Vous êtes sur la page 1sur 11

Blok Asuhan Gizi Klinik Penyakit Degeneratif dan Metabolik Judul Kuliah : Asuhan Gizi Pada Diabetes Mellitus

Dosen : Martalena Br Purba, Ph.D Tanggal : 23 April 2013 Edisi : 6 Domi, Andini, Caca, Ayu, Indah, Wahyu, Nurina, Ema, Nadiah, Alia, Tari, Ridha, Ochi, Eris, Sari Eprina, Windy, Dyah, Kathy, Syefira, Silvi, Shinta, Laras, Shanti, Arif, Rina, Faishal, Hanum, Darus A. Manajemen Diabetes ada empat pilar atau dikenal dengan istilah tetralogi, antara lain : 1. Edukasi pasien & keluarga 2. Terapi gizi medis 3. Perubahan gaya hidup : aktifitas fisik, menejemen stress, jumlah jam tidur, rekreasi 4. Intervensi farmakologis Fyi : Nah, dulu sempat ada lima pilar atau pentalogi lho temans, yg kelima yaitu cangkok pankreas. Namun, karena hal ini tidak umum di lakukan di Indonesia maka dihapus deh.. Di Indonesia ada Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) yang berisi para ahli endokrin yang fokusnya pada penanganan masalah endokrin seperti Diabetes Mellitus dan tiroid. Selain itu, ada juga Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI) yang berperan dalam memberikan edukasi kepada pasien DM dan keluarganya. PEDI ini memiliki tim minimal yang terdiri dari dokter, ahli gizi, dan perawat. Namun, ada juga yang menambahkan psikolog, farmasis, dan sosial medik ke dalam tim PEDI. Nah, berikut peran dari masing-masing anggotanya : a. Dokter memberikan edukasi tentang penyakit pasien dan cara pengobatannya b. Ahli Gizi memberikan terapi gizi medis seperti apa saja makanan yang diperbolehkan dan tidak, makanan ber-Indeks Glikemik, carbohydrate counting c. Perawat menjelaskan ke pasien tentang gaya hidup (lifestyle), aktifitas fisik, olahraga yang boleh diikuti Sebagai tambahan info, pemeriksaan gula darah dapat dilakukan dengan cara : 1. GDN/GDP atau Gula Darah Nuchter/Gula Darah Puasa yaitu pemeriksaan gula darah setelah pasien disuruh berpuasa selama 8-12 jam sebelum di ambil darahnya 2. GD2jpp atau Gula Darah 2 jam postprandial yaitu pemeriksaan gula darah setelah diberikan pembebanan glukosa (seperti minum cairan glukosa) atau bisa dengan makanan sehari-hari, lalu diambil darahnya 3. GDS atau Gula Darah Sewaktu yaitu pemeriksaan gula darah tanpa memperhatikan puasa atau makanan yang dikonsumsi, jadi terserah dia mau makan apa aja, terus diambil darahnya Nah, ketiganya memiliki nilai cut off yang berbeda-beda tentunya.. Intervensi farmako terdiri dari : 1. Obat Hipoglikemik Oral (OHO) yaitu obat untuk menurunkan kadar glukosa darah secara oral yaitu dengan cara diminum 2. Insulin (diinjeksi/disuntik) yaitu untuk merangsang pankreas memproduksi insulin, menekan produksi glukagon oleh hepar, merangsang sensitivitas insulin B. Latar belakang Terapi Gizi Medis (Medical Nutrition Therapy) Merupakan pilar utama terapi diabetes yang terdiri dari diet, olahraga/aktifitas fisik, edukasi. Konsumsi makanan berakibat langsung akan atau gula darah (yaitu hiperglikemia yang akan berdampak pada komplikasi kronis atau hipoglikemia dimana gula darah <80 mg/dl

