Vous êtes sur la page 1sur 21

PORTOFOLIO

PRAKTIK PROFESI NERS


MATA KULIAH KEPERAWATAN MATERNITAS

Disusun Oleh :
Resti Purnama Sari
4115048

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI
BANDUNG
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahas Esa, atas
karunia, rahmat dan kasih-Nya saya dapat menyelesaikan portofolio ini dengan
baik.
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan portofolio ini , tidak lepas
dari bantua berbagai pihak. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis
mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Lisbet Octovia Manalu,
S.Kep., Ners, M.Kep selaku koordinator keperawatan maternitas, yang dengan
penuh tulus ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya hingga terselesaikan
portofolio ini.
Penulis menyadari bahwa portofolio Maternitas ini jauh dari sempurna,
mengingat keterbatasan waktu, tenaga dan kemampuan yang ada sehingga kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan.
Semoga portofolio Maternitas ini memberikan manfaat bagi pembaca,
terutama penulis sendiri sebagai salah satu upaya perbaikan dalam proses
pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

Bandung,
Penulis

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Foto 3x4

2015

A. IDENTITAS PENULIS
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Lengkap
Tempat Tanggal Lahir
Agama
Suku/Bangsa
Jenis Kelamin
Alamat

7.

Nama Orang tua


a. Ayah
b. Ibu
Jumlah Saudara

:
:
:
:
:
:

Resti Purnama Sari


Bandung, 12 Oktober 1992
Islam
Sunda/ Indonesia
Perempuan
Jl. Cihanjuang Tutugan RT 01 RW 06 Kec.
Parongpong Kab. Bandung Barat

8.

:
:
:

Elon Rohlan
Surtika
2

B. PENDIDIKAN
1.
2.
3.

SDN Tutugan Rahayu


SMPN 1 Parongpong
SMA Negeri 3 Cimahi

Tahun
Tahun
Tahun

1998 s.d 2004


2004 s.d 2007
2007 s.d 2010

4.

STIKes Rajawali

Tahun

2011 s.d 2015

Tahun

2015 s.d sekarang

Bandung Program Studi


S1 Keperawatan
5.

STIKes Rajawali
Bandung Program Studi
Profesi Ners
C. KONTAK PERSON
Email/No.Hp

re_riez@yahoo.com/ 08987894971

PERENCANAAN PORTOFOLIO

KONTRAK BELAJAR
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES RAJAWALI BANDUNG

LOG BOOK (DIFOTOCOPY) SESUAI MATA KULIAH

KEMAJUAN NILAI DAN KARYA TERBAIK


Pada saat saya melakukan praktik stase keperawatan maternitas di
Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, saya mendapatkan pengalaman yang
sangat berharga disana kami menyaksikan dan membantu pasien dengan
persalinan normal. Sejak pasien datang ke ruangan kami menganamnese dan
melakukan pemeriksan kepada pasien. Kami dapat mempelajari dalam praktik
proses keperawatan mulai dari pengkajian yang kami dapat dari pasien dengan
metode wawancara lalu menentukan HPHT pemeriksaan HIS dan pemeriksaan
dalam. Selain itu kami menyiapkan instrumen dalam menolong persalinan

sekaligus mengasisteni membantu persalinan. Selain itu melakuka asuhan pada bu


inpartu spontan dan pasien dengan gangguan sistem reproduksi maupun pasien
pre dan post SC.
Pengalaman yang kami dapat sangat luar biasa yang asalnya kami tidak
tahu menjadi tahu dan yang asalnya tidak bisa menjadi bisa. Selain di ruang
bersalin saya juga praktik di ruang perinatology disana kami melakukan
pemberian asuhan keperawatan kepada bayi, baik bayi baru lahir maupun bayi
yang sakit. Pencapaian target yang kami dapat sangat baik pada saat praktik
disana kami dibimbing dan mencoba melakukannya sehingga kami bisa dan dapat
terbiasa.

