Vous êtes sur la page 1sur 29

DERIVATIF DAN HEDGING

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Pasar Modal dan Manajemen Keuangan



AnggotaKelompok :

Achmad Rizki Raharja
Anggi Octavia Irawan
Evanti Andriani







PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2014

PENDAHULUAN

Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau
perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang
menjadi acuan pokok atau juga disebut produk turunan (underlying product); daripada
memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu
perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan
datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok. Derivatif digunakan oleh
manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta
investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari
pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing tanpa
mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying). Efek derivatif
merupakan Efek turunan dari Efek utama baik yang bersifat penyertaan maupun utang.
Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek utama maupun turunan
selanjutnya. Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang
keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying
assets.
Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2
(dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual aset/
komoditas yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang
merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di
masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh
instrumen induknya yang ada di spot market.









PEMBAHASAN

I. Derivatif dan Hedging
Transaksi derivatif merupakan sebuah perjanjian antara dua pihak yang dikenal
sebagai counterparties (pihak-pihak yang saling berhubungan). Dalam istilah umum,
transaksi derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran
yang nilainya tergantung pada nilai aset tingkat referensi atau indeks.
Transaksi derivatif terdiri dari sejumlah acuan pokok (underlying ) yaitu suku bunga
(interest rate), kurs tukar (currency), komoditas (commodity), ekuitas (equity) dan indeks
(index) lainnya. Mayoritas transaksi derivatif adalah produk-produk Over the
Counter (OTC) yaitu kontrak-kontrak yang dapat dinegosiasikan secara pribadi dan
ditawarkan langsung kepada pengguna akhir, sebagai lawan dari kontrak-kontrak yang
telah distandarisasi ( futures) dan diperjualbelikan di bursa. Menurut para dealer dan
pengguna akhir (end user) fungsi dari suatu transaksi derivatif adalah untuk melindungi
nilai (hedging ) beberapa jenis risiko tertentu. Fungsi derivatif dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu :
1. Hedging, yaitu salah satu bentuk pengelolaan risiko untuk mengurangi kemungkinan-
kemungkinan kerugian karena perubahan kurs, suku bunga, harga saham, dan harga
komoditas
2. Spekulasi, berkaitan dengan kontemplasi masa depan, yaitu memformulasikan harapan
dan mengambil posisi untuk memperoleh keuntungan atas kondisi yang diperkirakan
Jenis-Jenis Produk Derivatif antara lain :
1. Opsi
2. Kontrak Forward
3. Kontrak Future
4. SWAP

KONTRAK FORWARD, FUTURES, DAN SWAP UNTUK MANAJEMEN RISIKO
TINGKAT BUNGA, RISIKO MATA UANG, DAN RISIKO PASAR

II. Kontrak Forward
Kontrak forward adalah suatu kontrak di mana kedua belah pihak yaitu pembeli dan
penjual bernegosiasi dan menandatangani kontrak tertulis yang berisi kesanggupan kedua
belah pihak untuk memperjualbelikan suatu komoditi atau aset tertentu (dalam jumlah dan
kualitas tertentu), pada tingkat harga tertentu di kemudian hari. Mekanisme ini ditujukan
untuk mengurangi risiko ketidakpastian harga komoditi atau aset tertentu di masa datang.
Instrumen forward merupakan instrumen keuangan derivatif yang paling tua. Kontrak
forward berbeda dengan kontrak spot dalam hal penyerahan barangnya. Kontrak spot
memiliki arti harga berlaku saat ini dan penyerahan barang dilakukan pada saat ini juga
sedangkan dalam kontrak forward harga ditetapkan saat ini tetapi penyerahan barang
dilakukan pada masa mendatang.

Jenis-jenis kontrak forward antara lain :
1. Currency Forward Contact
Suatu pihak wajib untuk membeli atau menjual mata uang tertentu dengan nilai tukar
tertentu, dalam jumlah tertentu, di tanggal yang sudah ditentukan di masa depan.
Misalnya, perusahaan A (AS) punya piutang dari perusahaan B di Jepang sebesar 5
juta yen dalam waktu 2 bulan mendatang. Tentunya ia tidak ingin nilai tukar yen
merosot terhadap dollar, karena jika demikian maka piutang yang diperolehnya jadi
lebih rendah. Misalnya rate yang digunakan dalam kontrak adalah sebesar 90 yen per
dollar, maka perusahaan A memperoleh kepastian untuk memperoleh cash flow
sebesar 5 juta/90 yen = $55,555 di masa depan. Jika di masa depan ternyata yen
merosot jadi 100 yen per dollar, maka perusahaan A tetap dapat menukar 5 juta yen
yang diperolehnya dengan rate 90 yen per dollar
2. Equity Forward Contract
Suatu pihak wajib membeli atau menjual instrumen ekuitas ataupun indeks saham
pada waktu tertentu di masa depan. Jenis kontraknya bisa saham tertentu, portfolio
maupun indeks.
Contoh dari equity forward contract ini adalah program share buyback yang sering
terjadi di pasar modal. Pada program ini, satu pihak berjanji untuk membeli kembali
saham tertentu dengan jumlah tertentu, pada harga tertentu di masa depan. Positifnya,
ini mengantisipasi kenaikan harga di masa depan, dan memberikan kepastian
mengenai arus kas. Namun, jika harga merosot maka karena terikat kontrak pihak
tersebut mungkin akan terpaksa membeli di atas harga pasar.
3. Commodity Forward Contract
Commodity forward contract adalah kontrak dengan underlying asset berupa
komoditas seperti minyak, emas, jagung, dan lainnya. Kontrak ini memungkinkan
suatu pihak untuk membeli atau menjual komoditas dengan harga tertentu di masa
depan. Jadi, kontrak ini mengantisipasi terjadinya perubahan harga di masa depan.
Untuk produsen, kontrak ini bermanfaat dalam mengurangi risiko jika harga
komoditas menguat di masa depan.
4. Bond Forward Contract
Bond forward contract hampir serupa dengan equity forward contract, hanya saja
obligasi punya jatuh tempo, sehingga kontrak forward pasti kadaluarsanya sebelum
tanggal jatuh tempo. Obligasi yang umum dijadikan bond forward adalah T-bills yang
dikeluarkan Depkeu AS. Pada kontrak ini, satu pihak sepakat untuk membeli T-bills
pada harga yang telah dipatok saat ini, pada masa depan, sebelum tanggal jatuh tempo
T-bills tersebut
5. Interest Rate Forward Contract
Interest Rate Forward contract disebut juga dengan Forward Rate Agreement (FRA)
dimana underlying assets berupa pembayaran bunga dalam mata uang tertentu. Jadi,
dalam FRA ini merupakan kesepakatan untuk meminjamkan atau meminjam dana
tertentu secara fixed rate.

