Vous êtes sur la page 1sur 2

Rp100 Miliar untuk Penanggulangan Bencana di Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan dana Rp100 miliar yang akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam mengingat wilayah itu tergolong rawan terjadi bencana. "Kami menyiapkan dana Rp100 miliar sebagai anggaran penanggulangan bencana yang rinciannya Rp75 miliar sebagai dana tidak terduga dan Rp25 miliar untuk dana bantuan cepat dan sementara jika terjadi bencana alam di suatu daerah, baik kota maupun kabupaten," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada wartawan dalam lawatannya ke Sukabumi, Jabar, Ahad (18/3). Menurut dia, dana penanggulangan bencana yang dianggarkan tersebut didasari pada pertimbangan bahwa Jabar merupakan salah satu provinsi yang tingkat kerawanan bencananya cukup tinggi. Selain itu, Jabar juga merupakan daerah bencana pergerakan tanah, karena tanahnya hasil pembentukan vulkanik muda yang mudah retak. Namun, di sisi lainnya karena daratan Jabar terbentuk dari vulkanik muda, sehingga tanahnya sangat subur dibandingkan dengan provinsi lainnya. "Jabar sangat rawan bencana selain pergerakan tanah, bencana lainnya, seperti puting beliung, gempa bumi, banjir dan tanah longsor juga mengancam. Beberapa kabupaten dan kota khususnya Sukabumi kerap dilanda bencana tersebut," ujarnya. Saat ini Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kampung Ciawi Tali, Desa Cimenteng, Kecamatan Curug Kembar, tengah dilanda bencana alam pergerakan tanah yang menyebabkan 337 rumah rusak, 10 unit di antaranya rusak berat. Sekitar 21 hektare lahan pertanian di kecamatan tersebut rusak karena tanahnya retak dan ambles, serta tertimbun muatan longsoran tanah dan hasil pergerakn tanah.

Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Merapi mengakibatkan terjadinya banjir lahar dingin hingga Kota Yogyakarta, seperti yang ada di bantaran Kali Code, Ledok Tukangan, Danurejan, Yogyakarta, Senin (29/11/2010). Kejadian tersebut membuat sebagian besar rumah yang ada di bantaran Kali Code tergenang air hingga satu meter dan merusak sejumlah prasarana umum seperti jembatan dan talud. Puluhan rumah di bantaran Kali Code terendam sampai ke bagian atap. Salah satunya rumah milik Susilo (50), warga Kampung Jogoyudan RW 10, Gowongan, Jetis, Yogyakarta.