Vous êtes sur la page 1sur 7

REFLEKSI KASUS

Ureterolithiasis
Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Dalam Mengikuti
Program Pendidikan Klinik Bagian Radiologi
Di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso
Wonogiri

oleh :
Fery Mardi
10711081
Pembimbing:
dr. Hartanto. Sp.Rad
dr. Endrawati Tri Bowo, M.Sc.Sp.Rad

KEPANITERAAN KLINIK RADIOLOGI


RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2014

REFLEKSI KASUS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
_____________________________________________________________________________________________
Nama Dokter Muda

: Fery Mardi

Stase

: Radiologi

NIM: 10711081

Identitas Pasien
Nama / Inisial

: Bapak. M

No RM

: 469079

Umur

: 60 tahun

Jenis kelamin

: Pria

Diagnosis/ kasus

: Ureterolithiasis

Pengambilan kasus pada minggu ke: 2


Jenis Refleksi: lingkari yang sesuai (minimal pilih 2 aspek, untuk aspek ke-Islaman sifatnya wajib)
a.
b.
c.
d.
e.

Ke-Islaman*
Etika/ moral
Medikolegal
Sosial Ekonomi
Aspek lain

Form uraian
1. Resume kasus yang diambil (yang menceritakan kondisi lengkap pasien/ kasus yang diambil ).
Bp. M, 60 tahun, mengeluhkan nyeri yang hebat di daerah punggung yang menjalar ke bagian
perut. Mulai terjadinya keluhan sejak 10 hari yang lalu. Awalnya Bp.M merasa sakit didaerah
punggung. Beliau merasakan sakit ketika saat berbaring dan menyulitkan beliau untuk tidur, sehingga
beliau hanya dapat tidur sebentar. Sudah semingu ini, keluhan yang semakin berat dan dirasakan
seperti menjalar ke arah perut bagian bawah. Beliau menyampaikan ketika dibawa berbaring masih
dirasakan sakit tetapi merasa mendingan ketika dibawa berdiri. Dan sudah minum obat anti nyeri
ketika akan pergi ke RS. Dari kebiasaan beliau sendiri yang sering menahan kencing dan juga kurang
minum air. Pasien mendapatkan rujukan dari puskesmas untuk ke RS untuk dapat memeriksakan
kondisi nya dengan lebih baik.
Beliau memeriksakan diri ke poli bedah dan dokter bedah mengirim pasien ke dokter radiologi untuk
dilakukan pemeriksaan BNO IVP atas indikasi suspek ureterolithiasis. Dari hasil BNO IVP
didapatkan kesan Delayed function ginjal kiri, suspek ureterolithiasis kiri 1/3 media.

Page 2

2. Latar belakang /alasan ketertarikan pemilihan kasus


Saya tertarik memilih kasus ini karena merupakan masalah yang sering ditemukan pada pasien
rawat inap di RS, oleh karena itu seorang dokter harus benar-benar menguasai ilmu penyakit ini dari
anamnesis, pemeriksaan fisik, penunjang, diagnosis, hingga terapi paripurna. Penyakit ini bisa ditinjau
secara medis dengan beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan radiologi
yang telah tersedia di RS, sehingga keakuratan diagnosis penyakit relatif lebih tinggi. Melewati
anamnesis yang baik serta pemeriksaan fisik yang akurat DD penyakit ini sebenarnya sudah bisa
didapatkan, sehingga seorang Dokter Muda pun bisa melakukannya.
Alasan lain kenapa saya memilih kasus ini karena pasien sangat kooperatif dalam penyampaian
informasi dan lancar dalam berkomunikasi, sehingga mempermudah dalam menggali riwayat penyakit
dan informasi lainnya.

3. Refleksi dari aspek etika moral /medikolegal/ sosial ekonomi beserta penjelasan evidence / referensi yang
sesuai *
*pilihan minimal satu

Page 3

A. Aspek Medikolegal
Dari segi medikolegal, dokter sebagai pelayan kesehatan telah mengarahkan seluruh daya dan
usahanya untuk menolong pasien dan memberi tahu tentang keadaannya dengan jujur. Hal ini sesuai
dengan kaidah dasar bioetika yang diajarkan dalam medikolegal, dengan empat macam prinsip yaitu :
1. Autonomy
Prinsip otonomi menyatakan bahwa setiap individu mempunyai kebebasan untuk mentukan
tindakan atau keputusan berdasarkan rencana yang mereka pilih. Autonomy mempunyai ciri-ciri:

Menghargai hak pasien untuk menentukan nasib sendiri.


Berterus terang, menghargai privasi
Melaksanakan Informed Consent

2. Justice
Inti dari prinsip ini adalah keadilan, berlaku adil pada setiap pasien, setiap pasien berhak
mendapatkan tindakan yang sama. Tindakan yang sama tidak selalu identik, maksudnya setiap pasien
diberikan konstribusi yang relatif sama untuk kebaikan kehidupannya. Justice mempunyai ciri-ciri:

Memberlakukan segala sesuatu secara universal


Menghargai hak sehat pasien
Menghargai hak hukum pasien

3. Beneficence
Prinsip beneficence ini adalah tanggung jawab untuk melakukan kebaikan yg menguntungkan
pasien dan menghindari perbuatan yg merugikan atau membahayakan pasien. Kewajiban seorang
dokter adalah mengutamakan kepentingan pasiennya. Ciri-ciri prinsip ini yaitu:

Mengutamakan Altruisme, yaitu perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa

memperhatikan diri sendiri.


Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan suatu

keburukannya.
Memaksimalkan pelayanan yang baik terhadap pasien
Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan

4. Non Maleficence
Dalam hal ini dokter tidak berbuat hal-hal yang memperburuk keadaan pasien. Terutama sekali
pada waktu-waktu emergency atau gawat darurat. Kaidah ini bermaksud tidak menimbulkan bahaya
atau kecederaan kepada pasien dari segi fisik maupun psikologis. Prinsip non-maleficence ini boleh
digambarkan dengan kata ini yaitu primum non nocere yaitu pertama jangan menyakiti. NonMaleficence mempunyai ciri-ciri:

Menolong pasien emergency


Mengobati pasien yang luka
Tidak mencelakai pasien
Page 4

Tidak memandang pasien sebagai objek


B. Sosial ekonomi
Pasien dirawat dengan menggunakan BPJS untuk meringankan ekonomi keluarga pasien. Hal ini
memang salah satu dari sekian permasalahan pelayanan kesehatan di Indonesia. Banyak bantuan
kesehatan dari pemerintah tidak tepat sasaran. Apabila dilihat dari kondisi pasien yang memiliki
permasalahan hidup dan kesulitan finansial personal, bantuan kesehatan cukup layak diberikan.
Sebagai dokter, kita tidak boleh membeda-bedakan pasien berdasarkan status sosial ekonominya.
Kita harus memberikan pelayanan maksimal sesuai prosedur yang ada.
4. Refleksi ke-Islaman beserta penjelasan evidence / referensi yang sesuai
Pada pasien ini perlu diingatkan bahwa apa yang sedang dialami pasien semata-mata hanya ujian
dalam kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT. Dan yang perlu diingatkan kepada pasien adalah
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, yang ayat ini
merupakan terjemahan dari Surat Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi:







Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
Setiap penyakit merupakan cobaan yang diberikan oleh Sang Pencipta Allah SWT kepada hambaNya untuk menguji keimanannya. Sabda Rasulullah SAW yang artinya Dan sesungguhnya bila Allah
SWT mencintai suatu kaum, dicobanya dengan berbagai cobaan. Siapa yang ridha menerimanya,
maka dia akan memperoleh keridhoan Allah. Dan barang siapa yang murka (tidak ridha) dia akan
memperoleh kemurkaan Allah SWT (H.R. Ibnu Majah dan At Turmudzi).
Kondisi sehat dan kondisi sakit adalah dua kondisi yang senantiasa dialami oleh setiap manusia.
Kita sebagai umat-Nya selalulah berbaik sangka kepada Allah SWT karena Allah SWT tidak akan
menurunkan suatu penyakit apabila tidak menurunkan juga obatnya, seperti yang diriwayatkan oleh
Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari sahabat Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

Allah SWT tidak menurunkan sakit, kecuali juga menurunkan obatnya (HR Bukhari).
QS. Al-Syu`ara [26/47]: 80


Apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku
Kandungan makna demikian ini juga mengantarkan pada sebuah pemahaman bahwa setiap ada
penyakit pasti ada obatnya, dan apabila obatnya itu mengenai penyakitnya sehingga memperoleh
kesembuhan, maka kesembuhannya itu adalah atas ijin dari Allah SWT. Sebagaimana diisyaratkan
Page 5

dalam hadist Nabi Saw dari riwayat Imam Muslin dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah Saw bersabda:


Setiap penyakit pasti ada obatnya, apabila obatnya itu digunakan untuk mengobatinya, maka dapat
memperoleh kesembuhan atas ijin Allah SWT (HR. Muslim).
Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda :
Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, kesusahan, kesedihan, penyakit, gangguan menumpuk
pada dirinya kecuali Allah SWT hapuskan akan dosa-dosanya (H.R. Bukhari dan Muslim).
Selain itu, kasih sayang anak kepada ibu bapaknya harus diwujudkan baik semasa beliau masih
hidup hingga beliau sudah meninggal sekalipun (misalnya dengan rutin mengirim doa. Jangan sekalikali meninggikan suara, berbuat tidak sopan dan berbicara yang tidak baik kepada ibu bapak,
sekalipun kita sampai merawatnya hingga lanjut usia.
Dalam surat (46) al-Ahqaat ayat 15 :








Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang Ibu Bapaknya, ibunya
mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya
sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya
sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau
yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada Ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal
yang shaleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak
cucuku. Susungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang
yang berserah diri.
Dalam menghadapi dan merawat seseorang yang sakit, keluarga harus bersabar karena ini
termasuk ujian dari Allah SWT dan merupakan ladang ibadah, seperti yang disebutkan dalam hadits,
Rasulullah SAW bersabda:
Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, sakit, kebingungan, kesedihan hidup, atau bahkan
tertusuk duri, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Muttafaqun Alaih).
Dalam menghadapi permasalan sebagai dokter kita juga harus mengukur kompetensi kemampuan
kita sehingga apa yang kita lakukan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan apa yang diluar
kemampuan kita sudah seharusnya kita serahkan kepada pihak yang memang sudah ahlinya. Hal ini
merujuk pada hadits Apabila suatu urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah
akan kehancurannya. (HR. Bukhari). Jika hadits tersebut diterapkan pada kasus pasien ini kita
Page 6

sebagai dokter umum sudah seharusnya meminta bantuan kepada dokter spesialis yang memang
sudah memiliki kompetensi dalam penanganan pasien seperti ini.
Umpan balik dari pembimbing

.,...
TTD Dokter Pembimbing

TTD Dokter Muda

-----------------------------------

--------------------------------

Page 7