III. Kontrak Future
a. Sejarah dan Prinsip-prinsip dalam Kontrak Futures
Latar belakang munculnya kontrak futures bisa dijelaskan dengan teori evolusi pasar.
Bentuk perdagangan pertama kali adalah barter. Kemudian seiring dengan kemajuan
teknologi produksi dan transportasi memunculkan pusat-pusat perdagangan sebagai
tempat bertemunya pembeli dan penjual. Seringkali kendala komunikasi dan transportasi
yang belum memadai di antara pembeli dan penjual menyebabkan munculnya hambatan-
hambatan dalam perdagangan yang mengakibatkan barang yang diproduksi disimpan
terlalu lama sehingga menjadi rusak ataupun harganya menjadi sangat rendah. Untuk
mengatasi masalah tersebut, dibuatlah suatu mekanisme perdagangan dengan
menggunakan instrumen yang disebut kontrak forward. Namun, permasalahan yang
muncul selanjutnya terkait dengan kontrak forward ini adalah masalah likuiditas dari
kontrak forward itu sendiri. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut,
kontrak forward ini banyak diperjualbelikan di pasar yang terorganisir sebagai bentuk
sekuritas berharga yang bisa diperjualbelikan, di mana sudah memuat spesifikasi
komoditi yang sudah terstandardisasi dan terjamin mutunya. Bentuk perdagangan kontrak
forward yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan, melalui mekanisme pasar yang
terorganisir ini selanjutnya menimbulkan bentuk sekuritas derivatif baru yang disebut
sebagai kontrak futures.

b. Pengertian Futures
Kontrak futures merupakan perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi hal-hal
berikut:
1. Pembeli futures setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau aset tertentu) dari
penjual futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu
yang ditentukan dalam kontrak
2. Penjual futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau aset tertentu kepada
pembeli futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu
yang ditentukan dalam kontrak.
Berdasarkan komponen diatas, dapat disimpulkan bahwa kontrak futures merupakan
suatu kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak (pembeli dan penjual) untuk
melakukan dan menerima penyerahan sejumlah aset atau komoditi dalam jumlah, harga,
dan batas waktu tertentu
c. Opsi vs Futures
Perbedaan mendasar antara karakteristik kontrak futures dengan karakteristik yang
dimiliki opsi adalah bahwa dalam kontrak futures, pembeli maupun penjual kontrak
mempunyai kewajiban untuk melaksanakan kontrak tersebut, apapun kenyataan yang
terjadi di kemudian hari (menguntungkan ataupun merugikan), sedangkan dalam opsi
pembeli opsi hanya mempunyai hak untuk melaksanakan kontrak opsi tersebut di
kemudian hari. Dalam kontrak futures, pembeli akan memperoleh keuntungan yang sama
besar dengan jumlah peningkatan harga futures, dan sebaliknya akan memperoleh
kerugian yang sama besar pula dengan adanya penurunan harga futures. Sedangkan dari
sudut pandang penjual futures, hubungan keuntungan (kerugian) dengan kenaikan
(penurunan) harga futures, merupakan kebalikan dari hubungan yang terjadi dalam sudut
pandang pembeli futures, di mana keuntungan (kerugian) yang diperoleh penjual futures
akan sama besar dengan penurunan (kenaikan) harga futures.
d. Forward vs Futures
Forward dan Future memiliki beberapa perbedaan, antara lain:
1. Kontrak forward merupakan kontrak yang dinegosiasikan oleh dua belah pihak
(terkadang melibatkan perantara bank investasi) dan diperjualbelikan di pasar
nonreguler (over the counter market/OTC), sedangkan kontrak futures merupakan
kontrak yang dilakukan oleh dua belah pihak (juga melibatkan broker dan lembaga
kliring) yang memuat spesifikasi yang terstandarisir pada pasar reguler yang
terorganisir
2. Terkait dengan perlakuan terhadap perubahan harga dan arus kas yang terjadi, pada
kontrak forward, nilai arus kas ditentukan pada tanggal penyerahan atau pelunasan
kontrak (settlement date), di mana nilai ini bisa negatif atau positif tergantung dari
selisih harga pasar komoditi tersebut pada saat jatuh tempo dengan harga komoditi
yang disepakati dalam kontrak forward. Sedangkan, pada kontrak futures, nilai
futures dan arus kas disesuaikan setiap hari sesuai dengan perubahan harga pasar
komoditi yang terjadi setiap harinya. Perlakuan seperti ini disebut marked-to-market.

Gambar 1 Mekanisme Perdagangan Kontrak Forward vs Kontrak Futures
Perdagangan kontrak futures merupakan perkembangan dari sistem perdagangan
kontrak forward. Perdagangan kontrak futures merupakan hasil perkembangan dari
sistem perdagangan kontrak forward yang distandardisasi dan dilakukan pada pasar yang
terorganisir. Tujuan awal dari standardisasi adalah untuk meningkatkan likuiditas kontrak
forward sehingga pemegang kontrak forward menjual kembali kontrak tersebut dengan
mudah. Beberapa spesifikasi yang distandardisir dalam kontrak futures adalah jumlah,
kualitas, waktu penyerahan, tempat penyerahan, serta syarat-syarat pembayaran, dan
prosedur dalam penyerahan komoditi yang menjadi aset patokan dalam kontrak. Dengan
demikian, komponen yang dinegosiasikan dalam transaksi kontrak futures antara penjual
dan pembeli adalah komponen harga. Harga dari suatu kontrak futures ditetapkan melalui
persaingan terbuka antarpelaku pasar atau anggota bursa melalui dua cara, yaitu
1. penetapan harga dilakukan dengan sistem lelang terbuka (open out cry) di lantai
bursa
2. melalui sistem perdagangan elektronik (electronic trading system) dengan
menggunakan sistem komputer
e. Fungsi Kontrak Futures
Kontrak Futures memiliki beberapa fungsi, natara lain:
1. Transfer risiko (risk transfer)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana oleh para hedger untuk mengalihkan
risiko harga yang melekat pada komoditas yang menjadi patokan kepada pihak
spekulator yang melakukan perhitungan risiko untuk mendapatkan keuntungan
2. Pembentukan harga (price discovery)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana pembentukan harga pasar yang
transparan dan terbuka karena dibentuk melalui proses persaingan harga yang
terbuka.
3. Stabilitas keuangan (financial stability)
Para hedger yang melakukan lindung nilai (hedging) terhadap aset yang dijadikan
patokan akan lebih mudah menentukan tingkat keuntungan yang diharapkannya,
karena dalam perdagangan di bursa kontrak futures, kepastian pencapaian nilai dari
aset yang akan dijual sudah dilindungi nilainya (hedging).
4. Pengawasan mutu (quality control)
Spesifikasi tentang mutu aset patokan yang tercantum secara spesifik dalam kontrak
futures akan bisa dijadikan acuan untuk menjamin kesesuaian mutu aset secara fisik
dengan spesifikasi mutu yang tercantum dalam kontrak futures.
5. Pengumpulan informasi yang efisien (efficient information gathering)
Dengan adanya bursa terorganisir, maka informasi antarpelaku pasar yang ingin
bertransaksi akan bisa dilakukan dengan efisien (cepat, mudah, dan sekaligus murah)



