Vous êtes sur la page 1sur 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NL DENGAN HARGA DIRI RENDAH KRONIS DI RUANG SAHADEWA RSJ PROVINSI BALI TANGGAL

21-22 MEI 2013

OLEH : I WAYAN RUDIANA NIM. 1102115029

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2013

A. PENGKAJIAN 1. Pengkajian a. Pengumpulan Data 1) Identitas Klien Ruang Rawat Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Pendidikan Tanggal rawat Tanggal pengkajian No. CM 2) Alasan Masuk a) Saat MRS Pasien diantar oleh keluarga baju kaos dan celana panjang, dengan keluhan tidak bisa diam. Ketika ditanyas nama, alamat dan umur pasien bisa menjawab dengan benar, pasien tau dirinya sedang berada di RSJ. Pasien mengatakan dipaksa oleh keluarga dibawa ke RSJ karena dikatakan sakit jiwa. Pasien mengatakan tidurnya sedikit, makan, mandi, minum bisa. Pasien mengaku ada masalah dengan keluarga, yaitu pamannya punya ilmu gaib. Pasien mengatakan pernah mendengar suara yang berasa dari rohnya yang menyihir dia. : Sahadewa : NL : 56 tahun : Laki-laki : Tidak bekerja : SD : 26-4-2013 : 21-5-2013 : 026133

Menurut adik pasien, 3 hari yang lalu (23-4-2013) pasien diajak berobat ke Poli RSJ dan mendapat Amitriptyline 2x25 mg, Persidal 2x2 mg, TXP 2x2 mg dan CPZ 1x100 mg. hari pertama minum obat, pasien bisa tidur dan makan atau minum dengan baik, tetapi hari ke 2 dan ke 3 pasien tidak bisa diam, tidur hanya 3 jam. Saat tidur pasien terus menggerakkan tangannya lalu terbangun sambil berjalan jongkok. Dua bulan yang lalu (Februari) ibu pasien meninggal dunia, dan sejak itu pasien mulai bengong-bengong. Pasien pernah dirawat di RSJ 1 kali kira-kira 25 tahun yang lalu karena mengamuk. Sebelum dibawa ke RSJ, pasien mengatakan kepada keluarganya bahwa ia melihat api dan pasien merasa takut. b) Saat Pengkajian Pasien mengatakan saat ini dirinya merasa tidak berguna dan tidak mempunyai orang tua yang menyanyanginya. Pasien mengatakan merasa malu dengan keadaanya saat ini dan tidak 3) Faktor Predisposisi Pasien mengatakan sebelumnya pernah mengalami gangguan jiwa pernah dirawat di RSJ 25 tahun yang lalu, dan pengobatannya berhasil, dimana pasien dapat beradapatasi di rumah dengan baik. Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita sakit yang sama dengan pasien saat ini. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, yaitu pasien ditinggal oleh ayahnya yang meninggal 26 tahun yang lalu.

Masalah

Keperawatan:

Risiko

gangguan

senori

persepsi:

halusinasi, Harga diri rendah kronis. 4) Pemeriksaan Fisik a) Tanda Vital S N : : 36C 80 x/ menit RR TD : : 18 x/ menit 100 / 70 mmHg

b) Ukuran ukuran BB selama sakit TB c) Keluhan Fisik Pasien tidak ada mengalami keluhan fisik. 5) Psikososial a) Genogram : 61 Kg : 166 cm

Keterangan: : : : : : : : Laki laki Perempuan Klien Garis keturunan Garis tinggal serumah Meninggal Orang terdekat

Penjelasan : Pasien merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, pasien hanya mampu mengingat jumlah saudara kandunganya, pasien belum menikah. Pasien mengatakan saat dirumah hanya tinggal sendirian. b) Konsep Diri (1) Gambaran Diri Pasien mengatakan kakinya pincang akibat jatuh beberapa tahun yang lalu tetapi pasien tidak mempermasalahkan hal tersebut. (2) Identitas Diri Pasien mengatakan saat dirumah sehari-hari memelihara sapi, pasien merasa senang dengan pekerjaanya. (3) Peran diri Pasien berperan sebagai seorang anak laki-laki. Pasien berusia 50 tahun, pasien mengatakan sudah telat untuk menikah. (4) Ideal Diri Pasien mengatakan ingin segera pulang agar bisa kembali merawat sapinya. (5) Harga Diri Pasien mengatakan saat ini dirinya merasa tidak berguna dan tidak mempunyai orang tua yang menyanyanginya.

