Data subyektif adalah data yang didapatkan dari hasil wawancara (anamnesa) langsung kepada klien dan keluarga, tim kesehatan lainnya. Data subyektif ini mencakup semua keluhan dari klien terhadap masalah kesehatan yang dialami. Dengan hasil anamnesa terhadap klien tentang masalah kesehatan yang dialami meliputi hal-hal sebagai berikut : 1. Biodata Biodata berisi identitas klien bersama suaminya yang meliputi : nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, suku/bangsa, alamat dan status perkawinan. 2. Keluhan Utama Ditanyakan apa yang dirasakan sekarang sehingga klien dating ke klinik atau petugas kesehatan. 3. Riwayat Kesehatan Sekarang Penyakit berat apa yang diderita klien yang dapat mempengaruhi kehamilannya (trauma, gangguan hati, hipertensi, kencing manis, jantung, asma, tumor, haid terlalu lama (terlalu sering). 4. Riwayat Kesehatan lalu Apakah menderita trauma, gangguan hati, hipertensi, kencing manis, jantung, tumor, asma. 5. Riwayat Kesehatan Keluarga Ditanyakan apakah didalam keluarganya ada yang menderita penyakit menurun/ menular, tidak ada keturunan kembar. 6. Riwayat Kebidanan a. Riwayat Haid Terdiri dari menarche umur berapa, haid teratur atau tidak, siklus haid berapa hari, lama haid, banyak, warna, bau, apakah ada keluhan sebelumnya, selama haid atau sesudah haid bagaimana menstruasi, flour albus/ tidak. b. Riwayat KB Ditanyakan apakah klien ikut KB atau tidak, kalau ya kapan dan jenis apa, sudah memakai berapa lama. c. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas lalu Yang perlu ditanyakan adalah klien saat ini hamil ke berapa, keluhan yang dirasakan selama hamil, persalinan. 7. Pola Kebiasaan Sehari-Hari a. Pola Nutrisi Bagaimana nafsu makannya, berapa kali makannya dalam sehari, bagaimana komposisinya, berapa banyak jumlah minumnya, apa saja minumnya, air putih, susu, teh dan kopi.

b. Pola Aktivitas Hal yang perlu ditanyakan adalah kegiatan apa saja yang dilakukan sehari-hari bila klien bekerja, mulai jam berapa, dimana ditanyakan sebelum dan selama hamil. c. Pola Eliminasi Hal yang perlu ditanyakan tentang pola BAK dan BAB nya sebelum hamil dan selama hamil, terdapat keluhan atau tidak, berapa frekuensinya dalam sehari, warna, konsistensi. d. Pola Istirahat atau Tidur Hal yang perlu ditanyakan, bagaimana tidurnya dalam sehari, berapa lama waktu tidurnya (jam berapa sampai jam berapa), apa ada gangguan tidur/ tidak. Semua itu ditanyakan sebelum dan selama hamil. e. Pola Personal Hygiene Ditanyakan tentang berapa kali mandi dalam sehari, gosok gigi, ganti baju, mencuci rambut dalam seminggu berapa kali. f. Pola Seksualitas Hal yang ditanyakan adalah sebatas frekuensi hubungan seksualitas dalam seminggu. B. DATA OBYEKTIF Adalah data yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik yang terdiri dari inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi dan pemeriksaan yang terdiri dari : 1. Keadaan Umum Bagaimana tingkat kesadaran, postur tubuh, cara berjalan, TB, BB (sebelum dan saat hamil), berapa kenaikannya, serta berapa ukuran lilanya untuk mengetahui status gizi buruk. 