Vous êtes sur la page 1sur 18

ASKEP GANGGUAN KOGNITIF

info download, 27 April, 2009

GANGGUAN KOGNITIF I. Definisi : Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan ( Stuart and Sundeen, 1987. Hal.612). Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak, karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak .

II. Fungsi Otak : 1. Lobus Frontalis Pada bagian lobus ini berfungsi untuk : - Prose belajar - Abstraksi - Alasan 2. Lobus Temporal Secara umum berfungsi untuk : - Diskriminasi bunyi - Prilaku verbal - Bicara 3. Lobus Parietal Berfungsi untuk : - Diskriminasi waktu - Fungsi somatik - Fungsi motorik 4. Lobus Oksipitalis Berfungsi untuk : - Diskriminasi visual - Diskriminasi beberapa asfek memori 5. Sisitim Limbik Hal ini akan berpengaruh pada fungsi : - Perhatian - Flight of idea - Memori

- Daya ingat Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak, maka seseorang akan mengalami gejala yang berbeda, sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu : 1. Gangguan pada lobus frontalis , akan ditemukan gejala-gejala sbb : - Kemampuan memecahkan masalah berkurang - Hilang rasa sosial dan mora - Impilsif - Regresi 2. Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb : - Amnesia - Demensia 3. Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala yang hampir sama, tapi secara umum akan terjadi disorientasi 4. Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi all : - Gangguan daya ingat - Memori - Disorientasi - Dll PENGKAJIAN 1. Faktor Predisposisi Penyebab : - Gangguan fungsi susunan saraf pusat - Gangguan pengiriman nutrisi - Ganggua peredaran darah a. Penuaan Kumulatif degeneratif jaringan otak ? penuaan Racun dalam jaringan otak Kimia toksik/logam berat ? Respon kognitif maladaptif b. Neurobiologi Penyakit Alzheimers Gangguan metabolik : - Penyakit lever kronik, - GGK

- Devisit vitamin - Malnutrisi Anorexia nervosa Bulimia nervosa c. Genetik : Penyakit otak degeneratif herediter ( Huntingtons Chorea) 2. Stressor Presipitasi a. Hipoksia : - Anemia hipoksik - Histotoksik hipoksia - Hipoksemia hipopoksik - Iskemia hipoksik ? Suplai darah ke otak menurun/berkurang b. Gangguan metabolisme Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon - Hipotiroidisme - Hipertiroidisme - Hipoglikemia - Hipopituitarisme c. Racun, Infeksi - Gagal ginjal - Syphilis - Aids Dement Comp d. Perubahan Struktur - Tumor - Trauma e. Stimulasi Sensori - Stimulasi sensori berkurang - Stimulasi berlebih Lingkungan yang stimulusai berkurang / atau lebih ? Halusinasi Penerangan dan aktifitas di ICU yang konstan ? Bingung

Delusi Halusinasi 3. Perilaku Delirum adalah : Suatu keadaan proses pikir yang terganggu, ditandai dengan: Gangguan perhatian, memori, pikiran dan orientasi Demensia : Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori, penilaian, berpikir abstrak. Karakteristik Delirium dan demensia Delirium Demensia Onset Lama Stressor perilaku - Biasanya tiba-tiba - Biasanya singkat/ < 1 bulan - Racun, infeksi, trauma, hipertermia - Fluktuasi tingkat kesadaran - Disorientasi - Gelisah - Agitasi - Biasanya perlahan - biasanya lama dan progressif - Paling banyak dijumpai pada usia > 65 th - Hipertensi, hipotensi, anemia. Racun, defisit vitamin, tumor atropi jaringan otak - Hilang daya ingat - Kerusakan penilaian - Perhatian menurun - Perilaku sosial tidak

- Ilusi - Halusinasi - Pikiran tidak teratur -Gangguan penilaian dan pengambilan keputusan - Afek labil sesuai - Afek labil - Gelisah - Agitasi 4. Mekanisme koping : - Dipengaruhi pengalaman masa lalu - Regresi - Rasionalisasi - Denial - Intelektualisasi 5.Sumber Koping : - Pasien - Keluarga - Teman B. Diagnosa Keperawatan Menurut Nanda : Anxietas Komunikasi, kerusakan verbal Resiko tinggi terhadap cedera Sindrom defisit perawatan diri ( mandi,/kebersihan diri, makan, berpakaian, berhias, toilet ) Perubahan sensori/perseptual ( penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan penghidu) Gangguan pola tidur Perubahan proses pikir ( Stuart and Sundeen, 1995.hal 556 ) Contoh diagnosa lengkap dalam proses keperawatan : Gangguan proses pikir berhubungan dengan gangguan otak ditandai dengan : - Interpretasi lingkungan yang tidak akurat - Kurang memori saat ini