yang berakibat pada berkurangnya energi ke otak sehingga akan terjadi penumpukan cairan di otak oedema cerebri kematian batang otak) Masalah utama pada pasien DM itu mengenai kepatuhan diet. American Diabetes Association (ADA, 1994) merekomendasikan terapi gizi medis atau MNT (Medical Nutrition Therapy) yang langsung ditangani oleh seorang dietisien. Pendekatan tim yang terdiri dari dokter, ahli gizi, perawat, petugas kesehatan lain + pasien untuk mencapai kontrol metabolik yang baik C. Objectives of MNT in diabetics (Tujuan MNT) 1. Achieve & maintain blood glucose: 80-110 mg/dl fasting, 100-140 bedtime, HbA1c <6.5% (Mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah normal yaitu 80-100 mg/dl untuk puasa, 100-140 mg/dl untuk bedtime, HbA1c <6,5%) *HbA1c yaitu hemoglobin yang terglukosilasi. Jadi klo gula darah naik, Hb akan diikat oleh glukosa. HbA1c dilakukan untuk monitoring selama 3-4 bulan (karena usia sel darah merah kan 120 hari) 2. Achieve & maintain IBW range. A modest weight gain in adult risk of NIDDM. (Mencapai dan mempertahankan BB normal atau BB ideal) 3. Improve -cell functioning. (Memperbaiki fungsi sel beta) 4. Prevent / minimize complications. (Meminimalisasi komplikasi) 5. Manage problems of compulsive or binge eating. (Memanajemen permasalahan pada gangguan makan) 6. Improve general health status. (Memperbaiki status kesehatan) D. TARGET BERAT BADAN Nilai IMT Asia Pasifik IMT= BB (kg)/ TB2(m) Asia Gizi Kurang <18,5 Gizi Baik 18,5 22,9 Kelebihan BB dengan risiko 23,0 24,9 Obese I 25,0 29,9 Obese II 30 E. Antropometric & Metabolic Status (Purba et al, 2002) Cholesterol Triglycerid Glucose 0.17 **** 0.12 *** 0.02 Weight 0.05 -0.01 Height -0.10 *** 0.21 **** 0.14 *** Abdominal 0.11 *** 0.13 **** 0.12 *** A/ H ratio 0.13 **** 0.20 **** 0.17 **** BMI 0.11 *** 0.30 **** 0.09 ** -0.03 TBF (%) -0.30 **** -0.08 ** 0.05 FFM F. Tiga Aspek Sentral Preskripsi Diet Diabetes dengan 3 J 1. TEPAT JADWAL JADWAL MAKAN : a. 3 kali makan utama Pagi, Siang, Malam b. 2 - 3 kali selingan Selingan pagi, Selingan sore, Selingan malam *Selingan malam bersifat wajib pada pasien DM yang melakukan suntik insulin karena kadar gula darah bisa drop (turun drastis) klo antara makan malam dan sarapan tidak ada yang dikonsumsi. Suntik insulin itu per 1 unitnya = 15 gram karbohidrat.

2. TEPAT JUMLAH JUMLAH BERBEDA TIAP INDIVIDU tergantung Berat badan, Tinggi badan, Usia, Gender, Aktifitas fisik, Gula darah 3. TEPAT JENIS JENIS MAKANAN a. YANG TERBATAS: Karbohidrat terutama yg sederhana (monosakarida) karena langsung diserap tubuh sehingga dapat menaikkan glukosa darah Lemak & minyak seperti gorengan makanan padat energi (misalnya pisang goreng tepung itu kan tepungnya udah banyak banget plus ditambah lemak yang banyak terserap ke tepungnya itu sendiri) b. BEBAS/ SEKEHENDAK: Sayuran terutama sayuran kelompok A : kol, kembang kol, tomat, ketimun, sawi, tauge, selada G. DIET Diabetes Mellitus 1. Konsensus PERKENI tahun 2006 a. 45 60 % karbohidrat b. 10 15 % protein c. 20 25 % lemak d. < 300 mg kolesterol 2. Askandar Tj (1978) 13 macam diit DM Diet B1 : komposisi 60 % karbohidrat, 20 % protein, 20 % lemak H. Syarat Diet : Jumlah 1. Kebutuhan kalori - Cukup untuk mempertahankan BB, pertumbuhan, dan perkembangan - Jumlah kalori sesuai dengan BB, umur, jenis kelamin dan aktivitas Penentuan kebutuhan kalori :
BBR % = BB TB - 100 x 100 %

2.

