Vous êtes sur la page 1sur 3

APLIKASI PENGOLAHAN CITRA BIDANG KEDOKTERAN

Kesehatan merupakan hal yang amat riskan bagi setiap umat manusia baik tua maupun muda. Terlebih semakin berkembangnya jaman penyakitpenyakit baru mulai berdatangan, yang analisanya juga membutuhkan beragam alat canggih. Namun tak perlu khawatir, perkembangan teknologi yang semakin mutakhir banyak membawa manusia semakin mudah dalam melakukan pekerjaannya, salah satunya dalam bidang kedokteran.

Banyak jenis penyakit yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, dengan kata lain membutuhkan bantuan teknologi sebagai alat bantu analisa sebuah penyakit. Ada banyak penerapan teknologi yang digunakan dalam

kedokteran, seperti analisa virus, obat-obatan, jenis penyakit, kandungan kehamilan dan lain sebagainya. Kanker adalah salah satu penyakit yang ganas

dan tidak nampak secara kasat mata namun efek dari penyakit tersebut terasa langsung oleh penderita. Berdasarkan permasalahan tersebut, kanker membutuhkan perangkat teknologi yang membantu bidang kedokteran untuk melakukan analisis. Berikut akan dijelaskan dalam sub-bab selanjutnya. Sinar-X yang kita ketahui tidak hanya dipakai dalam dunia kedokteran. Kemampuan menembus benda dan panjang gelombang yang sesuai, membuat sinar ini dapat dimanfaatkan untuk penelitian di bidang Fisika zat padat untuk melihat susunan atom dalam kirstal atau bahan lain. Dengan ditemukannya kamera CCD (Charged Coupled Device), peralatan sinar-X dijital mulai dikembangkan. Suatu teknik pengolahan citra sinar-X yang relatif sederhana namun memiliki manfaat yang besar. Contonya pada pasien yang ingin diketahui aliran darah pada daerah tubuh tertentu, dilakukan pengambilan radiograf sebanyak duakali pada tempat yang sama. Pengambilan pertama dilakukan secara biasa, sedangkan pada pengambilan yang kedua, pasien terlebih dahulu disuntik dengan zat tertentu yang bisa memberikan kontras pada sinar-X. Pada dasarnya Sinar-X juga dapat menimbulkan efek samping, seperti: 1. Dapat ditimbulkan dari penggunaannya atau hal lain yang diakibatkan radiasi ionisasi. Semua jaringan pada hewan dan manusia peka terhadap radiasi. 2. Penggunaan dosis minimum dengan nilai yang melebihi batas tertentu dapat menyebabkan kerusakan atau perubahan pada jaringan yang terpapar. Jaringan yang sangat rentan terhadap bahaya radiasi antara

lain adalah: kulit, limfatik, hemopoetik, leukopoetik, glandula mamary, thyroid, tulang (pada pusat pertumbuhan epifise), epitel germinal atau gonad. 3. Radiasi ionisasi, mempunyai sifat tidak berwujud/tampak, tidak berbau dan tidak memberikan rangsangan fisik langsung pada objek yang terpapar. Efek radiasi pada objek yang terpapar sangat berbahaya dan bersifat kumulatif dari penyinaran yang terus menerus. Efek yang sering muncul antara lain erithema, alergi hingga mutasi genetik. Referensi:

http://hanaalfiyanthi.blogspot.com/2010/09/pengolahan-citra-dalambidang.html

Modul belajar Video-Gambar.ppt http://alisadikin.tumblr.com/post/14918475308/aplikasi-pengolahancitra-bidang-kedokteran