LP DAN LK YANG DIRESPONSI (LAMPIRAN)


A. LAPORAN PENDAHULUAN (Persalinan Normal)
1. Definisi
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin
turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban
didorong keluar melalui jalan lahir (Saifuddin. 2002).
Persalinan normal adalah persalinan yang terjadi pada kelahiran aterm
( bukan premature atau post matur), mempunyai onset yyang spontan (tidak
diinduksi), selesai setelah 4 jam dan sebelum 24 jam sejak awitannya, mempunyai
janin tunggal dengan presentasi verteks dan oksiput pada bagian anterior pelvis,

terlaksana tanpa bantuan artifisial (seperti forsep), tidak mencakup komplikasi dan
mencakup pelahiran plasenta yang normal (Farrer. 1999).
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan
presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik
pada ibu maupun janin.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan
Ada 5 faktor yang penting dalam persalinan yaitu;
a. Power
Tenaga, his, kontraksi otot dinding uterus, kontraksi diafragma pelvis /
b.
c.
d.
e.

kekuatan mengejan, ketegangan / kontraksi ligamentum rotundum.


Passanger
Faktor yang berasal dari janin dan plasenta.
Passage
Faktor yang berasal dari jalan lahir lunak ataupun jalan lahir keras.
Persiapan penolong
Psikis

3. Proses persalinan
a. Tanda-tanda mulainya persalinan
1) Timbulnya his persalinan ialah his pembukaan dengan sifatnya sebagai
berikut :
a) Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan.
b) Teratur
c) Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya.
d) Kalau di bawa berjalan bertambah kuat.
e) Mempunyai pengaruh pada pendataran dan atau pembukaan cervix.
2) Keluarnya lendir berdarah dari jalan lahir (show).
a) Dengan pendataran dan pebukaan, lendir dari canalis cervikalis
keluar disertai dngan sedikit darah.
b) Perdarahan yang sedikit ini disebabkan karena lepasnya selaput ajnin
pada bagian bawah segmen bawah rahim hingga beberapa kapilair
terputus.
3) Keluarnya cairan banyak dengan dari jalan lahir

b. Tanda-tanda persalinan semu dan sejati


1) Persalinan semu atau kontraksi Braxton-Hicks adalah kontraksi rahim
yang terjadi selama trimester ke 3 kehamilan. Kontraksi Braxton-Hicks
merupakan hal yang normal dan telah dikatakan untuk mewakili
kontraksi yang terjadi sebagai rahim sedang mempersiapkan untuk
melahirkan pada beberapa wanita kontraksi Braxton-Hicks kadang
terjadi pada awal trimester ke 2, kontaksi Braxton-Hicks tidak terjadi
secara berkala, tidak lebih kuat dari waktu ke waktu dan tidak
berlangsung lama.
2) Persalinan sejati
Kontraksi pada interval teratur, interval antar kontraksi memendek,
durasi dan intensitas meningkat, rasa tidak nyaman mulai dari belakang
dan menjalar ke abdomen, ketika berjalan meningkatkan intensitas
kontraksi dan dilatasi dan pendataran servik mengalami kemajuan.
c. Mekanisme persalinan
Mekanisme gerakan bayi memungkinkan ia untuk menyesuaikan diri
dengan pelvis ibu yakni penurunan, fleksi, rotasi dalam, ekstensi, rotasi
luar, dan pengeluaran.
1) Engangement, tertangkapnya kepala janin pada PAP
2) Decent, turunnya kepala janin ke PAP
3) Flexion (menekuk), tahanan yang diperoleh dari dasar panggul makin
besar maka makin fleksi kepala janin, dagu menekan dada dan belakang
kepala (oksiput) menjadi bagian terbawah janin, mengakibatkan
masuknya kepala janin dengan diameter terkecil melewati jalan lahir
terkecil melewati jalan lahir.
4) Internal rotation
Pemutaran bagian terendah kebawah simpisis menyesuaikan posisi
kepala janin dengan bentuk jalan lahir
5) Extentition
Setelah paksi dalam selesai dan kepala sampai vulva, lahir berturut
sisiput, dahi, hidung, mulut, dagu
6) External rotation
Putaran kepala mengikuti putaran bahu
7) Expultion
Pengeluaran bahu dan badan janin