3.

4.

5.

Kurus (underweight) : BBR < 90% kebutuhan Kalori : BB X 40 60 kcal / hari Normal (ideal) : BBR 90 110% kebutuhan Kalori : BB X 30 kcal / hari Gemuk (overweight) : BBR > 110% kebutuhan Kalori : BB X 20 kcal / hari Obesitas : BBR > 120% kebutuhan Kalori : BB X 10 15 kcal / hari Karbohidrat Konsensus DM 50 60 % total kalori ADA 50 60 % total kalori Diet B dan B1 : 68 % total kalori dan 60 % total kalori Protein Konsensus DM : 10 15 % total kalori Khusus ibu / menyusui dan anak : 20 % Nephropaty diabetik : 0.6 1.2 g / kg BB / hr (tergantung tingkatan klinik) Lemak Konsensus DM : 20 25 % total kalori MUFA tinggi, pembatasan PUFA dan SAFA Kolesterol : < 300 mg / hr Vitamin dan mineral Seperti populasi umum kecuali pada DMHT (Diabetes Mellitus dengan Hipertensi Natrium perlu dibatasi)

I.

J.

K.

L.

6. Serat Kandungan serat + 25 g/hr 7. Gula Tidak lebih 5 % dari total kalori/hr (Pada enteral I, III, V) 8. Pola pemberian makan 3 X makanan utama 3 X makanan selingan Interval 3 jam Pembagian kalori : a. makan pagi : 20% total kalori b. makan siang dan malam @ 25% total kalori c. makanan selingan @ 10% total kalori Ini cuma sekedar info tambahan aja mengenai diet pada pasien diabetes, untuk lebih jelasnya bisa cari literature sendiri-sendiri ya friends Diet-B mempunyai komposisi 68% kalori karbohidrat, 20% kalori lemak, dan 12% kalori protein, berbeda dengan Diet-Diabetes (Diet-A) yang biasanya mengandung karbohidrat sekitar 40 50%, lemak 30 35%. Diet tinggi karbohidrat bentuk kompleks (bukan monosakarida) yang diberikan dalam dosis terbagi, dapat meningkatkan atau memperbaiki glucose uptake (pembakaran glukosa) di jaringan perifer, dan regimen ini memperbaiki kepekaan sel beta pankreas untuk sekresi insulin. Dalam Diet-B tersebut banyak terkandung serat yang sumber seratnya berasal dari Sayuran Golongan-A dan Sayuran Golongan-B. Tingginya serat ini dapat menekan kenaikan kadar kolesterol darah, karena serat tersebut akan meningkatkan jumlah kolesterol yang diekskresi ke dalam usus dari empedu yang seterusnya dikeluarkan bersama tinja. atau teman2 bisa cek di http://retnotbs.files.wordpress.com/2012/11/prof-askandar-garis-besarpola-makan-pola-hidup-sbg-pendukung-terapi-dm.pdf Index Glikemi makanan Reaksi tubuh berbeda terhadap jenis komplex karbohidrat (CHO) dan kombinasi makanan. Komplex CHO nilai IG berbeda Kacang2an mempungai IG lebih rendah dari sayur akar-akaran & serealia (Beebe, 1987). Makanan tinggi serat itu IG-nya lebih rendah dibanding makanan rendah serat. Diit KV = Diit Ateroprotektif Penerapan sejak 1999 Susunan energi = diit B (68% CHO, 12% protein, 20% lemak, <300 mg kolesterol) Dilengkapi dengan 5 bahan makanan sumber: a. Arginin ( produksi Nitric Oxide) b. Serat 25-30 g / hari Bersifat vasodilatatif c. Asam folat dan ateroprotektif d. Pyridoxin e. Cobalamin Suplemen 1. TKW Tomat: sumber lycopene , Kacang: purin & arginin , Wortel: betacarotene & lycopene 2. PJKA Pepaya, Jeruk, Kurma, Apel 3. BK Brokoli , Kubis Saran untuk Pasien Diabetes Mellitus 1. Banyak Makan Sayur Baik Untuk Diabetisi 2. Sayuran & Buah Sumber Antioksidan 3. Buah-buahan Baik Sebagai Snack

