Vous êtes sur la page 1sur 18

Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder

PENDAHULUAN
Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPP/H) merupakan suatu
sindrom neuropsikiatrik yang sering dijumpai dengan onset usia kanak-kanak,
sebagian besar menjadi nyata (dan menjadi perhatian medik) di tahun-tahun pertama
kelas sekolah.
1
ondisi ini merupakan suatu gangguan heterogen dengan etiologi
yang tidak diketahui.
1,!

"i #merika merupakan satu dari problem klinik dan kesehatan masyarakat
utama karena berhubungan dengan morbiditas dan disabilitas anak-anak, remaja dan
de$asa. Pengaruhnya pada masyarakat adalah dalam hal %inansial, stres pada
keluarga, pengaruh negati% pada kegiatan akademik, pekerjaan dan juga keper&ayaan
diri.
1,'
"ata dari penelitian cross-sectional, retrospekti% dan follow-up menunjukkan
bah$a anak-anak dengan GPP/H berisiko menderita gangguan psikiatrik lain baik di
masa kanak-kanak, remaja dan de$asa yang meliputi perilaku antisosial,
penyalahgunaan (at serta gangguan mood dan ke&emasan.
1

eterkaitannya dengan gangguan tersebut membuatnya menjadi suatu
kelompok gangguan yang lebih kompleks. Pengenalan, penilaian (assessment) dan
penatalaksanaan dini dari kondisi-kondisi ini dapat mengarahkan kembali
perkembangan edukasional dan psikososial pada sebagian besar anak dengan GPP/H.
1
)ama dan nosologi GPP/H telah menjalani sejumlah perubahan dalam
beberapa dekade terakhir. "i tahun 1*+,-an dalam "-.-// gejala-gejala motorik yang
ditekankan serta gangguan diberi nama reaksi hiperkinetik dari anak-anak. "i tahun
1*0,-an, "-.-/// menamai kembali sebagai gangguan pemusatan perhatian dan
menekankan inatensi sebagai gambaran inti.
1,'
"i tahun 1*01 dalam "-.-///-2 dinamai kembali dengan gangguan
pemusatan perhatian/hiperaktivitas (attention deficit/hyperactivity disorder[ADHD]).
3aik inatensi maupun hiperaktivitas ditekankan sama pentingnya sebagai gambaran
inti. "alam "-.-/4 dikenal tiga subtipe tergantung pada gejala yang dominan5
subtipe dominan inatensi, subtipe dominan hiperaktivitas-impulsivitas dan subtipe
&ampuran.
1,'
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
1
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
ISI
I. DEFINISI
.enurut "-.-/4, Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas
yang juga dikenal dengan istilah #"H" (Attention Deficit Hyperactive
Disorder) adalah suatu gangguan yang bersi%at kronis yang mulai mun&ul
pada masa kanak-kanak a$al (early childhood) atau kurang dari 1 tahun,
yang ditandai dengan tidak bisa memusatkan perhatian dan atau
hiperaktivitas-impulsivitas.
!,6,7
II. EPIDEMIOLOGI
Penelitian GPP/H di masyarakat memperlihatkan prevalensi antara
1,18-1+8, tergantung pada populasi dan metodologi diagnostik yang
dipergunakan (tabel 1).
1
9aki-laki yang mengalaminya tiga kali lebih
banyak dibanding perempuan.
+
"engan menggunakan kriteria "-. /4, bila dibandingkan dengan
versi sebelumnya, maka lebih banyak perempuan yang didiagnosis subtipe
inatensi. Pada uji lapangan "-. /4 didapatkan ke&enderungan perbedaan
usia untuk masing-masing subtipe. #nak dengan GPP/H subtipe hiperakti%-
impulsi% rata-rata usianya 7,1 tahun, subtipe kombinasi rata-rata usianya
0,7 tahun dan subtipe inatensi rata-rata usianya *,0 tahun.
1
Penderita GPP/H subtipe kombinasi dan hiperakti%-impulsi% paling
bermasalah dengan perilaku mereka di rumah, sedangkan penderita dengan
subtipe inatensi &enderung lebih bermasalah di bidang akademik dan
se&ara bermakna lebih sering menggunakan %asilitas-%asilitas pelayanan di
sekolah. Penderita subtipe inatensi menunjukkan tara% yang lebih rendah
dalam hal atensi, kenakalan, agresi%itas dan gejala-gejala gangguan
perilaku, tetapi tidak berbeda dengan subtipe lain dalam hal masalah-
masalah sosial, psikosomatik atau gejala-gejala ke&emasan dan depresi.