2. Tanda-Tanda Vital Tekanan darah : 110/70 140/90 mmHg Suhu : 36,5 37,40C Nadi : 76 92 x/menit RR : 16 24 x/menit 3. Pemeriksaan Fisik a. Inspeksi Kepala : Warna rambut, bentuk rambut, rambut tidak rontok, kulit kepala bersih atau kotor, rambut ada ketombe atau tidak. Muka : Pucat atau tidak, ada oedem atau tidak. Mata : Simetris atau tidak, conjugtiva merah muda atau tidak. Hidung : Simetris atau tidak, ada secret atau tidak, ada polip atau tidak. Telinga : Simetris atau tidak, ada serumen atau tidak. Mulut dan Gigi : Bibir lembab atau tidak, ada stomatitis atau tidak, ada caries atau tidak, kotor atau tidak, gusi berdarah atau tidak, ada gigi palsu atau tidak, lidah bersih atau tidak. Telinga : Simetris atau tidak, ada serumen atau tidak. Dada : Simetris atau tidak, puting susu menonjol atau tidak, ada hyperpigmentasi atau tidak, sudah keluar colostrom atau tidak. Abdomen : Simetris atau tidak, ada luka operasi atau luka bekas operasi, ada linea nigra atau tidak. Punggung : Simetris atau tidak, ada kelainan tulang belakang atau tidak. Genetalia : Bersih atau tidak, oedem atau tidak, ada perdarahan atau tidak. Ekstremitas atas : Bersih atau tidak, ada kelainan jari atau tidak, ada kelainan gerak atau tidak, oedem/ tidak. Ekstremitas bawah : Bersih atau tidak, ada kelainan jari atau tidak, oedem/ tidak. b. Palpasi Kepala : Ada nyeri tekan atau tidak, ada benjolan atau tidak. Leher : Ada pembesaran kelenjar tyroid atau bendungan vena jugularis atau tidak.

Dada : Ada benjolan abnormal atau tidak, ketika dipalpasi keluar ASI atau tidak, ada nyeri tekan atau tidak. Abdomen : Leopold I : Untuk menentukan bagian apa di fundus, mengukur tinggi fundus uteri. Leopold II : Apakah yang ada disamping kanan kiri jika lintang akan teraba kepala dan bokong, untuk menentukan puka dan puki. Leopold III : Untuk menentukan bagian terbawah janin apa sudah masuk PAP atau belum. Leopold IV : Untuk menentukan seberapa jauh bagian terbawah janin masuk PAP. c. Auskultasi Dada : Ada wheezing dan ronchi atau tidak. Abdomen : DJJ terdengar atau tidak. d. Perkusi Abdomen : Kembung/ tidak. Ekstremitas atas : /Reflek patella 4. Pemeriksaan Panggul Luar Alat yang digunakan ada metelin a) Distansia Spinarum : 24 26 cm b) Distansia Cristarum : 20 30 cm. c) Conjugata Externa : 18 20 cm d) Lingkar Panggul : 80 90 cm. 5. Pemeriksaan Laboratorium Yaitu pemeriksaan yang dilakukan di Ruang Laboratorium (urine, tinja, darah) untuk menanyakan diagnosa dan ketidak normalan. 6. Pemeriksaan Penunjang Yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan diagnosa (USG). 2.3.2 Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan Yaitu diagnosa atau masalah yang tidak ditegakkan berdasarkan data subyektif dan obyektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Analisa merupakan proses yang dinamik. Analisa sesuai dengan perkembangan pasien dan menjamin sesuai dengan perubahan baru, cepat diketahui dan dapat diambil tindakan yang tepat. DX : Ny..GPUKMinggu, hidup/mati, tunggal/ganda, letak kepala/bokong, intra uterin/extra uterin, keadaan jalan lahir normal atau tidak, keadaan umum ibu baik atau tidak. DS : Adanya komunikasi verbal dari (klien, keluarga, paramedic) yang mengatakan tentang kondisi yang dialami ibu hamil. DO : Keadaan umum baik. Kesadaran TTV : Tensi : 100/70 130/90 mmHg Suhu : 36,5 37,40C Nadi : 76 92 x/menit RR : 16 24 x/menit Palpasi : Leopold I : Untuk menentukan dan bagian apa yang ada di fundus. Leopold II : Apakah yang ada disamping kanan kiri abdomen jika lintang akan ada (teraba) kepala dan bokong. Leopold III : Untuk menentukan bagian terbawah janin sudah masuk PAP/belum. Leopold IV : Untuk menentukan seberapa jauh bagian terbawah janin masuk PAP. Auskultasi : Dada : Terdengar bunyi ronchi atau wheezing atau tidak. Abdomen : Meteorismus/tidak, DJJ. Perkusi : Lutut : Reflek patella. Abdomen : Kembung atau tidak.

