Vous êtes sur la page 1sur 10

LAPORAN PENDAHULUAN AIDS (Aquired Immunodeficiency Syndrome)

DEFINISI Sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS, acquired immunodeficiency syndrome) diartikan sebagai paling berat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Selama bertahun-tahun.( Brunner & suddart 1997). HIV diartikan sebagai HTLV III (human T-cell lymphotropic virus tipeIII)dan virus yang berkaitan dengan limfadenopati ( LAV; lymphadenopathy associated virus). B. ETIOLOGI Penyebab kelainan imun pada AIDS adalah suatu agen vital yang disebut HIV dari kelompok virus yang dikenal dengan retrovirus. Retrovirus ditularkan oleh darah melalui kontak intim (seksual), dan mempunyai afinitas yang kuat terhadap limfosit T. Pertama kali ditemukan Lymphadenophaty asociated virus (LAV Human T cell lymphotrophyc virus type III (HTLV III) Pada tahun 1986 : human immunodeficiency virus ( HIV-I dan HIV-2) HIV-1 tersebar diseluruh dunia , terbanyak di Eropa dan Amerika. HIV- 2 ditemukan terbesar di negara-negara afrika barat

C. PATOFISIOLOGI Pada retrovirus, informasi genetic ditransmisikan sebagai rantai tunggal RNA. Agar RNA mereplikasi diri, informasi ini ditransfer kedalam DNA rantai ganda dalam nucleus sel hospes. Aliran informasi terbalik atau retro dari RNA ke DNA dibuat mungkin oleh enzim pembalik transcriptase yang terdapat dalam partikel retrovirus. Secara imunologi, pasien-pasien AIDS menunjukkan kerusakan aktivitasi baik imunitas selular maupun humoral. Virus AIDS, HIV, terutama menginfeksi sel helper T4 dengan HIV T4 dari system imun. Sel helper T4 memainkan peranan penting pada respons imun secara keseluruhan. Infeksi pada sel helper T4 dengan HIV mengakibatkan limfopenia berlebihan dengan penurunan respons terhadap antigen dan kehilangan stimulus untuk aktivitasi sel T dan B. selain itu, aktivitas sitotoksik sel pembunuh T8 rusak. Kemampuan fungsi makrofag juga terganggu, dengan penurunan fagositosis dan hilangnya kemotaksis. Pada imunitas humoral, terjadi penurunan respons antibody terhadap antigen, sejalan dengan deregulasi pembentukan antibody. Pada pokoknya, antibody serum meningkat, tetapi kemampuan fungsinya menurun. Efek total kelainan imun ini adalah meningkatnya kerentanan terhadap infeksi oportunistik dan neoplasma. Ringkasan dari kelainan imun dikaitkan dengan AIDS.

HIV
Sel T4

Sel B Makrofag g Penurunan fungsi kerusakan penurunan fagositosis penurunan serum antibodi Limfopenia sitotoksisitas penurunan kemotaksis penurunan respons antibodi

Sel T4

Sel TB

Peningkatan kerentanan terhadap Infeksi oportunistik, neoplasma

D.Cara Penularan Homoseksual pria Hubungan heteroseksual Pemakaian obat bius intravena Darah dan produk, yang mencakup trasfusi yang diberikan pada penderita hemofilia, dapat menularkan HIV kepada pasien. Virus HIV dapat pula ditularkan in utero dari seorang ibu kepada bayinya dan kemudian melalui air susu ibu.

E. Manifestasi klinik
Kemungkinan penyebab Kemungkinan efek

Manifestasi oral Lesi-lesi karena : Candida, herpes simpleks, sarcoma kaposis; kutil papilomavirus oral, gingivitis peridontits HIV; leukoplakia oral. Manifestasi Neurologik Kompleks dimensia AIDS karena: serangan langsung HIV sel-sel saraf.

Nyeri oral mengarah pada kesulitan mengunyah dan menelan. Penurunan masukkan cairan dan nutrisi, dehidrasi, penurunan berat badan dan kelatihan, cacat. Perubahan kepribadian, kerusakan kognitif, konsentrasi dan penilaian, kerusakan kemampuan motorik; kelemahan; perlu bantuan dengan ADL atau tidak mampu melakukan ADL; tidak mampu untuk berbicara atau mengerti; paresis dan/atau plegia; inikontens; menyusahkan pemberi perawatan; ketidak mampuan untuk bekerja; isolasi social Sakit kepala malaise, demam, paralysis total atau parsial;kehilangna kemampuan kognisi, ingatan, penilaian, orientasi atau afek yang sesuai, penyimpangan sensorik; kejang, koma, kematian.

