Vous êtes sur la page 1sur 4

TUGAS MATA KULIAH AKUNTANSI KEPERILAKUAN

ASPEK KEPERILAKUAN PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PARA PENGAMBIL KEPUTUSAN

DISUSUN OLEH:

ANGGIT KARTIKASARI

F1312011

S1 SWADANA TRANSFER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2013

ASPEK KEPERILAKUAN PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PARA PENGAMBIL KEPUTUSAN

Definisi Menurut James A.F. Stoner, keputusan adalah pemilihan di antara berbagai alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu: (1) ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan; (2) ada beberapa alternatif yang harus dipilih salah satu yang terbaik; dan (3) ada tujuan yang ingin dicapai dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tersebut. Dari pengertian keputusan tersebut dapat diperoleh pemahaman bahwa keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama didalam organisasi. Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan yaitu sebagai berikut: 1. Pengenalan dan pendefinisian atas suatu masalah atau suatu peluang. Langkah ini merupakan respon terhadap suatu masalah, ancaman yang

dirasakan, atau kesempatan dibayangkan. Untuk mengenali dan mendefinisikan masalah atau peluang, para pengambil keputusan memerlukan informasi mengenai lingkungan, keuangan, dan operasi. 2. Pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas konsekuensinya. Pada langkah ini, sebagai alternatif praktis sebanyak mungkin diidentifikasi dan dievaluasi. Pencarian sering dimulai dengan melihat masalah serupa yang terjadi di masa lalu dan tindakan yang dipilih pada saat itu. Jika saja dipilih tindakan bekerja dengan baik, mungkin akan diulangi. Jika tidak, pencarian alternatif tambahan akan diperpanjang.Dalam tahap ini, sebanyak mungkin alternatif yang praktis didiefinisikan dan dievaluasi. 3. Pemilihan alternatif yang optimal atau memuaskan. Tahap yang paling penting dalam proses pengambilan keputusan adalah memilih salah satu dari beberapa alternatif. Meskipun langkah ini mungkin

memunculkan pilihan rasional, pilihan terakhir sering didasarkan pada pertimbangan politik dan psikologis daripada fakta ekonomi. 4. Penerapan dan tindak lanjut. Kesuksesan atau kegagalan dari keputusan akhir bergantung pada efisiensi penerapannya. Pelaksanaan hanya akan berhasil jika individu-individu yang memiliki kontrol atas sumber daya organisasi yang diperlukan untuk

melaksanakan keputusan benar-benar berkomitmen untuk membuatnya bekerja.

Motif Kesadaran Motif kesadaran ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu yang masih berada dalam tingkat kesadaran seseorang. Terdapat dua faktor penting dari motif kesadaran dalam konteks pengambilan keputusan, yaitu: Keinginan akan kestabilan atau kepastian. Keinginanan akan kompleksitas dan keragaman. Dengan menggunakan dimensi-dimensi kompleksitas dan kemampuan untuk membuat prediksi, para ahli psikologi telah mengembangkan empat jenis model keputusan berikut: 1. 2. 3. 4. Model keputusan yang diprogram secara sederhana. Model keputusan yang tidak diprogram secara sederhana. Model keputusan yang diprogram secara kompleks. Model keputusan yang tidak diprogram diprogram secara kompleks

Jenis-jenis dari Model Proses Tiga model utama dalam pengambilan keputusan dari seorang pengambilan keputusan dalam suatu organisasi, model-model tersebut adalah: Model Ekonomi Model Sosial Model Kepuasan Simon

Pengambil Keputusan dalam Organisasi 1. Perusahaan Sebagai Unit Pengambilan Keputusan Perusahaan dapat dianggap unit pengambilan keputusan yang mirip dalam

banyak cara untuk individu. Masalah keputusan yang dihadapi perusahaan sangat banyak dan gejala masalah dana alternatif yang paling jelas. Hanya jika pencarian gagal akan membuktikan asli organisasi memperluas penelitian mereka dan bahkan memperpanjang ke daerah-daerah rentan organisatoris. 2. Organisasi pembelajaran Ketika pendekatan pencarian tertentu menemukan solusi yang layak untuk suatu masalah, organisasi kemungkinan besar akan mengulang pendekatan yang sama dalam memecahkan masalahserupa di masa akan mendatang. Ketika

sebuah pendekatan

khusus gagal, maka

menghindari dalam

pencarian masa depan yang dipertimbangkan; juga, akan dengan preferensi tertentu. 3.

sama berlaku untuk urutan alternatif yang berubah jika organisasi mengalami kegagalan

Manusia-Para Pengambil Keputusan Organisasi Penting untuk diingat bahwa manusia, dan bukanya organisasi, yang mengenali, mendefenisikan masalah atau peluang, yang mencari tindakan alternatif secara optimal dan menerapkanya. Pengaturan organisasi di

mana orang yang

digunakan tergantungpada

jenis masalah keputusan

atau oppurtinity ditemui. 4. Kekuatan dan Kelemahan Individu sebagai Kengambilan Keputusan Manusia merupakan makhluk yang rasional karena memilih kepastian untuk berpikir, memilih, dan belajar. Tetapi rasionalitas manusia adalah sangat terbatas karena mereka hampir tidak pernah memperoleh informasi yang penuh dan hanya mampu memproses informasi yang tersedia secara

berurutan.

Perilaku rasional dari individu dalam situasi pengambilan

keputusan oleh kerena itu terdiri dari atas pencarian diantara alternatif-alternatif yang terbatas akan suatu solusi yang masuk akal dalam kondisi dimana konsekuensi dari tindakan tidaklah pasti.