Vous êtes sur la page 1sur 175

RELEVANSI SILABUS MATA PELAJARAN PRODUKTIF

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR KURIKULUM


TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMK DIPONEGORO DEPOK
SLEMAN DENGAN KOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN
DI BENGKEL SEPEDA MOTOR

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk
Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh:
ARFAN HENDRI PURWONO
09504247012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011

ii

iii

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini saya;


Nama

: Arfan Hendri Purwono

Nomor Mahasiswa

: 09504247012

Program Studi

: Pendidikan Teknik Otomotif

Fakultas

: Teknik

Judul Penelitian

: Relevansi

Silabus

Kompetensi
Kurikulum

Mata

Keahlian
Tingkat

Pelajaran

Teknik
Satuan

Produktif

Sepeda

Motor

Pendidikan

SMK

Diponegoro Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang


Dibutuhkan di Bengkel Sepeda Motor
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri.
Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau
diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata
penulisan karya ilmiah yang telah lazim.

Yogyakarta, 28 Mei 2011


Yang menyatakan,

Arfan Hendri Purwono


NIM: 09504247012

iv

MOTTO

Siapa saja yang menghilangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan yang
dialami orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan satu kesulitan dari
beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang memudahkan urusan orang
yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya baik di dunia
maupun di akhirat. Siapa saja yang menutupi kejelekan seorang muslim, maka
Allah akan menutupi kejelekannya di dunia dan di akhirat, dan Allah senantiasa
memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.
(HR. Muslim)

PERSEMBAHAN
Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, karya sederhana ini dipersembahkan
untuk Bapak Ibu di rumah yang telah memberikan dukungan baik materiil maupun
spirituil untuk meraih gelar sarjana.

RELEVANSI SILABUS MATA PELAJARAN PRODUKTIF


KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR KURIKULUM
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMK DIPONEGORO DEPOK
SLEMAN DENGAN KOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN
DI BENGKEL SEPEDA MOTOR
Oleh:
Arfan Hendri Purwono
09504247012
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesesuaian
atau relevansi silabus mata pelajaran produktif kompetensi keahlian Teknik Sepeda
Motor Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan dan diajarkan di
SMK Diponegoro Depok Sleman dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia
kerja yaitu bengkel sepeda motor yang ada di Kabupaten Sleman. Penelitian ini
juga bermaksud untuk mengetahui kompetensi yang diajarkan kepada siswa tetapi
tidak dibutuhkan oleh bengkel sepeda motor.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah
bengkel resmi sepeda motor Ahass Honda, Yamaha, dan Kawasaki di wilayah
kabupaten Sleman sebanyak 60 bengkel. Sampel yang diambil berjumlah 31
bengkel dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Penghitungan jumlah
sampel menggunakan nomogram Harry King dengan tingkat kesalahan 10% atau
tingkat kepercayaan 90%. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan
empat pilihan jawaban bergradasi. Validasi instrumen angket penelitian melalui
teknik Expert Judgment. Pengujian reliabilitas instrumen menggunakan rumus
Alpha Cronbach yang dihitung menggunakan program komputer SPSS 17. Teknik
analisis data yang digunakan adalah perhitungan persentase dengan kategori
penilaian relevan (76-100%), cukup relevan (56-75%), kurang relevan (40-55%),
dan tidak relevan (<40%).
Hasil penelitian menunjukkan rerata relevansi mata pelajaran produktif
kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor kurikulum tingkat satuan pendidikan
SMK Diponegoro Depok Sleman dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor termasuk kategori relevan yaitu sebesar 81,73%. Sebanyak 26
responden atau 83,37% menyatakan relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di
bengkel sepeda motor. Secara keseluruhan sebagian besar mata pelajaran produktif
Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK Diponegoro
Depok Sleman dibutuhkan oleh bengkel sepeda motor. Dari 27 kompetensi yang
diajarkan, sebanyak 21 kompetensi termasuk kategori relevan dan terdapat 6
kompetensi yang termasuk cukup relevan. Kompetensi yang termasuk kategori
cukup relevan adalah Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam
(64,78%), Menginterpretasikan Gambar Teknik (74,19%), Melakukan Perbaikan
Sistem Hidrolik (64,52%), Memperbaiki Sistem Gas Buang (64,52%),
Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer (60,48%), dan
Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan (59,68%).
vi

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan Skripsi
ini. Dalam menyelesaikan Skripsi ini penulis memperoleh bantuan serta bimbingan
dari berbagai pihak, sehingga penyusunan Skripsi ini dapat berjalan dengan lancar.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada yang terhormat:
1. Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. M.A. selaku Rektor Universitas Negeri
Yogyakarta.
2. Wardan Suyanto, Ed.D. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri
Yogyakarta.
3. Martubi, M.Pd. M.T. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif dan
Penasehat Akademik.
4. Noto Widodo, M.Pd. selaku pembimbing skripsi yang telah memberikan
arahan-arahan dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Dosen, Teknisi dan Staf Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif yang telah
memberikan bantuan sehingga terselesaikannya Skripsi ini.
6. Ibunda dan Ayahanda tercinta, yang telah banyak berkorban demi
kesuksesan penulis, serta Mbah Kakung dan adik yang selalu mendukung.
7. Teman-teman seperjuangan PKS Otomotif 2009, Transform Institute UNY,
KAMMI DIY, dan Padepokan Pringwulung yang saling memberikan
semangat sehingga pembuatan skripsi ini dapat selesai.
8. Segenap pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dan memperlancar penyusunan skripsi ini.
Semoga segala bantuan yang telah diberikan menjadi catatan amal tersendiri
dihari perhitungan kelak dan semoga Allah SWT memberikan balasan yang
berlipat.

vii

Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu,
saran dan kritik senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir
kata semoga skripsi ini dapat menambah khasanah pustaka di lingkungan
almamater UNY. Amin.

Yogyakarta, 28 Mei 2011


Penulis

viii

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .................................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................

iii

HALAMAN PERNYATAAN ....................................................................

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN..............................................................

ABSTRAK..................................................................................................

vi

KATA PENGANTAR ................................................................................

vii

DAFTAR ISI ............................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR .................................................................................

xiii

DAFTAR TABEL .....................................................................................

xvi

DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................

xxi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................

B. Identifikasi Masalah ...............................................................

C. Batasan Masalah ....................................................................

D. Rumusan Masalah ..................................................................

E. Tujuan Penelitian ....................................................................

F. Manfaat Penelitian ..................................................................

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A. Deskripsi Teoritis
1. Relevansi ........................................................................

2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).................................

3. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah


Menengah Kejuruan Tahun 2006.......................................

12

4. Kompetensi Siswa SMK ...................................................

18

5. Pengembangan Silabus......................................................

23

6. Mata Pelajaran Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor..

24

7. Dunia Kerja dan Tenaga Kerja ..........................................

28

ix

B. Penelitian Yang Relevan .........................................................

31

C. Pertanyaan Penelitian..............................................................

32

BAB III METODE PENELITIAN


A. Desain Penelitian ....................................................................

31

B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................

32

C. Definisi Opersional .................................................................

33

D. Populasi dan Sampel Penelitian...............................................

34

E. Teknik Pengumpulan Data ......................................................

37

F. Instrumen Penelitian ...............................................................

37

G. Teknik Analisis Data...............................................................

41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi dan Analisis Data Penelitian.....................................

45

1. Responden ........................................................................

45

2. Kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin.......................

46

3. Kompetensi Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan


logam................................................................................

48

4. Kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi ..

50

5. Kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik .............

53

6. Kompetensi Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan


di Dunia Kerja ..................................................................

55

7. Kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur.........................

57

8. Kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan


Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja ................................

60

9. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik...........

62

10. Kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang....................

65

11. Kompetensi Memelihara Baterai .......................................

67

12. Kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder .......

70

13. Kompetensi Melakukan Overhaul Sistem Pendingin


Berikut Komponen-komponennya.....................................

72

14. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar


Bensin ..............................................................................
x

74

15. Kompetensi Melakukan Perbaikan Engine Berikut


Komponen-komponennya .................................................

77

16. Kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling


Berikut Komponen-komponen Sistem Pengoperasiannya
(Manual dan Otomatis) .....................................................

79

17. Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Manual .......

82

18. Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis.....

84

19. Kompetensi Melakukan Perbaikan Rem


(Cakram dan Tromol) .......................................................

86

20. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi ..........

89

21. Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda,


Ban, dan Rantai ................................................................

91

22. Kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada


Rangkaian Sistem Kelistrikan dan Instrumen ....................

93

23. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter..............

96

24. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian .........

98

25. Kompetensi Kompetensi Melakukan Perbaikan


Sistem Pengapian..............................................................

100

26. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan ......

102

27. Relevansi Kompetensi Menginterpretasikan Gambar


Teknik Melalui Komputer.................................................

105

28. Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan.................................

107

29. Relevansi Silabus Mata Pelajaran Produktif Kompetensi


Keahlian Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan SMK Dipononegoro Depok Sleman
Dengan Kompetensi Yang Dibutuhkan di Bengkel
Sepeda Motor ...................................................................

109

B. Pembahasan.............................................................................

112

1. Kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan


di SMK Diponegoro Depok Sleman yang relevan
dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor......................................
xi

112

2. Kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan


di SMK Diponegoro Depok Sleman yang cukup relevan
dengan kompetensi yang dibutuhkan
di bengkel sepeda motor ...................................................

114

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ...........................................................................

117

B. Keterbatasan Penelitian............................................................

118

C. Implikasi ................................................................................

119

D. Saran .....................................................................................

122

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................

123

LAMPIRAN

xii

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1.

Diagram Alur Penyelenggaraan Pendidikan Depdikbud 2004.

11

Gambar 2.

Perhitungan Sampel Menurut Nomogram Harry King ............

36

Gambar 3.

Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin ...........................

Gambar 4.

46

Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan
Logam ...................................................................................

Gambar 5.

Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi ......

Gambar 6.

51

Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik .................

Gambar 7.

49

53

Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan
di Dunia Kerja .......................................................................

Gambar 8.

Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur .............................

Gambar 9.

55
58

Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja .....................................

60

Gambar 10. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja .....................................

63

Gambar 11. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang.....

65

Gambar 12. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Memelihara Baterai............................................

68

Gambar 13. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder ............
Gambar 14. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi
xiii

70

Melakukan Overhaul Sistem Pendingin Berikut


Komponen-komponennya......................................................

73

Gambar 15. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin

75

Gambar 16. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Engine Berikut
Komponen-komponennya......................................................

77

Gambar 17. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut
Komponen-komponen Sistem Pengoperasiannya (Manual
dan Otomatis) ........................................................................

80

Gambar 18. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Manual............

82

Gambar 19. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis .........

85

Gambar 20. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Rem
(Cakram dan Tromol) ............................................................

87

Gambar 21. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi...............

89

Gambar 22. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Servis
Pada Roda, Ban, dan Rantai...................................................

91

Gambar 23. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada
Rangkaian Sistem Kelistrikan dan Instrumen .........................

94

Gambar 24. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter ..................

96

Gambar 25. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian an.........
Gambar 26. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi
xiv

98

Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian ............

101

Gambar 27. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan ..........

103

Gambar 28. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik
Melalui Komputer .................................................................

105

Gambar 29. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan..................

107

Gambar 30. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Seluruh Mata Pelajaran Produktif Kompetensi Keahlian
Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SMK Dipononegoro Depok Sleman Dengan Kompetensi
Yang Dibutuhkan di Bengkel Sepeda Motor ..........................

109

Gambar 31. Diagram Komposisi Kompetensi Berdasarkan Relevansi


Seluruh Mata Pelajaran Produktif Kompetensi Keahlian
Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SMK Dipononegoro Depok Sleman Dengan Kompetensi
Yang Dibutuhkan di Bengkel Sepeda Motor ..........................

xv

111

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.

Mata Pelajaran dan Standar Kompetensi Pada Kompetensi


Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Diponegoro
Depok Sleman............................................................................

26

Tabel 2.

Jumlah Populasi ........................................................................

35

Tabel 3.

Kisi-kisi Instrumen ....................................................................

38

Tabel 4.

Komposisi Responden Berdasarkan Merek ................................

46

Tabel 5.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Memahami Dasar-dasar Mesin ...................................................

Tabel 6.

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Memahami


Dasar-dasar Mesin......................................................................

Tabel 7.

48

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Memahami


Proses-proses Dasar Pembentukan Logam..................................

Tabel 9.

47

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam ...............

Tabel 8.

46

49

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi ..............................

51

Tabel 10. Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Menjelaskan


Proses-proses Konversi Energi ...................................................

52

Tabel 11. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Menginterpretasikan Gambar Teknik .........................................

53

Tabel 12 Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi


Menginterpretasikan Gambar Teknik .........................................

54

Tabel 13. Kompetensi Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan


di Dunia Kerja............................................................................

55

Tabel 14. Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Menggunakan


Peralatan dan Perlengkapan di Dunia Kerja ................................

56

Tabel 15. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Menggunakan Alat-alat Ukur .....................................................

57

Tabel 16. Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Menggunakan


Alat-alat Ukur ............................................................................
xvi

58

Tabel 17.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Tempat Kerja........................................................

Tabel 18.

60

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Menerapkan


Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan
Tempat Kerja ...........................................................................

Tabel 19.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik .....................................

Tabel 20.

70

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melaksanakan


Overhaul Kepala Silinder .........................................................

Tabel 27.

69

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder..................................

Tabel 26.

68

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Memelihara


Baterai .....................................................................................

Tabel 25.

66

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Memelihara Baterai..................................................................

Tabel 24.

65

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Memperbaiki


Sistem Gas Buang....................................................................

Tabel 23.

64

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Memperbaiki Sistem Gas Buang ..............................................

Tabel 22.

63

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Hidrolik .......................................................

Tabel 21.

61

71

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Overhaul Sistem Pendingin Berikut
Komponen-komponennya ........................................................

Tabel 28.

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Overhaul Sistem Pendingin Berikut Komponen-komponennya

Tabel 29.

73

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin...................

Tabel 30.

72

75

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin.....................................
xvii

76

Tabel 31.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Engine Berikut
Komponen-komponennya ........................................................

Tabel 32.

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Engine Berikut Komponen-kom ..............................

Tabel 33.

77
78

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponenkomponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis)...

Tabel 34.

79

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponen-komponen
Sistem Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis) ....................

Tabel 35.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Transmisi Manual..................................

Tabel 36.

90

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai ...

Tabel 44.

89

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Suspensi.......................................................

Tabel 43.

88

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi.....................................

Tabel 42.

87

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Rem (Cakram dan Tromol) ......................................

Tabel 41.

85

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Rem (Cakram dan Tromol)....................

Tabel 40.

84

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Transmisi Otomatis .................................................

Tabel 39.

83

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis ...............................

Tabel 38.

82

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Transmisi Manual....................................................

Tabel 37.

81

91

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melaksanakan


Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai ..........................
xviii

92

Tabel 45.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem
Kelistrikan dan Instrumen ........................................................

Tabel 46.

93

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem Kelistrikan
dan Instrumen ..........................................................................

Tabel 47.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Starter ........................................

Tabel 48.

98

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Pengisian......................................................

Tabel 51.

97

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian ...................................

Tabel 50.

96

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Starter ..........................................................

Tabel 49.

95

99

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Kompetensi Melakukan Perbaikan
Sistem Pengapian.....................................................................

Tabel 52.

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Pengapian ....................................................

Tabel 53.

106

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan .......................................

Tabel 58.

105

Prosentase Relevansi butir kompetensi Melaksanakan


Pekerjaan Pengecatan...............................................................

Tabel 57.

104

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer..........

Tabel 56.

103

Prosentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Penerangan...................................................

Tabel 55.

101

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan ................................

Tabel 54.

100

107

Prosentase Relevansi butir kompetensi Melaksanakan


Pekerjaan Pengecatan...............................................................
xix

108

Tabel 59.

Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Seluruh Mata


Pelajaran Produktif Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK Dipononegoro
Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang Dibutuhkan
Bengkel Sepeda Motor.............................................................

Tabel 60.

109

Komposisi Prosentase Relevansi Seluruh Mata Pelajaran


Produktif Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK Dipononegoro
Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang Dibutuhkan
di Bengkel Sepeda Motor.........................................................

xx

110

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1.

Surat Permohonan Izin Fakultas ..........................................

124

Lampiran 2.

Surat Izin Pemprov DIY ......................................................

125

Lampiran 3.

Surat Izin Pemda Sleman .....................................................

126

Lampiran 4.

Surat Keterangan Penelitian SMK Diponegoro Depok .........

127

Lampiran 5.

Surat Pernyataan Judgment Instrumen Penelitian .................

128

Lampiran 6.

Instrumen Penelitian ............................................................

130

Lampiran 7.

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen............................................

137

Lampiran 8.

Hasil Rekapitulasi dan Tabulasi Data Penelitian ...................

141

Lampiran 9.

Bukti Selesai Revisi Tugas Akhir Skripsi .............................

151

xxi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Persaingan ekonomi di tingkat global semakin ketat, hal tersebut
ditandai dengan diberlakukannya perdagangan bebas antara negara-negara
ASEAN dan Cina melalui China ASEAN Free Trade Agreement (CAFTA)
per

Januari

2010

(Anonim,

2010.

http://www.sabili.co.id/niaga-

update/cafta-ancaman-besar-untuk-indonesia). Hasil kesepakatan tersebut


akan membawa dampak yang signifikan dalam hal perekonomian nasional,
termasuk tuntutan penyediaan tenaga kerja yang kompeten dan dapat
bersaing. Kinerja dunia pendidikan menjadi faktor penting dalam
menyediakan sumber daya manusia (SDM) kompetitif yang merupkan aset
penggerak mekanisme pasar dan perdagangan.
Sepanjang tahun 2006-2008 tercatat 1.650 industri di tanah air
bangkrut karena kalah bersaing dengan produk Cina yang mengakibatkan
140.584 tenaga kerja terpaksa menanganggur (Anonim, 2011:17). Pada bulan
Agustus 2010 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,3 juta orang,
11,87% adalah lulusan SMK (Anonim, 2010. http://bps.go.id/index.php).
Sebagai salah satu institusi pendidikan dan sekolah penyedia tenaga terampil
tingkat menengah, SMK perlu melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap
seluruh unsur kinerjanya.
Kurikulum menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan
pendidikan di sekolah. Nasution (2003:5) menjelaskan kurikulum adalah
perangat lunak yang menjadi desain global interaksi dan proses belajar di
1

sekolah.