Enselofati akut karena : reaksi-reaksi obat terapeutik; taker lajak obat; hipoksia; hipoglikemia karena pancreatitis akibat obat; ketiak seimbangan elektrolit meningitis atau ensefalitis yang diakibatkan oleh Crytococus, virus herpes simpleks, sitomegalovirus, Mycobacterium tuberculosis, sifilis, candida, taxoplasmagondii; limforma; Infark serebral diakibatkan oleh vaskulitis, sifilis meningovaskular, hipotensi sitemik, dan maranik endokarditis. Neuropti karena : inflamasi demine diakibatkan oleh serangan HIV langsung; reaksi obat; lesi sarcoma kaposis Manifestasi-manifestasi gastrointestinal Diare karena Cryptosporidum, Isopora belli, Microsporidium, Strongiloides stercoides, sitomegalovirus, herpes simpleks, enterovirus, adenovirus, mycobacterium avium intracellulare. Salmonella, shigella, campylobacter, vibrio parahaemolyticus, candida, hitoplasma capsulatum, giardia. Entamoeba histolytica, pertumbuhan cepat flora normal, limfoma, dan sarcoma kaposis Hepatitis karena : Mycobacterium avium intracellulare, cryptococcus, sitomegalovirus,histoplasma, coccidiomycosis, microsporidium, virus Epstein-barr, virus-virus hepatitis A, B, C, D (agen delta) dan E, limfoma, sarcoma Kaposis, penggunan obat illegal, pnyalahgunaan alcohol, dan penggunaan resep obat (terutama obat-obat sulfa) Disfungsi biliari karena : Kolangitis akibat sitomegalovirus dan Cryptosporidium : limfoma dan sarcoma Kaposis Penyakit anorektal karena : abses dan fistula,

Kehilangan control motorik; ataksia, kebas bagian perifer, semutan; rasa terbakar; depresi refleks; ketidakmampuan untuk bekerja menyusahkan pemberi perawatan; isolasi social. Penurunan berat badan, anoreksia, demam, dehidrasi, malabsorpsi; malaise; kelemahan dan keletihan; kehilangan kemampuan untuk melakukan fungsi-fungsi social karena ketidakmampuan meninggalkan rumah; inkontinen dan menyusahkan pemberi perawatan.

Anoreksia, mual, muntah, nyeri abdomen, ikterik, demam, malaise, kemerahan, nyeri persendian, keletihan; hepatomegali, gagal hepatic, kematian.

Neri abdomen, anoreksia, mual, muntah, dan ikterik Eliminasi yang sulit dan sakit, nyeri rectal, gatal-

F. Penatalaksanaan medik a. Pengendalian infeksi Oportunistik Tujuan utama dari pelaksanaan pasien AIDS yang sakit kritis adalah menghilangkan. Mengendalikan, atau pemulihan infeksi oportunistik, infeksi nosokomial, atau sepsis. Digunakan agen-agen farmakologik spesifik untuk mengidenfikasi organisme juga agen- agen eksperimental untuk organisme yang tidak umum. b. Terapi antiretrovirus Obat ini menghambat replikasi viral HIV dengan mnghambat enzim pembalik transkriptase. Meningkatkan aktivitas system imun baik dengan menghambat replikasi virus atau memutuskan rantai reproduksi virus pada proses Zidovudin Dideoksinosin Stavudin Ribavirin Dideoxycytidine Recombinant CD4 dapat larut c. Vaksin dan rekontruksi imun G. Diagnosa Keperawatan

Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan manifestasi HIV, ekskoriasi pada kulit. Diare yang berhubungan dengan kuman pathogen usus dan/atau infeksi HIV Risiko terhadap infeksi yang berhubungan dengan imunodefisiensi Intoleransi aktivitas yang berhubungan keadaan mudah letih, kelemahan, malnutrisi, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, dan hipoksia yang menyertai infeksi paru Perubahan proses pikir yang berhubungan dengan penyempitan rentang perhatian, gangguan daya ingat, kebingungan dan disorientasi yang menyertai ensefalopati HIV Bersihan saluran napas tidak efektif yang berhubungan dengan pneumonia Pneumocystis carinii(PCP), peningkatan sekresi bronkus dan penurunan kemampuan untuk batuk yang menyertai kelemahan serta keadaan mudah letih Nyeri yang berhubungan dengan gangguan integritas kulit perianal akibat diare, sarcoma kaposi dan neuropati perifer