1
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
!
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
Tabel 1. Penelitian mengenai prevalensi GPP/H
1
# DSM III: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 7hird
Ed DSM III-R: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders,
Third Ed. yang direvisi; DSM IV: Diagnostic and Statistical Manual of
Mental Disorders, Fourth Ed.
Prevalensi 9,0% subtie inatensi, !,9 % subtie "iera#ti$-i%ulsi$,
&,'% subtie (a%uran t)tal *+,'% %engguna#an DSM IV; *0,9%
%engguna#an DSM III-R
, Prevalensi -,&% subtie inatensi, .,&% subtie "iera#ti/%ulsi$,
!,0% subtie (a%uran %engguna#an DSM IV
Di#uti dari :
"tt:112223#albe$ar%a3()%1/les1(d#1/les1**4*&945se#6lini#7ar
%a#)teraiada5na#3d$1**4*&945se#6lini#7ar%a#)teraiada
5na#3"t%l
III. ETIOLOGI
Penyebabnya hingga sekarang belum diketahui.
1,!
Gangguan ini
sering dikaitkan dengan struktur anatomi otak, %aktor neurokimia$i otak,
maupun %aktor eksternal.
1,!,6,7

Faktor Genetik
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
8e%at Su%ber, ta"un 6riteria # Prevalensi %
Selandia 9aru
:e2 ;)r#, :;
<ntari)
Puert) Ri()
Pusat #)ta 5S
Pittsburg, P5
I)2a
=er%an
>)nd)n, Inggris
Mann"ei%,
=er%an
5S
8ennessee
5S
5nders)n d##3, *9'+
?)"en, *9''
S@at%arl d##3, *9'9
9ird d##3, *9''
:e2()rn d##3, *9'9
?)stel) d##3, *9''
>indgren d##3, *990
9au%gnertel d##,
*99-
Asser d##3, *990
Asser d##3, *990
Pel"a% d##3, *99.
B)lrai(" d##3, *990
S"aCer d##3, *990
DSM III
DSM III
DSM III
DSM III
DSM III
DSM III-R
DSM III
DSM III
DSM III-R
DSM III-R
DSM III-R
DSM III-R ,
DSM III-R
0,+
!-0
0,!
9,--*0,*
*.,9
.,0
.,'
9,0
*,+
&,.
.,--&,0
+,!
&,*
'
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
2iset menunjukkan bah$a kontribusi %aktor keturunan pada
mun&ulnya gangguan ini men&apai 6,-7, persen. 3ila salah satu
anggota keluarga menderita GPPH, kemungkinan ada anggota lain
yang juga mengalami kondisi serupa.
1
:aktor genetik, studi keluarga
dan biologi molekular merujuk ke arah %aktor genetik. 2isiko
terjadinya gangguan kepribadian antisosial, gangguan perilaku,
an;ietas, gangguan mood, dan disle;ia. #"H" menunjukkan angka
tinggi untuk anak kembar mono(igotik (1*8) dan di(igotik ('!8).
Gangguan biologik banyak yang #"H", saudara kandung !-'; lipat
lebih banyak kena. Gen yang bekerja pada sistem dopaminergik dan
noradrenergik.
Struktur Anatomi Otak dan Faktor Neurokimiawi Otak
:ungsi eksekuti% bergantung pada penyebaran sistem sara%
yang melibatkan korteks pra%rontal dan struktur subkorteks terkait.
)euron di sini penuh dengan nor-adrenalin dan dopamin
(neurotransmitter yang berperan pada atensi). Pada kanak dengan
#"H" penelitian pen&itraan sara% membenarkan abnormalitas ini
pada daerah otak itu yang bekerja untuk %ungsi eksekuti%. -truktur
pra%rontal dan ganglia basalis menge&il dan asimetrik pada sisi kanan.
Pada performance tests < !"-ima#in# membenarkan korteks
pra%rontal kanan menghambat respon atensi dan perilaku sedangkan
ganglia basalis eksekusi respons ini.