f. Manfaat Kontrak Futures
Disamping Fungsi, kontrak futures juga memiliki beberapa manfaat, antara lain:
1. Futures sebagai lindung nilai
Manfaat utama yang diberikan kontrak futures adalah untuk melindungi nilai
(hedging) aset yang dijadikan patokan dari ancaman risiko ketidakpastian perubahan
harga di masa depan. Pihak yang melakukan transaksi dalam kontrak futures untuk
tujuan lindung nilai (hedging) disebut sebagai para hedger. Para hedger ini bisa
melakukan kegiatan perdagangan komoditi secara fisik dan juga memanfaatkan kontrak
futures untuk mengurangi risiko perubahan harga di masa depan. Para hedger ini
biasanya terdiri dari para produsen, maupun para pedagang komoditi. Terdapat dua
alternative yang bisa dilakukan investor, yaitu:
- Short hedge (menjual futures)
Investor yang mengambil posisi ini mempunyai komoditi atau aset yang menjadi
underlying dalam kontrak futures yang akan dijualnya secara fisik. Dengan menjual
futures maka investor akan terlindung dari risiko penurunan harga yang mungkin
akan terjadi di masa yang akan datang, sebagai akibat fluktuasi harga komoditi di
masa depan.
- Long hedge (membeli futures)
Pada posisi ini investor tidak memiliki komoditi atau aset yang menjadi underlying
pada kontrak futures yang akan dibelinya. Hal ini dilakukan investor yang
berkeinginan untuk memiliki komoditi atau aset tersebut di masa datang, sehingga
dengan cara membeli kontrak futures terhadap komoditi atau aset tersebut, maka
investor dapat terlindung dari risiko kenaikan harga di masa yang akan datang
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses lindung nilai
(hedging) adalah basis risk. Basis adalah perbedaan antara harga di pasar spot dengan
harga futures dari aset atau komoditi yang akan dilindungi.
Basis = Harga Spot Harga Futures
Fluktuasi basis tidak dapat diprediksikan dan tidak konstan selama periode kontrak
futures. Risiko basis adalah risiko yang dihadapi para hedger karena adanya perubahan
basis yang tidak diharapkan. Pada saat maturitas, besarnya basis akan sama dengan nol,
karena harga spot pada saat itu akan sama dengan harga futures.



2. Futures sebagai sarana spekulasi
Manfaat lain dari transaksi kontrak futures adalah sebagai ajang spekulasi untuk
memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi. Pihak-pihak yang
melakukan transaksi kontrak futures untuk tujuan spekulasi disebut sebagai spekulator.
Bagi seorang spekulator, salah satu cara tercepat untuk memperoleh keuntungan adalah
dengan cara membeli pada saat harga rendah dan menjual ketika harga tinggi.
Keberadaan spekulator ini menjadikan pasar lebih likuid.
g. Arus Kas dalam Kontrak Futures
Dalam kontrak futures, harga futures dan arus kas dalam rekening investor direvisi
dan disesuaikan setiap hari sesuai dengan perkembangan harga kontrak futures yang
terjadi. Pada saat investor telah mengambil suatu posisi pada kontrak futures, maka
investor harus menyimpan sejumlah dana minimum per kontrak yang telah ditentukan
pada lembaga kliring yang disebut dengan margin awal. Margin awal ini kemudian akan
dimasukkan dalam rekening, dan saldo dalam rekening itu akan menunjukkan ekuitas
yang dimiliki investor. Posisi ekuitas investor akan berubah sesuai dengan fluktuasi harga
kontrak futures.
Pada akhir hari perdagangan akan ditentukan settlement price untuk kontrak futures.
Settlement price adalah nilai yang dianggap representatif untuk akhir hari perdagangan.
Sebuah komite dalam lembaga kliring disebut dengan pit committee akan melihat semua
perdagangan pada menit-menit terakhir dan mengidentifikasikan rata-rata harga yang
terjadi. Lembaga kliring kemudian menggunakan settlement price untuk menentukan
posisi investor (marked-to-market) sehingga keuntungan atau kerugian akibat harga
tersebut akan dengan cepat direfleksikan dalam rekening ekuitas investor.
Selain menyediakan margin awal, investor juga harus tetap menjaga margin
minimum pada tingkat tertentu yang disebut dengan maintenance margin. Jika saldo
dalam rekening ekuitas kurang dari maintenance margin yang disyaratkan, maka investor
diminta untuk menambah dananya atau disebut dengan variation margin. Variation
margin adalah jumlah dana tambahan yang diperlukan untuk membuat saldo ekuitas
investor kembali berjumlah sebesar margin awal. Ada dua hal penting yang berkenaan
dengan variation margin, yaitu (1) variation margin harus dalam bentuk kas, dan (2)
jumlah variation margin yang diperlukan adalah sebesar jumlah dana yang diperlukan
untuk menaikkan ekuitas investor kembali ke posisi margin awal bukan posisi
maintenance margin.

Contoh Prosedur Marked-to-Market
Sebuah kontrak futures untuk aset ABC dengan harga futures pada saat settlement
date sebesar Rp1.000,00. Margin awal yang ditetapkan adalah sebesar Rp800,00 per
kontrak, dan maintenance margin adalah sebesar Rp600,00 per kontrak. Misalnya
pembeli membeli 500 kontrak pada harga futures sebesar Rp500.000,00, dan penjual
menjual kontrak dengan jumlah dan harga futures yang sama, sehingga margin awal
untuk pembeli dan penjual adalah sebesar Rp400.000,00. Maintenance margin untuk
keduanya adalah Rp300.000,00. Misalkan 3 hari setelah transaksi yang dilaksanakan
besarnya settlement price yang ditentukan berturur-turut adalah Rp900,00, Rp 700,00,
dan Rp 800,00.
Prosedur Marked-to-Market
Akhir Hari Pembeli Penjual
1
Margin Awal Rp 400.000,00 Rp 400.000,00
Marked-to-market hari ke-1 (50.000,00) 50.000,00
2
Current Equity 350.000,00 450.000,00
Marked-to-market hari ke-2 (100.000,00) 100.000,00
3
Current Equity 250.000,00 550.000,00
Variation Margin 150.000,00 -
Marked-to-market hari ke-3 50.000,00 (50.000,00)
Current Equity 450.000,00 500.000,00

h. Penilaian Futures
Terdapat tiga komponen utama yang harus diperhatikan dalam penentuan harga
futures yang wajar dalam posisi ekuilibrium, yaitu :
1. Harga aset yang menjadi patokan (underlying asset) di pasar.
2. Yield yang bisa diperoleh sampai dengan settlement date. Yield ini biasanya dihitung
dalam bentuk persentase (%), yang menunjukkan tingkat return yang diharapkan dari
kontrak futures pada saat settlement date
3. Tingkat suku bunga untuk meminjam atau menabung dana sampai dengan settlement
date. Dalam periode pemegangan kontrak futures, ada kemungkinan bahwa pihak-
pihak yang terlibat dalam transaksi kontrak futures meminjam sejumlah dana untuk
memenuhi margin minimal yang harus dipertahankan (maintenance margin), yang
telah melewati batas minimum, atau menabung kelebihan dana yang diperolehnya
dari maintenance margin.


