Vous êtes sur la page 1sur 11

LAPORAN HASIL PENGAMATAN

SMOKING CESSATION

Pembimbing :
Dr. dr. Shirley I. Moningkey, M.Kes
dr. Ahmad Muchlis, MARS
Disusun oleh :
Marleen ( 07120110032)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN


KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PERIODE MEI-JULI 2016

A. Identitas Pasien
Nama

: Tn.A

Umur

: 45 tahun

Alamat

: Sukabakti

Pekerjaan

: Buruh Pabrik

Pendidikan

: SMP

Tinggi badan

: 171 cm

Berat badan

: 60 kg

Kategori Perokok : Perokok aktif sejak 11 tahun yang lalu


Jumlah batang rokok yang dihisap dalam satu minggu terakhir sebanyak 15
25 batang rokok/hari. Jumlah batang rokok yang dihisap dalam 1-2 bulan
terakhir sebanyak 30 35 batang rokok/hari. Menurut indeks Brinkman,
pasien termasuk perokok berat
Riwayat mencoba berhenti merokok
Tidak pernah mencoba
Pasien tidak pernah mencoba untuk berhenti merokok dikarenakan pasien merasa
bahwa merokok mengurangi tekanan dalam pekerjaannya, kebosanan dan menambah
nafsu makan. Pasien juga belum pernah mengeluhkan adanya gangguan kesehatan
dari merokok selama ini.
Niat berhenti merokok
Terdapat niat untuk berhenti merokok
Pasien berniat untuk berhenti merokok sejak 5 tahun yang lalu semenjak pasien selalu
dinasehati oleh istri dan anak-anaknya. Pasien juga sering mendengar dan membaca
beberapa informasi tentang bahaya yang dapat ditimbulkan rokok bagi kesehatan dan
terhadap lingkungan sekitarnya termasuk istri dan anak-anaknya. Namun, upaya

berhenti merokok pasien tidak pernah berhasil, terutama di lingkungan kerjanya yang
mayoritas juga perokok sehingga pasien kerap tergoda untuk tetap merokok.

METODE

Metode yang digunakan dalam program Smoking Cessation ini diambil dari
panduan WHO European Strategy for Smoking Cessation Policy. Inti dari metode ini
adalah memotivasi perokok untuk melawan ketergantungannya terhadap rokok. WHO
dan American Psychiatric Association menyebutkan bahwa penyebab utama perokok
untuk berhenti merokok dan kasus relapse dikarenakan efek ketergantungan yang
ditimbulkan oleh salah satu zat yang terkandung dalam rokok yaitu nikotin.
Beberapa metode yang digunakan antara lain adalah:
1. Brief opportunistic advice from a health care professional
Intervensi diberikan secara langsung oleh tenaga kesehatan secara 10-15 menit
dimana para perokok dijelaskan bahya dari rokok dan diberikan beberapa tips
mengenai cara berhenti merokok dengan pemicu dari lingkungan dan diri sendiri
2. Individual counseling
Intervensi ini memberikan kesempatan kepada perokok untuk dapat berinteraksi
dengan petugas kesehatan dan menjelaskan kesulitan dalam berhenti merokok
sehingga petugas tersebut dapat membantu perokok mencari solusi untuk
kesulitan-kesulitan tersebut yang dapat meningkatkan kepercayaan diri perokok
untuk dapat berhenti
3. Behavioural approach
Para peserta perokok diberikan pilihan, apakah ingin berhenti seketika atau
berhenti secara bertahap melalui pengurangan bertahap dari jumlah rokok yang
dihisap dengan menetapkan target jumlah rokok maksimal yang dapat dihisap
dengan menetapkan target jumlah rokok maksimal yang dapat dihisap dalam
kurun waktu tertentu. Pasien juga dijelaskan melalui prinsip berhenti merokok
dimana apabila berhenti lebih cepat lebih baik

4. Terapi pengganti nikotin


Terapi ini menggunakan permen karet sebagai pengganti sesaat apabila perokok
timbul keinginan untuk merokok.
Metode-metode ini dilakukan dengan menetapkan target dimana dalam 1
minggu pasien dapat mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap menjadi
maksimal 6 batang/hari. Total waktu pengamatan adalah 10 hari dengan total waktu
efektif 9 hari, yang dimulai tanggal 2 sampai dengan 11 Juni 2016 bertempat di
Puskesmas Curug.