d. Tahapan persalinan: karakteristik kala I s.d kala IV


1) Kala I : dimulai dari permulaan persalinan sampai dilatasi serviks
secara lengkap
2) Kala II : dari dilatasi serviks lengkap sampai kelahiran bayi
3) Kala III : dari kelahiran bayi sampai kelahiran plasenta
4) Kala IV : dari kelahiran plasenta sampai stabilisasi keadaan pasien,
biasanya pada sekitar 1 jam masa nifas

o Kala 1 :
Proses membukanya servik sebagai akibat his di bagi dalam 2 fase.
Fase laten: kurang lebih selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lambat
sampai mencapai ukuran diameter 3 cm
Fase aktif: dibagi dalam 3 fase lagi yaitu:
1. Fase akselerasi: dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm
2. Fase dilatasi maksimal: dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung
sangat cepat dari 4 cm menjadi 9 cm
3. Fase deselarisasi: pembukaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2
jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap
Fase-fase tersebut pada primigravida. Pada multigravida pun terjadi
demikian, akan tetapi fase laten, fase aktif, fase deselarisasi terjadi lebih
pendek.
Mekanisme pembukaan serviks berbeda antara primigravida dan
multigravida. Pada yang pertama ostium uteri internum akan membuka lebih
dahulu, sehingga serviks akan mendatar dan menipis. Baru kemudian ostium
uteri eksternum membuka. Pada multigravida ostium uteri internum sudah
sedikit terbuka. Ostium uteri internum dan eksternum serta penipisan dan
pendataran serviks terjadi dalam saat yang sama.
Ketuban akan pecah sendiri ketika pembukaan hampir atau telah lengkap.
Bila ketuban telah pecah sebelum mencapai pembukaan 5 cm, disebut ketuban
pecah dini. Kala 1 selesai apabila pembukaan serviks uteri telah lengkap. Pada
primigravida kala 1 berlangsung kira-kira 13 jam , sedangkan pada multipara
kira-kira 7 jam.

o Kala II:
Pada kala II his menjadi lebih kuat dan lebih cepat, kira-kira 2 sampai 3
menit sekali. Karena biasanya dalam hal ini kepala janin sudah masuk ruang
panggul, maka pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar pangggul, yang
secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Wanita merasa pula tekanan
pada rektum dan hendak buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol
dan menjadi lebar dengan anus membuka. Labia mulai membuka dan tidak
lama kemudian kepala janin tampak dalam vulva pada waktu his. Bila dasar
panggul sudah lebih berelaksasi kepala janin tidak masuk lagi diluar his, dan
dengan his dan kekuatan mengedan maksimal kepala janin dilahirkan dengan
suboksiput dibawah simfisis dan dahi, muka dan dagu melewati perineum.
Setelah istirahat sebentar, his mulai lagi untuk mengeluarkan badan, dan
anggota bayi. Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1,5 jam dan pada
multipara rata-rata 0,5 jam.
o Kala III
Setelah bayi lahir, uterus teraba keras dengan fundus uteri agak di atas
pusat beberapa menit kemudian uterus berkontraksi lagi untuk melepaskan
plasenta dari dindingnya. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit
setelah bayi lahir dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri.
Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah.
o Kala IV
Seperti diterangkan di atas, kala ini dianggap perlu untuk mengamat-amati
apakah ada perdarahan postpartum.
4.

Adaptasi persalinan
a. Adaptasi maternal
1) Dependent : taking in
Fokus kediri ibu: pemenuhan kebutuhan
24 jam pertama(1-2 hari)
Gembira dan banyak bicara dengan pengalaman persalinannya
Ingin menceritakan pengalaman bersalin
2) Dependent- independent : taking hold
Mulai hari 2-3,berakhir hari ke 10/ beberapa minggu
Ibu fokus pada perawatan bayi dan kemampuan menjadi seorang ibu

Mengatasi ketidaknyamanan fisik dan perubahan emosional


3) Interdependent : letting go

Fokus : perubahan ke keluarga sebagai kesatuan dan interaksi


dengan anggota keluarga lain.

5.

Penyesuaian diri dengan ketergantungan bayi

Keinginan merawat diri dan pasangan peran

Memulai hubungan dengan pasangan/suami

Penatalaksanaan nyeri persalinan non farmakologi


a.
Teknik relaksasi napas dalam
b.
Teknik pijat effleurage
Teknik pijat effleurage merupakan salah satu metode non farmakologi
yang dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan pada ibu inpartu kala 1
fase aktif.