Faktor Eksternal
:aktor neurobiologik bekerja pada saat otak janin berkembang
pesat dan masa bayi dengan merusak jaringan sara% yang mendukung
%ungsi eksekuti% dan proses terkait < minuman alkohol pada ibu hamil,
obat, rokok, e%ek buruk prematuritas dan tindakan obstetrik, trauma
pada otak, terkena toksin seperti (in&, stres ibu saat hamil, pera$atan
bayi buruk.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
6
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
IV. GAMBARAN KLINIS
Gejala khas GPP/H ini, yaitu kesulitan memusatkan perhatian
(inatensi), kesulitan mengendalikan impuls (impulsivitas), serta
menunjukkan aktivitas berlebihan (hiperaktivitas).
+

"alam lingkungan berstruktur < susah untuk duduk diam di kelas
atau meja makan.
"alam lingkungan tak berstruktur lebih akti% dari teman sebaya
seperti di lapangan bermain.
=ak dapat memperhatikan instruksi dalam lingkungan akademik atau
sosial.
-ulit menahan sampai $aktu tepat untuk melakukan suatu perintah,
menghentikan aktivitas yang tidak tepat pada $aktunya, atau
memperbaiki satu respon yang tidak tepat pada $aktunya.
Tabel 2. Perubahan gejala GPP/H dari masa kanak ke
dewasa.
7
Di#uti dari : 2223adderallDr3()%13331%ig"t4"ave4ad"d3as
V. DIAGNOSIS DAN KLASIFIKASI
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
7
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
"iagnosis GPP/H pada anak ditegakkan berdasarkan &iri-&iri yang
memenuhi kriteria diagnosis "-.-/4 (tabel ').
Tabel 3. Kriteria iagn!sis GPP/H "#$%&'()
1*+*,
A. Baik : (1) atau (2)
(1). Gangguan Pemusatan Perhatian (Inatensi)
Sekurang-kurangnya ada 6 dari gejala gangguan pemusatan perhatian
ini yang muncul dalam 6 bulan terakhir
- !idak mampu memberikan perhatian terhadap hal-hal yang kecil"
sering membuat kesalahan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi
saat mengerjakan tugas di sekolah
- !idak mampu memusatkan perhatian secara terus-menerus pada
saat menyelesaikan tugas atau bermain
- Sering tampak seperti tidak memperhatikan
- Sering tidak dapat mengikuti perintah dan gagal menyelesaikan
tugas sekolah atau tugas lainnya
- Sering mengalami kesulitan mengatur tugas atau akti#itas lainnya
- Sering menolak atau tidak menyukai tugas yang memerlukan
perhatian terus-menerus
- Sering kehilangan barang-barang atau alat yang diperlukan
- $erhatian mudah teralih oleh rangsangan dari luar
- Sering lupa menyelesaikan tugas%kegiatan rutin sehari-hari
(2). Hiperaktivitas dan Impulsivitas
Sekurang-kurangnya ada 6 dari gejala gangguan hiperakti#itas dan
impulsi#itas ini yang muncul dalam 6 bulan terakhir
Hiperaktivitas
- Sering tangan dan kaki tidak bisa diam atau banyak bergerak di
tempat duduk
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
+
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
- Sering meninggalkan tempat duduk saat mengikuti kegiatan di kelas
atau kegiatan lain yang mengharuskannya tetap duduk
- Sering berlari-lari atau memanjat-manjat secara berlebihan
- !idak dapat mengikuti akti#itas atau bermain dengan tenang dan
santai
- Selalu bergerak terus seperti digerakkan oleh mesin
- Sering banyak berbicara
Impulsivitas
- !erlalu cepat memberikan jawaban sebelum pertanyaan selesai
didengar
- Sulit menunggu giliran
- Sering melakukan interupsi atau mengganggu orang lain
B. Gejala-gejala tersebut terjadi sebelum usia & tahun
C. Gejala-gejala tersebut terjadi pada lebih dari satu situasi
D. Gejala-gejala tersebut secara klinis nyata menimbulkan hendaya