Komponen-komponen dalam penentuan harga dilambangkan sebagai berikut :
r = suku bunga pinjaman (%)
y = yield (%)
P = harga di pasar (Rp)
F = harga futures (Rp)
Dua strategi dalam transaksi kontrak futures, yaitu :
1. Investor yang melakukan transaksi kontrak futures bisa menerapkan strategi dengan
mengombinasikan tindakan-tindakan berikut ini
a) Menjual kontrak futures sebesar harga F
b) Membeli aset dengan harga P
c) Meminjam sebesar P pada tingkat bunga sebesar r sampai dengan settlement date
Pendapatan pada settlement date adalah sebagai berikut ini:
- Dari settlement kontrak futures
Aliran kas dari penjualan aset (sesuai kontrak futures) F
Yield yang diperoleh dari investasi aset sampai dengan settlement date yP
Total Aliran Kas Masuk F + yP
- Dari pinjaman
Pelunasan pinjaman pokok P
Pembayaran bunga pinjaman rP
Total Aliran Kas Keluar P + rP
Dengan demikian, keuntungan (profit) yang diperoleh dari strategi tersebut adalah
sebagai berikut
Profit = (F + yP) (P + rP)
Pada posisi ekuilibrium, maka harga futures adalah harga di mana profit yang
diperoleh dari strategi arbitrase sama dengan nol, sehingga
(F + yP) (P + rP) = 0
Maka, dapat ditentukan harga futures adalah
F = P + P (r y)
Pada kondisi ekuilibrium, harga futures adalah fungsi dari harga aset di pasar, biaya
pembelanjaan dan yield yang diperoleh dari investasi pada aset

2. Strategi lainnya dapat dilakukan investor dengan mengombinasikan tindakan-
tindakan sebagai berikut :
a) Membeli kontrak futures sebesar harga F
b) Menjual aset dengan harga P
c) Menabung sebesar P pada tingkat r sampai dengan settlement date
Pendapatan pada settlement date adalah sebagai berikut :
- Dari settlement kontrak futures
Biaya pembelian aset (sesuai kontrak futures) F
Pembayaran yield yP
Total Aliran Kas Keluar F + yP

- Dari tabungan
Tabungan P
Pendapatan Bunga rP
Total Aliran Kas Masuk P + rP
Dengan demikian, keuntungan (profit) yang diperoleh dari strategi tersebut adalah
sebagai berikut
Profit = (F + yP) (P + rP)
Pada posisi ekuilibrium, maka harga futures adalah harga di mana profit yang
diperoleh dari strategi arbitrase sama dengan nol, sehingga
(F + yP) (P + rP) = 0
Maka, dapat ditentukan harga futures adalah
F = P + P (r y)

IV. Kontrak SWAP
SWAP adalah sebuah kontrak transaksi finansial di mana dua pihak setuju untuk
bertukar arus kas secara periodik dalam periode tertentu sesuai aturan yang disepakati
bersama. Tiga jenis SWAP yang populer adalah sebagai berikut :
1. Currency SWAP
Dalam currency SWAP, masing-masing pihak membayar dalam suku bunga tetap
namun dengan mata uang berbeda. Currency SWAP mewajibkan pihak-pihak yang
bertransaksi untuk saling membayar pokok dalam mata uang yang berbeda pada awal
transaksi dan mengembalikannya pada akhir transaksi. Currency SWAP biasanya
digunakan untuk mengurangi risiko dalam fluktuasi mata uang.





Contoh Currency SWAP

Gambar 2 Contoh Currency SWAP
2. Interest Rate SWAP
Dalam interest rate SWAP, kedua belah pihak setuju saling membayar bunga
berdasarkan jumlah pokok tertentu. Biasanya satu pihak membayar bunga secara
fixed rate sedangkan pihak lain membayar bunga secara floating rate. Interest rate
swap dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara bunga yang dibayar
dengan bunga yang diterima, sehingga masing-masing pihak menerima bunga
mengambang dan membayar bunga mengambang juga, atau menerima bunga tetap
dan membayar bunga tetap juga. Dalam interest rate swap, dua pihak dapat saling
menyelamatkan dari risiko kerugian karena kenaikan bunga mengambang atau bunga
tetap.

Gambar 3 Mekanisme Interest Rate SWAP
Perusahaan A menerbitkan obligasi dengan bunga tetap 9% (fixed interest rate)
dan perusahaan mempunyai portofolio asset (piutang) dengan bunga mengambang.
Di satu sisi, perusahaan B menerbitkan obligasi dengan bunga mengambang
LIBOR+1% dan mempunyai portofolio asset (piutang) dengan bunga tetap. Tiap
perusahaan dihadapkan pada interest risk karena adanya ketidaksesuaian (mismatch)
antara penerimaan bunga dan pembayaran bunga. Untuk mengantisipasi interest risk
ini, kedua perusahaan mengadakan interest rate swap. Dengan interest rate swap,
perusahaan A menukarkan penerimaan bunga variabelnya dan mendapatkan
pembayaran bunga tetap 9% dari perusahaan B. Sementara itu, perusahaan B
menukarkan penerimaan bunga tetap dan mendapatkan pembayaran bunga
mengambang pada LIBOR+1/2% dari perusahaan A. Dari hasil pertukaran tersebut,
perusahaan A mendapatkan bunga tetap dan mempunyai kewajiban membayar bunga
tetap. Sedangkan perusahaan B mendapatkan bunga mengambang dan mempunyai
kewajiban membayar bunga mengambang. Pertukaran ini menghasilkan kesesuaian
(matching) antara penerimaan bunga dan kewajiban pembayaran bunga

3. Currency Coupon SWAP
Currency coupon SWAP mirip dengan currency SWAP, namun pihak yang satu
membayar dalam mata uang tertentu dengan suku bunga tetap, sementara pihak yang
lain membayar dalam mata uang lain dengan suku bunga mengambang.


V. Kontrak Futures LQ-45 di BEI
Pada kontrak futures indeks tidak ada penyerahan aset/sekuritas. Pihak-pihak yang
terlibat akan menyelesaikan kontrak dengan menggunakan kas. Serah terima kas
dilakukan berdasarkan perbedaan antara harga kontrak pada suatu hari tertentu dengan
harga kontrak pada awal kontrak dibuat. Harga kontrak adalah perkalian antara contract
multiplier dan nilai indeks.Harga futures dari kontrak akan dipengaruhi oleh beberapa
faktor fundamental sebagai berikut :
1. Keuntungan perusahaan. Semakin tinggi keuntungan perusahaan akan semakin tinggi
harga saham, maka harga futures indeks akan semakin tinggi
2. Tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat bunga berarti semakin tinggi tingkat return
yang diharapkan. Hal ini menyebabkan turunnya harga saham, sehingga harga
futures indeks akan semakin rendah
3. Kondisi ekonomi. Kondisi ekonomi akan mempengaruhi melalui ekspektasi
keuntungan yang akan diperoleh perusahaan. Kondisi ekonomi yang kuat akan
meningkatkan keuntungan perusahaan sehingga harga dari futures indeks akan
semakin tinggi

Di indonesia indeks yang dapat digunakan sebagai basis futures indeks adalah indeks LQ
45, berikut penjelasan dari LQ 45 :
a. LQ 45 Futures
Kontrak futures LQ 45 merupakan salah satu kontrak futures finansial di
Indonesia dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Kontrak perdagangan
komoditas diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Kontrak futures
LQ 45 menggunakan underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai
benchmark saham-saham di Pasar Modal Indonesia. Di tengah perkembangan
yang cepat di pasar modal Indonesia, indeks LQ45 dapat menjadi alat yang cukup
efektif dalam rangka melakukan tracking secara keseluruhan dari pasar saham
di Indonesia.
Untuk mengkonversi nilai per kontrak futures LQ 45 ke dalam nilai rupiah
digunakan sebuah contract multiplier, di mana setiap poin indeks LQ 45 berharga
Rp 500.000,00. Investor yang ingin membeli kontrak futures LQ 45 harus
membayar margin awal (initial margin) Rp 3.000.000,00 per kontrak.