* Pasien DM butuh serat larut yang terdapat pada buah dan sayur yang akan langsung diserap tubuh sehingga dapat menurunkan kadar glukosa M. Konseling Gizi Tekankan makan utama & snack teratur. Atur diri sendiri: mengatasi stress, makan di luar rumah, pesta, kenduri, olah raga, label makanan. Aktif support group, modifikasi perilaku & konseling gizi. Perubahan kecil bertahap self-esteem . Modifikasi diet tahap demi tahap lebih baik dari pada sesaat saja N. Membaca Label Makanan 1. Informasi perlu diperhatikan dalam membaca label makanan a. Nama produk : b. Besar porsi : c. Jumlah porsi per pak/ kaleng : d. Energi per porsi : e. Protein per porsi (g) : f. Lemak per porsi (g) : g. Karbohidrat per porsi (g) : h. Bahan-bahan : 2. Hitung nilai Total Glukosa yang Ada (TGA) : 3. Produk ini DAPAT/ TIDAK digunakan dalam menyusun menu seimbang diabetisi baik untuk sarapan, makan siang, makan malam, makanan selingan. O. Hal yang perlu dimonitor pada pasien DM adalah : 1. Berat Badan BB memadai 2. Tercapainya kontrol metabolik Macam Pemeriksaan Baik Sedang Buruk Glukosa darah Puasa (mg/dl) 80 109 110 - 125 126 Glukosa darah 2 jam (mg/dl) 80 - 144 145 - 179 180 A1C (%) < 6,5 6,5 8 >8 Kolesterol Total (mg/dl) < 200 200 - 239 240 Kolesterol LDL (mg/dl) < 100 100 - 129 130 Kolesterol HDL (mg/dl) > 45 Trigliserida < 150 150 -199 200 Tekanan Darah < 130/80 130-140/80-90 > 140/90 TAMBAHAN MATERI DIET PENYAKIT DIABETES MELITUS Tujuan Diet Menurut Almatsier (2008), tujuan Diet Penyakit Diabetes Melitus secara umum adalah, membantu pasien memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik, dengan cara: 1. Mempertahankan kadar glukosa darah supaya mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin (endogenous atau exogenous), dengan obat penurun glukosa oral dan aktivitas fisik. 2. Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal. 3. Memberi cukup energi untuk mempertahankan atau mencapai berat badan normal. 4. Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin seperti hipoglikemia, komplikasi jangka pendek, dan jangka lama serta masalah yang berhubungan dengan latihan jasmani. 5. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal.

