Vous êtes sur la page 1sur 6

PROPOSAL

TERAPI BERMAIN MEWARNAI


DI RUANG TAMAN BERMAIN
RSUD ALOEI SABOE

Bidang Studi

: Ilmu Keperawatan Anak

Topik

: Terapi bermain di rumah sakit

Subtopik

: Mewarnai

Sasaran

: Anak usia pre-school

Tempat

: Terapi Bermain di Rumah Sakit Aloei Saboe

Hari/Tanggal

: Rabu/19 November 2014

Waktu

: 30 menit

LATAR BELAKANG
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan anak
secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak di rawat di rumah sakit, aktivitas
bermain ini tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan kondisi anak. Tujuan
bermain di rumah sakit pada prinsipnya adalah agar dapat melanjutkan fase
pertumbuhan dan perkembangan secara optimal, mengembangkan kreativitas anak,
dan anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress. Anak-anak pada usia preschool senang bermain dengan warna, oleh karena itu, mewarnai bisa menjadi
alternatif untuk mengembangkan kreatifitas anak dan dapat menurunkan tingkat
kecemasan pada anak selama dirawat. Salah satu karakteristik perkembangan motorik
halus pada anak pre-school adalah mampu mengenali warna. Dengan permainan
mewarnai menjadi salah satu media bagi perawat untuk mampu mengenali tingkat
perkembangan anak. Dinamika secara psikologis menggambarkan bahwa selama
mewarnai anak akan mengekspresikan imajinasinya dalam goresan warna pada
gambar sehingga untuk sementara waktu anak akan merasa lebih rileks. Oleh karena
itu, pentingnya kegiatan bermain terhadap tumbuh kembang anak dan mengurangi
kecemasan akibat hospitalisasi, maka akan dilaksanakan terapi bermain pada anak
usia sekolah dengan cara mewarnai.

TUJUAN
1. Anak dapat lebih mengenali warna
2. Menurunkan tingkat kecemasan pada anak
3. Mengembangkan imajinasi pada anak
TINJAUAN TEORI
A. Mewarnai Gambar
Definisi
Mewarnai gambar merupakan terapi permainan yang kreatif untuk mengurangi
stres

dan

kecemasan

serta

meningkatkan

komunikasi

pada

anak.

(www.pediatric.com)
Manfaat
a. Memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan
sangat terapeutik (sebagai permainan penyembuh/ therapeutic play).
b. Dengan menggambar berarti anak dapat mengekspresikan feelingnya
atau memberikan pada anak suatu cara untuk berkomunikasi, tanpa
menggunakan kata.
c. Sebagai terapi kognitif, pada saat anak menghadapi kecemasan karena
proses hospitalisasi, karena pada keadaan cemas dan sterss, kognitifnya
tidak akurat dan negatif.
d. Mewarnai gambar dapat memberikan peluang untuk meningkatkan
ekspresi emosional anak, termasuk pelepasan yang aman dari rasa
marah dan benci.
e. Dapat digunakan sebagai terapi permainan kreatif yang merupakan
metode penyuluhan kesehatan untuk merubah perilaku anak selama
dirawat di rumah sakit.(www.pediatric.com).
B. Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia Pre-school
1. Perkembangan Biologi
BB meningkat 14,6 kg (3 tahun), 16,7 kg (4 tahun), 18,7 kg (5 tahun).
Tinggi badan rata-rata bertambah 6,75-7,5 cm.