2.3.3 Antisipasi Masalah Potensial Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial lainnya berdasarkan rangkaian masalah dengan diagnosa yang ada dan timbul tidak segera diatasi akan mengganggu keselamatan jiwa. 2.3.4 Mengidentifikasi Kebutuhan Segera Merupakan langkah sebagai proses Manajemen tidak hanya pada pemberian pelayanan dasar pada kunjungan antenatal tetapi juga pada saat bidan berada dengan klien. 2.3.5 Intervensi Yaitu perkembangan rencana sebagai proses merupakan langkah lanjutan setelah diagnosa ditegakkan. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang telah diubah teridentifikasi dari klien. Diagnosa : Ny..G.P.UK.minggu, hidup/ mati, tunggal/ ganda, letak kepala/ bokong, intra uterin/ extra uterin, keadaan jalan lahir normal/ tidak, keadaan umum ibu baik/ tidak. Tujuan : Setelah dilakukan pemeriksaan asuhan kebidanan selama 1 x 30 menit diharapkan ibu mengerti keadaan kehamilannya. Kriteria hasil : Keadaan umum ibu baik TTV dalam batas normal. Ibu dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas. Ibu dapat mengulang penjelasan yang diberikan oleh petugas. Intervensi : 1. Lakukan pendekatan terapeutik dengan pasien dan keluarga. R/ : Dengan pendekatan terapeutik akan terbuka hubungan baik antara pasien, keluarga dan petugas. 2. Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan. R/ : Klien dapat kooperatif dalam tindakan. 3. Berikan penjelasan kepada ibu tentang kehamilannya. R/ : Dengan mengetahui keadaan kehamilannya, ibu dapat menjaga dan mau melakukan nasehat tenaga kesehatan. 4. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi. R/ : Untuk menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. 5. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi obat-obatan yang telah diberikan. R/ : Untuk kesehatan dan perkembangan ibu dan janin. 6. Anjurkan pada ibu untuk istirahat dan mengurangi kerja berat. R/ : Relaksasi otot-otot uterus. 7. Berikan penjelasan pada ibu tentang tanda-tanda kehamilan secara teratur. R/ : Deteksi dini adanya komplikasi. 8. Berikan penjelasan pada ibu untuk memeriksakan kehamilan secara teratur. R/ : Dapat memantau dan mendeteksi adanya komplikasi. 2.3.6 Implementasi Implementasi yang komprehensif merupakan pengobatan dan perwujudan dari rencana yang telah disusun pada tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan dapat direalisasikan dengan baik apabila dapat diterapkan berdasarkan hakekat masalah, beberapa prinsip dalam pelaksanaan tindakan meliputi : Tindakan kebidanan apa yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan pada staff. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan bidan tentang tindakan yang dilakukan. 2.3.7 Evaluasi Adalah seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan criteria. Guna evaluasi ini adalah menilai efektifitas serta berbagai umpan balik memperbaiki dalam menyusun langkah baru dalam asuhan kebidanan menunjang tanggung jawab dalam evaluasi dengan menggunakan format SOAP, yaitu : S (Subyektif) : Menggambarkan pendokumentasian hasil mengumpulkan data klien melalui anamnesa. O (Obyektif) :