J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller (1973) menjelaskan

kurikulum juga termasuk metode mengajar dan mengajar, cara mengevaluasi


murid dan seluruh program, perubahan tenaga pengajar, bimbingan dan
penyuluhan, sepervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai
waktu, jumlah keuangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran
(Nasution, 2003:6).
Sesuai kurikulum SMK tahun 2004 yang menggunakan pendekatan
pembelajaran berbasis kompetensi maka kurikulum periode ini berupaya
menyesuaikan muatan kurikulumnya dengan tuntutan dunia kerja. Materi
pelajaran yang bersumber dari Standar Kompetensi-Kompetensi Dasar harus
relevan dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Ari Wahyono (2005:91)
yang meneliti relevansi silabus mata pelajaran Kelistrikan Otomotif di SMK
Piri 1 dengan dunia kerja menemukan kompetensi yang mempunyai tingkat
relevansi cukup kecil yaitu 54,89-66,31%. Untuk itu penelitian ini bermaksud
meneliti lebih lanjut dan luas meliputi seluruh kompetensi yang diajarkan
pada program studi Sepeda Motor di SMK Diponegoro Depok Sleman
dengan beberapa pertimbangan diantaranya adalah Program studi Teknik
Sepeda Motor adalah program studi yang baru diselenggarakan di tingkat
SMK. Sampai tahun 2010 belum semua SMK yang menyelenggarakan
program studi Teknik Sepeda Motor di DIY sudah meluluskan siswanya.
SMK Piri Sleman baru sampai kelas XII dan SMK Muhammadiyah
Bambanglipuro Bantul baru sampai kelas XI. Untuk melihat seberapa besar
kompetensi yang dimiliki oleh siswa SMK maka penelitian ini ditujukan
kepada siswa mulai dari kelas X sampai kelas XII. Jika penelitian dilakukan

tidak meliputi semua kelas maka kompetensi yang dimiliki siswa SMK tidak
bisa diketahui secara menyeluruh. SMK Diponegoro Depok Sleman adalah
SMK pertama yang membuka jurusan ini dan sudah meluluskan empat
angkatan.
Sejak

tahun

2004, SMK

Diponegoro

Depok

Sleman telah

menyelenggarakan program studi Teknologi Sepeda Motor dan sampai tahun


2010 telah meluluskan 69 siswa. Penelurusuran yang dilakukan sekolah
terhadap 77 alumni dari SMK Diponegoro Depok Sleman tercatat 46 alumni
sudah bekerja atau 59,74%. Data tersebut menunjukkan hampir separuh dari
lulusan belum bekerja. Idealnya lulusan dari dari SMK Diponegoro Depok
bisa bekerja semua atau paling tidak mendekati angka tersebut karena belum
ada pesaing dari sekolah lain yang menyelenggarakan kompetensi keahliah
khususnya Teknik Sepeda Motor. Sekolah juga belum mempunyai bidang
yang mengurusi secara khusus mengurusi bursa kerja sehingga kurang bisa
membangun jaringan dengan perusahaan atau industri.
SMK

Diponegoro

Depok

Sleman

mempunyai

perlengkapan

pembelajaran yang cukup lengkap. Akan tetapi hal tersebut belum tentu bisa
menjamin kualitas lulusan SMK Diponegoro Depok Sleman dapat memenuhi
kualifikasi yang dibutuhkan di dunia kerja. Teknologi yang terus berkembang
terkadang tidak terkomunikasikan dengan baik oleh dunia kerja yang
menggunakan lulusan SMK. Sebagai contoh SMK Diponegoro Depok
Sleman belum memiliki media praktik sepeda motor matic. Motivasi siswa
untuk belajar menjadi berkurang karena alat yang digunakan sebagai media

praktik tidak ada. Hal ini menyebabkan proses pemenuhan kebutuhan tenaga
kerja antara dunia kerja dan sekolah mengalami hambatan.
Kurikulum yang diajarkan di sekolah harus relevan dengan kebutuhan
dunia kerja. Mata pelajaran yang bersumber dari Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar adalah bagian dari kurikulum yang mempunyai peranan
penting. Tingkat kesesuaian antara kompetensi yang diajarkan di sekolah
dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja sangat penting karena
merupakan representasi dari keterampilan dan pengetahuan siswa di sekolah
yang bersangkutan.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasi beberapa
permasalahan diantaranya adalah masih adanya kesenjangan antara industri
dan SMK dalam upaya menyediakan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai
dengan perkembangan industri dan ilmu pengetahuan. Data dari BPS
menunjukkan pada bulan Agustus 2010 jumlah pengangguran di Indonesia
mencapai 8,3 juta orang dan 11,87% diantaranya adalah lulusan SMK. Hal
tersebut menunjukkan perlu adanya evaluasi tentang kinerja SMK sebagai
institusi pendidikan penyedia tenaga kerja.
Perlengkapan dalam proses pembelajaran dan praktikum di SMK
Diponegoro Depok Sleman belum sesuai dengan kondisi dunia kerja yang
sesungguhnya dikarenakan kurangnya komunikasi dan kerjasama dengan
industri dalam pengadaan kelengkapan pembelajaran praktikum. Sebagai
contoh adalah belum tersedianya media praktik sepeda motor bertransmisi

otomatis. Hal ini mengakibatkan motivasi siswa untuk belajar menjadi


berkurang karena siswa hanya antusias belajar pada pelajaran yang
menyediakan obyek untuk pembelajaran praktikum.
Jumlah lulusan dari dari SMK Diponegoro Depok yang sudah bekerja
belum ideal. Data penelusuran lulusan dari sekolah menunjukkan dari 77
alumni dari jurusan kompetensi Teknik Sepeda Motor tercatat 46 alumni
sudah bekerja atau 59,74%. Data tersebut menunjukkan hampir separuh dari
lulusan belum bekerja. Idealnya lulusan dari dari SMK Diponegoro Depok
bisa bekerja semua atau paling tidak mendekati mendekati angka tersebut
karena belum ada pesaing dari sekolah lain yang menyelenggarakan
khususnya kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor. Jaringan yang
dibangun sekolah dengan perusahaan atau industri masih kurang karena
belum mempunyai bidang yang mengurusi secara khusus bursa kerja.

C. Batasan Masasalah
Mengingat adanya keterbatasan yang ada maka tidak semua
permasalahan yang dikemukakan di atas dibahas. Batasan masalah pada
penelitian ini adalah relevansi silabus mata pelajaran produktif yang
dikembangkan oleh SMK Diponegoro Depok Sleman pada program studi
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja
yaitu bengkel sepeda motor di Sleman.
Silabus mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses
pendidikan di sekolah. Silabus dapat menjawab permasalahan tentang
kompetensi apa yang akan ditanamkan kepada peserta didik, kegiatan apa

yang harus dilakukan untuk menamkan kompetensi tersebut, dan upaya


apakah yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut
sudah dimiliki oleh peserta didik.
Penyusunan silabus dilakukan oleh guru untuk menjabarkan standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan oleh Depdiknas juga
dapat melibatkan para ahli atau instansi yang relevan di daerah setempat
seperti instansi pemerintah, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, dan
perusahaan atau industri. Hal ini bertujuan agar apa yang diajarkan kepada
perserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan dan relevan atau sesuai
dengan kebutuhan masyarakat dalam hal ini adalah dunia usaha untuk
pendidikan di SMK.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut:
1. Seberapa besar tingkat relevansi silabus mata pelajaran produktif
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK Diponegoro Depok Sleman
kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor dengan kebutuhan kompetensi
bengkel sepeda motor di Sleman?
2. Adakah silabus mata pelajaran produktif yang diajarkan kepada siswa
ternyata tidak dibutuhkan oleh bengkel sepeda motor?

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat
relevansi mata pelajaran produktif Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SMK Diponegoro Depok Sleman kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor
dengan kebutuhan kompetensi bengkel sepeda motor di Sleman. Penelitian ini
juga bertujuan untuk mengetahui mata pelajaran produktif yang diajarkan di
SMK Diponegoro Depok Sleman kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor
namun tidak dibutuhkan oleh bengkel sepeda motor di Sleman.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dibutuhkan dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat secara teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan
wawasan dan pengalaman dalam melakukan penelitian selanjutnya.
2. Manfaat secara praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesimpulan tentang
sejauh mana kurikulum menyediakan kebutuhan bagi dunia kerja.
Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi manfaat bagi sekolah untuk
mengembangkan kurikulum dalam rangka merespon kebutuhan dunia
kerja.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teoritis
1. Relevansi
Relevansi memiliki akar kata relevan yang memiliki makna kait
mengait, bersangkut paut, berguna secara langsung dan relevansi bisa
dimaknai sebagai hubungan (Anonim, 2008:1159). Dalam bahasa Inggris
relevansi dijelaskan sebagai Something is relevant when it is directly
connected with something, especially with that is currently happening or
what is currently being discused (Anonim, 1995:800). Artinya bahwa
sesuatu itu dikatakan relevan ketika ada hubungan secara langsung
mengenai atau tentang sesuatu khususnya mengenai apa yang sedang
terjadi atau apa yang telah menjadi bahan pembicaraan. Sedangkan kata
benda yang menunjukkan arti kata tersebut adalah relevansi.
Dalam konteks penelitian ini, relevansi antara Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) SMK Program Keahlian Teknik Sepeda Motor
dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor akan
memberikan pola hubungan atau keterkaitan. Pola hubungan tersebut
menunjukkan kesesuaian antara KTSP SMK Program Keahlian Teknik
Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda
motor.

2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)


Ada berbagai definisi tentang pendidikan menengah kejuruan
yang telah diajukan oleh beberapa ahli. Definisi itu berkembang sesuai
dengan persepsi dan harapan masyarakat atas peran yang dimainkan oleh
pendidikan menegah kejuruan. Menurut David Snedden dan Charles
Prosser, pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang bertujuan untuk
bekerja dan mencari uang sebagai bekal hidup (Soenarto, 2003:13).
Pendidikan di Indonesia seperti yang tertuang dalam UU nomor
20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 15 mencakup
pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan
khusus. Dalam penjelasan pasal 15 tersebut dinyatakan: Pendidikan
kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta
didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
Pendidikan menengah kejuruan di Indonesia dituangkan dalam
UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
pasal 18 ayat 2 dan 3 yang berbunyi:
(2) Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah
umum dan pendidikan menengah kejuruan.
(3) Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas
(SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah
Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
Dalam Keputusan Mendikbud RI No. 280/U/1993 disebutkan
bahwa tujuan dari SMK adalah sebagai berikut:
1) Menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja serta
mengembangkan sikap profesional.

10

2) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetisi


dan mengembangkan diri.
3) Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi
kebutuhan tenaga kerja tingkat menengah.
4) Menyiapkan lulusan agar menjadi warga negara yang produktif,
adaptif, normatif, dan kreatif.
SMK berbeda dengan pendidikan pada umumnya karena lebih
berorientasi pada penyiapan peserta didik untuk memasuki dunia kerja.
SMK dapat dikatakan sebagai bentuk pendidikan khusus. Kelompok
pelajaran dan program yang disediakan hanya dipilih oleh peserta didik
yang memiliki minat untuk mempersiapkan dirinya memasuki dunia
kerja. Kekhususan SMK dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kerja
terampil yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Pendidikan kejuruan tidak hanya terkait dengan keterampilan
belaka. Pendidikan kejuruan melatih pengertian, sikap, kebiasaan dan
sistem nilai yang dipersiapkan atas dasar daya guna dilandasi usaha untuk
meningkatkan produktifitas. Secara garis besar program pendidikan
kejuruan dalam hal ini SMK menurut keputusan Mendikbud No.
080/U/1993 dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok pertanian
dan kehutanan, kelompok teknologi dan industri, kelompok bisnis dan
manajemen, kelompok kesejahteraan masyarakat, kelompok pariwisata
serta kelompok seni dan kerajinan. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa

pendidikan

kejuruan

merupakan

jenis

pendidikan

yang

11

mempersiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja, meskipun


tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan
yang lebih tinggi.

Gambar 1. Diagram Alur Penyelenggaraan Pendidikan Depdikbud 2004

12

3. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah


Kejuruan Tahun 2006
a. Pengertian Kurikulum
Kurikulum menurut Hass (Sukamto, 1988:5) adalah semua
pengalaman pribadi yang dialami pribadi anak didik dalam suatu
program pendidikan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan
umum dan tujuan-tujuan khusus yang relevan, direncanakan
berdasarkan kerangka teoritik dan riset atau praktik personel masa lalu
dan masa sekarang.
Pernyataan J. Lioyd dan Delmas F. Miller seperti dikutip
Nasution (2003:6) mendefinisikan kurikulum:
.. Kurikulum juga termasuk metode mengajar dan
belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program,
perubahan tenaga mengajar, bmbingan dan penyuluhan,
supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai
waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata
pelajaran. Ketiga aspek pokok, manusia, program dan fasiltas
sangat erat hubungannya, sehingga tidak mungkin diadakan
perbaikan kalau tidak diperhatikan ketiga-tiganya.
Definisi ini memberikan gambaran yang cukup jelas bahwa
kurikulum

merupakan

konsep

sistematis

dan

siap

untuk

dioperasionalkan di sekolah sebagai bentuk pembelajaran secara


lengkap
Pendapat yang lain menurut Harold B. Albertycs (Nasution,
2003:5), yakni kurikulum adalah All of the activities that are
provided for student by school. Jadi kurikulum adalah seluruh
aktivitas yang dipersiapkan untuk siswa oleh pihak sekolah. Ini adalah

13

definisi yang lebih kongkret yang memuat kurikulum dengan berbagai


sisi teramati di sekolah. Hal tersembut menyangkut penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan di SMK dan juga perangkat lunak berupa
program pendidikan dan pelatihan.
Pengertian kurikulum juga dijelaskan dalam UU Sisdiknas No.
20 tahun 2003 pasal 20 ayat 19 yang menyebutkan kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran

serta

cara

yang

digunakan

sebagai

pedoman

penyelenggaraan kegiatan penyelenggaraan kegiatan pembelajaran


untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini
meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan
kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta
didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk
dimungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan
potensi yang ada di daerah.
b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK
Di dalam Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
dijelaskan KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari
tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurkulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

14

Penyusunan KTSP dipercayakan pada tiap satuan pendidikan.


Sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP diterangkan bahwa tim
penyusun KTSP SD/SMP/SMA dan SMK terdiri atas guru, konselor,
kepala sekolah, komite sekolah dan nara sumber dengan kepala
sekolah sebagai ketua merangkap anggota dan disupervisi dinas
pendidikan provinsi berpedoman pada Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang
disusun oleh BSNP (Mimin Haryati, 2008:198). Hal tersebut senada
dengan prinsip implementasi KBK (kurikulum 2004) yang disebut
Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (KBS). Prinsip ini
diimplementasikan untuk memberdayakan daerah dan sekolah dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengelola serta menilai proses
pembelajaran sesuai dengan kondisi dan aspirasi mereka.
Dijelaskan Siskandar (Mimin Haryati, 2008:5) bahwa KTSP
yang pada dasarnya merupakan aplikasi KBK (Kurikulum 2004) di
Tingkat Satuan Pendidikan sebagai suatu konsep sekaligus sebagai
program yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Menekankan pada ketercapaian siswa baik secara individual
maupun klasikal
2) Berorientasi kepada hasil dan keberagaman
3) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan
metode bervariasi

15

4) Sumber belajar bukan hanya guru tetapi sumber belajar lainnya


yang memenuhi unsur edukatif
5) Penilaian menekankan kepada proses dan hasil belajar dalam
upaya penguasaan suatu kompetensi
6) Pendekatan yang digunakan dalam KTSP sama dengan KBK
yakni memposisikan siswa sebagai subyek didik bukan sebagai
obyek didik. Siswa lebih dominan dalam pembelajaran. Hal ini
didasarkan pada suatu pandangan bahwa siswa memiliki potensi
untuk berkembang dan berfikir mandiri.
c. Struktur dan Muatan KTSP SMK
Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22
tahun

2006 menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan untuk

meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia,


serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. Agar
dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan
keahlian dan keterampilan, mereka harus memiliki stamina yang
tinggi,

menguasai

bidang

keahliannya

dan

dasar-dasar

ilmu

pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi dan


mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, serta
memiliki kemampuan pengembangan diri. Struktur kurikulum
pendidikan kejuruan dalam hal ini SMK dan Madrasah Aliyah
Kejuruan (MAK) diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Struktur

16

kurikulum SMK/MAK berisi mata pelajaran wajib, mata pelajaran


kejuruan, muatan lokal, dan pengembangan diri.
1) Mata Pelajaran Wajib
Mata pelajaran wajib terdiri atas Pendidikan Agama,
Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, Matematika,
IPA, IPS, Seni dn Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga,
dan Keterampilan/Kejuruan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk
membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum
manusia kerja.
2) Mata Pelajaran Kejuruan
Mata pelajaran kejuruan terdiri dari atas beberapa mata
pelajaran

yang

kompetensi

bertujuan

kejuruan

untuk

dan

menunjang

pembentukan

pengembangan

kemampuan

menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya.


3) Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk
mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas
dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya
tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau
terlalu banyak sehingga hars menjadi mata pelajaran tersendiri.
Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak
terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal
merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus

17

mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan
pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan
lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satu tahun satuan
pendidikan

dapat

menyelenggarakan

dua

mata

pelajaran

bermuatan lokal.
4) Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan
memberikan

kesempata

kepada

peserta

didik

untuk

mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai kebutuhan,


bakat,

minat

sesuai

dengan

kondisi

sekolah.

Kegiatan

pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor,


guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam
bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam buku panduan pengembangan KTSP BSNP
menjelaskan kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara
lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan
masalah

diri

pribadi,

kehidupan

sosial,

belajar,

dan

pengembangan karier peserta didik. Sedangkan untuk kegiatan


ekstra kurikuler dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan
kepramukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.
Khusus untuk sekolah menengah kejuruan pengembangan
diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan

18

bimbingan karier. Pengembangan diri bukan merupakan mata


pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara
kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.

4. Kompetensi Siswa SMK


Kompetensi siswa SMK sesuai dengan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 yang merupakan kualifikasi
kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Mulyasa (2009:91) menyebutkan tiga kompetensi yang harus dimiliki
oleh lulusan SMK yaitu Standar Kompetensi Lulusan SMK, Standar
Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran, dan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar.
a. Standar Kompetensi Lulusan SMK
1)

Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai


dengan perkembangan remaja

2)

Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan


kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya

3)

Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas


perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya

4)

Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial

5)

Menghargai keberagaman agama, bangsa,


golongan sosial ekonomi dalam lingkup global

suku, ras, dan

19

6)

Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara


logis, kritis, kreatif, dan inovatif

7)

Menunjukkan

kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan

inovatif dalam pengambilan keputusan


8)

Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk


pemberdayaan diri

9)

Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan


hasil yang terbaik

10) Menunjukkan kemampuan

menganalisis dan memecahkan

masalah kompleks
11) Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial
12) Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan

bertanggung

jawab
13) Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia
14) Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
15) Mengapresiasi karya seni dan budaya
16) Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
17) Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta
kebersihan lingkungan
18) Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun

20

19) Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam
pergaulan di masyarakat
20) Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap
orang lain
21) Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara
sistematis dan estetis
22) Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan
berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris
23) Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik
untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti
pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya
b. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran terdiri atas
kelompok-kelompok mata pelajaran:
1) Agama dan Akhlak Mulia
2) Kewarganegaraan dan Kepribadian
3) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
4) Estetika
5) Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.
Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran dikembangkan
berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap
kelompok mata pelajaran, yakni:

21

1) Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan:


membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama,
kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi,
estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan.
2) Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian
bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang
memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan ini dicapai
melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia,
kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan
jasmani.
3) Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
bertujuan: mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan
analisis peserta didik. Pada satuan pendidikan SMK/MAK, tujuan
ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika,
ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan,
kejuruan, teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan lokal
yang relevan
4) Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk
karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni
dan pemahaman budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan

22

dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan


muatan lokal yang relevan.
5) Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani
dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai
melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga,
pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal
yang relevan.

c. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar merupakan arah
dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan
pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar telah disiapkan oleh
Depdiknas untuk berbagai macam mata pelajaran.
Tugas dari seorang guru adalah menjabarkan, menganalisis,
mengembangkan indikator, dan menyesuaikan Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar sesuai kondisi sekolah dan daerah. Hasil
analisis tersebut kemudian disusun dalam sebuah silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran.

23

5. Pengembangan Silabus
Dalam panduan penyusunan KTSP dijelaskan bahwa silabus
adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi
dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, pencapaian
indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/referensi belajar (Mimin
Haryati, 2008:194).
Silabus dikembangkan oleh guru sebagai penjabaran Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam materi standar, kegiatan
pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian (E.
Mulyasa, 2009:14). Silabus dikembangkan dengan memperhatikan prinsip
ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, kontekstual,
fleksibel, dan menyeluruh.
Silabus disusun oleh guru kelas/guru mata pelajaran yang
bersangkutan sesuai karakteristik sekolah masing-masing kemudian
dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dievaluasi, dan
ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Dalam penyusunan silabus guru
juga dapat melibatkan para ahli atau instansi yang relevan di daerah
setempat seperti instansi pemerintah, tokoh masyarakat, perguruan
tinggi,dan perusahaan atau industri.