HASIL PENGAMATAN
1. Hasil Pengamatan
Berikut merupakan hasil pengamatan jumlah merokok pasien mulai dari tanggal 2
Juni 2016 11 Juni 2016.
Tanggal

Jumlah

Waktu

Skala

rokok yang

Tempat

Dengan

Aktivitas

Siapa

dihisap /
hari
2 Juni

1
2
4
6
7
9
11
12
14

08.00
09.00
11.00
13.00
15.00
16.00
17.00
18.00
20.00

Teras

Tetangga

2
1
3

Rumah
Kantor
Kantor
Warung

Sendiri
Teman
Teman

1
1
1

makan
Kantor
Warung
Teras

Teman
Tetangg
Sendiri

Rumah
Teras

Sendiri

Rumah
Teras

Tetangga

Rumah

Tanggal

Jumlah

Waktu

Skala

Tempat

Dengan

Aktivitas

Siapa

Teras

Sendiri

Rumah
Kantor

Sendiri

rokok yang
dihisap /
3 Juni 2016

hari
1
2

07.00
09.00

3
4
5
6
7

13.00
15.00
16.00
17.00
18.00

3
1
1
3

Warung
Kantor
Kantor
Teras

Teman
Teman
Sendiri
Tetangga

Rumah
Teras

Sendiri
Sendiri

20.00

Rumah
Teras

22.00

Rumah
Teras

Tetangga

10

23.00

Rumah
Teras

Sendiri

Rumah

Tanggal

Jumlah

Waktu

Skala

Tempat

Dengan

Aktivitas

Siapa

2
3
2

Kantor
Warung
Tempat

Sendiri
Teman
Teman

1
3

kerja
Kantor
Teras

Sendiri
Sendiri

Rumah
Teras

Teman

Rumah
Teras

Sendiri
Tetangga
Sendiri

rokok yang
dihisap /
4 Juni 2016

hari
1
2
3
4
5
6
7

09.00
13.00
15.00
16.00
17.00
18.00
20.00

21.00

Rumah
Teras

10

22.00

Rumah
Teras
Rumah

Tanggal

Jumlah
rokok yang
dihisap /
hari

Waktu

Skala

Tempat

Dengan

Aktivitas

Siapa

5 Juni 2016

1
2
3

10.00
13.00
15.00

2
3
1

Kantor
Warung
Tempat

Sendiri
Teman
Teman

4
5

16.00
17.00

2
1

kerja
Warung
Teras

Sendiri
Sendiri
Sendiri

19.00

Rumah
Teras

20.00

Rumah
Teras

Sendiri

21.00

Rumah
Teras

Tetangga

Rumah

Tanggal

Jumlah

Waktu

Skala

Tempat

Dengan

Aktivitas

Siapa

Teras

Sendiri

3
3
1
1
1

Rumah
Kantor
Warung
Kantor
Kantor
Teras

Sendiri
Teman
Teman
Sendiri
Sendiri
Sendiri
Sendiri

rokok yang
dihisap /
6 Juni 2016

hari
1
2
4
5
6
7

07.00
09.00
13.00
15.00
16.00
17.00

18.00

Rumah
Teras

20.00

Rumah
Teras
Rumah

Tanggal

Jumlah

Waktu

Skala

rokok yang

Tempat

Dengan

Aktivitas

Siapa

Warung
Kantor
Warung
Teras

Sendiri
Teman
Sendiri
Sendiri

dihisap /
7 Juni 2016

hari
1
2
3
4

09.00
15.00
16.00
17.00

2
3
1
1

20.00

22.00

Rumah
Teras

Sendiri

Rumah
Teras

Tetangga

Rumah

Tanggal

Jumlah

Waktu

Skala

Tempat

Dengan

Aktivitas

Siapa

2
3

Warung
Tempat

Sendiri
Teman

1
1

kerja
Warung
Teras

Sendiri
Sendiri

Rumah
Teras

Sendiri

Rumah
Teras

Sendiri

rokok yang
dihisap /
8 Juni 2016

hari
1
2

09.00
15.00

3
4

16.00
17.00

20.00

21.00

Rumah

Keterangan:
*skala 1

: kurang penting

*skala 2

: cukup penting

*skala 3

: sangat penting

Berikut merupakan grafik dari jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari
selama masa observasi:
Hari
Jumlah
rokok