Perubahan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh, yang berhubungan dengan penurunan asupan oral. Isolasi social yang berhubungan dengan stigma penyakit, penarikan diri dari sitem pendukung, prosedur isolasi dan ketakutan bila dirinya menulari orang lain Berduka diantisipasi berhubungan dengan perubahan gaya hidup serta peranannya, dengan prognosis yang tidak menyenangkan Kurang pengetahuan berhubungan dengan cara-cara mencegah penularan HIV dan perawatan mandiri. H. Komplikasi

Berdasarkan data-data hasil penilaian, komplikasi yang mungkin terjadi mencakup : Infeksi oportunitis Kerusakan pernapasan atau kegagalan respirasi Sindrom pelisutan dan gangguan keseimbangan cairan serta elektrolit Reaksi yang merugikan terhadap obat-obatan. I. Pengkajian pasien Data tergantung dari organ-organ/jaringan tubuh yang terkena dan infeksi oportunistik atau kanker spesifik. Aktivitas/istirahat Gejala : Mudah lelah, berkurangnya toleransi terhadap aktivitas biasanya, progresi kelelahan/malaise. Perubahan pola tidur. Kelemahan otot, menurunnya masa otot. Respons fisiologis terhadap aktivitas seperti perubahan dalam TD, frekuensi jantung, pernapasan. Proses penyembuhan luka yang lambat (bila anemia); perdarahan lama pada cedera (jarang terjadi). Takikardia, perubahan TD postural. Menurunnya volume nadi perifer. Pucat atau sianosis; perpanjangan pengisian kapiler. Factor stres yang berhubungan dengan kehilangan, mis, dukungan keluarga, hubungan dengan orang lain, penghasilan, gaya hidup tertentu, dan distress spiritual. Mengkuatirkan penampilan; alopesia, lesi cacat, dan menurunnya berat badan. Mengingkari diagnosa, merasa tidak berdaya, putus asa, tidak berguna, rasa bersalah, kehilangan control diri, dan depresi.

Tanda :

Sirkulasi Gejala : Tanda :

Integritas ego Gejala :

Tanda :

mengingkari, cemas, depresi, takut, menarik diri. Perilaku marah, postur tubuh mengelak, menangis, dan kontak mata yang kurang. Gagal menepati janji atau banyak janji untuk periksa dengan gejala yang sama. Diare yang intermitan, terus menerus, sering dengan atau tanpa disertai kram abdominal. Nyeri panggul, rasa terbakar saat miksi. Feses encer dengan atau tanpa disertai mucus atau darah. Diare pekat yang sering. Nyeri tekan abdominal. Lesi atau abses rectal, perianal. Perubahan dalam jumlah, warna, dan karakteristik urine. Tidak nafsu makan, perubahan dalam kemampuan mengenali makan, mual/muntah. Disfagia, nyeri retrosternal saat menelan. Penurunan berat badan cepat/progresif. Dapat menunjukkan adanya bising usus hiperaktif Penurunan berat badan : perawakan kurus, menurunnya lemak subkutan/masa otot Turgor kulit buruk. Lesi pada rongga mulut, adanya selaput putih dan perubahan warna. Kesehatan gigi/gusi yang buruk, adanya gigi yang tanggal. Edema (umum, dependen). tidak dapat menyelesaikan AKS Memperlihatkan penampilan yang tidak rapi. Kekurangan dalam banyak atau semua perawatan diri, aktivitas perwatan diri. pusing/pening. Perubahan status mental, kehilangan ketajaman atau kemampuan diri untuk mengatasi masalah,Tidak mampu mengingat dan konsenstrasi menurun. Kerusakan sensasi atau indera posisi dan getaran. Kelemahan otot, tremor, dan perubahan ketajaman penglihatan.

Eliminasi Gejala :

Tanda :

Makanan/cairan Gejala :

Tanda :

Higiene Gejala : Tanda :

Neurosensori Gejala :

Tanda : Kebas, kesemutan pada menunjukkan perubahan paling awal). Tanda :

ekstremitas

(kaki

tampak

perubahan status mental dengan rentang antara kacau mental sampai demensia, lupa, konsentrasi buruk, tingkat kesadaran menurun, apatis, retardasi psikomotor/respons melambat. Ide paranoid, ansietas yang berkembang bebas, harapan yang tidak realistis. Timbul refleks tidak normal, menurunnya kekuatan otot, dan gaya berjalan ataksia. Tremor pada motorik kasar/halus, menurunnya motorik fokalis, hemaparesis, kejang. Hemoragi retina dan eksudat (renitis CMV).