Beberapa manfaat dari LQ 45 ini, antara lain :
- Manfaat lindung nilai (hedging)
- Nilai kontrak futures LQ 45 di pasar futures akan memberikan suatu
prediksi mengenai pergerakan indeks LQ 45 di pasar spot di masa depan
- Perdagangan kontrak futures LQ 45 berpotensi untuk meningkatkan
aktivitas bursa saham, karena di samping memberikan alternatif investasi
baru bagi investor, juga akan memberikan fasilitas untuk mengurangi risiko
kerugian bagi investor di bursa saham

b. Mini LQ 45 Futures
Mini LQ45 Futures adalah kontrak yang menggunakan underlying yang sama
dengan LQ45 Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ45 Futures
memiliki multiplier yang lebih kecil (Rp 100.000,00 / poin indeks atau 1/5 dari
LQ45 Futures) sehingga nilai transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee
transaksinya juga lebih kecil. Produk Mini LQ45 Futures ditujukan bagi investor
pemula dan investor retail yang ingin melakukan transaksi LQ45 dengan
persyaratan yang lebih kecil. Dengan demikian Mini LQ45 dapat digunakan
sebagai sarana pembelajaran investor retail yang baru akan mulai melakukan
transaksi di indeks LQ45.

c. LQ 45 Futures Periodik
Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode
Hari Bursa tertentu. Multiplier sebesar Rp 500.000,00.

d. Mini LQ 45 Futures Periodik
Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode
Hari Bursa tertentu. Multiplier sebesar Rp 100.000,00.
Mekanisme Perdagangan Kontrak Berjangka Indeks Efek adalah sebagai berikut
ini :
a) Persyaratan Saham Induk
Tercatat di Bursa sekurang-kurangnya 3 bulan.
Aktivitas transaksi di pasar reguler yaitu nilai, volume dan frekuensi
transaksi.
Jumlah hari perdagangan di pasar reguler.
Kapitalisasi pasar pada periode waktu tertentu.
Selain mempertimbangkan kriteria likuiditas dan kapitalisasi pasar tersebut
di atas, akan dilihat juga keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan
perusahaan tersebut.

b) Hal-hal Umum
Pelaksanaan perdagangan menggunakan fasilitas FATS.
Perdagangan secara Continuous Auction.
Matching menggunakan Price & Time Priority.
Menggunakan Marjin Awal (Initial Margin) untuk menjamin transaksi

c) Jam Perdagangan
Senin - Kamis :
- Sesi I 09:30 - 12:00 Waktu FATS
- Sesi II 13:30 - 16:15 Waktu FATS
Jumat :
- Sesi I 09:30 - 11:30 Waktu FATS
- Sesi II 14:00 - 16:15 Waktu FATS

d) Pesanan Nasabah
1. Anggota Bursa hanya dapat melaksanakan pesanan pembukaan dan
perdagangan KBIE bagi nasabah yang telah memiliki rekening KBIE .
2. Rekening KBIE wajib memuat hak dan kewajiban nasabah dengan Anggota
Bursa, termasuk kewajiban nasabah untuk menyediakan Margin Awal.
3. Pesanan yang dapat dilaksanakan di Bursa oleh Anggota Bursa hanya
pesanan terbatas (limit order) yaitu pesanan yang dilaksanakan oleh
Anggota Bursa sampai dengan batas harga yang ditetapkan oleh
nasabahnya.
4. Setiap instruksi atas pesanan jual dan atau beli, wajib tercatat di bagian
pemasaran yang memuat data waktu dan nomor urut pesanan, identitas
nasabah, nomor rekening nasabah, jumlah pesanan, nama (atau kode) KBIE,
Harga KBIE, jenis transaksi (Short/Long), dan status posisi pesanan
(Open/Close), sebelum dimasukkan FATS.
5. Bentuk pesanan (order) dalam perdagangan KBIE di Bursa terdiri dari:
Order Short yaitu terdiri dari Open Short dan Close Short;
Order Long yaitu terdiri dari Open Long dan Close Long.
6. Anggota Bursa tidak diperbolehkan melakukan transaksi di luar Bursa baik
atas kepentingan nasabah ataupun kepentingan sendiri atas KBIE

e) Penyelesaian Transaksi KBIE
1. Penyelesaian transaksi KBIE merupakan pemenuhan kewajiban Anggota
Bursa kepada KPEI dan pemenuhan hak Anggota Bursa oleh KPEI yang
pelaksanaannya diatur dalam peraturan KPEI
2. Penyelesaian transaksi KBIE dilakukan berdasarkan harga penyelesaian
yang meliputi:

Harga Penyelesaian Harian (HPH)
Harga Penyelesaian Harian (HPH) KBIE dihitung dari rata-rata 12 (dua
belas) harga terdiri dari 6 (enam) harga Indeks Efek di pasar Underlying dan 6
(enam) Harga KBIE di Bursa yang diperoleh dari harga / angka dalam 60 (enam
puluh) menit terakhir perdagangan di pasar Underlying, dan di pasar reguler
futures sebagai berikut :
Harga ke 1, 3, 5, 7, 9 dan 11 menggunakan Indeks Efek terakhir di
pasar Underlying;
Harga ke 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 menggunakan Harga KBIE terakhir di
Bursa.
Apabila sampai dengan jam 15.20 WIB tidak ada transaksi, maka untuk
perhitungan HPH menggunakan Previous Price. Apabila transaksi
terjadi antara jam 15.20 WIB sampai dengan jam 15.35 WIB, maka
transaksi terakhir sebelum jam 15.35 WIB akan digunakan untuk
perhitungan HPH untuk jam 15.35 WIB dan demikian untuk
pengambilan harga pada jam-jam berikutnya;
Apabila pada Hari Bursa tidak terjadi transaksi, maka untuk perhitungan
HPH menggunakan rata-rata harga Underlying mulai jam 15.30 WIB
sampai dengan jam 16.00 WIB, sebanyak 6 harga Underlying.

Harga Penyelesaian Final (HPF)
Dihitung berdasarkan rata-rata harga Indeks Efek dalam 30 (tiga puluh)
menit terakhir pada Hari Perdagangan terakhir di pasar Underlying dengan
mengambil Indeks Efek setiap 5 (lima) menit untuk mendapatkan 6 (enam)
angka indeks.