24

6. Mata Pelajaran Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK


Untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan di dunia kerja,
SMK memberikan substansi pengajaran yang disampaikan melalui
berbagai mata pelajaran. Mata pelajaran tersebut terbagi menjadi tiga
kelompok yaitu normatif, adaptif, dan produktif.
a. Mata Pelajaran Normatif
Program normatif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi
membentuk peserta didik secara utuh, yang memiliki norma-norma
kehidupan sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial.
Program ini menitikberatkan pada norma, sikap, dan perilaku yang
harus diajarkan, ditanamkan dan dilatihkan pada peserta didik
disamping kandungan pengetahuan keterampilan yang ada di
dalamnya. Mata diklat pada program normatif berlaku sama untuk
semua program keahlian. Mata diklat yang termasuk program
normatif adalah:
1) Pendidikan Agama
2) Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah
3) Bahasa Indonesia
4) Pendidikan Jasmani dan Olah Raga
5) Seni dan Budaya
b. Mata Pelajaran Adaptif
Mata pelajaran adaptif adalah kelompok mata pelajaran yang
berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki

25

dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial. Mata
pelajaran adaptif berisi mata pelajaran yang menitikberatkan pada
pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan
menguasai konsep dan prinsip ilmu teknologi.
Mata pelajaran adaptif terdiri dari kelompok mata pelajaran
yang berlaku sama bagi semua program keahlian dan mata pelajaran
yang hanya berlaku bagi program keahlian tertentu sesuai dengan
kebutuhan masing-masing program keahlian. Mata pelajaran yang
termasuk pelajaran adaptif untuk kompetensi keahlian Teknik Sepeda
Motor adalah:
1) Matematika
2) Bahasa Inggris
3) Fisika
4) Kimia
5) IPA
6) IPS
7) Kewirausahaann
8) KKPI
c. Mata Pelajaran Produktif
Mata pelajaran produktif adalah kelompok mata pelajaran
yang berfungsi membekali peserta didik agara memiliki kompetensi
kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

26

Mata pelajaran produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja,


karena itu lebih banyak ditentukan oleh dunia usaha atau asosiasi
profesi. Mata pelajaran produktif diajarkan secara spesifik sesuai
kebutuhan tiap program keahlian. Mata pelajaran yang termasuk mata
pelajaran produktif untuk kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor
adalah sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
Mata pelajaran produktif pada kompetensi keahlian Teknik
Sepeda Motor dikelompokkan menjadi 5 yaitu:
1) Umum
2) Mesin
3) Chasis
4) Kelistrikan
5) Pengayaan

27

Tabel 1. Mata Pelajaran dan Standar Kompetensi Pada Kompetensi


Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Diponegoro Depok
Sleman.
No. Kelompok Mata
Pelajaran
1. Umum

2.

Mesin

Standar Kompetensi
a. Memahami dasar-dasar mesin
b. Memahami proses-proses
dasar pembentukan logam
c. Menjelaskan proses-proses
mesin konversi energi
d. Menginterpretasikan gambar
teknik
e. Menggunakan peralatan dan
perlengkapan di tempat kerja
f. Menggunakan alat-alat ukur
(measuring tools)
g. Menerapkan prosedur
keselamatan, kesehatan kerja
dan lingkungan tempat kerja
h. Melakukan perbaikan sistem
hidrolik
a. Memperbaiki sistem gas
buang
b. Memelihara baterai
c. Melaksanakan overhaul
kepala silinder
d. Melakukan overhaul sistem
pendingin berikut komponenkomponennya
e. Melakukan perbaikan sistem
bahan bakar bensin
f. Melakukan perbaikan engine
berikut komponenkomponennya
g. Melakukan perbaikan unit
kopling berikut komponenkomponen sistem
pengoperasiannya

28

No. Kelompok Mata


Pelajaran

3.

Chasis dan Suspensi

4.

Kelistrikan

5.

Pengayaan

Standar Kompetensi
h. Melakukan perbaikan sistem
transmisi manual
i. Melakukan perbaikan sistem
transmisi otomatis
a. Melakukan perbaikan sistem
rem
b. Melakukan perbaikan sistem
suspensi
c. Melaksanakan pekerjaan
servis pada roda, ban dan
rantai
a. Melakukan perbaikan ringan
pada rangkaian sistem
kelistrikan dan instrumen
b. Melakukan perbaikan sistem
starter
c. Melakukan perbaikan sistem
pengisian
d. Melakukan perbaikan sistem
pengapian
e. Melakukan perbaikan sistem
penerangan
a. Menginterpretasikan gambar
teknik melalui komputer
(Computer Aided Draft/CAD)
b. Melaksanakan pekerjaan
pengecatan

29

7. Dunia Kerja dan Tenaga Kerja


Dunia kerja adalah salah satu bagian dari perjalanan hidup
manusia. Manusia dituntut untuk mampu hidup mandiri dan produktif.
Sebagian orang menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan
sebagian yang lain mencari lowongan pekerjaan di institusi dan
perusahaan sebagai karyawan.
Sebuah perusahaan akan melakukan pengaturan dalam sistem
ketengakerjaan melalui bidang personalia. Bagian personalia di dalam
perusahaan atau instasi bertugas mengatur SDM di perusahaan tersebut
dari penentuan karyawan, seleksi dan rekrutmen tenaga kerja, pengaturan
hak dan kewajiban, kontrak kerja serta jaminan sosial tenaga kerja.
Fungsi operasional yang dijalankan oleh manajer personalia
menurut Sahala P. Sinurat (2008:6) meliputi: memastikan tersedianya
kebijakan, sistem, dan prosedur untuk memastikan bahwa setiap orang
yang direkrut sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam hal ini seorang
manajer personalia harus membentuk kebijakan dan prosedur, format
pelaporan, dan memberi pelatihan kepada semua orang yang terlibat
dalam rekrutmen dan seleksi di perusahaan.
Lulusan SMK adalah tenaga kerja teknisi menengah yang akan
menangani pelaksanaan teknis produksi di perusahaan. Oleh karena itu
alumni SMK dituntut untuk memiliki kompetensi sesuai dengan bidang
dan jabatannya di perusahaan. Kriteria unjuk kerja telah distandarkan oleh
bagian personalia. Bidang ini juga memutuskan masa training bagi

30

seorang karyawan. Masa training bagi sebuah perusahaan adalah masa


adaptasi bagi seorang karyawan baru untuk selanjutnya diharapkan akan
mampu menangani pekerjaan yang diberikan kepada karyawan.
Institusi penyedia tenaga kerja baik terdidik maupun terlatih akan
senantiasa melakukan pendidikan dan pelatihan yang mengarah pada
kesiapan peserta didiknya memasuki dunia kerja. Serangkaian materi
maupun mata diklat akan diberikan untuk mencetak tanga kerja
berkualitas. Dengan demikian peserta diklat diharapkan akan mampu
bersaing memperebutkan posisi tenaga kerja di dunia kerja dan industri.
Perusahaan yang mempunyai manajemen personalia yang baik
akan melakukan seleksi tenaga kerja dengan prosedur dan tingkat
ketelitian yang tinggi. Adapun tahapan seleksi yang lazim diterapkan oleh
perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Seleksi persyaratan administratif
Pada saat melamar pekerjaan para calon tenaga kerja terlebih
dulu membuat surat lamaran pekerjaan dan melampirkan sejumlah
data dan identitas diri. Kemudian tahapan selanjutnya dengan tes
tertulis maupun tidak tidak tertulis.
b. Seleksi pengetahuan umum
Seleksi pengetahuan umum dimaksudkan untuk mengetahui
wawasan dan pengetahuan calon tanaga kerja. Hal ini penting karena
pekerja yang berwawasan luas akan mampu bekerja profesional dan
berinteraksi dengan lingkungan kerjanya lebih baik dibandingkan

31

dengan pekerja yang berwawasan sempit. Ia tidak mudah terpancing


dengan isu negatif dan terpengaruh oleh orang lain.
c. Seleksi psikologi
Seleksi psikologi dimaksudkan untuk mengetahui sikap mental
dan perilaku calon tenaga kerja. Dharapkan pekerja yang diterima
dalam sebuah perusahaan tidak lagi memiliki permasalahan tentang
sikap dan mentalitasnya.
d. Seleksi wawancara
Seleksi dengan wawancara bertujuan untuk melakukan
penjajagan terhadap kapasitas keilmuan, sikap, kemampuan verbal,
komunikasi, dan hubungan interpersonal seorang tenaga kerja. Cara
seleksi ini dilakukan pada tahap akhir sebagai bahan pelengkap yang
akan merepresentasikan kualitas calon tenga kerja.

B. Peneilitian Yang Relevan


Penelitian ini tidak lepas dari beberapa penelitian dan pengkajian
kurikulum SMK yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Ari Wahyono
(2005). Ari Wahyono (2005) mengambil obyek penelitian silabus kelistrikan
otomotif yang diimplementasikan oleh SMK PIRI 1 Yogyakarta yang
populasi penelitiannya mengambil bengkel mobil dan motor di wilayah Kota
Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Hasil rerata relevansi silabus kelistrikan
otomotif SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan dunia kerja sebesar 82,34%.

32

C. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan diatas, untuk
mengetahui relevansi silabus mata pelajaran produktif Kompetensi Keahlian
Teknik Sepeda Motor di SMK Diponegoro Depok Sleman dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor maka didapatkan
beberapa pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban diantaranya
adalah:
1.

Seberapa besar tingkat relevansi mata pelajaran produktif Kurikulum


Tingkat Satuan Pendidikan SMK Diponegoro Depok Sleman kompetensi
keahlian Teknik Sepeda Motor dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja
di Sleman?

2.

Adakah mata pelajaran produktif yang diajarkan kepada siswa ternyata


tidak dibutuhkan oleh dunia kerja?

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif
tanpa hipotesis. Menurut Best penelitian deskriptif merupakan penelitian yang
berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa
adanya (Sukardi, 2003:157). Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan
situasi atau kejadian secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik
mengenai populasi atau menegenai bidang tertentu. Data yang dikumpulkan
semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan,
menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasi
(Saifuddin, 1999:7).
Penelitian ini menggunakan sudut pandang dunia kerja untuk menilai
apakah silabus mata pelajaran produktif Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda
Motor yang diajarkan di SMK Diponegoro Sleman relevan dengan kompetensi
yang dibutuhkan di dunia kerja yaitu pada bengkel sepeda motor. Data dalam
penelitian ini diperoleh dari responden di dunia kerja. Dunia kerja yang
dimaksud adalah bengkel sepeda motor di kabupaten Sleman.

33

34

B. Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat pelaksanaan penelitian ini di bengkel sepeda motor yang
berada di wilayah kabupaten Sleman dan SMK Diponegoro Depok Sleman.
SMK Diponegoro dipilih dengan memperhatikan kelengkapan sarana yang
dimilikinya relatif lengkap dan satu-satunya SMK di Yogyakarta yang telah
meluluskan siswanya pada kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor. SMKSMK lain yang menyelenggarakan kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor
baru sampai pada tingkat XI pada saat penelitian ini dilakukan. Dengan
demikian mata pelajaran yang diselenggarakan akan lebih menyeluruh untuk
diteliti. Pemilihan wilayah Kabupaten Sleman karena secara goegrafis
memiliki kedekatan jarak dengan SMK Diponegoro Sleman yang paling besar
memungkinkan lulusannya bekerja di wilayah tersebut.
Waktu penelitian dilakukan pada bulan April 2011 dengan tahapan
sebagai berikut:
1. Penyusunan proposal, surat ijin, perumusan masalah, pengkajian literatur,
penentuan metode penelitian dan penyusunan instrumen penelitian.
2. Pra survei meliputi: observasi awal, mengetahui jumlah populasi,
menentukan sampel penelitian.
3. Permohonan ijin dari UNY, Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah
Kabupaten Sleman, SMK Diponegoro Sleman dan bengkel-bengkel sepeda
motor di kabupaten Sleman.
4. Pengumpulan data yang meliputi klasifikasi data dan analisis data.
5. Penyusunan laporan

35

C. Definisi Operasional
Untuk mengantisipasi peluang munculnya kesalahan penafsiran atau
perbedaan persepsi maka perlu dijlelaskan definisi operasional dalam
penelitian ini. Berikut ini adalah definisi operasional atau batasan istilah dalam
penilitian ini:
1. Relevansi yaitu ada atau tidaknya kesesuaian silabus mata pelajaran
produktif kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor kurikulum SMK tahun
2004 yang diajarkan di SMK Diponegoro Sleman dengan kompetensi
pekerjaan yang dibutuhkan atau yang biasa dilakukan oleh tenaga kerja
setingkat teknisi mekanik otomotif di bengkel motor di Kabupaten Sleman.
2. Mata pelajaran produktif adalah adalah kelompok mata pelajaran yang
berfungsi membekali peserta didik agara memiliki kompetensi kerja sesuai
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Mata pelajaran
produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja, karena itu lebih banyak
ditentukan oleh dunia usaha atau asosiasi profesi. Mata pelajaran produktif
dalam penelitian ini adalah materi teknik sepeda motor yang diajarkan di
SMK Diponegoro Sleman yang sesuai dengan jenis pekerjaan di bengkel
sepeda motor di Kabupaten Sleman.
3. Kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja adalah segala pekerjaan yang
dilakukan oleh teknisi mekanik pada bengkel sepeda motor. Bengkel sepeda
motor adalah bengkel yang melayani perawatan maupun perbaikan sepeda
motor. Pekerjaan di bengkel bersifat jasa dan pelayanan kepada konsumen
pemakai sepeda motor.

36

Jadi relevansi yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah ada atau
tidaknya kesesuaian mata pelajaran produktif atau jenis materi yang diajarkan
di SMK Diponegoro Sleman kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor untuk
menyelesaikan berbagai pekerjaan penanganan dan perbaikan di bengkel
sepeda motor di Kabupaten Sleman.
D. Populasi dan Sampel Penelitian
1.

Populasi
Populasi

adalah

keseluruhan

subyek

penelitian

(Suharsimi

Arikunto, 2002:108). Populasi penelitian ini adalah bengkel sepeda motor


resmi dari merek sepeda motor terkemuka yang sudah lama berkecimpung
di dunia otomotif nasional. Bengkel-bengkel tersebut adalah bengkel
Ahass Honda, Yamaha, dan Kawasaki di kabupaten Sleman. Pemilihan
bengkel tersebut dikarenakan jumlah bengkel yang tidak resmi di
Kabupaten Sleman populasinya sangat banyak dan alamatnya yang sulit
untuk dideteksi semua karena keterbatasan penelitian. Selain itu faktor
sarana dan prasarana serta manajemen yang ada di bengkel resmi juga
menjadi

pertimbangan

untuk

mempermudah

dalam

pengambilan

penelitian.
Sebenarnya bengkel resmi Suzuki juga akan dimasukkan dalam
penelitian akan tetapi pihak Suzuki Yogyakarta yang berpusat di Jl.
Magelang No. 151 tidak memberikan izin. Jumlah bengkel dapat dilihat
pada Tabel 1.

37

Tabel 2. Jumlah Populasi


No.
1.
2.
3.

Bengkel Sepeda Motor


AHASS Honda
Yamaha
Kawasaki

Jumlah
33
23
4
Total 60

Responden yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian


adalah kepala bengkel, teknisi bengkel, bagian servis atau karyawan
bengkel sepeda motor yang dianggap memiliki pengetahuan tentang
kompetensi teknik sepeda motor.
2.

Sampel
Mengingat adanya keterbatasan penelitian dalam hal waktu, tenaga
dan biaya maka diperlukan sampel penelitian. Sampel adalah sebagian atau
wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 2002:109). Penentuan
sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sample atau
sampel bertujuan karena bengkel yang diambil sebagai responden adalah
bengkel resmi dari tiga merek sepeda motor yaitu Ahass Honda, Yamaha,
dan Kawasaki. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa
pertimbangan, misalnya dengan alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan
dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.
(Suharsimi Arikunto, 2002:117).
Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian dengan populasi 60
bengkel adalah 31 bengkel. Sampel yang berjumlah 31 bengkel dihitung
menurut Nomogram Harry King seperti Gambar 2. Tingkat kepercayaan
sampel terhadap populasi adalah 90%

atau tingkat kesalahan 10%.

38

Dengan menarik garis dari angka 60 melewati taraf kesalahan 10% maka
akan ditemukan titik di bawah angka 40 yaitu sekitar 45. Maka jumlah
sampel minimal yang diambil 45% x 60 = 27. Jumlah sampel yang
kemudian didapatkan dari penelitian adalah 31 bengkel sehingga sudah
memenuhi syarat untuk digunakan. Jumlah sampel ini sesuai pendapat dari
Roscoe yang dikutip oleh Sugiyono (2007:91) bahwa ukuran sampel
penelitian yang layak adalah antara 30 sampai 500.

Gambar 2. Perhitungan sampel menurut Nomogram Harry King

39

E. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah angket atau kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan
tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden
dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui
(Suharsimi, 2002:128). Kuesioner cocok digunakan apabila responden
tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan atau
pernyataan tertutup atau terbuka dan dapat diberikan kepada responden
secara langsung atau dikirim melalui pos atau internet.
Angket dimaksudkan untuk megetahui data tentang kebutuhan
kompetensi teknisi bengkel sepeda motor. Angket berisi tentang Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang menjadi bahan mata pelajaran
produktif kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di
SMK Diponegoro Depok Sleman. Data dari angket tersebut akan
didapatkan mata pelajaran yang relevan dan yang tidak relevan terhadap
kebutuhan kompetensi teknisi bengkel sepeda motor. Angket tersebut juga
diharapkan dapat memberikan kompetensi yang dibutuhkan teknisi
bengkel sepeda motor tapi tidak diajarkan di SMK Diponegoro Depok
Sleman.
F. Instrumen Penelitian
1. Teknik Penyusunan Instrumen
Penyusunan instrumen penelitian dilakukan dengan berpedoman
pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kompetensi keahlian

40

Teknik Sepeda Motor yang telah dijelaskan dalam spektrum 2009 yang
kemudian dijabarkan dalam butir-butir pertanyaan.
Kisi-kisi instrumen dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen
No. Standar Kompetensi
1. Memahami dasar-dasar mesin
2. Memahami proses-proses dasar
pembentukan logam
3. Menjelaskan proses-proses mesin konversi
energi
4. Menginterpretasikan gambar teknik
5. Menggunakan peralatan dan perlengkapan
di tempat kerja
6. Menggunakan alat-alat ukur (measuring
tools)
7. Menerapkan prosedur keselamatan,
kesehatan kerja dan lingkungan tempat
kerja
8. Melakukan perbaikan sistem hidrolik
9. Memperbaiki sistem gas buang
10. Memelihara baterai
11. Melaksanakan overhaul kepala silinder
12. Melakukan overhaul sistem pendingin
berikut komponen-komponennya
13. Melakukan perbaikan sistem bahan bakar
bensin
14. Melakukan perbaikan engine berikut
komponen-komponennya
15. Melakukan perbaikan unit kopling berikut
komponen-komponen sistem
pengoperasiannya
16. Melakukan perbaikan sistem transmisi
manual
17. Melakukan perbaikan sistem transmisi
otomatis
18. Melakukan perbaikan sistem rem

Jumlah Butir
3
3
6
5
3
10
7

5
6
6
5
4
4
3
3

3
3
3

41

No. Standar Kompetensi


19. Melakukan perbaikan sistem suspensi
20. Melaksanakan pekerjaan servis pada roda,
ban dan rantai
21. Melakukan perbaikan ringan pada
rangkaian sistem kelistrikan dan instrumen
22. Melakukan perbaikan sistem starter
23. Melakukan perbaikan sistem pengisian
24. Melakukan perbaikan sistem pengapian
25. Melakukan perbaikan sistem penerangan
26. Menginterpretasikan gambar teknik
melalui komputer (Computer Aided
Draft/CAD)
27. Melaksanakan pekerjaan pengecatan

Jumlah Butir
2
3
3
3
3
3
3
1

Instrumen penelitian yang digunakan mempunyai pilihan empat


kategori jawaban bergradasi yaitu Sangat Dibutuhkan, Dibutuhkan,
Kurang Dibutuhkan, dan Tidak Dibutuhkan. Untuk keperluan analisis
data maka setiap jawaban diberi nilai. Nilai dari masing-masing jawaban
tersebut menurut pendapat Suharsimi Arikunto (2002:215) adalah Sangat
Dibutuhkan diberi nilai 4, Dibutuhkan diberi nilai 3, Kurang
Dibutuhkan diberi nilai 2, dan Tidak Dibutuhkan diberi nilai 1.
2. Validitas Instrumen
Uji validitas yang dipakai dalam penyusunan instrumen penelitian
adalah keputusan atau pertimbangan para ahli (Expert Judgment). Dalam
penelitian ini validitas yang diperoleh adalah validitas isi (Content
Validity) karena penentuan validitasnya tidak lagi berbentuk angka, akan
tetapi ditentukan dengan pertimbangan yang logis. Hal ini untuk mengecek
validitas instrumen apabila tidak tersedia kriteria obyektif, maka penelitian