Nyeri/kenyamanan Gejala : Nyeri umum atau local, sakit, rasa terbakar pada kaki. Sakit kepala (keterlibatan SSP ). Nyeri dada pleuritis. Tanda : Pembengkakan pada sendi, nyeri pada kelenjar, nyeri tekan. Penurunan rentang gerak, perubahan gaya berjalan/pincang. Gerak otot melindungi bagian yang sakit. ISK sering, menetap. Napas pendek yang progresif Batuk(mulai dari sedang sampai parah), produktif/non produktif sputum (tanda awal dan adanya PCP mungkin batuk spasmodic saat napas dalam). Bendungan atau sesak pada dada. Takipnea, distress pernapasan. Perubahan pada bunyi napas/bunyi napas adventisius. Sputum : kuning (pada pneumonia yang menghasilkan sputum). riwayat jatuh, terbakar, pingsan, luka yang lambat proses penyembuhannya. Riwayat menjalani transfuse darah yang sering atau berulang (mis. Hemofilia, operasi vaskuler mayor, insiden traumatis). Riwayat penyakit defisiensi imun, yakni kanker tahap lanjut. Riwayat/berulangnya infeksi dengan PHS. Demam berulang : suhu rendah, peningkatan suhu intermiten/memuncak: berkeringat malam.

Pernapasan Gejala :

Tanda :

Kelemahan Gejala :

Tanda :

perubahan integritas kulit: terpotong, ruam, mis., eczema, eksantem, psoriasis, perubahan warna, perubahan ukuran/warna mola: mudah terjadi memar yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Rectum, luka-luka perianal atau abses. Timbulnya nodul-nodul, pelebaran kelenjar limfe pada dua area tubuh atau lebih (mis., leher, ketik, paha) Menurunnya kekuatan umum, tekanan otot, perubahan pada gaya berjalan. riwayat perilaku beresiko tinggi yakni mengadakan hubungan seksual dengan pasangan yang positif HIV, pasangan seksual multiple, aktivas seksual yang tidak terlindung, dan seks anal. Menurunnya libido, terlalu sakit untuk melakukan hubungan seks. Penggunaan kondom yang tidak konsisten. Penggunaan pil pencegah kehamilan (meningkatkan kerentanan terhadap virus pada wanita yang diperkirakan dapat terpejana karena peningkatan kekeringan/friabilitas vagina). kehamilan atau resiko terhadap hamil. Genitelia : manifestasi kulit (mis., herpes, kutil): rabas.

Seksualitas Gejala :

Tanda :

Interaksi social Gejala :

masalah yang sering ditimbulkan oleh diagnosis, mis,. Kehilangan kerabat/orang terdekat, teman, pendukung, Rasa takut untuk mengungkapkannya pada orang lain, takut akan penolakan/kehilangan pendapatan. Isolasi, kesepian, teman dekat ataupun pasangan seksual yang meninggal karena AIDS Mempertanyakan kemampuan untuk tetap mandiri, tidak mampu membuat rencana. perubahan pada interaksi keluarga/orang terdekat. Aktivitas yang tak terorganisasi, perubahan penyusunan tujuan.

Tanda :

Penyuluhan/pembelajaran Gejala : kegagalan untuk mengikuti perawatan, melanjutkan perilaku beresiko tinggi (mis., seksual ataupun penggunaan obat-obatan IV). Pertimbangan DRG menunjukkan rerata lama dirawat : 10,2 hari Rencana pemulangan : Memerlukan bantuan keuangan, obat-obatan/tindakan, perawatan kulit/luka, peralatan/bahan, transportasi, belanja makanan dan persiapan: perawatan diri, prosedur keperawatan teknis, tugas

perawatan/pemeliharaan rumah, perawatan anak: perubahan fasilitas hidup.

J. Prioritas keperawatan 1. 2. 3. 4. 5. Mencegah/memperkecil infeksi. Mempertahankan homeostatis. Memberikan rasa nyaman. Memberikan penyesuaian psikososial. Memberikan informasi mengenai proses penyakit/ prognosis dan kebutuhan perawatan.