- Kerusakan kemampuan memberikan rasional - Konfabulasi Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan : - Ketakutan - Disorientasi yang ditandai dengan perilaku agitasi Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan : - Kerusakan kognitif - Kehilangan memori saat ini - Konfabulasi C. Perencanaaan : Identifikasi hasil : Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal Prioritas : Menjaga keselamatan hidup Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial Libatkan keluarga Pendidikan kesehatan mental Usaha perawatan : Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemempuan pasien D. Implementasi : Intervensi Delirium : a. Kebutuhan Fisiologis - Prioritas : menjaga keselamatan hidup - Kebutuhan dasar dengan mengutamakan nutrisi dan cairan - Jika pasien sangat gelisah perlu : Pengikatan untuk menjaga therapi, tapi sedapat mungkin harus dipertimbangkan dan jangan ditinggal sendiri - Gangguan tidur : Kolaborasi pemberian obat tidur Gosok punggung Beri susu hangat Berbicara lembut Libatkan keluarga Temani menjelang tidur Buat jadwal tetap untuk bangun dan tidur Hindari tidur diluar jam tidur Mandi sore dengan air hanngat

Hindari minum yang dapat mencegah tidur seperti : kopi, dll Lakukan methode relaksasi seperti : napas dalam - Disorientasi : Ruangan yang terang Buat jam, kalender dalam ruangan Lakukan kunjungan sesering mungkin Orientasikan pada situasi linkumngan Beri nama/ petunjuk/ tanda yang jelas pada ruangan/ kamar Orientasikan pasien pada barang milik pribadinya ( kamar, tempat tidur, lemari, photo kleuarga, pakaian, sandal ,dll) Tempatkan alat-alat yang membantu orientasi massa Ikutkan dalam tyherapi aktifitas kelompok dengan program orientasi realita (orang, tempat, waktu). b. Halusinasi - Lindungi pasien dan orang lain dari perilaku merusak diri - Ruangan : Hindari dari benda-benda berbahaya Barang-barang seminimal mungkin - Perawatan 1 1 dengan pengawasan yang ketat - Orientasikan pada realita - Dukungan dan peran serta keluarga - Maksimalkan rasa aman - Sikap yang tegas dari pemberi/ pelayanan perawatan (konsisten) c. Komunikasi - Pesan jelas - Sederhana - Singkat dan beri pilihan terbatas d. Pendidikan kesehatan - Mulai saat pasien bertanya tentang yang terjadi pada keadaan sebelumnya - Seharusnya perawat harus harus tahu sebelumnya tentang : Masalah pasien Stressor Pengobatan Rencana perawatan

Usaha pencegahan Rencana perawatan dirumah - Penjelasan diulang beberapa kali - Beri petunjuk lisan dan tertulis - Libatkan anggota keluarga agar dapat melanjutkan perawatan dirumah dengan baik sesuai rencana yang telah ditentukan Intervensi pada Demensia a. Orientasi - Tujuan : Membentuk pasien berfungsi dilingkungannya - Tulis nama petugas pada kamar pasien jelas, besar, sehingga dapat dibaca pasien - Orientasikan pada situasi lingkungan - Perhatikan penerangan terutama dimalam hari - Kontak personal dan fisik sesring mungkin - Libatkan dalam kegiatan T.A.K - Tanamkan kesadaran : Mengapa pasien dirawat Memberikan percaya diri Berhubungan dengan orang lain Tanggap situasi lingkungan dengan menggunakan panca indera Inyteraksi personal - Identifikasi proses pulang b. Komunikasi - Membina hubungan saling percaya Umpan balik yang positif Tentramkan hati Ulangi kontrak Respek, pendengaran yang baik Jangan terdesak Jangan memaksa - Komunikasi verbal Jelas Ringkas Tidak terburu buru - Topik percakapan dipilih oleh pasien - Topik buat spesipik

- Waktu cukup untuk pasien - Pertanyaan tertutup - Pelan dan diplomatis dalam menghadapi persepsi yang salah - Empati - Gunakan tehnik klarifikasi - Summary - Hangat - Perhatian c. Pengaturan koping - Koping yang selama dipakai ini yang positif positif dimaksimalkan dan yang negatif diminimalkan - Bantu mencari koping baru yang posistf d. Kurangi agitasi ? - didorong melakukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak jelas - beri penjelasan - beri pilihan - penyaluran energi : Perawatan mandiri Menggunakan kekuatan dan kemampuan dengan tepat, misalnya berolahraga - Saat agitasi : Tetap senyum Tujukkan sikap bersahabat Empati e. Keluarga dan masyarakat - Siapkan keluarga untuk menerima keadaan pasien - Siapkan fasilitas dalam berinteraksi dengan dimasyarakat - Perlu bantuan dalam merawat 24 jam dirumah, yang diprogramkan melalui : Puskesmas Pos-pos pelayanan kesehatan dirumahsakit f. Farmakologi - Tergantung penyebab gangguan, spt : Penyakit Alzheimers - Pada orang tua harus hati-hati, karena keadaan yang sensitif g. Wandering