42

dapat melakukan kerja sama dengan orang yang berkompeten untuk


mengadakan penelitian terhadap obyek atau gejala yang sudah diteliti dan
menggunakan hasil peneltian setelah itu. Instrumen ini diuji validitasnya
oleh dua orang dosen Jurusan Otomotif UNY yang pernah menjadi kepala
bengkel sepeda motor ATC UNY.
3. Reliabilitas Instrumen
Penelitian ini menggunakan uji reliabilitas instrumen dengan
rumus Alpha Cronbach,. Suatu instrumen dikatakan mempunyai nilai
reliabilitas yang tinggi, apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang
konsisten dalam mengukur yang hendak diukur. Artinya bila dilakukan
suatu tes, mempunyai hasil yang sama ketika dilakukan tes kembali
(Sukardi, 2003:127-128). Perhitungan reliabilitas menggunakan komputer
dengan program SPSS 17.
Rumus Alpha Cronbach:

k
1
k1

Keterangan:

r = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

= jumlah variasi butir


= varians total

(Suharsimi, 2002:171)

43

G. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis
deskriptif dengan persentase. Data masing-masing responden dikumpulkan,
ditabulasikan, kemudian disusun dan dianalisis untuk memperoleh jawaban
permasalahan yang dirumuskan. Data setelah ditabulasikan kemudian dianalisis
secara deskriptif dengan cara:
1. Menjumlahkan banyaknya nilai jawaban dari setiap kategori untuk
masing-masing responden pada setiap standar kompetensi.
2. Mencari persentase setiap kelompok standar kompetensi yang dibutuhkan
oleh teknisi dengan rumus:
X=

x 100%

Keterangan:
X = besar persentase kompetensi dasar yang dibutuhkan teknisi setiap
standar kompetensi
F = banyaknya kompetensi yang dibutuhkan teknisi untuk setiap standar
kompetensi
N = jumlah kompetensi dasar tiap standar kompetensi
3. Menjumlahkan persentase kompetensi dasar yang dibutuhkan teknisi
setiap standar kompetensi.
4. Dari hasil penjumlahan kemudian dicari rata-rata dengan rumus:
X=

x
N

44

Keterangan:
X = besar rerata kompetensi yang dibutuhkan oleh teknisi berdasarkan
standar kompetensi
x = jumlah persentase kompetensi dasar yang dibutuhkan teknisi setiap
standar kompetensi

N = jumlah standar kompetensi program keahlian teknik instalasi tenaga


listrik

5. Untuk mengetahui relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian


Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK Diponegoro Depok Sleman
dengan kebutuhan kompetensi di bengkel sepeda motor maka persentase
setiap skor butir dapat dikategorikan Relevan, Cukup Relevan, Kurang
Relevan, dan Tidak Relevan. Pengkategorian ini merujuk pada pendapat
Suharsimi bahwa sesudah sampai ke persentase lalu ditafsirkan dengan
kalimat yang bersifat kualitatif, misalnya baik (76-100%), cukup (5675%), kurang baik (40-55%), tidak baik (kurang dari 40%) (Suharsimi
Arikunto, 1993:210). Untuk penelitian ini pengkategorian dinyatakan
dalam:
a. Relevan: 76-100%
b. Cukup Relevan: 56-75%
c. Kurang Relevan: 40-55%
d. Tidak Relevan: < 40%
Maka akan diperoleh jawaban atas rumusan masalah penelitian ini.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi dan Analisis Data Penelitian


Deskripsi data dalam penelitian ini merupakan jawaban dari responden
tentang relevansi silabus mata pelajaran produktif kompetensi keahlian Teknik
Sepeda Motor di SMK Diponegoro Depok Sleman menurut kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor di Kabupaten Sleman. Instrumen
penelitian berupa angket tertutup berisi 27 kompetensi yang dijabarkan dalam
105 butir pertanyaan yang bersumber dari Kompetensi Dasar dan Silabus yang
diajarkan di SMK Diponegoro Depok Sleman.
Instrumen penelitian ini sudah melalui uji validasi dengan metode
Expert Judgment dengan dua orang dosen yang pernah menjadi kepala bengkel
sepeda motor ATC UNY dan dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas instrumen
dengan rumus Alpha Cronbach menunjukkan hasil ri hitung sebesar 0,826
sedangkan r tabel 0,811. Karena ri hitung lebih besar dari r tabel maka
instrumen yang digunakan dalam dalam penelitian ini reliabel dan dapat
digunakan untuk penelitian. Deskripsi data responden dan data dari setiap
kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor adalah sebagai berikut:
1. Responden
Responden yang diambil sebagai sampel penelitian ini berjumlah 31
yang berasal dari tiga bengkel yaitu Ahass Honda, Yamaha, dan Kawasaki.
Sebelumnya penelitian ini juga akan mengambil data dari bengkel Suzuki
45

46

akan tetapi tidak mendapatkan izin. Jumlah responden dari masing-masing


merek tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Komposisi Responden Berdasarkan Merek
No.
Bengkel Sepeda Motor
1.
AHASS Honda
2.
Yamaha
3.
Kawasaki
Total

Jumlah
14
13
4
31

%
45,16%
41,94%
12,90%
100%

2. Kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin


Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin adalah
sebagai berikut:
Tabel 5. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi
Memahami Dasar-dasar Mesin
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

18
16
14

f
15
16
0
0
31
51,61%

Rsponden

Prosentase

Kompetensi

%
48,39%
51,61%
0,00%
0,00%
100,00%

48,39%

12
10
8

16

15

Cukup Relevan

Relevan

6
4
2
0

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Gambar 3. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan


Kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin

Relevansi

47

Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 16


responden atau 51,61% menyatakan bahwa kompetensi Memahami Dasardasar Mesin cukup relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor. Sebanyak 15 responden atau 48,39% responden menyatakan
relevan dan tidak ada responden yang menjawab kurang relevan atau tidak
relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin adalah
sebagai berikut:
Tabel 6. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Memahami Dasardasar Mesin
No.
1.
2.
3.

Kompetensi
Menjelaskan dasar ilmu statika dan tegangan
Menerangkan komponen/elemen mesin
Menerangkan material dan kemampuan proses

f
102
110
99
Rerata

%
82,26%
88,71%
79,84%
83,60%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada

kompetensi Memahami Dasar-dasar

Mesin dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori relevan,


yaitu sebesar 83,60%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi masingmasing butir untuk kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin menunjukkan
bahwa:
a. Butir 1 (Menjelaskan dasar ilmu statika dan tegangan) relevansinya
adalah 82,26%.
b. Butir 2 (Menerangkan komponen/elemen mesin) relevansinya adalah
88,71%.

48

c. Butir 2 (Menerangkan material dan kemampuan proses) relevansinya


adalah 79,84%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor termasuk kategori relevan (76-100%).
3. Kompetensi Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda

motor

untuk

kompetensi

Memahami

Proses-proses

Dasar

Pembentukan Logam adalah sebagai berikut:


Tabel 7. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
5
20
4
2
31

%
16,13%
64,52%
12,90%
6,45%
100,00%

49

25
20

64,52%
Responden

Prosentase

15
10
5
0

20
6,45%
2
Tidak Relevan

12,90%

16,13%

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 4. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan
Logam
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 20
responden atau 64,52% menyatakan bahwa kompetensi Memahami Prosesproses Dasar Pembentukan Logam cukup relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 5 responden atau 16,13%
responden menyatakan relevan, 4 responden atau 12,90% menyatakan
kurang relevan dan 2 responden atau 6,45% menyatakan tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Memahami Proses-proses Dasar
Pembentukan Logam adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Memahami Prosesproses Dasar Pembentukan Logam
No.
1.
2.
3.

Kompetensi
Menjelaskan proses pengecoran
Menjelaskan proses pembentukan
Menjelaskan proses permesinan

f
70
71
100
Rerata

%
56,45%
57,26%
80,65%
64,78%

50

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Memahami Proses-proses
Dasar Pembentukan Logam dengan kebutuhan bengkel sepeda motor
termasuk kategori cukup relevan, yaitu sebesar 64,78%. Data tersebut dapat
dilihat dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Memahami
Proses-proses Dasar Pembentukan Logam menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Menjelaskan proses pengecoran) relevansinya adalah 56,45% .
b. Butir 2 (Menjelaskan proses pembentukan) relevansinya adalah 57,26%.
c. Butir 3 (Menjelaskan proses permesinan) relevansinya adalah 80,65%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi
yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori cukup relevan (56-75%).
4. Kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi

Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian


Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi
adalah sebagai berikut:

51

Tabel 9. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi
No.
1.
2.
3.
4.

18
16

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

48,39%

f
15
15
0
1
31

Kompetensi

%
48,39%
48,39%
0,00%
3,23%
100,00%

48,39%
Responden

14

Prosentase

12
10
8
6

15

15

4
2
0
Relevan

Cukup Relevan

0,00%
0

3,23%
1

Kurang Relevan

Tidak Relevan

Gambar 5. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa
responden yang menyatakan kompetensi Menjelaskan Proses-proses
Konversi Energi relevan atau tidak relevan berimbang yaitu masing-masing
sebanyak 15 orang atau 48,39%. Tidak ada responden yang menyatakan
kurang relevan dan 1 orang responden yang menyatakan tidak relevan atau
3,23%.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi
Energi adalah sebagai berikut:

52

Tabel 10. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Menjelaskan


Proses-proses Konversi Energi
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kompetensi
Menjelaskan konsep motor bakar
Menjelaskan konsep motor listrik
Menjelaskan konsep generator listrik
Menjelaskan konsep pompa fluida
Menjelaskan konsep kompresor
Menjelaskan konsep refrigerasi

f
112
105
98
92
92
84
Rerata

%
90,32%
84,68%
79,03%
74,19%
74,19%
67,74%
78,36%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Menjelaskan Proses-proses
Konversi Energi dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda
motor termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 78,36%. Data tersebut dapat
dilihat dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Menjelaskan
Proses-proses Konversi Energi menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Menjelaskan konsep motor bakar) relevansinya adalah 90,32%.
b. Butir 2 (Menjelaskan konsep motor listrik) relevansinya adalah 84,68%.
c. Butir 3 (Menjelaskan konsep generator listrik) relevansinya adalah 79,03%.
d. Butir 4 (Menjelaskan konsep pompa fluida) relevansinya adalah 74,19%.
e. Butir 5 (Menjelaskan konsep kompresor) relevansinya adalah 74,19%.
f. Butir 6 (Menjelaskan konsep refrigerasi) relevansinya 67,36%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).

53

5. Kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik

Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian


Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik adalah
sebagai berikut:
Tabel 11. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Menginterpretasikan Gambar Teknik
No.
1.
2.
3.
4.

18
16

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

Prosentase

f
12
15
4
0
31

%
38,71%
48,39%
12,90%
0,00%
100,00%

48,39%

14

38,71%

12
10
8

15

12,90%

4
2
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

12

Relevan

Gambar 6. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan


Kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik

Relevansi

Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 15


responden atau 48,39% menyatakan bahwa kompetensi Menginterpretasikan
Gambar Teknik cukup relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di

bengkel sepeda motor. Sebanyak 12 responden atau 38,71% responden

54

menyatakan relevan, 4 responden atau 12,90% menyatakan kurang relevan


dan tidak ada responden yang menyatakan tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik adalah
sebagai berikut:
Tabel 12. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Menginterpretasikan
Gambar Teknik
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Kompetensi
Menjelaskan menggambar teknik
Menggambar (perspektif, proyeksi, pandangan, dan
potongan)
Menjelaskan simbol-simbol kelistrikan
Membaca wiring diagram
Menginterpretasikan gambar teknik dan rangkaian
Rerata

%
64,52%
63,71%

102
106
93

82,26
85,48%
75,00%
74,19%

80
79

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Menginterpretasikan Gambar
Teknik dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor

termasuk kategori cukup relevan, yaitu sebesar 74,19%. Data tersebut dapat
dilihat

dari

relevansi

masing-masing

butir

untuk

kompetensi

Menginterpretasikan Gambar Teknik menunjukkan bahwa:

a. Butir 1 (Menjelaskan menggambar teknik) relevansinya adalah 64,52%.


b. Butir 2 (Menggambar (perspektif, proyeksi, pandangan, dan potongan)
relevansinya adalah 63,71%.

c. Butir 3 (Menjelaskan simbol-simbol kelistrikan) relevansinya adalah 82,26%.


d. Butit 4 (Membaca wiring diagram) relevansinya adalah 85,48%.
e. Butir 6 (Menginterpretasikan gambar teknik dan rangkaian) relevansinya adalah
74,19%.

55

Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi


responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor kerja termasuk cukup kategori relevan
(56-75%).
6. Kompetensi Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan di Dunia Kerja
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Menggunakan Peralatan Dan Perlengkapan
di Dunia Kerja adalah sebagai berikut:
Tabel 13. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan di Dunia Kerja
No.
1.
2.
3.
4.

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
18
13
0
0
31

%
58,06%
41,94%
0,00%
0,00%
100,00%

58,06%

Prosentase
41,94%

18
13
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 7. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan di
Dunia Kerja

56

Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 18


responden atau 58,06% menyatakan bahwa kompetensi Menggunakan
Peralatan dan Perlengkapan di Dunia Kerja relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 13 responden atau 41,94%
responden menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang
menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap

butir

pertanyaan

kompetensi

Menggunakan

Peralatan

dan

Perlengkapan di Dunia Kerja adalah sebagai berikut:


Tabel 14. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Menggunakan
Peralatan dan Perlengkapan di Dunia Kerja.
No.
1.
2.
3.

Kompetensi
f
Merawat peralatan dan perlengkapan perbaikan 110
secara rutin sesuai jadwal
Menggunakan peralatan dan perlengkapan perbaikan 113
yang sesuai dan aman
Peralatan dan perlengkapan yang rusak diberi label
94
Rerata

%
88,71%
91,13%
75,81%
85,22%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Menggunakan Peralatan dan
Perlengkapan di Dunia Kerja dengan kebutuhan bengkel sepeda motor
termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 85,22%. Data tersebut dapat dilihat
dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Menggunakan
Peralatan dan Perlengkapan di Dunia Kerja menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Merawat peralatan dan perlengkapan perbaikan secara rutin
sesuai jadwal) relevansinya adalah 88,71%.

57

b. Butir 2 (Menggunakan peralatan dan perlengkapan perbaikan yang sesuai


dan aman) relevansinya adalah 91,13%.
c. Butir 3 (Peralatan dan perlengkapan yang rusak diberi label) relevansinya
adalah 75,81%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan di Dunia Kerja
dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor termasuk
kategori relevan (76-100%).
7. Kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur adalah
sebagai berikut:
Tabel 15. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Menggunakan Alat-alat Ukur
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
23
8
0
0
31

%
74,19%
25,81%
0,00%
0,00%
100,00%

58

25

74,19%
Responden

Prosentase

20
15
25,81%

10
5
0

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

23

8
Cukup Relevan

Relevan

Gambar 8. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 23
responden atau 74,19% menyatakan bahwa kompetensi Menggunakan Alatalat Ukur relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda
motor. Sebanyak 8 responden atau 25,81% responden menyatakan cukup
relevan dan tidak ada responden yang menjawab kurang relevan atau tidak
relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur adalah
sebagai berikut:
Tabel 16. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Menggunakan
Alat-alat Ukur.
No.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kompetensi

Mikrometer dalam/luar
Jangka sorong
Dial gauges
Penggaris baja, penggaris siku, busur derajat
Feeler gauges
Multimeter
Tachometer
Exhaust gas analyzer

f
111
114
111
95
115
119
117
105

%
89,52%
91,94%
89,52%
76,61%
92,74%
95,97%
94,35%
84,68%

59

No.

9.
10.

Kompetensi

Hand held meter


Dinamometer

98
98
Rerata

%
79,03%
79,03%
87,34%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur
dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor termasuk
kategori relevan, yaitu sebesar 87,34%. Data tersebut dapat dilihat dari
relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Menggunakan Alat-alat
Ukur menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mikrometer dalam/luar) relevansinya adalah 89,52%.
b. Butir 2 (Jangka Sorong) relevansinya adalah 91,94%.
c. Butir 3 (Dial gauges) relevansinya adalah 89,52%
d. Butir 4 (Penggaris baja, penggaris siku, busur derajat) adalah 76,61%.
e. Butir 5(Feeler gauges) relevansinya adalah 92,74%.
f. Butir 6 (Multimeter) relevansinya adalah 95,97%.
g. Butir 7 (Tachometer) relevansinya adalah 94,35%.
h. Butir 8 (Exhaust gas analyzer) relevansinya adalah 84,68%.
i. Butir 9 (Hand held meter) relevansinya adalah 79,03%.
j. Butir 10 (Dinamometer) relevansinya adalah 79,03%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Menggunakan Alat-alat Ukur dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan
di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).

60

8. Kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan


Lingkungan Tempat Kerja
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja
untuk kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Tempat Kerja adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Tempat Kerja.
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
23
8
0
0
31

%
74,19%
25,81%
0,00%
0,00%
100,00%
74,19%

Responden

Prosentase

20
15
25,81%

10
5
0

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

23

8
Cukup Relevan

Relevan

Gambar 9. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 23
responden atau 74,19% menyatakan bahwa kompetensi Menerapkan
Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja

61

relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor.


Sebanyak 8 responden atau 25,81% responden menyatakan cukup relevan
dan tidak ada responden yang menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan,
Kesehatan Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja adalah sebagai berikut:
Tabel 18. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Menerapkan
Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan
Tempat Kerja.
No.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kompetensi

Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan


kerja (K3)
Melaksanakan prosedur K3
Mengidentifikasi aspek-aspek keamanan kerja
Mengontrol kontaminasi
Mendemonstrasikan pemadaman kebakaran
Melakukan pengangkatan benda kerja secara
manual
Menerapkan pekerjaan sesuai dengan SOP
Rerata

f
111

%
89,52%

111
110
98
99
87

89,52%
88,71%
79,03%
79,84%
70,16%

114

91,94%
84,10%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Menerapkan Prosedur
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor termasuk kategori
relevan, yaitu sebesar 84,10%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi
masing-masing butir untuk kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan,
Kesehatan Kerja dan Lingkungan Tempat Kerja menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja/K3)
relevansinya adalah 89,52%.

62

b. Butir 2 (Melaksanakan prosedur K3) relevansinya adalah 89,52%.


c. Butir 3 (Mengidentifikasi aspek-aspek keamanan kerja) relevansinya adalah
88,71%.

d. Butir 4 (Mengontrol kontaminasi) relevansinya adalah 79,03%.


e. Butir 5 (Mendemonstrasikan pemadaman kebakaran) relevansinya adalah
79,84%.

f. Butir 6 (Melakukan pengangkatan benda kerja secara manual) relevansinya


adalah 70,16%.

g. Butir 37 (Menerapkan pekerjaan sesuai dengan SOP) relevansinya adalah


91,94%.

Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi


responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Tempat Kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk
kategori relevan (76-100%).
9. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik

Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian


Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik adalah
sebagai berikut:

63

Tabel 19. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik.
No.
1.
2.
3.
4.

18
16

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

Prosentase

f
4
16
9
2
31

%
12,90%
51,61%
29,03%
6,45%
100,00%

51,61%

14
12
29,03%

10
8

16

6
4
2
0

6,45%

12,90%

2
Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 10. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 16
responden atau 51,61% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan Perbaikan
Sistem Hidrolik cukup relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di

bengkel sepeda motor. Sebanyak 9 responden atau 29,03% responden


menyatakan kurang relevan, 4 responden atau 12,90% menyatakan relevan
dan tidak ada responden yang menjawab tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik
adalah sebagai berikut:

64

Tabel 20. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Hidrolik.
No.

1.
2.
3.
4.
5.

