Vous êtes sur la page 1sur 2

BAB III Rencana Asuhan Keperawatan Osiomielitis III. 1 Pengkajian III.1.

1 Riwayat Keperawatan Identifikasi awitan gejala akut : Nyeri akut, Pembengkakan, Eritma, Demam atau keluarnya pus dari sinus disertai nyeri, Pembengkakan dan demam. Kaji factor resiko : DM, Therapy Kartikosteroid jangka panjang, cidera, Infeksi dan riwayat bedah orthipedi sebelumnya. Hal-hal yang dikaji meliputi : Umur, pernah tidaknya trauma, luka terbuka, tindakan operasi, khususnya operasi tulang dan terapi radiasi. Faktor-faktor tersebut adalah sumber potensial terjadinya infeksi. III.1.2 Pemeriksaan Fisik Area sekitar yang terinfeksi menjadi bengkak dan terasa lembek bila dipalpasi. Bisa juga terdapat eritma atau kemerahan dan panas. Efek sistemik menunjukkan adanya demam biasanya diatas 300C, Takikardia, irriatable, lemah, bengkak, nyeri maupun eritma. III.1.3 Riwayat Psikososial Pasien seringkali merasakan ketakutan, khawatir infeksinya tidak sembuh, takut diamputasi, biasanya pasien dirawat lama di Rumah Sakit sehingga perawat perlu mengkaji perubahan-perubahan kehidupan hubungannya dengan keluarga, pekerjaan atau sekolah. III.1.4 Hasil laboratorium menunjukkan adanya leukositosis dan laju endapan daerah meningkat. 50 % pasien yang mengalami infeksi hematogen secara dini adanya osteomelitis maka dilakukan scanning tulang selain itu dapat pula dilakukan biopsi tulang. III.2 Diagnosa Diagnosa 1 Nyeri berhubungan dengan inflamasi dan pembengkakan Tujuan : Nyeri teratasi Kriteria hasil : - Nyeri berkurang - Tidak mengalami nyeri tekan diarea infeksi.

Intervensi 1. Kaji tingkat dan intensitas nyeri 2. Lakukan imobilisasi untuk mengurangi nyeri 3. Tinggikan area yang sakit 4. Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi persepsi nyeri 5. Kolaborasi dalam pemberian analgetik sesuai program terapi Diagnosa 2