6.

Pemeriksaan diagnostik
1. Ultrasonografi
Ultrasonografi dapat mengidentifikasikan kehamilan ganda, anomaly
janin, atau melokalisai kantong amnion pada amniosintesis.
2. Amniosintesis
Cairan amnion dapat dikirim ke laboratorium untuk evaluasi kematangan
paru janin.
3. Pemantauan janin
Membantu dalam mengevaluasi janin.
4. Protein C-reaktif
Peningkatan protein C-reaktif serum

menunjukkan

peningkatan

korioamnionitis.
5. Histopatologi
Cairan ditampung dalam tabung reaksi kemudian dibakar sampai tertinggal
endapan tersebut dilihat dibawah mikroskop dan bila air ketuban
mengalami kelainan maka akan terlihat seperti daun pakis.
6. Kertas lakmus
Bila merah menunjukkan cairan mengandung urine yang bersifat asam,
bila biru menunjukkan cairan mengandung air ketuban yang bersifat basa.
7.

Asuhan keperawatan
1. Pengkajian Intranatal
a.
b.

Identitas diri
Keluhan utama

c.

Riwayat

kehamilan

sekarang (GPA, HPHT)


d.
e.

Riwayat kesehatan dahulu


Riwayat
kesehatan
keluarga

f.

Riwayat persalinan dan


nifas yang lalu

g.
h.

Riwayat kontrasepsi
Kesiapan
menghadapi
persalinan

i.

Pemeriksaan fisik secara


Head to toe
1) Kepala dan muka
2) Mata

: muka oedem atau tidak


: conjungtiva pucat atau tidak, sklera putih

atau
ikterik, penglihatan jelas atau tidak
: bentuk simetris tidak, terdapat

3) Hidung
epitaksis atau
4) Telinga

tidak
: bentuk simetris atau tidak, sianosis atau

tidak
5) Mulut

: bentuk simetris atau tidak, sianosis atau

tidak
6) Leher

: bentuk simetris atau tidak, ada pembesaran


tyroid atau tidak, terdapat meningkatan
JVP
atau tidak
: bentuk simetris atau tidak, palpasi ada

7) Dada
nyeri

tekan atau tidak, auskultasi bunyi nafas


8) Payudara

: puting susu menonjol atau tidak, ada

benjolan
atau tidak, bersih atau tidak
: bentuk simetris atau tidak, ada nyeri tekan

9) Abdomen
atau

tidak, ada bekas operasi atau tidak, ada


strect
macrk atau tidak, ada linea alba atau tidak,
HIS, TFU, BJA, leopoid I, leopoid II,
leopoid III,

leopoid IV
: bersih atau tidak, ada penyakit kelamin

10) Genetalia
atau
11) Anus
12) Ekstremitas bawah

tidak, lakukan pemeriksaan dalam


: terdapat hemoroid atau tidak
: bentuk simetris atau tidak, ada varises atau
tidak, ada edema atau tidak, pemeriksaan
tromboplebitis

2. Diagnosa keperawatan
1) Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi rahim danregangan pada
jaringan
2) Pola napas tidak efektif berhubungan dengan kelelahan, penggunaan
energi berlebihan
3) Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang proses
persalinan
4) Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan kekurangan
pembatasan masukan oral, muntah, diaforesis, peningkatan kekurang
cairan.
3. Intervensi keperawatan
Tangga
l

No

NOC

NIC

DX
1.
Setelah

1. Kaji

Rasional

intensitas, 1. Mengetahui

dilakukan

lokasi dan skala

tingkat

tindakan

nyeri

dan

keperawatan
2x24 jam nyeri
berkurang.

ketergantungan
2. Observasi tandatanda vital pasien

Kriteria hasil:
- Skala

serta

kualkitas nyeri
2. Pasien dengan
dimanifestasika
n

(Skala 0-5)
- Ekspresi
meringis

klien

nyeri biasanya

nyeri

berkurang

wajah

nyeri

dengan

peningkatan

tidak

tanda
3. Ajarkan

teknik

relaksasi

dan

vital

terutama nadi &


pernapasan
3. Meningkatkan

menarik

napas

panjang
4. Berikan

dan

rasa nyaman
4. Meningkatkan

penjelasan
tentang penyebab
nyeri

relaksasi

&

kapan

pengetahuan
sehingga

me

ngurangi

hilangnya

kecemasan
5. Ajarkan

cara

mengedan
benar

yang
jika

pembukaan sudah
lengkap
6. Anjurkan
untuk

klien
istirahat

miring kiri jika


klien

sedang

tidak

sedang

kontraksi
2.