Perilaku yang harus diperhatikan oleh pemberi perawatan h. Therapeutik Milieu - Stimulasi kognitif ? Melakukan aktifitas yang berfungsi untuk perbaikan kognitif misalnya diskusi kelompok Dukung perasaan aman Situasi yang tenang Rancangai fisik konsisten Struktur yang teratur Fokus pada kekuatan dan kemampuan Minimalkan perilaku destruktif i. Intervensi interpersonal - Psychotherapi - Life review therafi Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan individu dan kelompok dengan saling menceritakan riswayat hidup - Latihan dan terafi kognitif Latihan daya ingat Memelihara inteligensia - Therapi relaksasi Untuk mengurangi ketegangan dan stres Deep Breathing Konsentrasi - Kelompok pendukung dan konseling Ekspres filling Pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara : 1. Meningkatkan harga diri 2. Meningktkan percaya diri 3. Meningkatkan simpati 4. Meningkatkan empati j. Gangguan daya ingat : - Mulai percakapan dengan menyebut nama anda dan panggil nama pasien - Hindarkan konfrontasi atas pernyataan pasien yang salah - Penataan barang pribadi jangan dirubah - Lakukan progran orientasi

k. Gangguan perawatan diri : - Buat jadwal mandi dengan teratur - Tempatkan pakaian yang kemungkinan mudah dijangkau pasien - Ajarkan cara mandi secara bertahap : Peralatan mandi Langkah-langkah mandi Perhatikan privacy - Ajarkan cara berpakaian Buat langkah berpakaian yang rutin Hindarkan kancing dan resleting Beri instruksi yang sederhana Lakukan berulang-ulang Tetap perhatikan privacy - Ajarkan BAB dan BAK pada tempatnya l. Isolaso sosial - Mulai kotak dengan keluarga - Teman dekat - Dorong berhubungan dengan orang lain - Masukkan dalam kelompok aktifitas - Buat jadwal kontak sosial secara teratur DAFTAR PUSTAKA Fortinash, C.M, dan Holloday, P.A. (1991). Psychiatric nursing care plan. St.Louis : Mosby year book Keltner, N.L, Schueke, L.H dan Bostrom, CE (1991). Psychiatric nursing :a psycho terapeutic management approach. St. Louis : Mosby year book Stuart, Gw. and Sundeen S.J (1995). Perbandingan Delirium, Depresi dan Demensia.St.louis : Mosby year book Stuart, Gw. And Sundeen S.J (1995). Pendidikan Kesehtan Keluarga . St. Louis Mosby Year book Stuart, Gw. And Sundeen S,J (1987). Petunjuk Komunikasi dengan Pasien Demensia .St. Louis Mosby year Book Towsend, M.C (1993). Psychiatric Mental Health Nursing : Concept of Care , Philadelphia, 2nd, Davis Company. Wilson, H.S, and Kneils, C.R . (1992). Psychiatric Nursing . California : Addison

Sumber Artikel dari. http://akperppnisolojateng.blogspot.com/2009/04/askep-gangguankognitif_27.html#ixzz1rEPj3tND

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN KOGNITIF Pengertian Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan. (Stuart and Sundeen, 1987. Hal.612). Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak, karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak . Fungsi Otak 1. Lobus Frontalis Pada bagian lobus ini berfungsi untuk : Proses belajar : Abstraksi, Alasan 2. Lobus Temporal Diskriminasi bunyi Perilaku verbal Berbicara 3. Lobus Parietal Diskriminasi waktu Fungsi somatic Fungsi motorik 4. Lobus Oksipitalis Diskriminasi visual Diskriminasi beberapa aspek memori 5. Sisitim Limbik Perhatian Flight of idea Memori Daya ingat Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak, maka seseorang akan mengalami gejala yang berbeda, sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu : 1. Gangguan pada lobus frontalis , akan ditemukan gejala-gejala sbb : Kemampuan memecahkan masalah berkurang Hilang rasa sosial dan moral Impilsif Regres 2. Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb : Amnesia Dimensia 3. Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala yang hampir sama, tapi secara umum akan terjadi disorientasi 4. Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi antara lain : Gangguan daya ingat Memori Disorientasi Pengkajian a. Faktor Predisposisi Gangguan fungsi susunan saraf pusat Gangguan pengiriman nutrisi Gangguan peredaran darah