Pasien mengatakan merasa malu dengan keadaanya saat ini dan tidak Masalah keperawatan : Harga diri rendah kronis. c) Hubungan Sosial (1) Orang terdekat Saat pengkajian pasien hanya menjawa orang tua saya. (2) Peran serta dalam masyarakat. Pasien mengatakan dirumah maupun di RSJ jarang ikut kegiatan disekitarnya. (3) Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain. Pasien mengatakan malas bergaul dengan temannya, pasien malu dengan temanya dan lebih senang menyendiri didalam kamar. Masalah keperawatan: Kerusakan interaksi sosial d) Spiritual (1) Nilai dan keyakinan Pasien yakin akan adanya Tuhan, pasien beranggapan bahwa penyakitnya disebabkan medis dan tidak ada kaitannya dengan ilmu-ilmu hitam (2) Kegiatan beribadah Pasien beragama Hindu dan jarang sembahyang bila ada upacara adat saat di rumah dan di RSJ tidak pernah.

6) Status Mental a) Penampilan Penampilan pasien rapi, rambut bersih, gigi tampak bersih. b) Pembicaraan Saat wawancara pasien memberi jawaban singkat nada suara kecil dan lambat saat wawancara pasien hanya mau berbicara apabila ditanya sambil menunduk. Kontak mata kurang. c) Aktivitas motorik Aktifitas motorik pasien tampak pasif, reflek lambat dan pasien tampak lesu. d) Alam perasaan Pasien mengatakan perasaannya saat ini sedih dan malu saat diajak berkomunikasi. e) Afek Hasil observasi didapatkan afek yang ditunjukkan pasien tampak datar. f) Interaksi selama wawancara Pasien tampak cukup kooperatif, kontak mata kurang, lebih sering tenggok kiri atau kanan. g) Persepsi Pasien mengatakan saat ini tidak ada mendengar suara-suara aneh yang tidak nyata. Pasien juga tidak melihat bayanganbayangan yang tidak nyata, tetapi saat dirumah pasien mengatakan ia pernah melihat api dan pasien merasa takut.

h) Proses pikir Pembicaraan saat wawancara pasien mampu menjawab sesuai dengan pertanyaan, jawaban singkat, semua jawaban sesuai dengan topik pembicaraan yang sedang dibicarakan. i) Isi pikir Saat wawancara pasien mengatakan tidak mempunyai

keyakinan yang berlebihan tentang dirinya. j) Tingkat kesadaran Pasien masih mampu mengenal tempat, orang, dan waktu, saat ditanya pasien berada dimana dan hari apa sekarang pasien menjawab Di Rumah Sakit Jiwa dan pasien juga mengatakan sekarang hari Selasa. k) Memori Pasien masih jumlah saudaranya dan kedua orang tuanya sudah meninggal. l) Tingkat Konsentrasi dan Berhitung Pasien kurang mampu berkonsentrasi saat diminta untuk menghitung dari 1-10. m) Kemampuan penilaian Pasien mampu mengambil keputusan yang sederhana, saat ditanya mana lebih dahulu cuci tangan apa makan pasien menjawab cuci tangan dulu sebelum makan.

n) Daya tilik diri Pasien mengatakan dari kecil sudah menderita sakit jiwa yang disebabkan oleh keluarganya mempunyai kekuatan gaib. 7) Kebutuhan persiapan pulang a) Kemampuan pasien memenuhi atau menyediakan kebutuhan: Makanan: ya Keamanan: ya Tempat tinggal: ya Perawatan kesehatan: tidak Pakaian: ya Transportasi: tidak Uang: tidak b) Kegiatan hidup sehari-hari Perawatan diri: pasien mandi 1 kali sehari pada pagi hari. Pasien mengatakan bisa mandi di sore hari. Nutrisi: Pola makan, pasien mengatakan bisa, frekuensi makan 3 x perhari, frekuensi kudapan 2 x perhari, nafsu makan biasa. Tidur: Perasaan setelah bangun tidur: biasa, pasien biasa tidur siang, waktu tidur malam: pk. 20.00 wita. c) Kemampuan klien dalam: Mengantisipasi kebutuhan sendiri (-) Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri: tidak

Mengatur penggunaan obat: diatur petugas Melakukan pemeriksaan kesehatan: jika sakit d) Klien memiliki sistem pendukung Pasien memiliki keluarga e) Kegiatan yang menghasilkan atau hobi: Memelihara sapi saat di rumah 8) Mekanisme koping Pasien mengatakan tidak pernah menceritakan masalah kepada orang lain dan bila memiliki masalah pasien hanya diam. Masalah keperawatan : koping individu tidak efektif 9) Masalah Psikososial dan lingkungan Pasien mengatakan tidak mempunyai masalah dengan dukungan sosial, ekonomi dan lingkungan. 10) Pengetahuan klien Pasien menyadari dan mengetahui dirinya sakit. Pasien mengetahui kalau obat yang diberikan setiap hari adalah agar ia cepat sembuh dari penyakitnya. 11) Aspek Medis Diagnose medis : Depresi berat