dalam kegiatan sosial" akademis dan tugas-tugas lainnya
. Gejala-gejala tersebut tidak diakibatkan oleh gangguan perkembangan
per#asi'" schi(ophrenia dan gangguan jiwa yang lain )misal"
gangguan mood" gangguan kecemasan" gangguan disosiati' atau
gangguan kepribadian*
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders,
Fourth Ed. 6)de berdasar#an tienya; !*&30* EPP1F, 8ie
6)%binasi: bila terdaat bai# #riteria 5G*H %auun 5G.H dala% 0
bulan tera#"ir; !*&300 EPP1F, 8ie Inatensi: bila terdaat
#riteria 5G*H, tetai tida# terdaat #riteria 5G.H dala% 0 bulan
tera#"ir; !*&30* EPP1F, 8ie Fiera#ti$-I%ulsi$ bila terdaat
#riteria 5G.H tetai tida# terdaat #riteria 5G*H dala% 0 bulan
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
1
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
tera#"ir3 ?atatan eng#)dean: Intu# individu Gteruta%a re%aJa
dan de2asaH yang saat ini %e%unyai geJala-geJala, yang tida#
lagi %e%enu"i #riteria se(ara utu", sebai#nya di%asu##an
KDala% Re%isi ParsialK3

Di#uti dari :
"tt:112223#albe$ar%a3()%1/les1(d#1/les1**4*&93"t%l
#da tiga subtipe GPP/H ("-. /4) berdasarkan dominasi
gejalanya, yaitu
1,6,7
<
1. GPP/H subtipe inatensi (GPP/H-i) memenuhi sedikitnya + dari *
kriteria perilaku inatensi.
!. GPP/H subtipe hiperakti%-impulsi% (GPP/H-hi) memenuhi sedikitnya +
dari * kriteria perilaku hiperakti%-impulsi%.
'. GPP/H subtipe kombinasi (GPP/H-k) memenuhi sedikitnya + dari *
perilaku baik dari da%tar inatensi maupun dari hiperakti% impulsi%.
#nak yang memenuhi kriteria diagnostik untuk gejala-gejala
perilaku GPP/H tetapi tidak menunjukkan hendaya %ungsional tidak
dapat didiagnosis GPP/H. Gejala-gejala GPP/ H harus ada di dua atau
lebih situasi (seperti di rumah dan di sekolah), dan perilaku harus
berpengaruh buruk se&ara %ungsional baik di sekolah maupun di
lingkungan sosial. "iagnosis tersusun dari sintesis in%ormasi orang tua,
laporan sekolah, juga pera$at kesehatan ji$a jika mereka dilibatkan
serta dari $a$an&ara/pemeriksaan anak. "alam "-. /4 diperlukan
bukti adanya gejala yang ada sebelum usia 1 tahun, pada beberapa
kasus, gejala-gejala GPP/H tidak dikenali oleh orang tua atau guru
sampai anak berusia lebih dari 1 tahun, pada saat lebih sering
berhadapan dengan tugas-tugas sekolah. >sia onset dan lamanya gejala
dapat diperoleh dari orang tua melalui anamnesis se&ara
komprehensi%.
1
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
0
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
Diagonis Objektif (Brain scans)
Pemeriksaan dengan $ositron %mission &omo#raphy (P?=)
s&an, 'unctional a#netic !esonance "ma#in# (:.2/), atau (in#le
$oton %mission )omputed &omo#raphy (-P?@=) s&an dapat
mendiagnosis #"H" se&ara objekti%. Aalapun penyebab kelainannya
belum diketahui se&ara pasti, P?= s&an dapat mengukur aktivitas otak
(Gambar 1).
!
Ea%bar *3 G#iriH Ea%baran a#tivitas )ta# ada ana# n)r%al
saat %engerJa#an tugas3 G#ananH Ea%baran a#tivitas )ta#
ada ana# 5DFD yang sedang %ela#u#an tugas yang sa%a3
.

VI. DIAGNOSIS BANDING
Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas biasanya disertai
dengan kelainan-kelainan seperti di ba$ah ini
0
<
Learning Disabilities. urang lebih !,-',8 anak #"H" akan
mengalami kesulitan belajar.
Tourette Syndrome. #nak #"H" dengan =ourette -yndrome
memiliki gejala various nervous tics dan repetitive mannerisms
seperti kedipan mata (eye *lin+s), kedutan $ajah (facial twitches),
atau menyeringai (#rimacin#), mendengus (snort), menghirup
(sniff), atau membentak (*ar+ out).