b. Faktor Presipitasi Hipoksia Anemia hipoksik Histotoksik hipoksia Hipoksemia hipopoksik Iskemia hipoksik Suplai darah ke otak menurun/berkurang 1. Gangguan metabolisme Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon Hipotiroidisme Hipertiroidisme Hipoglikemia Hipopituitarisme 2. Racun, Infeksi Gagal ginjal Syphilis Aids Dement Comp 3. Perubahan Struktur Tumor Trauma 4. Stimulasi Sensori Stimulasi sensori berkurang Stimulasi berlebih c. Perilaku Delirum adalah : Suatu keadaan proses pikir yang terganggu, ditandai dengan: Gangguan perhatian, memori, pikiran dan orientasi Demensia : Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori, penilaian, berpikir abstrak. Karakteristik Delirium dan demensia Biasanya tiba-tiba Biasanya singkat/ < 1 bulan Racun, infeksi, trauma, Fluktuasi tingkat kesadaran Disorientasi Gelisah Agitasi Biasanya perlahan Biasanya lama dan progressif Paling banyak dijumpai pada usia & gt; 65 th Hipertensi, hipotensi, anemia. Racun, deficit vitamin, tumor atropi jaringan otak Hilang daya ingat Kerusakan penilaian Perhatian menurun Perilaku sosial tidak Ilusi Halusinasi Pikiran tidak teratur Gangguan penilaian dan pengambilan keputusan

Afek labil Sesuai Agitasi d. Mekanisme koping Dipengaruhi pengalaman masa lalu Regresi Rasionalisasi Denial Intelektualisasi e. Sumber Koping Pasien Keluarga Teman Diagnosa Keperawatan Anxietas Komunikasi, kerusakan verbal Resiko tinggi terhadap cedera Sindrom defisit perawatan diri ( mandi,/kebersihan diri, makan, berpakaian, berhias, toileting Perubahan sensori/perseptual ( penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan penghidu) Gangguan pola tidur Perubahan proses pikir ( Stuart and Sundeen, 1995.hal 556 ) a. Gangguan proses pikir berhubungan dengan gangguan otak ditandai dengan : Interpretasi lingkungan yang tidak akurat Kurang memori saat ini Kerusakan kemampuan memberikan rasional Konfabulasi b. Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan : Ketakutan Disorientasi yang ditandai dengan perilaku agitasi c. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan : Kerusakan kognitif Kehilangan memori saat ini Konfabulasi Intervensi Keperawatan a. Identifikasi hasil : Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal b. Prioritas : Menjaga keselamatan hidup Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial Libatkan keluarga Pendidikan kesehatan mental c. Usaha perawatan : Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien Implementasi Keperawatan 1. Intervensi Delirium : a. Kebutuhan Fisiologis Prioritas : menjaga keselamatan hidup Kebutuhan dasar dengan mengutamakan nutrisi dan cairan

Jika pasien sangat gelisah perlu : Pengikatan untuk menjaga therapi, tapi sedapat mungkin harus dipertimbangkan dan jangan ditinggal sendiri Gangguan tidur : Kolaborasi pemberian obat tidur, Gosok punggung, Beri susu hangat, Berbicara lembut, Libatkan keluarga, Temani menjelang tidur, Buat jadwal tetap untuk bangun dan tidur, Hindari tidur diluar jam tidur, Mandi sore dengan air hangat, Hindari minum yang dapat mencegah tidur seperti : kopi, dll, Lakukan methode relaksasi seperti : napas dalam b. Disorientasi : Ruangan yang terang Buat jam, kalender dalam ruangan Lakukan kunjungan sesering mungkin Orientasikan pada situasi lingkungan Beri nama/ petunjuk/ tanda yang jelas pada ruangan/ kamar Orientasikan pasien pada barang milik pribadinya ( kamar, tempat tidur, lemari, photo keluarga, pakaian, sandal ,dll) Tempatkan alat-alat yang membantu orientasi massa Ikutkan dalam therapi aktifitas kelompok dengan program orientasi realita (orang, tempat, waktu). c. Halusinasi Lindungi pasien dan orang lain dari perilaku merusak diri Ruangan : Hindari dari benda-benda berbahaya, Barang-barang seminimal mungkin Perawatan 1 1 dengan pengawasan yang ketat Orientasikan pada realita Dukungan dan peran serta keluarga Maksimalkan rasa aman Sikap yang tegas dari pemberi/ pelayanan perawatan (konsisten) d. Komunikasi Pesan jelas Sederhana Singkat dan beri pilihan terbatas e. Pendidikan kesehatan Mulai saat pasien bertanya tentang yang terjadi pada keadaan sebelumnya Seharusnya perawat harus harus tahu sebelumnya tentang : Masalah pasien, Stressor, Pengobatan, Rencana perawatan, Usaha pencegahan, Rencana perawatan dirumah Penjelasan diulang beberapa kali Beri petunjuk lisan dan tertulis Libatkan anggota keluarga agar dapat melanjutkan perawatan dirumah dengan baik sesuai rencana yang telah ditentukan 2. Intervensi Demensia : a. Orientasi Tujuan : Membentuk pasien berfungsi dilingkungannya Tulis nama petugas pada kamar pasien jelas, besar, sehingga dapat dibaca pasien Orientasikan pada situasi lingkungan Perhatikan penerangan terutama dimalam hari Kontak personal dan fisik sesring mungkin Libatkan dalam kegiatan T.A.K Tanamkan kesadaran : Mengapa pasien dirawat, Memberikan percaya diri, Berhubungan dengan orang lain, Tanggap situasi lingkungan dengan menggunakan panca indera, Interaksi personal Identifikasi proses pulang