Therapi saat pengkajian: - Clorilex tablet 2 x 25 mg - Iglodep tablet 2 x 50 mg

12) Daftar Masalah Keperawatan No Data 1. DS: DO: Saat dirumah pasien mengatakan ia pernah melihat api dan pasien merasa takut. 2. DS: Pasien mengatakan perasaannya saat ini sedih dan malu saat diajak berkomunikasi. Pasien mengatakan saat ini dirinya merasa tidak berguna dan tidak mempunyai orang tua yang menyanyanginya. Pasien mengatakan merasa malu dengan keadaanya saat ini dan tidak DO: Saat wawancara pasien memberi jawaban singkat nada suara kecil dan lambat saat wawancara pasien hanya mau berbicara apabila ditanya sambil menunduk. Kontak mata kurang 3 DS: Pasien mengatakan malas bergaul dengan temannya, pasien malu dengan temanya dan lebih senang menyendiri didalam kamar. DO: Aktifitas motorik pasien tampak pasif, reflek lambat dan pasien tampak lesu. 4 DS: Pasien mengatakan tidak pernah menceritakan masalah kepada orang lain dan bila memiliki masalah pasien hanya diam. DO: Kontak mata kurang. Masalah Keperawatan Risiko gangguan sensori persepsi: halusinasi Harga diri rendah kronis

Kerusakan interaksi sosial

Koping Individu Tak Efektif

POHON MASALAH

Risiko gangguan sensori persepsi: halusinasi

Kerusakan interaksi sosial.(Efek)

Harga Diri Rendah Kronis.(Core Problem)

Koping Individu Tak Efektif (Etiologi)

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Harga diri rendah kronis 2. Kerusakan interaksi sosial 3. Koping individu tak efektif 4. Risiko gangguan sensori persepsi: halusinasi

C. PERENCANAAN

C. PERENCANAAN N o 1 Hari/ Tgl/ Jam Selasa, 21 Mei 2013 10.00 wita Diagnosa Keperawatan Harga diri rendah kronis

Rencana Tujuan TUM : Pasien memiliki konsep diri yang positif TUK: 1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya.

Kriteria Evaluasi

Rencana Tindakan

Rasional

Setelah diberikan 1. Bina hubungan saling 1. Hubungan saling tindakan keperawatan 1 percaya dengan percaya menjadi dasar x pertemuan selama 15 menggunakan prinsip keterbukaan pasien menit diharapkan komunikasi terapeutik kepada perawat. pasien dapat : - Beri salam - Memulai pertemuan 1. Membina hubungan dengan menyapa saling percaya : pasien dengan a. Ekspresi wajah - Sapa pasien dengan sopan. bersahabat. ramah dan baik verbal - Saling berkenalan b. ada kontak mata maupun non verbal. akan menimbulkan c. mau berjabat rasa keakraban tangan. - Perkenalkan diri dengan klien. d. mau dengan sopan. - Menimbulkan rasa menyebutkan kenyamanan pasien nama. - Tanyakan nama saat berinteraksi. e. mau menjawab lengkap pasien dan - Pasien mengerti salam. nama panggilan yang maksud perawat f. mau duduk disukai klien. melakukan interaksi

berdampingan dengan perawat Mau mengutarakan masalah yang dihadapi

- Jelaskan tujuan pertemuan. - Jujur dan menepati janji. - Tunjukkan sikap empati dan menerima pasien apa adanya - Berikan perhatian kepada klien.

2. Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang di milikinya.

Setelah interaksi selama 1x15 menit diharapkan pasien menyebutkan aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien

3.

Pasien dapat menilai kemapauan yang digunakan.

Setelah interaksi selama 1x15 menit diharapkan pasien

- Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. - Bersama pasien buat daftar tentang aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien. - Beri pujian yang realistik dan hirdarkan memberi penilaian yang negatif. - Diskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat

dengannya. Menambah rasa percaya pasien kepada perawat. - Menimbulkan kenyamanan pasien karena perawat menerima keadaan mereka. - Dengan memberi perhatian, pasien akan merasa nyaman saat berinteraksi. - Mengetahui kemampuan yang dimiliki klien - Mengetahui berbagai macam kemampuan yang dimiliki klien. - Pujian akan menambah motivasi pasien untuk mengungkapkan kemampuannya. - Mengetahui kemampuan apa saja yang masih bisa

menilai kemampuan yang dapat digunakan di RSJ, pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan dirumah

digunakan selama sakit. - Diskusikan kemampuan yang dapat dilajutkan di rumah sakit - Beri reinforcement positif - Meminta pasien untuk memilih satu kegiatan yang mau dilakukan di rumah sakit. - Bantu pasien melakukannya jika perlu beri contoh. - Beri pujian atas keberhasilan klien. - Diskusikan jadwal kegiatan harian atas kegiatan yang telah dilatih. - Beri kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan. - Beri pujian atas keberhasilan klien. -

4. Pasien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Setelah interaksi selama 1 x 15 menit diharapkan pasien memiliki kemampuan yang akan dilatih, pasien mencoba sesuai jadwal harian.