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
*
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
Oppositional Defiant Disorder. -ering ditemukan pada anak
#"H" terutama anak laki-laki. Gejala yang lebih menonjol
adalah perilaku menentang, keras kepala, tidak patuh,
temperamen meledak-ledak, dan suka berkelahi.
Conduct Disorder. urang lebih !,-6,8 anak #"H" akan
berkembang menjadi gangguan konduksi yang merupakan
perilaku antisosial yang lebih serius. #nak ini lebih sering
berbohong, men&uri, sering berkelahi atau menggertak orang lain,
lebih sering bermasalah dengan pihak sekolah dan polisi, lebih
sering melanggar peraturan, menyerang orang lain dan atau
he$an, merusak harta benda, men&uri, memba$a dan
menggunakan senjata, dan beperilaku merusak.
Anxiety and Depression. 3eberapa anak dengan #"H" biasanya
disertai dengan &emas atau depresi. Bika hal ini ditemukan,
gangguan &emas dan depresi ditangani terlebih dahulu.
Bipolar Disorder. =idak ada data statistik yang akurat mengenai
seberapa banyak anak #"H" yang juga mempunyai gangguan
bipolar. #"H" dan gangguan bipolar pada anak sulit dibedakan.
Gangguan bipolar ditandai dengan mood cyclin#, pada anak
terdapat chronic mood dysre#ulation yang berupa &ampuran dari
elasi, depresi, dan iritabel. #kan tetapi ada beberapa gejala yang
tampak bersamaan pada gangguan bipolar dan #"H" seperti
tingkat energi yang tinggi dan berkurangnya kebutuhan untuk
tidur.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
1,
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
VII. PENATALAKSANAAN
#nak dengan GPP/H biasanya akan diterapi se&ara komprehensi%
yang meliputi %armakoterapi, terapi perilaku, konseling, serta pelatihan
guru maupun orang tua. Penatalaksanaan ini membutuhkan konsistensi dan
kesabaran ekstra mengingat anak dengan GPP/H memerlukan keteraturan
dan kedisiplinan.
1,+,*
=erapi terbaik adalah terapi kombinasi %armakologik
dan intervensi terapi perilaku. "ulu pernah digunakan diet khusus,
megavitamin, obat anti-motion sic+ness, %%,-feed*ac+, tapi kurang
e%ekti%.
*,1,
!erapi Perilaku pada GPP"H
-etelah pemberian %armakoterapi, biasanya penanganan penderita
GPP/H disertai dengan terapi perilaku. 3iasanya berupa *ehaviour
consultin# seperti reward dan punishment dalam melakukan suatu
kegiatan. "ilakukan juga terapi perilaku sebagai upaya alternati% bila terapi
%armakologik tidak sempurna. 3isa diberikan di ruang kelas, rumah,
summer camp, tempat bermain. "berikan oleh guru, orang tua, petugas
kesehatan ji$a, se&ara individu atau kelompok. -ehavioral parent trainin#
sering diberikan karena mereka over-controllin# dan &ara mendidik
ine%isien.
+
3ila self control-nya sudah terbentuk, dosis obatnya akan dikurangi
se&ara bertahap sampai akhirnya anak tidak memerlukan lagi. "ata
menunjukkan anak dengan GPP/H akan membaik pada masa pubertas,
sehingga penyandang GPPH tidak perlu mengkonsumsi obat seumur
hidup.
1,+
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
11
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
#armak$terapi pada GPP"H
:armakoterapi pada GPP/H meliputi < stimulansia dan non-
stimulansia.
1,*
.a&am-ma&am stimulansia yang umumnya diresepkan
untuk terapi GPP/H pada anak serta sediaan yang tersedia dan strategi
penentuan dosis yang dianjurkan dapat dilihat pada =abel 6. "i /ndonesia
stimulansia yang beredar saat ini adalah methylphenidate (2italinC).
1,7,*
-aat ini tersedia preparat methylphenidate sustained release untuk
mempermudah dan meningkatkan ketaatan pasien dalam minum obat.
1,',7,*
-timulansia dapat mengakibatkan anoreksia dan penurunan berat badan,
pengaruhnya pada pertambahan tinggi badan kurang pasti.