3. Penyelesaian KBIE dilakukan secara tunai dengan cara penyerahan
sejumlah uang yang merupakan selisih dari Harga KBIE yang masih
terbuka dengan harga penyelesaian, baik harga yang terjadi karena
pengalihan atau penutupan kontrak maupun harga yang ditentukan oleh
KPEI.
4. Hak atau kewajiban Anggota Bursa yang timbul akibat transaksi KBIE
dicantumkan dalam Daftar Hasil Kliring Kontrak Berjangka (DHK-Kontrak
Berjangka) yang diterbitkan oleh KPEI dimana memuat infromasi mengenai
hak atau kewajiban dari setiap Anggota Bursa kepada KPEI yang sekurang-
kurangnya mencakup:
Posisi KBIE yang dimiliki oleh Anggota Bursa.
Hak atau kewajiban berupa uang yang akan diterima atau wajib
dibayarkan oleh Anggota Bursa.
5. Tambahan Marjin Awal :
Anggota Bursa wajib menyetorkan tambahan Marjin Awal kepada KPEI
yang berkurang sebagai akibat dari penyelesaian transaksi.
6. Kewajiban penyetoran tambahan Marjin Awal dilakukan pada Hari Bursa
berikutnya (T+1).


VI. Kontrak Futures untuk Komoditas di BBJ
Kontrak futures komoditas merupakan suatu bentuk kontrak standar untuk membeli
atau menjual Komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, tempat, dan waktu penyerahan di
kemudian hari yang telah ditetapkan. Karena bentuknya yang standar itu, maka yang
dinegoisasikan hanya harganya saja. Performance atau terpenuhinya kontrak futures
sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak, dijamin oleh suatu lembaga
khusus yaitu Lembaga Kliring Berjangka.
Berdasarkan UU No.32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi,
perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi
dengan penyerahan kemudian berdasarkan kontrak futures dan opsi atas kontrak futures.
Perdagangan berjangka dilakukan di Bursa Berjangka, yang selanjutnya disebut dengan
Bursa, yang memperdagangkan kontrak Futures berbagai komoditi. Tempat untuk
memperdagangkan kontrak futures juga disebut pasar berjangka. Dengan demikian di
Bursa akan terdapat banyak pasar berjangka, sesuai dengan banyaknya komoditi yang
diperdagangkan. Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan
transaksi untuk membeli atau menjual sejumlah komoditi untuk dikemudian hari, sesuai
isi atau spesifikasi kontrak.
Harga komoditi yang terbentuk di Bursa, berlangsung secara transparan. Dengan
demikian, harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permintaan yang
sebenarnya. Transaksi di Bursa dilakukan oleh para Anggota Bursa, yang terdiri dari
Pialang Berjangka dan Pedagang Berjangka, baik dengan cara berteriak (open outcry)
atau secara elektronik (authomated atau electronic trading system). Selanjutnya, harga
yang terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing Kontrak Berjangka, dan
diumumkan secara luas kepada masyarakat. Dalam tahun-tahun terakhir ini, dan
khususnya di Bursa-bursa yang baru, sistem perdagangan umumnya dilakukan secara
elektronik menggunakan komputer, yang memiliki akses ke komputer induk yang ada di
Bursa.
Terdapat dua manfaat utama dari penyelenggaraan perdagangan berjangka komoditi
yaitu sebagai berikut :
1. Sarana pengelolaan risiko (risk management) melalui kegiatan lindung-nilai atau
"hedging". Pada dasarnya, harga komoditi primer sering berfluktuasi karena
ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim,
bencana alam, dan lain-lain. Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan Kontrak
Berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (risiko) yang
diakibatkan gejolak harga tersebut. Dengan memanfaatkan Kontrak Berjangka,
produsen komoditi dapat menjual komoditi yang baru akan mereka panen beberapa
bulan kemudian, pada harga yang telah dipastikan atau "dikunci" sekarang (sebelum
panen). Dengan demikian, mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak
terpengaruh oleh kenaikan atau penurunan harga jual di pasar tunai. Manfaat yang
sama juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan
pembelian komoditi di masa yang akan datang, pada saat harus memenuhi
kontraknya dengan pembeli diluar negeri. Atau pengolah, yang harus melakukan
pembelian komoditi secara berkesinambungan.
2. Sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi
pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi yang diperdagangkan. Hal
ini dimungkinkan, karena transaksi hanya dilakukan oleh atau melalui Anggota
Bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri. Artinya, antara pembeli dan penjual
Kontrak Berjangka tidak saling kenal atau mengetahui secara langsung. Harga yang
terjadi di Bursa umumnya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia
usaha, termasuk petani dan produsen atau pengusaha kecil, untuk melakukan
transaksi di pasar fisik.