A (Assessment) : P (Planning) : BAB III ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. H G6 P40014 USIA KEHAMILAN 36 MINGGU FISIOLOGIS DI BPS SUMOMBITO JOMBANG 3.1. PENGKAJIAN Tempat : BPS Umi Azizah Sumombito Tanggal : 09-05-2011 Jam : 18.00 A. DATA SUBJEKTIF 1. Boidata Nama klien : Ny. H Umur : 36 tahun Agama : Islam Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Kawin ke- : 1 Lama kawin : + 20 tahun Alamat : Dsn. tenggor Ds. madiopuro kec.Sumombito Jombang Nama suami : Tn. M Umur : 38 tahun Agama : Islam Suku/bangsa : Jawa Indonesia Pendidikan : SLTA Pekerjaan : TELKOM Kawin ke- : 1 Lama kawin : + 20 tahun Alamat : Dsn. tenggor Ds. madiopuro kec.Sumombito Jombang 2. Keluhan Utama Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilan yang ke-6 kunjungan ke 10x dengan usia kehamilan 9 bulan 3. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu mengatakan keadaannya saat ini ibu dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan sakit seperti : sakit kepala berlebih, gangguan penglihatan, pendarahan pervaginaan, oedem pada wajah dan extremitas dan ibu masih merasakan janin, 4. Riwayat Kesehatan Lalu Ibu mengatakan tidak pernah masuk rumah sakit dan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti hypertensi, kencing manis, asma dan juga tidak pernah menderita penyakit menular seperti : TBC dan hepatitis, riwayat penyakit menahun seperti : jantung dan asma 5. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan bahwa ayah dari ibu menderita penyakit diabetes militus namun tidak menderita hypertensi dan asma, dan tidak menderita penyakit menular seperti hepatitis dan TBC, tidak ada keturunan kembar baik dari keluarga ibu maupun keluarga suami 6. Riwayat Obstentri a. Riwayat Menstruasi

Menarche : 14 tahun Siklus : 28 s/d 30 hari Lamanya : + 7 hari Banyaknya : Hari 1 3 hari ganti pembalut 3 x/hari Hari 4 7 hari ganti pembalut 2 x/hari Warna : Hari 1 berwarna kehitaman Hari 2 5 berwarna merah Hari 6 7 berwarna kuning Konsistensi : Encer Keluhan : Tidak ada keluhan Flour albus : ada, 2 hari sebelum haid, jumlah sedikit, tidak bau, warna putih, tidak gatal b. Riwayat Kehamilan Sekarang Hamil ke- : 6 HPHT : 10-05-2011 UK : 36 minggu ANC : TM I : 3x di Bidan dengan keluhan mual dan muntah Terapinya : B6, Vitamin C,FE TM II : 3x di Bidan, tidak ada keluhan Terapi : Fe, Vitamin C TM III : 2x di specialis kandungan, tidak ada keluhan Terapi : Vitamin C, Fe Gerakan janin mulai dirasakan ibu pada usia 16 minggu, pergerakan 24 teraihir 10-15x dengan frekuensi < 15 Ibu mengatakan tidak pernah merokok, tidak pernah minum minuman alkoholdan tidak minum jamu jamuan atau obat yang dijual bebas yang dapat membahayakan kehamilan, ibu hanya minum obat yang diberikan oleh dokter kandungan Imunisasi TT : TT : lengkap (5) +TT pada kehamilan ke 6 pada trimester ke-2 c. Riwayat kehamilan, Persalinan dan Nifas Yang Lalu Kawin ke- Kehamilan Persalinan Nifas /1 Ke UK Penyulit Penolong Tempat Jenis persalinan Penyakit BBL PBL Umur Jenis Kelainan ASI Penyulit HAMILINI d. Riwayat Gynekologi Ibu mengatakan pernah mengalami abortus (keguguran) dan kuretase pada kehamilan ke-5 e. Riwayat KB Ibu mengatakan tidak pernah memakai KB sebelumnya 7. Pola Kebiasaan Sehari Hari a. Pola Nutrisi Sebelum Hamil Makan : 2 x/hari, porsi 1 piring nasi, lauk pauk dengan sayur setiap hari dengan menu yang berbeda setiap hari Minum : 7 8 gelas perhari (air putih, teh,kopi) Saat Hamil Makan : 3 4 x/hari piring nasi, lauk (ikan/tahu) nasi, sayur sayuran dengan menu yang berbeda setiap hari Minum : 78 gelas perhari (air putih, teh manis.) b. Akrtivitas Sebelum Hamil