1

Tabel +. #timulansia -ang umumn-a digunakan pada
terapi GPP/H
1*,

%&at 'ediaan
ta&let (mg)
D$sis
a(al
D$sis
terapeutik
First-line agents +
,ethylphenidate
)-italin*
.e/troamphetamine
).e/edrine*
.e/troamphetamine
and amphetamine salts
)Adderall*
Second-line agents +
$emoline )0ylert*

1" 23" 43
1" 23" 21
43
25"&16 7&"16
&1
1mg bid
1 mg 8d
atau bid
1 mg 8d
atau bid
7&"1 mg
3"7-3"5
mg%kg%dosis
3"4-31
mg%kg%dosis
3"21-3"9
mg%kg%dosis
2-4
mg%kg%hari
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
1!
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
:uproprion );elbutrin6
<yban*
=enla'a/ine )E''e/or*
0lonidine )0atapres*
13" &1" 213
416 7&"16 136
233
3"263"46 3"7
41 mg bid
3"2 mg tid6
8id
7-6 mg%kg
41-
213mg%hr
7-23>g%kg
Di#uti dari : M(?ra#en, =83 5ttenti)n-De/(it Dis)rder3 In : 6alan L
Sad)(#Ms ?)%re"ensive )$ Psy("iatry3 P"iladel"ia : >iin()tt
Billia%s L Bil#ins, .000; .0'0
Dat non-stimulansia yang telah diteliti se&ara luas untuk
pengobatan GPP/H meliputi antidepresan dan agonis adrenergik.
Antidepressan
&ricyclic antidepressant (&)A) terutama imipramin dan
desipramin, merupakan komponen %armakoterapi kedua terbanyak untuk
GPP/H. #ntidepresan baru *upropionhydrochloride yang memblok
reupta+e norepine%rin dan dopamin, se&ara konsisten dapat menurunkan
gejala-gejala GPP/H. -edangkan %luo;etin, serotonin specific reupta+e
inhi*itor (((!") masih dipertanyakan e%ektivitasnya sebagai monoterapi
pada GPP/H.
1,'
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
1'
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
Agonis adrenergik
lonidin mempunyai si%at agonis adrenergik terutama digunakan
untuk terapi hipertensi berman%aat untuk terapi anak dengan GPP/H.
-emua penelitian melaporkan respons perilaku positi%, 7,8-1,8 subyek
sedikitnya menunjukkan perilaku sedang. #kan tetapi e%ek pada kognisi
masih kurang jelas.
1
VIII. KOMPLIKASI
Penelitian follow-up jangka panjang anak dengan GPP/H hingga
remaja dan de$asa a$al menunjukkan bah$a GPP/H seringkali menetap
dan berhubungan dengan dis%ungsi dan psikopatologi yang bermakna
dalam kehidupannya di kemudian hari.
1
2emaja dan de$asa muda GPP/H
berisiko untuk gagal sekolah, kesulitan emosional, hubungan buruk dengan
teman sekolah dan sering bermasalah dengan hukum.
+
omplikasi tersering yang ditemukan pada penderita #"H"
adalah kesulitan belajar, yang ditandai dengan
',11
<
Dys#raphia
,erstmann.s (yndrome, yang meliputi <
'in#er a#nosia (difficulty locatin# *ody
parts in space)
Dyscalculia (difficulty with
mathematics)
!i#ht-/eft disorientation
Dys#raphia (difficulty in writin#)
Dysle0ia
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
16
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
IX. PROGNOSIS
3eberapa penelitian menunjukkan bah$a masalah agresi dan
perilaku di masa kanak-kanak merupakan prediksi menetapnya GPP/H di
kehidupan remaja dan de$asa muda.
1
Pemberian %armakoterapi pada
#"H" tidak menyembuhkan #"H" tetapi hanya meringankan gejala
#"H".
1,
-e&ara rata-rata, gejala menurun sekitar 7,8 setiap 7 tahun
antara usia 1, hingga !7 tahun. Hiperaktivitas sendiri menurun lebih &epat
ketimbang impulsivitas dan inatensi.
1

Prognosis lebih buruk bila penderita tinggal dalam kondisi
psikososial buruk, seperti kemiskinan, tinggal bersama banyak orang,
permusuhan antar orangtua. 3ila gejalanya berat, maka ko-morbid dengan
kenakalan, gangguan bahasa dan pelajaran.