Perhitungan berat badan menurut Soetjiningsih : Umur(dalam tahun) x 2 + 8


Perkembangan motorik kasar
Usia 36 bulan
a. Pakai dan ganti baju sendiri
b. Berjalan mundur
c. Naik turun tangga berganti-ganti kaki
d. Berdiri sesaat dengan 1 kaki
Usia 4 tahun
a. Melompat dengan satu kaki
b. Memanjat dan melompat
c. Melempar bola cukup banyak
d. Naik tangga dengan lancar
Usia 5 tahun
a. Melompat-lompat dengan 1 kaki
b. Berlari tanpa kesulitan
c. Bermain lompat tali
d. Mainan tangkap
e. Naik turun tangga dengan lancar
Usia 6 tahun
a. Berlari dengan baik
b. Berlari dan bermain secara bersamaan
c. Naik sepeda
d. Menggambar orang lengkap
e. Menambah ciri seperti mulut, mata, hidung pada gambar
Perkembangan motorik halus
Usia 36 bulan
a. Memasang manik-manik besar
b. Melukis tanda silang dan bulat
c. Membuka kancing depan dan samping
d. Menyusun 10 balok tanpa jatuh
Usia 4 tahun
a. Menggunting gambar sederhana
b. Menggambar bujur sangkar

Usia 5 tahun
a. Memukul kepala paku dengan palu
b. Mengikat tali sepatu
c. Dapat menulis beberapa huruf alphabet
Usia 6 tahun
a. Suka menggambar, menulis dan mewarnai.
2. Perkembangan Kognitif
Fase prekonseptual
Memory span increase
Centre on one aspect of situation
Classify object according to one characteristic
Fase intuitive
Attention span increase
Classify object in terms of their use
Egosentric interpretation of events
Irreversible thought
3. Perkembangan Moral
Orientasi pda hukum dan kepatuhan
Anak berorientasi pada hal sebenarnya
4. Perkembangan Bahasa
Usia 3 tahun
a. Banyak bertanya
b. Berbicara saat ada atau tidak ada orang
c. Menggunakan bahasa telegravis
d. Menggunakan konsonan d,b,t,k,y
e. Menghilangkan w dari pembicaraan
f. Pembedaharaan kata 900 kata
g. Membuat kesalahan suara spesifik (s,sh,ch,z,th,r,l)
Usia 4 tahun
a. Perbendaharaan kata 1500 kata
b. Menghitung 1 s/d 3

c. Menceritakan cerita jantung


Usia 5 tahun
a. Perbendaharaan kata kira-kira 2100 kata
b. Menggunakan kalimat dengan enam sampai delapan kata, dengan
semua bagian bicara.
c. Menyebutkan empat atau lebih warna
d. Mengetahui nama-nama hari.
Jenis Permainan

: Mewarnai gambar

Alat yang digunakan : 1. Buku gambar


2. Pensil Warna
Aturan main
1. Anak diberikan buku mewarnai dan pensil warna
2. Anak diperkenalkan dan ditanya gambar-gambar apa saja yang ada dalam
buku gaambar
3. Anak diminta mewarnai gambar dalam buku tersebut dengan menggunakan
pinsil warna
4. Anak harus meyelesaikan tindakan mewarnai dengan lengkap
Tujuan Bermain
1. Mengetahui perkembangan motorik halus
2. Mengembangkan kreatifitas anak
3. Mengurangi kebosanan saat berobat
Pelaksanaan
: Terapi Bermain
Waktu
: 30 menit
Tempat
: di Taman Bermain RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo
Peserta
: Anak-anak yang datang berobat
Pembimbing Akademik: Ns Ruliyani Manumba, S.Kep
Pembimbing Klinik
: Ns Lenny N. Ali, S.Kep, MM
Observer
:
KRITERIA EVALUASI
1.

Klien dapat mengenali gambar-gambar yang ada dalam buku gambar,


seperti gambar.

2.

Klien dapat mewarnai gambar dalam buku tersebut

3.

Klien dapat mengenali 10 macam warna pada pensil warna

HAMBATAN : Tidak ada

B. KESIMPULAN
Bermain merupakan aktivitas yang sangat penting bagi anak karena
bermain dapat mengatur kelangsungan perkembangan misalnya: sensori motorik,
kognitif, kreatifitas dan sosial. Sehingga apabila anak sakit dan dirawat di Rumah
Sakit kita sebagai seseorang perawat harus mengupayakan pelaksanaan bermain
dalam melakukan setiap tindakan keperawatan maupun sengaja memberikan
kesempatan untuk bermain.