Tujuan Diet DM tipe 1 (Hartono, 2012) 1. Mengendalikan kadar glukosa dan lemak darah. 2. Memperhatikan asupan energi dan protein untuk tumbuh kembang di samping kebutuhan gizi lainnya. 3. Menghasilkan status kesehatan dan gizi yang memadai. 4. Mencegah komplikasi akut maupun kronis yang dapat membawa kematian atau disabilitas. Prinsip Diet DM Tipe 2 Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Pada penyandang diabetes perlu ditekankan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadwal makan, jenis, dan jumlah makanan, terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin (PERKENI, 2011). Syarat-syarat Diet Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 menurut PERKENI (2011): Karbohidrat Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45-65% total asupan energi. Pembatasan karbohidrat total <130 g/hari tidak dianjurkan Makanan harus mengandung karbohidrat terutama yang berserat tinggi. Gula dalam bumbu diperbolehkan sehingga penyandang diabetes dapat makan sama dengan makanan keluarga yang lain Sukrosa tidak boleh lebih dari 5% total asupan energi. Pemanis alternatif dapat digunakan sebagai pengganti gula, asal tidak melebihi batas aman konsumsi harian (Accepted-Daily Intake) Makan tiga kali sehari untuk mendistribusikan asupan karbohidrat dalam sehari. Kalau diperlukan dapat diberikan makanan selingan buah atau makanan lain sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari. Lemak Asupan lemak dianjurkan sekitar 20-25% kebutuhan kalori. Tidak diperkenankan melebihi 30% total asupan energi. Lemak jenuh < 7 % kebutuhan kalori Lemak tidak jenuh ganda < 10 %, selebihnya dari lemak tidak jenuh tunggal. Bahan makanan yang perlu dibatasi adalah yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans antara lain: daging berlemak dan susu penuh (whole milk). Anjuran konsumsi kolesterol <200 mg/hari. Protein Dibutuhkan sebesar 10 20% total asupan energi. Sumber protein yang baik adalah seafood (ikan, udang, cumi,dll), daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Pada pasien dengan nefropati perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/KgBB perhari atau 10% dari kebutuhan energi dan 65% hendaknya bernilai biologik tinggi. Natrium Anjuran asupan natrium untuk penyandang diabetes sama dengan anjuran untuk masyarakat umum yaitu tidak lebih dari 3000 mg atau sama dengan 6-7 gram (1 sendok teh) garam dapur. Mereka yang hipertensi, pembatasan natrium sampai 2400 mg. Sumber natrium antara lain adalah garam dapur, vetsin, soda, dan bahan pengawet seperti natrium benzoat dan natrium nitrit. Serat

Seperti halnya masyarakat umum penyandang diabetes dianjurkan mengonsumsi cukup serat dari kacang-kacangan, buah, dan sayuran serta sumber karbohidrat yang tinggi serat, karena mengandung vitamin, mineral, serat, dan bahan lain yang baik untuk kesehatan. Anjuran konsumsi serat adalah 25 g/hari. Pemanis alternatif Pemanis dikelompokkan menjadi pemanis berkalori danpemanis tak berkalori. Termasuk berkalori adalah gula alkohol dan fruktosa. Gula alkohol antara lain isomalt, lactitol, maltitol, mannitol, sorbitol dan xylitol. Dalam penggunaannya, pemanis berkalori perlu diperhitungkan kandungan kalorinya sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari. Kebutuhan kalori Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan penyandang diabetes. Di antaranya adalah dengan memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25-30 kalori/kgBB ideal, ditambah atau dikurangi bergantung pada beberapa faktor seperti: jenis kelamin, umur, aktivitas, berat badan, dll. Perhitungan berat badan Ideal (BBI) dengan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sbb: Berat badan ideal (BBI) = 90% x (TB dalam cm - 100) x 1 kg. Bagi pria dengan tinggi badan di bawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, rumus dimodifikasi menjadi : Berat badan ideal = (TB dalam cm - 100) x 1 kg. BB Normal : BBI 10 % Kurus : < BBI - 10 % Gemuk : > BBI + 10 % Perhitungan berat badan ideal menurut Indeks Massa Tubuh (IMT).Indeks massa tubuh dapat dihitung dengan rumus: IMT = BB(kg)/ TB(m2) Klasifikasi IMT* BB Kurang < 18,5 BB Normal 18,5-22,9 BB Lebih 23,0 *WHO WPR/IASO/IOTF dalam The Asia-Pacific Perspective:RedefiningObesity and its Treatment. Dengan risiko 23,0-24,9 Obes I 25,0-29,9 Obes II > 30 Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori antara lain : Jenis Kelamin Kebutuhan kalori basal pada wanita lebih kecil daripada pria. Kalori basal wanita = 25 kal/kg BB Kalori basal pria = 30 kal/kg BB Umur > 40 tahun : (40-59 tahun) = - 5% x kebutuhan basal (60-69 tahun = - 10% x kebutuhan basal > 70 tahun = - 20% x kalori basal Aktivitas Fisik atau Pekerjaan Kebutuhan kalori dapat ditambah sesuai dengan intensitas aktivitas fisik. Keadaan istirahat = + 10% x kebutuhan basal Aktivitas ringan = + 20% x kebutuhan basal Aktivitas sedang = + 30% x kebutuhan basal Aktivitas sangat berat = + 50% x kebutuhan basal