1
14 batang

2
10 batang

3
10
batang

4
8 batang

5
9 batang

6
6 batang

7
7 batang

Jumlah batang rokok yang dihisap per hari


14
12
10
8
6
4
2
0
Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

Hari 6

Hari 7

2. Pembahasan
Pasien merupakan seorang perokok aktif yang memiliki kebiasaan dalam
merokok sebanyak 15 sampai 25 batang per harinya. Dengan mengikuti program
smoking cessation ini, pasien menetapkan target untuk mengurangi jumlah rokok
menjadi setengah, yakni 6 batang per harinya dan maksimal 10 batang rokok
dalam waktu 1 minggu. Berdasarkan data yang dikumpulkan dalam kurun waktu 1
minggu, pasien telah mencapai target yang ditentukan.
Menurut pengakuan pasien, saat pasien berada di rumah dan berkumpul
dengan istri dan anak-anaknya merupakan saat dimana pasien sangat ingin untuk
berhenti merokok, dikarenakan pasien sudah mulai peduli akan bahaya rokok
yang diberitahukan oleh istrinya, terlebih anak pasien masih berusia balita, 3
tahun. Pasien juga menyadari bahwa dengan mengurangi konsumsi rokok, pasien
mengalami pengurangan pengeluaran uang yang menurut pasien dapat digunakan
untuk keperluan lainnya yang lebih penting dibandingkan dengan rokoknya.
Namun, ketika pasien sedang dalam keadaan sedang sendiri dan di tempat bekerja,
keinginan untuk merokok muncul kembali dikarenakan pada saat sendiri pasien
merasa bosan dan pada saat di tempat kerja, pasien sulit untuk menahan rasa ingin
merokok dikarenakan teman pasien pada umumnya adalah perokok berat dan
teman-temannya selalu menawarkan rokok kepadanya.
Pasien menyatakan bahwa setiap kali muncul keinginan untuk merokok,
pasien berusaha untuk meningat akan bahaya dari merokok yang telah

diinformasikan oleh istri dan anak-anaknya termasuk juga dokter, bahaya yang
ditimbulkan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain termasuk istri dan anakanaknya. Pasien menyadari bahwa untuk saat ini, sangat sulit untuk pasien dapat
tidak merokok secara total. Namun pasien bertekad bahwa dalam kurun waktu
yang cepat pasien akan berhenti secara total. Pasien sudah merasakan dampak
positif dalam penurunan jumlah merokok dalam seminggu ini, seperti pasien
merasa lebih segar dan bugar, lebih dapat menabung.
Dari program berhenti merokok yang telah diikuti pasien, pasien menyatakan
bahwa untuk dapat berhenti merokok diperlukan tekad dan dukungan dari orangorang sekitarnya yaitu istri dan anak-anaknya. Pasien menyadari bahwa sulit
untuk melawan godaan untuk merokok, akan tetapi setiap kali keinginan tersebut
muncul, pasien berusaha untuk mengingat akan bahaya rokok bagi dirinya dan
keluarganya seperti yang diinformasikan kepadanya oleh puskesmas dan
keluarganya. Namun pasien tidak dapat memungkiri, bahwa kesulitan terbesar
untuk berhenti merokok adalah lingkungan tempat kerja pasien dan rasa bosan
yang membuat pasien tergoda untuk merokok kembali. Akan tetapi, pasien
sekarang sudah berusaha untuk mengajak teman-teman sekitarnya berhenti
merokok dan mengisi waktu luang dalam kebosanannya.
3. Kesimpulan
Upaya dalam berhenti merokok bagi para perokok aktif yang sudah merokok
dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama tidak mudah. Maka dari itu,
diperlukan beberapa faktor pendukung agar dapat mencapai keberhasilan program
ini yaitu faktor internal berupa tekad pasien dalam berhetni merokok dan faktor
eksternal berupa dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan dua
faktor tersebut, maka program ini dapat berjalan secara maksimal bahkan dapat
mencapai hasil yang lebih daripada yang diharapkan. Selain dari faktor-faktor
yang telah disebutkan, perusahaan juga dapat membantu dalam menciptakan
lingkungan yang bebas rokok dengan memasang atribut-atribut larangan merokok
di tempat bebas dan juga memberikan sanksi bagi yang melanggar aturan tersebut
supaya para perokok mempunyai rasa takut dalam melanggar peraturan tersebut
yang dapat menjadi tumpuan dalam pasien berhenti merokok. Selain itu, peran
negara dalam menurunkan angka perokok jugalah sangat penting, dengan cara

menggalakan kampanye bebas rokok dan menempatkan gambar-gambar akan


penyakit yang dapat ditimbulkan oleh rokok pada bungkus rokok.