Kompetensi

Memperbaiki sistem hidrolik pada katrol


Memperbaiki sistem hidrolik pada dongkrak
Memperbaiki sistem hidrolik pada peralatan pres
Memperbaiki sistem hidrolik pada power tilt
Jenis cairan hidrolik dan penggunaannya
Rerata

77
79
81
77
86

%
62,10%
63,71%
65,32%
62,10%
69,35%
64,52%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Hidrolik dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori cukup

relevan, yaitu sebesar 64,52%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi
masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik
menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Memperbaiki sistem hidrolik pada katrol) relevansinya adalah
62,10%
b. Butir 2 (Memperbaiki sistem hidrolik pada dongkrak) relevansinya
adalah 63,71%.
c. Butir 3 (Memperbaiki sistem hidrolik pada peralatan pres) relevansinya
adalah 65,32%.
d. Butir 4 (Memperbaiki sistem hidrolik pada power tilt) relevansinya
adalah 62,10%.
e. Butir 5 (Jenis cairan hidrolik dan penggunaannya) relevansinya adalah
77,42%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi

65

kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik dengan kompetensi yang


dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan
di dunia kerja termasuk kategori cukup relevan (56-75%).
10. Kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang adalah
sebagai berikut:
Tabel 21. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Memperbaiki Sistem Gas Buang.
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

Prosentase

f
8
22
1
0
31

%
25,81%
70,97%
3,23%
0,00%
100,00%

70,97%

20
15
22

10
5
0

0,00%
0

3,23%
1

Tidak Relevan

Kurang Relevan

25,81%
8

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 11. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang

66

Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 22


responden atau 70,97% menyatakan bahwa kompetensi Memperbaiki
Sistem Gas Buang cukup relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di
bengkel sepeda motor. Sebanyak 8 responden atau 25,81% responden
menyatakan relevan, 1 responden atau 3,23% menyatan kurang relevan dan
tidak ada responden yang menjawab tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang adalah
sebagai berikut:
Tabel 22. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Memperbaiki
Sistem Gas Buang.
No.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kompetensi
Pengetahuan Undang-undang Pemerintah tentang emisi

Pengujian emisi dengan alat exhaust gas analyzer


Pengujian emisi dengan alat hand held meter
Pengujian emisi dengan alat dinamometer
Mendiagnosis gangguan sistem gas buang
Memperbaiki & menyetel gangguan sistem gas buang
Rerata

f
96
89
85
87
95
99

%
77,42%
71,77%
65,55%
70,16%
76,61%
79,84%
74,06%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Memperbaiki Sistem Gas
Buang dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori cukup
relevan, yaitu sebesar 74,06%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi
masing-masing butir untuk kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang
menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Pengetahuan Undang-undang Pemerintah tentang emisi) relevansinya
adalah 77,42%.

67

b. Butir 2 (Pengujian emisi dengan alat exhaust gas analyzer) relevansinya


adalah 71,77%.
c. Butir 3 (Pengujian emisi dengan alat hand held meter) relevansinya
adalah 65,55%.
d. Butir 4 (Pengujian emisi dengan alat dinamometer) relevansinya adalah
70,16%.
e. Butir 5 (Mendiagnosis gangguan sistem gas buang) relevansinya adalah
76,61%.
f. Butir 6 (Memperbaiki & menyetel gangguan sistem gas buang) relevansinya
adalah 79,84%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan
di dunia kerja termasuk kategori cukup relevan (55-75%).
11. Kompetensi Memelihara Baterai
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Memelihara Baterai adalah sebagai berikut:

68

Tabel 23. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Memelihara Baterai
No.
1.
2.
3.
4.

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
18
13
0
0
31

%
58,06%
41,94%
0,00%
0,00%
100,00%

58,06%

Prosentase
41,94%

18
13
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 12. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Memelihara Baterai.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 18
responden atau 58,06% menyatakan bahwa kompetensi Memelihara Baterai
relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor.
Sebanyak 13 responden atau 41,94% responden menyatakan cukup relevan
dan tidak ada responden yang menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Memahami Dasar-dasar Mesin adalah
sebagai berikut:

69

Tabel 24. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Memelihara Baterai.


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kompetensi
Mengidentifikasi konstruksi baterai
Melepas dan memasang baterai
Melakukan bantuan start/jump start kendaraan
Menguji baterai (baik tes beban maupun berat jenis)
Prosedur pengisian baterai
Cara aman mengenai air baterai (aki) dan cairan asam
Rerata

f
98
102
96
96
101
107

%
79,03%
82,26%
77,42%
77,42%
81,45%
86,29%
80,65%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Memelihara Baterai dengan
kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori relevan, yaitu sebesar
80,65%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi masing-masing butir
untuk kompetensi Memelihara Baterai menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi konstruksi baterai) relevansinya adalah 79,03%.
b. Butir 2 (Melepas dan memasang baterai) relevansinya adalah 82,26%.
c. Butir 3 (Melakukan bantuan start/jump start kendaraan) adalah 77,42%.
d. Butir 4 (Menguji baterai (baik tes beban maupun berat jenis)) adalah 77,42%.
e. Butir 5 (Prosedur pengisian baterai) relevansinya adalah 81,45%.
f. Butir 6 (Cara aman mengenai air baterai/aki dan cairan asam) relevansinya
adalah 86,29%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Memelihara Baterai dengan kompetensi yang dibutuhkan di
bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja
termasuk kategori relevan (76-100%).

70

12. Kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder


Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder
adalah sebagai berikut:
Tabel 25. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder.
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
20
10
1
0
31

Prosentase

%
64,52%
32,26%
3,23%
0,00%
100,00%

64,52%

20
15
32,26%

10
5
0

0,00%
0
Tidak Relevan

3,23%
1
Kurang Relevan

20

10

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 13. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 20
responden atau 65,52% menyatakan bahwa kompetensi Melaksanakan
Overhaul Kepala Silinder cukup relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 10 responden atau 32,26%

71

responden menyatakan relevan, 1 responden atau 3,23% menyatakan kurang


relevan dan tidak ada responden yang menyatakan tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder
adalah sebagai berikut:
Tabel 26. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melaksanakan
Overhaul Kepala Silinder.
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Kompetensi
Membongkar komponen kepala silinder
Pengukuran kepala silinder tehadap spesifikasi pabrik
Pengujian keretakan dengan cairan kimia
Memperbaiki komponen kepala silinder
Merakit komponen kepala silinder
Rerata

f
114
103
84
100
111

%
91,94%
83,06%
67,64%
80,65%
89,52%
82,58%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melaksanakan Overhaul
Kepala Silinder dengan kebutuhan dunia kerja termasuk kategori relevan,
yaitu sebesar 82,58%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi masingmasing butir untuk kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder
menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Membongkar komponen kepala silinder) relevansinya adalah
91,94% .
b. Butir 2 (Pengukuran kepala silinder tehadap spesifikasi pabrik) relevansinya
adalah 83,06%.
c. Butir 3 (Pengujian keretakan dengan cairan kimia) relevansinya adalah
67,74%.

72

d. Butir 4 (Memperbaiki komponen kepala silinder) relevansinya adalah


80,65%.
e. Butir 5 (Merakit komponen kepala silinder) relevansinya adalah 89,52%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
13. Kompetensi Melakukan
Komponen-komponennya

Overhaul

Sistem

Pendingin

Berikut

Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian


Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Overhaul Sistem Pendingin
Berikut Komponen-komponennya adalah sebagai berikut:
Tabel 27. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Overhaul Sistem Pendingin Berikut Komponenkomponennya.
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
17
14
0
0
31

%
54,84%
45,16%
0,00%
0,00%
100,00%

73

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Responden

54,84%

Prosentase
45,16%

17

14
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 14. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Melakukan Overhaul Sistem Pendingin Berikut Komponenkomponennya.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 17
responden atau 54,84% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Overhaul Sistem Pendingin Berikut Komponen-komponennya relevan
dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 14
responden atau 45,16% responden menyatakan cukup relevan, dan tidak ada
responden yang menyatakan kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Overhaul Sistem Pendingin
Berikut Komponen-komponennya adalah sebagai berikut:
Tabel 28. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Overhaul Sistem Pendingin Berikut Komponen-komponennya.
No.

1.
2.
3.
4.

Kompetensi

Prinsip kerja sistem pendingin air dan udara


Tipe-tipe cairan pendingin dan penggunaannya
Mendiagnosis gangguan pada sistem pendingin
Memperbaiki gangguan sistem pendingin
Rerata

f
105
99
105
106

%
84,68%
79,84%
84,68%
85,48%
83,67%

74

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Overhaul Sistem
Pendingin Berikut Komponen-komponennya dengan kebutuhan dunia kerja
termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 83,67%. Data tersebut dapat dilihat
dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Overhaul
Sistem Pendingin Berikut Komponen-komponennya menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Prinsip kerja sistem pendingin air dan udara) relevansinya adalah
84,68%.
b. Butir 2 (Tipe-tipe cairan pendingin dan penggunaannya) relevansinya
adalah 79,48%.
c. Butir 3 (Mendiagnosis gangguan pada sistem pendingin) relevansinya
adalah 84,68%.
d. Butir 4 (Memperbaiki gangguan sistem pendingin) relevansinya adalah
85,48%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Overhaul Sistem Pendingin Berikut Komponenkomponennya dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor
terhadap kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori
relevan (76-100%).
14. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel

75

sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar


Bensin adalah sebagai berikut:
Tabel 29. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
19
12
0
0
31

Prosentase
61,29%

20
15

38,71%

10

19
12

5
0

%
61,29%
38,71%
0,00%
0,00%
100,00%

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 15. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar
Bensin.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 19
responden atau 61,29% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 12 responden atau 38,71%
responden menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang
menyatakan kurang relevan atau tidak relevan.

76

Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi


setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Bahan
Bakar Bensin adalah sebagai berikut:
Tabel 30. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin.
No.
1.
2.
3.
4.

Kompetensi
Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar
bensin
Mengidentifikasi konstruksi dan cara kerja karburator
Mendiagnosis gangguan pada sistem bahan bakar
bensin
Memperbaiki gangguan sistem bahan bakar bensin
Rerata

f
109

%
87,90%

111
110

89,52%
88,71%

110

88,71%
88,71%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada

kompetensi Melakukan Perbaikan

Sistem Bahan Bakar Bensin dengan kebutuhan bengkel sepeda motor


termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 88,71%. Data tersebut dapat dilihat
dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan
Sistem Bahan Bakar Bensin menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar bensin)
relevansinya adalah 87,90%.
b. Butir 2 (Mengidentifikasi konstruksi dan cara kerja karburator)
relevansinya adalah 89,52%.
c. Butir 3 (Mendiagnosis gangguan pada sistem bahan bakar bensin)
relevansinya adalah 88,71%.
d. Butir 4 (Memperbaiki gangguan sistem bahan bakar bensin) relevansinya
adalah 88,71%.

77

Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi


responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi
yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
15. Kompetensi Melakukan Perbaikan Engine Berikut Komponenkomponennya
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Engine Berikut
Komponen-komponennya adalah sebagai berikut:
Tabel 31. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Engine Berikut Komponen-komponennya
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
21
10
0
0
31

Prosentase

%
67,74%
32,26%
0,00%
0,00%
100,00%

67,74%

20
15
32,26%

10
5
0

21

10
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 16. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Engine Berikut
Komponen-komponennya.

78

Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 21


responden atau 67,74% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Engine Berikut Komponen-komponennya relevan dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 10
responden atau 32,26% responden menyatakan cukup relevan dan tidak ada
responden yang menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Engine Berikut
Komponen-komponennya adalah sebagai berikut:
Tabel 32. Persentase Relevansi setiap butir
kompetensi Melakukan
Perbaikan Engine Berikut Komponen-komponennya.
No.
1.

%
91,94%

2.

Kompetensi
f
Mengidentifikasi komponen engine (poros engkol, 114
poros kam, blok silinder, poros penghubung, piston,
batang piston, bantalan, cincin piston, roda gigi,
rantai, timing belt, puli, dan pompa oli)
Melepas dan merakit komponen engine
112

3.

Mendiagnosis gangguan pada engine

91,94%

114
Rerata

90,32%
91,40%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Engine
Berikut Komponen-komponennya dengan kebutuhan bengkel sepeda motor
termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 91,40%. Data tersebut dapat dilihat
dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan
Engine Berikut Komponen-komponennya menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi komponen engine) relevansinya adalah
91,94%.

79

b. Butir 2 (Melepas dan merakit komponen engine) relevansinya adalah


90,32%.
c. Butir 3 (Mendiagnosis gangguan pada engine) relevansinya adalah
91,94%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Engine Berikut Komponen-komponennya
dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap
kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76100%).
16. Kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponenkomponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis)
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut
Komponen-komponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis)
adalah sebagai berikut:
Tabel 33. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponenkomponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis).
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
21
10
0
0
31

%
67,74%
32,26%
0,00%
0,00%
100,00%

80

25
Responden

20

67,74%

Prosentase

15
32,26%
10
5

21

10

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 17. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut
Komponen-komponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan
Otomatis).
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 21
responden atau 67,74% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan

Unit

Kopling

Berikut

Komponen-komponen

Sistem

Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis) relevan dengan kompetensi yang


dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 10 responden atau 32,26%
responden menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang
menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling
Berikut Komponen-komponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan
Otomatis) adalah sebagai berikut:

81

Tabel 34. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponen-komponen Sistem
Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis).
No.
1.
2.
3.

Kompetensi
f
Mengidentifikasi komponen kopling dan sistem 113
pengoperasiannya
Mendiagnosis gangguan pada sistem kopling berikut 113
komponen sistem pengoperasiannya
Memperbaiki kerusakan pada sistem kopling berikut 114
komponen pengopersiannya
Rerata

%
91,13%
91,13%
91,94%
91,40%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Unit
Kopling Berikut Komponen-komponen Sistem Pengoperasiannya (Manual
dan Otomatis) dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori
relevan, yaitu sebesar 91,40%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi
masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling
Berikut Komponen-komponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan
Otomatis) menunjukkan bahwa:
a. Butir

(Mengidentifikasi

komponen

kopling

dan

sistem

pengoperasiannya) relevansinya adalah 91,13% .


b. Butir 2 (Mendiagnosis gangguan pada sistem kopling berikut komponen
sistem pengoperasiannya) relevansinya adalah 91,13%.
c. Butir 3 (Memperbaiki kerusakan pada sistem kopling berikut komponen
pengopersiannya) relevansinya adalah 91,94%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponen-

82

komponen Sistem Pengoperasiannya (Manual dan Otomatis) dengan


kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
17. Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Manual
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Manual
adalah sebagai berikut:
Tabel 35. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Transmisi Manual
No.
1.
2.
3.
4.

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
18
13
0
0
31

%
58,06%
41,94%
0,00%
0,00%
100,00%

58,06%

Prosentase
41,94%

18
13
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 18. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Manual

83

Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 18


responden atau 58,06% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Transmisi Manual relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
di bengkel sepeda motor. Sebanyak 13 responden atau 41,94% responden
menyatakan cukup relevan, dan idak ada responden yang menyatakan
kurang relevan atau tidak relevan.
.Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Manual
adalah sebagai berikut:
Tabel 36. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Perbaikan Transmisi Manual
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

110
Mengidentifikasi komponen transmisi manual
Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi 111
manual
Memperbaiki gangguan sistem transmisi manual 108
Rerata

%
88,71%
89,52%
88,71%
88,89%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan
Transmisi Manual dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda
motor termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 88,89%. Data tersebut dapat
dilihat dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan
Perbaikan Transmisi Manual menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi komponen transmisi manual) relevansinya
adalah 88,71%.

84

b. Butir 2 (Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi manual)


relevansinya adalah 89,52%.
c. Butir 3 (Memperbaiki gangguan sistem transmisi manual) relevansinya
adalah 88,71%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Manual dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
18. Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis
adalah sebagai berikut:
Tabel 37. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
22
9
0
0
31

%
70,97%
29,03%
0,00%
0,00%
100,00%

85

25
Responden

70,97%

Prosentase

20
15
29,03%

10
5
0

22

9
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 19. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 22
responden atau 70,97% menyatakan bahwa kompetensi Memahami Dasardasar Mesin relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda
motor. Sebanyak 9 responden atau 29,03% responden menyatakan relevan
dan tidak ada responden yang menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi
Otomatis adalah sebagai berikut:
Tabel 38. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Perbaikan Transmisi Otomatis.
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

f
108
Mengidentifikasi komponen transmisi otomatis
Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi 108

%
87,10%
87,10%

otomatis
Memperbaiki
otomatis

87,10%

gangguan

sistem

transmisi 108
Rerata

87,10%

86

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan
Transmisi Otomatis dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk
kategori relevan, yaitu sebesar 87,10%. Data tersebut dapat dilihat dari
relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan
Transmisi Otomatis menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi komponen transmisi otomatis) relevansinya
adalah 87,10% .
b. Butir 2 (Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi otomatis)
relevansinya adalah 87,10%.
c. Butir 3 (Memperbaiki gangguan sistem transmisi otomatis) relevansinya
adalah 87,10%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Transmisi Otomatis dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
19. Kompetensi Melakukan Perbaikan Rem (Cakram dan Tromol)
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Rem (Cakram dan
Tromol) adalah sebagai berikut:

87

Tabel 39. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Rem (Cakram dan Tromol)
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
20
11
0
0
31

Prosentase

64,52%

20
15

35,48%

10

20
11

5
0

%
64,52%
35,48%
0,00%
0,00%
100,00%

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 20. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Rem (Cakram dan
Tromol).
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 20
responden atau 64,52% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Rem (Cakram dan Tromol) relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 11 responden atau 35,11%
responden menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang
menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Rem (Cakram dan
Tromol) adalah sebagai berikut:

88

Tabel 40. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Rem (Cakram dan Tromol)
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

f
112
113
113

Mengidentifikasi komponen sistem rem


Melepas dan memasang sistem rem
Memperbaiki dan menyetel sistem rem
Rerata

%
90,32%
91,13%
91,13%
90,86%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Rem
(Cakram dan Tromol) dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk
kategori relevan, yaitu sebesar 90,86%. Data tersebut dapat dilihat dari
relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Rem
(Cakram dan Tromol) menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi komponen sistem rem) relevansinya adalah
90,32% .
b. Butir 2 (Melepas dan memasang sistem rem) relevansinya adalah
91,13%.
c. Butir 3 (Memperbaiki dan menyetel sistem rem) relevansinya adalah
91,13%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Rem (Cakram dan Tromol) dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi
yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).

89

20. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi


Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja
untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi adalah sebagai
berikut:
Tabel 41. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi.
No.
1.
2.
3.
4.

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

Prosentase

f
14
17
0
0
31

%
45,16%
54,84%
0,00%
0,00%
100,00%

54,84%
45,16%

17

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

14

Relevan

Gambar 21. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 17
responden atau 54,84% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Suspensi cukup relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 14 responden atau 45,16%

90

responden menyatakan relevan dan tidak ada responden yang menjawab


kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi
adalah sebagai berikut:
Tabel 42. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Suspensi
No.

1.
2.

Kompetensi

Mendiagnosis gangguan pada sistem suspensi 107


(korosi, kebocoran minyak, kebocoran udara,
keausan, & kelurusan)
106
Memperbaiki sistem suspensi
Rerata

%
86,29%

85,48%
85,89%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Memahami Melakukan
Perbaikan Sistem Suspensi dengan kebutuhan bengkel sepeda motor
termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 85,89%. Data tersebut dapat dilihat
dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan
Sistem Suspensi menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mendiagnosis gangguan pada sistem suspensi) relevansinya
adalah 86,29% .
b. Butir 2 (Memperbaiki sistem suspensi) relevansinya adalah 85,48%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi dengan kompetensi yang

91

dibutuhkan di dunia kerja terhadap kompetensi yang dibutuhkan di dunia


kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
21. Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan
Rantai
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda,
Ban, dan Rantai adalah sebagai berikut:
Tabel 43. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai
No.
1.
2.
3.
4.

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
18
13
0
0
31

%
58,06%
41,94%
0,00%
0,00%
100,00%

58,06%

Prosentase
41,94%

18
13
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 22. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban,
dan Rantai.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 18
responden atau 58,06% menyatakan bahwa kompetensi Melaksanakan

92

Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai relevan dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 13 responden atau
41,94% responden menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang
menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada
Roda, Ban, dan Rantai adalah sebagai berikut:
Tabel 44. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melaksanakan
Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai
No.

1.
2.
3.
4.

Kompetensi

Mengidentifikasi tipe ban (luar & dalam) beserta


spesifikasinya
Mendiagnosis gangguan pada roda, ban dan
sistem penggerak rantai
Melepas & memasang roda, ban, dan rantai
Memperbaiki ban tubeless

f
100

%
80,65%

109

87,90%

110
83

88,71%
66,94%
81,05%

Rerata

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melaksanakan Pekerjaan
Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai dengan kebutuhan bengkel sepeda motor
termasuk kategori relevan, yaitu sebesar 81,05%. Data tersebut dapat dilihat
dari relevansi masing-masing butir untuk kompetensi Melaksanakan
Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi tipe ban beserta spesifikasinya) relevansinya
adalah 80,65%.
b. Butir 2 (Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai)
relevansinya adalah 87,90%.