b. Komunikasi Membina hubungan saling percaya : Umpan balik yang positif, Tentramkan hati, Ulangi kontrak, Respek, pendengaran yang baik, Jangan terdesak, Jangan memaksa Komunikasi verbal : Jelas, Ringkas, Tidak terburu buru Topik percakapan dipilih oleh pasien Topik buat spesipik Waktu cukup untuk pasien Pertanyaan tertutup Pelan dan diplomatis dalam menghadapi persepsi yang salah Empati Gunakan tehnik klarifikasi Summary Hangat Perhatian c. Pengaturan koping Koping yang selama dipakai ini yang positif positif dimaksimalkan dan yang negatif diminimalkan Bantu mencari koping baru yang posistf d. Kurangi agitasi Didorong melakukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak jelas Beri penjelasan Beri pilihan Penyaluran energi : Perawatan mandiri, Menggunakan kekuatan dan kemampuan dengan tepat, misalnya berolahraga Saat agitasi : Tetap senyum, Tunjukkan sikap bersahabat, Empati e. Keluarga dan masyarakat Siapkan keluarga untuk menerima keadaan pasien Siapkan fasilitas dalam berinteraksi dengan dimasyarakat Perlu bantuan dalam merawat 24 jam dirumah, yang diprogramkan melalui : Puskesmas, Pospos pelayanan kesehatan dirumah sakit f. Farmakologi Tergantung penyebab gangguan, seperti : Penyakit Alzheimers Pada orang tua harus hati-hati, karena keadaan yang sensitive g. Wandering Perilaku yang harus diperhatikan oleh pemberi perawatan h. Therapeutik Milieu Stimulasi kognitif i. Intervensi interpersonal Psychotherapi Life review therafi Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan individu dan kelompok dengan saling menceritakan riwayat hidup latihan dan terafi kognitif Therapi relaksasi Kelompok pendukung dan konseling j. Gangguan daya ingat Mulai percakapan dengan menyebut nama anda dan panggil nama pasien Hindarkan konfrontasi atas pernyataan pasien yang salah Penataan barang pribadi jangan dirubah Lakukan program orientasi Daftar Pustaka

1. Fortinash, C.M, dan Holloday, P.A. (1991). Psychiatric nursing care plan. St.Louis : Mosby year book 2. Keltner, N.L, Schueke, L.H dan Bostrom, CE (1991). Psychiatric nursing :a psycho therapeutic management approach. St. Louis : Mosby year book 3. Stuart, Gw. and Sundeen S.J (1995). Perbandingan Delirium, Depresi dan Demensia.St.louis : Mosby year book 4. Stuart, Gw. And Sundeen S.J (1995). Pendidikan Kesehtan Keluarga . St. Louis Mosby Year book 5. Stuart, Gw. And Sundeen S,J (1987). Petunjuk Komunikasi dengan Pasien Demensia.St. Louis Mosby year Book 6. Towsend, M.C (1993). Psychiatric Mental Health Nursing : Concept of Care .Philadelphia, 2nd, Davis Company. 7. Wilson, H.S, and Kneils, C.R . (1992). Psychiatric Nursing . California : Addison

http://yoedhasflyingdutchman.blogspot.com/2010/04/asuhan-keperawatan-pasiendengan_9689.html