Gemuk = - 20-30% tergantung kepada tingkat kegemukan Kurus = + 20-30% sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan BB. Untuk tujuan penurunan berat badan jumlah kalori minimal yang diberikan untuk: Wanita = 1000-1200 kkal perhari Pria = 1200-1600 kkal perhari Makanan sejumlah kalori terhitung dengan komposisi tersebut di atas dibagi dalam 3 porsi besar untuk makan pagi (20%), siang (30%), dan sore (25%), serta 2-3 porsi makanan ringan (10-15%) di antaranya. Untuk meningkatkan kepatuhan pasien, sejauh mungkin perubahan dilakukan sesuai dengan kebiasaan. Untuk penyandang diabetes yang mengidap penyakit lain, pola pengaturan makan disesuaikan dengan penyakit penyertanya. Bahan Makanan yang Dianjurkan: Bahan makanan yang dianjurkan untuk Diet Diabetes Melitus adalah sebagai berikut: 1. Sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, mie, kentang, singkong, ubi dan sagu. 2. Sumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. 3. Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna. Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dan dibakar. Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan (dibatasi/dihindari): Bahan makanan yang tidak dianjurkan, dibatasi, atau dihindari untuk Diet Diabetes Melitus adalah sebagai berikut: 1. Mengandung banyak gula sederhana, seperti: a. Gula pasir, gula jawa, madu b. Sirop, jam, jeli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman boyol ringan, dan es krim. c. Kue-kue manis, dodol, cake, dan tarcis. 2. Mengandung banyak lemak, seperti: cake, makanan siap saji (fast food), goreng-gorengan. 3. Mengandung banyak natrium, seperti: ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan. 4. Makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi, seperti: kentang panggang, roti gandum, tepung jagung, semangka, nanas, melon, dll. Perhitungan Kebutuhan Kalori bagi pasien DM Kalori Basal: Wanita = BBI (kg) x 25 kal = ------------- kalori pria = BBI (kg) x 30 kal = ------------- kalori Koreksi/Penyesuaian: Umur> 40 tahun : (40-59 tahun) = - 5% x kebutuhan basal (60-69 tahun = - 10% x kebutuhan basal > 70 tahun = - 20% x kalori basal = - ------------ kalori Aktivitas Fisik atau Pekerjaan Keadaan istirahat = + 10% x kebutuhan basal Aktivitas ringan = + 20% x kebutuhan basal Aktivitas sedang = + 30% x kebutuhan basal Aktivitas sangat berat = + 50% x kebutuhan basal = + ----------- kalori Gemuk Kurus = - 20-30% x kebutuhan basal = + 20-30% x kebutuhan basal = + 10-30% x kebutuhan basal