+,*
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
17
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
PENUTUP
Gangguan ini menyebabkan penderitaan bagi penyandang maupun
keluarganya. Penderita kanak lebih berisiko tinggi untuk terganggu daya belajar,
tingkah laku dan hubungan sosialnya, juga hambatan pada pen&apaian akademik,
timbulnya penyalahgunaan (at dan kejahatan (criminality) pada masa remaja dan
de$asa, dengan akibat pembebanan pada layanan kesehatan ji$a, pendidikan, dan
peradilan.
>mumnya, guru merupakan orang pertama yang dapat mendeteksi kesulitan
belajar pada anak karena dapat segera melihat perbedaan kemampuan dan perilaku
anak tersebut daripada teman-teman seusianya. =etapi, terkadang, ada juga orang tua
yang bisa mengetahuinya. esulitan belajar biasanya terdiagnosis ketika anak
sekolah. Hal ini menjadi masalah saat anak berusia delapan tahun atau lebih karena
pada usia itu, tuntutan kemampuan akademik sudah lebih tinggi.
Penatalaksanaan pada GPP/H yang meliputi %armakoterapi dan terapi perilaku
membutuhkan konsistensi dan kesabaran ekstra mengingat anak dengan GPP/H
memerlukan keteraturan dan kedisiplinan.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
1+
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
DAFTAR PUSTAKA
1. 2omadhon E#. #spek linik dan :armakoterapi #nak dengan Gangguan
Pemusatan Perhatian / Hiperaktivitas. #vailable %rom < >29 < HEP?29/) <
http<//$$$.kalbe%arma.&om/%iles/&dk/%iles/11F16*F#speklinik:armakoterapipad
a#nak.html
!. #ttention-"e%i&it Hypera&tivity "isorder. #vailable %rom < >29 < HEP?29/) <
http<//en.$ikipedia.org/$iki/#ttention-de%i&itFhypera&tivityFdisorder de%inisis
'. #ttention-"e%i&it Hypera&tivity "isorder. #vailable %rom < >29 < HEP?29/) <
$$$.edute&hsbs.&om/adhd/)eurology.htm kompli, obat, d/
6. -ado&k 3B. #ttention-"e%i&it "isorder. /n < aplan G -ado&kHs -ynopsis o%
Psy&hiatry. 9ippin&ott Ailliams G Ailkins. Philadelphia5 !,,'. pp. 1!!'-',.
7. .&@raken B=. #ttention-"e%i&it "isorder. /n < aplan G -ado&kHs @omprehensive
o% Psy&hiatry. 9ippin&ott Ailliams G Ailkins. Philadelphia5 !,,,. pp. !+1*-1,'.
+. #nak -ulit 3elajar, Bangan-jangan Hiperakti%. #vailable %rom < >29 <
HEP?29/) < http<//groups.google.&o.id/group/.irror/-/bro$seFthread
/thread/!,!*&!%116adabae/7%!,e%*'*d&&!67!I
lnkJstGKJgangguanLpemusatanLperhatianLpadaLanakGrnumJ1GhlJidM7%!,e%*
'*d&&!67!
1. #ttention-"e%i&it Hypera&tivity "isorder. #vailable %rom < >29 < HEP?29/) <
$$$.adderall;r.&om/.../mightFhaveFadhd.asp
0. #ttention-"e%i&it Hypera&tivity "isorder. #vailable %rom < >29 < HEP?29/) <
http<//$$$.nimh.nih.gov/publi&at/adhd.&%m
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
11
Tinjauan Pustaka Attention Defcit/ Hyperactivity Disorder
*. Aender PH. =reatment o% the @hild $ith #"H". /n < #ttention-"e%i&it
Hypera&tivity "isorder in @hildren, #doles&ents, and #dults. NO:N2"
>niversity Press. )e$ Eork5 !,,,. pp. +7-176.
1,. #ttention-"e%i&it Hypera&tivity "isorder #vailable %rom < >29 < HEP?29/) <
http<//$$$!.b&.edu/Pdunnbb/treatment.htm
11. #ttention-"e%i&it Hypera&tivity "isorder. #vailable %rom < >29 < HEP?29/) <
http<//$$$.idai.or.id/hottopi&s/detil.aspIKJ1,,
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUPH Sanatorium Dharmawangsa
Riny Sari Bachtiar (17120019017)
10