VII. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ)
P.T. Bursa Berjangka Jakarta, yang biasa disingkat "BBJ", atau disebut Jakarta
Futures Exchange secara resmi didirikan pada tanggal 19 Agustus 1999 di Jakarta
(tepatnya di Gedung AEKI), memperoleh izin operasi tanggal 21 November 2000 dan
mulai melakukan perdagangan pertamanya sejak tanggal 15 Desember 2000. Fungsi
utama BBJ adalah menyediakan fasilitas bagi para anggotanya untuk bertransaksi kontrak
berjangka berdasarkan harga yang ditentukan melalui interaksi yang efisien berdasarkan
permintaan dan penawaran dalam sistem perdagangan elektronik.
Produk-produk yang dikeluarkan oleh BBJ antara lain :
1. Kontrak Berjangka Emas (GOL)
Satuan kontrak adalah 1 kg (1000 gram) dengan harga rupiah per gram (termasuk
PPN). Mutu Emas dengan kualitas kemurnian minimum 99,99% dilengkapi dengan
angka seri & stempel dari refineri yang diakui oleh LBMA (bisa dari dalam dan luar
negeri). Penyerahan Emas bisa dilaksanakan apabila pihak penjual dan pembeli
memiliki jumlah minimal 5 (lima) lot atau kelipatannya. Penyerahan Emas harus
dilakukan dalam lot yang terpisah, masing-masing 1 (satu) kilogram berat bersih, dan
berat tersebut dicantumkan dalam Surat Bukti Penyimpanan.
2. Kontrak Berjangka Olein (OLE)
Dasar kontrak adalah olein dengan standar pasar dengan satuan kontrak 20 ton
(20.000 kg), harga rupiah per kilogram (termasuk PPN). Mutu: (1) Free Fatty Acids
< 0,15% AOCS Method Ca 5a-40, (2) Moisture & Impurities < 0,1% AOCS Method
Ca 2b-38, (3) AOCS Method Ca 3a-46, (4) Iodine Value (WIJS) > 56 AOCS Method
Cd 1d-92, (5) Color Red (Lovibond 5,25Inch) < 4 Red AOCS Method Cc 13b-45, (6)
Slip Melting Point < 24 oC AOCS Method Cc 1-25, dan (7) Cloud Point 10,75 oC.
Penyerahan Olein bisa dilaksanakan apabila pihak penjual dan pembeli memiliki
jumlah minimal 25 (dua puluh lima) lot atau kelipatannya. Penyerahan Olein harus
dilakukan dalam lot yang terpisah, masing-masing 20 (dua puluh) ton, dan berat
tersebut dicantumkan dalam DO
3. Kontrak Berjangka Gulir Emas (KGE)
Ciri khas kontrak yaitu Kontrak Berjangka yang pada penutupan jam perdagangan,
seluruh posisi terbuka akan diperpanjang secara otomatis ke hari perdagangan
berikutnya sampai posisi tersebut ditutup. Dasar kontrak adalah Harga Emas pasar
fisik Loco London dengan satuan kontrak 1 Kg ( 1000 gram). Penyelesaian akhir
adalah apabila kegiatan perdagangan kontrak ini diakhiri, semua posisi yang masih
terbuka ditutup dengan Harga Penyelesaian hari itu. Seluruh selisih rugi maupun laba
diselesaikan hari itu juga.
4. Kontrak Gulir Indeks Emas (KIE)
Ciri khas kontrak adalah Kontrak Berjangka yang pada penutupan jam perdagangan,
seluruh posisi terbuka akan diperpanjang secara otomatis ke hari perdagangan
berikutnya sampai posisi tersebut ditutup. Dasar kontrak adalah indeks yang dihitung
dengan cara membagi Harga Penyelesaian Kontrak Gulir Emas di BBJ dengan harga
Emas di pasar fisik Loco London. Contract multiplier adalah Rp 10.000,- per angka
indeks. Penyelesaian akhir adalah apabila kegiatan perdagangan kontrak ini diakhiri,
semua posisi yang masih terbuka ditutup dengan Angka Penyelesaian hari itu.
Seluruh selisih rugi maupun laba diselesaikan hari itu juga
5. Kontrak Berjangka Emas (GOL 250)
Satuan kontrak adalah 250 gram dengan harga rupiah per gram (termasuk PPN).
Mutu adalah Emas dengan kualitas kemurnian minimum 99,99% dilengkapi dengan
angka seri & stempel dari refineri yang diakui oleh LBMA (bisa dari dalam dan luar
negeri). Penyerahan Emas bisa dilaksanakan apabila pihak penjual dan pembeli
memiliki jumlah minimal 4 (empat) lot atau kelipatannya. Penyerahan Emas harus
dilakukan dalam lot yang terpisah, masing-masing 1 (satu) kilogram berat bersih, dan
berat tersebut dicantumkan dalam Surat Bukti Penyimpanan
6. Kontrak Berjangka Olein (OLE 10)
Dasar kontrak olein dengan kualitas standar pasar. Satuan kontrak 10 ton (10.000 kg)
dengan harga rupiah per kilogram (termasuk PPN). Penyerahan Olein bisa
dilaksanakan apabila pihak penjual dan pembeli memiliki jumlah minimal 50 (lima
puluh) lot atau kelipatannya. Penyerahan Olein harus dilakukan dalam lot yang
terpisah, masing-masing 10 (sepuluh) ton, dan berat tersebut dicantumkan dalam DO
7. Kontrak Berjangka Kakao (CC5)
Satuan kontrak adalah 5 metrik ton (5.000 kg) dengan harga rupiah per kilogram.
Mutu adalah mutu Fermentasi sesuai mutu yang ditentukan dalam Standard Nasional
Indonesia (SNI) No. 2323-2008 yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional
(BSN)
8. Kontrak Gulir Emas US Dollar (KGEUSD)
Ciri khas kontrak adalah Kontrak Berjangka yang pada penutupan jam perdagangan,
seluruh posisi terbuka akan diperpanjang secara otomatis ke hari perdagangan
berikutnya sampai posisi tersebut ditutup. Dasar kontrak adalah harga Emas pasar
fisik Loco London dengan satuan kontrak adalah 100 troy ounce (3110,35 gram).
Penyelesaian akhir adalah apabila kegiatan perdagangan kontrak ini diakhiri, semua
posisi yang masih terbuka ditutup dengan Harga Penyelesaian hari itu. Seluruh
selisih rugi maupun laba diselesaikan hari itu juga. Dalam hal perhitungan variation
margin, beda bunga, angka penyelesaian dan rugi laba yang terjadi dilakukan dalam
mata uang USD
9. Kontrak Gulir Emas US Dollar (GU1H10)
Ciri khas kontrak adalah Kontrak Berjangka yang pada penutupan jam perdagangan,
seluruh posisi terbuka akan diperpanjang secara otomatis ke hari perdagangan
berikutnya sampai posisi tersebut ditutup. Dasar kontrak adalah Harga Emas pasar
fisik Loco London dengan satuan kontrak adalah 100 troy ounce (3110,35 gram).
Penyelesaian akhir adalah apabila kegiatan perdagangan kontrak ini diakhiri, semua
posisi yang masih terbuka ditutup dengan Harga Penyelesaian hari itu. Seluruh
selisih rugi maupun laba diselesaikan hari itu juga. Dalam hal perhitungan variation
margin, beda bunga, angka penyelesaian dan rugi laba yang terjadi dilakukan dalam
mata uang USD dengan fixed rate: Rp.10.000,-
10. Kontrak Gulir Mini Emas US Dollar (GU1TF)
Ciri khas kontrak adalah Kontrak Berjangka yang pada penutupan jam perdagangan,
seluruh posisi terbuka akan diperpanjang secara otomatis ke hari perdagangan
berikutnya sampai posisi tersebut ditutup. Dasar kontrak adalah Harga Emas pasar
fisik Loco London dengan satuan kontrak 10 troy ounce (311,035 gram).
Penyelesaian akhir adalah apabila kegiatan perdagangan kontrak ini diakhiri, semua
posisi yang masih terbuka ditutup dengan Harga Penyelesaian hari itu. Seluruh
selisih rugi maupun laba diselesaikan hari itu juga. Dalam hal perhitungan variation
margin, beda bunga, angka penyelesaian dan rugi laba yang terjadi dilakukan dalam
mata uang USD.


Operasi Bursa Berjangka Jakarta
Fungsi utama BBJ adalah menyediakan fasilitas bagi anggota untuk bertemu dan
bertransaksi Kontrak Berjangka. Harga ditentukan melalui metode elektronis, melalui
interaksi yang efisien berdasarkan permintaan dan penawaran dalam sistem perdagangan.
Dua sistem perdagangan akan diimplementasikan oleh BBJ yaitu, sistem satu harga per
sesi dan sistem perdagangan kontinyu. Untuk harga pembukaan, sistem satu harga akan
digunakan selama 15 menit pertama. Permintaan beli, dan penawaran jual, dimasukkan ke
dalam sistem trading komputer dan akan dicocokkan setelah 15 menit. Harga dimana
transaksi terjadi paling banyak akan menjadi harga pembukaan. Seluruh order yang
dimasukkan pada 15 menit pertama ini akan dilaksanakan pada 15 menit pertama ini.
Setiap order yang tidak cocok akan tetap didalam sistem setelah harga pembukaan
ditentukan, dan akan dimasukkan ke dalam sistem perdagangan untuk memastikan
terjadinya harga yang kompetitif dalam sebuah pasar yang adil dan aman.
Sedangkan dari fungsi ekonominya, JFX melayani dua tujuan yang sangat penting
yaitu penemuan harga dan pemindahan risiko. Melalui proses permintaan dan penawaran
kontinyu, pasar akan sampai pada satu tingkat harga dimana pembeli dan penjual dapat
setuju untuk bertransaksi. Harga yang disetujui tersebut mewakili harga yang terbaik
selama waktu transaksi. Sebagai tambahan, para pengguna berdagang kontrak berjangka
untuk berbagai alasan yang berbeda. Hedger, yang telah menyadari kemungkinan risiko
harga, tetapi tidak menginginkannya, menggunakan pasar untuk memindahkan risiko
tersebut ke spekulator yang juga mempunyai asumsi tentang risiko tersebut dan berharap
keuntungan darinya. Terakhir, harga kontrak yang diperdagangkan di floor ditangkap pada
saat itu juga melalui sistem pencocokkan dan pelaporan real time bursa yang dikenal
sebagai JAFeTS dan akan disebarkan ke seluruh dunia melalui jasa agen informasi kabel
dan finansial seperti Reuters, Bridge News, Bloomberg, dan banyak lainnya, untuk
memastikan transparansi harga. Informasi tunda harga dan pasar juga disebarkan melalui
jaringan televisi dan radio lokal, media lokal dan internasional, dan juga melalui internet.