93

c. Butir 3 (Melepas & memasang roda, ban, dan rantai) relevansinya adalah
88,71%.
d. Butir 4 (Memperbaiki ban tubeless) relevansinya adalah 66,94%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban, dan Rantai
dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap
kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76100%).
22. Kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem
Kelistrikan dan Instrumen
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada
Rangkaian Sistem Kelistrikan dan Instrumen adalah sebagai berikut:
Tabel 45. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem
Kelistrikan dan Instrumen
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
18
13
0
0
31

%
58,06%
41,94%
0,00%
0,00%
100,00%

94

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Responden

58,06%

Prosentase
41,94%

18
13
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 23. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada Rangkaian
Sistem Kelistrikan dan Instrumen.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 18
responden atau 58,06% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem Kelistrikan dan Instrumen
relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor.
Sebanyak 13 responden atau 41,49% responden menyatakan cukup relevan
dan tidak ada responden yang menjawab kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada
Rangkaian Sistem Kelistrikan dan Instrumen adalah sebagai berikut:

95

Tabel 46. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem Kelistrikan dan
Instrumen.
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

Mengidentifikasi
sistem
kelistrikan
dan 110
instrumen
Mendiagnosis gangguan pada rangkaian sistem 111
kelistrikan dan isntrumen
Memperbaiki rangkaian sistem kelistrikan dan 110
instrumen
Rerata

%
88,71%
89,52%
88,71%
88,98%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan
Ringan Pada Rangkaian Sistem Kelistrikan dan Instrumen dengan
kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori relevan, yaitu sebesar
88,98%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi masing-masing butir
untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem
Kelistrikan dan Instrumen menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi sistem kelistrikan dan instrumen) relevansinya
adalah 88,71% .
b. Butir 2 (Mendiagnosis gangguan pada rangkaian sistem kelistrikan dan
isntrumen) relevansinya adalah 89,52%.
c. Butir 3 (Memperbaiki rangkaian sistem kelistrikan dan instrumen)
relevansinya adalah 88,71%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem
Kelistrikan dan Instrumen dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel

96

sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk


kategori relevan (76-100%).
23. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter adalah
sebagai berikut:
Tabel 47. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Sistem Starter
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
21
10
0
0
31

Prosentase

%
67,74%
32,26%
0,00%
0,00%
100,00%

67,74%

20
15
32,26%

10
5
0

21

10
0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 24. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 21
responden atau 67,74% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan

97

Perbaikan Sistem Starter relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di


bengkel sepeda motor. Sebanyak 10 responden atau 32,26% responden
menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang menjawab kurang
relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter
adalah sebagai berikut:
Tabel 48. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Starter.
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

Mengidentifikasi komponen sistem starter


Mendiagnosis gangguan pada sistem starter
Memperbaiki gangguan sistem starter
Rerata

f
110
113
111

%
88,71%
91,13%
89,52%
89,78%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Starter dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori relevan,
yaitu sebesar 89,78%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi masingmasing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter
menunjukkan bahwa:
a.

Butir 1 (Mengidentifikasi komponen sistem starter) relevansinya adalah


88,71% .

b.

Butir 2 (Mendiagnosis gangguan pada sistem starter) relevansinya


adalah 91,13%.

c.

Butir 3 (Memperbaiki gangguan sistem starter) relevansinya adalah


89,52%.

98

Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi


responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Starter dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan
di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
24. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian
adalah sebagai berikut:
Tabel 49. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian.
No.
1.
2.
3.
4.

25

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
19
11
1
0
31

Prosentase
61,29%

20
15

35,48%

10

19
11

5
0

%
61,29%
35,48%
3,23%
0,00%
100,00%

0,00%
0

3,23%
1

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 25. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian.

99

Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 19


responden atau 61,29% menyatakan bahwa

kompetensi Melakukan

Perbaikan Sistem Pengisian relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di


bengkel sepeda motor. Sebanyak 11 responden atau 35,48% responden
menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang menjawab kurang
relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian
adalah sebagai berikut:
Tabel 50. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Pengisian.
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

Mengidentifikasi komponen sistem pengisian


Mendiagnosis gangguan pada sistem pengisian
Memperbaiki gangguan sistem pengisian
Rerata

f
111
111
109

%
89,52%
89,52%
87,90%
88,98%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Pengisian dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori
relevan, yaitu sebesar 88,98%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi
masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Pengisian menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi komponen sistem pengisian) relevansinya
adalah 89,52% .
b. Butir 2 (Mendiagnosis gangguan pada sistem pengisian) relevansinya
adalah 89,52%.

100

c. Butir 3 (Memperbaiki gangguan sistem pengisian) relevansinya adalah


87,90%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
25. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Pengapian adalah sebagai berikut:
Tabel 51. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian.
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
20
11
0
0
31

%
64,52%
35,48%
0,00%
0,00%
100,00%

101

25

Responden

Prosentase
64,52%

20
15
35,48%
10

20
11

5
0

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 26. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 20
responden atau 64,52% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Pengapian relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di
bengkel sepeda motor. Sebanyak 11 responden atau 35,48% responden
menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang menjawab kurang
relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap butir pertanyaan kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian
adalah sebagai berikut:
Tabel 52. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Pengapian.
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

Mengidentifikasi komponen sistem pengapian


Mendiagnosis gangguan pada sistem pengapian
Memperbaiki gangguan sistem pengisian
Rerata

f
112
112
112

%
90,32%
90,32%
90,32%
90,32%

102

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Pengapian dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori
relevan, yaitu sebesar 90,32%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi
masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Pengapian menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Mengidentifikasi komponen sistem pengapian) relevansinya
adalah 90,32% .
b. Butir 2 (Mendiagnosis gangguan pada sistem pengapian) relevansinya
adalah 90,32%.
c. Butir 3 (Memperbaiki gangguan sistem pengisian) relevansinya adalah
90,32%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).
26. Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan
adalah sebagai berikut:

103

Tabel 53. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi


Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan
No.
1.
2.
3.
4.

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

Prosentase

f
14
17
0
0
31

%
45,16%
54,84%
0,00%
0,00%
100,00%

54,84%
45,16%

17

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

14

Relevan

Gambar 27. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan.
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 17
responden atau 54,84% menyatakan bahwa kompetensi Melakukan
Perbaikan Sistem Penerangan cukup relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 14 responden atau 45,16%
responden menyatakan relevan dan tidak ada responden yang menjawab
kurang relevan atau tidak relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap

butir

pertanyaan

kompetensi

Penerangan adalah sebagai berikut:

Melakukan

Perbaikan

Sistem

104

Tabel 54. Persentase Relevansi setiap butir kompetensi Melakukan


Perbaikan Sistem Penerangan
No.

1.
2.
3.

Kompetensi

f
105
99
94

Membaca dan memahami wiring diagram


Melakukan penyolderan
Menggunakan lampu tes
Rerata

%
84,68%
79,84%
75,81%
80,11%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Penerangan dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori
relevan, yaitu sebesar 80,11%. Data tersebut dapat dilihat dari relevansi
masing-masing butir untuk kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem
Penerangan menunjukkan bahwa:
a. Butir 1 (Membaca dan memahami wiring diagram) relevansinya adalah
84,68% .
b. Butir 2 (Melakukan penyolderan) relevansinya adalah 79,84%.
c. Butir 3 (Menerangkan material dan kemampuan proses) relevansinya
adalah 75,81%.
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori relevan (76-100%).

105

27. Kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer


(Computer Aided Draft/CAD)
Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik
Melalui Komputer adalah sebagai berikut:
Tabel 55. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer
No.
1.
2.
3.
4.

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

54,84%

f
1
12
17
1
31

Responden

%
3,23%
38,71%
54,84%
3,23%
100,00%

Prosentase

38,71%
17
12
3,23%
1

3,23%
1
Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 28. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui
Komputer
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 17
responden atau 54,84% menyatakan bahwa kompetensi Menginterpretasikan
Gambar Teknik Melalui Komputer kurang relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sebanyak 12 responden atau 38,71%

106

responden menyatakan cukup relevan dan responden yang menjawab


relevan atau atau tidak relevan masing-masing 1 orang atau 3,23%.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
butir pertanyaan kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui
Komputer adalah sebagai berikut:
Tabel 56. Persentase Relevansi butir kompetensi Menginterpretasikan
Gambar Teknik Melalui Komputer
No.
1.

Kompetensi

Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui 75


Komputer
Rerata

%
60,48%
60,48%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Menginterpretasikan Gambar
Teknik Melalui Komputer dengan kebutuhan bengkel sepeda motor
termasuk kategori kurang relevan, yaitu sebesar 60,48%. Data tersebut dapat
dilihat dari relevansi butir untuk kompetensi Menginterpretasikan Gambar
Teknik

Melalui

Komputer

menunjukkan

bahwa

butir

104

(Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer) relevansinya


adalah 60,48% .
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Menginterpretaskan Gambar Teknik Melalui Komputer dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi
yang dibutuhkan di dunia kerja termasuk kategori cukup relevan (56-75%).

107

28. Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan


Data tentang relevansi mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor untuk kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan adalah
sebagai berikut:
Tabel 57. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Kompetensi
Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan.
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
1
13
14
3
31

%
3,23%
41,94%
45,16%
9,68%
100,00%

Responden

16

45,16%

14

Prosentase

41,94%

12
10
8

14

6
4

9,68%

Tidak Relevan

13

3,23%
1
Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 29. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan
Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat ditunjukkan bahwa 14
responden atau 45,16% menyatakan bahwa kompetensi Melaksanakan
Pekerjaan Pengecatan kurang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
di bengkel sepeda motor. Sebanyak 13 responden atau 41,94% responden

108

menyatakan cukup relevan, 3 orang responden menyatakan tidak relevan


dan 1 orang responden atau 3,23% menjawab relevan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
butir pertanyaan kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan adalah
sebagai berikut:
Tabel 58. Persentase Relevansi butir kompetensi Melaksanakan Pekerjaan
Pengecatan
No.
1.

Kompetensi

Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan

74

Rerata

%
59,68%
59,68%

Data dari tabel di atas menunjukkan bahwa relevansi rerata untuk


semua bengkel sepeda motor pada kompetensi Melaksanakan Pekerjaan
Pengecatan dengan kebutuhan bengkel sepeda motor termasuk kategori
kurang relevan, yaitu sebesar 59,68%. Data tersebut dapat dilihat dari
relevansi butir untuk

kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan

menunjukkan bahwa butir 105 (Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan)


relevansinya adalah 59,68% .
Berdasarkan deskripsi data di atas baik dilihat dari komposisi
responden maupun rerata persentasenya dapat disimpulkan bahwa relevansi
kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor terhadap kompetensi yang dibutuhkan
di dunia kerja termasuk kategori cukup relevan (56-75%).

109

29. Relevansi Silabus Mata Pelajaran Produktif Kompetensi Keahlian


Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK
Dipononegoro Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang Dibutuhkan
di Bengkel Sepeda Motor.
Data tentang relevansi seluruh mata pelajaran produktif kompetensi
keahlian Teknik Sepeda Motor di SMK Diponegoro Depok Sleman dengan
kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor adalah sebagai
berikut:
Tabel 59. Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi Silabus Seluruh
Mata Pelajaran Produktif Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda
Motor Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK
Dipononegoro Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang
Dibutuhkan di Bengkel Sepeda Motor.
No.
1.
2.
3.
4.

30

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

Responden

f
26
5
0
0
31

Prosentase

%
83,87%
16,13%
0,00%
0,00%
100,00%

83,87%

25
20
15

26

10

16,13%

5
0

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 30. Diagram Komposisi Responden Berdasarkan Relevansi


Silabus Seluruh Mata Pelajaran Produktif Kompetensi
Keahlian Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan SMK Dipononegoro Depok Sleman Dengan
Kompetensi Yang Dibutuhkan di Bengkel Sepeda Motor.

110

Berdasarkan tabel dan diagram di atas menunjukkan bahwa sebagian


besar responden yaitu sebanyak 26 orang atau 83,87% menyatakan bahwa
secara keseluruhan kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang
diajarkan di SMK Diponegoro Depok Sleman relevan dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Sejumlah 5 orang responden atau
16,13% menyatakan cukup relevan dan tidak ada responden yang
menyatakan kurang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan.
Deskripsi data persebaran responden apabila dilihat dari relevansi
setiap kelompok

kompetensi pada silabus mata pelajaran produktif

kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK


Diponegoro Depok Sleman dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel
sepeda motor adalah sebagai berikut:
Tabel 60. Komposisi Persentase Relevansi Silabus Seluruh Mata Pelajaran
Produktif Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK Dipononegoro
Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang Dibutuhkan di
Bengkel Sepeda Motor.
No.
1.
2.
3.
4.

Kategori
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)
Jumlah

f
21
6
0
0
27

%
77,78%
22,22%
0,00%
0,00%
100,00%

111

25

Kompetensi

Prosentase

77,78%

20
15
21

10
22,22%
5
0

0,00%
0

0,00%
0

Tidak Relevan

Kurang Relevan

Cukup Relevan

Relevan

Gambar 31. Diagram Komposisi Kompetensi Berdasarkan Relevansi


Silabus Seluruh Mata Pelajaran Produktif Kompetensi
Keahlian Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan SMK Dipononegoro Depok Sleman Dengan
Kompetensi Yang Dibutuhkan di Bengkel Sepeda Motor.
Berdasarkan

hasil

penelitian (lihat lampiran halaman

149)

menunjukkan bahwa rerata relevansi silabus mata pelajaran produktif


Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan SMK Dipononegoro Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang
Dibutuhkan di bengkel sepeda motor sebesar 81,73% termasuk kategori
relevan (76-100%). Rerata persentase ini menunjukkan silabus mata
pelajaran produktif Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan SMK Dipononegoro Depok Sleman sudah
relevan dengan atau sesuai dengan kebutuhan di bengkel sepeda motor.

112

B. Pembahasan
Berdasarkan pada penelitian terhadap kompetensi yang dibutuhkan oleh
dunia kerja yaitu pada bengkel-bengkel sepeda motor yang ada di kabupaten
Sleman maka dapat diketahui seberapa besar relevansi silabus mata pelajaran
produktif kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK
Diponegoro Depok Sleman. Jika dilihat dari kompetensi yang diajarkan maka
sebagian besar mata pelajaran yang diajarkan yaitu 21 kompetensi atau 77,78%
termasuk dalam kategori relevan (76-100%). Hanya terdapat 6 kompetensi
atau 22,22% yang termasuk kategori cukup relevan (55-75%) dari total 27
kompetensi yang diajarkan.
1. Kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK
Diponegoro Depok Sleman yang relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor
Kompetensi silabus mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK Diponegoro Depok Sleman
yang termasuk kategori relevan tersebut adalah:
a.

Memahami Dasar-dasar Mesin

b.

Menjelaskan Proses-proses Mesin Konversi Energi

c.

Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan di Tempat Kerja

d.

Menggunakan Alat-alat Ukur (Measuring Tools)

e.

Menerapkan Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan


Tempat Kerja

f.

Memelihara Baterai

g.

Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder

113

h.

Melakukan

Overhaul

Sistem

Pendingin

Berikut

Komponen-

Komponennya
i.

Melakukan Perbaikan Sistem Bahan Bakar Bensin

j.

Melakukan Perbaikan Engine Berikut Komponen-komponennya

k.

Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponen-komponen


Sistem Pengoperasiannya

l.

Melakukan Perbaikan Sistem Transmisi Manual

m. Melakukan Perbaikan Sistem Transmisi Otomatis


n.

Melakukan Perbaikan Sistem Rem

o.

Melakukan Perbaikan Sistem Suspensi

p.

Melaksanakan Pekerjaan Servis Pada Roda, Ban dan Rantai

q.

Melakukan Perbaikan Ringan Pada Rangkaian Sistem Kelistrikan dan


Instrumen

r.

Melakukan Perbaikan Sistem Starter

s.

Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian

t.

Melakukan Perbaikan Sistem Pengapian

u.

Melakukan Perbaikan Sistem Penerangan


Kategori relevan pada kompetensi yang diajarkan di sekolah

menunjukkan bahwa kompetensi tersebut dibutuhkan oleh seluruh bengkel


sepeda motor yang menjadi responden penelitian ini. Meskipun demikian
ada 2 kompetensi yang termasuk kategori relevan ada 1 orang responden di
masing-masing kompetensi tersebut yang menganggap kurang dibutuhkan

114

yaitu pada kompetensi Menjelaskan Proses-proses Konversi Energi dan


kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Pengisian.
Kompetensi

Menjelaskan

Proses-proses

Konversi

Energi

mempunyai rerata relevansi 78,36% yang menunjukkan bahwa tidak semua


responden memberikan penilaian yang maksimal. Hasil ini ditunjukkan
dengan adanya 6 responden yang memberikan nilai pada kisaran 58-66%
dan 1 orang yang memberi nilai 54,17% atau kurang dibutuhkan. Sedangkan
untuk

kompetensi

Melakukan

Perbaikan

Sistem

Pengisian

yang

menunjukkan ada 1 orang responden menjawab kurang dibutuhkan cukup


mengejutkan karena sebagian besar responden yang lain menjawab relevan
yaitu sebanyak 19 orang dan 17 diantaranya memberi nilai maksimal 100%
relevan. Ada dua hal yang bisa menyebabkan jawaban kurang dibutuhkan
ini muncul, yang pertama responden memang merasa itu kurang dibutuhkan
atau terjadi kesalahpahaman responden mengenai kompetensi sistem
pengisian. Meskipun demikian 2 kompetensi tersebut tetap masuk kategori
relevan berdasarkan pada rerata Persentase yang dihasilkan (76-100%).
2. Kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK
Diponegoro Depok Sleman yang cukup relevan dengan kompetensi
yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor
Kategori

cukup

relevan

menunjukkan

bahwa

tidak

semua

kompetensi yang diajarkan di sekolah tersebut dibutuhkan oleh seluruh


bengkel. Untuk kompetensi silabus mata pelajaran produktif kompetensi
keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK Diponegoro Depok
Sleman yang termasuk kategori cukup relevan tersebut adalah:

115

a.

Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam


Pada kompetensi Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan
Logam ini terdapat 4 responden atau 12,90% yang menyatakan kurang
dibutuhkan dan 2 responden atau 6,45% yang menyatakan tidak
dibutuhkan.

b.

Menginterpretasikan Gambar Teknik


Pada kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik ini
terdapat 4 responden atau 12,90% yang menyatakan kurang dibutuhkan.

c.

Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik


Pada kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ini
terdapat 9 responden atau 29,03% yang menjawab kurang dibutuhkan
dan 2 responden atau 6,45% yang menjawab tidak dibutuhkan.

d.

Memperbaiki Sistem Gas Buang


Pada kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang ini terdapat 1
responden atau 3,23% yang menjawab kurang dibutuhkan.

e.

Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer (Computer


Aided Draft/CAD)
Pada kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui
Komputer ini terdapat 17 responden atau 54,84% yang menjawab
kurang dibutuhkan dan 1 responden atau 3,23% menjawab tidak
dibutuhkan.

116

f.

Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan


Pada kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan ini
terdapat 14 responden yang atau 45,16% menjawab kurang dibutuhkan
dan 3 responden atau 9,68% menjawab tidak dibutuhkan.
Kompetensi-kompetensi yang kurang dibutuhkan tersebut adalah

kompetensi yang bersifat teori seperti kompetensi Memahami proses-proses


pembentukan

logam,

Menginterpretasikan

gambar

teknik,

dan

Menginterpretasikan gambar teknik melalui komputer (Computer Aided


Draft/CAD). Selain itu juga ada kompetensi yang dari pihak bengkel tidak
menggunakannya ataupun tidak memiliki peralatannya seperti peralatan uji
emisi pada kompetensi Memperbaiki sistem gas buang, peralatan press pada
kompetensi Perbaikan Sistem Hidrolik dan peralatan pengecatan pada
kompetensi Melaksanakan pekerjaan pengecatan. Meskipun demikian
responden dari bengkel tidak secara penuh menyatakan tidak dibutuhkan
pada kompetensi tersebut, hanya terdapat 5 responden yang menyatakan
tidak dibutuhkan yaitu 2 responden pada kompetensi Melakukan Perbaikan
Sistem Hidrolik, 1 responden pada kompetensi Perbaikan Sistem Hidrolik,
dan 2 orang pada kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa rerata Persentase kompetensi
adalah sebesar 81,73% dan komposisi responden yaitu sebanyak 26
responden atau 83,87% menyatakan relevan. Maka dari itu dapat diambil
kesimpulan bahwa silabus mata pelajaran produktif kompetensi keahlian
Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK Diponegoro Depok Sleman
relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di bengkel sepeda motor.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diperoleh
kesimpulan sebagai berikut:
1. Silabus mata pelajaran produktif Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SMK Diponegoro Depok Sleman relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan di bengkel sepeda motor. Hal ini dapat dilihat dari persentase
rerata relevansi kompetensi sebesar 81,73% atau dapat dilihat dari
komposisi responden yaitu sebanyak 26 responden atau 83,87%
menyatakan relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
2. Secara keseluruhan sebagian besar silabus mata pelajaran produktif
Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor yang diajarkan di SMK
Diponegoro Depok Sleman dibutuhkan oleh dunia kerja yaitu sebanyak 21
kompetensi yang diajarkan atau 77,78% termasuk kategori relevan. Akan
tetapi masih terdapat 6 kompetensi yang masuk kategori cukup relevan
yang berarti terdapat beberapa bengkel yang kurang membutuhkan atau
tidak membutuhkan kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan rincian:
a.

Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam terdapat 4


responden atau 12,90% yang menyatakan kurang dibutuhkan dan 2
responden atau 6,45% yang menyatakan tidak dibutuhkan.

b.

Menginterpretasikan Gambar Teknik terdapat 4 responden atau


12,90% yang menyatakan kurang dibutuhkan.
117

118

c.

Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik terdapat 9 responden atau


29,03% yang menjawab kurang dibutuhkan dan 2 responden atau
6,45% yang menjawab tidak dibutuhkan.

d.

Memperbaiki Sistem Gas Buang terdapat 1 responden atau 3,23%


yang menjawab kurang dibutuhkan.

e.

Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer (Computer


Aided Draft/CAD) 17 responden atau 54,84% yang menjawab kurang
dibutuhkan dan 1 responden 3,23% menjawab tidak dibutuhkan.

f.

Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan terdapat 14 responden atau


45,16% yang menjawab kurang dibutuhkan dan 3 responden atau
9,68% menjawab tidak dibutuhkan.

B. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini pada dasarnya telah dilaksanakan dengan sebaikbaiknya mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap penyelesaian
laporan. Namun demikian, penelitian ini tidak terlepas dari kelemahankelemahan atau keterbatasan antara lain sebagai berikut:
1. Tidak semua bengkel yang akan diambil sebagai responden penelitian mau
memberikan izin atau mengisi instrumen. Pihak Suzuki tidak memberikan
izin penelitian untuk seluruh bengkel resminya yang ada di kabupaten
Sleman. Sedangkan Yamaha dan Ahass Honda ada yang bersedia mengisi
instrumen dan ada yang tidak. Dari bengkel Yamaha dan Ahass Honda
terdapat 3 instrumen yang tidak kembali, 2 instrumen tidak diisi, dan 10
bengkel tidak menerima penelitian. Kawasaki menjadi satu-satunya pihak

119

yang bersedia memberikan izin penelitian untuk seluruh bengkel resminya


di kabupaten Sleman.
2. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil penelitian masih
memungkinkan ditasfsirkan berbeda oleh responden.
3. Penelitian ini belum mendeteksi kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia
kerja tapi tidak diajarkan di sekolah karena menggunakan metode angket
tertutup. Untuk bisa mendeteksi kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia
kerja tapi tidak diajarkan di sekolah perlu ditambah dengan metode
wawancara.

C. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka implikasi hasil
penelitian adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hasil persentase
rerata relevansi kompetensi sebesar 81,73% dan komposisi responden
sebanyak 26 orang atau 83,87% menyatakan bahwa silabus Mata
Pelajaran Produktif Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK
Diponegoro Depok Sleman relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
di bengkel meskipun masih terdapat beberapa kompetensi yang tidak
dibutuhkan oleh bengkel. Kompetensi yang masih relevan artinya masih
dapat digunakan dan diberikan kepada siswa SMK Diponegoro Depok
Sleman. Sedangkan kompetensi yang tidak relevan perlu diadakan
evaluasi kembali.

120

2. Berdasarkan hasil penelitian kompetensi yang berkategori cukup relevan


yaitu:
a. Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam terdapat 4
responden atau 12,90% yang menyatakan kurang dibutuhkan dan 2
responden atau 6,45% yang menyatakan tidak dibutuhkan. Hal ini
menunjukkan bahwa kompetensi Memahami Proses-proses Dasar
Pembentukan Logam masih layak untuk diselenggarakan dengan
beberapa evaluasi untuk jumlah jam pelajaran yang cukup sehingga jam
pelajaran dapat dioptimalkan untuk kompetensi yang mempunyai
tingkat relevansi yang tinggi. Pada soal-soal Ujian Nasional Kejuruan
juga terdapat soal tentang kompetensi Memahami Proses-proses Dasar
Pembentukan Logam sehingga kompetensi ini masih perlu diajarkan.
b. Menginterpretasikan Gambar Teknik terdapat 4 responden atau 12,90%
yang menyatakan kurang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa
kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik masih layak untuk
diselanggarakan karena masih mempunyai prosentase yang cukup
relevan yaitu 74,19% yang berarti hanya berjarak tak kurang dari 2%
dari batas relevan. Pada soal-soal Ujian Nasional Kejuruan juga
terdapat soal tentang kompetensi Memahami Proses-proses Dasar
Pembentukan Logam sehingga kompetensi ini masih perlu diajarkan.
c. Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik terdapat 9 responden atau
29,03% yang menjawab kurang dibutuhkan dan 2 responden atau
6,45% yang menjawab tidak dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa
kompetensi Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik masih layak untuk

121

diselenggarakan dengan beberapa evaluasi untuk jumlah jam pelajaran


yang cukup sehingga jam pelajaran dapat dioptimalkan untuk
kompetensi yang mempunyai tingkat relevansi yang tinggi. Pada soalsoal Ujian Nasional Kejuruan juga terdapat soal tentang kompetensi
Memahami Proses-proses Dasar Pembentukan Logam sehingga
kompetensi ini masih perlu diajarkan.
d. Memperbaiki Sistem Gas Buang terdapat 1 responden atau 3,23% yang
menjawab kurang dibutuhkan. Beberpa bengkel resmi memang belum
mempunyai alat penguji emisi lengkap tapi di beberapa bengkel yang
tergolong besar sudah menggunakannya. Hal ini menunjukkan bahwa
kompetensi Memperbaiki Sistem Gas Buang masih layak untuk
diselanggarakan karena masih mempunyai prosentase yang cukup
relevan yaitu 74,19% yang berarti hanya berjarak tak kurang dari 2%
dari batas relevan. Selain itu pada soal-soal Ujian Nasional Kejuruan
juga terdapat soal tentang kompetensi Memahami Proses-proses Dasar
Pembentukan Logam sehingga kompetensi ini masih perlu diajarkan.
e. Menginterpretasikan Gambar Teknik Melalui Komputer (Computer
Aided Draft/CAD) 17 responden atau 54,84% yang menjawab kurang
dibutuhkan dan 1 responden 3,23% menjawab tidak dibutuhkan.
Meskipun demikian kompetensi Menginterpretasikan Gambar Teknik
Melalui Komputer (Computer Aided Draft/CAD) masih memungkinkan
untuk diselenggarakan karena kompetensi ini adalah kompetensi
pengayaan yang diajarkan di sekolah.

122

f. Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan terdapat 14 responden atau


45,16% yang menjawab kurang dibutuhkan dan 3 responden atau
9,68%

menjawab tidak dibutuhkan. Meskipun demikian bahwa

kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Pengecatan masih memungkinkan


untuk diselenggarakan karena kompetensi ini adalah kompetensi
pengayaan.

D. Saran

Sesuai dengan kesimpulan dan keterbatasan penelitian ini, maka dapat


diajukan beberapa saran:
1. Silabus Mata pelajaran produktif yang masuk kategori cukup relevan perlu
diadakan evaluasi dan kajian kembali oleh pihak sekolah mengenai materi
yang perlu disampaikan karena masih terdapat beberapa kompetensi yang
tidak dibutuhkan oleh bengkel sepeda motor.
2. Komunikasi dan kerjasama antara pihak sekolah dan industri perlu
ditingkatkan agar pihak sekolah bisa menyesuaikan dengan perkembangan
teknologi maupun tuntutan pekerjaan yang dibutuhkan di lapangan
sehingga silabus mata pelajaran produktif yang diajarkan di sekolah bisa
relevan dengan dunia kerja. KTSP memberikan ruang kepada sekolah
untuk bekerja sama dengan berbagai elemen dalam penyusunan kurikulum
termasuk dunia industri. Hal ini bertujuan agar tenaga kerja lulusan SMK
sesuai dengan apa yang diharapkan oleh industri atau perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (1995). Esential English Dictionary. Edinburg. Chamber Harraps


Publishers.
Anonim. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka.
Anonim. (2010). CAFTA Ancaman Besar untuk Indonesia. http://www.sabili.co.id/
niaga-update/cafta-ancaman-besar-untuk-indonesia Diakses 15 Desember
2010.
Anonim.
(2010).
Keadaan
Ketenagakerjaan
Agustus
http://www.bps.go.id/index.php. Diunduh tanggal 5 Januari 2011.

2010.

Anonim. (2011). Desakan Renegosiasi ACFTA Menguat. Kompas Edisi 16 April


2011 halaman 17.
Ari Wahyono. (2005). Relevansi Silabus Kompetensi Kelistrikan Otomotif Pada
Kurikulum Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif di SMK Piri
Yogyakarta Dengan Kebutuhan di Dunia Kerja. Skripsi. Yogyakarta. FT
UNY.
Mimin Haryati. (2008). Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan
Pendidikan. Jakarta. Gaung Persada Press.
Mulyasa. (2009). KTSP, Suat Panduan Praktis. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya
Muhammad Joko Susilo. (2007). KTSP, Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan
Sekolah Menyongsongnya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar
Nasution. (2003). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta. Bumi Aksara
Sahala P. Sinurat. (2008). Langkah Tepat Melakukan Rekrutmen dan Seleksi. Jakarta.
Esensi.
Saifuddin Azwar. (1999). Metode Penelitian. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Soenarto. (2003). Kilas Balik dan Masa Depan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan.
Pidato Pengukuhan Guru Besar. Yogyakarta. UNY
Suharsimi Arikunto. (1993). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT.
Bumi Aksara. Jakarta.

123

124

--------------------------. (2006). Prosedur Penelitian Untuk Praktek. PT. Bumi Aksara.


Jakarta.
Sukardi, (2003). Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. PT.
Bumi Aksara. Jakarta.
Sukamto. (1988). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan
Teknologi dan Kejuruan. Jakarta. Depdikbud.
Sugiyono, (2006). Statistika Untuk Penelitian. CV Alfabeta. Bandung.
Sugiyono, (2007). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
PT. Alfabeta. Bandung.

INSTRUMEN RELEVANSI MATA PELAJARAN PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMK DIPONEGORO DEPOK SLEMAN
DENGAN KOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN DI DUNIA KERJA
Nama Perusahaan

Alamat

Responden

Jabatan

: ...

Pendidikan

Petunjuk pengisian:
1. Mohon kuesioner yang berisi 105 pertanyaan ini diisi dengan apa adanya demi obyektivitas hasil penelitian.
2. Berilah tanda cek () pada kolom yang tersedia.
3. Kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan dan kerja sama yang diberikan. Semoga dapat memberikan manfaat bagi semuanya.
NO. KOMPETENSI YANG DIAJARKAN DI SEKOLAH
Dasar Kompetensi Kejuruan
A. Memahami dasar-dasar mesin
1.
Menjelaskan dasar ilmu statika dan tegangan
2.
Menerangkan komponen/elemen mesin
3.
Maenerangkan material dan kemampuan proses
B. Memahami proses-proses dasar pembentukan logam
4.
Menjelaskan proses pengecoran
5.

Menjelaskan proses pembentukan

SANGAT
DIBUTUHKAN
KURANG
TIDAK
DIBUTUHKAN
DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN

NO. KOMPETENSI YANG DIAJARKAN DI SEKOLAH


6.

Menjelaskan proses permesinan

C. Menjelaskan proses-proses konversi energi


7.
Menjelaskan konsep motor bakar
8.

Menjelaskan konsep motor listrik

9.

Menjelaskan konsep generator listrik

10.

Menjelaskan konsep pompa fluida

11.

Menjelaskan konsep kompresor

12.

Menjelaskan konsep refrigerasi

D. Menginterpretasikan gambar teknik


13. Menjelaskan standar menggambar teknik
14.

Menggambar (perspektif, proyeksi, pandangan, dan potongan)

15.

Menjelaskan simbol-simbol kelistrikan

16.

Membaca wiring diagram

17.

Menginterpretasikan gambar teknik dan rangkaian

E. Menggunakan peralatan dan perlengkapan di dunia kerja


18. Merawat peralatan dan perlengkapan perbaikan secara rutin
sesuai jadwal
19. Menggunakan peralatan dan perlengkapan perbaikan yang sesuai
dan aman
20. Peralatan dan perlengkapan yang rusak diberi label
F. Menggunakan alat-alat ukur
21. Mikrometer dalam/luar
22.

Jangka sorong

23.

Dial gauges

SANGAT
DIBUTUHKAN
KURANG
TIDAK
DIBUTUHKAN
DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN

NO. KOMPETENSI YANG DIAJARKAN DI SEKOLAH


24.

Penggaris baja, penggaris siku, busur derajat

25.

Feeler gauges

26.

Multimeter

27.

Tachometer

28.

Exhaust gas analyzer

29.

Hand held meter

30.

Dinamometer

SANGAT
DIBUTUHKAN
KURANG
TIDAK
DIBUTUHKAN
DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN

G. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja


31. Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
32.

Melaksanakan prosedur K3

33.

Mengidentifikasi aspek-aspek keamanan kerja

34.

Mengontrol kontaminasi

35.

Mendemonstrasikan pemadaman kebakaran

36.

Melakukan pengangkatan benda kerja secara manual

37.

Menerapkan pekerjaan sesuai dengan SOP

Kompetensi Kejuruan
H. Melakukan perbaikan sistem hidrolik
38. Memperbaiki sistem hidrolik pada katrol
39.

Memperbaiki sistem hidrolik pada dongkrak

40.

Memperbaiki sistem hidrolik pada peralatan press

41.

Memperbaiki sistem hidrolik pada power tilt

42.

Jenis cairan hidrolik dan penggunaannya

NO. KOMPETENSI YANG DIAJARKAN DI SEKOLAH

SANGAT
DIBUTUHKAN
KURANG
TIDAK
DIBUTUHKAN
DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN

I. Memperbaiki sistem gas buang


43. Pengetahuan Undang-undang Pemerintah tentang emisi
44.

Pengujian emisi dengan alat exhaust gas analyzer

45.

Pengujian emisi dengan alat hand held meter

46.

Pengujian emisi dengan alat dinamometer

47.

Mendiagnosis gangguan sistem gas buang

48.

Memperbaiki & menyetel gangguan sistem gas buang

J. Memelihara baterai
49. Mengidentifikasi konstruksi baterai
50.

Melepas dan memasang baterai

51.

Melakukan bantuan start/jump start kendaraan

52.

Menguji baterai (baik tes beban maupun berat jenis)

53.

Prosedur pengisian baterai.

54.

Cara aman mengenai air baterai (aki) dan cairan asam.

K. Melaksanakan overhaul kepala silinder


55. Membongkar komponen kepala silinder
56.

Pengukuran kepala silinder tehadap spesifikasi pabrik

57.

Pengujian keretakan dengan cairan kimia

58.

Memperbaiki komponen kepala silinder

59.

Merakit komponen kepala silinder

L. Melakukan overhaul sistem pendingin berikut komponen-komponennya


60. Prinsip kerja sistem pendingin air dan udara

NO. KOMPETENSI YANG DIAJARKAN DI SEKOLAH


61.

Tipe-tipe cairan pendingin dan penggunaannya

62.

Mendiagnosis gangguan pada sistem pendingin

63.

Memperbaiki gangguan sistem pendingin

SANGAT
DIBUTUHKAN
KURANG
TIDAK
DIBUTUHKAN
DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN

M. Melakukan perbaikan sistem bahan bakar bensin


64. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar bensin
65.

Mengidentifikasi konstruksi dan cara kerja karburator

66.

Mendiagnosis gangguan pada sistem bahan bakar bensin

67.

Memperbaiki gangguan sistem bahan bakar bensin

N. Melakukan perbaikan engine berikut komponen-komponennya


68. Mengidentifikasi komponen engine (poros engkol, poros kam,
blok silinder, poros penghubung, piston, batang piston, bantalan,
cincin piston, roda gigi, rantai, timing belt, puli, dan pompa oli)
69. Melepas dan merakit komponen engine
70.

Mendiagnosis gangguan pada engine

O. Melakukan perbaikan unit kopling berikut komponen-komponen sistem pengoperasiannya (manual & otomatis)
71. Mengidentifikasi komponen kopling & sistem pengoperasiannya
72.

Mendiagnosis gangguan pada sistem kopling berikut komponen


sistem pengoperasiannya
73. Memperbaiki kerusakan pada sistem kopling berikut komponen
pengopersiannya
P. Melakukan perbaikan transmisi manual
74. Mengidentifikasi komponen transmisi manual
75.

Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi manual

76.

Memperbaiki gangguan sistem transmisi manual

NO. KOMPETENSI YANG DIAJARKAN DI SEKOLAH

SANGAT
DIBUTUHKAN
KURANG
TIDAK
DIBUTUHKAN
DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN

Q. Melakukan perbaikan transmisi otomatis


77. Mengidentifikasi komponen transmisi otomatis
78.

Mendiagnosis gangguan pada sistem transmisi otomatis

79.

Memperbaiki gangguan sistem transmisi otomatis

R. Melakukan perbaikan sistem rem (cakram & tromol)


80. Mengidentifikasi komponen sistem rem
81.

Melepas dan memasang sistem rem

82.

Memperbaiki dan menyetel sistem rem

S. Melakukan perbaikan sistem suspensi


83. Mendiagnosis gangguan pada sistem suspensi (korosi, kebocoran
minyak, kebocoran udara, keausan, & kelurusan)
84. Memperbaiki sistem suspensi
T. Melaksanakan pekerjaan servis pada roda, ban, dan rantai
85. Mengidentifikasi tipe ban (luar & dalam) beserta spesifikasinya
86.
87.

Mendiagnosis gangguan pada roda, ban dan sistem penggerak


rantai
Melepas & memasang roda, ban, dan rantai

88.

Memperbaiki ban tubeless

U. Melakukan perbaikan ringan pada rangkaian sistem kelistrikan dan instrumen


89. Mengidentifikasi sistem kelistrikan dan instrumen
90.
91.

Mendiagnosis gangguan pada rangkaian sistem kelistrikan dan


isntrumen
Memperbaiki rangkaian sistem kelistrikan dan instrumen

V. Melakukan perbaikan sistem starter


92. Mengidentifikasi komponen sistem starter

NO. KOMPETENSI YANG DIAJARKAN DI SEKOLAH


93.

Mendiagnosis gangguan pada sistem starter

94.

Memperbaiki gangguan sistem starter

W. Melakukan perbaikan sistem pengisian


95. Mengidentifikasi komponen sistem pengisian
96.

Mendiagnosis gangguan pada sistem pengisian

97.