Ibu mengatakan hanya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, Ibu melakukan pekerjaan Rumah Tangga seperti menyapu, memasak, dan melakukan pekerjaan Rumah Tangga lainnya Saat Hamil Ibu mengatakan masih melakukan pekerjaan Rumah Tangga seperti memasak, menyapu, dan pekerjaan Rumah lainnya c. Pola Istirahat Sebelum Hamil Siang : 12.00 14.00 WIB Malam : 21.00 04.00 WIB Saat Hamil Siang : 12.30 15.30 WIB Malam : 21. 00 04.30 WIB d. Pola Eliminasi Sebelum Hamil BAK : Normal, 13 x/hari, warna kuning jernih, bau khas BAB : Normal, 12 x/hari, warna kuning, bau khas, konsistensi lunak Saat Hamil BAK : Lebih sering TM I : 5 10x TM II : 1 4x TM III : 6 10x Warna kunig jernih, bau khas BAB : Normal, 1 2 x/hari, warna kunig, bau khas, konsistensi lunak e. Pola Hygiene Sebelum Hamil Mandi 2 3 x/hari, gosok gigi 3x/hari, cuci rambut 3 4 x/minggu Saat Hamil Mandi 3 x/hari, gosok gigi 3 x/hari, ganti pakaian dalam 2 x/hari, cuci rambut 3 x/minggu f. Pola Seksualitas Sebelum Hamil Ibu mengatakan melakukan hubungan sexualitas 3 4 x/minggu, tidak ada keluhan Saat Hamil TM I : 2x/minggu, tidak ada keluhan TM II : 2 3 x/minggu, tidak ada keluhan TM III : 2 4 x/minggu, tidak ada keluhan 8. Pola Psikosial Ibu mengatakan, ibu dan keluarganya sangat menginginkan kehamilan ini Hubungan pasien dengan suaminya, keluarga dan tetangganya baik, dan rukun 9. Latar Belakang Selama hamil ibu tidak pernah tarak makan makanan Ibu mengatakan tidak pernah minum jamu jamuan B. DATA OBJEKTIF 1. Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis Cara berjalan : Tegak, normal,(lordosis) TB sebelum hamil : 158 cm

BB sebelum hamil : 46 kg TB saat hamil : 158 cm BB saat hamil : 56 kg Kenaikan berat badan : 10 kg LILA : 26,5 cm 2. TTV Tensi : 110/70 mmHg Nadi : 80 x/menit Suhu :36.4 0C RR :24 x/menit 3. Pemeriksaan Fisik a) Inspeksi Kepala : Bersih, tidak ada, rambut lurus, warna hitam, tidak ada ketombe Muka : Tidak pucat, tidak ada oedem, tidak ada jerawat, tidak ada lesi Mata : Konjungtiva merah muda, simetris, sclera putih, tidak ada oedem Hidung : Bersih, tidak ada secret, tidak ada pernafasan cuping, tidak ada kelainan bentuk, tidak ada lesi Mulut dan gigi : Mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis lidah bersih, tidak ada caries, gusi tidak berdarah Telinga : Simetris, bersih, tidak ada serumen Leher : Bersih, tidak ada lesi, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid Axilla : Bersih, tidak ada lesi, tidak ada pembesaran kelenjar limfe Mammae : /Simetris, tidak ada lesi, putting susu menonjol, hiperpigmentasi areola mammae, payudara membesar (normal) Abdomen : Pembesaran membujur, tidak ada luka bekas operasi/SC, tidak terdapat strie livid Punggung : Bersih, tidak ada kelainan pada tulang vertebrata Genetalia : Tidak ada pengeluaran darah pervaginam Anus : Bersih, tidak hemoroid, tidak ada lesi Ekstremitas atas : Simetris, tidak oedem, tidak ada kelainan jumlah jari, dan tidak ada kelainan gerak Ekstremitas bawah /: Simetris, oedem pada ke-2 kaki, tidak ada kelainan jumlah jari, dan tidak ada gangguan pergerakan, reflek patella b) Palpasi Kepala : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, rambut tidak rontok Leher : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada kandungan vena jugularis Axilla : Tidak ada nyeri tekan, dan tidak ada pembesaran kelenjar lemfe Mammae : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal ASI belum keluar (-)/(-) Abdomen Leopold I :TFU 28 cm, bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting Leopold II : Bagian perut ibu sebelah kiri teraba keras datar seperti papan (punggung), sebelah kanan teraba bagian kecil janin Leopold III : Bagian terendah janin teraba bulat, keras, melenting (kepala), belum masuk PAP Leopold IV : TBBJ : (28-12)155 = 2480 gram c) Auskultasi Dada : Tidak ada ronchi dan weezing, suara nafas bersih Abdomen : DJJ 140 x/menit, terdengar teratur di punggung kiri d) Perkusi

Abdomen : Tidak ada meteorismus Reflek patella : / 4. Pemeriksaan Luar Distasia spinarum : 25 cm Distasia cristarium : 33 cm Konjunggata externa : 26 cm Lingkar panggul : Tidak terkaji 5. Pemeriksaan Laboratorium 6. Pemeriksaan Penunjang USG Scor puji rochayati Kehamilan telalu tua 35 tahun : 4 Terlalu banyak anak,4/lebih : 4 Skor awal ibu hamil : 2 Total : 10(resiko tinggi) 3.2. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH Dx : Ny. H G6 P40014, UK 36 minggu, tunggal, hidup, letak kepala intrauterine, keadaan umum ibu dan janin baik Ds : Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya yang ke 10x dengan usia kehamilan 9 bulan Do : Keadaan umum : Baik Kesadaran : Composmentis HPHT : 10082010 TP : 17052011 UK : 36 minggu Observasi TTV Tensi : 100/70 N : 80x/menit S : 36.4 0C RR : 24 x/menit Palpasi Leopold I : TFU 28 cm, bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong) Leopold II : Bagian perut ibu sebelah kiri teraba keras, datar seperti papan (punggung), sebelah kanan teraba bagian kecil janin Leopold III : Bagian terendah janin teraba bulat, keras, melenting (kepala), belum masuk PAP Leopold IV : Auskultasi : DJJ : 140 x/menit (11,12,12), terdengar teratur di punctum maximum (puki) Masalah : Kebutuhan : Istirahat yang cukup Nutrisi ade kuat Menjaga personal hygiene 3.3. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

3.4. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA Konsultasi : dengan Dokter specialis kandungan Kolaborasi : dengan Dokter Specialis kandungan 3.5. INTERVENSI Dx : Ny. R G6 P40014 UK 36 minggu, tunggal, hidup, letak kepala intrauterine, keadaan umum ibu dan janin baik Tujuan : Setelah melakukan Asuhan Kebidanan selama 145 menit diharapkan ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh petugas kesehatan Kriteria : Hasil k/u : Baik Kesadaran : Composmentis TTV Tensi : 100/70 mmHg 130/90 mmHg Nadi : 80 x/menit -100x /menit Suhu : 36.5 0C 37.4 0C RR : 20 x/menit 24 x/menit Punggung : Lordosis Mammae : Terdapat hyperpigmentasi areola dan papilla mammae, putting susu menonjol dan pembesaran payudara Auskultasi DJJ : 140 x/menit-160x /menit Abdomen Leopold I : Bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong) Leopold II : Bagian perut ibu sbelah kiri/kanan teraba keras, datar seperti papan (punggung), Leopold III : Bagian terendah janin teraba bulat, keras, \melenting (kepala), Leopold IV : Intervensi 1) Lakukan pendekatan terapeutik dengan klien R/ untuk terciptanya kepercayaan dan kerjasama dengan petugas kesehatan 2) Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan R/ memberikan penjelasan yang sesuai