Vous êtes sur la page 1sur 6

ANALISIS SWOT PERUSAHAAN

NAMA NRP

: :

DAHLIAWATI 1110921072

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL JAKARTA .VETERAN JAKARTA

Analisis SWOT Kelompok Usaha Bakrie


May 3rd, 2012

PT. Bakrie & Brothers Tbk. atau sering disebut Bakrie Group / Kelompok Usaha Bakrie (KUB) adalah perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 1), dan merupakan sebuah grup perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Didirikan semenjak 1942. Adalah seorang pengusaha Indonesia kelahiran Lampung 11 Juni 1916 yakni Achmad Bakrie 2), yang telah membuka dan mendirikan usaha tersebut. Dimana sebelumnya bernama CV Bakrie & Brothers (berdagang karet, lada dan kopi). Seperti terlihat di gambar Group Structure 3) berikut ini, terdapat berbagai bidang usaha atau sektor bisnis dari KUB. Yaitu Coal (Bumi Resources), Agribusiness (Bakrie Sumatera), Telecom (Bakrie Telecom), Oil & Gas (Enegeri Mega Persada), Property (Bakrieland), Metal (Bakrie Metal), dan Infrastructure (Bakrie Indo Infrastructure).

Sesuai dengan beberapa keterangan laporan keuangan yang tertera di paling bawah bagan, tertulis consolidated. Artinya laporan dari dari induk perusahaan yang terdiri dari beberapa anak perusahaan. Sehingga dapat diketahui bahwa memang masih terdapat anak perusahaan lainnya dan kelompok usaha seperti Bakrie Pipe Industry, PT. Bakrie Eco Investa, Lapindo Brantas 4), Vivagroup 5), hingga Universitas Bakrie 6) (di bawah Yayasan Pendidikan Bakrie).

Analisis SWOT Kuantitatif Analisis SWOT adalah salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar); yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Pada kesempatan ini, saya akan mencoba membuat analisis SWOT Kuantitatif 7) dari KUB. Tentunya berdasarkan informasi yang saya himpun secukupnya dari berbagai sumber seperti internet, media Televisi, media cetak, dan sumber lainnya. Sehingga hasil akhir berupa opini yang semoga bisa bermanfaat . Cara menyusun analisis SWOT Kuantitatif yaitu dengan menjabarkan faktor internal dan eksternal. Kemudian dinilai Skor dan Bobot. Skor bernilai 1-5, semakin besar maka semakin dianggap penting bernilai. Sedangkan Bobot adalah perbandingan antara satu faktor dengan keseluruhan faktor lainnya. Bobot bernilai 1/4, 2/4, 3/4, hingga 4/4. Lalu dilakukan penghitungan sedemikian rupa hingga menghasilkan angka sebagai penyusun grafik (semacam diagram kartesius) untuk sumbu X dan Y. Analisa dilakukan berdasarkan letak posisi strategi di kuadran. Faktor Strategi Internal menggunakan pertimbangan 4 unsur utama Manajemen dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Yaitu operasional, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia (SDM). Faktor Strategi Eksternal dipengaruhi oleh aspek politik, sosial, hukum, dan ekonomi. Kekuatan / Strength (S) yang dimiliki KUB berupa pengalaman perusahaan selama 70 tahun. Lamanya berkecimpung di berbagai bidang usaha menjadikan kekayaan aset keuangan merupakan kekuatan tersendiri. Begitu juga dengan SDM yang berpengalaman. Diversifikasi bidang usaha melalui anak perusahaan KUB cukup komplek tidak hanya pada bidang-bidang tertentu yang linier. Kelemahan / Weakness (W). Tak bisa dipungkiri jika sebuah grup perusahaan besar memiliki potensi defisit keuangan atau rasio utang cukup tinggi, yang bisa terjadi dalam rentang waktu tertentu atau berupa siklus. Misalnya yang menimpa KUB pada akhir tahun lalu 8 ). KUB juga pernah ditimpa kasus pajak yang berkaitan dengan Gayus Tambunan 9). Sedangkan dari sisi begitu banyaknya bidang usaha alias semakin besar organisasi, maka semakin besar potensi kurang harmonis koordinasi atau komunikasi.

Selisih antara Kekuatan dan Kelemahan (sebagai sumbu X dalam kuadran strategi) = S W = 11.75 7 = 4.75 Peluang / Opportunity (O). Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan semakin bagus 10) , dimana pada tahun 2011 mencapai 6.5 persen. Peluang lain tentu saja berupa kekayaan alam indonesia yang begitu melimpah. Baik kekayaan hasil alam seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, wisata alam, dan seterusnya. Begitu juga dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 259 juta pada tahun lalu 11). Tantangan / Threats (T). Citra negatif atau pandangan masyarakat awam pada umumnya mengenai kasus yang menimpa Lumpur Lapindo Brantas semenjak beberapa tahun lalu hingga kini, masih perlu mendapat perhatian dan penyelesaian yang sebaiknya segera dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Apalagi hal itu tidak terlepas dari iklim politik Indonesia yang penuh resiko. Begitu juga faktor regulasi dan birokrasi pemerintahan yang masih perlu perbaikan untuk menopang pertumbuhan iklim usaha. Dimana persaingan usaha pada masa kini tidak hanya antara satu perusahaan dengan lainnya tetapi mengarah ke persaingan antar grup perusahaan (holding).

Selisih antara Peluang dan Tantangan (sebagai sumbu Y dalam kuadran) = O T = 11 11.75 = 0.75

Sehingga diperoleh titik di kuadran strategi (X, Y) dengan nilai : (4.75, 0.75). Berdasarkan acuan kuadran strategi di bawah ini, maka diketahui posisi KUB ada di Kuadran II alias mempunyai Diversifikasi Strategi.