Memperbaiki gangguan sistem pengisian

X. Melakukan perbaikan sistem pengapian


98. Mengidentifikasi komponen sistem pengapian
99.

Mendiagnosis gangguan pada sistem pengapian

100. Memperbaiki gangguan sistem pengisian


Y. Melakukan perbaikan sistem penerangan
101. Membaca & memahami wiring diagram
102. Melekakukan penyolderan
103

Menggunakan lampu tes

KOMPETENSI PENGAYAAN
104. Menginterpretasikan gambar teknik melalui komputer (Computer
Aided Draft/CAD)
105. Melaksanakan pekerjaan pengecatan

SANGAT
DIBUTUHKAN
KURANG
TIDAK
DIBUTUHKAN
DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN

Reliability
[DataSet1]

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary


N
Cases

Valid
Excluded

Total

%
6

100.0

.0

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha

N of Items

.829

105

Item-Total Statistics
Scale Mean if Item

Scale Variance if

Corrected Item-

Cronbach's Alpha

Deleted

Item Deleted

Total Correlation

if Item Deleted

VAR00001

348.83

164.567

.043

.830

VAR00002

348.67

157.467

.597

.822

VAR00003

349.50

173.100

-.414

.841

VAR00004

350.00

174.000

-.646

.840

VAR00005

349.83

176.967

-.810

.843

VAR00006

349.00

163.200

.152

.829

VAR00007

348.50

163.500

.172

.828

VAR00008

348.67

160.667

.346

.826

VAR00009

348.67

170.667

-.405

.837

VAR00010

349.33

169.067

-.243

.836

VAR00011

349.50

167.900

-.154

.836

VAR00012

349.67

175.067

-.475

.843

VAR00013

349.67

168.267

-.229

.834

VAR00014

350.00

174.000

-.646

.840

VAR00015

349.00

163.200

.152

.829

VAR00016

349.00

155.200

.472

.822

VAR00017

349.33

157.467

.479

.823

VAR00018

348.83

155.367

.718

.820

VAR00019

348.50

159.500

.562

.824

VAR00020

349.33

155.867

.583

.821

VAR00021

348.67

162.267

.223

.828

VAR00022

348.67

162.267

.223

.828

VAR00023

348.67

162.267

.223

.828

VAR00024

349.50

154.700

.545

.821

VAR00025

348.67

160.667

.346

.826

VAR00026

348.50

163.500

.172

.828

VAR00027

348.50

163.500

.172

.828

VAR00028

349.17

162.167

.143

.829

VAR00029

349.33

161.067

.159

.830

VAR00030

349.17

155.767

.356

.825

VAR00031

349.00

175.200

-.481

.843

VAR00032

348.83

159.367

.419

.824

VAR00033

348.67

162.267

.223

.828

VAR00034

349.50

162.700

.250

.827

VAR00035

348.83

167.767

-.183

.834

VAR00036

349.67

169.867

-.347

.836

VAR00037

348.50

163.500

.172

.828

VAR00038

350.17

179.767

-.736

.847

VAR00039

350.00

181.200

-.746

.849

VAR00040

350.00

181.200

-.746

.849

VAR00041

350.17

179.767

-.736

.847

VAR00042

349.50

162.700

.250

.827

VAR00043

349.50

164.300

.096

.829

VAR00044

349.83

168.567

-.239

.835

VAR00045

349.83

168.567

-.239

.835

VAR00046

349.83

168.567

-.239

.835

VAR00047

349.00

153.200

.939

.817

VAR00048

349.00

153.200

.939

.817

VAR00049

349.17

150.567

.776

.815

VAR00050

349.00

160.000

.398

.825

VAR00051

349.33

165.467

.000

.829

VAR00052

349.33

165.467

.000

.829

VAR00053

348.83

162.967

.157

.829

VAR00054

349.00

160.000

.398

.825

VAR00055

348.50

163.500

.172

.828

VAR00056

348.83

167.767

-.183

.834

VAR00057

349.83

168.567

-.239

.835

VAR00058

349.17

155.767

.486

.822

VAR00059

348.67

160.667

.346

.826

VAR00060

348.83

154.567

.778

.819

VAR00061

349.17

160.167

.497

.825

VAR00062

348.67

157.467

.597

.822

VAR00063

348.67

157.467

.597

.822

VAR00064

348.67

157.467

.597

.822

VAR00065

348.67

157.467

.597

.822

VAR00066

348.67

157.467

.597

.822

VAR00067

348.67

157.467

.597

.822

VAR00068

348.33

165.467

.000

.829

VAR00069

348.33

165.467

.000

.829

VAR00070

348.33

165.467

.000

.829

VAR00071

348.50

159.500

.562

.824

VAR00072

348.50

159.500

.562

.824

VAR00073

348.50

159.500

.562

.824

VAR00074

348.50

159.500

.562

.824

VAR00075

348.50

159.500

.562

.824

VAR00076

348.50

159.500

.562

.824

VAR00077

348.83

162.167

.215

.828

VAR00078

348.67

165.067

.010

.831

VAR00079

348.67

165.067

.010

.831

VAR00080

348.50

159.500

.562

.824

VAR00081

348.50

159.500

.562

.824

VAR00082

348.50

159.500

.562

.824

VAR00083

348.50

159.500

.562

.824

VAR00084

348.50

159.500

.562

.824

VAR00085

349.00

153.200

.939

.817

VAR00086

348.67

158.267

.534

.823

VAR00087

348.50

159.500

.562

.824

VAR00088

349.67

156.667

.660

.821

VAR00089

348.50

159.500

.562

.824

VAR00090

348.50

159.500

.562

.824

VAR00091

348.50

159.500

.562

.824

VAR00092

348.67

157.467

.597

.822

VAR00093

348.50

159.500

.562

.824

VAR00094

348.50

159.500

.562

.824

VAR00095

348.50

159.500

.562

.824

VAR00096

348.50

159.500

.562

.824

VAR00097

348.50

159.500

.562

.824

VAR00098

348.50

159.500

.562

.824

VAR00099

348.50

159.500

.562

.824

VAR00100

348.50

159.500

.562

.824

VAR00101

349.00

153.200

.939

.817

VAR00102

349.00

161.600

.274

.827

VAR00103

349.50

164.300

.096

.829

VAR00104

350.17

167.767

-.233

.833

VAR00105

350.17

167.767

-.233

.833

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

RESPONDEN

Tri Antara
Pranyata
Juwari
Nuri Andi Riyanto
Sigit H.
Tugi Nugroho
Sugito
Hendro Prabowo
Bayung Panggayuh
Tuwuh Wahyudi
Bima Laksana Aji
Sumaryo
Wiryawan Priyanto
Walgito
Tri Yulianto
Bukit Raharjo
David N.
Hartanto
M. Sofyan
Satriyo
Mujono
Ahmad Nur Romadona
Anton
Edum Respati Arianto
Hakmarudin
Agus Z.
Arief Budi Cahyono
Gatot Jupriyono
Supriyanto
Winanto
Latif Arifin

BENGKEL

Ahass PT. Tunasjaya


Ahass Gading Motor
Ahass Rahayu Motor
Ahass Monza Prima
Ahass PT. Sumber Purnama Sakti
Ahass Monjali Sakti
Ahass Total Honda Motor
Ahass PT. Nusantara Sakti
Ahass Mlati Motor
Ahass Godean Honda Service
Ahass Insani Motor I
Ahass ABC Motor
Ahass Panmas Motor
Ahass Setia Kawan
Yamaha SBM Gejayan
Yamaha Kalasan Motor
Yamaha Harpindo Jaya
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Yamaha Sumber Baru Motor
Kawasaki PT. Sumber Buana Motor
Kawasaki PT. Sumber Buana Motor
Kawasaki PT. Sumber Buana Motor
Kawasaki PT. Sumber Buana Motor
JUMLAH

102

110

99

70

71

100

112

82,26%

88,71%

79,84%

56,45%

57,26%

80,65%

90,32%

83,60%

64,78%

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

105

98

92

92

84

80

79

102

106

93

110

113

94

111

114

111

95

115

84,68%

79,03%

74,19%

74,19%

67,74%

64,52%

63,71%

82,26%

85,48%

75,00%

88,71%

91,13%

75,81%

89,52%

91,94%

89,52%

76,61%

92,74%

78,36%

74,19%

85,22%

87,34%

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

119

117

105

98

98

111

111

110

98

99

87

114

77

79

81

77

86

96

95,97%

94,35%

84,68%

79,03%

79,03%

89,52%

89,52%

88,71%

79,03%

79,84%

70,16%

91,94%

62,10%

63,71%

65,32%

62,10%

69,35%

77,42%

87,34%

84,10%

64,52%

44

45

46

47

48

49

50

51

52

53

54

55

56

57

58

59

60

61

89

85

87

95

99

98

102

96

96

101

107

114

103

84

100

111

105

99

71,77%

68,55%

70,16%

76,61%

79,84%

79,03%

82,26%

77,42%

77,42%

81,45%

86,29%

91,94%

83,06%

67,74%

80,65%

89,52%

84,68%

79,84%

74,06%

80,65%

82,58%

83,67%

62

63

64

65

66

67

68

69

70

71

72

73

74

75

76

77

78

79

105

106

109

111

110

110

114

112

114

113

113

114

110

111

110

108

108

108

84,68%

85,48%

87,90%

89,52%

88,71%

88,71%

91,94%

90,32%

91,94%

91,13%

91,13%

91,94%

88,71%

89,52%

88,71%

87,10%

87,10%

87,10%

83,67%

88,71%

91,40%

91,40%

88,98%

87,10%

80

81

82

83

84

85

86

87

88

89

90

91

92

93

94

95

96

97

112

113

113

107

106

100

109

110

83

110

111

110

110

113

111

111

111

109

90,32%

91,13%

91,13%

86,29%

85,48%

80,65%

87,90%

88,71%

66,94%

88,71%

89,52%

88,71%

88,71%

91,13%

89,52%

89,52%

89,52%

87,90%

90,86%

85,89%

81,05%

88,98%

89,78%

88,98%

98

99

100

101

102

103

104

105

SKOR

370

88,10%

347

82,62%

321

76,43%

389

92,62%

370

88,10%

378

90,00%

306

72,86%

338

80,48%

297

70,71%

299

71,19%

392

93,33%

346

82,38%

378

90,00%

288

68,57%

337

80,24%

345

82,14%

373

88,81%

346

82,38%

306

72,86%

397

94,52%

348

82,86%

338

80,48%

369

87,86%

331

78,81%

329

78,33%

325

77,38%

332

79,05%

366

87,14%

349

83,10%

335

79,76%

365

86,90%

112

112

112

105

99

94

75

74

10710

90,32%

90,32%

90,32%

84,68%

79,84%

75,81%

60,48%

59,68%

82,26%

60,48%

59,68%

81,73%

90,32%

80,11%

RESPONDEN

Keterangan:
Relevan (76-100%)
Cukup Relevan (56-75%)
Kurang Relevan (40-55%)
Tidak Relevan (<40%)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Rerata

A
83,33%
75,00%
66,67%
100,00%
83,33%
75,00%
66,67%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
91,67%
75,00%
75,00%
100,00%
91,67%
100,00%
91,67%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
83,33%
83,33%
75,00%
75,00%
83,60%

B
58,33%
75,00%
41,67%
75,00%
58,33%
33,33%
41,67%
66,67%
58,33%
58,33%
75,00%
50,00%
83,33%
41,67%
75,00%
75,00%
83,33%
58,33%
58,33%
75,00%
83,33%
83,33%
75,00%
75,00%
75,00%
83,33%
75,00%
66,67%
58,33%
33,33%
58,33%
64,78%

C
79,17%
75,00%
66,67%
100,00%
79,17%
70,83%
54,17%
75,00%
62,50%
62,50%
95,83%
66,67%
87,50%
58,33%
100,00%
70,83%
83,33%
70,83%
75,00%
100,00%
79,17%
75,00%
75,00%
83,33%
83,33%
100,00%
75,00%
87,50%
79,17%
66,67%
91,67%
78,36%

D
80,00%
75,00%
50,00%
100,00%
70,00%
50,00%
40,00%
65,00%
70,00%
60,00%
100,00%
85,00%
80,00%
45,00%
75,00%
75,00%
80,00%
60,00%
65,00%
85,00%
90,00%
75,00%
85,00%
95,00%
95,00%
75,00%
100,00%
75,00%
60,00%
75,00%
65,00%
74,19%

E
100,00%
91,67%
83,33%
100,00%
91,67%
100,00%
91,67%
91,67%
75,00%
75,00%
83,33%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
91,67%
91,67%
75,00%
75,00%
91,67%
75,00%
91,67%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
91,67%
83,33%
91,67%
100,00%
85,22%

F
100,00%
75,00%
75,00%
87,50%
90,00%
100,00%
85,00%
85,00%
75,00%
72,50%
95,00%
82,50%
90,00%
87,50%
97,50%
77,50%
82,50%
75,00%
75,00%
100,00%
90,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
92,50%
75,00%
77,50%
90,00%
87,34%

G
82,14%
75,00%
71,43%
100,00%
89,29%
100,00%
71,43%
78,57%
71,43%
75,00%
92,86%
89,29%
89,29%
78,57%
92,86%
78,57%
96,43%
85,71%
75,00%
78,57%
89,29%
85,71%
75,00%
85,71%
85,71%
75,00%
85,71%
89,29%
82,14%
82,14%
100,00%
84,10%

H
55,00%
75,00%
60,00%
75,00%
75,00%
80,00%
55,00%
60,00%
60,00%
50,00%
85,00%
75,00%
75,00%
55,00%
75,00%
50,00%
70,00%
55,00%
70,00%
80,00%
65,00%
70,00%
100,00%
50,00%
50,00%
75,00%
50,00%
35,00%
65,00%
35,00%
70,00%
64,52%

I
70,83%
75,00%
50,00%
75,00%
75,00%
100,00%
70,83%
66,67%
62,50%
75,00%
91,67%
75,00%
75,00%
58,33%
75,00%
62,50%
75,00%
75,00%
75,00%
91,67%
70,83%
75,00%
70,83%
79,17%
79,17%
75,00%
83,33%
83,33%
58,33%
62,50%
83,33%
74,06%

J
91,67%
75,00%
75,00%
79,17%
79,17%
95,83%
91,67%
87,50%
75,00%
79,17%
87,50%
79,17%
79,17%
75,00%
75,00%
75,00%
87,50%
75,00%
70,83%
95,83%
79,17%
83,33%
87,50%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
79,17%
87,50%
83,33%
70,83%
80,65%

K
80,00%
75,00%
85,00%
100,00%
90,00%
100,00%
85,00%
80,00%
70,00%
70,00%
100,00%
80,00%
85,00%
55,00%
85,00%
75,00%
85,00%
90,00%
70,00%
100,00%
75,00%
80,00%
85,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
95,00%
90,00%
90,00%
85,00%
82,58%

L
93,75%
75,00%
68,75%
100,00%
87,50%
100,00%
68,75%
81,25%
75,00%
75,00%
81,25%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
87,50%
87,50%
81,25%
75,00%
100,00%
75,00%
81,25%
87,50%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
93,75%
93,75%
100,00%
83,67%

KOMPETENSI
M
N
100,00% 100,00%
75,00% 100,00%
87,50% 100,00%
100,00% 100,00%
100,00% 100,00%
100,00% 100,00%
81,25%
75,00%
93,75% 100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00% 100,00%
100,00% 100,00%
100,00% 100,00%
75,00%
75,00%
75,00% 100,00%
100,00% 100,00%
100,00% 100,00%
93,75% 100,00%
75,00%
75,00%
100,00% 100,00%
93,75%
91,67%
75,00% 100,00%
75,00%
91,67%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00% 100,00%
100,00% 100,00%
100,00% 100,00%
100,00%
75,00%
88,71%
91,40%

O
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
83,33%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
91,40%

P
100,00%
100,00%
91,67%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
91,67%
100,00%
88,98%

Q
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
66,67%
66,67%
91,67%
83,33%
75,00%
91,67%
100,00%
100,00%
83,33%
75,00%
91,67%
100,00%
100,00%
83,33%
91,67%
100,00%
83,33%
91,67%
83,33%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
58,33%
83,33%
87,10%

R
100,00%
100,00%
91,67%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
90,86%

S
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
87,50%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
85,89%

T
93,75%
87,50%
81,25%
100,00%
93,75%
100,00%
75,00%
75,00%
68,75%
75,00%
87,50%
81,25%
93,75%
62,50%
68,75%
81,25%
81,25%
93,75%
68,75%
100,00%
56,25%
68,75%
100,00%
75,00%
68,75%
75,00%
75,00%
93,75%
81,25%
68,75%
81,25%
81,05%

U
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
83,33%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
88,98%

V
100,00%
91,67%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
83,33%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
91,67%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
83,33%
75,00%
83,33%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
89,78%

W
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
50,00%
75,00%
100,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
100,00%
75,00%
91,67%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
91,67%
100,00%
88,98%

X
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
83,33%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
100,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
75,00%
100,00%
100,00%
75,00%
91,67%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
90,32%

Z
91,67%
75,00%
66,67%
75,00%
91,67%
91,67%
66,67%
50,00%
75,00%
75,00%
100,00%
75,00%
91,67%
58,33%
75,00%
83,33%
100,00%
83,33%
75,00%
100,00%
66,67%
83,33%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
83,33%
66,67%
100,00%
83,33%
80,11%

Y
50,00%
75,00%
50,00%
75,00%
75,00%
50,00%
50,00%
50,00%
50,00%
50,00%
75,00%
75,00%
75,00%
25,00%
50,00%
50,00%
75,00%
50,00%
50,00%
100,00%
50,00%
50,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
50,00%
50,00%
50,00%
50,00%
60,48%

AA
50,00%
75,00%
25,00%
75,00%
75,00%
50,00%
50,00%
50,00%
75,00%
50,00%
50,00%
75,00%
75,00%
25,00%
50,00%
50,00%
75,00%
50,00%
50,00%
100,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
75,00%
50,00%
50,00%
50,00%
25,00%
50,00%
59,68%

Hasil Persentase Relevansi Silabus Seluruh Mata Pelajaran Produktif Kompetensi


Keahlian Teknik Sepeda Motor Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK
Dipononegoro Depok Sleman Dengan Kompetensi Yang Dibutuhkan di Bengkel
Sepeda Motor.
No. Kompetensi di SMK Diponegoro
1. Memahami Dasar-dasar Mesin
Memahami Proses-proses Dasar
2.
Pembentukan Logam
Menjelaskan Proses-proses Mesin
3.
Konversi Energi
Menginterpretasikan Gambar
4.
Teknik
Menggunakan Peralatan dan
5.
Perlengkapan di Tempat Kerja
Menggunakan Alat-alat Ukur
6.
(Measuring Tools)
Menerapkan Prosedur
7. Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan Tempat Kerja
Melakukan Perbaikan Sistem
8.
Hidrolik
9. Memperbaiki Sistem Gas Buang
10. Memelihara Baterai
Melaksanakan Overhaul Kepala
11.
Silinder
Melakukan Overhaul Sistem
12. Pendingin Berikut Komponenkomponennya
Melakukan Perbaikan Sistem
13.
Bahan Bakar Bensin
Melakukan Perbaikan Engine
14.
Berikut Komponen-komponennya
Melakukan Perbaikan Unit
Kopling Berikut Komponen15.
komponen Sistem
Pengoperasiannya
Melakukan Perbaikan Sistem
16.
Transmisi Manual

Persentase Kategori
83,60%
Relevan
64,78%

Cukup Relevan

78,36%

Relevan

74,19%

Cukup Relevan

85,22%

Relevan

87,34%

Relevan

84,10%

Relevan

64,52%

Cukup Relevan

74,06%
80,65%

Cukup Relevan
Relevan

82,58%

Relevan

83,67%

Relevan

88,71%

Relevan

91,40%

Relevan

91,40%

Relevan

88,98%

Relevan

No. Kompetensi di SMK Diponegoro Persentase Kategori


Melakukan Perbaikan Sistem
17.
87,10%
Relevan
Transmisi Otomatis
18. Melakukan Perbaikan Sistem Rem
90,86%
Relevan
Melakukan Perbaikan Sistem
19.
85,89%
Relevan
Suspensi
Melaksanakan Pekerjaan Servis
20.
81,05%
Relevan
Pada Roda, Ban dan Rantai
Melakukan Perbaikan Ringan Pada
21. Rangkaian Sistem Kelistrikan dan
88,98%
Relevan
Instrumen
Melakukan Perbaikan Sistem
22.
89,78%
Relevan
Starter
Melakukan Perbaikan Sistem
23.
88,98%
Relevan
Pengisian
Melakukan Perbaikan Sistem
24.
90,32%
Relevan
Pengapian
Melakukan Perbaikan Sistem
25.
80,11%
Relevan
Penerangan
Menginterpretasikan Gambar
26. Teknik Melalui Komputer
60,48%
Cukup Relevan
(Computer Aided Draft/CAD)
Melaksanakan Pekerjaan
27.
59,68%
Cukup Relevan
Pengecatan
Rerata
81,73%
Relevan