Keamanan Bursa
BBJ memiliki banyak pengaman dengan standar yang tinggi untuk memproteksi
integritas bursa yaitu sebagai berikut :
a) PT Kliring
Dalam melindungi integritas finansial pasar, BBJ bersama PT Kliring dan Jaminan
Bursa Komoditi (KJBK), mengadaptasi sistem pengamanan operasi dan finansial
yang dapat dibandingkan dengan praktek-praktek perdagangan internasional terbaik
b) Divisi Pengawasan
Divisi Pengawasan mempunyai tanggung jawab menyeluruh untuk menegakkan
integritas Pasar Berjangka BBJ. Divisi ini menjalankan tanggung jawab yang luas
melalui staf-stafnya yang kompeten dan dipilih secara hati-hati melalui audit yang
meliputi pengawasan harian dan teratur terhadap pasar dan anggotanya, kunjungan
teratur ke kantor-kantor anggota untuk audit lapangan dan mengawasi aktifitas di
lantai bursa
c) Divisi Operasi Perdagangan
Bertanggung jawab untuk mendeteksi setiap praktek curang dalam perdagangan,
penyalahgunaan, pelanggaran lainnya dari peraturan dan tata tertib BBJ. Tugasnya
antara lain memastikan seluruh pedagang di lantai mempunyai perilaku yang
profesional dan berstandar tinggi, melakukan audit teratur kepada anggota
menyangkut pelanggaran peraturan di lantai, menyelidiki pengaduan resmi dari
anggota, individual, PT Kliring, dan sumber-sumber lainnya dan menyelenggarakan
audit khusus atas permintaan komite perilaku bisnis di Bursa
d) Pendaftaran Pialang
Seorang anggota Bursa, yang memegang rekenign berjangka nasabah harus
mempunyai izin sebagai Pialang Berjangka dari Bappebti berdasarkan Undang-
Undang Perdagangan Berjangka 1997. Bappebti adalah lembaga pengawas
independen nasional yang bertanggung-jawab mengatur dan mengawasi seluruh
perdagangan berjangka di Indonesia
e) Posisi Wajib Lapor dan Batas Posisi Spekulatif
Anggota diwajibkan untuk melapor ke Bursa ketika pemilik rekening, atau salah satu
nasabahnya, mempunyai posisi yang sama atau mendekati level wajib lapor yang
ditentukan oleh Bursa untuk setiap kontrak. Batas ini diberlakukan dengan ketat
untuk mencegah manipulasi harga atau penyudutan pasar, sekaligus melindungi
integritas Bursa
f) Pemisahan Dana Nasabah
Anggota diwajibkan untuk membuat rekening bank terpisah utuk seluruh dana
nasabah. Dana Nasabah tidak dapat ditarik dari rekening yang terpisah kecuali untuk
tujuan pembayaran deposit dan margin, pembayaran debit kepada anggota dari
nasabahnya, dan uang yang ditarik atas otoritas nasabahnya. Anggota juga tidak
diperbolehkan untuk menggunakan uang yang dimiliki satu nasabah yang lain untuk
pembayaran marjin atau membiayai perdagangan dan posisi nasabah yang lain atau
anggota itu sendiri.


CONTOH SOAL
1. Kontrak Futures

Aset dijual dipasar dengan harga Rp1.000,00 Aset akan membayar kepada
pemiliknya Rp200,00 selama setahun dan dibayar secara triwulan, sehingga setiap
tiga bulan pemilik aset akan memperoleh Rp50,00. Settlement date kontrak futures
tersebut adalah tiga bulan dari sekarang. Tingkat suku bunga triwulan yang berlaku
adalah 8% pertahun.
Penyelesaian:
Diketahui :
P = Rp1.000
r = Rp200 = 0,02
y = Rp50 = 0,02

Rumus :


Maka, F = P + P (r y)
F = 1000 + 1000 (0,02 0,05) = 990

2. Kontak Forwards (Hedging dengan forward)
Seorang manajer investasi mempunyai portofolioobligasi dengan nilai pasar saat ini
1,2 M. Nilai investasi adalah Rp 1 M< dengan demikian ia sudah memperoleh
keuntungan sebesar 20%. Karena tidak ingin mengambil resiko terhadap perubahan
bunga (jika bunga bunga naik portifolio turun, dan sebaliknya) maka dia puas
F = P + P (r-y)
dengan tingkat keuntungan itu. Manager itu bisa melakukan hedging dengan
menggunakan forward obligasi. Hasil dari hedging dengan forward:

Tabel berikut ini meringkaskan hasil dari hedging tersebut.
Harga pasar obligasi = Rp900 juta
Posisi spot (mempunyai atau long obligasi)
dengan nilai Rp1,2 milyar
Posisi forward (jual atau short obligasi
dengan harga Rp1,2 milyar
Rp 300 juta

+ Rp 300 juta
Total keuntungan/kerugian 0

Tabel di atas menunjukkan:
Kita rugi di obligasi (posisi spot obligasi), karena nilainya turun sebesar Rp300
juta (Rp900 juta Rp1,2 milyar)
Tetapi kita untung di forward obligasi, karena kita bisa menjual dengan harga
Rp1,2 milyar, sementara harga pasar obligasi adalah Rp900 juta. Kita untung
sebesar Rp300 juta.
Total keuntungan = keuntungan di posisi spot + keuntungan di posisi forward,
Total keuntungan = Rp300 juta + Rp300 juta = 0















DAFTAR PUSTAKA

Ross, Westerfield, Jaffe, and Jordan. 2008. Pengantar Keuangan Perusahaan edisi 8.
McGraw-Hill.

Seravine.2011.Tugaskuliah.(http://tugaskuliahanakmenej.blogspot.com/2011/12/instrumen
- derivatif-manajemen-risiko.html), diakses 13 September 2014.

Bali,Meme.2013.Derivatif dan Hedging.(http://memebali.blogspot.com/2013/05/pasar-
modal-dan-manajemen-keuangan.html), diakses 12 September 2014.