Seandainya Saya Jadi CEO Group Bakrie KUB mempunyai Komisi Pengawas (Boards of Commissioners) dan Dewan Direksi (Boards of Directors & Management). Presiden Direktur PT. Bakrie and Brothers Tbk. (BNBR) atau Chief Executive Officer (CEO) KUB saat ini adalah Bobby Gafur S. Umar. KUB mencatat laba bersih Rp. 45 miliar selama semester I-2011. Nilai keuntungan yang sangat tinggi dalam ukuran secara umum bagi perusahaan Indonesia. Kenaikan laba bersih sebesar 109 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya 12). Kondisi yang cukup sinkron dengan hasil analisis SWOT Kuantitatif di atas. Dimana posisi KUB berada pada kuadran II. Sumbu X bernilai positif, artinya memiliki kekuatan (S) yang lebih besar daripada Kelemahan (W). Pengalaman puluhan tahun hingga memperoleh laba bersih dengan tren grafik cukup meningkat menjadikan kekuatan KUB cukup solid di kancah dunia bisnis Indonesia. Sedangkan untuk Sumbu Y yang bernilai negatif, artinya bahwa Peluang (O) lebih kecil daripada Tantangan (T). Sehingga perlu dilakukan beberapa Diversifikasi Strategi untuk memperkecil faktor Tantangan dan selalu menjaga Peluang bisnis. Sebab peluang bisnis di Indonesia, dengan melihat kondisi saat ini dan prediksi mendatang, masih cukup menguntungkan bagi KUB untuk melebarkan sayapnya pada usaha Diversifikasi Strategi. Diversifikasi Strategi artinya sebetulnya kondisi internal KUB dalam keadaan yang mantap tetap menghadapi sejumlah Tantangan sehingga membutuhkan terobosan-terobosan baru. Seperti misalnya meng-anekaragam-kan strategi dari sejumlah anak perusahaan. Untuk mengantisipasi faktor Tantangan yang bisa segera meningkat, KUB perlu melakukan peningkatan langkah-langkah agar bisa menopang Tantangan alias menjaga peluang. Dari daftar tantangan di atas, andai saya jadi CEO Group Bakrie, maka beberapa langkah yang

menurut saya tepat dilakukan untuk terus meningkatkan kinerja dan keuntungan KUB agar lebih sehat dan selalu siap menghadapi Tantangan masa yang akan datang yaitu sebagai berikut : 1. Penyelesaian masalah hukum dan regulasi, khususnya yang berkaitan dengan politik seperti disebutkan di atas. Bagaimanapun, aspek politik belum bisa dilepaskan begitu saja kaitannya dengan KUB. 2. Berperan pada sektor pendidikan dan kewirausahaan. Seperti diketahui peran KUB dalam dua (2) sektor di atas sudah terlihat dari banyak hal. Misalnya berperan mencerdaskan generasi muda melalui jalur pendirian Kampus. Begitu juga dengan didirikannya Nusantara Incubation Fund (NIF) & Nusantara Ventures 13), yang berperan dalam bidang inkubasi dan investasi khususnya berkaitan dengan sektor kewirausahaan di bidang usaha seputar teknologi informasi. Namun menurut saya, masih banyak isu-isu lain berkaitan dengan pendidikan dan kewirausahaan yang perlu mendapat perhatian dan dukungan KUB. Seperti upaya pemerataan pendidikan, beasiswa bagi yang kurang mampu, dan kurangnya jumlah pengusaha lokal di Indonesia. Upaya-upaya yang akan sangat mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia agas supaya bisa mengelola sebegitu banyaknya kekayaan SDA Indonesia. 3. Persaingan usaha adalah kondisi yang pasti akan dihadapai. Apalagi bagi KUB yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia bisnis Indonesia bahkan semenjak Kemerdekaan Indonesia. Kenyang pengalaman bisnis selama periode berganti-ganti kepemimpinan / Presiden hingga kini. Oleh karena itu, terus-menerus memperbaiki jaringan bisnis atau menitikberatkan pada Supply Chain Management (SCM) agar selalu diperhatikan. Khususnya berperan pula mengangkat Usaha Kecil Menegah (UKM) lokal dengan menggandengnya misalnya sebagai supplier atau distributor. 4. Krisis energi dan lingkungan hidup semakin menjadi isu penting di abad 21. Oleh karena itu menjadi aspek yang sangat penting diperhatikan khususnya berkaitan dengan operasional perusahaan. Penghematan energi dan ramah lingkungan. Sedangkan peran serta yang bisa dilakukan bagi kemanfaatan yang lebih luas yakni misalnya melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Apa yang sudah dilakukan perlu ditingkatkan. Contoh sederhana yang riil bisa segera dilakukan misalnya adalah penanaman pohon di perkotaan terutama kawasan perkotaan yang terlalu sumpek dengan transportasi yang salah kelola. Peran serta membentuk tata kelola ruang dan wilayah yang baik, pengelolaan sampah hingga daur ulang. Pada poin terakhir yaitu tentang sektor energi khususnya di Indonesia sedang mendapat sorotan. Apalagi pada beberapa bulan terakhir terjadi penundaan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan pembatasan BBM bersubsidi untuk kendaraan dengan cc tertentu. Sudah banyak pakar yang bilang jika pengelolaan energi terbaharukan atau energi kekayaan alam Indonesia belum begitu tersentuh. Harapannya KUB juga turut berperan serta agar sektor energi Indonesia mengalami perbaikan secara berkesinambungan dengan lebih signifikan. Energi kekayaan alam seperti gas alam belum dikelola dan dipergunakan. Begitu juga dengan energi terbaharukan seperti energi matahari dan kincir angin. Sebagai salah satu bentuk nyata dari Diversifikasi Strategi.