Setelah

kelelahan

&

mempercepat
proses
persalinan
6. Mengurangi
penekanan vena
cava,
meminimalkan
hipoksia
jaringan.

1. Observasi tanda- 1. Deteksi

dilakukan
tindakan

pasien
5. Mengurangi

tanda vital pasien


2x24

dini

keadaan

klien

sehingga dapat

jam pola napas

dilakukan

kembali efektif.

tindakan secara

Kriteria hasil:
-RR normal

cepat
2. Mengurangi
kecemasan
2. Dampingi
dan

klien
berikan

dorongan mental
selama persalinan

sehingga klien
dapat mengatur
pola

napas

secara benar
3. Meningkatkan
cadangan

oksigen

dan

tenaga
3. Ajarkan

teknik

pernapasan yang
benar

kontraksi
1. Kaji
tingkat 1. Ansietas

Setelah
dilakukan

yang

kecemasan pasien

berlebihan

1x24

melalui

dapat

cemas

verbal

tindakan
jam

saat

berkurang.
Kriteria hasil:
- Klien tampak
rileks
- Dapat

isyarat
dan

nonverbal

dampak negatif
terhadap proses

2. Berikan

persalinan
2. Dengan

dukungan
terhadap klien

melakukan

pasien

relaksasi
- Klien

mengikuti

merasa

aman sehingga
cemas

memahami

mampu

diberikan
dukungan

teknik

persalinan
- Klien

menyebabkan

berkurang
3. Meningkatkan
3. Anjurkan teknik
relaksasi

napas

relaksasi

dan

rasa nyaman

dalam

instruksi
4.

perawat
Setelah

1. Ukur masukan

1. Pada adanya

dilakukan

atau haluaran dan

dehidrasi,

tindakan

berat jenis urine,

haluaran urin

keperawatan

kaji turgor kulit

menurun,pening

selama 2 x 24

dan produksi

katan berat

jam. Resiko

mukus.

jenis, dan turgor

kekurangan

kulit dan

volume cairan

produksi mukus

tidak terjadi
dengan kriteria
hasil:
- turgor kulit

2. Pantau suhu
sesuai indikasi.

turun.
2. Peningkatan
suhu dannadi
dapat

baik
- kebutuhan

menandakan
dehidrasi atau

cairan terpenuhi

kadang-kadanf
infeksi.
3. Pada awalnya
3. Kaji DJJ dan data
dasar, perhatikan
perubahan
periodika dan
variabilitas (bila

DJJ dapat
meningkat
karena dehidrasi
dan kehilangan
cairan.

elaktroda kulit
kepala internal
digunakan).
4. Tempatkan klien
pada posisi tegak
atau rekumben
lateral.

4. Mengoptimalka
n perfusi
plasenta.

TOKOH KEPERAWATAN YANG DIKAGUMI DAN ALASAN

Saya mengagumi Florence nightingale sebagai pelopor perawat modern.

SURAT PERNYATAAN
KEABSAHAN PORTOFOLIO

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama

: Resti Purnama Sari

NPM

: 4115048

Praktik profesi

: Keperawatan Maternitas

Tahun Ajaran

: 2015/2016

Program Studi

: Profesi Ners

Dengan ini menyatakan bahwa Portofolio saya, seperti di bawah ini :


Adalah benar karya saya sendiri atau bukan plagiat hasil karya orang lain
dan saya ajukan sebagai bahan penilaian dalam evaluasi akhir praktik profesi.
Demikian surat pernyataan ini saya buat untuk

dipergunakan sebagaimana

mestinya.

Mengetahui,
Koordinator Profesi Ners Maternitas

Yang Membuat,

(Lisbet Octovia Manalu, S.Kep., Ners, M.Kep)

( Resti Purnama Sari)