= -/+ --------- kalori

= + 300 kalori = + 500 kalori Total kebutuhan

= + ----------- kalori = ------------- kalori

STANDAR DIET DIABETES MELITUS Berdasarkan Buku Bahan Makanan Penukar Edisi Ketiga Tahun 2010 Bahan 110 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500 Makanan 0 kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal Penukar kkal Karbohidrat 2 3 4 5 5 6 7 7 Hewani 2 2 2 2 2 2 2 2 Hewani * 1 1 1 1 1 1 1 1 Nabati 2 2 2 2 2 3 3 5 Sayuran A S S S S S S S S Sayuran B 2 2 2 2 2 2 2 2 Buah 4 4 4 4 4 4 4 4 Susu tanpa lemak 1 1 Minyak 3 4 4 4 6 7 7 7 Nilai Gizi Energi (kkal) 113 1336 1569, 1655, 1903 2074 2295 2533 0 5 5 Protein (g) 43 52 58,5 62,5 64 69 73 85 Lemak (g) 30 40 41,5 41,5 51 58 63 69 Karbohidrat (g) 172 192 235 238 295,5 319 359 393 Keterangan : S = Sekehendak Protein rendah lemak (2 g) * Protein lemak sedang (5 g) STANDAR DIET DIABETES MELITUS Berdasarkan Buku Penuntun Diet Edisi Baru tahun 2008 Golongan 110 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500 Bahan Makanan 0 kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal Karbohidrat 2 3 4 5 5 6 7 7 Hewani 2 2 2 2 2 2 2 2 Hewani * 1 1 1 1 1 1 1 1 Nabati 2 2 2 2 3 3 3 5 Sayuran A S S S S S S S S Sayuran B 2 2 2 2 2 2 2 2 Buah 4 4 4 4 4 4 4 4 Susu tanpa lemak 1 1 Minyak 3 4 4 4 6 7 7 7 Pembagian makanan sehari tiap standar Diet Diabetes Melitus dan Nilai Gizi (dalam satuan penukar II) Berdasarkan Buku Penuntun Diet Edisi Baru tahun 2008 dengan beberapa modifikasi 1100 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500 kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal Pagi

Nasi atau penukar 1 1 1 1 1 1 2 Protein rendah 1 1 1 1 1 1 1 1 lemak Tempe atau penukar 1 1 1 1 Sayuran A S S S S S S S S Minyak atau penukar 1 1 1 1 2 2 2 2 Pukul 10.00 Buah 1 1 1 1 1 1 1 1 Susu atau penukar 1 1 Siang Nasi atau penukar 1 1 2 2 2 2 3 3 Protein lemak 1 1 1 1 1 1 1 1 sedang Tempe atau penukar 1 1 1 1 1 1 1 1 Sayuran A S S S S S S S S Sayuran B 1 1 1 1 1 1 1 1 Buah 1 1 1 1 1 1 1 1 Minyak atau penukar 1 2 2 2 2 3 3 3 Pukul 16.00 Buah 1 1 1 1 1 1 1 1 Malam Nasi atau penukar 1 1 1 2 2 2 2 2 Protein rendah 1 1 1 1 1 1 1 1 lemak Tempe atau penukar 1 1 1 1 1 1 1 1 Sayuran A S S S S S S S S Sayuran B 1 1 1 1 1 1 1 1 Buah 1 1 1 1 1 1 1 1 Minyak atau penukar 1 1 1 1 2 2 2 2 Nilai Gizi Energi (kkal) 1100 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500 Protein (g) 43 45 51,1 55,5 60 62 73 80 Lemak (g) 30 35 36,5 36,5 48 53 59 62 Karbohidrat (g) 172 192 235 275 299 319 369 396 Keterangan : S = Sekehendak Lebih lengkapnya baca lagi disini.. Almatsier, Sunita. 2008. Penuntun Diet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Anggraeni, Adisty Cynthia. 2012. Asuhan Gizi Nutritional Care Process. Yogyakarta : Graha Ilmu. Gutawa, Miranti, dkk. 2011. Pengembangan Konsep Nutrition Care Process(NCP) Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Jakarta ; Persagi-ASDI, Abadi Publishing & Printing. Hartono, Andry. 2012. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta : EGC Kedokteran. Joshi, Shubangini A. 2002. Nutrition and Dietetic Second Edition. New Delhi. Tata McGrawHill.Nelms, Nahikian, Marcia N., Roth, Sara L, Lacey Karen. 2009. Medical Nutrition Therapy: A Case Study Approach Third Edition. USA. Wadsworth Cengage Learning. Payne, Anne., Barker Hellen. 2010. Advancing Dietetics and Clinical Nutrition. Plymouth. Elsevier. Perkeni, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta.

SK Kemenkes No:129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, Rolfes, Sharon R., Kathryn Pinna, Ellie Whitney. 2008. Understanding Normal and Clinical Nutrition. Canada. WCL Waspadji, Sarwono., dkk. 2010. Daftar Bahan Makanan Penukar Edisi Ketiga. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.