pada ibu,supaya ibu dapat mengerti tentang kondisi kehamilan dan janinnya 3) Jelaskan perubahan fisiologis TM III R/ Memberikan penjelasan perubahan fisiologis yang terjadi pada TM III sudah siap untuk menjalani TM III dan siap melaluinya dengan baik 4) Anjurkan ibu untuk melakukan senam pernafasan R/ Memberikan penjelasan pada ibu bahwa senam pernafasan bermanfaat bagi persalinan 5) Beritahu ibu tanda tanda bahaya kehamilan TM III R/ Memberikan penjelasan pada ibu tentang bahaya TMIII agar dapat mendeteksi secara dini adanya kelainan 6) Memberitahu Ibu tanda-tanda persalina R/ memberikan penjelasan tanda tanda persalinan diharapkan ibu dapat secara tepat ke pelayanan kesehatan setelah adanya tanda tanda persalinan 7) Berikan tablet Fe R/ Mencegah terjadinya adanya anemia pada ibu hamil waktu jika ada keluhan R/ mencegah keterlambatan deteksi dini adanya komplikasi atau kelainan pada kehamilan 3.6. IMPLEMENTASI Anjurkan ibu umtuk control 1 minggu lagi atau sewaktu

Tanggal Jam Tindakan 08/12/10 06.30 1. Lakukan pendekatan terapeutik dengan cara senyum, sapa, salam, memperkenalkan diri dan menjelasakan tujuan dari dilakukannya pemeriksaan 2. Jelaskan pada ibu tentang pemeriksaan yang telah dilakukan Jelaskan pada ibu bahwa keadaan ibu dan janinnya dalam kondisi baik baik saja Tanggal Jam Tindakan 3. Menjelaskan pada ibu tentang perubahan fisiologis TM III Peningkatan cairan pervaginam Kram kaki terjadi karena perubahan metabolisme, tubuh yang dapat menambah keseimbangan asam basa, cairan tubuh dan darah Varises : disebabkan karena peningkatan hormone estrogen dan progesterone terutama bayi yang mempunyai bakat/ keturunan Sakit punggung : titik berat, badan berpindah kedepan karena perut yang membesar Kontipasi pengaruh estrogen dapat menghambat peristaltic usus, menyebabkan kesulitan buang air besar Sasak nafas : usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim 4. Anjurkan ibu untuk melakukan senam pernafasan Mennutup mulut, tarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya secara perlahan lahan melalui mulut, lakukan pernafasan beberapa kali 5. Memberitahu ibu tanda tanda bahaya kehamilan TM III Perdarahan pervaginam Saludo placenta : terlepasnya pacenta sebelum waktunya Placenta previa : placenta letak rentah Ketuban pecah dini Gerakan janin berkurang 6. Memberitahu ibu tanda tanda persalinan Kenceng kenceng yang semakin sering dan teratur pada perut Pengeluaran darah bercampur lender 7. Memberikan tablet Fe sebanyak 10 tablet 8. Menganjurkan ibu untuk kontrol 1 mnggu lagi atau sewaktu waktu jika ada keluhan 3.7. EVALUASI Tanggal : Mei 2011 Diagnosa : Ny.H G6 P40014, UK 36 minggu, tunggal, hidup letak kepala intrauterine, keadaan umum ibu dan janin baik S : Ibu mengatakan bahwa sudah mengerti dan memahami tentang penjelasan yang diberikan oleh petugas kesehatan O : Ibu sudah terlihat mengerti dan memahami penjelasan yang di berikan oleh petugas kesehatan A : Ny. H G6 P40014, UK 36 minggu, tunggal, hidup, letak kepala intrauterine, keadaan jalan lahir norma, keadaan umum ibu baik P : Memberitahu ibu untuk control 1 minggu lagi dan jika ada keluhan Anjurkan ibu untuk melakukan senam hamil dirumah Beritahu ibu untuk mengurangi asupan garam Anjurkan pada ibu untuk sering-sering mengepel agar kepala bayi turun/masuk PAP sesuai pada waktunya