Vous êtes sur la page 1sur 4

ANATOMI HEPAR

Hepar adalah organ visceral terbesar dan terletak di bawah kerangka iga. Beratnya
1500 gr (3 lbs) dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan
persediaan darah. Hepar terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Lobus kanan hati
lebih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama : lobus kanan atas,
lobus caudatus, dan lobus quadratus.

Lobus kanan, terdapat fossa sagittalis sinistra, fossa sagittalis dextra, dan
porta hepatis. Fossa sagittalis sinistra hepatis terdiri dari fossa ductus venosi
dan fossa venae umbilicalis. Fossa sagittalis dextra terdiri dari fossa vesica

fellea dan fossa venae cavae. Porta hepatis membentuk lobus quadratus
hepatis dan lobus caudatus hepatis.
Lobus quadratus, memiliki batas anterior pada margo anterior hepatis,
batas dorsal pada porta hepatis, batas dextra pada fossa vesice fellea, dan
batas sinistra pada venae umbilicalis. Pada lobus quadratus hepatis ini,
terdapat cekungan yang disebut impressio duodeni lobi quadrati.
Lobus caudatus, memiliki batas ventro-caudal pada porta hepatis, batas
dextra pada fossa venae cavae, dan batas sinistra pada fossa ductus venosi.
Pada lobus caudatus ini terdapat tonjolan yaitu processus caudatus dan
processus papillaris.
Lobus kiri, adalah lobus hepar yang berada di sebelah kiri ligamentum
falciforme hepatis. Lobus ini lebih kecil dan pipih jika dibandingkan dengan
lobus hepatis dextra. Letaknya adalah di regio epigastrium dan sedikit pada
regio hyochondrium sinistra. Pada lobus ini, terdapat impressio gastrica,
tuber omentale, dan appendix fibrosa hepatis.

(ETHEL SLOANE,Halaman : 291)


Secara holotopi, hepar terletak di region hypochondrium dextra, region epigastrium,
dan region hypochondrium sinistra. Secara skeletopi, hepar terletak setinggi costa V
pada linea medioclavicularis dextra, setinggi spatium intercosta V di linea
medioclavicularis sinistra, dimana bagian caudal dextra mengikuti arcus costarum
(costa IX-VII) dan bagian caudal sinistra mengikuti arcus costarum (costa VIII-VII).
Secara syntopi, hepar berbatasan dengan diaphragma (facies diaphragmatica
hepatis) dan berbatasan dengan organ-organ lain seperti gaster, pars superior
duodeni, glandula suprarenalis dexter, sebagian colon tranversum, flexura coli
dextra, vesica fellea, oesophagus, dan vena cava inferior (facies visceralis hepatis).

Hepar memiliki facies diaphragmatica dan facies visceralis (dorsokaudal) yang


dibatasi oleh tepi kaudal hepar. Facies diaphragmatica bersifat licin dan berbentuk
kubah, sesuai dengan cekungan permukaan kaudal diaphragma, tetapi untuk
sebagian besar terpisah dari diaphragm karena resesus suprenicus cavitas
peritonealis. Hepar tertutup oleh peritoneum, kecuali disebelah dorsal pada area
nuda, tempat hepar bersentuhan langsung pada diaphragma. Area nuda hepar ini
dibatasi oleh melipatnya peritoneum dari diaphragma ke hepar sebagai lembar
ventral (cranial) dan lembar dorsal (kaudal) ligamentum coronarium. Kedua lembar
tersebut bertemu di sebelah kanan membentuk ligamentum triangulare. Ke arah kiri
lembar-lembar ligamentum coronarium tercerai dan membatasi area nuda hepar
yang berbentuk segitiga. Lembar ventral ligamentum coronarium di sebelah kiri
bersinambungan dengan lembar kanan falciforme, dan lembar dorsal
bersinambungan dengan lembar kanan omentum minus. Lembar kiri ligamentum
falciforme dan omentum minus bertemu untuk membentuk ligamentum triangulare
sinistrum.
Facies visceralis tertutup oleh peritoneum, kecuali pada vesika biliaris [fellea] dan
porta hepatis. Facies visceralis berbatasan dengan :

Sisi kanan gaster [ventriculus] (impression gastrica)


Bagian cranial (pertama) duodenum (impression duodenalis)
Omentum minus
Vesica biliaris [fellea]
Flexura coli dextra (impression colica)
Ren dexter dan glandula suprarenalis dextra ( impression renalis)

Ressesus hepatorenalis terletak antara facies visceralis lobus hepatis dexter dan
ren dexter.
(KEITH L. MOORE, ANNE M. R. AGUR, Halaman : 117)

Hepar disuplai oleh dua pembuluh darah yaitu :

Vena porta hepatica, yang berasal dari lambung dan usus, yang kaya akan
nutrien seperti asam amino, monosakarida, vitamin yang larut dalam air, dan
mineral.
Arteri hepatica, cabang dari arteri colica yang kaya akan oksigen.

Cabang-cabang pembuluh darah vena porta hepatica dan arteri hepatica


mengalirkan darahnya ke sinusoid. Hematosit menyerap nutrien, oksigen, dan zat
racun dari darah sinusoid. Di dalam hematosit zat racun akan dinetralkan
sedangkan nutrien akan ditimbun atau dibentuk zat baru, dimana zat tersebut akan
disekresikan ke peredaran darah tubuh.