Vous êtes sur la page 1sur 3

Definisi, Epidemiologi, Faktor Risiko Appendisitis Oleh: Fredy Rodeardo Maringga, 1106050203 1.

Definisi Appendisitis didefinisikan sebagai inflamasi membran dalam dari appendix vermiformis yang kemudian menyebar ke bagian lainnya.1

2. Epidemiologi Appendisitis adalah salah satu penyebab yang cukup sering dalam kegawatdaruratan bedah dan merupakan penyebab yang paling sering dari nyeri abdomen. Di negara Amerika Serikat 250.000 kasus dilaporkan setiap tahunnya. Insidensi appendisitis akut terus menurun sejak tahun 1940-an dan saat ini insidensinya sebesar 10 kasus per populasi 100.000 orang. Di negara Asia dan Afrika, insidens appendisitis akut lebih rendah karena kebiasaan pola makan orang-orang yang tinggal di daerah ini. Perbandingan kasus appendisitis akut antara laki-laki dan perempuan pada remaja sebesar 3:2 sedangkan pada orang dewasa insidensi appendisitis akut 1,4 lebih kali besar pada laki-laki daripada perempuan. Insidens appendisitis secara bertahap meningkat sejak kelahiran, mencapai puncak pada masa remaja, dan secara bertahap menurun pada orang tua. 1,2

3. Faktor Risiko a. Diet serat Pola makan yang sedikit serat akan meningkatkan risiko terjadinya appendisitis akut. Konsumsi serat yang sedikit akan meningkatkan risiko konstipasi dan dapat menyebabkan bahan feses masuk ke dalam appendiks dan menyebabkan obstruksi. Hal ini berhubungan dengan hasil sebuah penelitian di Afrika Selatan yang menunjukkan persentase penderita appendisitis 0,6% pada orang berkulit hitam di pedesaan, 0,7% pada orang berkulit hitam perkotaan, 2,9% pada orang Indian, 1,7% pada orang EropaAfrika-Malay, dan 10,5% pada orang Kaukasia. Hasil serupa juga diperoleh ketika penelitian dilakukan di negara barat pada komunitas etnik yang berbeda. Perbedaan pada hasil penelitian ini disebabkan oleh pola makan serat yang berbeda antara orang berkulit putih dan berkulit hitam. Peningkatan kasus appendisitis akut di Asia dan Afrika juga disebabkan oleh semakin meluasnya trend memakan junk food yang cenderung rendah serat.1,2

b. Kebersihan Faktor kebersihan sangat berhubungan dengan kasus infeksi dimana infeksi cenderung terjadi pada daerah dengan tingkat kebersihan yang kurang baik. Negara-negara Afrika dan Asia dengan kebersihan yang lebih buruk daripada Amerika Serikat cenderung memiliki kasus appendisitis akut akibat infeksi yang lebih banyak. Faktor kebersihan berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi suatu kelompok. Kondisi sosial ekonomi yang semakin baik pada negara barat adalah penyebab utama dari berkurangnya kasus appendisitis akut pada negara barat.1,2

c. Usia Orang muda mempunyai jumlah jaringan limfoid yang lebih banyak daripada orang tua. Hal ini berakibat ketika terjadi hiperplasia limfoid yang disebabkan oleh obstruksi yang terjadi di lumen appendiks yang dapat menyebabkan appendisitis jika kondisi terus berlanjut. Sedangkan pada orang tua, jaringan limfoid akan cenderung mengalami atrofi sehingga lumen appendiks akan membesar dan kemungkinan terjadinya obstruksi akan semakin kecil.1,2 Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perubahan cuaca dan kelembapan mempunyai pengaruh terhadap insidensi appendisitis akut. Peningkatan kasus appendisitis akut pada musim panas dilaporkan pada banyak penelitian, tetapi penelitian menunjukkan bahawa peningkatan ini ditemukan pada wilayah dataran rendah dan dekat dengan laut. Sementara pada penelitian di dataran tinggi, insidensi appendisitis akut cenderung tinggi pada musim dingin. Ada beberapa faktor yang dicurigai memengaruhi hal ini, yaitu2 a. Efek yang bervariasi dari bakteri dan virus patogen pada temperatur berbeda b.Efek alergen pada musim panas c. Perubahan dari bentuk nutrisi d.Efek dari migrasi karena tujuan turis pada liburan musim panas. Beberapa faktor lain yang disebut-sebut dapat mempengaruhi terjadinya apendisitis akut, yaitu gangguan vaskular, infeksi virus non-spesifik, depresi karena masalah emosional, dan anemia belum diterima secara luas. Penelitian membuktikan bahwa menjadi anak dari ibu yang merokok pada saat hamil berhubungan dengan terjadinya apendisitis akut pada usia remaja dan seterusnya, tetapi hasil ini belum dapat menetapkan merokok sebagai faktor risiko apendisitis akut. Peran genetik dalam perkembangan appendisitis akut juga belum diketahui. Pada sebuah survei yang dilakukan pada 282 pasien appendektomi, 21% di antaranya memiliki saudara tingkat pertama yang punya riwayat appendisitis. Selain itu,

penelitian lain juga membuktikan bahwa ada hubungan antara riwayat apendisitis pada keluarga dengan apendisitis pada seseorang.2-4 Referensi 1. Craig S. Appendicitis [Internet]. [updated 2012 Oct 28; cited 2013 Feb 21]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/773895-overview#showall 2. Sulu B. Demographic and Epidemiologic Features of Acute Appendicitis. In: Lander A, editor. Appendicitis A Collection of Essays from Around the World. Rijeka: InTech; 2012 3. Montgomerry SM, Pounder RE, Wakefield AJ. Smoking in adults and passive smoking in children are associated with acute appendicitis. The Lancet. 1999; 353: 379 4. Ergul E, Ucar AE, Ozgun YM, Korukluoglu B, Kusdemir A. Family history of acute appendicitis. JPMA. 2008; 58(11): 635-7