5. Pasien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya.

Setelah interaksi selama 1x30 menit diharapkan Pasien melakukan kegiatan yang telah dilatih, mampu melakukan

dilakukan selama dirawat. Merencanakan kemampuan yang akan dilakukan di rumah Pujian akan menambah notivasi pasien beraktifitas. Merencanakan kegiatan yang dapat dilakukan di rumah sakit. Mempermudah pasien dalam memahami kegiatannya. Menambah motivasi pasien untuk melakukan kegiatan lain Membuat jadwal kegiatan sesuai kemampuan klien. Mengetahui kemampuan pasien dalam melakukan suatu kegiatan. Menambah motivasi pasien untuk

beberapa kegiatan secara mandiri - Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah. 6. Pasien dapat Setelah interaksi selama memanfaatkan 1 x 15 menit sistem pendukung diharapkan Keluarga yang ada. memberi dukungan dan pujian, keluarga memahami jadwal kegiatan harian klien - Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat pasien dengan harga diri rendah. - Bantu keluarga memberikan dukungan selama pasien dirawat. - Jelaskan cara pelaksanaan jadwal kegiatan pasien di rumah. -

- Anjurkan keluarga memberi pujian pada pasien setiap berhasil.

melalakuan kegiatan lain. Bertukar pikiran tentang kegiatan yang akan dilakukan dirumah. Menambah pengetahuan keluarga tentang cara merawat pasien dengan harga diri rendah. Membantu keluarga untuk memotivasi klein selama dirawat di rumah sakit jiwa. Keluarga mengerti tentang beberapa kegiatan yang akan dilakukan pasien dirumah Pujian akan menambah motivasi pasien untuk melakukan berbagai aktifitas lain.

D. IMPLEMENTASI Hari/Tgl/ Dx Jam Selasa, DX.1 21 Mei TUK 1 2013 Pk. 10.35 wita Tindakan Keperawatan Membina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik : - Memberi salam. - Menyapa pasien dengan ramah baik verbal maupun non verbal. - Memperkenalkan diri dengan sopan. - Menanyakan nama lengkap pasien dan nama panggilan yang disukai klien. - Menjelaskan tujuan pertemuan dan kontrak waktu. - Menunjukkan sikap empati dan menerima pasien apa adanya. - Memberikan perhatian kepada klien. Memberi kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan perasaannya. Mendengarkan ungkapan perasaan pasien dengan empati. - Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. - Bersama pasien buat daftar tentang aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien. - Memberi pujian yang realistik dan hirdarkan memberi penilaian yang negatif. Respon Klien S:- Pasien mengatakan pagi Pak, Nama Saya NL, senang dipanggil L. - Pasien mengatakan senang bertemu dan berkenalan dengan perawat. O:- Pasien diam sesaat dan sesekali menatap perawat - Pasien mau berjabat tangan dan menyebutkan nama, pasien mau duduk berdampingan dengan perawat. Paraf

Rabu, DX.1 22 Mei TUK 2 2013 Pk. 09.00 wita

S:- Pasien mengatakan bisa mencari rumput buat sapi dan bisa memelihara sapi di rumah O: - Pasien tampak menunddukan kepala - Kontak mata kurang

Rabu, DX.1 22 Mei TUK 3 2013 Pk. 11.00 wita

- Mendiskusikan dengan pasien kemampuan S: - Pasien mengatakan bisa memotong yang masih dapat digunakan selama sakit. rumput yang ada dihalaman. - Mendiskusikan kemampuan yang dapat O: - Pasien dapat menilai kemampuan yang dilajutkan di rumah sakit bisa digunakan. - Memberi reinforcement positif

E. EVALUASI

Hari / Tanggal / Jam Rabu, 22 Mei 2013 Pk. 11.00 wita

Diagnosa keperawatan Harga diri rendah kronis S:

Evaluasi (SOAP) Pasien mengatakan pagi Pak, Nama Saya NL, senang dipanggil L. Pasien mengatakan senang bertemu dan berkenalan dengan perawat. Pasien mengatakan bisa mencari rumput buat sapi dan bisa memelihara sapi di rumah Pasien mengatakan bisa memotong rumput yang ada dihalaman. O: Pasien diam sesaat dan sesekali menatap perawat Pasien mau berjabat tangan dan menyebutkan nama, pasien mau duduk berdampingan dengan perawat. Pasien tampak menunddukan kepala Kontak mata kurang Pasien dapat menilai kemampuan yang bisa digunakan. A: P: Pertahankan kondisi pasien dan lanjutkan intervensi 4,5 dan 6 TUK TUK 1,2, dan 3 teratasi